Jumat, 13 Mei 2011

Profil Ahwa: KH Makhtum Hannan, Cirebon

KH Makhtum Hannan dilahirkan di Cirebon, 13 Juni 1938 dari pasangan KH Abdul Hannan dan Nyai Solihah. KH. Abdul Hannan adalah putra Kiai Toyyib bin Kiai Masina bin Kiai Juman bin Kiai Mansur bin Kiai Abbas bin Kiai Subki bin bin Kiai Kamali bin Kiai Abdurrahim bin Syeikh Abdul Latif bin Mas Buyut bin Sunan Ratna Geulis/Kikis bin Sunan Raja Desa bin Sunan Bahuki bin Khatib Arya Agung bin Dalem Suka Hurang bin Sayid Maulana Faqih Ibrahim bin Syaikh Abdul Muhyi --- Sunan Giri bin Maulana Ishaq.

KH Makhtum belajar ilmu agama pada ayahnya, KH. Abdul Hannan, pamannya, KH. Masduki Ali dan juga kakanya KH. Amrin Hannan. Selain itu, ia pernah belajar di Pondok Pesantren Kaliwungu pada Kiai Abu Khaer Pasarean, Kiai Subki, dan Ust. Fadhil. Juga mesantrrn di Pondok Pesantren Lasem di bawah asuhan Syeikh Masduki dan Syeikh Mansur bin Khalil.

Profil Ahwa: KH Makhtum Hannan, Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Ahwa: KH Makhtum Hannan, Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Profil Ahwa: KH Makhtum Hannan, Cirebon

Sepulang mesantren KH. Makhtum Hannan meneruskan pondok pesantren ayahnya di Babakan Ciwaringin – Cirebon. Tahun 1960 bersama kiai-kiai lain mendirikan Madrasah al-Hikamus Salafiyyah (MHS) tingkat, Ibtidaiyyah, Tsanawiyyah, Aliyyah, dan Mahad Ali.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tahun 1963 KH Makhtum Hannan bersama pengasuh Pesantren Babakan Ciwaringin lainnya mendirikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model. KH Makhtum mendirikan Jamiyyah Hadiyu dan Istighatsah. Cabang-cabangnya tersebar di seluruh wilayah tiga: Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu. ? Bahkan jaringannya sudah tersebar di Jawa maupun Luar Jawa.

Sejak tahun 1996 setiap malam Jumat KH Makhtum Hannan memimpin istighatsah bertempat di Maqbarah KH. Abdul Hannan. Setiap bulannya diadakan Istighatsah Kubro yang diikuti ribuan orang dari pelosok-pelosok Desa dan luar daerah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di samping mengajar santri putra-putri, setiap hari selama 12 jam KH Makhtum Hannan sibuk melayani tamu dari semua lapisan masyarakat yang datang dengan pelbagai macam keperluan dan kepentingan: pejabat, pengusaha, pedagang, petani, pengurus organisasi, mahasiswa, bahkan tamu-tamu dari luar negeri. Mereka umumnya meminta nasihat, masukan, dan doa agar segala tujuan dan kepentingannya tercapai.

Melalui pendekatan hikmah, KH Makhtum banyak memberikan pendampingan kepada pengusaha, pedagang, petani dan nelayan. Banyak dari mereka yang sukses dan berhasil. (Jamaluddin Mohammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan IMNU, Daerah, Humor Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 11 Mei 2011

Pelopor Keselamatan Berlalulitas, Ansor Kota Ternate Bermitra dengan Kepolisian

Ternate, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebagai mitra kerja dalam masyarakat Polres Kota Ternate Bersama GP Ansor Kota Ternate melakukan Pelatihan dan sosialisasi dalam Berlalulintas dan Pengamanan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, tanggal 23-24 Januari 2018.

Pelopor Keselamatan Berlalulitas, Ansor Kota Ternate Bermitra dengan Kepolisian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelopor Keselamatan Berlalulitas, Ansor Kota Ternate Bermitra dengan Kepolisian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelopor Keselamatan Berlalulitas, Ansor Kota Ternate Bermitra dengan Kepolisian





Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Polres Kota Ternatediikuti oleh Banser GP Ansor Kota Ternate dimulai dengan penyampaian materi oleh Kasat Binmas Polres Kota Ternate AKP Aris AB.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia memberikan arahan bahwa pelatihan ini sebagai upaya membangun mitra antara kepolisian dan GP Ansor Kota Ternate untuk bisa bersama melakukan pengamanan di masyarakat pada hari-hari besar keagamaan, dan juga pembinaan yang berkaitan dengan karakter kebangsaan dan juga revolusi mental di kalangan organisasi kepemudaan.

Rahdi Anwar, Ketua GP Ansor Kota Ternate mengatakan selain pemberian materi, kegiatan diisi juga dengan simulasi penanganan kemacetan lalulintas dan pengamanan demonstrasi, kisruh pilkada dan event keagamaan.

"Harapan besar GP Ansor Kota Ternate selesai kegiatan ini Banser GP Ansor Kota Ternate mampu menerapkan secara langsung di masyarakat menjadi pelopor dalam berlalulitas dan membudayakan keselamatan berlalulitas dalam aktivitas,  dan turut berperan aktif dalam pengamanan event keagamaan yang dilaksanakan masyarakat," kata Rahdi.

Kegiatan tersebut adalah bagian dari program kerja PC GP Ansor Kota ternate tahun 2018 pada program membangun mitra-mitra kerja sebagai upaya memperkenalkan peran GP Ansor dalam setiap sektor pemerintah, kepolisian, militer dan masyarakat dengan program program yang keagamaan sosial budaya dan keamanan guna mewujudkan situasi kondusif. (Abdulharis Doa/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 05 Mei 2011

Jalan Keluar Atasi Ketimpangan Ekonomi melalui Distribusi Tanah

Lombok Barat, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Kebutuhan atas tanah adalah mutlak. Dalam Islam hal ini terkait dengan hifdhun nafs (hak hidup) dan hifdhul mal (hak atas properti). Salah satu bagian dari hifdhun nafs adalah hidup yang layak, dan salah satu bagian dari hifdhul mal adalah keseimbangan ekonomi (at-tawazun al-iqtishadi).

Jalan Keluar Atasi Ketimpangan Ekonomi melalui Distribusi Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Keluar Atasi Ketimpangan Ekonomi melalui Distribusi Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Keluar Atasi Ketimpangan Ekonomi melalui Distribusi Tanah

Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU Abdul Moqsith Ghazali saat menyampaikan laporan hasil sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyah pada sidang pleno yang digelar di Pondok Pesantren Darul Quran, Bengkel, Lombok Barat, Sabtu (25/11).

"Hal ini menunjukkan bahwa Islam itu adalah anti ketimpangan termasuk di dalamnya ketimpangan ekonomi," ucapnya.

Menurut Komisi Bahtsul Masail Maudluiyah yang fokus pada isu-isu konseptual dan tematik, ada beberapa hal yang ditawarkan oleh Islam untuk menangani ketimpangan, di antaranya zakat, infak dan sedekah. 

Negara memiliki tanggung jawab yang besar untuk menciptakan keseimbangan ekonomi melalui pendekatan preventif dan kuratif. Namun sekarang ketimpangan itu sudah nyata dan terjadi. Maka setidaknya ada empat jalan keluar yang bisa ditempuh: 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pertama, menarik kembali tanah yang didistribusikan oleh pemerintah secara berlebihan. Kedua, menarik kembali tanah Hak Guna Usaha yang tidak manfaat atau bermanfaat, tetapi tidak sebagaimana semestinya. 

Ketiga, membatasi Hak Guna Usaha untuk pengusaha baik jumlah lahan maupun waktu pengelolaan dengan prinsip keadilan.

Keempat, mendistribusikan tanah yang dikuasai negara untuk fuqara dan masakin (kalangan fakir miskin), baik dalam bentuk tamlik (hak milik) atau ghairu tamlik (bukan hak milik) dengan prinsip keadilan. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam laporannya, Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah juga menyinggung soal hak atas tanah. Komisi ini menyerukan agar tanah tidak dimonopoli oleh sebagian sehingga menciptakan ketimpangan. Komisi yang fokus pada materi perundang-undangan ini juga mendorong adanya payung hukum untuk kepentingan ini.

Sidang pleno dipimpin oleh Ketua PBNU Robikin Emhas. Turut duduk di atas panggung Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud. Sidang pleno diikuti oleh seluruh peserta Munas-Konbes NU 2017 yang terdiri dari delegasi PWNU seluruh Indonesia, utusan pondok pesantren, dan lain sebagainya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Khutbah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan