Selasa, 25 Desember 2012

Cinta Tanah Air, KMNU Malaysia Tadabbur Alam di Mahameru

Malang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Cinta tanah air bagian dari iman (Hubbul wathan minal iman). Itulah salah satu dasar dan alasan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama International Islamic University Malaysia (KMNU IIUM) menggelar program pendakian bertajuk “Ekspedisi Semeru KMNU IIUM 2015”.

Koordinator Tim Ekspedisi Ahmad Bayuni mengatakan, program tersebut merupakan program unggulan KMNU Malaysia tahun 2015. Dalam rilis yang diterima Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, program ini telah dirancang sejak tiga bulan silam. “Tim kami telah mempersiapkan segala kebutuhan pendakian. Mulai dari alat perlengkapan hingga logistik. Juga fisik yang sehat dan prima,” kata Bayuni.

Cinta Tanah Air, KMNU Malaysia Tadabbur Alam di Mahameru (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Tanah Air, KMNU Malaysia Tadabbur Alam di Mahameru (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Tanah Air, KMNU Malaysia Tadabbur Alam di Mahameru

Para anggota Tim Ekspedisi Semeru KMNU IIUM kali ini, lanjut Bayuni, berjumlah 23 pendaki, terdiri dari 15 mahasiswa dan 8 mahasiswi. Mereka memulai aktivitas dengan berkumpul di stasiun kereta api Malang. Lalu melanjutkan perjalanan menggunakan angkot menuju pasar Tumpang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Mereka lalu mengikuti tes kesehatan di Puskesmas Tumpang untuk mendapatkan surat keterangan sehat. “Ini salah satu syarat wajib bagi pendaki sebelum naik gunung,” ungkapnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Penasehat KMNU IIUM Haris Alfian menuturkan, setelah bermalam di rumah warga, keesokan harinya Tim Ekspedisi melanjutkan perjalanan menuju Ranu Pane menggunakan Jeep. Mereka lalu mendaftar dan di-briefing petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tentang tata cara dan peraturan pendakian.

“Lalu, Tim Ekspedisi mulai bergerak melewati bukit-bukit yang curam dan terjal. Setelah sekitar 5 jam, kami sampai di danau Ranu Kumbolo. Air danau tersebut dianggap suci oleh masyarakat Tengger. Dari situ lah keindahan alam gunung Semeru mulai nampak,” kata Haris.

Bagi Shofiatina, salah satu tim pendaki putri, pendakian ini tidak hanya having fun semata. Akan tetapi, kami di sini bisa tadabbur alam dengan menikmati dan merasakan langsung betapa besar dan indahnya ciptaan Tuhan. Kegiatan ini sekaligus bisa memantapkan rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air,” ujar Shofi.

Tim Ekspedisi, kata Haris, mengarungi padang safana yang ditumbuhi bunga Edelweis hingga sampai di Kalimati, tempat peristirahatan para pendaki. Saat tepat pukul 00.00 WIB, tim bersiap menggapai puncak tertinggi pulau Jawa itu. Setelah membaca tahlil dan doa bersama, tim mulai bergerak menyusuri perbukitan terjal.

Setelah melewati Arcopodo, dijumpai sebuah gundukan pasir yang tinggi besar menjulang. Sekitar pukul 5 pagi, tim berhasil menginjakkan kaki di Puncak Mahameru dengan ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut (MDPL). “Kami langsung sujud syukur atas segala ciptaan dan nikmat Allah ini,” ujarnya.

Menurut Haris Alfian, kegiatan ini merupakan pertama kali menjejakkan kaki di puncak tertinggi Jawa. Sungguh luar biasa bagi kawan-kawan KMNU. Insya Allah, tahun depan kami akan melanjutkan tadabbur alam ke Gunung Rinjani Lombok, NTB,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah)

? Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Aswaja, Kajian, Khutbah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 05 Desember 2012

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia

Pati, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar keempat sedunia dengan 245 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk yang besar setelah China (1,4 miliar jiwa), India (700 juta jiwa), dan Amerika (350 juta jiwa), penduduk negara ini berpotensi menuai banyak perbedaan, utamanya dari berbagai sektor baik etnis, budaya, bahasa dan agama.

Sebab jumlah penduduk yang besar sama artinya menimbulkan intrik perbedaan yang tidak kalah kecil. Hal itu menjadi pokok perbincangan Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI dalam Suluk Maleman bertajuk Bhinneka Tunggale Ilang; Meruwat Perbedaan Merawat Nusantara di Rumah Adab Indonesia Mulia, Jalan Diponegoro 94 Pati, Sabtu (21/03/15) malam.

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia

Perbedaan, katanya, adalah sunnatullah. “Kita harus pandai-pandai menyikapi perbedaan. Jangan sampai berobsesi untuk menyeragamkan perbedaan. Sebab itu melanggar sunnatullah,” jelasnya kepada ratusan hadirin.

Putra tokoh NU KH Saifuddin Zuhri ini menekankan perbedaan sudah jelas tercantum dalam nashsuuba waqabaila”, Tuhan menciptakan manusia bersuku dan berbangsa-bangsa.

Di ayat lain, Tuhan bisa saja menjadikan umat manusia, ummatan wahidah, makhluk homogen. Tetapi maksud mulia dari Allah ialah agar umat manusia fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Wakil Ketua MPR RI 2009-2014 itu menambahkan, perbedaan perlu diunduh hikmahnya. “Agar satu sama lain mengisi, melengkapi, dan saling menyempurnakan,” lanjutnya.

Untuk menyikapi perbedaan ditempuh dengan kearifan dan kebijaksaan. Sebab perbedaan itu indah asal bisa mengambil sisi-sisi positif. “Salah satu cara merajut perbedaan yang dilakukan para pendahulu ialah dengan nilai-nilai agama,” imbuh lelaki 52 tahun ini.

Dalam memahami nilai-nilai agama perlu ilmu pengetahuan dan wawasan luas. Dengan pengetahuan yang luas harapannya dalam memandang tidak mudah menyalahkan.

Politisi PPP itu menyontohkan angka 4 ialah hasil penambahan 2+2. Sehingga tak boleh menyalahkan orang yang bilang itu hasil dari 2 x 2, 10 - 6 maupun 100 - 96. Hal itu menurutnya sejalan dengan orang menjalani syariat dan tasawuf.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Orang setaraf syariat, sebut dia, dalam beribadah berorientasi pada pahala dan takut kepada neraka. Sehingga posisinya abid, hamba dan ma’bud, Tuhan berbeda. Sedangkan pelaku tasawuf antara manusia, asyiq dan masyhuq, Tuhan, setara.?

Kedua pelaku jalan menuju Tuhan itu mempunyai cara berbeda untuk menuju sang Khaliq namun dengan cara berbeda. Sehingga keduanya perlu disatukan agar mencapai kesempuraan.

Memanusiakan Manusia

Beragama, tegas Lukman, ialah untuk memanusiakan manusia. Karena tujuannya sama meski dengan jalan agama yang berbeda-beda: Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Hal itu sejalan dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Wali Songo, paparnya, dalam menebar Islam di Nusantara tidak dengan pertumpahan darah tetapi dengan kearifan tanpa mengubah tradisi yang berlangsung di Jawa.

Karenanya bangsa dengan penduduk besar juga berpotensi besar terpecah belah. “Solusinya dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta soliditas sebagai bangsa serta menghadapi beragam masalah dengan kearifan,” ungkap Lukman Hakim.

Kepada Anis Sholeh Baasyin, penggagas Suluk Maleman memberikan apresiasi sebab kegiatan merupakan upaya untuk mengedukasi generasi muda sebagai modal untuk menghadapi globalisasi agar keutuhan bangsa senantiasa terawat dengan baik. ?

Hadir juga dalam kesempatan itu Lily Wahid (Mantan Anggota DPR RI), Agus Sunyoto (sejarawan), KH Abdul Ghofur Maimoen (tokoh agama) serta Ilyas (akademisi). Juga dimeriahkan penampilan Sampak Gusuran pimpinan Anis Sholeh Baasyin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 01 Desember 2012

Satkornas Banser: Jangan Berhenti Kawal Kebhinekaan

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan -

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Anton Charliyan memberikan penghargaan Police Honorary Award kepada PW GP Ansor setempat sehubungan penilaian obyektif sebagai organisasi penebar perdamaian. Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni mengapresiasi prestasi membanggakan itu.

"Tapi yang perlu kita catat bersama, prestasi tersebut bukan tujuan, sehingga harus dimaknai bagian dari proses yang terus menerus harus diperjuangkan. Kader Ansor dan Banser jangan pernah berhenti memperjuangkan perdamaian dalam kebhinekaan," ujar Alfa, di Jakarta, Senin (7/11).

Satkornas Banser: Jangan Berhenti Kawal Kebhinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkornas Banser: Jangan Berhenti Kawal Kebhinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkornas Banser: Jangan Berhenti Kawal Kebhinekaan

Kasatkornas Banser itu meminta, prestasi tersebut selalu dijadikan penyemangat untuk menjaga dan mengisi pembangunan bangsa Indonesia.

"Selaku Kasatkornas saya mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi itu. Penghargaan tersebut adalah bukti nyata dan konkret GP Ansor dan Banser di Sulsel berkomitmen dalam menjaga kebhinekaan dan kedamaian di daerah itu, bukan hanya sekedar jargon," kata dia lagi.

Kasatkornas Banser tersebut selanjutnya mengajak seluruh pihak dan kader untuk mengimplementasikan kedamaian dan menjaga eksistensi bangsa dalam kerangka NKRI.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Police Honorary Award diberikan bagi para tokoh masyarakat dan organisai massa dan kepemudaan yang selama ini memberikan dedikasi demi terciptanya perdamaian.

Sehingga diberikan penghormatan Khusus oleh Kapolda sebelum penyerahan piagam perhargaan itu. (Gatot Arifianto)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 18 November 2012

Kembali ke Khittah Indonesia 1945

I. Posisi dan Sikap NU

NU merupakana bagian tak terpisahkan dari ? bangsa Indonesia dengan segala macam tata-nilai dan segenap persoalannya. Bila Indonesia dalam bahaya NU juga ikut terancam, bila Indonesia aman NU juga merasa aman. Bila Indonesia berdaulat dan bermartabat. Nu juga ikut berdaulat dan memiliki martabat. Saat ini bangsa Indonesia sedang ? bersusah payah menyelesaian berbagai persoalan yang timbul akibat Reformasi yang dilakukan. Reformasi sebuah tonggak unuk melakukan perbaikan secara menyeluruh dalam kehidupan sosial; ekonomi, politik dan kenegaraan. Gerakan itu dimulai dengan melakukan amandemen terhadap UUD 1945. Sejak awal NU sangat peduli terhadap hal ini, ikut mendorong tetapi dengan bersikap hati-hati.

Kembali ke Khittah Indonesia 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembali ke Khittah Indonesia 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembali ke Khittah Indonesia 1945

Amandemen yang merupakan bagian penting dalam Reformasi itu terbukti telah membawa kemajauan yang berarti, kehidupan makin demokratis, hilangnya berbagai tindakan represi, kebebasan berorganisasi, kebebasan melakukan pendidikan dan dakwah serta kebebasan berpolitik. Tetapi langkah itu juga membawa akibat buruk yang tidak dikehendaki. Ketika amandemen dilakukan dengan tergesa-gesa, maka dalam amandemen tersebut banyak terjadi ? ketidakcermatan bahkan terjadi banyak kesalahan, sehingga akibatnya melahirkan UUD yang merugikan rakyat dan membahayakan ? kedaulatan nasional.?

Sebagai salah satu elemen bangsa ini NU ikut prihatin dengan masalah bangsa ini, karena NU berusaha mencari jalan keluar dengan menawarkan konsep dasar ketatanegaraan serta ? mengambil beberapa langkah stratgis yang perlu dilakukan ? dalam menghadapi ? amandemen UUD 1945 ini. Mengingat pentingya persoalan ini Maka dalam Munas-Konbes NU di Cirebon 2012 ini, NU mengusulkan agar Bangsa ini Kembali ke Khitah Indonesia 1945, untuk menggali semangatnya, menegaskan jati dirinya, memulihkan kedaulatannya, menegakkan kebesarannya serta mengembangkan perannya dalam menciptakan keadilan dan perdamaiaan dunia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

II. Keadaan Indonesia Saat ini

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Amendemen UUD 1945 yang semula dicita-citakan keseluruhan bangsa ini untuk memperbaiki kehidupan disegala bidang, tetapi kemudian terjadi penyimpangan di tengah jalan. Amandemen yang berada di tangan rakyat itu diambil alih oleh sekelompok elite yang mewakili kepentingan ? kapitalisme global yang berideologi liberal. Langkah awal amandemen ? yang diambil kelompok ini adalah melakukan liberalisasi di bidang politik, liberalisasi di bidang ekonomi, liberalisasi di bidang sosial dan liberalisasi di bidang kebudyaan termasuk liberalisasi dalam bidang agama. Liberalisasi ini digunakan untuk mempersiapkan beroperasinya kapitaliasme di negeri ini.?

Pertama, dalam bidang politik kenegaraan diberlakukannya otonomi yang pelaksanaannya melampaui batas telah mengarahkan negeri ini pada sistem federa. Sementara dalam negara kepulauan yang terpisah-pisah ini sistem yang paling tepat adalah bentuk negara kesatuan. Sistem federal terlalu longgar yang rawan ? terjadinya disitegrasi yang mengarah pada separatisme. Hal ini sesuai dengan kaidah fikih: al amru idzattasaa dloqo (Suatu masalah bila longgar maka harus diperketat pengelolaanya). Negaraa seluas ini dan selonggar ini haya bisas dikelola dengan sistem kesatuan yang terpusat.

Kedua, liberalisasi dalam bidang politik dilaksnakan dalam bentuk pemilihan pimpinan daerah langsung di segala tingkatan terbukti banyak menelan beaya, baik biaya ekonomi yang sangat mahal, juga menelan beaya sosial yang tinggi karena menyulut terjadinya konflik sosial di mana-mana. Bahkan hal itu uga menyulut konflik keluarga sehingga meningkatkan angka perceraian. Selain itu juga harus dibayar secara politik dengan harga mahal, yang ditandai ? dengan terjadinya pertikaian terbuka antar partai dan internal partai politik.?

Ketiga, liberalisasi dalam bidang ekonomi terjadinya penguasaan sektor strategis oleh pihak swasta terutama swasta asing yang ini sangat ? merugikan eksistensi bangsa dan sangat menyengsarakan rakyat. Penguasan sektor strategis oleh asing ini mengakibatkan negara tidak mampu membeayai beroperasinya pemerintahan dan pembangunan nasional serta menjamin kesejahteraan rakyat. Banyak pabrik tutup atau kekuarangan pasokan bahan, karena bahan industri baikeneggi maupun bahan mentah lainnya dilarikan keluar negeri. Penguasaan 85 persen perbangkan oleh asing mengakibatkan Bank Indonesia sebagai bank sentral kehilangan otoritasnya dibidang moneter. Padahal otoritas di bidang ini sangat mencerminkan adanya kedaulatana negara.?

Keempat, liberalisasi dalam bidang sosial terjadi bersamaan dengan liberalisasi politik yang ditandai dengan hilangnya rasa tanggung jawab sosial dan semangat pengabdian pada masyarakat. Kehidupan yang komunal diganti kehidupan individual yang tidak lagi memiliki solidaritas sosial. Semua relasi sossial yang dahulu didasari atas pengabdian dan kasih sayang kemudia dimaterialkan yang hanya diikat oleh transaksi yang bersifat materi. Tali persaudaraan dihilangkan transaksi dikedepankan. Rapuhnya ikatan sosial ini menjadikan mudahnya terjadi disitegrasi sosial, ketika individualisme telah mewarnai kehidupan sosial.

Kelima, dalam bidang kebudyaan, masyarakat yang hidup gotong royong berubah menjadi masyarakat terbuka dan kompetitif. Kelompok satu melihat kelompok lain bukan sebagai mitra tetapi sebagai pesaing bahkan lawan.

Berbagai pasal yang menegaskan aspirasi rakyat dan menjaga keutuhan bangsa dan negara diganti dengan pasa-pasal yang menguntungkan perusahaan asing di bawah bendera ? kapitalaisme global. Disyahkannya UU Sumber daya air, UU Migas, UU Minerba, UU perdesaan, UU Pangan dan lain sebagainya merupakan seperangkat hukum yang ? dikukuhkan untuk melindungi pemilik modal. Tanpa memberi jaminan pada rakyat dan bangsa Indonesia. Akibatnya keseluruhan aset strategis nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945 dikuasai oleh perusahaan asing, sehingga negara kehilangan kedaulatan, tidak hanya dalam penguasaan keuangan, energi dan pangan, tetapi juga kehilangan kedaulatan dalam bidang politik dalam menentukan arah dan kebijakan negara.

Akibat dari keseluruhan itu waluapun ekonomi makro tumbuh, tetapi berbanding berbalik dengan kesejahteraan rakyat, yang semakin terpuruk akibat tertutupnya sektor usaha kecil dan menengah ketika tidak bisa bersaing dengan perusahaan besar yang melindas habis seluruh usaha nasional. ? Daya beli rakyat semakin menurun, bersamaan dengan merosotnya usaha mereka. Ditutupnya berbagai perusahaan nasional juga mengakibatkan meningkatnya pengangguran. Bantuan tunai langsung yang merupakan formula kapitalisme yang menjadikan rakyat sebagai golongan tuna karya yang perlu disantuni, menjadikan rakyat semakin dikukuhkan kemiskinannya. Padahal hanya dengan membuka lapangan kerja dan usaha mandiri rakyat bisa hidup sejahtera.

Keresahan dan penderintaan rakyat terjadi di semua tingkatan akibat ketidakpastian mereka menghadapi masa depan. Harga diri bangsa ini juga semakin hari selamkin merosot ketika bangsa lain dengan bebasnya mengambil aset-aset terpenting di negari ini, sehingga kekayaan alam dan kekayaan sosial serta intelektual yang ada tidak bisa dikonversi menjadi kekayaan nasional yang menjadi modal bagi penciptaan kesejahteraan sosial serta rasa percaya diri bangsa.

Sebagai akibatnya negari ini tidak memperoleh penghormatan yang semestinya di hadapan bangsa lain. Kehidupan sosial politik diwarnai dengan berbagai konflik, saling memfitnah dan saling membuka aib masing-masing dihadapan bangsa lain. Sehingga bangsa ini ? semakin tertinggal oleh bangsa lain dan mengalami kemerosotan hingga titik nadir.

III. Menimba Pengalaman NU

Sebagi bagian dari Bangsa ini NU merasa prihatin terhadap keadaan ini, sudah sewajarnya kalau NU ingin meberikan sumbangan pemikiran, dan mengajukana beberapa langkah konkret. Kebetulan NU pernah memiliki pengamanan dalam mengatasi berbagai krisis dan ketegangan serta kemerosotan. Ketika NU mengaklami krisis dan kemerosotan pada dasawaersa 1970-an maka pada awal 1984 NU menemukan solusi yaitu kembali ke spirit NU 1926, maka kemudian dicanangkan agenda Kembali ke Khittah 1926. Walaupun pada awalnya banayak yanag menentang karena dianggap langkah mundur, tetapi kemudian terbukti ? bahwa langkah NU kembali ke Khittah itu telah meberi inspirasi baru untuk kebangkitan NU sebagai tonggak dalam menentukan langkah ke depan.

Tidak sampai sepuruh tahun, bahkan hanya beberapa tahun saja kebijakan itu telah mengubah sikap NU dan dengan demikian pula telah mengubah citra NU, sebagai organisai yang lamban, konservatif dan sebagainya, menjadi organisasi yang sangat dinamis, progresif dalam pemikiran serta langkah dan tindakan. Akhirnya NU tampil sebagai ormas yang utuh, kopak dan besar, pengaruhnya melebihi ormas yang ada bahkan pengaruh politiknya lebih besar dari partai politik yang ada saat itu. Dengan posisi seperti itu ? NU memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menjaga keutuhan ? bangsa ini, pada saat bangsa ini menghadapi krisis sangat mendalam.

Dengan pengalaman itu NU mendesak pada bangsa ini agar Kembali Ke Khitah Bangsa Indonesia 1945, yang merupakan kembali ke jati diri bangsa ini yang diwarnai dengan semangat kemerdekaan, menciptakan keadilan dan kesejahteraan serta membangun kedaulatan nasional yang lepas dari segala macam bentuk penjajahan. Kembali ke Khitah Indonesia 1945 berarti kembali ke semangat Proklamasi, nilai-nilai Pancasila, ? semangat Pembukaan Undang-Undang ? Dasar, serta kembali pada nilai luhur UUD 1945, yang berdasarkan pada nilai ketuhanan, kemusiaan, persatuan, kekeluargaan, permusyawaratan serta perjuangan keadilan.

IV. Arah Kembali ke Khitah Indonesia 1945

Kembali ke Khittah 1945 ini tidak berarti menolak segala bentuk perubahan terhadap UUD 1945. Demikian juga tidak mensakralkan hasil amandemen yang sudah dilakukan. Sesuai dengan amanat pasal 37 ? UUD itu perlu disempurnakan. Dalam rangka penyempurnaan itu maka ? Amandemen Kelima yang direncanakan haruslah berani melakukan amendemen atau review terhadap hasil amandemen yang telah dilkukan yang jelas-jelas merugikan kepentingan rakyat dan bangsa serta merendahkan kedaulataan negara Republik Indonesia.?

Khitah Indonesai 1945 merupakan keseluruhan cita-cita bangsa ini yang berproses sejak zaman Kebangkitan Nasional yang kemudia dirumuskan menjadi dasar Negara Pancasila, dicetuskan melalui Proklamasi Kemerdekaan, dirumuskan menjadi Pembukaan UUD serta dirinci ke dalam batang tubuh UUD 1945 secara tuntas dan menyeluruh. Dengan demikian Penyempurnaan UUD 1945 haruslah:

Pertama : dilaksanakan dengan penuh ketelitian dan kecermatan.

Kedua : haruslah sesuai dengan Pancasila sebagai dasar dan Ideologi negara,

Ketiga : harus sesuai dengan semangat Proklamasi.

Keempat : haruslah sejalan dengan amanah Mukadimah UUD 1945.

Kelima : mempertimbangkan aspirasi, tatanilai dan tradisi bangsa ini.

Karena itu dalam konteks kembali ke Khittah Indonesia 1945 ini NU berusaha kembali ? menegaskan Pancasila sebagai ideologi negara, barang siapa mengganggu atau menentangnya ? harus segera dicegah, karena ini musuh negatra. NU juga mendesak agar dalam UUD itu ada pasal yang menegaskan bahwa Mukadimah UUD 1945 yang telah ada itu sama sekali tidak boleh di ubah atau amandemen, karena Mukadimah tersebut menjadi pedoman yang memuat filososi serta arah perjuangan bangsa ini.?

V. Penutup

Usulan NU pada bangsa Indonesia agar Kembali Ke Khitah Indonesia 1945 ini semata ditujukan untuk membangun bangsa ini sebagaimana cita-cita dan semangat awalnya, yaitu semangat 1945 yang murni dan ikhlas untuk membentuk suatu negara Indonesia yang merdeka, berdaulat menuju masyarakat yang adil dan makmur dengan segala daya upaya yang dilakukan untuk mencapai cita-cita tersebut.

Langkah kembali ke Khitah Indonesia ini merupakan sebuah perjuangan besar dan berjangka panjang. Untuk mewujudkan agenda ini diperlukan adanya ? cita-cita yang tinggi serta nafas perjuangan yang panjang agar bisa mengemban amanah ini. Sebagai organisasi pengusul NU akan selalu mengawal cita-cita besar ini bersama dengan elemen bangsa yang lain yang sejalan dengan cita-cita besar ini. Semoga Allah meridloinya dan rakyat mendukungnya. Amin.

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian, Nahdlatul Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 14 November 2012

PCNU Pamekasan Keluarkan Tujuh Pernyataan Sikap

Pamekasan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan di Jalan R Abd Aziz Pamekasan, Jawa Timur, kedatangan banyak wartawan cetak, televisi, dan online, Rabu (2/2). Mereka sedang meliput rilis pernyataan sikap PCNU Pamekasan terkait perkembangan yang saat ini terjadi di internal NU.

Terdapat tujuh pernyataan sikap tertulis PCNU Pamekasan yang dibacakan langsung oleh Wakil Rais PCNU Pamekasan KH Wahdi Musyaffa. Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh Rois Syuriah KH Abd Mannan Fadholi, Katib K Abd Bari, Ketua Tanfidziyah KH Taufiq Hasyim, dan Sekretaris Abd Rahman Abbas.

PCNU Pamekasan Keluarkan Tujuh Pernyataan Sikap (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pamekasan Keluarkan Tujuh Pernyataan Sikap (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pamekasan Keluarkan Tujuh Pernyataan Sikap

"Pertama, KH Maruf Amin adalah Rais Aam PBNU juga sebagai Ketua Umum MUI yang harus dijaga, dihormati, ditaati juga ditadzimi oleh puluhan juta umat NU baik di seluruh pesantren maupun di tataran masyarakat bawah (grass root) dalam jamiyah NU," terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kedua, dalam sidang kasus penistaan terhadap agama Islam dengan terdakwa Basuki Tjahja Purnama (Ahok), KH Maruf Amin dihadirkan ke persidangan untuk memberikan keterangan ahli (vide: Pasal 184 (1) jo pasal 186 KUHP) bukan sebagai pelapor.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Ketiga, keterangan yang diberikan oleh KH Maruf Amin, berdasarkan pengamatan kami PCNU Pamekasan sudah selaras dengan kompetensi maupun kapasitasnya sebagai ahli agama Islam, baik sebagai fuqaha, Rais Aam PBNU maupun sebagai Ketua Umum MUI," paparnya.

Keempat, tambah Kiai Wahdi, PCNU Pamekasan menyesalkan sikap, perilaku maupun kata-kata dari terdakwa Ahok maupun tim pengacaranya dengan dalih menolak keterangan KH Maruf Amin sebagai ahli justru memelintir/memutarbalikkan fakta, dan seolah-olah menempatkan KH Maruf Amin sebagai terdakwa.

"Bahkan, beberapa pernyataan maupun tuduhan serta kata-kata kasar yang ditujukan kepada KH Maruf Amin lebih merupakan sikap sikap yang menyerang terhadap pribadi KH Maruf Amin daripada mematahkan argumen yang terkait dengan keahlian beliau," tegasnya.

Kelima, PCNU Pamekasan tidak akan tinggal diam, dan dengan ini menyatakan siap mendampingi serta membela KH Maruf Amin sebagai pimpinan tertinggi PBNU secara lahir maupun batin dalam koridor hukum dan menyerukan kepada seluruh Banom PCNU Pamekasan, kepada seluruh MWCNU serta PRNU se-Pamekasan dengan satu komando sambil lalu memperbanyak istighatsah dan permohonan kepada Allah serta pembacaan Hizbun Nashor.

"Keenam, PCNU Pamekasan meminta agar PBNU mengambil langkah tegas sesuai hukum yang berlaku untuk mewaspadai setiap manuver-manuver yang dilakukan oleh pihak Ahok yang cenderung merugikan kepada NU baik secara personal maupun kelembagaan, sekaligus memohon agar PBNU memproses secara hukum sekalipun Ahok telah menyatakan permohonan maaf," tegasnya.

Terakhir, tambah Kiai Wahdi, PCNU Pamekasan memohon kepada PBNU untuk segera memberikan instruksi PWNU dan PCNU se-Indonesia tentang sikap yang akan dilakukan oleh PWNU dan PCNU terkait pernyataan ahok dan tim pengacaranya terhadap perlakuan kepada KH Maruf Amin selaku Rais Aam PBNU sekaligus sebagai Ketua Umum MUI. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 30 Oktober 2012

PP IPNU: Kasus Gloria Bukan Kesalahan, Berbeda dari Arcandra

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengharapkan masih terbuka ruang bagi Gloria Natapradja untuk menjadi anggota Paskibraka esok hari. Menurut PP IPNU, Gloria yang saat ini masih berusia 16 tahun dan bertempat tinggal di Indonesia, serta salah satu orang tuanya adalah warga negara Indonesia, secara tersirat hukum di Indonesia memungkinkan untuk memiliki dua kewarganegaraan hingga usianya 18 tahun

“Hal ini didasarkan pada telaah hukum yang kami lakukan,” kata Aris Sofyan, salah satu pengurus PP IPNU, memaparkan pandangan organisasinya di kantor Redaksi Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, Jakarta, Selasa (16/8).

PP IPNU: Kasus Gloria Bukan Kesalahan, Berbeda dari Arcandra (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPNU: Kasus Gloria Bukan Kesalahan, Berbeda dari Arcandra (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPNU: Kasus Gloria Bukan Kesalahan, Berbeda dari Arcandra

Pendapat tersebut merujuk ke UU Nomor 12 Tahun 2006 Pasal 4 Huruf d, dan UU Nomor 12 Tahun 2006 Pasal 21 Ayat 1 dimana secara otomatis dia adalah warga negara Indonesia yang harus dilindungi hak-hak konstitusionalnya oleh hukum dan UUD yang berlaku di Indonesia. Terlepas dari orang tuanya mendaftarkan Gloria sebagai warga negara Indonesia atau tidak, status WNI melekat pada diri Gloria sejak ia lahir.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut PP IPNU, Gloria baru dikenakan kewajiban untuk menentukan kewarganegaraannya ketika dia telah dewasa yang dalam undang undang kita hal tersebut baru berlaku ketika seseorang sudah berumur 18 tahun atau sudah menikah.

“Memang ada pasal yang bertentangan, yakni perihal gugurnya status WNI jika memiliki status warga negara lain. Namun menurut kami, hal tersebut baru dapat diterapkan kepada Gloria nanti pada saat ia sudah dewasa,” ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jika yang dipermasalahkan adalah Gloria yang baru sekarang didaftarkan sebagai WNI, padahal toleransinya hingga umur 4 tahun maka menurut PP IPPNU yang teledor adalah orang tuanya, dan jika dikaitkan dengan UU Nomor 12 Tahun 2006 Pasal 4 Huruf d, hal tersebut tidak serta merta menghilangkan status ke-WNI-an Gloria.

“Inilah luar biasanya undang-undang kita, dimana hak kewarganegaraan tetap disematkan pada putra putri terbaik bangsa ini. Mereka diberikan masa yang cukup untuk belajar dan mencintai Indonesia. Sehingga pada akhirnya nanti mereka memiliki referensi yang cukup untuk memilih untuk menjadi warga negara Indonesia atau warga negara lain. Jikapun mereka memilih untuk menjadi warga negara lain karena sesuatu hal, kami yakin mereka akan tetap mencintai negara ini,” tambah Aris.

Polemik yang dialami Gloria bukanlah suatu kesalahan yang membahayakan kedaulatan negara, melainkan atas asas pantas atau tidak pantas. Hal ini berbeda dengan kasus Menteri ESDM Arcandra Tahar. Pada kasus Menteri ESDM, kita melihat adanya ancaman kedaulatan negara terlebih perihal energi dan sumber daya, undang-undang keimigrasian yang dilanggar, dan pengelolaan administratifnya.

Banyak celah hukum negeri ini yang harus ditata dan diperbaiki bersama. Pimpinan Pusat IPNU dengan ini mengajak seluruh elemen untuk sekiranya tidak saling menghujat satu sama lain.

“Dengan semangat kemerdekaan tentunya kita harus belajar pada sejarah. Negeri ini bisa merdeka bukan karena jasa para penghujat dan saling menyalahkan. Negeri ini bisa merdeka karena semagat persatuan dan saling bekerjasama. Jika ada yang yang salah, mari kita benarkan bersama. Jika ada yang kurang, mari kita tambahi bersama. Kedepan, perbaikan administratif mutlak harus dilakukan agar hal serupa tidak terjadi lagi,” katanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan News Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 23 Oktober 2012

Komisariat PMII se-Madura Bentuk Aliansi Gerakan

Pamekasan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Belasan Ketua Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) se-Madura menggelar maulid dan orasi kebangsaan di auditorium lantai II Dinas Pendidikan Pamekasan jalan Dirgahayu, Ahad (26/1). Pada kesempatan itu mereka membentuk Aliansi PK PMII se-Madura.

Komisariat PMII se-Madura Bentuk Aliansi Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisariat PMII se-Madura Bentuk Aliansi Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisariat PMII se-Madura Bentuk Aliansi Gerakan

Kegiatan tersebut ditangani PK PMII STAIN Pamekasan. Orasi kebangsaan menghadirkan tokoh PMII Madura Raden Wazirul Jihad. Tema yang dibedah ialah rekontruksi gerakan revolusioner islam dalam kancah gelobalisasi. 

Ketua PMII STAIN Muhri Andika menegaskan, aliansi ini tidak mengetengahkan ketua. Forum itu langsung memberikan kepercayaan kepada masing-masing pengurus 4 PC PMII di Madura; Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Karenanya, terdapat rekomendasi kepada PC PMII se-Madura. Pertemuan aliansi dilakukan 2 bulan sekali. Pertemuan berikut di Bangkalan," terang Muhri kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Aliansi, tambah Muhri, bertujuan meningkatkan soliditas PMII se-Madura dalam gerakan dan bisa menyatukan konsep gerakan berkarakter nahdliyah supaya tujuan gerakan tercapai.

Lebih dari itu, ialah bagaimana pengokohan aswaja dalam dunia realita ketika dihadapkan pada kondisi musibah sahabat-sahabat kita di luar sana, tandas Muhri. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits, Pondok Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 12 Oktober 2012

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab”

Sukoharjo. Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sekitar tujuh ribu jamaah tumplek blek di Balai Desa Mulur Kecamatan Bendosari Sukoharjo, hadiri pengajian bertajuk “Jamaah bertanya Kiai menjawab” yang digagas Pengurus Wakil Cabang (MWC NU) Bendosari bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Sukoharjo, Rabu malam.

Kiai Muhammad Adib Zein dan Kiai Ahmad Baidlowi selaku narasumber mengupas sekitar thaharah. Sedikitnya ada tujuh jamaah bertanya secara langsung dan sembilan bertanya melalui SMS. Walau membicarakan tema thaharah, tapi jamaah ada yang bertanya tentang berbagai hal diantaranya soal, hukum makan bekicot, hukum makan daging anjing, yang di duga kelompok lain menghalalkan daging anjing, tata cara menyembelih hewan, dan kedudukan perempuan datang bulan yang mengikuti pengajian di masjid, dan lain sebagainya.

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab” (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab” (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab”

Pantauan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, acara pengajian Jamaah Bertanya Kiai Menjawab identik dan menjadi “tandingan” pengajian kelompok lain di Solo Raya yang juga memakai metode sama, cuma bedanya yang ditanyakan selalu seputar hukum ziarah kubur, tahlilan bid’ah, dan kalau ada pertanyaan lain sang ustadz selalu berupaya mengarahkan dan menyinggung tata cara amaliah NU yang dianggap keluar dari tuntunan. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Ketua PCNU Sukoharjo Muhammad Nagib Sutarno, model pengajian ala NU mengupas kitab kuning, lalu santri (jamaah) bertanya, harus digalakkan lagi di kalangan NU secara massif agar jamaah mengetahui secara mendalam berbagai persoalan baik ubudiyah maupun lainnya. 

Di sisi lain, jamaah terjaga dari pemahaman dari luar yang “menyerang” amaliyah NU. “Pengajian ini rutin dilakukan oleh NU Sukoharjo, untuk membangun soliditas jamaah,” kata Sutarno.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu Ketua MWC NU Bendosari Agus Purwanggono menjelaskan, suksesnya pengajian ini tak lepas dari partisipasi semua pihak. Tampak hadir diantaranya Kepala Desa Mulur, Muspika Kecamatan Bendosari, pengurus GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, Jatman dan lain-lain. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Cecep Choirul Sholeh    

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan PonPes, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 29 September 2012

Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat

Tunis, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Asdir II Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Nadlatul Ulama (STAINU) Jakarta M. Ulinnuha Husnan mewakili pamitan sepuluh mahasiswanya yang telah mengikuti Program Kelas Internasional di Universitas Zitounah, Tunis, Tunisia.

Dalam pamitan yang berlangsung di ruang rektor kampus tersebut pada Rabu (11/12) waktu setempat, Ulinnuha menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor dan segenap civitas akademika di salah satu kampus tertua di dunia tersebut.

Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat

Hal senada juga disampaikan Rektor Universitas Zitounah, Prof. Dr. Hisyam Grissa. “Saya juga sangat berterima kasih kepada STAINU dan Kementerian Agama atas kepercayaannya. Saya berharap agar kerja sama ini terus berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini. Zitounah adalah universitas tertua di dunia yang mengkader muslim moderat,” kata Rektor yang terpilih menggantikan Prof. Abdel Jalil Salem.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Guru besar bidang ushul fikih Universitas Zitounah itu berharap kesepuluh mahasiswa ini dapat menjadi duta Islam moderat di Indonesia.

Rektor juga berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan STAINU Jakarta, karena kedua perguruan tinggi ini memiliki kesamaan visi dan misi dalam mengembangkan Islam moderat dan toleran.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kerja sama ini akan kita jalin terus. Visi dan misi untuk mengusunag Islam moderat dan toleran adalah agenda bersama yang harus kita sebarkan ke segenap penjuru dunia. Salah satunya melalui program kelas internasional semacam ini,” tegasnya.

Lebih jauh, Rektor berharap dan berdoa agar dari kesepuluh mahasiswa STAINU itu ada yang kembali ke Tunis untuk melanjutkan studinya pada tingkat sarjana dan bahkan pascasarjana. “Saya doakan agar diantara kalian ada yang kembali ke sini untuk melanjutkan studi pada tingkat sarjana dan pascasarjana,” harapnya.

Menurut agenda, mahasiswa STAINU akan mengikuti ujian akhir semester pada tanggal 15-16 Desember. Dan pada tanggal 24 mereka dijadwalkan kembali ke tanah air. [MUH/Abdullah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 26 September 2012

Bertemu Menpora, IPNU Desak Pemerintah Perhatikan Pelajar

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mendesak pemerintah untuk lebih tanggap terhadap berbagai permasalahan yang menimpa para pelajar. Perhatian serius dibutuhkan demi menyelamatkan segenap potensi mereka selaku generasi bangsa.

Bertemu Menpora, IPNU Desak Pemerintah Perhatikan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertemu Menpora, IPNU Desak Pemerintah Perhatikan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bertemu Menpora, IPNU Desak Pemerintah Perhatikan Pelajar

Desakan ini muncul dalam pertemuan Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng di Jakarta, Rabu (21/11). Dalam kesempatan ini, IPNU menyampaikan visi besar agenda Kongres XVII IPNU di Palembang, Sumatera Selatan, 1-4 Desember 2012.

Syauqi menyatakan, pelajar di Indonesia masih belum lepas dari persoalan yang sering dijumpai belakangan ini, seperti radikalisme agama, kekerasan, dan aksi tawuran.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Keadaan ini mesti segera ditangani mengingat amanah Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan yang mengatur usia 16-30 tahun, pelajar termasuk bagian dari mandat yang tak terisahkan. Kemenpora harus memperhatikan serius masalah ini,” ujarnya.

Menurut Syauqi, pertemuannya dengan Menpora merupakan usaha IPNU dalam menyumbangkan pemikiran dan tenanganya terhadap persoalan pelajar. “Ini menjadi bagian dari strategi keberperanan IPNU dalam konteks berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam kongres bertema "Pendidikan untuk Semua, Menuju Kemandirian Bangsa" nanti IPNU akan mengupas berbagai hal, seperti problem karakter generasi bangsa, pemerataan akses pendidikan, media, dan kemandirian ekonomi. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pendidikan, Meme Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 16 September 2012

Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sejumlah kegiatan telah disiapkan menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XXII NU Sulsel yang akan digelar pada 29-31 Maret 2013 nanti. 

Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel

Panitia akan melaksanakan beberapa kegiatan sebagai awal penggalian informasi dan gagasan sekaligus pengayaan konsep-konsep materi konferensi, misalnya launching Konferwil, Halaqah Rencana Starategi (Renstra) NU dan donor darah.

Pada malam 29 Maret akan diadakan welcome party pagelaran seni budaya Kab. Pangkep dan dilanjutkan makan malam bersama, kemudian dilanjutkan 30 maret acara seremoni pembukaan konferwil NU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Panitia mengharapkan kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj untuk hadir membuka dan memberikan arahan untuk merumuskan program kerja 5 tahun yang akan datang dan Gubernur terpilih H. Syahrul Yasin Limpo sebagai keynote speaker.

Di sisi lain steering committee akan membentuk 4 komisi yakni komisi A Bahtsul Masail, komisi B Program Kerja, komisi C Organisasi, dan Komisi D Rekomendasi. Diharapkan dengan adanya 4 komisi ini dapat menghasilkan berbagai keputusan yang strategis dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Panitia juga menyiapkan seminar sebagai masukan materi dari para ahli dengan menghadirkan nara sumber dari pusat maupun daerah dengan beberapa materi penting.

Rapat gabungan antara panitia wilayah dan panitia daerah Konferwil 12 PWNU Sulsel telah dilaksanakan pada 12 Maret 2012 lalu di GPK PWNU dan telah disepakati mengambil tema “Dengan Khittah NU kita wujudkan Masyarakat Sulawesi Selatan Sejahtera dan Damai”.

Adapun Konferwil NU Sulsel akan diikuti oleh 250 peserta, yang terdiri dari anggota pleno PWNU Sulsel, utusan PCNU se-Sulawesi Selatan, utusan Pengurus Wilayah Banom, Lembaga, dan Lajnah NU Sulawesi Selatan, dan peninjau yang terdiri dari ulama, peneliti, pemerhati, cendekiawan dan kalangan profesional.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris 

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 15 September 2012

Saling Menjaga, 100 Personel Banser NTT Partisipasi Damai Natal

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebanyak seratus personel Barisan Serba Guna (Banser) GP Ansor Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan siap berpartisipasi dalam Damai Natal dan Tahun Baru 2016 di Kota Kupang dan sekitarnya. Bersama elemen masyarakat lainnya, GP Ansor NTT akan membentu aparat kepolisian setempat mengawal keamanan dan ketertiban pada peringatan Natal dan tahun baru 2016.

Saling Menjaga, 100 Personel Banser NTT Partisipasi Damai Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
Saling Menjaga, 100 Personel Banser NTT Partisipasi Damai Natal (Sumber Gambar : Nu Online)

Saling Menjaga, 100 Personel Banser NTT Partisipasi Damai Natal

Kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di Kupang, Selasa (22/12), GP Ansor NTT melalui kepanitiaan saudara Iksan Arman Pua Upa mengatakan, panitia partisipasi Damai Natal tahun 2015 dan tahun baru 2016 di NTT melibatkan seratus personel yang terdiri dari perwakilan GP Ansor Kupang, GP Ansor Kota Kupang, Banser NTT, dan sejumlah pengurus GP Ansor NTT serta gabungan dari Pemuda Hindu Dharma.

"Kami sudah total sekitar 100 orang Banser dan gabungan pemuda Hindu Dharma," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Iksan, persiapan pengamanan dimulai dari 24 hingga 25 Desember 2015, dengan 13 titik gereja di wilayah Kota Kupang. Hari ini pihak panitia sudah mendistribusukan sejumlah surat pemberitahuan kepada gereja dan rapat koordinasi bersama Polres Kupang kota serta beberapa instansi terkait.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sekretaris GP Ansor NTT Ajhar Jowe menegaskan, partsiapasi Damai Natal sudah menjadi agenda tahunan GP Ansor NTT. Tidak ada maksud dan tujuan lain dari kebersamaan ini. Kegiatan ini digelar demi menjaga keberagaman, kerukunan umat beragama yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Sebab, setiap hari raya keagamaan Idul Fitri maupun Idul Adha teman-teman dari pemuda gereja juga melakukan hal yang sama seperti kita lakukan. Sebagai garda terdepan, kita tetap mengawal keberagamaan ini,” kata Ajhar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Meme Islam, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 06 September 2012

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Makkah, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Gedung Two Holy Mosques Architecture berdiri di pinggiran Kota Makkah, Arab Saudi, sekitar 10 kilometer ke arah barat dari Masjidil Haram.

Museum yang diresmikan sekitar 20 tahun yang lalu itu menyimpan dokumentasi sejarah dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Miniatur replika Masjidil Haram menyambut para pengunjung museum di ruang penerima tamu, tempat pengunjung dapat melihat kondisi Masjidil Haram sebelum dan sesudah perluasan. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ruangan berikutnya adalah area Masjidil Haram, yang menyimpan benda-benda yang pernah dipasang di masjid tempat Kabah berada itu. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di antara benda-benda yang disimpan di ruangan itu ada tangga kayu ke pintu Ka`bah yang dipergunakan tahun 1240 Hijriyah. 

Ada juga potongan besar marmer berukir yang membentuk mimbar Masjidil Haram pada abad kesepuluh Hijriyah serta pintu Ka`bah yang saat ini sudah tidak digunakan. 

Benda-benda yang berkaitan dengan Ka`bah seperti Kiswah (kain penutup Ka`bah), alat tenun tradisional pembuat Kiswah, pilar Ka`bah dari tahun 65 Hijriyah, dapat ditemukan di ruang Ka`bah Al Musharaf. 

Di ruang foto, pengunjung dapat menyaksikan gambaran perubahan-perubahan yang terjadi di Masjidil Haram dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan foto Masjid Nabawi dan Kota Madinah pada masa lalu.

Sejumlah mushaf Al Quran juga tersimpan di sana, terutama yang berasal dari abad 13 Hijriyah.

Salah satu koleksi yang paling menarik pengunjung adalah mushaf asli Al Qur`an dari masa Usman bin Affan, yang dipamerkan di ruang Inscription and Manuscript.

Sementara beberapa pintu masjid dan mimbar dipamerkan di ruang Masjid Nabawi, masjid yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW. 

Sebuah sumur berpagar besi berukir lengkap dengan timba dan kerekan menjadi pusat perhatian di ruang sumur Zam Zam. 

Menurut keterangan yang tertera di sana, kerekan itu digunakan untuk menimba air Zam Zam pada akhir abad 14 Hijriyah, sedangkan ember timbanya berasal dari tahun 1299 Hijriyah.

Di area Zam Zam juga ada jam matahari yang digunakan untuk menentukan waktu shalat pada masa lalu, ada pula jam yang pertama dipasang di Masjidil Haram. 

Para pegunjung bisa menikmati benda-benda yang dipamerkan di museum tersebut secara gratis. Tapi orang yang ingin melihat koleksi museum itu harus meminta izin untuk mengunjungi museum secara berkelompok.

Memotret

Berbeda dengan umumnya museum yang melarang pengunjung mengambil foto, di museum tersebut pengunjung bebas memotret apa saja di seluruh ruang pamer.

Sayangnya, tidak ada pemandu, buku petunjuk, maupun brosur atau selebaran yang menjelaskan perihal museum dan benda-benda koleksinya.

Petugas museum yang ditanya mengenai hal itu hanya menjawab singkat "Cari saja di internet, banyak kok".

Satu-satunya petunjuk bagi pengunjung hanyalah keterangan yang tertera pada setiap benda yang dipajang meskipun keterangannya sangat minim.

Meski demikian sejumlah pengunjung mengaku puas setelah berkeliling museum.

"Bagus sekali. Mudah-mudahan saya bisa datang lagi kalau umroh nanti," kata anggota jemaah haji asal Karangayar, Siti Ngadiroh.

Sementara Maman, yang datang bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari Bandung, mendapat banyak keterangan dari Ketua KBIH yang bertindak sebagai pemandu.

Usai mengunjungi museum, biasanya jemaah haji melanjutkan tur ke peternakan Unta di Hudaibiyah, di tengah padang pasir yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari museum.

Selain dapat berfoto bersama unta, pengunjung juga dapat mencicipi susu dan urine unta yang konon berkhasiat obat. 

Satu botol berisi 200 mililiter susu dijual dengan harga lima riyal dan satu botol berisi 200 mililiter urine unta dijual dengan harga 20 riyal. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 31 Agustus 2012

IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS

Surabaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pembicaraan akhir-akhir ini dihiasi dengan pro kontra tentang sekolah lima hari atau full day school (FDS). Akan tetapi pemberitaan tentang topik ini nyaris belum menyuarakan pendapat pelajar. Pasalnya, proses belajar mengajar bertujuan memposisikan peserta didik (pelajar) sebagai subjek.?

IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS

Ironisnya, dalam kasus ini mendadak pelajar diposisikan sebagai objek. Bagaimana tidak, hampir seluruh pemberitaan baik pro atau kontra pada kebijakan full day school adalah mereka yang sudah tidak duduk dibangku sekolah. “Oleh karenanya, kami terpanggil untuk turut menyurakan pendapat para pelajar. Tak lain mereka yang kini masih duduk di bangku sekolah,” kata Ahmad Ainun Najib, Direktur Student Research Center (SRC) Jatim, Rabu (21/6).

Peraturan Menteri (Permen) No 23 tahun 2017 menurut Muhadjir Effendy Mendikbud, yang mengatur FDS tidak akan menambah beban murid. Sedangkan Wakil Presiden H M Jusuf Kalla, menegaskan, kebijakan ini tidak bisa diputuskan di tingkat menteri. Hal tersebut karena menyangkut 50 juta pelajar terkena dampak jika program ini belum siap diterapkan.?

Penolakan juga datang dari PBNU. Ormas Islam terbesar di Indonesia ini melalui Sekjen PBNU merilis tujuh poin kerugian sistem penerapan FDS. Di antaranya beban belajar yang akan makin memberatkan siswa. “Di banyak tempat Madin biasanya dilaksanakan sore hari. Jika sekolah diberlakukan sampai sore hari, maka praktis mereka tak bisa mengikutinya,” kata H Helmy Faishal Zaini, di Kantor PBNU 14 Juni lalu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin (19/6) lalu, Presiden Joko Widodo melalui Ketua Umum MUI dan Menteri Pendidikan menyampaikan akan menata ulang kebijakan FDS. “Presiden merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat dan memahami apa yang jadi keinginan masyarakat dan ormas Islam. Oleh karena itu, presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu,” kata KH Ma’ruf Amin.

Penerapan FDS akan ditunda sampai Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan presiden (Perpres). Lalu bagaimana respon pelajar? Lembaga Survei, Student Research Center (SRC) IPNU Jatim melakukan polling via Whatsapp (WA) yang tersebar di seluruh grup pelajar di Jawa Timur mulai SMP/SMA sederajat. Dengan cara menulis nama, nama sekolah, kabupaten/kota lalu jawaban dan dikirim melalui nomor WA yang tercantum hingga pukul 23.59 WIB per tanggal 19 Juni 2017.?

“Alhamdulillah para pelajar merespon begitu cepat dan antusias. Dalam waktu sehari semalam kita menyebar polling melalui grup WA pelajar, sebanyak 420 responden mengirimkan jawabannya,” tutur Najib itu saat ditemui di kantor PW IPNU Jatim.?

Dari 420 responden, 79.05% menjawab tidak setuju dengan sistem penerapan FDS. Sedangkan 20.95% setuju. Alasan penolakan FDS oleh pelajar adalah menguras tenaga dan pikiran sebanyak 38.25%. Tidak bisa membantu orang tua 16.87% dan bikin capek dan bosan dalam kelas sebanyak 15.06%.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selebihnya para pelajar menjawab tidak bisa belajar ilmu agama di madrasah atau madrasah diniyah, tidak bisa berorganisasi dan keterbatasan waktu untuk bersosial masyarakat. “Polling ini kami lakukan untuk menyerap aspirasi dari kalangan pelajar. Kami berharap riset ini bisa menjadi data bagi pemangku kebijakan, bahwa pelajar tidak setuju dengan penerapan sistem FDS,” terang remaja yang juga pengurus IPNU Jatim ini.

Sekitar 85 pelajar berasumsi dengan adanya FDS, bisa meningkatkan pendidikan di Indonesia. “Pelajar Indonesia harus terus belajar dan tidak terlalu banyak bermain, dengan FDS waktu bermain mereka secara otomatis berkurang,” kata Fera Febriana pelajar SMKN 1 Banyuwangi ini.?

Polling melalui akun media sosial akan terus dilakukan. Ke depannya akan kami lakukan polling melalui twitter, facebook dan instagram karena akun media sosial tersebut sudah akrab di kalangan pelajar,” pungkas A Ainun Najib. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pahlawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 30 Agustus 2012

Kaderisasi Komisariat Ujung Tombak IPNU-IPPNU

Kotagajah, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Kepala Madrasah Tsanawiyah Maarif 02 Kotagajah Lampung Tengah H. Subroto mengatakan, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di tingkat komisariat, mempunyai peran sebagai ujung tombak kaderisasi.

Karenanya, kata dia, di tingkat komisariat, IPNU-IPPNU harus menjadi laboratorium melatih jiwa kepemimpinan, melatih wawasan kebangsaan sekaligus menambah dan memperkuat pemahaman akidah Ahlussunnah wal Jamaah.? ?

Kaderisasi Komisariat Ujung Tombak IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi Komisariat Ujung Tombak IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi Komisariat Ujung Tombak IPNU-IPPNU

“Dan yang tak kalah pentingnya adalah kaderisasi IPNU dan IPPNU demi kemajuan organisasi,” ungkap dia di sela-sela pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pimpinan Komisariat IPNU-IPNU Kotagajah di Aula madrasah tersebut, Sabtu lalu (23/1).

Sementara Pembina IPPNU Siti Maysaroh mengatakan, RAT diikuti perwakilan kelas masing-masing mulai dari kelas VII hingga kelas IX. RAT ini sebagai momentum mengevaluasi program kerja kepengurusan komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di MTs Maarif 02 Kotagajah Lampung Tengah masa khidmah 2014-2015.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pada kesempatan itu, Deri Ramadhani yang duduk di kelas VIII A ditetapkan sebagai Ketua PK IPNU MTs Maarif 02 Kotagajah Lampung Tengah masa khidmat 2015 – 2016. Sementara Nurhasanah kelas VIII A ditetapkan sebagai Ketua PK IPPNU MTs Maarif 02 Kotagajah Lampung Tengah masa khidmat 2015-2016. (Akhmad Syarief Kurniawan/Abdullah Alawi)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sejarah, Nahdlatul Ulama, RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 23 Agustus 2012

Pergunu Jombang Gelar Bedah Buku Khazanah Aswaja

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Persatuan Guru Nahadlatul Ulama (Pergunu) Jombang menggelar Bedah Buku Khazanah Aswaja di Aula Gedung Muslimat NU kota setempat, Minggu (15/1). Dalam acara yang dibuka Wakil Bupati Jombang, Mundjidah Wahab itu, hadir sebagai narasumber yakni koordinator tim penulis buku Khazanah Aswaja, KH Abdurrahman Navis sekaligus Direktur Aswaja NU Center PWNU Jawa timur.

Saat pembukaan, Ahmad Faqih, Ketua PC Pergunu Jombang, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari ikhtiar Pergunu Jombang dalam merespon meningkatnya geliat berkembangnya gerakan dan paham anti toleransi serta radikalisme di masyarakat.?

Pergunu Jombang Gelar Bedah Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Gelar Bedah Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Gelar Bedah Buku Khazanah Aswaja

“Sekarang banyak paham radikal, ummat harus kita bentengi, kita perlu penguatan tentang ajaran Islam Ahlussunnah Waljama’ah,” ujar Wabup Jombang, Mundjidah dalam sambutannya.

Diskusi ilmiah yang mengangkat tema Penguatan Pemahaman Islam Rahmatan lil Alamin itu juga dihadiri Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar. Dalam sambutannya sebelum bedah buku, KH Isrofil mengapresiasi kegiatan tersebut.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Mudah-mudahan bisa kita pahami dan amalkan bersama, dengan pengamalan Aswaja akan terciptanya kehidupan yang tentram," kata KH Isrofil.

Selama lebih dari 2 jam, KH Abdurrahman Navis, secara rinci mengupas tuntas isi dari buku khazanah aswaja. Bahkan menurut kiai karismatik ini, Jombang adalah markasnya Aswaja. “Sebenarnya kalau kita berbicara Aswaja, markasnya itu di Jombang,” singkatnya.?

Buku Khazanah Aswaja sendiri terdapat Enam bab, pertama tentang Konsep Aswaja, Kedua Aqidah dan Landasan Teoritik Aswaja, Ketiga Fiqih Aswaja, Keempat Tasawuf Aswaja, Kelima Aliran-Aliran di luar Aswaja dan NU, Kelima Aswaja Nahdhiyah atau ke-NU-an.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Navis menjelaskan, dalam buku khazanah Aswaja tidak termuat penyesatan kelompok-kelompok tertentu. “Dalam buku ini, kami tidak menghakimi ataupun menyesatkan kelompok-kelompok selain Aswaja NU, tapi kami menjelaskan apa kelompok itu, siapa tokohnya dan bagaimana pemikiran firkahnya,” jelas dia.

Ia kemudian mengajak seluruh hadirin untuk membaca dan memahami pandangan atas paham-paham firkah di luar Aswaja, agar dapat membedakan dan terhindar dari pengaruh paham yang bertentangan dengan konsep aswaja. ?

”Ya dalil dan amaliahnya itu mirip Aswaja, cuma bedanya dengan NU, mereka lebih banyak Nahi Munkarnya dari pada Amar Ma’rufnya,” lanjutnya.

Tidak lupa, Kiai Navis menerangkan bahwa Aswaja NU Center lahir tanggal 31 Januari 2012 yang bertepatan dengan Harlah NU di Jawa Timur, dan Aswaja NU Center secara kelembagaan memang hanya ada di Jawa Timur. Upaya tersebut juga didasarkan rekomendasi hasil Muktamar NU di Makassar yang menginginkan NU hendaknya meneguhkan Aswaja. (Afaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pertandingan, Tokoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 13 Juli 2012

Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Musim hujan dan tingginya pasang air laut yang diperkirakan akibat pemanasan global telah membuat banyak warga yang tinggal di pantai. Para penduduk yang tinggal di Kamal Muara selama dua minggu ini terpaksa hidup ditengah-tengah banjir.

Untuk membantu meringankan penderitaan warga Kamal Muara, khususnya di RW 01 dan RW 04 Kamal Pelelangan, Lazis NU mengirimkan bantuan sembako yang terdiri dari 56 dus indomie, 105 dus aqua, 90 potong sarung dan 4 kardus susu bayi.

Bantuan tersebut diterima oleh Takmir Masjid Al Huda Sahlani pada Sabtu siang (8/12). “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh NU,” katanya.

Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lazis NU Santuni Korban Banjir di Kamal Muara

Sumbangan sebanyak satu truk tersebut ditempatkan di Masjid Al Huda yang selanjutnya akan dibagi-bagikan kepada warga yang masing kebanjiran. Warga juga sudah mendapatkan pengobatan gratis dari sebuah partai, namun belum ada respon yang memadai dari pemerintah.

Dikatakan oleh Rais Ranting NU Kamal Muara ini bahwa  banjir sebenarnya merupakan hal yang sering terjadi saat air laut pasang, namun kali ini merupakan banjir tertinggi yang dialaminya sejak tahun 1975 ketika ia mulai menetap disana.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kami harap pemerintah segera membuat tanggul-tanggul agar air laut tidak masuk karena tanggul yang ada sudah banyak yang rusak,” harapnya.

Saat banjir, biasanya warga mengungsi ke Masjid, namun kali ini masjid pun ikut banjir dengan ketinggian selutut orang dewasa sehingga warga terpaksa kembali mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. SMP terpaksa diliburkan untuk digunakan sebagai tempat pengungsian sementara gedung SD dan Madrasah libur tiga hari karena kebanjiran.

Di daerah-daerah yang lebih rendah, banjir masih setinggi lutut, namun untuk lokasi yang lebih tinggi banjir hanya tinggal di jalanan dan tidak masuk dalam rumah. Warga juga sudah pulang ke rumahnya masing-masing dan beraktifitas seperti biasanya. (mkf)



Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kyai, Internasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 16 Juni 2012

IPPNU Kudus Siapkan Konferensi Agustus 2016

Kudus, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Meski dalam suasana puasa, tidak mengurangi rasa tanggung jawab pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kudus untuk menata organisasi yang mereka geluti. Pada Jumat (24/6), mereka mengadakan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) di Kantor PCNU Jl Pramuka No 20 Kudus.

Dihadiri pengurus Cabang dan sembilan Pimpinan Anak Cabang IPPNU se-Kudus, Rapimcab membahas tentang konferensi, pelaporan progres report dan perkembagan terkini di masing-masing wilayah. Pada kesempatan itu, mereka menyetujui pelaksanaan Konferensi Cabang (konfercab) ke XIX IPPNU Kudus tanggal 12-14 Agustus 2016 mendatang.

IPPNU Kudus Siapkan Konferensi Agustus 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kudus Siapkan Konferensi Agustus 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kudus Siapkan Konferensi Agustus 2016

Ketua PC IPPNU Kudus Futuhal Hidayah mengatakan, kepemimpinan IPPNU sudah mendekati masa-masa akhir tahun ini. Sehingga perlu direncanakan konferensi Cabang dengan agenda laporan pertanggungjawaban, perencanaan program kerja dan pemilihan ketua baru PC IPPNU.

"Konfercab merupakan permusyawaratan tertinggi di tataran Pimpinan Cabang sebagai wujud demokrasi di lingkungan IPPNU. Alhamdulillah, semua peserta Rapimcab sepakat digelar 12-14 Agustus," ujar Futuhal Hidayah kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, Jumat (24/6).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rapimcab juga menyepakati peserta konferensi adalah utusan Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang yang memenuhi persyaratan administrasif. Di antaranya, PR /PAC bisa mengikuti konfercab harus yang masih aktif dan ditunjukkan bukti legalitas kepengurusan (Surat Pengesahan).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Hasil pelaporan temen-temen PAC, kondisi riil PR semuanya aktif dan sudah memenuhi persyaratan konfrensi," imbuh perempuan yang biasa disapa Futu.

Untuk menyemarakkan kegiatan ini, PC IPPNU Kudus telah menyiapkan rangkaian acara pra konferensi yakni porseni untuk PAC/PR dan olimpiade pelajar tingkat Komisariat (madrasah/sekolah).

"Kami berharap semua kader-kader terbaik IPNU bisa turut menyukseskan acara ini dari pra hingga pelaksanaan konfrensi,"harap Futu. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 05 Mei 2012

Hajar Darunnajah 6-1, Nur Iman Raih Juara III LSN 2015

Sidoarjo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. PP Nur Iman Sleman Yogyakarta akhirnya meraih juara ketiga setelah mengalahkan lawannya PP Darunnajah Garut dengan skor akhir telak 6-1 pada perebutan tempat ketiga Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 di Gelora Delta Sidoarjo, Jumat (4/12).

Pada menit ke 8, PP Nur Iman mengusung poin lebih dulu berkat tendangan kaki kiri Rahmad sehingga berhasil membobol gawang PP Darunnajah Garut, skor sementara 1-0. Beberapa menit kemudian, Abdul Rojak pemain Nur Iman kembali mencetak gol ke gawang Darunnajah hingga skor bertambah menjadi 2-0.

Hajar Darunnajah 6-1, Nur Iman Raih Juara III LSN 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Hajar Darunnajah 6-1, Nur Iman Raih Juara III LSN 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Hajar Darunnajah 6-1, Nur Iman Raih Juara III LSN 2015

Di menit ke 21, lewat sundulan yang dihasilkan Aldi pemain Darunnajah memperkecil kekalahan menjadi 2-1. Tak mau kalah, Nur Iman pun menambah keunggulan melalui gol yang diciptakan Rahmad dan skor sementara menjadi 3-1. Menit ke 30 pemain depan Nur Iman, Rahmad membuat heck trik menciptakan gol tambahan dan skor berubah 4-1.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pada menit ke 52 terjadi insiden kecil. Dua pemain dari Nur Iman nomor punggung 5, Robby dan pemain Darunnajah nomor punggung 10 Irfan S harus menerima ganjaran kartu merah dari wasit, Siswanto, karena keduanya saling pukul.

Suasana kembali normal setelah wasit memanggil perwakilan dari kedua tim. Dan di menit ke 59, Nur Iman menambah keunggulan lewat tendangan yang dihasilkan oleh Rahmad hingga skor sementara berubah menjadi 5-1. Rahmad kembali memborong gol di menit ke 71 hingga babak kedua berakhir skor menjadi 6-1.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Manajer tim Nur Iman, Rifqi mengaku bersyukur timnya bisa masuk peringkat ketiga LSN 2015. "Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah SWT, kepada pemain serta masyarakat Jogjakarta yang telah mendoakan kami. Permainan kami sudah maksimal. Selanjutnya akan kami kembangkan di tahun yang akan datang," kata Rifqi kepada wartawan usai permain.

Senada juga diucapkan Rahmad pemain Nur Iman yang telah menciptakan 11 gol pada ajang LSN ini. "Alhamdulillah juara tiga. Hadiahnya nanti akan saya berikan ke ibu saya dan tim dari Jogjakarta. Mudah-mudahan saya bisa mengikuti pertandingan sepak bola di tingkat nasional," ucap Rahmad pemain yang mendapatkan top skor ini. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Internasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 03 Mei 2012

Santriwati Pesantren Darul Lughah Ngaji dan Praktik Jurnalistik

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Puluhan santriwati Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo mendapatkan pendidikan jurnalistik, Kamis (27/4) siang. Pendidikan di ruang serbaguna pesantren setempat ini hanya diikuti oleh santriwati yang ditunjuk oleh pesantren.

Peserta dipersiapkan sebagai garda terdepan dalam pengelola informasi dan juru dakwah bil IT (Informasi Teknologi).

Santriwati Pesantren Darul Lughah Ngaji dan Praktik Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Pesantren Darul Lughah Ngaji dan Praktik Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Pesantren Darul Lughah Ngaji dan Praktik Jurnalistik

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah Hasan Baharun mengatakan, pendidikan jurnalistik bagi santri ini bertujuan untuk mencetak santri yang memiliki kompetensi di bidang jurnalistik dan juru dakwah melalui IT.

“Harapannya santri bisa menjadi penyeimbang informasi yang akurat dan benar di beberapa media sosial (medsos),” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Hasan, sudah saatnya santri Darul Lughah wal Karomah melek teknologi dengan cara menyampaikan informasi yang benar dan tepat di tengah maraknya berita-berita hoax.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam kegiatan ini, santri dilatih untuk menulis sebuah berita yang langsung diposting di website pesantren dengan laman www.ppdarullughahwalkaromah.net. “Sehingga apa yang dilakukan di lingkungan pesantren bisa diketahui secara luas,” tegasnya.

Hadir sebagai pemateri Nurahman. Menurutnya, santri harus melek internet dan harus mampu melawan arus informasi dan berita yang simpang siur (hoax).

“Untuk menyaingi itu semua, maka santri harus dibekali dengan IT. Berdakwah melalui IT dan mengcounter informasi dengan IT,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul, Pendidikan, Syariah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 27 Maret 2012

PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Memperingati satu tahun kepemimpinan Jokowi-JK menjadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) limpah ruah ke jalan pada Senin (19/10) untuk mengingatkan pemerintah bahwa mereka sudah satu tahun menjadi nakhoda negeri ini, namun kehidupan rakyat semakin susah, ekonomi Indonesia semakin buruk, dan berbagai persoalan sosial terus terjadi.

PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingatkan Jokowi-JK Atas Setahun Pemerintahannya

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII DKI Jakarta Mulyadin Permana bahwa ada ratusan ribu kader PMII seluruh Indonesia, khususnya di DKI Jakarta turun ke jalan mengkritik kinerja Jokowi-JK sebagaimana diinstruksikan oleh Pengurus Besar (PB) PMII.?

PMII DKI Jakarta bersama PB PMII dan beberapa cabang PMII terdekat seperti PC PMII Ciputat, PC PMII Bekasi dan PC PMII Bogor menggelar demonstrasi di depan istana negara supaya bisa didengar langsung oleh Presiden Jokowi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Ratusan ribu kader PMII seluruh Indonesia hari ini turun untuk mengingatkan dan mengevaluasi kerja Jokowi-JK selama 1 tahun ini, khususnya para kader PMII Jakarta yang ada di 35 kampus," tutur Mulyadin.

Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control tidak boleh lupa dan terlena dengan popularitas kepemimpinan Jokowi-JK, tetapi harus melihat secara jernih dan obyektif semua persoalan yang hadir karena ketidakmampuan pemerintah mengurus rakyatnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Mahasiswa (PMII) mengajak seluruh rakyat untuk menyadari apa saja yang telah diperbuat oleh pemerintah saat ini, kita tidak boleh terlena, apalagi tertidur melihat segala persoalan yang muncul," tegas Mulyadin.

Persoalan yang paling mencolok saat ini adalah soal ekonomi Indonesia yang merosot bahkan hampir terjadi krisis akibat Rupiah yang terus melemah, perusahaan-perusahan mulai mem-PHK-kan karyawannya, terjadi krisis dan konflik sosial seperti di Tolikara Papua dan Singkil Aceh, pembakaran hutan dan bencana asap, serta kebijakan impor pangan yang menyengsarakan para petani.

Atas segala persoalan tersebut, PMII mengindikasikan pemerintah tidak bekerja maksimal mengurus negara dan rakyat. Penyerapan anggaran di kementerian-kementerian pun tidak maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Padahal rakyat saat ini sedang susah dimana harga kebutuhan terus naik sejak pencabutan subsisdi BBM oleh pemerintah beberapa bulan lalu. Ironisnya, utang luar negeri terus ditumpuk oleh pemerintah untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang tidak menyentuh langsung kesejahteraan rakyat, malah akan membebani rakyat karena utang dibayar oleh rakyat.

"Kita ingat janji Jokowi-JK ketika menaikkan harga BBM bahwa subsisdi BBM akan dialokasikan kepada proyek-proyek infrastruktur, namun faktanya negara ngutang 300 Triliun buat proyek-proyek tersebut, nah mana janji Jokowi-JK? Ke mana uang subsidi BBM? jangan-jangan dikorupsi oleh penguasa!" tegas Mulyadin.

Aksi PMII berjalan lancar dengan berjalan kaki dari stasiun Gambir menuju istana negara. Ratusan mahasiswa bernyanyi dan meneriakkan yel-yel yang dipimpin koorlap aksi melalui mobil komando. Belum lama aksi berjalan di depan istana, terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan ratusan polisi. Karena semangat mahasiswa yang menggebu-gebu, mahasiswa mendorong polisi, dan disikapi represif oleh aparat kepolisian. Polisi memukul mahasiswa, menembakkan gas air mata, dan membubarkan massa aksi secara paksa. Ada puluhan mahasiswa yang terluka akibat pukulan dan injakan polisi.

"Kami sangat menyayangkan tindakan represif aparat kepolisian yang membubarkan paksa dengan memukul, menginjak dan menembakkan gas air mata kepada mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi depan istana. Ketua Umum PC PMII Jakarta Pusat sampai terluka parah karena diinjak-injak oleh polisi. Oleh karena itu, kami meminta polisi bertanggungjawab atas pemukulan kader-kader kami," tutur Mulyadin.

"Kami tidak ingin perjuangan kami mengevaluasi 1 tahun pemerintahan Jokowi-JK dinodai dengan tindakan semena-mena yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang digaji oleh rakyat," lanjut Mulyadin.

Dalam aksi Evaluasi 1 tahun Pemerintahan Jokowi-JK tersebut, PMII menuntut:

1. Tinjau ulang proyek infrastruktur yg berasal dr pinjaman luar negeri

2. Stabilkan nilai tukar rupiah

3. Percepat serapan APBN

4. Cabut ijin perusahaan pembakar hutan

5. Tolak impor pangan, wujudkan kedaulatan pangan

6. Wujudkan kedamaian beragama, negara harus menjamin hak beragama setiap warga negara

7. Usut tuntas kasus atas nama agama khususnya di Tolikara Papua dan Singkil Aceh. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan AlaNu Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 12 Maret 2012

Kebangkitan Umat (Juga) di Tangan Perempuan

Oleh Robbah MA

Tanggal 26 Maret kemarin menjadi puncak peringatan Harlah ke-70 Muslimat Nahdlatul Ulama. Ribuan anggota Muslimat dari berbagai penjuru daerah berbondong-bondong memenuhi Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur. Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, Muslimat telah membuktikan diri dengan benar-benar hadir di tengah umat.

Dalam sejarahnya, posisi perempuan acapkali ditempatkan pada posisi kelas dua. Stigma negatif tak bisa dilepaskan begitu saja dari kaum perempuan. Istilah ‘konco wingking’ (teman belakang) juga sering digunakan untuk mencerminkan hal negatif dari perempuan.

Namun kini, harus diakui sikap menomorduakan kaum hawa berangsur mulai berubah. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia telah memberikan ruang kepada kaum perempuan. Melalui Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Fatayat, dan Muslimat membuktikan bahwa Nahdlatul Ulama, secara nyata, telah memberikan perhatian besar atas hak-hak perempuan.

Kebangkitan Umat (Juga) di Tangan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebangkitan Umat (Juga) di Tangan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebangkitan Umat (Juga) di Tangan Perempuan

Muslimat, walau dalam proses berdirinya diwarnai perdebatan alot, namun dalam kiprahnya telah membuktikan bahwa berdirinya organisasi ini tidaklah mengecewakan. Muslimat hadir dengan serangkaian program kegiatan untuk turut membangun bangsa.

Hal inipun diakui Presiden Joko Widodo. Sebagaimana dilansir situs resmi Nahdlatul Ulama, pada puncak Harlah Muslimat kemarin (26/3), presiden menyampaikan apresiasi kepada Muslimat. Presiden menilai, bahwa selama 70 tahun berdiri, Muslimat telah memainkan peran yang sangat besar bagi bangsa dan negara. Muslimat berperan mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan hingga penangkalan radikalisme. Tentu apa yang disampaikan oleh presiden bukanlah hal yang berlebihan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Perempuan dalam sejarah?

Sejarah mencatat, baik dalam konteks keislaman maupun kenegaraan, perempuan telah memainkan peran penting. Terdapat tokoh-tokoh perempuan yang menjadi pemimpin, ulama, perawi hadits, dan peran lain yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Pada masa Nabi Muhammad, tercatat ada 1.232 perempuan yang menerima dan meriwayatkan hadits. Ummul Mukminin, Sayyidah Aisyah, bahkan tercatat sebagai bendaharawan hadits dengan 2.210 hadits. Asy-Syifa’, seorang perempuan yang pernah ditunjuk Khalifah Umar sebagai manajer pasar di Madinah.

Tak berhenti di situ, Nusaibah binti Ka’ab tercatat dalam sejarah sebagai perempuan yang memanggul senjata melindungi Nabi Muhammad ketika perang Uhud. Ada lagi Ar-Rabi’ binti Al-Mu’awwidz, Ummu Sinan, Ummu Sulaim, dan Ummu Athiyah yang beberapa kali ikut turun ke medan laga. Belum lagi Khadijah, istri pertama Rasulullah, seorang pebisnis sukses, yang berperan penting dalam kesuksesan dakwah Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam (Siradj, 2012: 245).?

Dalam bidang keilmuan bisa pula dihadirkan contoh manaqib Imam Syafi’i yang menyebutkan bahwa tokoh yang wafat pada 204 hijriah ini pernah berguru pada 16 ulama perempuan. Sementara kepemimpinan, di tanah Mesir pernah muncul Ratu Syajaratuddur, seorang penguasa putri dari Dinasti Mamalik. Di tanah Aceh Darussalam pula, sejumlah putri istana pernah menjadi raja atau sultan (Siradj, 2012: 248-250).

Selain yang telah disebut di atas, bagaimana peran kaum perempuan yang lain? Dalam kaitannya dengan sejarah Indonesia, selain kepemimpinan putri istana di Aceh Darussalam, Nyai Solichah Wahid Hasyim dan Ibunda Kiai Saifuddin Zuhri bisa menjadi contoh lainnya (Baso, 2015: 194-200).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ada tiga peristiwa, yang paling tidak dapat mewakili bagaimana peran Nyai Solichah Wahid Hasyim. Pertama, Nyai Solichah Wahid Hasyim mengambil inisiatif untuk mengumpulkan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama, baik laki-laki atau perempuan, untuk menyikapi situasi genting pasca Gerakan 30 September 1965. Kedua, ketika program Keluarga Berencana digulirkan pemerintah, Nyai Solichah turut menyosialisasikan dan melakukan pendekatan terhadap Nahdliyyin, guna turut andil dalam mengendalikan laju penduduk. Ketiga, ketika terjadi konflik di internal Nahdlatul Ulama, kelompok Cipete dan kelompok Situbondo, Nyai Solichah tampil mendekati, menjembatani dan mengarahkan pertemuan diantara dua kelompok yang berkonflik. ?

Sementara Ibunda Kiai Saifuddin, ia berperan penting dalam penyelamatan salahsatu ruh pergerakan, buku Mencapai Indonesia Merdeka, karya Soekarno. Saat itu, polisi kolonial Belanda terjun ke desa-desa yang disinyalir menjadi sarang aktifis nasionalis. Para polisi ini menggeledah rumah warga untuk mencari buku Soekarno tersebut, sebab isinya dianggap berbahaya. Ibunda Kiai Saifuddin, yang kala itu didatangi dua orang untuk diberi amanah mengamankan buku penting tersebut, tampil dengan menyimpan buku Soekarno itu dalam periuk nasi.

Hal yang tak terduga (baca: menyimpan buku dalam periuk nasi) akhirnya menyelamatkan buah pemikiran Soekarno. Langkah cerdas perempuan ini dapat menyelamatkan buku Mencapai Indonesia Merdeka, sehingga gagasan-gagasan sang proklamator (masih) dapat dikonsumsi publik.

Sekali lagi, dalam konteks sejarah, peran perempuan tidaklah mungkin diabaikan. Kini, di era modern dengan segenap derap langkahnya wanita bergerak, membangun, berkontribusi di wilayahnya masing-masing.

Pun bagi Muslimat. Program kegiatan yang dicanangkan harus senantiasa memberikan kemanfaatan. Dan deklarasi anti narkoba yang digelorakan pada puncak harlah ke 70 kemarin, telah menunjukkan hal itu. Muslimat bergandengan tangan dengan pemerintah untuk memeberantas narkoba; perusak generasi bangsa.?

Diumur yang tak lagi muda ini, Muslimat harus konsisten berpihak kepada umat. Muslimat tidak boleh terombang-ambing oleh arus politik dan kesenangan sesaat. Hal ini penting, sebab tak lama lagi Pilkada serentak jilid dua akan digelar. Dalam hal ini, suara Muslimat pasti menjadi rebutan.

Muslimat harus menjadi panutan. Muslimat harus berperan aktif dalam dakwah keagamaan yang santun dan eksklusif. Mandiri dengan ekonomi kreatif. Cerdas dengan pendidikan yang inovatif. Perempuan-perempuan Nahdlatul Ulama tak boleh ragu untuk menjadi pelopor kebangkitan umat.?





Penulis adalah? Mahasiswa Filsafat Politik Islam, UIN Sunan Ampel.? Koord. Lembaga Pers Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)? UIN Sunan Ampel periode 2013-2014. ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Hikmah, Quote Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 17 Februari 2012

Komitmen dan Totalitas Buya Ja’far bagi Kemajuan Pesantren

Cirebon, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Semasa hidup, Buya KH Ja’far Aqil Siroj dikenal sebagai sosok yang gigih, disiplin, serta tulus dalam memperjuangkan kemajuan pesantren, tidak hanya bagi pesantren Kempek yang diasuhnya, melainkan sebagai tempat mengadu dan berbincang bagi para tokoh pesantren lain, khususnya di Cirebon.

Komitmen dan Totalitas Buya Ja’far bagi Kemajuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen dan Totalitas Buya Ja’far bagi Kemajuan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen dan Totalitas Buya Ja’far bagi Kemajuan Pesantren

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirojsaat memberikan sambutan isyhad atas nama keluarga di hadapan ribuan pelayat di Masjid Al-Jadid, pesantren Majelis Tarbiyatul Mubtadiin (MTM) Kempek Cirebon, Rabu (2/4).

“Yang dimiliki olehnya (Buya Ja’far, red) adalah semangat membangun dan mendorong kemajuan pesantren. Inilah yang harus diteruskan oleh saudara, putra dan santri-santrinya sepeninggal Buya Ja’far,” ungkap Kiai Said.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Said menambahkan, kiprah Buya Ja’far dalam melakukan pengabdian terhadap dunia pesantren dimulai sejak awal saat ia didaulat sebagai pengasuh pesantren Kempek. Buya Ja’far, lanjut Kiai Said, memiliki totalitas dalam hal tersebut baik saat kondisi sehat maupun sakit.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Puncaknya adalah saat ia berhasil menjadi tuan rumah perhelatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU tahun 2012 lalu, di mana acara tersebut bisa berlangsung tertib dan aman,” pungkasnya.

Selain sebagai pengasuh pesantren Kempek, Buya Ja’far juga dipercaya mengemban amanat sebagai Ketua Majelis Ulama (MUI) kabupaten Cirebon selama dua periode berturut-turut, serta sebagai Mustasyar dalam kepengurusan PWNU Jawa Barat dan PCNU kabupaten Cirebon.

Buya Ja’far wafat pada Selasa (1/4) dan dikebumikan esok harinya di makbarah Kempek, Cirebon. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan