Rabu, 31 Januari 2018

Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan Ahad

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pemerintah melalui Kementerian Agama RI menyatakan secara resmi 1 Ramadhan 1435 H jatuh pada Ahad, 29 Juni 2014. Penetapan tersebut disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin setelah menggelar sidang itsbat di Jakarta, Jumat (27/6).

Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan Ahad (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan Ahad (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan Ahad

Lukman menjelaskan, keputusan tersebut dikemukakan setelah pemerintah mendengarkan berbagai pandangan dari para pakar dan perwakilan ormas Islam pada sidang yang berlangsung secara tertutup. Kemenag telah menyebar tim rukyat di 63 lokasi dan tak satupun yang melaporkan telah berhasil melihat hilal karena hilal berada di bawah 1 derajat.

“Maka sidang itsbat menyepakati istikmal, melengkapi, menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Maka dengan demikian, disepakati 1 Ramadhan 1435 Hijriah jatuh pada hari Ahad tanggal 29 Juni tahun 2014,” ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lukman mengakui, keputusan tentang awal puasa oleh pemerintah ini tidak memaksa siapapun untuk mengikuti, tapi pihaknya merasa perlu untuk memberi pegangan hukum. “Namun demikian pemerintah punya tanggung jawab memberi arahan untuk memberikan pedoman kapan Ramadhan itu diawali,” tuturnya.

Dari sidang itsbat, Lukman juga mengemukakan salah satu pokok pikiran peserta sidang. Ke depan, katanya, harus lebih banyak pembahasan yang melibatkan tokoh-tokoh ormas Islam dan para pakar untuk menyamakan kriteria imkanur rukyat. Ia juga menekanan perlunya menyamakan persepsi soal definisi hilal.

Dalam kesempatan itu Kemenag juga mengimbau warga untuk menjaga kondisivitas bulan suci dengan saling menghormati. Ia menolak adanya sweeping atau aksi kekerasan selama Ramadhan. (Mahbib Khoiron)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pahlawan, Sunnah, PonPes Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara

Sukabumi, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi menggelar Taushiyah Kebangsaan dan Musyawarah Kerja Cabang Ke-1, dengan tema "Telaah Paradigma Islam Nusantara dan Telisik Perspektif Ideologi Teroris" di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (27/2).

Menurut ketua panitia kegiatan tersebut, KH Ridwan Subagja, NU Kabupaten Sukabumi merespon fenomena yang sangat memprihatinkan terkait beban negara hari ini yang sangat rawan yaitu disintegrasi bangsa.

Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara

“NU secara historis maupun ideologis sangat mutlak harus mencegah hal itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, ketika PBNU meluncurkan konsep Islam Nusantara diharapkan menjadi kontribusi yang sangat positif dan signifikan untuk menjaga keutuhan bangsa.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Oleh karena itu, kata dia, dengan Mukercab ini PCNU mengajak agar pengurus NU mensosialisasikannya kepada warga NU Sukabumi karena memang belum terlalu dikenal di masyarakat.

“Konsep Islam Nusantara sangat penting untuk beriringan dengan program deradikalisasi pemerintah. Sekurang-kurangnya membentengi warga NU secara internal,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut mengundang 47 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dengan masing-masing mengirim 5 peserta. Dihadiri banom NU seperti GP Ansor dan Bansernya, IPNU, IPPNU, Muslimat, Fatayat, Lazisnu, LBHNU, LPPNU dan pengurus PCNU Kota Sukabumi.

Pada pembukaan hadir Ketua PBNU H. Eman Suryaman, Mustasyar PWNU Jawa Barat KH Nuh Addawami, Ketua Majelis Ulama Indonsia Kabupaten Sukabumi yang juga Wakil Rais PCNU KH M. Oman Komarudin, Mayjen TNI Kivlan Zen, dan Asda III Kabupaten Sukabumi Asep Abdulwasit. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pertandingan, Ubudiyah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet

Bogor, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pondok Pesantren Darunnajah, Cipining, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyelenggarakan pelatihan seputar jejaring media sosial bagi para santri setempat, Kamis (23/4). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperbanyak konten positif di dunia maya.

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Darunnajah Dilatih Perbanyak Konten Positif di Internet

Pelatihan tersebut diikuti 57 orang dengan membawa labtop. Para peserta juga terdiri dari para pendidik dan mahasiswa dari lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Darunnajah se-Jabodetabek dan Banten.

"Sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi, santri perlu diberikan pendidikan media sosial, agar mereka mampu menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan," jelas KH Dr Sofwan Manaf,? pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Pusat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan itu pakar media sosial Hariqo Wibawa Satria dari Magnitude. Ia menjelaskan apa yang tidak boleh dan bisa dilakukan di media sosial, perencanaan dan optimalisasi penggunaan media sosial untuk pribadi dan organisasi, hingga praktik pembuatan konten-konten media sosial.

Menurut Hariqo, dulu masyarakat pasif dan hanya jadi penikmat konten. Tapi sekarang siapapun, asal mau, sudah bisa jadi koki atau produsen konten. Ia juga mengapresiasi kemampuan santri-santri Darunnajah membuat konten utamanya video.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya hanya beri waktu 30 menit, sudah jadi 11 video yang kreatif dan inspiratif. Makin banyak video positif yang kita upload, makin sehat dunia maya," tambah Hariqo.

Hartati, seorang peserta mengaku inilah pertama kali dirinya membuat video. "Kita tak bisa menyalahkan terus banyaknya konten negatif di internet, saatnya kita berlomba-lomba mengupload konten positif sebanyak mungkin," katanya. (Sigit Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rais Aam PBNU Sampaikan Ceramah Maulid di Bandung Barat

Bandung Barat, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus terus berpegang kepada Kaidah Nahldatul Ulama ‘Al-Muhafadhotu Alal Qadimishalih Wal Akhdhu Bijadidil Ashlah’  yakni menjaga nilai-nilai yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik harus terus dilaksanakan oleh Jam’iyyah dan Jama’ah NU.

Demikian pesan penting dalam taushiyah disampaikan Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, senin (4/1) di Mesjid Al-Irsyad Kotabaru Parahyangan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Rais Aam PBNU Sampaikan Ceramah Maulid di Bandung Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Sampaikan Ceramah Maulid di Bandung Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Sampaikan Ceramah Maulid di Bandung Barat

Rais Aam menjelaskan, sekarang ini banyak aliran sempalan, pemikiran radikal yang mengganggu umat muslim di Indonesia. Pemikiran garis keras muncul dari pemahaman agama yang dangkal, pemikiran yang selalu melihat ajaran agama secara tekstual, tidak mau melihat pendapat para ulama salaf. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Para ulama selalu berijtihad karena tidak semua perilaku kehidupan ini ada teks Qur’annya. Selama itu menyangkut perbedaan paham atau madzhab itu ditoleransi oleh MUI atau PBNU, tapi jangan sekali-sekali membuat hal penyimpangan agama karena hal itu harus disingkirkan. Perbedaan pendapat harus ditoleransi dan penyimpangan harus diamputasi,” paparnya.

Menurut Rais Aam, untuk menjembatani itu, NU mempunyai prinsip tawasuth dan tasamuh. Mempunyai pemikiran moderat ditengah-tengah perbedaan pendapat. Pemikiran yang mengedepan mashlahat, tidak keras dan juga tidak bebas. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam bahasa agama Qaulan Layyina. Harus lembut cara menyampaikan pendapat dan isi pendapat tersebut disampaikan dalam bahasa lembut pula. Islam lahir di Indonesia begitu beragam, dan keberagaman dalam beragama saat ini NU menyebutnya dengan istilah Islam Nusantara. 

“Artinya Islam yang mengakui perbedaan dan keberagaman madzhab. Islam lahir apa adanya dari budaya leluhur yang tidak bertentangan secara Aqidah. Perbedaan pendapat jangan mudah disebut bid’ah. Perbedaan adalah baik dan yang bid’ah adalah telunjuk mereka yang suka tunjuk orang semaunya,” tandasnya.

Karena itu menurut Rais Aam, inti dari acara Maulid ini, harus terus menjaga persatuan, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyyah.  

Peringatan maulid ini terselenggara atas kerjasama pihak DKM Al-Irsyad Kotabaru dengan MUI KBB, PCNU KBB, Aliansi Ormas KBB, Kementerian Agama KBB dan Yayasan Kotabaru Parahyangan. Hadir Ketua PCNU KBB,  H Agus Mulyadi, Bupati KBB, H Abu Bakar, dan para Asisten serta jajaran dari Pemkab Bandung Barat. Kepala Kemenag KBB, H Asep Ismail, Ketua MUI KBB KH Mohammad Ridwan, dan Rais Syuriyah PCNU KBB KH Aa Maulana. (Saprudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan AlaNu, Pertandingan, Pemurnian Aqidah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 30 Januari 2018

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu

Indramayu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu menggelar Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa), Selasa-Kamis, 24-26 Oktober 2017.

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gratis Biaya Kuliah Angkatan Pertama STIDKI NU Indramayu

Ketua PCNU Indramayu, KH. Juhadi Muhamad, mengatakan dengan hadirnya STIDKI NU Indramayu, akan menjadi jembatan bagi keberlangsungan jenjang karir dimasa yang akan datang bagi kader NU yang berpotensi. 

“Salah satu keistimewaan STIDKI NU Indramayu ini adalah bukan milik yayasan ataupun milik perorangan. STIDKI NU murni milik Nahdlatul Ulama,” ungkap Kiai Juhadi di lokasi kegiatan Kampus STIDKI NU Indramayu yang juga Kantor PCNU Indramayu Jalan Gatot Subroto No. 9 Indramayu, Kamis (26/10). 

Pada tahun pertama perkuliahan digratiskan dengan menggalang kekuatan tokoh NU melalui program orangtua asuh atau beasiswa.

Alhamdulillah sekarang sudah banyak tokoh NU yang telah siap menjadi orang tua asuh bagi para mahasiswa STIDKINU,” tambahnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Juhadi berharap seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan istimewa tersebut.

“Belajarlah yang tekun dan rajin serta pada saatnya nanti menjadi sarjana, akan benar-benar menjadi sarjana yang siap mengabdi kepada ummat, NU, bangsa dan negara,” ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua Panitia Propesa, Zamakshari mengapresiasi para calon mahasiswa. Menurutnya propesa adalah syarat wajib agar diakui sebagai mahasiswa-mahasiswi STIDKI NU.

"Berbagai materi telah kami siapkan dengan mengundang para pakar yang berkompeten untuk menyampaikan pemaparan, diantaranya dari PCNU Indramayu, kiyai dari Pesantren Babakan Cirebon, praktisi perbankan,  wartawan senior di Indramayu,” kata Zamakshari.

Hal itu diharapkan  agar saat aktif menjadi para peserta Propesa memiliki pondasi dasar yang kuat untuk menjadi mahasiswa cinta terhadap almamater, menjadi kader NU yang tangguh serta siap bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Indonesia.

Selain mendengarkan materi dan diskusi, peserta Propesa juga menggelar bakti sosial berupa pemberian sembako dan pakaian layak pakai kepada fakir miskin, panti jompo, anak jalanan dan tukang becak. Mereka disebar di berbagai sudut Kota Indramayu.

Hasyim, salah satu peserta mengungkan rasa bangganya karena bukan hanya bisa mengikuti kegiatan Propesa, tetapi juga diajarkan berbagai melalui pembagian sembako dan pakaian layak pakai kepada orang-orang yang membutuhkan.

“Yang membuat kami terharu, pada saat pembagian sembako ada tukang becak yang sampai memeluk kami dan menangis saking bahagianya mendapatkan santunan tersebut,” ujar Hasyim yang juga wartawan di Indramayu.

Propesa ditutup secara resmi oleh Rektor/Ketua STIDKI NU Indramayu, Jaenal Effendi. Doktor muda jebolan Jerman ini menegaskan, keberadaan STIDKI NU Indramayu harus dimanfaatkan oleh masyarakat Indramayu umumnya dan warga NU khususnya untuk menempuh pendidikan tinggi. 

“Kami bertekad mencetak sarjana-sarjana yang berkualitas dan unggul dengan dukungan para tenaga pengajar atau dosen yang kesemuanya sangat berkompeten. Oleh karena itu kepada para mahasiswa STIDKI NU Indramayu saya berpesan agar meluruskan niat dalam menempuh perkuliahan ini, belajar yang giat dan tekun serta bersama-sama membesarkan STIDKI NU Indramayu,” pungkas tokoh muda NU ini yang juga pengurus LPNU PBNU. 

STIDKI NU Indramayu dibuka sejak 15 Juni 2017 dengan Ijin operasional berupa SK Direktur Pendidikan Islam No. 3333 tahun 2017. Terdapat empat program studi  yakni Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD),  Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan Bimbingan Konseling Islam (BKI). (Iin Rohimin/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul, Khutbah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Keluarga Besar NU Evakuasi Korban Bencana Alam di Garut dan Sumedang

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Merespon kejadian bencana banjir dan longsor di Garut dan Sumedang yang terjadi pada Selasa malam, (20/9) Nahdlatul Ulama (NU) di Garut dan Sumedang langsung melakukan aksi kemanusiaan di lokasi kejadian. Sejak Rabu (21/9) pagi, relawan NU di Garut dan Sumedang telah menurunkan lebih dari 250 orang untuk melakukan evakuasi di lokasi kejadian baik di Garut maupun di Sumedang.

Mereka juga mendirikan Posko Bersama NU Peduli Bencana sebagai pusat operasi, pusat komando, dan pusat koordinasi semua aktivitas kemanusiaan tersebut.

Keluarga Besar NU Evakuasi Korban Bencana Alam di Garut dan Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Besar NU Evakuasi Korban Bencana Alam di Garut dan Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Besar NU Evakuasi Korban Bencana Alam di Garut dan Sumedang

Menurut Juru Bicara Posko Peduli Bencana Garut Subhan Fahmi, selain membantu evakuasi saat ini relawan NU juga sedang melakukan kajian cepat untuk mengetahui dampak kejadian dan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat terdampak di lokasi kejadian.

“Relawan kami yang berjumlah lebih dari 150 terlibat dalam kegiatan evakuasi di sejumlah titik dan di saat yang hampir bersamaan juga melakukan kaji cepat dampak dan kebutuhan” kata Fahmi yang juga Ketua GP Ansor Garut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu, menurut Koordinator Posko Bersama NU Peduli Bencana Sumedang Fahrizal Fauzi, Posko NU sudah menyalurkan bantuan dalam bentuk makanan dan kebutuhan pokok kepada masyarakat di sejumlah titik yang terdampak.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Bantuan ini kami peroleh dari partisipasi masyarakat di Sumedang,” kata Fahrizal yang juga yang juga Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Sumedang.

Koordinator Tim Tanggap Darurat LPBI PBNU Yulistianto menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait terutama pemerintah daerah setempat. “Hal ini penting dilakukan agar kegiatan bantuan kemanusiaan yang kami lakukan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan dan benar-benar dapat membantu masyarakat terdampak.”

Pengurus dan warga NU di sekitar Kabupaten Garut dan Sumedang seperti Tasikmlaya juga telah menyerahkan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok, karpet, pakaian dan lain-lain kepada masyarakat terdampak di Garut dan Sumedang. Aksi ini merupakan merupakan solidaritas dari warga dan pengurus NU di daerah sekitar Garut dan Sumedang.

Ketua PP LPBI PBNU M Ali Yusuf menyatakan bahwa keluarga besar NU akan terus melakukan kegiatan kemanusiaan di Garut dan Sumedang sesuai kebutuhan. LPBI NU juga akan melakukan kajian secara berkala agar diperoleh gambaran yang utuh tentang situasi dan kondisi di lokasi kejadian serta akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan semua pihak.

Ali Yusuf mengapresiasi kepedulian masyarakat terutama di Garut dan Sumedang yang dengan cepat membantu saudara mereka yang terdampak bencana. Ia berharap kepada masyarakat dan para pihak yang akan membantu agar sedapat mungkin memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan berdasarkan informasi resmi dari pemerintah terutama dari BNPB dan BPBD Kabupaten Garut dan Sumedang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sunnah, Fragmen Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pesantren Nurul Jadid Latih Kemandirian Santri Lewat Pramuka

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Dalam rangka menciptakan peserta didik yang memiliki kemandirian melalui kegiatan Pramuka, maka Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo membentuk satuan pramuka yang terdiri dari santri yang berada di tiga perguruan tinggi. Meliputi IAI Nurul Jadid, STT Nurul Jadid dan STIKes Nurul Jadid.

Sebagai perwujudan dari upaya tersebut, Jum’at (15/9) diadakan peresmian dan pelantikan Racana Az-Zainiyah dan An-Nafi’iyah Gudep 19.190 dan 19.189. Kegiatan ini dilaksanakan di aula IAI Nurul Jadid Paiton.

Pesantren Nurul Jadid Latih Kemandirian Santri Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Jadid Latih Kemandirian Santri Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Jadid Latih Kemandirian Santri Lewat Pramuka

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelepasan kontingen Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton untuk mengikuti Perwimnas (Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional) II tahun 2017 di lapangan Akmil Magelang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid mengatakan bahwa dengan peresmian Racana Az Zainiyah dan An Nafiiyah ini nantinya mampu menciptakan peserta didik yang mandiri di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

“Terkait dengan pelepasan kontingen Perwimnas, mudah-mudahan santri kami mampu memberikan yang terbaik sehingga mampu mengharumkan nama Pondok Pesantren Nurul Jadid di tingkat nasional,” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lebih lanjut Kiai Wahid berharap agar melalui Pramuka nantinya dapat menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di satu sisi. “Serta kemandirian dan kedisiplinan siswa dan mahasiswa sekaligus civitas akademika di sisi lain,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Sunnah, Kyai, RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ribuan Warga Jombang Kirim Doa untuk Rakyat Palestina

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Palestina di Jombang, Jawa Timur, menggelar doa bersama di Bundaran Ringin Contong, Jombang, Ahad (17/12).

Aksi ini merupakan wujud solidaritas serta bentuk kepedulian terhadap hak asasi manusia pada rakyat Palestina. Mereka menyatakan protes keras terhadap keputusan Presiden Amerika yang menyatakan secara sepihak terhadap status Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel.

Ribuan Warga Jombang Kirim Doa untuk Rakyat Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Jombang Kirim Doa untuk Rakyat Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Jombang Kirim Doa untuk Rakyat Palestina

"Aksi solidaritas ini merupakan bentuk kekecewaan dan sekaligus kutukan keras terhadap Amerika yang sudah melakukan keputusan secara sepihak atas pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," kata H Zulfikar Damam Ikhwanto, koordinator aksi ini.

Di samping itu massa ini juga bersama-sama mendesak Presiden Amerika Serikat untuk mencabut pengakuan sepihak Presiden Amerika atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Desakan itu ditandai penandatanganan setiap perwakilan lembaga atau organisasi yang ikut pada kesempatan ini terhadap tuntutan-tuntutan yang sudah dibuat bersama. Selanjutnya tuntutan itu akan dikirimkan ke Kedubes Amerika yang ada di Indonesia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Kita ingin menunjukkan melalui doa bersama ini sebagai support secara moril pada saudara-saudara kita di Palestina, serta memberikan dukungan pada pemerintah untuk segera turut serta melakukan upaya untuk mencabut pengakuan sepihak Presiden Amerika atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," ungkapnya.

Ketua GP Ansor Jombang ini berharap, pemerintah Indonesia juga pro-aktif untuk mendesak negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk melakukan sikap politik atau diplomasi terhadap keputusan Presiden Amerika itu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Untuk diketahui, Aliansi Masyarakat Peduli Palestina di Jombang ini terdiri dari massa yang merupakan perwakilan dari puluhan ormas (organisasi kemasyarakatan). Di antaranya, GP Ansor, PMII, HMI, Pagar Nusa, KAHMI, Kokam, Banser, IPNU, IPPNU serta ormas-ormas lintas agama. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal, Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 29 Januari 2018

NU dan Kemandirian Ekonomi Pertanian

Muhammad Mulya Tarmiz* Ekonomi pedesaan terutama di bidang pertanian merupakan penyerap tenaga kerja terbanyak dalam negara berkembang seperti Indonesia. Badan Pusat Stastik (2013) menyebutkan bahwa 45% penduduk di Indonesia bekerja di sektor pertanian lalu diikuti 23.5% di sektor Industri dan sisanya bekerja di sektor perdagangan dan jasa.

Pembangunan pertanian di pedesaan tidak lepas dari kelembagaan yang berperan sebagai penyokong dari hulu hingga hilir agribisnis pertanian. Kelembagaan pedesaan ini terdiri dari aparat pemerintah desa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Masyarakat (Ormas), paguyuban, dan sebagainya.

NU dan Kemandirian Ekonomi Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Kemandirian Ekonomi Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Kemandirian Ekonomi Pertanian

Kelembagaan ini berperan besar dalam menentukan kemajuan ekonomi di pedesaan yang didominasi oleh pertanian, seperti penyediaan modal produksi, pengadaan bibit unggul, pembangunan irigasi dan pemasaran produk pertanian. Karena hal tersebut maka dibutuhkan kelembagaan yang berperan dalam menyokong faktor produksi pertanian tersebut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kelembagaan dalam menyokong hal tersebut haruslah memiliki kedekatan psikologis dengan para masyarakat desa, hal ini dikarenakan faktor pendidikan yang umumnya masih rendah di pedesaan sehingga mereka hanya percaya dengan para pemuka desa seperti para kyai atau Ulama, sehingga tepat bila Nahdlatul Ulama yang beranggotakan para alim Ulama menjadi sebuah lembaga yang menaungi seluruh faktor penyokong pertanian.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

NU dan pembangunan pertanian

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi masyarakat yang didirikan oleh KH. Hasyim Asyari pada tahun 1926 dan salah satu tujuan berdirinya NU yaitu menyejahterakan para petani desa.

Hal ini sesuai dengan salah satu khittah dalam statue NU fatsal 3 yaitu “Mendirikan badan-badan oentoek memadjoekan oeroesan pertanian, perniagaan dan peroesahaan, jang tiada dilarang oleh sjara” sehingga jelas bahwa pasal 3 tersebut merupakan tugas NU dalam memajukan pertanian di pedesaan.

Dengan demikian, NU serta perangkatnya akan berperan aktif dalam pembangunan pertanian di pedesaan dengan para ulama, santri dan para masyarakat desa secara bergotong royong dari penyediaan modal hingga pemasaran produk pertanian yang dihasilkan.

Berdirinya Nahdlatul Ulama tidak lepas dari berdirinya tiga tiang penyangga awal, yaitu Nahdlatul Wathan (Kebangkitan bangsa), Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Ekonomi kecil), dan Taswirul Afkar atau yang dikenal dengan Nahdlatul Fikr (Kebangkitan Pemikiran). Dengan demikian NU bukan hanya berdiri sebagai organisasi keagamaan dalam arti sempit, namun memperhatikan pula kesejahteraan ekonomi para jam’iyahnya.

Nahdlatut Tujjar didirikan oleh 45 orang Saudagar santri serta dua orang Kyai berpengaruh yaitu KH. Wahab Chasbullah dan KH. Hasyim Asyari diatas permasalahan sosial ekonomi yang terjadi pada tahun 1918.Nahdlatut Tujjar memiliki visi misi untuk mengangkat kualitas kehidupan masyarakat dalam perekonomian, serta memerangi kolonialisme yang telah melahirkan aneka bentuk eksploitasi dan penindasan di sisi lainnya.

Berdirinya Nahdlatut Tujjar telah mengenal struktur organisasi modern yaitu KH. Hasyim Asyari dipilih sebagai kepala perusahaan, KH. Wahab Chasbullah dipilih menjadi direktur perusahaan, H. bisri sebagai sekretaris perusahaan, dan Syafi’i sebagai marketing sekaligus pengendali perusahaan.

Selain itu, konsep investasi usaha juga mengemuka dalam bentuk sederhana, yang di era sekarang dikenal dengan profit share. Pembagian keuntungan 50% menjadi kesepakatan bersama, tetapi masih boleh dikembalikan untuk memperkuat modal. Dengan begitu, Nahdlatut Tujjar didirikan bukan hanya untuk membangun basis perekonomian para ulama, melainkan menjaga tradisi perdagangan yang sudah ada sejak sebelum datangnya kolonial dan turut menciptakan pasar sendiri di daerah Surabaya, Kediri, dan Jombang. Lebih dari itu, Nahdlatut Tujjar juga memiliki cita-cita ideal untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kemaksiatan, dan kebodohan.

Strategi pembangunan ekonomi pertanian

Setelah beberapa lama akibat kompleksnya permasalahan sosial dan keagamaan pada maa perjuangan kemerdekaan maka Nahdlatut Tujjar tidak memiliki peranan penting sebagaimana awal berdirinya. Sehingga pada tahun 1937 KetuaTanfidhiyah NU KH. Mahfoedz Shidiq mendirikan koperasi Syirkah mu’awwanah untuk memperkuat modal para petani di pedesaan. Kehadiran koperasi ini berupaya membuka jaringan perdagangan antar pesantren yang banyak menghasilkan produk-produk pertanian dan usaha-usaha kecil lainnya.

Pada saat itu pesantren memproduksi barang-barang sederhana seperti pakaian, rokok, sajadah, dan lain-lain diperkenankan memasarkan barangnya dengan nama “Nahdlatul Ulama”, dengan menggunakan lambang resmi NU. Sebagai imbalannya mereka harus mamberikan persentase keuntungannnya kepada organisasi, dan semua label harus dicetak di percetakan milik NU sendiri. Kiai didorong madirikan toko sendiri, dengan logo NU, untuk menjual barang-barang yang diperlukan di pesantren; departamen ini akan membantu mereka mengembangkan keterampilan bisnis mereka, dan para usahawan didorong menjual barang-barang mereka ke toko-toko ini dengan persyaratan yang lebih mudah. Dalam perkembangannya di era reformasi, syirkah mu’awwanah ini berkembang menjadi Baitul Maal wa ta’mil Syirkah Mu’awwanah Nahdlatul Ulama (BMT SM NU) yang bergerka di banyak sektor selain pertanian.

Kekuatan perekonomian NU sebenarnya terletak pada potensi pengembangan kemandirian pesantren yang terintegrasi menjadi suatu wadah dalam NU. Pesantren yang secara kultural maupun struktural berada dibawah NU jumlahnya sangat banyak dan tersebar diseluruh penjuru Indonesia hingga ke pelosok-pelosok. Kemandirian pesantren sejak berabad-abad yang lalu menunjukkan bahwa pesantren telah memiliki basis ekonominya secara mandiri.

Namun perlu diakui juga bahwa kemampuan ekonomi pesantren masih bersifat tradisional, kecil dan mayoritas pada sektor pertanian tradisional. Pesantren tidak hanya mendidik ilmu-ilmu agama kepada para santrinya, namun juga memberikan skill-skill untuk mengembangkan ekonomi, khususnya dalam bertani, berternak dan berdagang melalui koperasi pesantren. Sehingga selepas dari pesantren, para santri dapat hidup mandiri dengan bertani, berternak, atau menjadi pedagang kecil.

Seiring dengan perkembangan zaman, sudah saatnya pesantren mengembangkan kemandiriannya dengan memperluas basis ekonominya melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi produksi. Intensifikasi produksi dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi modern dan hasil-hasil penelitian dalam pengembangan unit-unit produksinya yang kebanyakan masih tradisional.

Ekstensifikasi dilakukan dengan membuka diri pada peluang-peluang produksi lain yang sangat dibutuhkan oleh para santri dan masyarakat. Sehingga pesantren dapat menjadi basis pengembangan ekonomi umat.

Hal yang harus dilakukan oleh pesantren dalam mewujudkan hal tersebut yaitu, pertama, pesantren harus membuka diri terhadap perkembangan teknologi dan hasil-hasil penelitian dalam pengembangan ekonomi.

Kedua, pesantren mesti menyediakan sumber daya yang memadai melalui pelatihan-pelatihan bagi santri dalam berbagai bidang garapan ekonomi di pesantren maupun di luar peasantren, sehingga karya para santri memiliki daya saing yang tinggi di pasar luas.

Ketiga, membangun jaringan ekonomi antar pesantren, santri sebagai alumni pesantren, masyarakat dan pemilik modal. Jaringan ekonomi antar pesantren selain memberikan keuntungan secara ekonomi, juga mampu meningkatkan hubungan kerjasama diantara pesantren. Banyaknya jumlah pesantren dengan ribuan santri tentu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi yang tidak mungkin dapat disediakan sendiri oleh pesantren tersebut.

Oleh karenanya jaringan ekonomi pesantren akan dapat menyediakan informasi produksi dan kebutuhan diantara pesantren sehingga pasar dan distribusi produksi ekonomi dari pesantren akan semakin luas. Dengan demikian pesantren akan semakin kuat dan mandiri, yang pasti juga akan dirasakan oleh para santri maupun alumni. Tingkat ketaatan dan keeratan ikatan emosional antara pesantren dengan alumni dapat memberikan keuntungan untuk semakin memperluas jalur distribusi dan pengembangan pasar, sehingga alumni dapat menjadi penghubung antara pesantren dengan masyarakat.

Yang terakhir, kerja sama dengan pemilik modal menjadi bagian penting dalam pengembangan ini, karena selama ini ekonomi santri hanya dibangun dengan keterbatasan modal.

*Muhammad Mulya Tarmiz, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ini Aplikasi Google Santri untuk Alumni Pesantren

Sebuah komunitas bernama Aswaja IT Developer di Solo kembali merilis sebuah aplikasi android yang tidak kalah menarik dan penting bagi para pengguna telepon genggam pintar, bernama Santri.Net versi android.

Santri.Net atau Google Santri yang dirilis pada 5 November 2014 adalah wadah bagi para alumni pesantren untuk saling komunikasi dan bertukar pengalaman. Digagas demi mengoptimalkan kinerja dakwah dan pengajaran berbasis salaf agar mampu mengakomodasi tuntutan zaman.



Ini Aplikasi Google Santri untuk Alumni Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Aplikasi Google Santri untuk Alumni Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Aplikasi Google Santri untuk Alumni Pesantren

Aplikasi Santr.Net memberi kemudahan bagi umat Islam yang ingin mencari tahu ilmu hukum fiqih dan lain lainnya yang berkaitan dengan ilmu agama Islam.

Beberapa kelebihan dan kemudahan yang ada di aplikasi google santri ini antara lain model pencariannya simpel dan sederhana, layout yang simpel dan bisa dishare ke jejaring sosial dengan mudah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Bagi pengguna telepon genggam versi android, silahkan unduh langsung dan sebarkan aplikasi gratis ini di sini. (mukhlisin/anam).

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib, Syariah, IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Petani Tembakau Temanggung Berdoa untuk Kiai Hasyim

Temanggung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Wafatnya KH Hasyim Muzadi mantan Ketua Umum PBNU 1999-2004, Kamis (16/3) pagi kemarin menjadi duka mendalam bagi bangsa ini. Kiriman doa, bacaan yasin, tahlil terus mengalir dari umat Muslim seluruh pelosok tanah air. Di Temanggung ratusan petani tembakau memanjatkan doa yang dikhususkan untuk arwah Kiai Hasyim.

Doa bersama berlangsung di halaman makam Pahlawan Mayjend Bambang Sugeng Kompleks Monumen Pembunuhan Massal Pejuang RI di dekat Jembatan Kali Progo Kranggan Temanggung, Kamis (17/3) petang. Doa dipimpin oleh Sekretaris? DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung Noer Ahsan.

Petani Tembakau Temanggung Berdoa untuk Kiai Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Petani Tembakau Temanggung Berdoa untuk Kiai Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Petani Tembakau Temanggung Berdoa untuk Kiai Hasyim

Ahsan mengatakan, pihaknya mengaku kehilangan atas wafatnya tokoh, agamawan, juga negarawan yang menjadi panutan bagi bangsa ini. Menurutnya, jasa-jasa almarhum sangat besar bagi bangsa ini. Pihaknya beserta anggota APTI merasa perlu mengirimkan doa atas kepulangan sosok kharismatik yang peduli toleransi itu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Kami berdoa, semoga jasa-jasa dan amal baiknya diterima di sisi-Nya dan Allah SWT memberikan tempat terbaik untuk beliau," kata pria yang juga Kepala Desa (Kades) Losari Kecamatan Tlogomulyo itu.

Ketua Hubungan Antarlembaga DPC APTI Temanggung Yudha Sudarmaji menambahkan, kenapa harus mengirimkan doa untuk KH Hasyim? Karena Ketua Umum PBNU 1999-2010 dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) itu sangat konsen terhadap rokok dan tidak antirokok. "Beliau sangat peduli dan terus mendukung para petani tembakau di masa hidupnya," ucapnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua APTI Temanggung Panut Sudarno mengatakan, selain berdoa untuk Kiai Hasyim, pihaknya juga menyampaikan beberapa tuntutan untuk disampaikan kepada Pemerintahan Jokowi. Para petani menuntut antara lain kedaualatan dan kesejahteraan, petani tembakau perlu payung hukum yang jelas.

Petani tembakau membutuhkan peraturan perundangan yang adil dan berimbang, RUU pertembakauan segera disahkan dan diimplementasikan di Indonesia.? "Kita terus berjuang tentang pengendalian impor tembakau dari luar negeri. Secara tegas, kita menolak tembakau impor, mengingat potensi kita masih banyak. Jika tidak ada kendali, sama sama artinya membunuh petani lokal," tegasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Doa, Fragmen Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 28 Januari 2018

Doa Jumat Pagi Anjuran Rasulullah

Jumat menjadi hari istimewa. Dalam kamus Islam, Jumat mendapat julukan sayyidul ayyam (rajanya hari). Ia mendapat kekhususan posisi sehingga amalan ibadah dinilai lebih utama saat dilaksanakan pada hari Jumat. Rasulullah pun memiliki amalan khusus tentang hal ini. Di antaranya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Jumat Pagi Anjuran Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Jumat Pagi Anjuran Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Jumat Pagi Anjuran Rasulullah

Astaghfirullâh alladzî lâ ilâha illâ huwa-l-hayyal qayyûma wa atûbu ilaihi



Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Artinya, “Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus (makhluk); dan aku bertobat kepada-Nya.”

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam salah satu riwayat dari Anas, Rasulullah bersabda bahwa barangsiapa yang pada Jumat pagi sebelum sembahyang subuh membaca bacaan tersebut sebanyak tiga kali, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih samudra. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Cerita, Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Gelar Pertemuan, Pergunu Bali Bahas Sejumlah Gerakan Ke-NUan

Denpasar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pengurus Persatuan Guru NU (Pergunu) Bali di bawah pimpinan Ustadz Jumari menggelar pertemuan silaturrahmi dan dialog yang melibatkan pengurus wilayah Pergunu Bali dan seluruh cabang Pergunu se-Bali di di aula STAI Denpasar, Ahad (15/1). Pertemuan ini digelar dalam rangka menjawab tantangan dakwah yang mulai bergeser baik secara lokal maupun nasional.

Tampak hadir Rais Syuriyah PWNU Bali KH Nur Hadi Al-Hafidz, Ketua PWNU Bali H Abdul Aziz beserta para mustasyar dan pengurus harian lainya. Pada pertemuan ini, Pergunu Bali mengambil tema Merawat Kultur NU di Bali melalui Formula Dakwah Pergunu, antara Peluang dan Tantangan.

Gelar Pertemuan, Pergunu Bali Bahas Sejumlah Gerakan Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Pertemuan, Pergunu Bali Bahas Sejumlah Gerakan Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Pertemuan, Pergunu Bali Bahas Sejumlah Gerakan Ke-NUan

Pada pertemuan ini, pengurus Pergunu se-Bali dan semua pengurus harian PWNU Bali menerima masukan dan menanggapi positif setiap masukan dan catatan yang diajukan oleh peserta dialog.

Rais Syuriyah PWNU Bali sendiri sangat mengapresiasi silaturrahmi. Menurutnya, dialog ini merupakan jembatan positif untuk mengakomodasi kepentingan dan masukan warga nahdliyin untuk menjawab aksi-aksi pihak sebelah yang selalu membid’ahkan amalan-amalan aswaja ala nahdliyah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“PWNU Bali sangat terbuka menerima masukan dan sekaligus akan mengawal usulan yang berkembang sebagai bagian dari ikhtiar pengurus wilayah. Dalam dialog ini masing-masing ketua cabang Pergunu dan perwakilannya mengajukan pendapat dan masukan terkait garapan dakwah baik yang berkorelasi langsung maupun tak langsung untuk Pergunu,” kata H Abdul Aziz.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengurus Pergunu Klungkung Ustadz Wayan Srtitama menyampaikan kegelisahannya di mana para pengurus harian NU yang tidak menyekolahkan putra-putrinya di madrasah dan sekolah NU. Ia juga gelisah melihat turunnya kebiasaan mengaji kepada para kiai NU.

Ketua Pergunu Badung Ustadz Ispandi mengingatkan persoalan dakwah NU yang kerap dihadang oleh kamuflase dakwah organisasi non-NU. Sementara pengurus Pergunu Denpasar Ustadz Badrul Munir mengingatkan pentingnya aksi nyata berupa gerakan musabaqah keaswajaan untuk syiar NU.

Menanggapi ini pihak PWNU menyatakan siap bergandengan tangan dan menjawab segala masukan tersebut secara bersama-sama untuk mengambil peluang di setiap gerakan dakwah NU di Bali.

PWNU Bali akan menyiapkan lembaga pendidikan yang berhaluan Aswaja dan amal usaha seperti koperasi NU yang akan difasilitasi juga oleh PBNU agar bisa menghidupkan dakwah NU, khususnya Pergunu di Bali. (Lewa Karma/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 27 Januari 2018

KMNU IPB Bagi Tips Berprestasi Bagi Mahasiswa Baru

Bogor, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Achievement Motivation Training merupakan acara rutin yang digelar Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor (KMNU IPB) setiap memasuki tahun ajaran baru. kegiatan yang diikuti 25 mahasiswa baru tersebut berlangsung di Ruang Seminar Departemen Agronomi dan Hortikultura

Acara yang digelar pada Rabu (26/8) tersebut selalu menghadirkan anggota maupun alumni KMNU IPB yang berprestasi. Dalam AMT kali ini, hadir sebagai pembicara dalam sesi pertama mahasiswa berprestasi (mapres) IPB sekaligus mapres II tingkat nasional, Ikrom Mustofa.

KMNU IPB Bagi Tips Berprestasi Bagi Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU IPB Bagi Tips Berprestasi Bagi Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU IPB Bagi Tips Berprestasi Bagi Mahasiswa Baru

Ikrom adalah lulusan sebuah pesantren di Riau dan anggota KMNU IPB. Penulis buku ini menyampaikan pengalamannya menjadi mapres dan tips-tips agar bisa berprestasi. Prestasinya yang membanggakan membuat peserta yang hadir di AMT sangat mengapresiasi dan mengajukan banyak pertanyaan kepadanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tiga orang pembicara dalam sesi kedua juga tak kalah prestasinya. Slamet Heri Kiswanto, pembicara pertama di sesi kedua ini merupakan alumni KMNU IPB dan menjadi lulusan terbaik Fakultas Peternakan tahun 2014. Bukan hanya prestasi akademik, lebih dari itu ia tergabung dalam Tim Kajian KMNU IPB selama menjadi mahasiswa dan sampai saat ini masih dijadikan konsultan dalam masalah-masalah agama. Baginya, berprestasi bukan hanya untuk dunia tapi juga untuk akhirat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pembicara kedua, Nizam Mustaqim, merupakan direktur Forces IPB tahun 2014. Forum keilmiahan yang dipimpinnya itu merupakan salah satu lumbung prestasi di IPB. Mahasiswa yang juga aktif di KMNU IPB ini memilih organisasi sebagai jalan untuk berprestasi karena baginya, organisasi memberikan intangible achievement, yang tidak bisa didapatkan jika hanya kuliah dan mengejar IPK.

Pembicara terakhir dikenal sebagai ustadz muda, baik oleh dosen maupun teman-temannya. Ialah Adhly Al-Karni, mahasiswa Departemen Ekonomi Syariah IPB yang baru-baru ini berhasil menjadi the best debater Bahasa Arab di ajang MTQ Mahasiswa Nasional 2015 di Jakarta. Selain kuliah, ia menyibukkan diri dengan menghadiri dan mengisi materi di berbagai majelis ta’lim di Bogor dan sekitarnya. Ia juga aktif menulis dan mengomentari isu-isu yang berkembang di dalam kampus sehingga disegani dan menjadikan karakternya unik di kalangan mahasiswa IPB.

Melalui acara ini, Bayu C.M selaku ketua pelaksana berharap mahasiswa baru dapat memiliki semangat yang tinggi untuk mulai berprestasi sejak awal tahun kuliahnya. Prestasi yang diharapkan tentu merupakan prestasi yang dapat membawa banyak manfaat, baik di dunia dan di akhirat. Dengan bergabung bersama KMNU IPB, diharapkan mahasiswa baru dapat menjadi mahasiswa yang prestatif, baik dari segi agama maupun akademik. [KD/Abdullah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

LTMNU Dampingi Pemberdayaan Masjid di Brebes

Brebes, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU menggelar Training of Trainer (ToT) Muharrik Masjid di Kabupaten Brebes. Pelatihan ini digelar sebagai upaya merevitalisasi masjid dalam membangun masa depan umat.

LTMNU Dampingi Pemberdayaan Masjid di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Dampingi Pemberdayaan Masjid di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Dampingi Pemberdayaan Masjid di Brebes

“Dari 800 ribu Masjid se-Indonesia,? 80 persennya dibangun oleh warga NU. Jadi LTMNU berkewajiban untuk? merevitalisasi masjid-masjid NU demi kemaslahatan umat,” ujar? Ketua LTM PBNU KH Abdul Manan A Ghani di sela kegiatan, Ahad (22/3), di SMK Maarif NU 01 Wanasari, Jalan Raya Sawojajar, Wanasari, Brebes.

Menurut Manan, kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut program Rapimnas LTMNU se-Indonesia, dan bentuk revitalisasi masjid sebagai pusat gerakan kepedulian sosial, ibadah, tarbiyah, dan pusat pemberdayaan ekonomi umat. “Kami sudah menggelar di 25 provinsi dan 100 kabupaten se-Indonesia,” terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Diharapkan, para muharrik, yaitu orang yang kerjanya mengatur dan menggerakan para takmir masjid, dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya segala sumber daya dan dana yang dimiliki masjid.

LTM PBNU, lanjutnya, bertekad untuk memakmurkan masjid dan jamaahnya. “Muharrik bukan pengurus masjid, melainkan seorang yang ditunjuk atau diangkat PP LTMNU untuk menjalankan tugas dengan cara mendampingi para takmir masjid dalam rangka implementasi memakmurkan masjid ini sukses dan benar-benar manfaat untuk semuanya,” pungkasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua Panitia Ahmad Sururi menjelaskan, ToT diikuti 120 peserta dari unsur pengurus MWCNU, para pengurus masjid dan? pengurus Ranting NU se-Kabupaten Brebes.

Ketua PC NU Brebes KH Athoillah Syatori MSi saat membuka ToT berharap para pengurus NU harus menjaga masjid dengan sepenuh hati. Dalam artian tidak hanya menjaga dari penyerobotan paham-paham Islam transnasional yang akan merongrong masjid milik warga NU tetapi juga menjaga masuknya paham yang bisa merusak aqidah ala Ahlussunah Wal Jamaah.? “Lebih dari 4000 masjid di Brebes yang harus dijaga dan dimakmurkannya,” tandas Atho. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan News, Cerita, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

IPPNU Kalsel Bangun SDM Pelajar dari Komisariat

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Dengan membentuk kepengurusan di tingkat komisariat, PW IPPNU Kalimantan Selatan (Kalsel) mengembangkan sumber daya manusia di kalangan pelajar. Pengembangan sumber daya manusia dirintis sedini mungkin.

Perihal itu disampaikan oleh Ketua PW IPPNU Kalimantan Selatan Rusimah kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan lewat telepon, Kamis (21/3) sore. 

IPPNU Kalsel Bangun SDM Pelajar dari Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kalsel Bangun SDM Pelajar dari Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kalsel Bangun SDM Pelajar dari Komisariat

Sebagai bentuk nyata, PW IPPNU Kalsel membentuk Pengurus Komisariat (PK) di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Putri NU Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Ahad (17/3).

Di pondok NU itu, Rusimah menjelaskan pentingnya kehadiran komisariat IPPNU. Ia menguraikan hubungan NU, IPPNU, dan dunia pondok pesantren. Menurutnya, ketiga elemen itu merupakan kesatuan sebuah gerakan yang saling menunjang.

“Pembentukan komisariat merupakan satu pintu gerbang bagi pelajar-pelajar NU untuk masuk kepada aktivitas positif. Amat disayangkan ketika pondok pesantren NU tidak mengenal IPPNU,” ungkap Rusimah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rusimah menambahkan kehadiran PK IPPNU di pesantren dan sekolah dapat dijadikan wadah pengembangan potensi-potensi muda yang kreatif. Melalui PK IPPNU, para santri dan pelajar dapat berperan aktif dalam mendorong peningkatan kualitas pelajar di pelbagai bidang.

Keberadaan PK IPPNU itu, lanjut Rusimah, dapat mempercepat kesadaran para pelajar dalam berorganisasi dan berkonstitusi. Sementara kesadaran semacam itu kini semakin diperlukan di saat lemahnya komitmen masyarakat terhadap konstitusi.

Dari kepatuhan terhadap PD/PRT organisasi IPPNU, para pelajar dapat mengembangkan potensinya sesuai hak dan tanggung jawab yang diatur konstitusi, tegas Rusimah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah, Khutbah, Halaqoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hasyim : Perdamaian RI-GAM Harus Sentuh Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan, proses perdamaian yang dilakukan pemerintah Rl dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) harus dalam kerangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menegakkan keadilan. Hal tersebut dikatakan Hasyim pada saat menerima kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla di gedung PBNU, Kamis (8/9).

Menurut Hasyim ada tiga faktor yang harus diperhatikan dalam proses damai yang dilakukan pemerintah dan GAM. Pertama adalah perdamaian. Proses perdamaian harus didukung oleh semua pihak. Kedua, kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dijaga secara bersama oleh semua lapisan masyarakat. Ketiga pembangunan Aceh harus segera direalisasikan dengan memfokuskan kesejahteraan rakyat dan tegaknya keadilan.

Hasyim menegaskan, pembangunan Aceh pasca bencana tsunami harus menjadi prioritas pemerintah. "Pembangunan yang dilakukan tidak hanya fisik semata, tapi juga pembangunan sosial dan kultural dalam kerangka NKRI," ujarnya dalam pertemuan yang dihadiri ketua PBNU, Ahmad Bagdja, Rozy Munir, Said Aqil Siradj, Sekjen PBNU, Endang Turmudzi, Bendahara PBNU, Siradjul Munir dan segenap pengurus lembaga di lingkungan NU.

Hasyim juga meminta, masalah kesepakatan damai antara pemerintah dan GAM tidak hanya cukup dengan berpolemik. "Pro-kontra mengenai isi perjanjian merupakan hal yang wajar," katanya. Namun, Hasyim nenambahkan, "Yang terpenting adalah penyelesaian secara Komprehensif perjanjian damai dengan membangun Aceh yang baru," ungkapnya.

Sementara itu usai bertemu dengan jajaran pengurus harian PBNU kepada wartawan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, implementasi dari perjanjian damai pemerintah dengan GAM telah berjalan dengan baik sesuai yang diamanatkan dalam butir-butir perjanjian tersebut.

Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah bagaimana mengisi dan menjalankan butir-butir perjanjian dengan baik sambil menjelaskan kepada masyarakat hal-hal yang dikhawatirkan bisa timbul dari perjanjian tersebut agar timbul kepercayaan dari semua pihak.
   
"Kalau NU sudah percaya, Muhammadiyah percaya, dan seluruh rakyat percaya, akhirnya kita semua bisa saling percaya bahwa ini adalah penyelesaian terbaik," katanya.
   
Mengenai masih adanya pihak yang menentang perjanjian, Wapres mempersilakannya, karena Indonesia adalah negara demokrasi. "Tetapi orang Aceh sendiri mau berdamai, lalu kenapa kita tidak setuju orang mau berdamai. Yang benar saja," katanya.

Kepada pers Jusuf Kalla mengatakan, tidak bertemu dengan mantan Presiden Abdurrahman Wahid. Mobil yang biasa dipakai Gus Dur dengan nomor B1926AW pada saat yang sama diparkir di halaman markas PBNU, tempat pertemuan Wapres dengan jajaran PBNU.

Selain itu dalam pertemuan yang telat 1 jam dari yang dijadwalkan, tidak sempat disinggung materi perundingan Mou Ri-GAM di Helsinki yang masih banyak menimbulkan kekhawatiran dari masyarakat terkait masa depan Aceh.(cih)
   

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Amalan, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hasyim : Perdamaian RI-GAM Harus Sentuh Kesejahteraan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim : Perdamaian RI-GAM Harus Sentuh Kesejahteraan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim : Perdamaian RI-GAM Harus Sentuh Kesejahteraan Rakyat

Warga NU Diminta Hati-hati Manuver Politik PKS

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Adnan Anwar meminta supaya warga NU berhati-hati kepada manuver politik simbolik seperti yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Warga NU Diminta Hati-hati Manuver Politik PKS (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Diminta Hati-hati Manuver Politik PKS (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Diminta Hati-hati Manuver Politik PKS

Adnan mengatakan hal itu dalam menanggapi Presiden PKS, Anis Matta yang berziarah dan tahlilan ke makam Sunan Kalijaga pekan ini.

Ia menilai Anis Matta, lulusan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), sebuah lembaga di bawah naungan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadh Saudi Arabia melakukan manuver politik.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Itu politik pengelabuan!” tegas Adnan di gedung PBNU, Jakarta, Rabu, (3/4).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Adnan menambahkan, politikus PKS itu melakukan amalan warga NU, tujuannya hanya meraih simpati dan mendulang suara di saat citra PKS rusak. Karena partai yang mengaku islami tersebut dilanda skandal korupsi yang melibatkan presiden partainya.

Lebih jauh Adnan mempertanyakan sikap PKS yang menolak asas Pancasila. Simak saja suara mereka dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Ormas di DPR.

Di akhir pernyataannya, Adnan kembali meminta warga NU kalau memilih partai harus memahami prinsip, kebijakan, dan sejarahnya. Jangan sampai dikelabui partai yang ternyata malah membidahkan amalan-amalan Ahlusunnah wal-Jamaah.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Aswaja Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lulusan Pesantren Bisa Studi ke Eropa, Australia, Amerika dan Jepang

Mau melanjutkan studi, tapi tidak ada biaya. Informasi tentang beasiswa juga sangat terbatas. Jangan bingung! Pasalnya, sekarang telah terbit sebuah tabloid bulanan “Info Beasiswa”.

Tabloid setebal 24 halaman ini memuat banyak informasi beasiswa, baik dalam maupun luar negeri, untuk semua jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Strata 3, training guru dan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil).

Info Beasiswa merupakan tabloid pertama yang khusus mengupas informasi beasiswa dan pendidikan dalam versi cetak. Tabloid ini diterbitkan oleh sejumlah mantan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Nihon (sebutan untuk PCINU Jepang) bekerjasama dengan BES Foundation.

Lulusan Pesantren Bisa Studi ke Eropa, Australia, Amerika dan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan Pesantren Bisa Studi ke Eropa, Australia, Amerika dan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan Pesantren Bisa Studi ke Eropa, Australia, Amerika dan Jepang

Pemimpin Redaksi Info Beasiwa, Khariri Ma’mun mengatakan, rencana untuk menerbitkan tabloid tersebut sebenarnya sudah menjadi program prioritas PCINU Nihon dua tahun lalu. Namun karena berbagai kendala, katanya, program tersebut baru direalisasikan oleh sebagian pengurus PCINU Nihon yang telah kembali ke Tanah Air.

Untuk edisi perdana (15 Oktober 2006), kata Khariri, pihaknya akan membagikan secara gratis tabloid tersebut ke seluruh jaringan pesantren di Indonesia, jaringan pendidikan di lingkungan NU dan sentra-sentra pendidikan lainnya. “Kami ingin para kader NU mengetahui akses informasi tentang sekolah gratis demi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan NU," ungkapnya kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambanganbeberapa waktu lalu.

“Apa yang kami lakukan sekarang ini hanyalah sebuah ikhtiar kecil untuk memajukan generasi NU yang selama ini cenderung terpinggirkan di tengah derasnya arus globalisasi,” imbuh Khariri yang juga mantan Rais Am Syuriah PCINU Nihon.

Di samping menerbitkan Info Beasiswa, menurut Khariri, BES Foundation juga akan memberikan beasiswa penuh kepada para santri dan pelajar (Tsanawaiyah/Aliyah) yang berprestasi dan tidak mampu membiayai pendidikannya. Namun program tersebut, katanya, hanya khusus untuk sekolah dalam negeri.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Program lain yang nantinya akan dikembangkan oleh BES Foundation, lanjut Khariri adalah program kursus gratis Bahasa Inggris (TOEFL) dan Nihonggo (Bahas Jepang). Program kursus tersebut hanya untuk kalangan pesantren dan madrasah (jenjang Aliyah atau setingkat SMU).

Menurut Khariri, kursus Bahasa Inggris gratis tersebut diberikan karena selama ini banyak kita temukan kader-kader NU yang mampu dan berprestasi, tapi lemah dalam penguasaan bahasa asing. Yang terjadi kemudian mereka tidak mampu bersaing untuk mendapatkan beasiswa luar negeri.

Melalui kursus gratis tersebut, lanjutnya, diharapkan akan banyak lulusan pesantren dan madarasah yang berkesempatan belajar dan mendapatkan beasiswa di luar negeri. Jika sementara ini banyak lulusan pesantren dan madrasah hanya berkesempatan mendapatkan beasiswa ke Timur Tengah, maka katanya, di masa depan akan banyak lulusan pesantren dan madrasah yang mendapatkan beasiswa ke Eropa, Australia, Amerika Serikat dan Jepang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Saat ini, menurut Khariri, kader-kader NU yang ada di Jepang telah berhasil melanjutkan studi dan mendapakan beasiswa di negeri Sakura tersebut. Pengalaman dan tips-tips memperoleh beasiswa ini tentu bisa dibagi kepada mereka yang berminat melanjutkan studinya di Jepang. “Hadirnya tabloid ini, di antaranya juga sebagai media berbagi pengalaman untuk menuturkan pahit-manisnya sekolah di luar negeri,” ujarnya.

Info Beasiswa mengupas informasi seputar beasiswa ke Timur Tengah, beasiswa atlit, beasiswa Madrasah Aliyah, kuliah gratis di Belanda, sekolah sambil kerja di Jepang, beasiswa untuk lulusan SMU. Selain itu, ada juga beasiswa dompet dhuafa, beasiswa AYF, beasiswa Erasmus Mundus, beasiswa PNS dan beasiswa Konsultan Pendidikan Tinggi.

Ada juga dalam tabloid tersebut informasi beasiswa dari Habibie Center, beasiswa ke Swiss untuk S-2,? beasiswa Leiden-Belanda, beasiswa Ford Foundation, beasiswa Master Program Perancis, beasiswa Tasawuf dan Filsafat Islam, beasiswa anak yatim piatu dan daerah terpencil, kursus singkat di Belanda, tips kuliah di Belanda dan Malaysia, serta beasiswa BES Foundation.

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut mengenai tabloid Info Beasiswa dan BES Foundation, silakan kontak ke email: beasiswainfo@yahoo.com atau hubungi BES Foundation Jl. Gardu No. 20 Condet Balekambang, Jakarta 13530. Telp. (021) 80Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Daerah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

IPNU-IPPNU Gandrirojo Santuni 100 Anak Yatim

Rembang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sedikitnya seratus anak yatim mengikuti buka puasa bersama yang diselenggarakan Komisariat IPNU-IPPNU MA Yayasan Sosial Pendidikan Islamiyah Syafiiyah (YSPIS) desa Gandrirojo kecamatan Sedan kabupaten Rembang di aula sekolah setempat, Sabtu (11/7) sore. Usai berbuka puasa, mereka pulang dengan membawa paket santunan yang disediakan penyelenggara.

IPNU-IPPNU Gandrirojo Santuni 100 Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gandrirojo Santuni 100 Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gandrirojo Santuni 100 Anak Yatim

"Kami sengaja mengundang 100 anak yatim untuk mengikuti buka bersama ini. Bukan hanya buka bersama, kami juga berbagi santunan kepada mereka," tutur Kepala MA YSPIS Muhtar Nur Halim kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan.

Tampak hadir seluruh civitas dan siswa-siswi MA YSPIS. Turut mengundang jajaran pengurus MWCNU Sedan. Terlihat hadir Mustasyar PCNU Rembang KH Sahlan M Nur. Saat memberikan sambutan, Muhtar mengatakan, jangan bersedih, jangan berkecil hati, bapak kalian (anak yatim, red.) adalah Rasulullah SAW.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pihaknya berharap tahun depan dapat bekerja sama dengan Lazisnu agar bisa lebih banyak lagi mengundang anak yatim. "Dengan begitu, kami bisa mengundang minimal 500 anak yatim untuk mengikuti acara rutinitas sekolah kami ini," harap Muhtar yang juga menjabat Ketua MWCNU Sedan itu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Acara ditutup dengan shalat Maghrib berjamaah yang diikuti oleh seluruh siswa dan undangan. Sementara doa bersama dipimpin oleh KH Sahlan untuk kemajuan civitas akademik yang ada di bawah naungan Yayasan Badan Pelaksana Pendidikan Maarif NU (BPPM-NU). (M Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Sunnah, Quote, Makam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 26 Januari 2018

Menanam Ari-Ari Bayi

Di antara tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat sehubungan dengan kelahiran seorang anak adalah menanam ari-ari (masyimah) bayi di depan atau di dalam rumah. Penanaman ini dilakukan dengan berbagai cara. Diantara cara yang masyhur adalah menanam dan sekaligus memberikan penerangan.

Bahkan di daerah tertentu penanaman ari-ari ini disertai pula dengan menaburkan bunga di atasnya. Atau malahan dengan menyertakan berbagai makanan atau sesajen di dalamnya.

Pada hakikatnya penanaman ari-ari ini dibenarkan dalam Islam bahkan disunnahkan. Akan tetapi menyertakan berbagai benda yang bernilai dianggap tidak baik. Karena termasuk dalam kategori tabdzir (menghamburkan).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Mengenai hukum sunnah mengubur ari-ari terdapat keterangan dalam kitab Nihayatul Muhtaj

Menanam Ari-Ari Bayi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menanam Ari-Ari Bayi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menanam Ari-Ari Bayi

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?

?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Dan disunnahkan mengubur anggota badan yang terpisah dari orang yang masih hidup dan tidak akan segera mati, atau dari orang yang masih diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, ‘alaqah (gumpalan darah), dan darah akibat goresan, demi menghormati orangnya”.

Adapun tentang haramnya tabdzir sehubungan dengan menyetakan segala benda di lingkungan kubur ari-ari terdapat dalam Hasyiyatul Bajuri:

(? ?) ? ? ? ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? “(Orang yang berbuat tabdzir kepada hartanya) ialah yang menggunakannya di luar kewajarannya. (Yang dimaksud: di luar kewajarannya) ialah segala sesuatu yang tidak berguna baginya, baik sekarang (di dunia) maupun kelak (di akhirat), meliputi segala hal yang haram dan yang makruh”.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

?

Demikian keterangan ini diambil dari buku Ahkamul Fuqaha’ Solusi Problematika Umat yang memuat hasil keputusan Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama dari 1926-2010. (ulil)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Tolhah: Jangan ada Kesenjangan Paradigmatik Syuriah-Umat

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Wakil Rais Aam PBNU KH Tolhah Hasan mengungkapkan kekhawatirannya akan munculnya kesenjangan paradigmatik antara para syuriyah NU dengan ummat dibawah akibat perbedaan cara pandang kedua belah fihak.

“Jangan sampai syuriyah mikirnya ke utara, ummat ke selatan, nga nyambung. Suara ulama akhirnya tidak didengar lagi oleh ummatnya,” tuturnya dalam pembukaan Halaqah Program Peningkatan Peran Syuriyah yang diselenggarakan di PBNU, Selasa.

Kiai Tolhah: Jangan ada Kesenjangan Paradigmatik Syuriah-Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tolhah: Jangan ada Kesenjangan Paradigmatik Syuriah-Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tolhah: Jangan ada Kesenjangan Paradigmatik Syuriah-Umat

Kesenjangan tersebut bisa muncul karena perkembangan dunia yang sangat cepat sementara para ulama tidak bisa mengikuti atau mengantisipasi perubahan yang terjadi. Ia menjelaskan terdapat lima faktor yang menyebabkan perubahan terjadi demikian cepat yang harus dicermati oleh para ulama.

?

Dijelaskan oleh Pendiri Universitas Islam Malang ini bahwa faktor pertama adalah peningkatan pendidikan. Masyarakat yang semakin terdidik menyebabkan mereka semakin kritis dalam mensikapi segala sesuatu.

“Dulu, waktu saja jadi ketua cabang, hanya satu orang pengurus yang bergelar sarjana, tapi sekarang, pengurus ranting NU pun sudah banyak yang sarjana,” paparnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Faktor kedua yang menyebabkan terjadinya perubahan adalah peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Semakin makmur masyarakat, maka mereka akan memiliki barang dan layanan yang lebih berkualitas.

“Dulu, orang NU kalau pertemuan cukup di pesantren atau di masjid, kini banyak acara-acara NU yang diselenggarakan di hotel. Ini juga menunjukkan bahwa warga NU semakin sejahtera,” tandasnya.

Faktor ketiga adalah reformasi di bidang politik yang menyebabkan masuknya aliran-aliran Islam baru yang sebelumnya dilarang. Dakwah yang pada masa lalu dipersulit kini juga bisa dilakukan dengan mudah. Hal ini juga telah menyebabkan perubahan perilaku generasi muda NU terhadap ulama.

“Setelah reformasi, ketawadhuan terhadap para ulama telah berubah. Kini tak sulit lagi menemukan kader Ansor yang berdebat dengan rais syuriyah. Saya juga mengalami didebat anak-anak PMII yang gayanya sudah melebihi perdebatan kaum Khawarij dengan Sayyidina Ali,” tandasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kemajuan iptek menurut mantan menteri agama ini juga turut mempercepat perubahan sosial yang ada karena informasi dengan mudah dapat diakses melalui internet. Jika pada masa lalu, para ulama belajar melalui kitab kuning, kini anak-anak muda mengakses informasi melalui internet.

“Sekarang anak-anak muda ngajinya lewat internet, meskipun sumber pengetahuan dengan mudah dapat diakses, tapi belum tentu kualitasnya lebih baik,” katanya mengingatkan.

Kiai Tolchah mengutip pernyataan dari Imam Ghozali bahwa kolam yang dialiri dari berbagai sungai memang cepat penuhnya, tapi biasanya bau. Sementara jika dipenuhi dari sumber didalamnya sendiri, memang perlu waktu lama, tapi biasanya tidak bau dan bening.

Faktor selanjutnya adalah globalisasi informasi yang menyebabkan segala informasi baik yang bersifat positif dan negatif dengan mudah dapat diakses melalui internet, HP, TV dan teknologi lainnya. Ia mencontohkan saat ini sudah ada 100 ribu situs porno di Indonesia dan 4 juta di dunia.

Dikatakannya perkembangan-perkembangan ini harus menjadi kesadaran para ulama dan anggota syuriyah NU untuk meningkatkan kualitas yang mereka miliki. Seorang ulama akan tetap dipatuhi oleh ummatnya jika memang memiliki kualitas yang memadai. Ia menceritakan pernah bertemu dengan Syeikh Ramadhan Al Buthi di Syiria yang mana kuliahnya diikuti oleh para intelektual lainnya karena kemampuannya dalam menerangkan dan mejawab berbagai persoalan.

“Para syuriyah kita kalau bisa harus seperti itu. Jangan sampai orang yang dipimpin sudah tidak merasa butuh lagi,” tandasnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren, Ubudiyah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 25 Januari 2018

Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing

Lombok Tengah, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama akan mengadakan Rapat Kerja Nsional di Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limushibyan Bonder, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara mulai Kamis sampai Ahad (23-26/2).

Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Pergunu H. Akhsan Ustadhi, Rakernas tersebut adalah penjabaran dari pokok-pokok yang dibahas di Kongres Pergunu pada 2016 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

“Rakernas menjadi aktualisasi yang telah dihasilkan di kongres dalam bentuk program yang harus dilaksanakan Pergunu dari tingkat pusat sampai anak cabang,” katanya di Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limushibyan pada Kamis malam (23/2).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara Ketua Panitia Rakernas Pergunu Muhammad Zain di tempat yang sama, mengatakan, Rakernas adalah keprihatinan Pergunu akan kondisi dunia pendidikan di Indonesia saat ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Menurut Ketum Pergunu Kiai Asep Abdul Chalim, di Indonesia terjadi pergeseran paradigma dalam pendidikan, sekolah atau guru tak bisa melahirkan anak yang kreatif dan berdaya saing tinggi,” katanya.

Pokok-pokok pikiran di Kongres Pergunu, lanjut dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, akan diarahkan dalam bentuk program untuk bagaimana caranya membentuk dunia pendidikan yang membuahkan anak kreatif dan berdaya saing tinggi.? ?

Dewan Pakar Pimpinan Pusat Pergunu tersebut, dulu dunia pendidikan Indonesia, dengan segala keterbatasan fasilitas telah melahirkan generasi yang sekarang. Sementara saat ini dengan fasilitas yang lebih baik, seharusnya melahirkan anak didik yang kreatif dan berdaya saing. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul, Daerah, Nusantara Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Siapa Bilang Shalat Lama itu Khusyu?

Pada suatu malam, Ujang dan Cecep melaksanakan shalat tahajjud di mushola. Saat yang bersamaan, di depan mereka berdua ada seorang santri senior bernama Walid sedang shalat juga. Shalat Walid terlihat khusyu karena dilakukan lama sekali.

“Eh Cep, khusyu bener tuh senior kita,” kata Ujang.

“Dari mana kamu tahu si Walid khusyu,” tanya Cecep menimpali.

Siapa Bilang Shalat Lama itu Khusyu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Bilang Shalat Lama itu Khusyu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Bilang Shalat Lama itu Khusyu?

“Lah itu buktinya shalat dia lama sekali,” cetus Ujang.

“Kamu jangan salah mengerti Jang, orang yang shalatnya lama itu bukannya khusyu, tapi berusaha untuk khusyu nggak bisa-bisa, makanya shalatnya lama,” papar Cecep.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Cecep kemudian menganalogikan (meng-qiyaskan) shalatnya si Walid dengan sinyal HP:?

“Orang yang shalatnya lama itu mirip HP yang sedang mencari sinyal karena sinyalnya kecil, jadi sulit dipakai untuk komunikasi. Mending kaya kita yang biasa-biasa saja shalatnya, nggak lama tetapi juga nggak sebentar, itu baru namanya khusyu Jang,” terang Cecep panjang lebar, Ujang hanya mlongo, khusyu mendengarkan.

Ujang berkata: “Bener juga kamu Cep.” (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Meme Islam, Pahlawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre

Bojonegoro, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, melakukan aksi turun jalan, Rabu (30/3/). Aksi tersebut sebagai tuntutan meminta Kejaksaan Negeri (Kejari), untuk menuntaskan kasus korupsi di Kota Ledre.

Dengan membawa bendera, serta poster bertulis beberapa tuntutan. Mereka berorasi di tugu Adipura, dengan kawalan puluan personil kepolisian. Ketua PC PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid meminta untuk mengusut tuntas korupsi di Bojonegoro yang hingga kini belum juga terselesaikan.

"Sampai saat ini banyak sekali kasus-kasus korupsi yang tak kunjung selesai. Bahkan hanya tersimpan sebagai arsip di Kejaksaan Negeri Bojonegoro, setiap tahunnya," jelasnya.

PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre

Dicontohkan, kasus Bimtek DPRD Bojonegoro tahun 2013 yang sampai saat ini belum selesai. Dari seluruh anggota dewan hanya beberapa pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal hampir seluruh anggota dewan mengembalikan uang Bimtek ke Kejari, tapi mereka tidak mendapat kasus hukum apapun. Selain itu kasus pupuk (hutang Pemkab), dari putusan MA, Pemkab Bojonegoro harus membayar sebanyak Rp 7 miliar dan akan terus bertambah kalau tidak segera dibayar pihak Pemkab.



Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Sebagai kabupaten yang sedang berkembang dengan sumber daya migas melimpah, Pemkab Bojonegoro melakukan banyak sekali pembangunan kota. "Pembangunan mega proyek Bojonegoro sangat berpotensi untuk menjadi ladang basah korupsi. Ada beberapa kasus yang terdapat dugaan korupsi, tapi belum juga dapat dibuktikan untuk menjadi sebuah kasus," ungkap Syahid.



Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Ia menambahkan, kasus Tanah Kas Desa (TKD) di Kecamatan Gayam yang sampai saat ini molor dalam penyelesaiannya dan berpotensi ada permainan (korupsi) dalam proses tersebut. Selain itu pembangunan taman di Kecamatan Baureno yang saat ini, tampak belum selesai, namun uang untuk pembangunan taman sudah habis. Termasuk pembangunan mega proyek masjid, gedung pemkab, jembatan kasiman padangan dan juga GOR.

"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (Kejari Bojonegoro), segera menindak semua kasus korupsi. Serta dugaan korupsi dan tidak tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi di Kabupaten Bojonegoro. ? Selain itu memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku korupsi, sehingga ada efek jera untuk para koruptor," tandas Ahmad Syahid. (M. Yazid/Zunus). Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 24 Januari 2018

Menelusuri Jejak Ki Ageng Rogosasi Tumang

Boyolali, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Bagi Masyarakat Tumang Boyolali, nama Ki Ageng Rogosasi tentu tak asing bagi mereka. Nama tersebut merupakan seorang penyebar Islam di daerah setempat, yang konon merupakan keturunan Sunan Ampel. Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan mencoba untuk menelusuri jejaknya di Desa Tumang, Ahad (3/11).

Untuk mencapai Desa Tumang, yang terletak di lereng Gunung Merapi, dari Boyolali kota kami naik ke arah Cepogo. Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 km, sampailah kami di Cepogo. Beberapa kali kami mesti bertanya kepada penduduk setempat, karena letaknya yang cukup terpencil, sampai akhirnya kami menemukan sebuah komplek makam.

Menelusuri Jejak Ki Ageng Rogosasi Tumang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menelusuri Jejak Ki Ageng Rogosasi Tumang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menelusuri Jejak Ki Ageng Rogosasi Tumang

Di pintu gerbang, terdapat tulisan Rogosasi dalam bahasa Jawa. Namun, kami mesti naik dahulu, karena makam terletak di puncak sebuah tanah berbukit. Makam terletak di sebuah bangunan yang dikelilingi pohon-pohon besar. Sayangnya, sampai di makam, pintu masih terkunci. Kami pun berinisiatif untuk mencari juru kunci makam.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari penuturan salah seorang warga, kami ditunjukkan sebuah rumah milik Muhammad Isnin, sang juru makam. Namun, rupanya keberuntungan sedang tidak berpihak dengan kami. Juru makam yang kami harapkan bisa kami korek informasi, pergi ke Blitar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pangeran Mataram Islam

Tak ingin pulang dengan tangan hampa, kami menemui salah seorang warga setempat, Sritanto. Dari keterangannya, kami mendapat sebuah fakta menarik, bahwa Ki Ageng Rogosasi ternyata masih ada hubungannya dengan Kiai Hasan Munadi Nyatnyono (Ungaran), soerang tokoh yang diyakini banyak orang sebagai seorang waliyullah. Juga tentang jalur kelimuannya. “Ki Ageng Rogosasi merupakan murid dari Sunan Kalijaga,” ungkap Sritanto.

Dari beberapa informasi yang kami kumpulkan, Ki Rogosasi ini juga merupakan seorang Pangeran Kerajaan Mataram Islam, yakni putera pertama Amangkurat I dari permaisuri Ratu Labuhan.

Bersama Ki Empu Supandriya, Rogosasi menyebarkan Islam di sana, dengan mendirikan sebuah masjid dan padepokan di daerah Gunungsari Tumang. Jejak ajarannya oleh masyarakat Tumang, salah satunya dikenal dengan nama Pelajaran Tauhid Panembah Sejati Tunggal.

Di masa setelah meninggalnya, makamnya sering didatangi para peziarah dari berbagai daerah. Meskipun demikian, Menurut Sriyanto peringatan haul untuk Ki Rogosasi belum pernah diadakan. Baru pada tahun ini, warga yang didukung pihak kelurahan berencana untuk mengadakannya. “Jumat besok, rencana akan diadakan pertama kali haul Ki Rogosasi,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pendidikan, Ubudiyah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Gus Yaqut Vs Tsamara Amany

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan 



Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas melempar guyon keakraban kepada Tsamara Amany saat membuka diskusi "Mengaji dan Mengkaji Islam, Medsos, dan Generasi Milenial" di aula kantor PP GP Ansor, Jakarta, Senin malam (25/9). 

Gus Yaqut Vs Tsamara Amany (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yaqut Vs Tsamara Amany (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yaqut Vs Tsamara Amany

Malam itu, Tsamara Amany didaulat mewakili generasi milenial untuk menjadi moderator dengan narasumber Nadirsyah Hosen, Haidar Bagir, dan Nuruzzaman. 

“Tsamara Amany ini milenial bukan, dikatakan melampaui milenial, kok mukanya ini muka milenial. Saya katakan milenial, saya dengar akhir-akhir ini gosip tentang dia…” kalimat Gus Yaqut terputus karena hadirin meledak tertawa.

Sebagaimana diketahui, status perempuan kelahiran 1996 tersebut sempat menjadi pembicaraan orang di media sosial. Tsamara tidak memungkirinya, ia mengaku pernah menikah dan kini telah bercerai.  

“Kita ini tertipu rupanya,” kata Gus Yaqut lagi disambut tepuk tangan hadirin.  

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tsamara pun kemudian mendapat kesempatan memimpin diskusi. Ia menceritakan, sebelum berangkat ke acara itu, netizen menyampaikan protes soal status Gus Yaqut. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Katanya kok Gus Yaqut dianggap pemuda,” katanya disambut tepuk dan tawa hadirin.  

“Dendam terbalaskan,” lanjut Tsamara. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan

Tangerang,Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda mengatkaan, GP Anosr akan selalu pasang badan demi kukuhnya kebinekaan di Indonesia. Ia menyampaikan hal itu pada pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang? berlangsung di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin, Ds Pasir Nangka Tigaraksa.

Menurut Huda GP Ansor dan Banser adalah garda terdepan Nahdlatul Ulama (NU)? yang telah? memberikan andil besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan

"Kita tidak rela ketika ada pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa karena buat kami NKRI Harga mati," ucapnya melalui siaran pers yang diterima Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Rabu malam (14/12).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Huda juga menjelasakan bahwa ia melihat dinamika sosial politik akhir-akhir ini cukup panas, ada yang? mencoba memudarkan semangat kebinekaan bangsa. Menurutnya kehinekaan adalah? sunatullah, jadi tidak boleh ada upaya pemaksaan dan apalagi penyeragaman kultur, sosial, budaya atau agama.

Huda menambahkan bahwa dalam Islam dengan sangat jelas disampaikan bahwa Tuhan menciptakan umta manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah untuk saling kenal-mengenal bukan untuk saling mendholimi atau bahkan meniadakan yang lain.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Ketika ada yang mengancam kebhinekaan kita, maka? Ansor dan Banser wajib? tampil di depan demi terjaganya kebhinekaan."

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh setidaknya 208 peserta dari berbagai daerah di tangerang. Materi pembelajaran yang disampaikan diantaranya Aswaja dan Keindonesiaan, Deteksi Dini dan Antisipasi gerakan Radikalisme, Gerak Olah Bathin dan materi Proxy War dan Ketahanan Nasional. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan News Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan