Sabtu, 30 Mei 2015

Hati-hati Fitnah untuk Cerai-beraikan NU

Jepara, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengasuh Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus KH Ahmad Badawi Basyir mengingatkan kepada Nahdliyyin untuk mawas diri terhadap aliran model-model baru saat ini. Menurutnya banyak cara yang dilakukan mereka untuk menggembosi paham Aswaja ala NU.

Salah satu yang ia utarakan membenturkan para kiai dengan sejumlah fitnah dan saling dibenturkan. Jika sudah bercerai-berai, lanjut putra KH Ahmad Basyir itu, Nahdliyyin akan mudah sekali digerogoti.

Hati-hati Fitnah untuk Cerai-beraikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati Fitnah untuk Cerai-beraikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati Fitnah untuk Cerai-beraikan NU

Pernyataan itu Kiai Badawi sampaikan dalam Majelis Zikir dan Shalawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor Mayong yang dilaksanakan di Pendopo kecamatan Mayong, Jumat (23/12).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Karena itu umat dan kiai harus tetap bersatu agar akidah aswaja tidak mudah goyah oleh paham yang tidak genah (tidak jelas, red). “Ini juga menjadi tugasnya Ansor dan Banser untuk membentengi ideologi kita Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Ketua MWCNU Mayong, K. Mughis memotivasi Ansor dan Banser sebagai generasi penerus NU untuk intens mengasah diri dan terus berjuang menegakkan Aswaja ala NU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kesempatan itu pihaknya mengingatkan, kecamatan Mayong saat ini menjadi pusat industri. Tentu, kata dia imbasnya pelan tapi pasti bakal dirasakan terutama pergaulan bebas di lingkungan kos.

“Kita butuh kerja sama aparat dan Ansor Banser untuk Kamtibmas dan penertiban bersama dengan pendekatan persuasif,” imbaunya. ?

Rini Padmini, Camat Mayong menambahkan kemandirian Ansor perlu dibangun apalagi sebut Rini usia anggota Ansor adalah masa produktif. “Ayo ciptakan lapangan pekerjaan agar kita tidak menjadi budak di negeri sendiri,” imbuhnya dengan memberi semangat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad dan pelantikan bersama GP Ansor, Fatayat dan IPNU-IPPNU se-kecamatan Mayong.

Menurut Ahmad Kholas Syihab, Ketua PAC GP Ansor Mayong kesempatan itu ada 11 ranting Ansor, 2 Fatayat dan 8 IPNU-IPPNU yang dilantik.

“Kami berharap acara seperti ini bisa sering-sering dilaksanakan agar kecamatan Mayong benar-benar kondusif seinergi antara ulama dan umara,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pertandingan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 20 Mei 2015

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Dengan berbagai potensi dan sumberdaya yang dimilikinya, Indonesia memiliki potensi menjadi pemimpin dunia Islam dimasa mendatang, tentu saja jika kebijakan yang dibuatnya bisa mengatur hubungan antara negara dan agama dengan baik dan mendorong kemajuan bangsa.

Beberapa keunggulan yang dimiliki Indonesia adalah wilayahnya sangat luas, penduduk muslimnya paling besar, kekayaan alamnya beraneka ragam, sampai dengan sistem demokrasinya paling lumayan dibandingkan dengan negara Islam lainnya.

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam

Berbagai negara muslim lainnya sebenarnya juga memiliki potensi, namun banyak hambatan yang harus mereka hadapi sehingga mempersulit posisinya.

“Negara Arab sulit, mereka sendiri sulit mengatur dirinya masing-masing. Kita juga repot, tetapi mereka lebih repot lagi,” kata Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi dalam dialog Islam dan Negara di kantor Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Kamis (28/12).

 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Demikian pula dengan Turki yang pernah menjadi pusat kekhalifahan Islam terakhir di dunia. Meskipun negara Islam yang paling modern, tetapi terdapat faktor psikologi politik yang ditanggungnya.

“Pemimpin dunia Islam harus benar-benar independen dari dunia Barat dan poros peradaban lainnya. Kalau masih subordinat tidak bisa menjadi leader. Sejauh Turki masih memimpikan menjadi bagian dari Eropa, ia tidak pernah menjadi pemimpin dunia Islam,” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Masdar menuturkan semasa menjadi ketua parlemen Erdogan pernah mendrop draf UU tentang perzinaan dengan definisi hubungan seks diluar nikah, namun ditolak oleh Uni Eropa sehingga ia memerintahkan partainya untuk mendrop draf ini.

“Ini persoalan kecil tapi mensimbolkan betapa ia secara kultur subordinate terhadap Eropa. Kalau dunia Islam ingin sejajar dengan poros dunia lain, tidak bisa begitu,” katanya.

Iran menurutnya telah mengalami kemajuan yang luar biasa dan saat ini cukup independent dengan dunia Barat, persoalannya adalah sebagai negara Syiah yang merupakan minoritas muslim sehingga sulit memimpin Islam.

Negara tetangga, Malaysia saat ini sudah cukup maju, tetapi terlalu keci sehingga Indonesialah yang menjadi kandidat yang cukup kuat untuk menjadi pemimpin dunia Islam. “Saya kira Indonesia, kalau bisa mencari jalan yang bijak menyangkut hubungan agama dan negara. Inilah yang harus diperkaya oleh kita semua,” tandasnya.

Islam Indonesia, menurutnya bukan satelit kalau pola nahdliyyin yang digunakan. Yaitu Islam yang berkelindan dengan tradisi lokal sehingga tidak menjadi subordinat dari Islam dimanapun. “Kalau menjadi leader Islam tetapi subordinate kan tidak lucu, harus leading juga,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pahlawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 18 Mei 2015

Beasiswa Santri Berprestasi Akan Dibuka Awal Maret

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Program Beasiswa Santri Berpestasi (PBSB) yang sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu, untuk Tahun 2016 pendaftarannya akan segera dibuka. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Mohsen menegaskan bahwa program ini akan terus dilaksanakan karena selalu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

"PBSB akan tetap dilanjutkan tapi dengan format dan sistem yang berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya jurusan yang disediakan adalah umum dan keagamaan, untuk tahun ini program PBSB dikhususkan untuk jurusan umum, sedangkan jurusan keagamaan (tafaqquh fiddin) akan dibuat dengan format yang berbeda," lanjutnya sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Beasiswa Santri Berprestasi Akan Dibuka Awal Maret (Sumber Gambar : Nu Online)
Beasiswa Santri Berprestasi Akan Dibuka Awal Maret (Sumber Gambar : Nu Online)

Beasiswa Santri Berprestasi Akan Dibuka Awal Maret

Perbedaan lainnya menurut Mohsen adalah sistem pendaftaran dan ujiannya yang memakai sistem online. "Meskipun pendaftarannya online, tapi berkas pendaftar tetap harus dikirim ke Kantor Kementerian Agama Propinsi setempat sebagai acuan untuk memverifikasi data peserta calon peserta seleksi PBSB," terangnya.

Untuk ujian juga akan dilakukan melalui sistem CBT (Computer-Based Test). "Untuk pelaksanaan ujian online ini panitia baru membuat ancang-ancang untuk melaksanakan test berbasis zona, yaitu Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Tapi tidak menutup kemungkinan pelaksanaan ujian akan dilaksanakan di banyak propinsi jika Kanwil Kementerian Agama Propinsi bisa menyediakan komputer dengan jaringan internetnya," terang Doktor yang pernah nyantri di Pesantren Al Khairat Palu ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Karenanya Mohsen meminta agar Kanwil Kementerian Agama Propinsi yang sudah siap dengan sistem CBT dengan segala infrastrukturnya agar bisa konfirmasi ke Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

Pendaftaran akan dibuka selama 20 hari pada awal Maret 2016 melalui website Direktorat PD Pontren di http://ditpdpontren.kemenag.go.id.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Adapun materi yang akan diujikan dalam seleksi PBSB tetap sama, yaitu IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), TBS (Test Bakat Skolastik), Bahasa Inggris dan Kepesantrenan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ubudiyah, Makam, Kiai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 16 Mei 2015

Ketua PCNU Sumenep: Bukan saatnya lagi Bicara Khilafah

Sumenep, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua PCNU Sumenep mengatakan persoalan sistem negara sudah selesai dan tidak perlu diperdebatkan lagi. “Bukan saatnya lagi bicara khilafah,” ungkapnya pada launching BMT NU Cabang Rubaru di Kecamatan Rubaru, Rabu (30/5) malam.

Sekarang umat Islam harus bicara pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Sebab, apapun sistem yang diterapkan jika perekonomian nmasyarakat lemah, Islam tidak akan jaya.

Ketua PCNU Sumenep: Bukan saatnya lagi Bicara Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Sumenep: Bukan saatnya lagi Bicara Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Sumenep: Bukan saatnya lagi Bicara Khilafah

Untuk melakukan pengembangan ekonomi masyarakat butuh alat. “BMT alat perang kita,” ungkapnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara untuk menggerakkan BMT butuh peran serta dan dukungan pengelola institusi pendidikan dan lembaga keagamaan. “Dengan menabung di BMT secara langsung siswa diajarkan untuk hemat,” terangnya.

Ia mengajak kepada seluruh undanganyang hadir yang terdiri dari ulama yang memiliki pesantren dan sekolah untuk mengajak siswa dan santrinya menabung di BMT.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selainitu, menurutnya, pemberdayaan masyarakat butu hsinergi dan kebersamaan antar lembaga.“MWC, lembaga dan banom harus menjalin kebersamaan dalam berjuang,” terangnya.

H. Pandji meminta kepada pengelola BMT untuk tidak tebang pilih dalam menerima dan meminjamkan modal. “Selama untuk usahap roduktif siapa pun boleh meminjam dan menabung,” tegasnya.

Waspadai Pindah Paham?

Sementara itu Manager Baitul Mal wat Tamwil NU Gapura Masyudi mengatakan untuk bertahan hidup butuh dana, biaya hidup menuntut kemapanan ekonomi. Jika perekonomian keluarga lemah sangat mudah untuk digiring dan diajak melakukan apa saja demi untuk mendapatkan uang, termasuk pindah paham dan keyakinan.

“Kefakiran bisa menjatuhkan pada kekafiran,” katanya mengutip sabda Rasulullah.NU sebagai lembaga keagamaan tidak cukup dengan hanya mengajak umat untuk beriman, bertakwa dan menjahui kekufuran. “Yang dapat menyebabkan umat pindah paham karena jeratan ekonomi juga harus diperhatikan,” jelasnya dihadapan para ulama yang hadir.

Menurutnya, warga NU perlu ada yang menggerakkan pemberdayaan masyarakat sehingga warganya bisa hidup tenang dan khusyuk dalam beribadah. “Yang berceramah sudah ada kiai, yang mengajar sudah ada ustadz. Sekarang butuh pemuda yang bisa mengubah keterperosokan ekonomi umat,” ungkapnya.

Hal itulah yang menjadi motivasi Masyhudi pada 2004 menggagas BMT NU di kecamatan Gapura dengan modal Rp. 400 ribu dengan anggota 11 orang. “Alhamdulillah, sekarang sudah 5,7 miliyar dengan anggota 4211 orang,” bebernya.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Fragmen, Halaqoh, RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan