Rabu, 30 Agustus 2017

MTs Nurul Islam Jepara Kantongi Segudang Prestasi Lewat Seni Kaligrafi

Jepara, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sejak tahun 2006 silam MTs Nurul Islam Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah memasukan Kaligrafi sebagai pelajaran muatan lokal. Sejak itu madrasah ini memiliki segudang prestasi utamanya seni kaligrafi.

MTs Nurul Islam Jepara Kantongi Segudang Prestasi Lewat Seni Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Nurul Islam Jepara Kantongi Segudang Prestasi Lewat Seni Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Nurul Islam Jepara Kantongi Segudang Prestasi Lewat Seni Kaligrafi

Mulanya, orang yang diamanati untuk mengajar kaligrafi ialah H Nur Ichwan. Waktu itu madrasah masih dipimpin Ribhan. Kemudian, bertemulah Ichwan dengan Ahmad Jamaludin pada momen kegiatan kaligrafi di Semarang. Saat itu Ichwan delegasi asal Jepara sedang Jamaludin delegasi Kudus.

Karena Ichwan sudah mengetahui kiprah Jamal ia meninggalkan nomer ponsel kepada guru kaligrafinya, Aufa. Tujuannya agar Jamal bersedia mengontaknya. Alhasil Jamal bergabung dengan MTs Nuris, begitu masyarakat menyingkat madrasah tersebut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sejak bergabung jebolan STAIN Kudus itu diamanati untuk memegang mapel Kaligrafi. Selama sepekan sekali 250an siswa memperoleh materi kaligrafi 2 jam pelajaran. Ia mengajar sendiri. Tanpa didampingi guru-guru lain.

Setiap jenjang memperoleh materi khat berbeda. Kelas VII materi Naskhi, kelas VIII Sulus dan kelas IX Diwani. Untuk materi lain yang kadang diajarkan ialah Ribah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Karena masuk dalam mapel, lelaki kelahiran 06 November 1981 itu mengaku menemui sejumlah kendala. "Kendalanya mereka masih anak-anak. Jadi mereka ikutnya masih mencari nilai," akunya saat ditemui Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, Selasa (15/12) lalu.

Meski terganjal kendala tetapi ia menyebut masih ada sekitar 20 persen siswa yang minat. Kepada peserta yang minat itulah ada pendekatan khusus yang ia tempuh. Semaksimal mungkin dirinya memberikan pengarahan.

Hasilnya dari ratusan siswa yang ada tiap tahun pelajaran sekitar ada puluhan murid yang berbobot. "Setiap ada even bisa dipastikan memperoleh penghargaan. Baik tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi," sebut Jamal.

Strategi

Pelajaran kaligrafi tidak lepas dari praktik. Pada jam menulis khat itu siswa wajib membawa pensil/spidol khat serta buku garis. Saat itu siswa yang sedang diajar mengerjakan perintah dari sang guru.

Pada saat UTS serta UAS soalnya juga tidak dari tulis menulis indah itu. Misal menulis huruf maupun surat pendek. Jika even lomba tiba ia menggenjot siswa untuk berlatih hingga menjadi juara.

Tiga tahun terakhir, madrasah yang bernaung di bawah Kemenag Jepara itu tidak sepi juara. Tahun 2013 memperoleh Juara I tingkat Kabupaten, tahun berikutnya juara I dan III. Dan tahun ini juara I dan II.

Tahun ini pula madrasahnya berhasil memboyong juara tingkat provinsi juara I dan III. "Sejak 2006 sampai sekarang jumlah piala yang didapat jika dihitung sekitar 50an lebih," kata lelaki yang mendarmabaktikan untuk kaligrafi. Untuk juara meliputi dekorasi, lukis, naskah, hiasan dan mushaf.

Agar bibit-bibit unggul kaligrafi tetap lestari madrasah yang berada di belakang masjid Al Makmur itu menggelar pelatihan kaligrafi tingkat MI sederajat se-kecamatan Kalinyamatan, Welahan dan Mayong. "Pesertanya lumayan. Ada seratusan anak-anak," lanjutnya.

Digelarnya kegiatan itu tidak lain memberikan bekal kegiatan lomba Mapsi. Karena kaligrafi menjadi salah satu even lomba. Strategi lain yang ingin digalakkan ialah membentuk komunitas sebagai jejaring kaligrafer Nuris dan yang lain. Juga kegiatan pameran karya.

Untuk menggelar sebuah even membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sehingga pihaknya mengharapkan pemerintah untuk mendukung kegiatan kaligrafi di Jepara.

 "Selain perlu sering mengadakan even. Pemerintah juga perlu memberikan anggaran yang maksimal kegiatan tersebut," pinta Abdul Rohman Waka Kesiswaan MTs Nurul Islam.

Karena masih minim dukungan menurut lelaki yang kerap disapa Maman itu menyebabkan madrasah yang konsisten menggarap kaligrafi masih jarang. Berbeda dengan kabupaten tetangga Kudus dan Pati.

Pihaknya juga dengan tegas siap menerima semua elemen yang ingin belajar kaligrafi. "kami siap berbagi ilmu kepada siapa saja utamanya kaligrafi," papar lulusan UIN Yogyakarta ini.

Puluhan hasil kejuaraan  yang telah diraih madrasah menurut Kepala madrasah, Ali Ashari masih belum seberapa. Cita-cita yang belum tercapai hingga kini ialah memperoleh juara nasional.

"Semoga cita-cita ini akan terwujud. Tentu dengan kerjasama antara murid dan pendidik juga didukung dengan regenerasi yang terus-menerus. Termasuk dukungan penuh dari pemerintah setempat," harap Ali yang lulusan UPGRIS, dulu IKIP PGRI Semarang. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Fragmen, Pendidikan, Pahlawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 29 Agustus 2017

Amalan-Amalan yang Dianjurkan dalam Maulidan

Hari lahir Rasulullah SAW berulang setiap tahun. Karenanya, sekali dalam setahun pula masyarakat Indonesia memperingati hari kelahirannya. Berhubung banyaknya jumlah masjid dan mushola, maka maulid tampak diperingati setiap hari. Undangan muludan di desa-desa tetangga berderet antre diumumkan di masjid-masjid. Bukan apa-apa. Hal ini lebih didasarkan pada perbedaan kesiapan panitia muludan setempat.

Semangat masyarakat Indonesia untuk menyelenggarakan maulid, bisa dimaklumi. Karena, Islam memang menganjurkan umatnya untuk merayakan hari kelahiran Rasulullah. Tidak salah kalau pemerintah RI menetapkan hari libur bertepatan dengan jatuhnya hari maulid Rasulullah SAW.

Amalan-Amalan yang Dianjurkan dalam Maulidan (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan-Amalan yang Dianjurkan dalam Maulidan (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan-Amalan yang Dianjurkan dalam Maulidan

Lalu apa yang mesti dilakukan dalam peringatan maulid Rasulullah SAW. Banyak kegiatan ibadah yang bisa dilakukan dalam kesempatan ini. Demikian diterangkan Sayid Bakri bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam I‘anatuttholibin.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, Imam Abu Syamah (guru penulis) berkata, “Salah satu dari sekian banyak bid‘ah paling hasanah di zaman kita ialah kelaziman yang dibuat masyarakat setiap tahun dalam merayakan harlah Rasulullah SAW berupa sedekah, berbuat ma’ruf, dan bersolek diri atau merapikan desa serta menyatakan kegembiraan. Semua itu berikut perbuatan baik kepada orang-orang faqir, menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, keagungan serta kebesaran beliau SAW di hati mereka yang merayakan maulid, dan bentuk syukur kepada Allah atas anugerah-Nya dalam menciptakan seorang Rasulullah yang diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam. Semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam kepada rasul-Nya SAW.”

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Termasuk membaca riwayat hidup Rasulullah SAW, lantunan sholawat, atau puji-pujian untuk beliau dalam pelbagai karya mulai dari Barzanji natsar, Barzanji nazhom, qasidah Burdah, Syarafal Anam, maulid Diba‘i, dan qasidah lainnya. Lazimnya orang Indonesia sedekah melalui pembuatan berkat. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Olahraga, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Wabup Gresik Ajak Aswaja NU Center Isi Kegiatan Keagamaan

Gresik, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Wakil Bupati Gresik terpilih, Mohammad Qosim, mengajak Pengurus Wilayah Aswaja NU Center Jawa Timur agar mengisi sejumlah kegiatan bernuansa agama di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang terkenal dengan sebutan kota wali.

Wabup Gresik Ajak Aswaja NU Center Isi Kegiatan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Gresik Ajak Aswaja NU Center Isi Kegiatan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Gresik Ajak Aswaja NU Center Isi Kegiatan Keagamaan

Ajakan tersebut muncul dalam acara silaturahim PW Aswaja NU Center Jatim ke kediaman Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim di Gresik, Kamis (31/12). Hadir pada kesempatan tersebut Direktur PW Aswaja NU Center Jatim KH Abdurrahman Navis dan pengurus inti.

"Mayoritas warga di wilayah kami adalah Nahdliyin," kata Mohammad Qosim yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Gresik selama tujuh tahun ini. Karena itu ia sangat paham bagaimana pentingnya kegiatan bernuansa Aswaja di daerahnya. "Ini langkah bagus dan akan kami dukung," tegasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Qosim kemudian menjelaskan bahwa selama lima tahun memimpin Gresik bersama Sambari Halim Radianto selaku bupati, pihaknya telah banyak kegiatan keagamaan yang diselenggarakan. Dari mulai istigotsah kubra yang dilakukan setidaknya empat kali dalam setahun, pemberian santunan kepada dhuafa dan anak yatim, hingga melibatkan Muslimat NU dan Fatayat NU dalam kegiatan yang difasilitasi Pemkab setempat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Baginya, kegiatan bernuansa keagamaan tersebut memberikan efek positif bagi perkembangan Gresik lima tahun terakhir. "Pendapatan Asli Daerah kami meningkat sangat pesat," ungkapnya. Demikian pula sejumlah BUMD yang awalnya mengalami kerugian, akhirnya bisa memberikan keuntungan yang signivikan. "Ini berkah dari kegiatan keagamaan yang selalu didukung Pemkab Gresik," akunya.

Bahkan dalam waktu dekat ia bersama bupati telah menyiapkan pembangunan Islamic Center di sejumlah kecamatan, serta membantu kepengurusan NU di wilayahnya.

KH Abdurrahman Navis selaku Direktur PW Aswaja NU Center Jatim sangat bersyukur atas komitmen tersebut. "Kepercayaan dari wakil bupati Gresik ini akan segera kami tindaklanjuti," kata Kiai Navis, sapaan akrabnya.

Kiai yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim ini kemudian menceritakan sinergi antara pemerintah daerah dengan NU, khususnya Aswaja NU Center. "Di Kota Mojokerto, kegiatan pesantren Ramadhan diisi dengan muatan keislaman yang berhaluan Aswaja NU," ungkapnya. Hal tersebut cukup efektif dalam meredam sejumlah pemahaman aliran ekstrim yang akhir-akhir ini semakin marak, lanjutnya.

"Kami berharap, kegiatan ekstra kurikuler, termasuk kerohanian Islam di sejumlah lembaga pendidikan di sini dapat dikenalkan dengan materi Aswaja NU," tandas dosen UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Pertemuan dengan M Qosim ini sebagai kegiatan pamungkas dari rihlah akhirussanah yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jatim. Rombongan melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Bungkul, Raden Ahmad Rahmatullah atau Sunan Ampel di Surabaya, dilanjutkan ke Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri serta Siti Fatimah binti Maimun di Gresik. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Foto: Direktur PW Aswaja NU Center Jatim KH Abdurrahman Navis (kiri) berbincang dengan Wakil Bupati Gresik terpilih, Mohammad Qosim.

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hikmah, Syariah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 27 Agustus 2017

Urgensi Madrasah Diniyah bagi Nahdlatul Ulama

Banyak pihak yang mempertanyakan mengapa komunitas NU menolak keras pemberlakuan kebijakan sekolah lima hari dengan alasan hal tersebut akan mematikan madrasah diniyah. Bagi kelompok tersebut, menolak FDS (full day school) yang belakangan diplesetkan menjadi (five-day school) boleh-boleh saja, tetapi sekadarnya saja. Begitu pikiran yang terbaca pihak-pihak yang tidak paham tentang urgensi madrasah diniyah bagi warga Nahdlatul Ulama.

Ketidakpahaman tentang madrasah diniyah tersebut salah satunya tergambar dari pernyataan oleh salah satu petinggi ormas Islam bahwa madrasah diniyah seperti lembaga kursus. Analoginya, jika tokoh ormas Islam yang memiliki banyak lembaga pendidikan saja tidak paham, bagaimana dengan orang-orang yang selama ini belajar Islam sekadarnya, di sekolah saja? Tentu lebih tidak paham lagi. Jika orang-orang yang tidak paham tersebut membuat sebuah kebijakan yang mempengaruhi eksistensi madrasah diniyah tanpa berkonsultasi dengan pemangku kepentingan utamanya, tentu hasilnya akan jauh dari harapan. Dalam era kebebasan berekspresi dan beragamnya saluran untuk mengungkapkan luapan buah pikirannya mulai dari sekadar tulisan di medsos sampai dengan demonstrasi. Inilah yang terjadi saat ini terkait dengan pemberlakuan Permendikbud No 23 tahun 2017 yang akan diganti dengan Perpres yang saat ini masih digodok.

Urgensi Madrasah Diniyah bagi Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Urgensi Madrasah Diniyah bagi Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Urgensi Madrasah Diniyah bagi Nahdlatul Ulama

Madrasah diniyah merupakan pendidikan agama yang sebagian besar berlangsung sore hari atau seusai shalat maghrib. Keberadaannya tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Pada pagi hari, anak-anak, terutama usia sekolah dasar belajar di sekolah umum, lalu pada sore harinya, sekitar pukul dua siang, mereka belajar di madrasah diniyah. Berbeda dengan TPQ yang fokus dalam pengajaran membaca Al-Qur’an, madin mengajarkan materi-materi keislaman lebih lengkap mulai dari fikih, akhlak, tauhid, qur’an, hadist, bahkan siswa juga dikenalkan dengan bahasa Arab.

Madin sepenuhnya dikelola oleh komunitas masyarakat setempat. Biasanya yang mengajar adalah para ustadz lulusan pesantren yang memiliki kapasitas ilmu agama yang memadai. Mereka merelakan sebagian waktunya di sore hari, setelah bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarganya, untuk mengajar anak-anak dengan komitmen untuk mewariskan nilai-nilai Islam bagi generasi berikutnya. Biaya operasional lainnya seperti listrik, pemeliharaan gedung, dan lainnya ditanggung bersama oleh masyarakat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pendidikan yang berlangsung di madin menjadi dasar untuk melanjutkan pendidikan agama di tingkat selanjutnya, yaitu ketika anak-anak sudah menginjak remaja dan mulai masuk ke pesantren. Dengan demikian, mereka tidak memulai pelajar dari tingkat yang paling dasar saat berada di pesantren. Setelah lulus dari pesantren, banyak alumni pesantren yang mengamalkan ilmunya dengan mengajar di madrasah di tempat di mana ia tinggal. Begitulah siklus keberlangsungan madrasah diniyah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Proses pewarisan nilai yang berlangsung dari generasi ke generasi melalui madin dn pesantren inilah yang membentuk corak Islam Nusantara yang khas Indonesia saat ini. Yang mampu mengakomodasikan kekayaan budaya dengan nilai-nilai dasar Islam. Proses dan hasil seperti ini tampaknya kurang dipahami oleh banyak orang.

Mendikbud Muhadjir Effendy berulangkali menjelaskan aturan baru ini tidak akan mematikan madrasah bahkan Presiden juga menegaskan tidak ada kewajiban untuk memberlakukan sekolah lima hari. Warga NU tidak cukup puas dengan pernyataan tersebut. Dalam komunikasi politik di Indonesia, seringkali pernyataan-pernyataan publik oleh pejabat yang berwenang tidak selalu sejalan dengan pelaksanaan di lapangan, sebagaimana janji kampanye yang banyak tidak ditepati ketika yang bersangkutan terpilih. Dengan kekuasaan yang dimilikinya, Kemendikbud bisa memaksa sekolah-sekolah di bawah kendalinya untuk menerapkan sekolah lima hari ketika aturan tersebut sudah diundangkan. Pemaksaan bisa dilakukan secara langsung atau tidak langsung ketika tekanan publik sudah mereda. Penciptaan citra bahwa sekolah yang menerapkan kebijakan lima hari merupakan sekolah favorit menjadi salah satu bentuk tidak langsungnya. Bisa juga dengan metode lain yang belum diketahui bentuknya.

Kecurigaan terhadap Mendikbud yang ngotot sekali dalam penerapan sekolah lima hari ini karena berangkat dari catatannya selama dia menjabat. Baru beberapa minggu setelah diangkat menjadi menteri menggantikan Anies Baswedan, ia sudah melontarkan kebijakan FDS yang lalu menuai kontroversi dan akhirnya ditangguhkan karena reaksi keras publik. Lalu, menjelang tahun ajaran baru 2017, dengan tiba-tiba ia mengumumkan pemberlakuan peraturan menteri tentang pemberlakuan sekolah lima hari. Ini yang mengingatkan kembali atas usulan sebelumnya yang ditolak masyarakat. Publik menjadi curiga atas tindakannya yang mengabaikan aspirasi masyarakat tersebut. Formulasi yang ditawarkan juga tidak jelas, hanya berupa pernyataan bahwa FDS tidak akan mematikan madin.

Isu lain yang ditiupkan adalah ada kepentingan politik dari NU untuk menentang pelaksanaan FDS. Dalam sejumlah demonstrasi, memang ada spanduk yang menyatakan “Turunkan Muhadjir”, tetapi hal tersebut lebih sebagai ekpresi ketidaksetujuan atas kebijakan yang diterapkannya. Sejauh keberadaan madrasah diniyah tetap berlangsung, bahkan diperkuat, NU akan mendukung sepenuhnya Mendikbud, siapa pun orangnya, apa pun latar belakangnya.

Jika dahulu madin mandiri secara sepenuhnya dikelola komunitas, kini sudah seharusnya pemerintah memberdayakannya secara memadai. Anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN seyogyanya juga dikucurkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan diniyah agar lebih memadai. Inilah saatnya untuk melibatkan pemangku kepentingan yang lebih besar agar madin bisa berperan lebih besar dalam pembentukan karakter bangsa, sebagaimana visi presiden saat ini. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Makam, Nahdlatul Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Riwayat Kantor PBNU dari Masa ke Masa

Sejak dibentuk pada 31 Januari 1926,  para pendiri NU telah mempersiapkan sedemikian rupa segala perangkat untuk menunjang berjalannya laju organisasi, termasuk di antaranya kantor pusat NU.

Dalam perjalanan sejarah NU, keberadaan kantor NU ini sangatlah penting, sebab selain menjadi tempat untuk menyimpan berbagai arsip serta menjalankan rapat penting, kantor ini menjadi simbol eksistensi NU.

Riwayat Kantor PBNU dari Masa ke Masa (Sumber Gambar : Nu Online)
Riwayat Kantor PBNU dari Masa ke Masa (Sumber Gambar : Nu Online)

Riwayat Kantor PBNU dari Masa ke Masa

Dengan kata lain, bagaimanapun keadaannya kantor ini harus tetap ada. Ini dibuktikan, ketika beberapa kali Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpaksa memindahkan kantornya, karena terjadi peperangan di Surabaya atau saat terjadi gangguan keamanan akibat pemberontakan PKI/FDR di Madiun tahun 1948.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Berikut sekilas riwayat kantor pusat NU dari awal didirikan hingga sekarang:

1. Surabaya

Lengkapnya di Jalan Sasak Nomor 23 (ada pula yang menyebut Nomor 66, sesuai alamat Majalah Berita Nahdlatoel Oelama) Surabaya. Di lokasi bangunan yang berdekatan dengan Masjid Ampel inilah, kantor pusat pertama PBNU berdiri, yang kala itu masih disebut HBNO (Hoofd Bestuur Nahdlatoel Oelama).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lokasi ini tentu berbeda dengan alamat Jalan Bubutan VI Nomor 2 Surabaya, yang di beberapa sumber menyebutkan sebagai kantor HBNO pertama. Meski mengandung nilai sejarah yang tinggi baik bagi NU maupun Indonesia termasuk ketika dicetuskan Resolusi Jihad 1945, Kantor Jalan Bubutan bukanlah kantor HBNO, melainkan Kantor Pemuda Ansor.

2. Pasuruan

Kedatangan Pasukan Sekutu yang diboncengi Belanda ke Surabaya, yang kemudian disusul dengan meletusnya Perang Surabaya 10 November 1945, memaksa para pimpinan NU untuk memindahkan kantornya ke daerah lain, yang sekiranya lebih aman.

Saat itu, KH Muhammad Dahlan dari Konsul NU Jawa Timur, diperintahkan untuk memindahkan kantor pusat NU ke Jalan Pengadangan 3, Kabupaten Pasuruan. Dipilihnya Pasuruan selain lokasinya yang dekat dengan Surabaya, juga didukung banyaknya pesantren dan tokoh NU yang ada di sana.

Sementara itu, di berbagai daerah, para anggota NU diakitifeer, bergabung bersama Hizbullah dan Sabilillah ikut mengangkat senjata melawan musuh. Kaum perempuan dari Muslimat pun seakan tak mau kalah, mereka berjuang di garis belakang, dan bahkan ada yang ikut memanggul senjata.

3. Madiun

Untuk kedua kalinya, Kantor NU terpaksa harus ikut hijrah dari Pasuruan ke Madiun. Seperti yang dipaparkan KH Saifuddin Zuhri dalam buku Berangkat Dari Pesantren: “Karena gangguan militer Belanda, akhirnya (NU) hijrah buat kali kedua dari Pasuruan ke Madiun, bertempat di Jalan Dr Sutomo 9 Madiun.”

Gangguan militer yang dimaksud, yakni Agresi Militer Belanda pertama yang terjadi pada tahun 1947. Zaman itu lazim disebut sebagai zaman darurat atau zaman Renville. Kepindahan Kantor NU pusat ini, juga diikuti beberapa banom seperti PB Muslimat NU. Namun, hanya setahun setelah pindah ke Madiun, menyusul terjadinya pemberontakan PKI/FDR di Madiun ditambah dengan Agresi Militer Belanda kedua, PBNU memindahkan kantornya kembali ke Surabaya

4. Jakarta

Setelah melewati berbagai masa sulit, bangsa Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaannya. Ibu kota negara yang sempat dipindah ke Yogyakarta, kini kembali lagi ke Jakarta.

Tahun 1950, kantor pusat NU berpindah ke Jakarta. Selain faktor ibu kota, menurut KH Saifuddin Zuhri, hal ini juga dikarenakan banyaknya tokoh-tokoh PBNU yang berjuang (menjadi menteri dan lain sebagainya) di Jakarta.

Di Jakarta, Kantor PBNU terletak di Jalan Menteng Raya 24, kira-kira 300 m sebelah Timur Stasiun Gambir. Setelah beberapa tahun, kantor pusat NU kemudian dipindahkan ke Jalan Kramat Raya Nomor 164, yang masih bertahan hingga sekarang.

Pada 2012 lalu, untuk meningkatkan kinerja organisasi PBNU membangun gedung baru di Jalan Taman Amir Hamzah Nomor 5, Menteng, Jakarta Pusat. Gedung empat lantai ini sekarang menjadi lokasi utama kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, serta sejumlah lembaga dan badan otonom NU. (Ajie Najmuddin/dari berbagai sumber)

 

Foto: Gedung PBNU sekarang yang terdiri dari 9 lantai di Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Internasional, Pertandingan, Santri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 25 Agustus 2017

Kiai Said: Silatul Arham, Silatul Afkar, Silatul A’mal, Silatul Arwah

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, halal bihalal merupakan budaya khas Islam Nusantara yang tidak didapati di belahan dunia mana pun, termasuk tempat lahirnya Islam, yakni Arab. Halal bihalal adalah produk budaya dan ini penting untuk memperkuat nilai-nilai agama.

Ia menagnggap fenomena tersebut sebagai kreativitas dan kerarifan ulama terdahulu. Menurutnya, budaya harus menjadi infrastruktur bagi tumbuhnya agama.

Kiai Said: Silatul Arham, Silatul Afkar, Silatul A’mal, Silatul Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Silatul Arham, Silatul Afkar, Silatul A’mal, Silatul Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Silatul Arham, Silatul Afkar, Silatul A’mal, Silatul Arwah

“Agama tidak kuat tanpa budaya. Budaya tak punya nilai tanpa agama,” tuturnya dalam acara Halal Bihalal di auditorium Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (7/7) malam.

Kiai asal Cirebon ini bercerita, halal bihalal merupakan budaya yang digagas KH Abdul Wahab Chasbullah ketika diminta pendapat Bung Karno pada tahun 1948 soal cara mnyatukan para elit politik yang sedang bertikai. Ketika disodorkan usulan menyelenggarakan silaturahim, Bung Karno menginginkan istilah lain yang “tidak biasa”.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

(Baca: KH Wahab Chasbullah Penggagas Istilah “Halal Bihalal”)

Menurut Kiai Said, budaya halal bihalal memberikan sumbangsih yang besar dalam melestarikan hubungan kekerabatan atau persaudaraan (silatul arham). Ia lalu membandingkan dengan negara-negara di Eropa yang tak begitu peduli tentang hubungan ini.

Lebih lanjut, Kiai Said memaparkan, selain silatul arham, aspek lain yang penting pula diperhatikan adalah silatul afkar, yakni usaha penyamaan persepsi; silatul a’mal atau membangun jaringan kerja sama; dan silatul arwah atau berhubungan dengan orang yagn sudah wafat seperti dengan ziarah, mendoakan, dan sejenisnya.

Forum halal bihalal yang digelar secara lesehan ini dihadiri segenap pengurus PBNU, pimpinan pusat badan otonom NU, sejumlah pejabat negara, dan warga secara umum. Hadir pula dalam kesempatan ini Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, dan sejumlah pejabat lainnya. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits, Pertandingan, Warta Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 24 Agustus 2017

Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam

Bantul, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kesebelasan Pondok Pesantren Al-Asyariyah berhasil menundukkan kesebelasan Pondok Pesantren Darussalam pada Liga Santri Nusantara 2016 dalam pertandingan sepakbola 8 besar seri nasional, Jumat (28/10) malam. Gol diciptakan M Raply pada menit ke-62.

Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam

Sampai peluit panjang ditiup wasit Haryadi, kedudukan tetap 1-0 atas keunggulan Al-Asyariyah dalam pertandingan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta itu.

Sejak awal pertandingan, dua kesebelasan bermain cepat dan keras. Beberapa kartu kuning terpaksa dikeluarkan wasit untuk pemain yang melakukan pelanggaran keras. Affan nomor punggung 9 dari Darussalam mendapat kartu kuning pertama pada menit ke-9.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara dari Al-Asyariyah mendapat kartu kuning pada menit ke-8 atas nama Al-Hamra H. Menit ke-40, M Raply mendapat hal serupa. Lalu pada menit ke-68 Al-Hamra kembali diganjar kartu kuning sehingga ia harus keluar lapangan karena akumulasi kartu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dengan demikian, Al-Asyariyah maju ke babak selanjutnnya, semifinal esok hari di stadion yang sama, siang hari Sabtu (29/10). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 23 Agustus 2017

Pakistan Berkabung Atas Serangan Teroris yang Tewaskan 126 Siswa

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pemerintah Pakistan telah menetapkan tiga hari berkabung nasional sebagai sebuah respon terhadap serangan brutal Taliban di Peshawar, Selasa.

Kelompok bersenjata Taliban telah menyerang sebuah sekolah yang dikelola militer Pakistan, di mana sekitar 500 siswa dan guru sehari-hari beraktivitas.

Pakistan Berkabung Atas Serangan Teroris yang Tewaskan 126 Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakistan Berkabung Atas Serangan Teroris yang Tewaskan 126 Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakistan Berkabung Atas Serangan Teroris yang Tewaskan 126 Siswa

Serangan biadab yang menjadi tragedi nasional ini menewaskan 126 orang, mayoritas siswa berusia 12--16 tahun.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif telah tiba di Peshawar dalam kunjungan mendadak untuk memimpin langsung operasi melawan aksi teror Taliban, yang menyerang satu sekolah di kota itu pada Selasa.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Radio Pakistan melaporkan sebelum tiba di Peshawar, Nawaz menyebut serangan Taliban ke sekolah itu sebagai sebuah "tragedi nasional".

Ia menekankan kematian anak-anak yang tidak berdosa merupakan kerugian besar bagi bangsa Pakistan.

Orang nomor satu di Pakistan itu telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri Nisar Ali Khan untuk berkoordinasi dalam operasi penyelamatan di Peshawar, dan memastikan tentara dan pemerintah di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dibantu.?

Seperti dilansir laman The Guardian, lewat akun Twitter resminya pemerintah provinsi Khyber Pakhtunkhwa melaporkan jumlah korban tewas dalam serangan itu sudah bertambah menjadi 126.

Orang nomor satu di Pakistan itu juga meminta agar semua pihak berkumpul untuk rapat di Peshawar besok, demikian The Guardian melaporkan.

Peristiwa di luar kemanusiaan ini telah mendulang keprihatinan dari banyak netizen sehingga hashtag #PeshawarAttack menjadi trending topic dunia.

Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, telah menyampaikan dukacita yang mendalam kepada tetangganya di Pakistan, di mana Taliban membunuh 126 orang di sebuah sekolah yang dikelola pihak militer Pakistan, Selasa.

Dari akun resminya @narendramodi, orang nomor satu di India itu menuliskan "Mengutuk keras serangan pengecut teroris di Peshawar."

Kicauan ini di-retwit sebanyak lebih dari 2.100 kali.

Ia melanjutkan, "Ini adalah sebuah aksi kekejaman yang tidak masuk akal dan tidak bisa diucapkan kata-kata, menewaskan manusia tidak bersalah--anak di sekolah mereka."

Sementara itu Advokat pendidikan untuk anak sekaligus pemenang Nobel Perdamaian Malala Yousafzai, yang pernah ditembak di kepala oleh Taliban namun berhasil pulih, mengutuk aksi brutal dan biadab di Pakistan.

"Hati saya hancur oleh aksi teror yang biadab dan berdarah dingin di Peshawar yang terjadi di depan mata kita," kata Malala seperti dikutip oleh The Guardian, Selasa.

"Anak-anak tidak berdosa di sekolah mereka tidak pantas mendapatkan horor semacam ini. Saya mengutuk aksi mengerikan dan pengecut ini, dan berdiri bersama pemerintah dan tentara di Pakistan yang sejauh ini berupaya mengatasi insiden mengerikan ini," ia melanjutkan.

"Saya, bersama dengan jutaan lainnya di dunia, berduka atas anak-anak (yang menjadi korban), saudara laki-laki dan saudara perempuan saya--tapi kita tidak akan pernah terkalahkan," kata dia. (antara/mukafi niam) foto: AP

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 22 Agustus 2017

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sejumlah bhakti sosial telah disiapkan dalam rangkaian menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur awal Agustus mendatang. Di antaranya pemeriksaan mata yang dilanjutkan operasi mata secara gratis.

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis

"Operasi katarak akan digelar 23 hingga 26 April di RSUM," kata Direktur Rumah Sakit Unipdu Medika (RSUM), Zahrul Azhar Asumta, Ahad (5/4). Rumah sakit itu sendiri merupakan bagian dari Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang.

Kegiatan yang mampu menangani seribu pasien ini tidak hanya bisa diikuti warga Jombang dan kota-kota lain di Jawa Timur. "Dari luar Jawa Timur bahkan luar Jawa sekalipun juga bisa ikut," kata Gus Han, sapaan akrabnya. Hanya saja ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi bagi pasien dari luar, lanjutnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Salah satunya harus menyertakan surat keterangan kesehatan dari dokter di mana salah satu poinnya mengindikasikan bahwa gula darah yang bersangkutan normal," kata pimpinan di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Rejoso ini. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain itu, panitia tidak menanggung akomodasi selama menjalani operasi. "Ongkos perjalanan menuju lokasi serta penginapan selama mengikuti operasi, diserahkan kepada peserta," tandas host program safar to di Rajawali Televisi (RTV) ini.

Untuk bisa mengikuti acara yang tidak dipungut biaya sepeser pun ini sangatlah mudah. "Ada dua cara," kata Ketua PW Lembaga Kesehatan NU Jatim ini. Formulir bisa didownload di website RTV.co.id yang disediakan hingga 20 April, lanjutnya. Atau bisa langsung datang dengan mengisi data yang ada serta mengembalikannya ke RSUM secara langsung.

Kelebihan yang akan diterima pasien dari Jawa Timur adalah harus mengikuti proses screening kesehatan pada 10 hingga 11 April. "Seluruh rangkaian acara dilangsungkan sejak jam 8 pagi hingga selesai," katanya.

Tidak berhenti sampai di situ. Para pasien yang nantinya mengikuti kegiatan operasi katarak akan mendapatkan fasilitas kaca mata secara cuma-cuma. "Selain operasi mata katarak gratis, pasien juga diberi kacamata gratis," kata Pengasuh Asrama At-Tien di PP Darul Ulum ini.

Seluruh kegiatan dan fasilitas ini diberikan sebagai salah satu khidmat panitia Muktamar ke-33 NU yang diselenggarakan di Jombang. Kegiatan juga sebagai mata rangkai jelang temu alumni akbar Pondok Pesantren Darul Ulum, serta Hari UlangTahun (HUT) Rajawali Televisi yang pertama.

"Bila informasi yang disampaikan di sejumlah media termasuk pamflet atau selebaran dirasa kurang jelas, para pasien atau pihak keluarga dapat datang langsung ke RSUM, atau bisa menghubungi panitia di nomor telepon 0321 873699," katanya menyudahi perbincangan. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib, Internasional, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

PBNU Ajak Pengurus Maarif NU Kembangkan Aset

Semarang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua PBNU Hanif Saha Ghafur mengimbau pengelola pendidikan NU untuk meningkatkan produktifitas dan berdaya guna manfaat. Dengan upaya demikian, pendidikan NU di segala lapisan lebih membawa mashlahat bagi banyak pihak.

PBNU Ajak Pengurus Maarif NU Kembangkan Aset (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ajak Pengurus Maarif NU Kembangkan Aset (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ajak Pengurus Maarif NU Kembangkan Aset

“Maarif NU harus mengonsolidasikan dan ? memperkuat semua aset ? supaya bisa menghasilkan aset produktif,” kata Hanif kepada pengurus Maarif saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Sako Pramuka dan Raker Pimpinan Pusat LP Maarif NU di pesantren al-Ittihad Poncol kecamatan Beringin kabupaten Semarang, Sabtu (31/10).

Hanif mengajak pengurus Maarif untuk mempertahankan prestasi yang sudah ada. "Kekayaan Maarif ini kita dorong dan tumbuh semakin kaya. Pasti Maarif akan mampu menyejahterakan umat semuanya," imbuhnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Hanif, PBNU ke depan akan membangun amal usaha NU terutama lembaga pendidikan Maarif di mana-mana. "Kita perlu tekad kuat untuk membangun pendidikan lebih baik dan kuat karena kita ini bagian aset terbaik bangsa ini," tandasnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Meme Islam, Khutbah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 21 Agustus 2017

MUI: Jangan Sampai Dai Jadi Sumber Kegaduhan

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menegaskan, seorang dai seharusnya menjadi pengayom bagi masyarakat, bukan malah membuat gaduh dan bingung masyarakat.

“Jangan sampai dai menjadi menjadi sumber kegaduhan karena dakwahnya yang tidak mendidik,” kata Kiai Ma’ruf saat menyampaikan sambutan dalam acara Halaqah Dakwah Nasional di Hotel Rivoli Jakarta, Senin (13/11).

Rais Aam PBNU itu menyebutkan, seorang dai harus berdakwah dengan cara-cara yang santun, sukarela, tidak galak, dan memaksa. Tidak perlu saling menyalahkan antara yang satu kelompok dengan kelompok yang lainnya.

MUI: Jangan Sampai Dai Jadi Sumber Kegaduhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI: Jangan Sampai Dai Jadi Sumber Kegaduhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI: Jangan Sampai Dai Jadi Sumber Kegaduhan

“Masing-masing berdakwah dan dakwah kita tidak perlu dibenturkan dengan yang lain,” tegasnya.

Menurut dia, antar sesama umat Islam  harus saling menjaga tali persaudaraan agar tidak terjadi benturan yang kontra produktif dengan semangat dakwah itu sendiri. 

Kiai Ma’ruf menambahkan, seorang dai harus menguasai materi dakwah dan juga petanya. Baginya, berdakwah tanpa peta dakwah itu ibarat orang yang berjalan di tempat yang gelap gulita tanpa ada penerangan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Di dalam berdakwah harus ada patokan yang menjadi panduan,” tukasnya.

Berdakwah dalam konteks NKRI

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Ma’ruf menegaskan, hubungan antara agama dan negara di Indonesia sudah selesai. Indonesia bukan negara agama, juga bukan negara sekuler ataupun ateis namun Indonesia adalah negara perjanjian antar seluruh elemen penganut agama yang ada di Indonesia. Baginya, Hubungan antara umat muslim dan non muslim itu bersifat saling membantu dan menyayangi antar satu dengan yang lainnya. 

“Tidak perlu membicarakan hal itu atau mengotak-atik hubungan agama dan negara. Ini sudah selesai,” ucapnya.

Ia menghimbau kepada para dai untuk berdakwah dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia yang majemuk. Yakni saling menghargai antar satu dengan yang lainnya, bukan saling menyerang. 

“Komitmen kebangsaan kita pegang, komitmen keislaman kita pegang,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nasional, Cerita, Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 20 Agustus 2017

Dapat Sejumlah Undangan dari Tetangga?

Tetangga berhak membuat keramaian di rumahnya. Macam-macam hajat diadakan mulai dari pernikahan, khitanan, walimatus safar haji, mondokin anak, selamatan rumah, syukuran, arwahan, dan hajat lain. Untuk itu mereka menyebarkan undangan kepada kerabat dan tetangga lainnya. Mereka tidak ingin bikin hajatan sendiri.

Tetapi tetangga yang hendak mengadakan hajatan bukan seorang diri. Kadang sejumlah tetangga mengadakan hajatan berbeda jadwal dan berbeda tempat. Tetapi tidak menutup kemungkinan beberapa tetangga mengundang kita untuk sebuah hajatan yang harinya berbarengan. Sebab mereka juga tidak perlu bermusyawarah agar tidak bentrok. Sementara kaki hanya dua. Mereka berharap kehadiran para tetangga dan kerabat.

Dapat Sejumlah Undangan dari Tetangga? (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Sejumlah Undangan dari Tetangga? (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Sejumlah Undangan dari Tetangga?

Untuk mereka yang mendapatkan undangan, tidak perlu panik atau bingung. Dengan sejumlah undangan itu, ia justru terhormat karena diharapkan kehadirannya. Hanya saja ia perlu menimbang tetangga mana yang mesti didatangi duluan. Syekh Zainuddin Abdul Aziz Malibari menerangkan dalam kitab Fathul Mu’in demikian.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, andaikata ada dua tetangga mengundang seseorang, maka ia harus memenuhi lebih dahulu undangan tetangga yang datang duluan. Kalau misalnya keduanya datang berbarengan untuk mengundang, maka ia mesti memenuhi undangan orang yang lebih dekat hubungan kekerabatan dengannya. Kalau keduanya ialah saudara dengan kedekatan yang sama, maka ia pilih datangi undangan kerabat yang rumahnya lebih dekat. Kalau jarak kedekatan rumah mereka sama, ia bisa mengambil cara undian.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Syukur alhamdulillah kalau yang mengundang hanya dua tetangga. Kalau lebih dari dua undangan, ya tetap alhamdulillah. Pasalnya, keterangan Fathul Muin di atas berlaku juga untuk kasus lebih dari dua undangan. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian, Makam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 19 Agustus 2017

Ini Pesan PBNU kepada Pengurus Lembaga di Lingkungan PWNU DKI Jakarta

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengukuhan pengurus lembaga-lembaga di lingkungan PWNU DKI Jakarta merupakan langkah paling dan awal dari perjalanan NU DKI Jakarta selanjutnya. Karena lembaga-lembagalah yang menjadi ujung tombak dari seluruh perjalanan program-program PWNU DKI Jakarta.

Ini Pesan PBNU kepada Pengurus Lembaga di Lingkungan PWNU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan PBNU kepada Pengurus Lembaga di Lingkungan PWNU DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan PBNU kepada Pengurus Lembaga di Lingkungan PWNU DKI Jakarta

Hal itu disampaikan Ketua PBNU H Imam Aziz saat mengisi sambutan pembekalan di hadapan pengurus lembaga-lembaga PWNU DKI Jakarta masa khidmat 2016-2021 dalam acara pengukuhan, Jumat (3/6) di Hotel NAM Centre, Kemayoran, Jakarta Pusat.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Saya menangkap keceriaan wajah-wajah pengurus lembaga pada hari ini. Ini menandakan NU DKI Jakarta akan cepat tumbuh lagi. Saya bersyukur walaupun tidak ada anggaran belanja daerah yang membiayai pengurus lembaga. Tapi, Insyaallah NU akan menaungi kita semua dengan niat tulus dan ikhlas para pengurusnya,” terang Imam Aziz.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lebih lanjut ia mengatakan agar para pengurus yang dikukuhkan dan seluruh warga NU tidak usah khawatir. Karena balasan dari Allah SWT tidak hanya dalam bentuk uang gaji untuk para pengurus.?

Selain itu, menurut Imam, organisasi yang dihidupi warga NU tidak tergantung pada satu pihak tertentu saja. NU adalah jami’yah yang dihidupi oleh warga NU sendiri. Dengan amal jariyah, dapat kita kita saksikan NU tetap hidup dan semarak di seluruh Indonesia, bahkan sekarang melampaui dunia.

Di bidang pendidikan, saat ini ada dua puluh empat universitas NU yang baru, yang tidak dibiayai pemerintah tapi oleh warga NU. Digabung lagi dengan asset-aset di mushala-mushala, dan masjid, kalau ditotal bisa jadi seimbang dengan aset negara.?

Di akhir sambutannya, Imam mengatakan optimismenya bahwa NU akan tetap berjalan dengan ridlo Allah dan ketetapan jiwa kita untuk memajukan NU dan bangsa Indonesia. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan RMI NU, Pahlawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 18 Agustus 2017

Fatayat NU Probolinggo Dorong Perempuan Terampil dan Mandiri

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Kehadiran Menteri Ketenagakerjaan RI M Hanif Dhakiri pada pelantikan Fatayat NU Kota Probolinggo menambah semangat dan motivasi kepada segenap pengurus untuk bisa lebih pro aktif memberdayakan kaum perempuan di Kota Probolinggo.

Fatayat NU Probolinggo Dorong Perempuan Terampil dan Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Probolinggo Dorong Perempuan Terampil dan Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Probolinggo Dorong Perempuan Terampil dan Mandiri

Demikian ditegaskan Ketua Fatayat NU Kota Probolinggo Nur Hudana, Rabu (29/7). “Setelah dilantik yang jelas kami siap mengemban amanah yang telah diberikan. Salah satu upaya yang akan kami lakukan adalah dengan mendorong kaum perempuan lebih terampil dan mandiri. Untuk mewujudkan hal itu kuncinya adalah kebersamaan,” ungkapnya.

Menurut Nur Hudana, upaya tersebut sejalan dengan visi Fatayat NU Kota Probolinggo yang bertekad untuk menghapus segala kekerasan, ketidakadilan, kemiskinan dalam masyarakat dengan mengembangkan wacana kehidupan sosial yang konstruktif, demokratis dan berkeadilan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Untuk mewujudkan visi tersebut, maka Fatayat NU Kota Probolinggo membuat misi membangun kesadaran kritis kaum perempuan untuk mewujudkan kesetaraan gender,” jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dengan visi-misi itu, jelas Nur Hudana, ke depan pihaknya akan berupaya membawa perempuan supaya memiliki keterampilan dan mandiri agar bisa berdaya saing. Sehingga, perempuan yang selalu dianggap lemah bisa bangkit.

Sedangkan, dari sisi ekonomi, mereka rencananya mendirikan koperasi wanita untuk mendorong ekonomi terampil dan mandiri.

“Melalui koperasi wanita itu, diharapkan nantinya bisa melahirkan karya sesuai kompetensi masing-masing. Tugas Fatayat adalah melakukan pendampingan dan berupaya menanggulangi pengangguran bagi perempuan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 17 Agustus 2017

KH Fajar Laksana: Obat Segala Penyakit Adalah Dzikir

Subang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tingkat kesehatan masyarakat saat ini bisa dikatakan menurun, indikatornya adalah di usia 50 tahunan sudah banyak orang yang teridap berbagai penyakit seperti diabetes, stroke, kolesterol, dan lain sebagainya.

"Dulu orang tua usia 60-an masih segar bugar, sekarang usia 40-an saja udah ada yang kena gula (diabetes, red), kolesterol, trigesit, asam urat," kata KH Fajar Laksana saat mengisi tausiyah dalam kegiatan Milad Ke-11 Yayasan Daarul Ikhlash, Kalijati, Subang , Jawa Barat, Sabtu (13/2)

KH Fajar Laksana: Obat Segala Penyakit Adalah Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Fajar Laksana: Obat Segala Penyakit Adalah Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Fajar Laksana: Obat Segala Penyakit Adalah Dzikir

Selain menjaga pola makan yang baik, kata dia, agar kesehatan tubuh bisa terjaga adalah dengan selalu berdzikir, karena dengan berdzikir dapat menghidupkan jantung atau qalbun, dari jantung inilah darah akan mengalir dengan lancar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Untuk menguatkan pendapatnya, Pengasuh Pesantren Al-Fath Sukabumi ini mengutip firman Allah dalam Surat Al-Anfal ayat 2, Arradu ayat 28, Azzumar ayat 22, Al-Anfal ayat 45, dan Ibrahim ayat 24-25 yang menerangkan tentang qalbun dan dzikir.

"Anatomi tubuh yang menyalurkan  darah ke seluruh tubuh adalah jantung, ketika darah tidak mengalir berarti ada yang tersumbat, ada yang kotor," tegas Ketua Lazisnu Sukabumi ini

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Untuk menghidupkan jantung, tambahnya, Al-Quran memberikan solusi yaitu dengan berdzikir, dzikir tersebut di antaranya adalah dengan mengamalkan dzikir yang ada dalam tarekat.

"Ketika berdzikir, kotoran yang menghambat aliran darah ke jantung akan hancur sebagaimana ayat Alquran yang dibacakan tadi," ungkapnya

Untuk itu, ia berpesan kepada ratusan hadirin untuk selalu berdzikir kepada Allah, karena dengan berdzikir akan menguntungkan dan menyehatkan jiwa raga manusia. (Aiz Luthfi/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sholawat, Pertandingan, Nahdlatul Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

PMII UPI Kenalkan Aswaja kepada Anggota Baru

Bandung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebanyak 31 mahasiswa mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Mapaba bertajuk “Membentuk Kader PMII agar Tanggap terhadap Tantangan Global sesuai dengan Nilai-nilai Aswaja” tersebut berlangsung Jumat-Ahad (13-15/3), di kantor PWNU Jawa Barat di Jalan Terusan Galunggung No. 9, Kota Bandung, Jawa Barat.

PMII UPI Kenalkan Aswaja kepada Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UPI Kenalkan Aswaja kepada Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UPI Kenalkan Aswaja kepada Anggota Baru

Irfan Iskandar, ketua panitia Mapaba, menjelaskan bahwa tema Mapaba kali ini dimaksudkan untuk menanamkan keyakinan kepada peserta tentang PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang tepat untuk mengembangkan diri mahasiswa di era global, serta tanggap akan isu-isu sosial di lingkungan sekitar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Menanamkan keyakinan bahwa PMII adalah organisasi mahasiswa Islam yang tepat untuk memperjuangkan idealisme, memiliki keyakinan bahwa apa yang diperjuangkan PMII adalah suara bangsa Indonesia, mengikuti Aswaja sebagai prinsip pemahaman, pengalaman, dan penghayatan Islam di Indonesia di era global,” jelas Irfan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dia menekankan, Mapaba mampu menjadi media untuk mengembangkan serta membangun kesadaran, terutama tanggung sosial yang perlu disadari oleh mahasiswa. Adapun materi yang disajikan kepada para calon anggota baru meliputi Paradigma PMII, Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial, Aswaja, Gender, Sejarah Kebangkitan Nasional, Nilai Dasar Pergerakan, Antropologi Kampus, Manajemen Aksi, dan Manajemen Organisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Ridwan Hidayat, Sekretaris Pengurus Cabang PMII Kota Bandung mengatakan bahwa kaderisasi di kampus umum, apalagi negeri? memang lumayan sulit. Pengalamannya sebagai kader PMII UPI, bahwa kampus tempat dia studi terdapat kondisi dan kultur yang tidak mendukung bagi mahasiswa untuk mengikuti organisasi ekstra kampus.

“Secara potensi banyak, hanya saja (kendalanya) seperti itu, tuntutan kuliah dan akademis membuat kemauan organisasi cenderung melemah,” ungkap mahasiswa jurusan Pendidikan Islam UPI itu.

Melalui Mapaba ini, dia berharap akan tercipta anggota PMII yang siap menghadapi berbagai tantangan, baik di kampus, masyarakat, dan secara luas tantangan global. “Dan diharapkan anggota baru ini dapat mengimplementasikan nilai-nilai Aswaja sebagai landasan dalam pergerakan dan perjuangannya,” pungkasnya.? (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Humor Islam, Fragmen Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 16 Agustus 2017

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Lamongan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Korp Pelajar Putri Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamtan Babat, Lamongan, Jawa Timur menggelar olahraga alam.?

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Babat Rutinkan Olahraga untuk Kekompakan

Kegiatan dilaksanakan di Sendang Desa Pucakwangi ini diikuti alumni Diklatama dan Diklat Scraft IPNU IPPNU. Olahraga alam ini merupakan tindak lanjut dari Diklatama dan Diklat Scraft IPNU dan IPPNU pada bulan September.

Ketua PAC IPPNU Babat Wiwin Setiowati mengatakan, kegiatan rutin bulanan ini sebagai upaya memperkuat jasmani dan rohani pelajar NU. Tak hanya itu, juga bertujuan untuk menumbuhkan kekompakan, keharmonisan, dan loyalitas para kader DKAC CBP KPP Babat serta pelajar NU di Kecamatan Babat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya bangga memiliki kader-kader hebat DKAC CBP KPP Babat. Selain kompak juga selalu produktif membuat kegiatan. Tidak hanya itu, DKAC CBP KPP Babat juga selalu eksis melaksanakan latihan rutin. Semoga selalu istiqomah dan tetap kompak", ungkapnya pada sambutan berlangsung 14 Oktober 2016. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib, Hadits, Pertandingan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 14 Agustus 2017

1000 Marbot Dapat Bingkisan LAZISNU

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Di bulan puasa ini, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sadaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang memberikan bingkisan untuk Marbot atau pengelola masjid dan mushalla. Selama bulan Ramadhan bingkisan untuk marbot ini sebanyak 1000 bingkisan.

“Target kita ada 1000 pengelola masjid dan musholla yang mendapat bingkisan dari LAZISNU Jombang. Pembagian bingkisan biasanya dilakukan saat taraweh keliling bekerjasama dengan Banom NU, seperti GP Ansor Diwek sekarang,”ujar Zainudin pengurus LAZISNU Jombang, disela-sela pembagian bingkisan di masjid Diwek Jombang, Ahad (11/6).

Dalam kegiatan yang dibarengkan dengan tarawih keliling PAC Ansor Diwek bersama PC LTMNU Jombang ini. Disamping memberikan bingkisan untuk Marbot, LAZISNU juga memberikan santunan untuk yatim dan ? dhuafa.

1000 Marbot Dapat Bingkisan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Marbot Dapat Bingkisan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Marbot Dapat Bingkisan LAZISNU

”Tidak hanya marbot, tetapi juga santunan anak yatim dan dhuafa juga kita sampaikan, termasuk untuk TPQ,” bebernya.

Selama bulan puasa ini, lanjut Zainuddin, LAZISNU menargetkan menyalurkan sebanyak 1000 bingisan untuk yatim dan dhuafa, 1000 bingkisan untuk marbot dan guru TPQ, serta memberikan bingkisan kepada penjaga pertigaan atau perempatan jalan raya.

”Untuk distribusi bingkisan dan santunan yang di kecamatan langsung ditangani Upzis MWC NU masing-masing. Alhamdulillah Upzis MWCNU sudah banyak yang terbentuk dan langsung bergerak di bulan puasa ini,” tambahnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua PAC GP Ansor Diwek, Agus Muzani menambahkan kerjasama antara LAZISNU dan Banom NU dimasing masing tingkatan perlu ditingkatkan. Hal ini menjadikan syiar kegiatan NU semakin terlihat.

”Kekompakan antara Lembaga dan Banom NU ini penting, sehingga bisa saling mendukung di tingkat bawah, seperti kegiatan taraweh keliling dan pembagian bingkisan untuk marbot dan santunan anak yatim sekarang, ” katanya.(Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, Hadits, Syariah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat

Tasikmalaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor kembali kehilangan sosok pemberani dan murah hati. Wawan, salah satu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) meninggal dunia, Kamis (9/3) pukul 03.30 WIB, selang beberapa jam selesai menjalankan tugas membantu korban puting beliung di daerah Tamansari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Haris sesama anggota Banser, Wawan seperti biasanya membantu warga masyarakat yang tertimpa musibah.

Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Bantu Korban Puting Beliung, Anggota Banser Wafat

"Dia itu Ketua RT dan mempunyai jiwa sosial tinggi, tegas, baik, dan perhatian terhadap keluarganya," ujar Haris selesai menshalatkan almarhum.

Haris menceritakan, setelah kejadian puting beliung yang mengakibatkan kerusakan di beberapa tempat, seketika para anggota Banser berdatangan untuk membantu tidak terkecuali almarhum.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Kami sesama Banser kaget, soalnya malam tadi Wawan bersama Ansor-Banser yang lainnya masih biasa saja, tidak terlihat sakit atau tanda-tanda, tiba-tiba menjelang Subuh kami mendengar kabar duka tersebut," tuturnya.

Dikabarkan, Wawan pulang ke rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB setelah membersihkan puing reruntuhan dan pohon tumbang yang menimpa bangunan Pondok Pesantren Miftahul Anwar, Nangela.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Almarhum yang beralamat di Ciharashas RT 01/RW 08 Kelurahan Sumelap ini meninggalkan seorang istri bernama Juju dan empat orang anak. Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Allahummaghfir lahu warhamhu waafihi wa`fu anhu.. Aamiin. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tokoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 12 Agustus 2017

Semangat Hari Santri Sejalan dengan Implementasi Kurikulum 2013

Karanganyar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Kepala kantor kementerian agama kabupaten Karanganyar, menyambut gembira dengan ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai hari santri. Pasalnya hari santri yang ditetapkan tahun ini dinilai sangat sejalan dengan pelaksanaan kurikulum 2013 yang sedang dan akan dilaksanakan oleh madrasah.

“Kami merasa bangga dengan ditetapkannya tanggal 22 sebagai hari santri, dan perlu kami garis bawahi disini bahwa penetapan hari santri tersebut sejalan dengan upaya implementasi kurikulum 2013, yang mana dalam kurikulum tersebut ditekankan penanaman sikap spiritual dan sikap sosial, ungkap H. Musta’in Ahmad yang juga pengurus MWC NU Colomadu dalam Bimtek kurikulum 2013 yang diikuti oleh guru Madrasah Ibtidaiyah, Selasa (27/10).

Semangat Hari Santri Sejalan dengan Implementasi Kurikulum 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Hari Santri Sejalan dengan Implementasi Kurikulum 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Hari Santri Sejalan dengan Implementasi Kurikulum 2013

Sementara, lanjut Musta’in, ditetapkannya hari santri merupakan momentum untuk mengenang dan meneladani perjuangan para santri pada zaman penjajahan dalam keikutsertaannya secara ikhlas, semangat, mandiri dan pantang menyerah dalam mengusir penjajah dan taat terhadap ajaran agama.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Nilai-nilai ikhlas, semangat, mandiri, pantang menyerah dan taat terhadap ajaran agamanya itulah yang kemudian harus kita teladani dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam merefleksi  hari santri,” tegasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Namun, tandasnya, dalam hal ini kami mendefinisikan santri saat ini bukan hanya terbatas seseorang yang pernah atau sedang berada di pesantren, namun santri ialah sikap spiritual dan sosial yang dimiliki seseorang sebagaimana kurikulum 2013. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Amalan, Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 10 Agustus 2017

Kreatif Buat Aplikasi, Jebolan Pesantren Krapyak Ini Raih 4,2 Miliar

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Zaman terus maju ke depan dan cara menghadapi perkembangan zaman juga harus berubah. Inovasi dalam menghadapi pergeseran tersebut pun mutlak harus dilakukan. Maka, kaidah “memelihara hal-hal lama yang bagus dan mengambil hal-hal baru yang lebih bagus” mesti terus diaktualisasikan.

Kreatif Buat Aplikasi, Jebolan Pesantren Krapyak Ini Raih 4,2 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kreatif Buat Aplikasi, Jebolan Pesantren Krapyak Ini Raih 4,2 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kreatif Buat Aplikasi, Jebolan Pesantren Krapyak Ini Raih 4,2 Miliar

Prinsip itulah yang dipegang Aris Sofyan, santri alumni Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak Yogjakarta. Berkat kegigihannya dalam berkarya, ia mampu masuk ke persaingan di era digital.

Aris membuat konsep aplikasi untuk telepon pintar yang saat ini hampir setiap orang mempunyainya. Dari kreativitasnya, Aris bersama tim nya berhasil memperoleh investasi sebesar 4,2 miliar untuk pengembangan konsep aplikasi yang telah dibuatnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dunia bisnis memang sudah menjadi ketertarikannya sejak kecil meski selama ini ia belum menemukan bisnis yang tepat. “Makin ke sini karena saya juga punya hobi utak-atik komputer, baik itu coding-nya maupun mengikuti perkembangan teknologinya, saya baru tahu kalau startup (perusahaan rintisan) bidang IT itu bisa mendapatkan dana besar dari investor,” ungkap Aris di Jakarta, Sabtu (12/8).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari pemahaman itu, ia mencoba membuat konsep startup aplikasi dan kemudian menawarkan kerja sama ke perusahaan-perusahaan di bidang teknologi dan informasi untuk mengembangkan aplikasi tersebut.

Aplikasi yang dibuatnya itu diberi nama Kongkon. Kongkon adalah aplikasi berbasis android yang dibuat untuk melayani segala kebutuhan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Investor melihat bahwa konsep Kongkon ini menarik dan memiliki prospek positif. Dari situlah akhirnya pihak investor mau untuk membiayai pengembangan aplikasi ini.

“InsyaAllah dalam waktu dekat aplikasi layanan Kongkon sudah bisa dinikmati oleh masyarakat,” jelas pria yang sekarang menjadi CEO Kongkon ini.

Dari pengalaman keberhasilan merintis usaha tersebut, Aris yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum PP IPNU ini menginginkan agar semua santri berani bermimpi untuk mengejar apa yang mereka cita-citakan.

“Era sekarang membutuhkan orang yang bisa membaca keadaan dan inovatif. Santri yang terbiasa hidup sederhana dan terkenal sebagai orang yang ulet harus bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman,” terang Aris ?

Menurutnya santri harus melakukan inovsi-inovasi tersebut supaya santri tidak dianggap selalu ketinggalan zaman dan diremehkan orang yang bukan santri.

“Dan yang terpenting, kita harus memperbanyak silaturahmi sebagai budaya kita, karena silaturrahmi melancarkan rezeki,” pungkasnya. (Jefri Samodro/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Lomba, Tokoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sako LP Maarif NU Majalengka Minta Kontingennya Terbuka dengan Kontingen Lain

Majalengka, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Ketua Sako LP Ma’arif NU Majalengka H Damuri dalam prakata panitia mengatakan, Majalengka menerjunkan 34 personel yang terdiri atas peserta, bina damping, dan pimpinan kontingen. Kontingen terdiri atas empat kelompok dengan 16 putra dan 16 putri, pinkon 1 putra dan 1 putri serta bina damping 4 putra dan 4 putri.

“Kontingen akan diberangkatkan Sabtu (16/9) malam. Perwimanas II dilaksanakan Senin-Sabtu (18-23/9) di Lapangan Tembak Akmil dan Pesantren Tegalrejo Magelang,” jelas Damuri.

Sako LP Maarif NU Majalengka Minta Kontingennya Terbuka dengan Kontingen Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Sako LP Maarif NU Majalengka Minta Kontingennya Terbuka dengan Kontingen Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Sako LP Maarif NU Majalengka Minta Kontingennya Terbuka dengan Kontingen Lain

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Mizan H Asep Zaenal Aripin secara resmi melepas kontingen Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nasional (Perwimanas) II Majalengka di Pendopo Yayasan Al-Mizan Majalengka, Sabtu (16/9) malam.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Secara simbolis Asep mengenakan kaos tim kontingen Al-Mizan kepada Ijan Furqon, siswa SMA Islam Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka. Di hadapan Kwarcab, Sako Ma’arif, LP Ma’arif NU Majalengka, dan wali kontingen, ketua yayasan ini meminta kontingen untuk tetap menjaga kesehatan lahir dan batin. Dengan menjaga kesehatan jasmani dan rohani akan dimudahkan oleh Allah memboyong trofi kemenangan serta keselamatan.

“Jaga diri kalian masing-masing dan silakan bergaul dengan kontingen yang lain. Sebab mereka memiliki adat yang berbeda. Maka, kolaborasikan dan integrasikan pada diri kalian masing-masing,” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pesan lain yang disampaikannya ialah jangan hanya bangga menjadi juara di daerah sendiri namun saat bertanding dengan kontingen lain tidak berdaya apa-apa.

“Jangan menjadi benalu dan memalu. Saat belum disentuh tegar bugar. Namun saat disentuh pudar. Artinya, potensi dan keterampilan yang ada menjadi pudar saat bertemu dengan kontingen yang lain,” imbaunya. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 08 Agustus 2017

Inilah Para Pemenang Kompetisi Penulisan Esai NU Online

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Panitia Kompetisi Penulisan Esai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan menetapkan juara satu sampai tiga berdasarakan penilaian para dewan juri di Jakarta Ahad (5/2). Keputusan kompetisi dibuka10 Oktober tahun lalu tersebut juga untuk peserta yang layak meraih juara harapan satu sampai tiga.?

Juara pertama adalah A. Syarif Yahya asal Temanggung (Jawa Tengah) dengan esai “Ngaji Toleransi di Kaki Bukit Watu Payung”.?

Inilah Para Pemenang Kompetisi Penulisan Esai NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Para Pemenang Kompetisi Penulisan Esai NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Para Pemenang Kompetisi Penulisan Esai NU Online

Juara kedua Rifqi Qowiyul Iman dari Lampung Utara (Lampung) dengan esai “Negara Kesatuan sebagai Hasil Ijtihad Kebangsaan (Menelisik Gagasan dan Pemikiran KH. A. Wahid Hasyim dalam Sidang BPUPKI)”.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Juara ketiga adalah Ngarjito Ardi Setyanto dari Yogyakarta dengan esai “Puisi Perdamaian dari Sang Nyai (Telaah Puisi-Puisi Masriyah Amva)”.?

Juara harapan satu diraih Irman Marzuki Siregar dari Medan (Sumatera Utara) dengan esai “Belajar Islam Damai dari Jarumahot Nasution dan Masyarakat Sipirok: Model Kerukunan Antarumat Beragama di Indonesia”.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Juara harapan dua diraih Siswanto dari Boyolali (Jawa Tengah) dengan tema “Tahlilan sebagai Tradisi Keagamaan dan Strategi Budaya dalam Perdamaian Warga”.?

Juara harapan ketiga adalah M. Fauzi Sukri dari Surakarta (Jawa tengah) dengan esai “Teologi Hukum dan Masa Depan Toleransi Iman”.?

Menurut Koordinator Panitia Kompetisi Penulisan Esai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Muhammad Zunus, juara satu akan mendapatkan hadiah 5 juta rupiah. Juara kedua tiga juta rupiah. Sementara juara ketiga meraih dua juta rupiah. Adapun para juara harapan akan mendapatkan 1 juta rupiah.?

“Keputusan dewan juri tersebut bersifat mengikat dan tidak bisa diganggu gugat. Terima kasih kepada para peserta yang turut berpartisipasi pada kompetisi ini,” ungkapnya di kantor Redaksi Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, Jakarta, (6/2).

Sekadar diketahui, kompetisi esai ini mengangkat tiga tema besar yakni Islam Damai, Bhineka Tunggal Ika, dan Kewarganegaraan. Dari ketiga tema tersebut, para peserta dapat menuliskan seputar tokoh inspirasi, yang mengulas soal kiprah figur—baik populer maupun tidak—dalam perjuangan menciptakan perdamaian, mewujudkan harmoni dalam keberagaman, mendukung terciptanya hidup keberwarganegaraan yang sehat, dan lain-lain.

Kedua, peristiwa, meliputi sejarah atau kasus faktual yang menyinggung ketiga tema itu agar menjadi i‘tibar bagi masa depan Islam yang damai, berperadaban dengan kebhinnekaan, mendukung keadilan dalam hidup berbangsa dan bernegara, dan lain-lain. Ketiga, gagasan, yakni menyodorkan pandangan penulis seputar tiga tema tersebut, baik tentang temuan baru, langkah-langkah strategis, solusi alternatif, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober,  Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyerukan kepada 5.000 mahasiwa untuk meningkatkan daya saing dengan belajar dan bekerja lebih keras agar menjadi pribadi yang berdaya saing dan kompeten di atas standar. 

Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Serukan Pemuda Lawan Radikalisme, Ekstrimisme dan Tingkatkan Daya Saing

Menteri Hanif juga mengajak mahasiswa untuk terus menggelorakan semangat kebangsaan dan toleransi agar persatuan dan kesatuan bisa dikokohkan di atas semua perbedaan yang ada. Lawan segala bentuk upaya memecah belah bangsa dan  berbagai bentuk ekstrimisme dan radikalisme.

Seruan di tengah guyuran hujan tersebut disampaikan oleh Menaker Hanif kepada 5000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, saat memberikan kuliah akbar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme di stadion Sumantri Brojonegoro, kawasan  Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10).

"Persatuan itu modal kita untuk membangun. Persatuan juga modal untuk menjadi bangsa yang besar. Persatuan itu modal kita untuk maju. Tidak ada gunanya membangun, kalau kita tidak bersatu. Tidak ada gunanya kita melakukan banyak hal kalau bersatu saja tidak bisa,” kata Hanif.

“Apakah anda semua para pemuda siap untuk bersatu?" Tanya Hanif.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Siaap," jawab serentak ribuan mahasiswa. 

"Apakah Anda semua para pemuda siap untuk bersatu untuk Indonesia?" tanya Menaker lagi. Mahasiswa menjawab kompak, "Siaaap."

Pada momentum Sumpah Pemuda ini, Menaker juga mengajak mahasiswa untuk melawan berbagai bentuk pemikiran yang ingin memecah belah bangsa. 

"Harus dilawan berbagai upaya pikiran yang berusaha memecah belah sebagai bangsa,” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menaker meyakini apabila seluruh mahasiswa bersatu maka daya Indonesia semakin kuat. Karena di era persaingan, semuanya serba persaingan. 

“Generasi muda harus meningkatkan daya saing dengan belajar dan bekerja lebih keras agar menjadi pribadi yang kompeten di atas standar,” kata Hanif.

Karena itulah, Hanif mengingatkan mahasiswa sebagai kaum muda untuk meningkatkan daya saing agar menang di era persaingan. 

"Syaratnya adalah anak-anak muda Indonesia harus di atas standar. Kalau di atas standar pasti menang," katanya.

Dengan mengokohkan daya saing SDM sekaligus soliditas dan solidaritas sebagai bangsa untuk menghalau berbagai ekstrimisme dan radikalisme, Menaker Hanif meyakini Indonesia akan menjadi negara kuat, pertumbuhan ekonomi meningkat dan berpandangan moderat, toleran, welas asih dan tenggang rasa serta santun di dalam bermasyarakat.

Di akhir sambutan, Menaker memohon doa kepada 5000an mahasiswa agar Presiden Joko Widodo dan seluruh jajarannya diberikan kekuatan untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju, damai, dan bisa memberi ruang hidup bagi zaman now. 





"Saya berpesan kepada adik-adik mahasiswa untuk terus bersama-sama, bekerjasama mengawal semua komunitas, semua ruang dengan pelbagai bentuk intervensi pemikiran-pemikiran, tindakan-tindakan moderat dan toleran. 

"Agar ini menjadi citarasa Indonesia. Jangan sampai sekelompok kecil orang mengganggu citra Indonesia yang damai, toleran," tegasnya.

Menaker Hanif mengungkapkan ada 21 juta angkatan kerja usia muda. Namun sekitar  14 juta memiliki potensi untuk radikalisme, dan itu harus diantisipasi bersama-sama baik oleh pemerintah, kampus dan pemuda serta semua entitas bangsa agar Indonesia bemar-benar menjadi negara dan bangsa yang semua untuk semua.

“Indonesia akan tumbuh jadi negara kuat disegani negara-negara lain," pungkasnya. (Red: Kend Setiawan)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Khutbah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 07 Agustus 2017

PBNU: Marinir Penembak Rakyat Harus Dihukum

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar memecat anggota Korps Marinir TNI AL yang menembak warga Pasuruan dari dinas militer dan membawanya ke meja pengadilan.



PBNU: Marinir Penembak Rakyat Harus Dihukum (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Marinir Penembak Rakyat Harus Dihukum (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Marinir Penembak Rakyat Harus Dihukum

"Pihak aparat bersenjata, dalam hal ini oknum marinir, harus dicopot dari dinas dan dihukum," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (31/5).

Hasyim mengemukakan hal itu menanggapi peristiwa bentrok antara warga Grati, Pasuruan, Jawa Timur dengan anggota marinir yang menyebabkan empat warga tewas diterjang peluru, Rabu (30/5).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Berkali-kali rakyat menjadi korban dari peluru yang dibeli dengan uang rakyat," kata mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu dengan nada prihatin.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Seperti dilaporkan kantor berita Antara, terkait pernyataan Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayjen (Mar) Syafzen Noerdin bahwa penembakan yang dilakukan anggotanya dalam rangka membela diri, Hasyim menyatakan sulit menerima.

"Alasan masyarakat menyerang dulu rasanya sulit diterima. Bagaimana mungkin rakyat menyerang pasukan bersenjata?" kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, tersebut.

Menurut Hasyim, dengan kasus Pasuruan itu, sekali lagi TNI mencoreng mukanya sendiri. Hasyim juga mendesak TNI AL menyantuni keluarga korban dan anak-anak yang menjadi yatim.

Sebelumnya, kepada wartawan di markas Pasukan Marinir (Pasmar) I Surabaya, Rabu sore, Dankormas menjelaskan, anggotanya terpaksa melakukan penembakan karena terdesak oleh warga yang menyerang dengan senjata tajam.

"Waktu itu anggota kami betul-betul terdesak, sedangkan warga mengejar anggota marinir menggunakan celurit dan lemparan batu. Tembakan itu dilakukan, karena betul-betul membahayakan," katanya.

Namun demikian, Safzen menyatakan sangat menyesalkan kejadian itu.

"Saya sangat menyesal atas kejadian ini, karena selama ini marinir selalu dekat dengan rakyat. Dekat dan selalu membela rakyat. Itu merupakan visi dari prajurit marinir," katanya.

Bentrokan antara warga dengan anggota marinir di Grati, Pasuruan, mengakibatkan empat warga tewas dan enam orang luka-luka yang dirawat di RS Bangil dan RSSA Malang.

Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang memiliki basis massa terbesar di Jawa Timur, melalui Ketua Umum Dewan Syura KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengecam peristiwa itu dan akan menuntut pelaku secara hukum. PKB juga akan membentuk tim advokasi bagi warga. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Humor Islam, Syariah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

MWC NU Slawi Resmi Dilantik

Tegal, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan 

Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahldtul ‘Ulama Kecamatan Slawi masa khidmat 2012-2017 Resmi dilantik , akhir pekan lalu di Jalan Gajah Mada Desa Kalisapu Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. 

Bertindak melantik ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal, H. Ahmad Wasy’ari, MM didampingi sekretrisnya H. Nur Kholis. Seusai pelantikan Ahmad Wasy’ari berpesan agar MWC Slawi mempertegas program kerjanya, karena Slawi menjadi barometer NU di Kabupaten Tegal. 

MWC NU Slawi Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Slawi Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Slawi Resmi Dilantik

“Sebaik apapun MWC NU lain, kalau belum Slawi tidak akan dilihat, karena bukan yang menjadi sentral ibu kota Kabupaten. Tapi sebaliknya sekurang baik apapun Slawi akan terlihat karena akan menjadi barometer dan basis khidmat organisasi. Rapatkan barisan untuk membuat rem perjalanan organisasi kedepan," tuturnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ini juga perlu dicermati, lanjut mantan ketua PC IPNU dua periode itu, karena Nabi Muhammad juga mulai bergerak dakwahnya dari kota bukan, yaitu di Madinah dan Mekkah. "Kesadaran membangun organisasi inilah yang perlau kita perbaiki demi masa depan agar menjadi organisasi yang betul-betul bermartabat dan berdaya guna dan bisa dirasakan oleh siapapun." 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia bercerita, Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi pendirian NU tahun 1926 mengingtakan kepada kita semua pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat, ini seolah-olah kaia Hasyim dulu sudah memperediksi bahwa umat akan bercerai-berai. 

“Apa yang difatwakan oleh beliu Hadrotus Syaikh sekarang juga dapat dirsakan citra umat Islam dimata dunia juga sudah dirusak oleh gerakan radikalisme, teroris dan fundamnetalis, akibatnya Islam sebagai agama rahmatnya untuk alam buruk citranya,"  jelasnya.

Ini juga penting, masih kata dia, karena kekuatan besar yang tidak teriorganisir kan kalah dengan kekuatan kecil yang terorganisir. “Untuk itu jaga citra NU sebagai organisasi penjaga Aswaja dan rahmat bagi semesta alam,” pesannya.

Sementara ketua tanfidziyah MWCNU Kecamatan Slawi H. Bahrudin, M.SI, saat dimintai keterangan terkait program kerjanya dia tidak berbicara banyak. “Kami tidak akan mengaindai-andai menggalang program, hanya saja pengurus MWC NU Slawi perlu adanya penataan dan action organisasi yang betul-betul matang dan terprogram dengan baik,” katanya.

Mungkin Slawi belum bisa disejajarkan dengan MWC-MWC yang lain yang ada di kabupaten Tegal, namun kami berikhtiar kedepan mudah-mudahan yang lebih baik, kemajemukan aqidah masyarakat Slawi juga harus menjadi perhatian agar persatuan dan kesatuan umat tidak juga rusak, “Mari kita tunjukan jati diri dan kedewasaan kita dengan cinta dan kasih sayang, karena dengan cinta akan timbul kasih sayang .”  

Turut hadir dalam kegiatan itu camat Slawi, Kapolsek Slawi, jajaran PCNU Kabupaten Tegal dan sejumlah tokoh kecamatan Slawi. Kegiatan itu juga di meriahkan dengan organ tunggal al Jawahir dan juga pengajian umum dengan pembicara KH. Dirjo Abdul Hadi dari Kabupaten Brebes. 

Kontributor: Abdul Muiz        

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, Sunnah, Kajian Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 05 Agustus 2017

Dan Kiai pun Ditalqin

Kediri, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Para santri dan ribuan orang yang mengikuti pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Imam Yahya Mahrus serentak menghentikan pembacaan surat Al-Ihlas “Qul huwallahu ahad…” ketika KH Abdul Aziz Mansyur berdiri memegang microphone, sebagai pertanda acara talqin akan segera dimulai, Ahad (15/1) siang. Kiai Aziz yang mewakili keluarga menanyakan kepada semua yang hadir, “Apakah semua yang hadir menyaksikan bahwa KH Imam Yahya Mahrus ini orang baik?”. Serentak semua menjawab, “Baik…!” Suara tangisan haru terdengar jelas dari balik kerumunan.

Talqin dilakukan setelah semua proses penguburan selesai, yang dimaksudkan untuk memberikan suport dan membimbing ahli kubur agar dapat menjawab pertanyaan malaikat kubur Munkar dan Nakir dengan baik. Tidak hanya orang biasa, kiai pun butuh untuk ditalqin. Keluarga meminta Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Bisri (Gus Mus) memimpin prosesi talqin.

Dan Kiai pun Ditalqin (Sumber Gambar : Nu Online)
Dan Kiai pun Ditalqin (Sumber Gambar : Nu Online)

Dan Kiai pun Ditalqin

Pembacaan talqin pun dimulai. Gus Mus yang juga alumni Pesantren Lirboyo, mengatakan kepada KH Imam Yahya Mahrus yang sudah terbaring, sebentar lagi ada malaikat yang datang. “Jangan takut, mereka adalah mahluq Allah, sama seperti kita. Jawablah pertanyaan mereka dengan benar,” kata Gus Mus sambil pemberikan bimbingan kepada Kyai Imam. “Jika ditanyakan siapa Tuhanmu maka jawablah Allahu Rabbi, jika ditanyakan siapa nabimu jawablah Muhammad Rasulullah…” dan seterusnya. Semua bacaan talqin menggunakan bahasa Arab.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lalu doa dipimpin oleh sesepuh NU yang juga alumni Pesantren Lirboyo, KH Maimun Zubair. Selanjutnya diadakan sholat jenazah untuk kesekian kalinya yang dipimpin oleh pengasuh Pesantren Denanyar Jombang KH Aziz Masyhuri, yang diikuti oleh Gus Mus, Rais Syuriyah PWNU KH Miftahul Ahyar, keluarga besar Pesantren Lirboyo, dan para santri, alumni, serta jamaah yang belum sempat mengikuti shalat jenazah di Pondok Pesantren Lirboyo.

Pondok Pesantren Lirboyo adalah salah satu pesantren tua yang telah menelorkan ribuan alumni. Selain Gus Mus dan KH Maimun Zubair, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang turut bertakziyah adalah alumni pesantren yang didirikan oleh KH Manaf Abdul Karim pada 1910 silam. Namun atas wasiat Almarhum KH Imam Yahya Mahrus sendiri, jenazah tidak dimakamkan di makam keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo bersama para sesepuh pesantren.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Imam yang merupakan generasi ketiga Pesantren Lirboyo meminta kepada keluarganya untuk dimakamkan di tanah lapang, di desa Ngampel, kecamatan Mojoroto, sekitar 5 km ke arah utara dari induk Pesantren Lirboyo. Tanah itu akan digunakan sebagai perluasan dari Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah, Lirboyo. Di bagian depan baru ada satu bangunan yang belum selesai. Informasi yang diterima Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, selain tempat tinggal santri, di tanah itu juga akan didirikan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang kini sedang naik daun.

Tak ayal, tanah yang sepi itu mulai ramai. Tidak hanya para santri dan alumni, banyak orang datang berziarah. Sampai malam larut, hingga Senin (16/1) pagi, para peziarah terus berdatangan. Mungkin beginilah cara Kiai Imam membesarkan pesantren barunya.

Penulis A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Humor Islam, Nasional, Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan