Sabtu, 17 November 2007

Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sejumlah kegiatan telah disiapkan menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XXII NU Sulsel yang akan digelar pada 29-31 Maret 2013 nanti. 

Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel

Panitia akan melaksanakan beberapa kegiatan sebagai awal penggalian informasi dan gagasan sekaligus pengayaan konsep-konsep materi konferensi, misalnya launching Konferwil, Halaqah Rencana Starategi (Renstra) NU dan donor darah.

Pada malam 29 Maret akan diadakan welcome party pagelaran seni budaya Kab. Pangkep dan dilanjutkan makan malam bersama, kemudian dilanjutkan 30 maret acara seremoni pembukaan konferwil NU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Panitia mengharapkan kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj untuk hadir membuka dan memberikan arahan untuk merumuskan program kerja 5 tahun yang akan datang dan Gubernur terpilih H. Syahrul Yasin Limpo sebagai keynote speaker.

Di sisi lain steering committee akan membentuk 4 komisi yakni komisi A Bahtsul Masail, komisi B Program Kerja, komisi C Organisasi, dan Komisi D Rekomendasi. Diharapkan dengan adanya 4 komisi ini dapat menghasilkan berbagai keputusan yang strategis dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Panitia juga menyiapkan seminar sebagai masukan materi dari para ahli dengan menghadirkan nara sumber dari pusat maupun daerah dengan beberapa materi penting.

Rapat gabungan antara panitia wilayah dan panitia daerah Konferwil 12 PWNU Sulsel telah dilaksanakan pada 12 Maret 2012 lalu di GPK PWNU dan telah disepakati mengambil tema “Dengan Khittah NU kita wujudkan Masyarakat Sulawesi Selatan Sejahtera dan Damai”.

Adapun Konferwil NU Sulsel akan diikuti oleh 250 peserta, yang terdiri dari anggota pleno PWNU Sulsel, utusan PCNU se-Sulawesi Selatan, utusan Pengurus Wilayah Banom, Lembaga, dan Lajnah NU Sulawesi Selatan, dan peninjau yang terdiri dari ulama, peneliti, pemerhati, cendekiawan dan kalangan profesional.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris 

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 13 Agustus 2007

Jadi Rujukan Bersama, Pesantren Muadalah Didorong Miliki Kurikulum Standar

Bogor, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebagai model pesantren yang istimewa, pesantren muadalah didorong memiliki kurikulum standar. Pasalnya, pesantren yang unik ini kurikulumnya banyak dirujuk pesantren lain baik yang salaf maupun modern.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Litbang Pendidikan Norformal-Informal Puslitbang Penda Balitbang Diklat Kementerian Agama, Muhammad Murtadlo, usai membuka secara resmi seminar tentang pesantren muadalah di Wisma PP Puncak, Bogor, Senin (23/11) malam.

Jadi Rujukan Bersama, Pesantren Muadalah Didorong Miliki Kurikulum Standar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Rujukan Bersama, Pesantren Muadalah Didorong Miliki Kurikulum Standar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Rujukan Bersama, Pesantren Muadalah Didorong Miliki Kurikulum Standar

Keistimewaan pesantren muadalah ini justru terlebih dahulu mendapat pengakuan dari luar negeri sebelum dari dalam negeri. Misalnya, ijazah pesantren tersebut bisa digunakan untuk melanjutkan belajar di kampus-kampus Timur Tengah. "Nah, di sini kan baru sekitar tahun 1990-an saja ada istilah muadalah," ujar Murtadlo.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Bagi Murtadlo, pilar pendidikan pesantren terdapat di pesantren muadalah. Oleh karena itu, seminar yang digelar hendak diarahkan untuk pendampingan untuk membuat standarisasi kurikulum. "Saya pikir kita perlu belajar bersama dan mencermati fakta pesantren muadalah ini. Sebab, ia menjadi rujukan pesantren salaf maupun modern," ungkapnya.

Terkait kurikulum, Murtadlo menegaskan, Puslitbang Kemenag mendorong sesama pesantren muadalah agar bisa bersinergi dengan internal mereka sendiri juga dengan pemerintah melalui Kemenag.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Nanti mau kita dorong ke sidang komisi atau penjaringan aspirasi. Pertama apa yang harus dilakukan kementerian dan apa pula yang musti dilakukan pesantren sesama muadalah. Itu jadi satu komisi," tegasnya.

Kedua, lanjut Murtadlo, karena ini penelitian needs assesment, makanya yang perlu diketahui adalah kebutuhan apa saja yang dibutuhkan pesantren muadalah. "Karena ini makhluk ini, kami hanya bisa mengumpani tapi tidak bisa mengatur sepenuhnya. Kami memberi ruang, merawat serta mengkonservasi saja," tandasnya.

Seminar ini mengundang sejumlah narasumber, antara lain Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) KH Abdul Ghoffar Rozien dan Subi Sudarto, Kepala Seksi Pendidikan Kesetaraan dan Berkelanjutan, Direktorat Pembinaan Pendidikan Kesetaraan dan Kesetaraan (Ditbindikta), Kemendikbud.

Para narasumber akan memberi komentar, catatan, dan masukan atas riset terhadap 11 pesantren terpilih. Sebelas pesantren tersebut adalah PP Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, PP Darussalam Garut, PI Matholiul Falah Kajen Pati, PP Tremas Pacitan, PP Al-Basyariyah Bandung, PP Tamirul Islam Surakarta, PP Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, PP Lirboyo Kediri, PP Al-Amin Prenduan Sumenep, PP Al-Hikmah Brebes, dan PP MHS Cirebon. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)



Foto: Ketua RMI NU KH A Ghoffar Rozien saat berbicara pada seminar hasil riset pesantren muadalah oleh Puslitbang Penda di Wisma PP, Puncak, Bogor, Selasa (24/11)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Daerah, Kiai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 29 Maret 2007

Gandeng LAZISNU, APP Sinar Mas Wakafkan 5.000 Al-Qur’an

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Asia Pulp&Paper (APP) Sinar Mas bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah NU (LAZISNU) mendonasikan 5000 mushaf Al-Quran. Penyerahan secara simbolis berlangsung di Kantor LAZISNU, gedung PBNU, Jakarta, Jumat (9/6) oleh Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin kepada Direktur NU Care LAZISNU, Syamsul Huda.

Gandeng LAZISNU, APP Sinar Mas Wakafkan 5.000 Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng LAZISNU, APP Sinar Mas Wakafkan 5.000 Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng LAZISNU, APP Sinar Mas Wakafkan 5.000 Al-Qur’an

“Kami senang dapat berbagi kebaikan dan memberi manfaat melalui donasi mushaf Al-Qur’an ini. Hal ini merupakan komitmen kami untuk berbagi kebaikan kepada semua, sekaligus mendukung pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan Al-Qur’an di tanah air,“ ungkap Saleh Husin.

Ia menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 mendata ada sekitar 54 persen dari total populasi umat Islam di Indonesia yang belum dapat membaca Al-Qur’an. Sedangkan data Kementerian Agama tahun 2011 mencatat kebutuhan Al-Qur’an di Indonesia mencapai 2 juta mushaf per tahun, sementara daya cetak baru 300 ribu setiap tahunnya.?

“Karena itu, APP-Sinar Mas mendukung pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan Al-Qur’an bagi umat muslim di Indonesia,” tambah Saleh.

Saleh menuturkan sejak tahun 2008 sampai saat ini, APP Sinar Mas telah mendonasikan 600 ribu mushaf Al-Qur’an ke berbagai wilayah di Indonesia bersama dengan berbagai mitra. Selain mendonasikan mushaf Al-Qur’an, juga telah mendonasikan 120 ribu Buku Cara Membaca Al-Qur’an Bagi Anak-Anak dan Juz Amma, serta 700 set Al-Quran Braile bagi tuna netra.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kertas Al-Qur’an yang di wakafkan menggunakan kertas premium khusus Sinar Tech atau yang lebih dikenal sebagai Quran Paper (QPP). Produk kertas yang dikembangkan oleh unit industri APP, Indah Kiat Pulp Paper Tangerang ini memiliki tekstur yang sangat halus. Selain itu, hasil cetakannya sangat baik dan detil. Tinta tidak meluber, dan tidak tembus serta tidak menyilaukan mata pembacanya. Bahkan, kualitas cetakannya mampu bertahan hingga 100 tahun dalam keadaan normal.

Kelebihan lainnya, produk kertas ini sudah memenuhi sertifikat halal dari MUI karna bahan baku dan proses produksi telah memenuhi kaidah kehalalan. Sebanyak 90 % dari produk ini diekspor ke negara-negara yang menjadi rujukan pusat-pusat percetakan Al-Qur’an seluruh dunia, seperti Arab Saudi, Turki, Iran, dan Kuwait.

Direktur NU Care LAZISNU Syamsul Huda mengungkapkan, selain pembagian Al-Quran, NU Care juga membagikan mukena, untuk menyapa masjid-masjid di seluruh Jakarta.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Termasuk pengiriman dai-dai untuk menangkal radikalisme. NU akan melakukan gerakan nyata. Kami akan kirim ke seluruh masjid yang ada di Jakarta. Inshaallah semuanya akan kebagian," kata Syamsul.

Sementara Ketua PBNU, Sulton Fathoni menambahkan Sinar Mas bukan tamu yang asing. Sinar Mas dan PBNU bersama-sama melakukan kerja-kerja sosial.?

“Kita bagi-bagi Al-Qur’an. Semoga di Ramadhan ini bisa sampai di masjid, mushala, pesantren, sekolah, madrasah. Sesuai anjuran Rasul, banyaklah membaca Al-Qur’an di sisa Ramadhan ini. Semoga ini berdampak positif bagi karyawan Sinar Mas,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal, Kajian Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 12 Maret 2007

Aktifitas Kiai Marzuki Tak Terganggu Pengaduan MTA

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Laporan kelompok garis keras yang menamakan diri Majelis Tafsir Alquran (MTA) ke Bareskrim Mabes Polri tidak membuat nyali KH Marzuki Mustamar ciut. Pengasuh Pondok Pesantren "Sabilur Rosyad" Malang yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang ini tetap mengisi pengajian sebagaimana biasa.

Aktifitas Kiai Marzuki Tak Terganggu Pengaduan MTA (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktifitas Kiai Marzuki Tak Terganggu Pengaduan MTA (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktifitas Kiai Marzuki Tak Terganggu Pengaduan MTA

Kiai Marzuki Mustamar mengaku tidak keder dengan laporan MTA atas isi ceramahnya yang dinilai melecehkan Ormas MTA dan seorang pengurusnya. Sejauh ini, ujar dia, laporan MTA tidak berimbas apapun pada aktifitasnya sebagai dai dan ulama.

"Dilaporkan atau tidak saya akan tetap ngaji. Dimana saya dibutuhkan untuk ngaji, disitu saya akan hadir untuk ngaji," ujar KH Marzuki usai mengisi ceramah di acara wisuda MTsN Tambakberas, Selasa (18/6/2013).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua PCNU Kota Malang ini mengaku tidak mempersiapkan apapun untuk menghadapi laporan MTA ke Mabes Polri. Bagi Kiai Marzuki, berdakwah tentang ajaran islam dan melayani umat lebih penting daripada meladeni laporan MTA.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya tidak mempersiapkan apapun untuk menghadapi laporan itu. Saya masih tetap konsen ngaji demi umat," katanya.

Terkait dengan reaksi sejumlah elemen NU dan warga Nahdliyin yang siap melakukan pembelaan dengan segala cara bahkan sampai rela mati, KH. Marzuki meminta apa yang menimpa dirinya sekarang ini tidak ditanggapi berlebihan. 

"Jangan sampai direaksi dengan fisik. Saya minta seluruh komponen menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Sebab para ulama kita sudah keluar banyak darah untuk mempertahankan ini," tandas dia. 

Seperti diwartakan, KH Marzuki Mustamar dilaporkan ke Mabes Polri oleh ormas MTA terkait poin ceramah pada acara Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada 2011 lalu yang menerangkan tentang MTA yang berpusat di Solo. 

Kiai Marzuki dilaporkan dengan tudingan berlapis yakni penyebar fitnah, pencemaran nama baik, institusi dan pribadi. Isi ceramah Kiai Marzuki juga dinilai menyebabkan perasaan tidak nyaman serta ada dugaan pelanggaran Undang Undang TIK dengan ancaman 6 tahun penjara.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan