Minggu, 28 Agustus 2016

GP Ansor Padang Pariaman Turut Berduka atas Korban Gempa di Koto

Padang Pariaman, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman mendatangi keluarga korban gempa yang terjadi Jumat (1/9) dini hari di Korong Kampung Surau, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Korban mahasiswa STIE Sumbar semester 3 bernama Nerfi Dewi Yanti (21).

GP Ansor Padang Pariaman Turut Berduka atas Korban Gempa di Koto (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Padang Pariaman Turut Berduka atas Korban Gempa di Koto (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Padang Pariaman Turut Berduka atas Korban Gempa di Koto

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana yang datang Sabtu (2/9), ke rumah duka, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. "Ansor Padang Pariaman turut berduka dengan peristiwa yang menimpa Nerfi," kata Zeki yang didampingi Sekretarisnya Alva Anwar dan pengurus lainnya.

Laporan dari Kasatkorcab Banser Ansor Padang Pariaman Muhammad Zulfadly yang disampaikan pihak keluarga, Nerfi (21) meninggal dunia usai gempa terjadi.?

Sebagaimana dirasakan masyarakat di Padang Pariaman, Jumat (1/9) pukul 00:06:54 WIB terjadi gempa yang berpusat di Lintang Selatan 99.66 bujur timur di kedalaman 10 km. Ketika gempa terjadi, Nerfi diperkirakan berusaha membuka pintu rumahnya untuk menyelamatkan diri. Sial baginya, Saat lari melewati pintu, lehernya terkena gagang pemuka pintu yang cukup fatal. Beberapa menit kemudian Nerfi langsung meninggal dunia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Korban tidak sempat mendapatkan perawatan medis. Nerfi keburu mengembuskan napas terakhir.

Korban Nerfi merupakan keponakan Walinagari Lurah Ampalu Syofyan, anak dari M.Nur dan Surniyati. Dari empat orang anak M.Nur dan Surniyati, tiga di antaranya meninggal dalam kondisi yang mengenaskan, kecelakaan. Termasuk Nerfi.

Menurut Zeki Aliwardana, peristiwa ini terjadi salah satu disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara menghadapi tanggap bencana, khususnya gempa yang sering melanda wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Daerah ini rawan akan bencana gempa bumi.

"Kejadian ini dipicu karena tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa sedang berlangsung," kata Walinagari Lurah Ampalu Syofyan menambahkan. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Makam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 24 Agustus 2016

Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah

Padangpariaman, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Wartawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di Sumatera Barat, Armaidi Tanjung, menerima penghargaan dari Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kabupaten Padangpariaman sebagai Tokoh Dakwah Pembangunan 2015 dengan kategori Dakwah Pembangunan Pengkaderan. Penyerahan penghargaan bersamaan dengan 10 penerima lainnya dengan berbagai kategori.

Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wartawan NU Online Sumatera Barat Terima Penghargaan Dakwah

Ketua MDI Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaiman saat penyerahan, Sabtu (31/19), di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, menyebutkan penghargaan diberikan kepada sebelas tokoh dengan berbagai kategori yang dianggap sudah berbuat di tengah masyarakat.

"Selama ini banyak orang hanya mencaci maki dan mencela kekurangan yang sudah dilakukan seseorang. Tidak banyak orang yang memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh seseorang. Penghargaan ini diberikan MDI Padangpariaman, karena apa yang dilakukannya bernilai positif terhadap masyarakat," kata Rahmat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Mereka yang menerima penghargaan Tokoh Dakwah Pembangunan 2015 masing-masing Bupati Padangpariaman 2010-2015 Drs. H. Ali Mukhni? kategori Dakwah Pembangunan Berkelanjutan, mantan Wakil Gubernur Sumbar Drs. H. Muslim Kasim, Ak, MM, Dt Sinaro Basa kategori Dakwah Pembangunan Adat dan Budaya,? anggota DPR RI H. Jhon Kenedy Azis, SH kategori Dakwah Pembangunan Kampung Halaman.

Pimpinan Pondok Pesantren Abuya Syekh H. Ali Imran Hasan kategori Dakwah Pembangunan Pendidikan Ulama, Ketua MUI Padangpariaman Dr. Zainal Tk Mudo, M.Ag kategori Dakwah Pembangunan Syiar Islam, Ketua BAZNAS Padangpariaman Syamsuardi Surma, S.Sos kategori? Dakwah Pembangunan dan Pembedayaan Zakat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara Ketua Yayasan Pesantren Nurul Yaqin Drs. Idarussalam Tuanku Sutan kategori Dakwah Pembangunan Manajemen Pesantren, Ketua PC GP Ansor Padangpariaman Zeki Ali Wardana,? kategori Dakwah Pembangunan Generasi Muda,? Kontributor Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Armaidi Tanjung kategori Dakwah Pembangunan Pengkaderan, Ketua PC IPNU Padangpariaman Fauzan Ahmad Tk Malin Sinaro kategori Dakwah Pembangunan Pelajar.

Penyerahan penghargaan disaksikan sekitar 200 para ulama, alumni Pesantren Nurul Yaqin, guru dan santri Pesantren Nurul Yaqin.

Ali Mukhni dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Namun penghargaan tersebut menjadi beban tersendiri yang menerimanya. "Dengan adanya penghargaan tersebut, berarti kami harus lebih baik lagi di masa depan dalam menjalankan aktifitas yang sudah dilakukan selama ini," kata Ali Mukhni.

Sedangkan Jhon Kenedy menyampaikan pentingnya peran? pondok pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia. Pondok pesantren merupakan lembaga yang akan melahirkan para ulama sebagai penerang umat. "Kita prihatin dengan kondisi banyaknya muncul paham-paham keagamaan yang bermasalah di tengah masyarakat. Agama yang seharusnya menjadikan manusia hidup damai, tenang, nyaman dan rukun, ternyata menimbulkan kesengsaraan akibat salah memahami agama. Untuk itu butuh ulama yang akan meluruskannya. Hanya ulama yang mampu meluruskan pemikiran dan paham yang sudah tidak tepat lagi. (Red: Abdullah Alawi)

?

Keterangan foto:

No. 1 Foto bersama Ketua PC Ansor Padangpariaman Zeki ALiwardana, Kontributor Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Armaidi Tanjung (tengah) dan Ketua PC IPNU Padangpariaman

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal, Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 14 Agustus 2016

Ustadz Cepot Sampaikan Taushiyah Kemerdekaan RI

Bandung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Himpunan Mahasiswa Aswaja (Hima) Bandung pada tasyakuran Hari Kemerdekaan Ke-69 RI membuka pengajian akbar bertajuk “Nusantara Bersatu” di masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Mereka dalam kesempatan ini berdoa untuk warga di Gaza Palestina yang dipandu oleh penyampai taushiyah Ustadz Ahmad Ihsan yang dikenal sebagai ustadz Cepot.

Ustadz Cepot Sampaikan Taushiyah Kemerdekaan RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadz Cepot Sampaikan Taushiyah Kemerdekaan RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadz Cepot Sampaikan Taushiyah Kemerdekaan RI

Menurut ustadz Cepot, kemerdekaan sebuah bangsa diraih tidak dengan mudah. Dengan senjata bambu runcing, orang Indonesia mengadakan perlawanan dengan pasukan NICA yang bersenjatakan teknologi canggih.

“Tapi ternyata dengan rahmat Allah tepat pada Jum’at hari yang barokah Indonesia berhasil mengibarkan benderanya, teriakan suara rakyat terkenal ke seluruh dunia, menggegerkan api jagad, merdeka dan merdeka,” kata ustadz Cepot, Sabtu (16/8) malam.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sedangkan upaya mempertahankan dan mengisi alam kemerdekaan tidak kalah sulitnya. Pengasuh pesantren Ibadur Rahmah, Tangerang ini menambahkan, upaya yang perlu dilakukan dalam mengisi kemerdekaan adalah menuntut ilmu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ilmu, kata ustadz Cepot, kunci semua kebaikan. “Untuk itu, sumber daya manusia rakyat Indonesia harus meningkat. Ibu boleh miskin, bapak boleh miskin, tapi anak harus pintar, cerdik, dan mapan,” tegasnya.

Di akhir taushiyah, ia mengingatkan perihal cara kader Aswaja mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Zikir, tahlil, dan doa-doa merupakan cara tasyakuran yang baik. “Ini contoh Aswaja pada malam ini, diisi dengan pengajian,” tandas ustadz Cepot. (Muhammad Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Warta Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 13 Agustus 2016

Ikatan Alumni Suriah: Perlu 3 Pilar dalam Bela Negara

Surabaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Konferensi Internasional Bela Negara yang diselenggarakan oleh Jam’iyah Ahlith Thoriqah al-Mu’tabarah al-Nahdliyah (JATMAN) di Pekalongan, Jawa Tengah tidak hanya dihadiri oleh peserta dari 40 negara, namun juga oleh segenap ormas dan instansi dalam negeri, di antaranya adalah Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami), yaitu lembaga yang mewadahi eks pelajar Indonesia di Suriah.

Ikatan Alumni Suriah: Perlu 3 Pilar dalam Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikatan Alumni Suriah: Perlu 3 Pilar dalam Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikatan Alumni Suriah: Perlu 3 Pilar dalam Bela Negara

Menurut Alsyami, Bela Negara merupakan kewajiban seluruh elemen bangsa dan perlu mempunyai tiga pilar, yaitu ulama, pemerintah dan masyarakat. “Konferensi semacam ini merupakan salah satu role yang harus dimainkan oleh ulama dalam Bela Negara,” ujar Sekjen Alsyami, M. Najih Arromadloni dalam rilisnya, Ahad (31/7) yang hadir di konferensi tersebut bersama Ketua Alsyami KH Ahmad Fathir Hambali.

Berdasarkan pengamatannya terhadap kondisi Timur Tengah, Najih menyatakan bahwa, ulama perlu bersinergi dengan pemerintah, karena Bela Negara tidak hanya menyentuh aspek agama atau kultural saja, namun juga politik dan ekonomi, keduanya merupakan kewenangan pemerintah.?

Pemerintah perlu menciptakan kesejahteraan dan mewujudkan kehidupan bernegara yang adil. Ia menambahkan bahwa, di Timur Tengah mayoritas ulamanya adalah moderat, namun karena pemerintah tidak mampu menciptakan iklim politik dan ekonomi yang setara, serta tidak mampu memegang kendali atas kondisi dalam negeri, maka yang terjadi adalah chaos.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pilar ketiga menurutnya, adalah masyarakat, tanpa partisipasi dan dukungan masyarakat, maka fatwa ulama tidak akan memberi pengaruh pada kehidupan sosial. Di sinilah pentingnya masyarakat mayoritas yang moderat untuk menyuarakan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. “Jangan sampai suara mayoritas dibajak oleh minoritas yang radikal,” Najih menegaskan.

Sementara itu, Ketua Alsyami, KH Ahmad Fathir Hambali menyatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi konferensi yang digelar atas kerja sama dengan Kementerian Pertahanan RI ini.?

Baginya konferensi semacam ini penting untuk memperluas ruang gerak ulama-ulama Aswaja dalam menebar Islam yang menjunjung tinggi persatuan, kecintaan terhadap tanah air, dan membawa perdamaian, sesuai misi Rasulullah SAW. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sholawat, Nusantara, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan