Kamis, 31 Januari 2013

Tutup Kursus Singkat Tasawuf, Al-Tsaqafah Buka Pengajian Peradaban

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pesantren Al-Tsaqafah asuhan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, acap disapa Kang Said, menyelenggarakan Pengajian Peradaban secara perdana, Sabtu (21/12). Bertajuk “Tasawuf sebagai Unsur Terpenting dalam Membangun Peradaban”, pengajian ini menutup rangkaian kursus singkat tasawuf dua hari sebelumnya, Kamis-Jumat ? (19-20/12).

Tutup Kursus Singkat Tasawuf, Al-Tsaqafah Buka Pengajian Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Kursus Singkat Tasawuf, Al-Tsaqafah Buka Pengajian Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Kursus Singkat Tasawuf, Al-Tsaqafah Buka Pengajian Peradaban

Pengajian ini diharapkan berkontribusi dalam membangun karakter spiritual manusia agar tidak terjerumus pada budaya materialistik akut. Pengajian yang langsung diasih Kang Said, rencananya, diadakan rutin tiga bulan sekali, kata Ketua Panitia kursus singkat tasawuf Ashif Shofiyullah di pesantren Al-Tsaqafah, Cipedak Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12).

Sementara Ketua Pesantren Al-Tsaqafah H Idris Saleh menyatakan, tasawuf satu pilar terpenting dalam peradaban Islam sejak dulu hingga kini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Ibnu Kholdun dalam Muqaddimahnya mengungkapkan, peradaban umat Islam dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan. Berbagai disiplin ilmu menjadi fokus perhatian kaum muslimin. Salah satunya ilmu tasawuf,” ujar H Idris yang lulusan Universitas Dakwah Islam Tripoli Libya dalam sambutan pengajian.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Al-Tsaqfah mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum. Perhatian utama Al-Tsaqafah dalam hal itu adalah peningkatan keterampilan santri dalam mengaji teks-teks pengetahuan, baik membaca, memahami, maupun menghafal teks.

Di podium, Kang Said menjelaskan tasawuf sebagai dimensi interaksi manusia, baik sesama manusia maupun manusia dan Sang Pencipta. Jembatannya bernama akhlak yang mampu membentuk manusia menjadi makhluk yang beradab dan berbudaya.

“Akhlak berdimensi pembangunan peradaban manusia. Dari sini tumbuh adab dan budaya yang merupakan pembeda antara manusia dan binatang sehingga manusia diberi tanggung jawab membangun peradaban dunia oleh Allah SWT,” terang Kang Said.

Tasawuf, lanjut Kang Said di hadapan ratusan jamaah, menekankan aspek spiritual manusia. Disiplin ilmu ini mengajak manusia untuk membebaskan diri dari penghambaan materi dan pembebasan dari ketergantungan pada makhluk.

Singkatnya tasawuf itu mencari kebenaran sejati dan menjauhi kepalsuan duniawi, tegas Kiai Said yang lulusan Ummul Quro Mekah.

Pengajian peradaban perdana ini diisi pula dengan pementasan seni oleh para santri Al-Tsaqafah seperti Tari Indang, Tari Sirih Kuning, Pencak Silat, dan selawat Rasul yang diiringi gesekan biola. (Muhammad Sofwan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pondok Pesantren, Syariah, Pendidikan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 30 Januari 2013

Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU bersama Panitia Munas dan Konbes NU 2014, Senin (18/8) menyepakati Munas dan Konbes NU dilaksanakan pada 30-31 Agustus 2014 mendatang di Pondok Pesantren Al-Hikam II Depok pimpinan KH Hasyim Muzadi.

Sebelumnya Munas dan Konbes direncanakan akan dilaksanakan pada 22 Agustus di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur. Pihak pesantren Al-Hamid tidak memungkinkan untuk menjadi tuan rumah karena kegiatan belajar-mengajar sudah dimulai.

Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas Digelar di Al-Hikam Depok, 30-31 Agustus 2014

“Kami mohon maaf dengan sangat, Pondok Pesantren Al-Hamid tidak memungkinkan ditempati acara Munas dan Konbes NU 2014 dikarenakan bersamaan dengan telah aktifnya semua kegiatan ta’lim wattaallum,” demikian Pengasuh Pesantren Al-Hamid, KH Lukman Hakim Hamid, dalam surat tertulis yang dibacakan dalam rapat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Munas dan Konbes NU 2014 di Al-Hamid sedianya diselenggarakan pada 13-15 Juni 2014 namun ditunda hingga pemilihan umum presiden (Pilpres) selesai.

Rapat gabungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruang rapat PBNU lantai 5 menyepakati Munas dan Konbes dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikam. Usulan pemindahan tempat disampaikan oleh Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlawi melalui Ketua Panitia Munas dan Konbes yang juga salah satu Ketua PBNU, Arvin Hakim Thoha.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengasuh Pesantren Al-Hikam yang juga Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan pihaknya siap menjadi tuan rumah namun meminta kelonggaran waktu untuk mempersiapkan semuanya, sehingga Munas dan Konbes mundur dari tanggal 22-24 Agustus menjadi tanggal 30-31 Agustus.

Sebelumnya ada opsi Munas dan Konbes diselenggarakan pada waktu yang ditentukan, tanggal 22-24 Agustus 2014 di kantor PBNU. Namun karena ruang rapat utama PBNU tidak pas untuk menyelenggarakan kegiatan berskala nasional yang dihadiri perwakilan PWNU dari 33 provinsi dan para kiai serta mustasyar NU dari berbagai pondok pesantren. Selain itu, Munas dan Konbes NU memang selalu diselenggarakan di pondok pesantren, sehingga usulan pemindahan tempat ke Al-Hikam langsung diterima. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 09 Januari 2013

IPNU-IPPNU Tasik Perkuat Kaderisasi di Wilayah Tasela

Tasikmalaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kaderisasi dengan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di bagian wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela) yang kali ini di Kecamatan Bojongasih bertempat di Pondok pesantren Miftahul Huda Bojongkoneng, Kecamatan Bojongasih, Tasikmalaya, Sabtu-Ahad, (10-11/1) lalu.

Kegiatan ini diikuti oleh sekolah dan pesantren di wilayah Bojongasih. Kemudian berlanjut dengan pelatihan dasar jurnalistik dan Konferensi Anak Cabang Kecamatan Bojongasih,yang menghasilkan kepengurusan baru PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Bojongasih dengan Mufti, Ketua IPNU dan Ai Masruroh Ketua IPPNU terpilih.

IPNU-IPPNU Tasik Perkuat Kaderisasi di Wilayah Tasela (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tasik Perkuat Kaderisasi di Wilayah Tasela (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tasik Perkuat Kaderisasi di Wilayah Tasela

Menurut Husni Mubarok, ketua panitia yang juga Koordinator zona 6 (wilayah Tasik Selatan) bidang kaderisasi PC IPNU Tasikmalaya menegaskan, acara ini selain untuk kaderisasi di wilayah Tasela (Tasik Selatan) dan melakukan pemilihan kepengurusan baru, juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas para kader IPNU-IPPNU di bidang jurnalistik.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Karena peran media saat ini sangat penting dalam mewarnai masyarakat dan pelajar untuk memberikan informasi yang baik dan benar,” ujarnya.

Sementara itu, Kiai Enjang, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bojongasih berharap kepada Kepengurusan baru PAC IPNU IPPNU Kecamatan Bojongasih untuk lebih maksimal dalam bekerja dan bisa bersinergi dengan MWCNU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Hal ini dalam rangka membangun dan memajukan Kecamatan Bojongasih, dan bisa memberikan warna positif bagi para pelajar,” ucapnya. (Husni/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sejarah, Syariah, Doa Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan