Jumat, 31 Agustus 2012

IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS

Surabaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pembicaraan akhir-akhir ini dihiasi dengan pro kontra tentang sekolah lima hari atau full day school (FDS). Akan tetapi pemberitaan tentang topik ini nyaris belum menyuarakan pendapat pelajar. Pasalnya, proses belajar mengajar bertujuan memposisikan peserta didik (pelajar) sebagai subjek.?

IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jatim Adakan Polling, Ini Kata Pelajar Soal FDS

Ironisnya, dalam kasus ini mendadak pelajar diposisikan sebagai objek. Bagaimana tidak, hampir seluruh pemberitaan baik pro atau kontra pada kebijakan full day school adalah mereka yang sudah tidak duduk dibangku sekolah. “Oleh karenanya, kami terpanggil untuk turut menyurakan pendapat para pelajar. Tak lain mereka yang kini masih duduk di bangku sekolah,” kata Ahmad Ainun Najib, Direktur Student Research Center (SRC) Jatim, Rabu (21/6).

Peraturan Menteri (Permen) No 23 tahun 2017 menurut Muhadjir Effendy Mendikbud, yang mengatur FDS tidak akan menambah beban murid. Sedangkan Wakil Presiden H M Jusuf Kalla, menegaskan, kebijakan ini tidak bisa diputuskan di tingkat menteri. Hal tersebut karena menyangkut 50 juta pelajar terkena dampak jika program ini belum siap diterapkan.?

Penolakan juga datang dari PBNU. Ormas Islam terbesar di Indonesia ini melalui Sekjen PBNU merilis tujuh poin kerugian sistem penerapan FDS. Di antaranya beban belajar yang akan makin memberatkan siswa. “Di banyak tempat Madin biasanya dilaksanakan sore hari. Jika sekolah diberlakukan sampai sore hari, maka praktis mereka tak bisa mengikutinya,” kata H Helmy Faishal Zaini, di Kantor PBNU 14 Juni lalu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin (19/6) lalu, Presiden Joko Widodo melalui Ketua Umum MUI dan Menteri Pendidikan menyampaikan akan menata ulang kebijakan FDS. “Presiden merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat dan memahami apa yang jadi keinginan masyarakat dan ormas Islam. Oleh karena itu, presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu,” kata KH Ma’ruf Amin.

Penerapan FDS akan ditunda sampai Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan presiden (Perpres). Lalu bagaimana respon pelajar? Lembaga Survei, Student Research Center (SRC) IPNU Jatim melakukan polling via Whatsapp (WA) yang tersebar di seluruh grup pelajar di Jawa Timur mulai SMP/SMA sederajat. Dengan cara menulis nama, nama sekolah, kabupaten/kota lalu jawaban dan dikirim melalui nomor WA yang tercantum hingga pukul 23.59 WIB per tanggal 19 Juni 2017.?

“Alhamdulillah para pelajar merespon begitu cepat dan antusias. Dalam waktu sehari semalam kita menyebar polling melalui grup WA pelajar, sebanyak 420 responden mengirimkan jawabannya,” tutur Najib itu saat ditemui di kantor PW IPNU Jatim.?

Dari 420 responden, 79.05% menjawab tidak setuju dengan sistem penerapan FDS. Sedangkan 20.95% setuju. Alasan penolakan FDS oleh pelajar adalah menguras tenaga dan pikiran sebanyak 38.25%. Tidak bisa membantu orang tua 16.87% dan bikin capek dan bosan dalam kelas sebanyak 15.06%.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selebihnya para pelajar menjawab tidak bisa belajar ilmu agama di madrasah atau madrasah diniyah, tidak bisa berorganisasi dan keterbatasan waktu untuk bersosial masyarakat. “Polling ini kami lakukan untuk menyerap aspirasi dari kalangan pelajar. Kami berharap riset ini bisa menjadi data bagi pemangku kebijakan, bahwa pelajar tidak setuju dengan penerapan sistem FDS,” terang remaja yang juga pengurus IPNU Jatim ini.

Sekitar 85 pelajar berasumsi dengan adanya FDS, bisa meningkatkan pendidikan di Indonesia. “Pelajar Indonesia harus terus belajar dan tidak terlalu banyak bermain, dengan FDS waktu bermain mereka secara otomatis berkurang,” kata Fera Febriana pelajar SMKN 1 Banyuwangi ini.?

Polling melalui akun media sosial akan terus dilakukan. Ke depannya akan kami lakukan polling melalui twitter, facebook dan instagram karena akun media sosial tersebut sudah akrab di kalangan pelajar,” pungkas A Ainun Najib. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pahlawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 30 Agustus 2012

Kaderisasi Komisariat Ujung Tombak IPNU-IPPNU

Kotagajah, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Kepala Madrasah Tsanawiyah Maarif 02 Kotagajah Lampung Tengah H. Subroto mengatakan, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di tingkat komisariat, mempunyai peran sebagai ujung tombak kaderisasi.

Karenanya, kata dia, di tingkat komisariat, IPNU-IPPNU harus menjadi laboratorium melatih jiwa kepemimpinan, melatih wawasan kebangsaan sekaligus menambah dan memperkuat pemahaman akidah Ahlussunnah wal Jamaah.? ?

Kaderisasi Komisariat Ujung Tombak IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi Komisariat Ujung Tombak IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi Komisariat Ujung Tombak IPNU-IPPNU

“Dan yang tak kalah pentingnya adalah kaderisasi IPNU dan IPPNU demi kemajuan organisasi,” ungkap dia di sela-sela pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pimpinan Komisariat IPNU-IPNU Kotagajah di Aula madrasah tersebut, Sabtu lalu (23/1).

Sementara Pembina IPPNU Siti Maysaroh mengatakan, RAT diikuti perwakilan kelas masing-masing mulai dari kelas VII hingga kelas IX. RAT ini sebagai momentum mengevaluasi program kerja kepengurusan komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di MTs Maarif 02 Kotagajah Lampung Tengah masa khidmah 2014-2015.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pada kesempatan itu, Deri Ramadhani yang duduk di kelas VIII A ditetapkan sebagai Ketua PK IPNU MTs Maarif 02 Kotagajah Lampung Tengah masa khidmat 2015 – 2016. Sementara Nurhasanah kelas VIII A ditetapkan sebagai Ketua PK IPPNU MTs Maarif 02 Kotagajah Lampung Tengah masa khidmat 2015-2016. (Akhmad Syarief Kurniawan/Abdullah Alawi)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sejarah, Nahdlatul Ulama, RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 23 Agustus 2012

Pergunu Jombang Gelar Bedah Buku Khazanah Aswaja

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Persatuan Guru Nahadlatul Ulama (Pergunu) Jombang menggelar Bedah Buku Khazanah Aswaja di Aula Gedung Muslimat NU kota setempat, Minggu (15/1). Dalam acara yang dibuka Wakil Bupati Jombang, Mundjidah Wahab itu, hadir sebagai narasumber yakni koordinator tim penulis buku Khazanah Aswaja, KH Abdurrahman Navis sekaligus Direktur Aswaja NU Center PWNU Jawa timur.

Saat pembukaan, Ahmad Faqih, Ketua PC Pergunu Jombang, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari ikhtiar Pergunu Jombang dalam merespon meningkatnya geliat berkembangnya gerakan dan paham anti toleransi serta radikalisme di masyarakat.?

Pergunu Jombang Gelar Bedah Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Gelar Bedah Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Gelar Bedah Buku Khazanah Aswaja

“Sekarang banyak paham radikal, ummat harus kita bentengi, kita perlu penguatan tentang ajaran Islam Ahlussunnah Waljama’ah,” ujar Wabup Jombang, Mundjidah dalam sambutannya.

Diskusi ilmiah yang mengangkat tema Penguatan Pemahaman Islam Rahmatan lil Alamin itu juga dihadiri Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar. Dalam sambutannya sebelum bedah buku, KH Isrofil mengapresiasi kegiatan tersebut.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Mudah-mudahan bisa kita pahami dan amalkan bersama, dengan pengamalan Aswaja akan terciptanya kehidupan yang tentram," kata KH Isrofil.

Selama lebih dari 2 jam, KH Abdurrahman Navis, secara rinci mengupas tuntas isi dari buku khazanah aswaja. Bahkan menurut kiai karismatik ini, Jombang adalah markasnya Aswaja. “Sebenarnya kalau kita berbicara Aswaja, markasnya itu di Jombang,” singkatnya.?

Buku Khazanah Aswaja sendiri terdapat Enam bab, pertama tentang Konsep Aswaja, Kedua Aqidah dan Landasan Teoritik Aswaja, Ketiga Fiqih Aswaja, Keempat Tasawuf Aswaja, Kelima Aliran-Aliran di luar Aswaja dan NU, Kelima Aswaja Nahdhiyah atau ke-NU-an.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Navis menjelaskan, dalam buku khazanah Aswaja tidak termuat penyesatan kelompok-kelompok tertentu. “Dalam buku ini, kami tidak menghakimi ataupun menyesatkan kelompok-kelompok selain Aswaja NU, tapi kami menjelaskan apa kelompok itu, siapa tokohnya dan bagaimana pemikiran firkahnya,” jelas dia.

Ia kemudian mengajak seluruh hadirin untuk membaca dan memahami pandangan atas paham-paham firkah di luar Aswaja, agar dapat membedakan dan terhindar dari pengaruh paham yang bertentangan dengan konsep aswaja. ?

”Ya dalil dan amaliahnya itu mirip Aswaja, cuma bedanya dengan NU, mereka lebih banyak Nahi Munkarnya dari pada Amar Ma’rufnya,” lanjutnya.

Tidak lupa, Kiai Navis menerangkan bahwa Aswaja NU Center lahir tanggal 31 Januari 2012 yang bertepatan dengan Harlah NU di Jawa Timur, dan Aswaja NU Center secara kelembagaan memang hanya ada di Jawa Timur. Upaya tersebut juga didasarkan rekomendasi hasil Muktamar NU di Makassar yang menginginkan NU hendaknya meneguhkan Aswaja. (Afaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pertandingan, Tokoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan