Minggu, 07 Desember 2014

Lewat Pentas PAI, Kemenag Ingin Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) menggelar Pentas Keterampilan dan Seni PAI pada 9-14 Oktober 2017. Penyelenggaraan Pentas PAI yang ke-8 ini mengambil tempat di Provinsi Aceh dengan mengangkat tema Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan. 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyatakan, tema yang diangkat kali dalam Pentas PAI menunjukkan bahwa identitas keberagaman bangsa Indonesia harus terus dijaga dengan memupuk paham keagamaan yang menghargai terhadap sesama.

Lewat Pentas PAI, Kemenag Ingin Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Pentas PAI, Kemenag Ingin Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Pentas PAI, Kemenag Ingin Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

“Karena dengan beragama yang kuat, manusia bisa merawat keberagaman,” ujar Kamaruddin dalam jumpa pers, Jumat (6/10) di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini mengharapkan, sejumlah cabang keterampilan dan seni yang dilombakan dalam Pentas PAI mampu memperkuat sisi spiritual sekaligus sisi sosial anak didik.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Imam Safei menerangkan, merawat keberagaman dan memantapkan keberagamaan anak didik adalah tanggung jawab bersama. Hal ini berangkat dari kesadaran menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Semakin mantap dan tinggi kualitas keagamaan, maka akan terwujud kehidupan harmonis dalam masyarakat yang majemuk,” jelas Imam Safei dalam kesempatan yang sama.

Pentas PAI ini akan diikuti oleh sekitar 1.200 siswa yang berasal dari SD, SMP, SMA, dan SMK dari 34 provinsi yang akan berkompetisi merebutkan prestasi tertinggi di bidang Pendidikan Agama Islam.

Kegiatan yang akan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini melombakan sejumlah bidang yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI, Lomba Kaligrafi Islam, Lomba Nasyid, Lomba Debat PAI, dan Lomba Kreasi Busana. (Fathoni)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren, Pendidikan, Quote Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 05 Desember 2014

Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi

Idul Adha atau Hari Raya Kurban telah berlalu. Namun, hari besar kedua umat Islam tersebut selalu menyisakan cerita menarik sekaligus menggelitik.

Suatu ketika, Kiai Jakfar memberikan khutbah Idul Adha di sebuah kampung yang penduduknya sebagian besar penduduk abangan dan Islam KTP.

Di tengah-tengah khutbah, Kiai Jakfar berkata: “Jadi, dalam beragama dan menjalankan agama itu kita harus siap berkurban, apapun itu.”

Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi

Kemudian dia melanjutkan: “Agama mengajarkan, Al-Muahafadzah alal qadhimissholih wal akhdzu bil jadidil ashlah yang artinya memelihara yang lama yang lebih baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik.”

Saat khutbah selesai, para jamaah pun bergegas kembali ke rumah masing-masing. Namun di tengah keriuhan jamaah keluar masjid, banyak yang kebingungan mencari-cari sandalnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Sepertinya banyak jamaah yang langsung mengamalkan khutbah kiai nih,” ujar Parmin mendatangi Kiai Jakfar.

Kiai Jakfar pun tak mau kehilangan momen untuk memberikan ceramah singkat: “Saudara-saudaraku, jangan bersedih hati, ini hari raya kurban, jadi kita harus berkurban meskipun itu berupa sandal.” (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan RMI NU, AlaSantri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan