Senin, 12 Maret 2018

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

Tangerang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Curug dan Ranting NU Kelurahan Binong, Kabupaten Tangerang, Banten menggelar taklim bulanan untuk ketiga kalinya. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kelurahan Binong pada Sabtu (17/9).

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)
Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

"Taklim bulanan ini merupakan kerja sama antarulama dan umara di wilayah kecamatan Curug," tutur Ketua MUI Curug H. Ahyani yang hadir menyampaikan sambutannya. Kegiatan ini, lanjut Ahyani, perlu ditingkatkan dan kita apresiasi atas inisiatif dan kerja sama antara MUI dan Camat Curug.

Senada dengan itu, Camat Curug Wahyuni menyampaikan sinkronisasi dan kerja sama antara ulama dan umara sangat dibutuhkan di tiap tingkatan pemerintahan agar lingkungan kita bisa tetap kondusif dan aman.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu, H. Samsudin Boaya dalam tausiyahnya menyampaikan salah satu hadis Nabi yang perlu menjadi renungan kita bersama bahwa akan datang suatu masa atau zaman yang penuh kebohongan dan fitnah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Orang jujur, katanya, dicurigai sementara orang yang tidak paham dengan ilmu agama dijadikan panutan dan dipecaya ceramahnya. Fenomena maraknya media sosial salah satu tanda dan gejala ahir zaman itu, banyak yang antara tulisan dan perbuatanyan tidak sinkron.

Pada kesempatan itu, hadir perwakilan dari seluruh unsur Muspika dan pengurus MUI Kecamatan Curug. Hadir pula para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Curug dari tingkat kelurahan, hadir para Ketua RW, takmir masjid dan mushala serta jajaran Pengurus Ranting Nahlatul Ulama Kelurahan Binong. (mks/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan AlaSantri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 11 Maret 2018

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Segenap petinggi Rektorat Universitas Islam Makassar menziarahi sejumlah makam pendiri kampus bersangkutan. Dipimpin Rektor UIM Andi Majdah M Zain, rombongan menziarahi makam H Kalla ayah H Jusuf Kalla, Anregurutta Muhiddin Zain, Kiai Busairi, dan istri Kiai Sanusi Baco.

“Dalam harlah ke-14 UIM, kita ini ingin mengenang para pendiri dengan ziarah ini,” kata Andi Majdah M Zain.

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus

Selain menziarahi pendiri UIM, Andi Majdah M Zain beserta rombongan bersilaturahmi dengan anak-anak yatim di panti Al-Kautsar dan Nahdiyat, Jumat (6/6).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tradisi ziarah kubur dan silaturahmi dengan anak yatim ini sengaja dilakukan tiap tahunnya sebagai bentuk syukur atas harlah UIM setiap tahunnya. Setiap tahun, UIM memberikan beasiswa pendidikan bagi anak yatim yang berminat melanjutkan pendidikan. (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 10 Maret 2018

Adakah yang Lebih Kuat Dibanding Gunung?

Di dunia ini, Gunung dianggap oleh sebagian orang, sebagai sebuah simbol kekuatan. Bentuknya yang kokoh dan menjulang, semakin menegaskan anggapan tersebut.

Namun, tahukah anda, kekuatan gunung tersebut ternyata dapat dikalahkan oleh seorang anak Adam. Manusia seperti apakah yang dapat menandingi kekuatan gunung, bahkan lebih dari itu?

Dalam sebuah hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa ketika Allah swt. menciptakan Bumi, pada awalnya Bumi terus bergoyang tidak stabil. Maka, Allah pun menciptakan gunung-gunung di atas bumi, sehingga bumi menjadi tenang.

Adakah yang Lebih Kuat Dibanding Gunung? (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakah yang Lebih Kuat Dibanding Gunung? (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakah yang Lebih Kuat Dibanding Gunung?

Para malaikat pun terkagum-kagum dengan penciptaan gunung, mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk-Mu yang lebih kuat dari gunung?”

Pertanyaan serupa ‘Adakah yang lebih kuat’, terus diulangi oleh para malaikat, dan dijawab Allah swt. dengan jawaban yang berbeda.

Gunung rata oleh besi. Besi leleh dengan api. Api padam dengan air. Air dapat digerakkan kemanapun oleh angin. Hingga pertanyaan terakhir: ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk-Mu yang lebih kuat dari pada angin?”

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Allah menjawab, ”Ada, yaitu seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya tidak mengetahuinya.”

Inilah dahsyatnya kekuatan ikhlas. Manusia yang ikhlas, meskipun mungkin dlohirnya terlihat lemah, namun di sisi Allah, ia adalah orang yang lebih kuat dibanding gunung dan lainnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dengan keikhlasan pula, seseorang akan mendapatkan kemudahan, meskipun mesti melewati kesusahan. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal, News, Humor Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 07 Maret 2018

Shalawat Jalan "Tol" Menuju Allah

Lombok Tengah, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Majelis Pecinta Sholawat Nusantara (Pesona) resmi dibentuk di Masjid Baiturrahman kompleks Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah. Peresmian tersebut menindaklanjuti pembentukan Badan otonom ke-9 Partai Kebangkitan Bangsa di Nusa Tenggara Barat.

Ketua Umum PESONA Helmy Faesal Zaini menjelaskan, pembentukan banom tersebut menujukkan keseriusan PKB dalam menjaga tradisi Ahlussunah wal Jamaah.

Shalawat Jalan Tol Menuju Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Jalan Tol Menuju Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Jalan "Tol" Menuju Allah

"PKB serius dalam membentengi tradisi sholawat Nusantara dari kelompok yang mengharamkan dan menuding bidah sholawat, tahlilan, dan ziarah. Mari bersama Majlis PESONA menggerakkan dan melestarikan shalawat," katanya saat menyampaikan sambutan Deklarasi Majlis Pesona NTB, Rabu sore (08/07)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Shalawat, menurut Helmy merupakan ajaran para ulama. Karena PKB didirikan oleh para ulama, maka PKB melestarikan ajaran-ajarannya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Indonesia akan tegak dengan Pancasila dan NKRI jika seluruh ulama dan masyarakat menggemakan Sholawat. Maka kita pun meneruskan ajaran ini," kata Helmy yang juga Ketua Fraksi PKB DPR RI ini.

Kondisi Indonesia, lanjutnya, banyak masalah; mulai kasus pembunuhan Angelina sampai peristiwa Hercules. Dengan shalawat merupkan permohonan pertolongan kepada Allah SWT untuk menyelesaikan semua masalah.

"Dengan mengumandangkan shlawat dan tahlil, insya Allah bangsa Indonesia dijauhkan dari marabahaya, musibah, dan bencana. Shalawat bisa menjadi jalan tol menuju Allah SWT melalui Rasulullah," jelasnya di hadapan ratusan jamaah yang hadir. (Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Cerita, Halaqoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 05 Maret 2018

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah

Sidoarjo,  Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sejumlah warga Desa Kedung Cangkring Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur menunaikan ibadah shalat tarawih di masjid Baitus Sholihin yang terletak tidak jauh dari semburan lumpur Lapindo.

Para jamaah yang menunaikan ibadah shalat tarawih pada bulan Ramadhan 1436 H di masjid tua yang terletak di sebelah selatan kawasan lumpur panas itu, sepi dan hanya segelintir orang. Itupun warga yang masih ingin menunaikan ibadah shalat tarawih sambil mengenang masa lalunya.

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah

Sepinya para jamaah yang menunaikan ibadah shalat tarawih di masjid tersebut lantaran warga setempat sebagian besar banyak yang meninggalkan desanya sejak terkena semburan lumpur Lapindo pada tahun 2008 silam.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Meski demikian, warga yang menunaikan ibadah shalat tarawaih di masjid tersebut penuh antusias dan semangat. "Para jamaah yang hadir menunaikan ibadah shalat tarawih adalah warga asli Kedung Cangkring. Namun, sepinya jamaah masjid dikarenakan para warga sudah tidak tinggal desa mereka lagi. Mereka sudah pindah di luar Sidoarjo," kata pengurus tamir Masjid Baitus Sholihin, Ustadz Mudzakir.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari pantauan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, Kamis (25/6) malam, jumlah jamaah shalat tarawih di masjid itu sekitar 10 hingga 15 orang. "Tidak mesti, terkadang bertambah, kadang pula berkurang. Sehingga shafnya kelihatan masih kosong. Akan tetapi antusias warga sekitar yang menunaikan shalat tarawih penuh dengan khidmat dan khusuk," jelas Ustadz Mudzakir.

Seusai menunaikan shalat tarawih, warga juga menggelar tembang shalawat syiiran khas desa mereka dengan menggunakan bahasa Jawa. Mereka sengaja bershalat tembang syiirian tersebut karena ingin melestrikan amaliyah yang dimiliki ulama desa setempat. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan PonPes, Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kunjungi Stand Wahid Institute, Jokowi-Mega Kenang Persahabatan dengan Gus Dur

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Usai membuka secara resmi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi stand The Wahid Institute di Alun-alun Kota Jombang, Sabtu (1/8) malam. Ia khusus singgah ke stand ini sebelum meninggalkan arena muktamar.

Di dalam stand, presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan putrinya Puan Maharani antusias menyaksikan foto-foto dan sederetan display kata-kata bijak K. H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kunjungi Stand Wahid Institute, Jokowi-Mega Kenang Persahabatan dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Stand Wahid Institute, Jokowi-Mega Kenang Persahabatan dengan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Stand Wahid Institute, Jokowi-Mega Kenang Persahabatan dengan Gus Dur

Megawati tersenyum ketika melihat beberapa foto di sana. Salah satunya, foto ketika Gus Dur masih muda. "Umur berapa itu, Mas Dur?" Megawati bertanya kepada puteri Gus Dur, Yenny Wahid, yang ikut mendampingi presiden.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Itu waktu lagi sering rendeng-rendeng (jalan bareng) dengan Mbak Mega," jawab Yenny. Megawati tersenyum simpul mendengar jawaban itu. Presiden Joko Widodo, yang berdiri di sebelahnya, ikut tersenyum.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Presiden, yang juga didamping Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menanyakan soal display perangko Gus Dur yang dipajang di stand. Yenny menjelaskan bahwa PT. Pos Indonesia meluncurkan perangko edisi khusus bergambar mantan presiden RI keempat dan mantan ketua umum Nahdlatul Ulama selama tiga periode tersebut. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian, Berita, Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 04 Maret 2018

PMII Desak Pemkab Bandung Optimalkan Bank Sampah

Bandung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hanya sebatas wacana. Tindak lanjut dari Pemda belum tampak hasilnya. Demikian disampaikan Setiawan Maulani, Ketua 1 Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) Kabupaten Bandung.

PMII Desak Pemkab Bandung Optimalkan Bank Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Desak Pemkab Bandung Optimalkan Bank Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Desak Pemkab Bandung Optimalkan Bank Sampah

Aktivis yang akrab disapa Setiawan ini mengatakan, seharusnya ada sinkronisasi antara bank sampah dan penertiban sampah di Kabupaten Bandung. “Saya pribadi merasa malu, serasa Kabupaten Bandung ini sebagai tempat pembuangan sampah,” ungkapnya saatnya ditemui Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di kantor PWNU Jabar, Sabtu malam (27/9).

Menurutnya, perlu ada inisiatif dari Bupati Bandung untuk lebih menertibkan pasar-pasar yang ada di daerahnya. Ia mencontohkan beberapa pasar, misalnya, di Bandung Timur ada pasar Rancaekek, Cileunyi, Cicalengka; belum lagi di Bandung Selatan, misalnya Banjaran, Soreang, dan lain-lain.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Apakah (persoalan sampah) memang harus diserahkan ke pasarnya masing-masing? Ya jelas, tapi nihil jika tanpa adanya instruksi dari Bupati,” ujar Setiawan.

Menurut info yang dihimpun oleh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, ada wacana bahwa pasar-pasar tradisional di Bandung akan dijadikan pasar dengan konsep modern atau istilah lainnya pasar sehat. Tetapi Setiawan mengamati yang terjadi di pasar Cileunyi misalnya, awal-awalnya memang baik, setiap hari sampah di pasar tersebut diangkut, namun sekarang seminggu sekali baru diangkut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Optimalkan Bank Sampah

Untuk mengatasi permasalah sampah, menurutnya langkah awal Pemda seharusnya menertibkan bank sampah dari setiap kecamatan. Sebab ketika bank sampah sudah tertib, otomatis pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik.

Pihaknya meyakini bahwa Pemda sebenarnya tidak ada kendala jika membeli peralatan untuk mengelola sampah, misalnya memberikan bak penampungan sampah di setiap RW hingga menambahkan beberapa unit truk pengangkut sampah di setiap kecamatan.

“Terlepas dari tanggung jawab Pemerintah, semua masyarakat juga harus bertanggung jawab untuk sadar dan peduli terhadap lingkungan,” tegasnya.

Sebagai pergerakan yang mempunyai tanggung jawab sosial, Setiawan menerangkan bahwa dalam PMII itu terdapat Lembaga Pengembangan Advokasi Masyarakat (LPAM) yang bertugas untuk mendidik dan bekerja sama dengan  masyarakat, baik itu masalah agama, pendidikan, sosial, budaya, politik dan sebagainya.

Ia mengungkapkan, PC PMII Kabupaten Bandung telah berkontribusi terhadap masyarakat, misalnya baru-baru ini mengadakan sosialisasi Pemilu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, lalu mengadakan Desa Binaan di dua desa di Kecamatan Cileunyi.

“Kita bersama untuk mencerdasakan masyarakat, ketika masyarakat sudah cerdas kita akan untuk membimbing dan bekerja sama dalam masalah apapun,” lanjut mahasiswa jurusan PAI UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Selain itu, Setiawan menganggap kepemimpinan Bupati Kabupaten Bandung Dadang Naser agak tertutup, sehingga sulit untuk mengadakan pertemuan khusus dengannya.

“Organisasi PMII itu sebagai jembatan antara pihak masyarakat dan dan birokrasi. Harapan kami, PMII bisa mengadakan audiensi dan mediasi kepada Bupati untuk bisa menyelesaikan masalah bersama, khususnya terkait kenyamanan bagi warga kabupaten bandung. Jadi,” pungkasnya. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib, News, Ubudiyah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan