Kamis, 11 April 2013

Workshop Baca Tulis Al-Quran Perkenalkan Metode FTL

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Dalam rangka memperkenalkan Metode baru dalam membaca dan menulis Al-Quran di Kabupaten Pringsewu, Pesarungsewu (Persatuan Guru Ngaji Pringsewu) menggelar Workshop Baca Tulis Al-Quran Metode Follow the Line (FTL).

Kegiatan yang menghadirkan Jamiyyatul Quro wal Huffadz (JQH) Jawa Timur ini bertempat di kantor PCNU Kabupaten Pringsewu belum lama ini.

Workshop Baca Tulis Al-Quran Perkenalkan Metode FTL (Sumber Gambar : Nu Online)
Workshop Baca Tulis Al-Quran Perkenalkan Metode FTL (Sumber Gambar : Nu Online)

Workshop Baca Tulis Al-Quran Perkenalkan Metode FTL

Menurut Ketua Panitia, Syaiful Anwar, kegiatan ini diikuti oleh 246 peserta yang terdiri dari utusan PAUD 1 orang, SD 110 orang, TPQ 16 orang dan utusan Masjid dan Musholla 19 orang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Nampak hadir dalam Workshop tersebut segenap Pengurus Pesarungsewu dan Pengurus PCNU Kabupaten Pringsewu.

Acara ini di buka oleh KH. Sujadi Saddad (Mustasyar PCNU Pringsewu) yang juga merupakan Bupati kabupaten Pringsewu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam pengarahannya, Kiai Saddad menyampaikan pentingnya pendidikan Al-Quran sejak dini sehingga tidak akan ditemukan lagi Buta Aksara Al-Quran.

Sementara, narasumber dari JQH Jawa Timur KH. Choiruddin Abdul Qodir, SH, dan KH. Muhammad Muhyddin MS memaparkan materi yang meliputi: Wawasan & Visi misi Gerakan Baca Tulis Al-Quran, Metoda Baca Tulis Al-Quran Tartila Bil Qolam ( Follow The Line ), Psikologi pendidikan untuk anak usia dini, Manajemen Pembelajaran Untuk PAUD , TK , SD, MI dan TPQ, Bermain Cerita dan Menyanyi (BCM).

Menurut Kiai Choiruddin, metode FTL lebih mengedepankan praktek dari pada sekedar teori, karena dengan praktek akan mempercepat kemampuan menulis.

Dengan metode ini pula, katanya, "kemampuan motorik, pemahaman atas karakteristik hurup arab, ritme penulisan serta batasan-batasan penulisan yang jika di teorikan akan semakin rumit dan memakan waktu.

"Namun dengan metode FTL kemampuan menulis khot Arab akan mengalir secara alami sehingga hasilnya lebih cepat, rapi, indah dan yang lebih utama akan tertanam dalam diri sang penulis," terangnya.

Pihaknya menambahkan bahwa Metode FTL telah melalui uji coba penerapan pada beberapa sekolah secara acak di Tengerang, Samarinda, Jombang, Mojokerto, Aceh dan Jakarta, termasuk siswa siswi tuna wicara di Jawa Timur.

Dari hasil uji coba sekaligus sosialisasi tersebut diambil kesimpulan bahwa progam ini bisa diterapkan pada siswa / semua kalangan. Bahkan proses uji dan sosialisasi ini mendapat rekor MURI atas keberhasilan 600 siswa sekolah dasar menyelesaikan khatam menulis Al-Quran 30 juz dalam waktu 10 menit di Tangerang, dan menulis mushaf oleh 604 Muallaf di TMII Jakarta pada tanggal 1 Muharram 1433H.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Sunnah, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 06 April 2013

Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Aktivis PMII STAINU Jakarta menyalakan lilin di lantai 5 Gedung GP Ansor, Jakarta, Ahad (7/5) dini hari. Mereka menyatakan prihatin atas nasib yang menimpa dua warga Surokonto Wetan, Kabupaten Kendal, Kiai Nur Aziz dan Rusmen yang dihukum 8 tahun penjara dan denda 8 milyar oleh PN Kendal.

Keduanya merupakan tokoh yang membela warga dalam memperjuangkan lahan pertanian warga.

Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis (Sumber Gambar : Nu Online)
Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis (Sumber Gambar : Nu Online)

Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis

Aktivis PMII STAINU Jakarta, menilai putusan tersebut tidak adil.

Aksi dilanjutkan dengan shalat tobat dan tahajjud bersama. Aksi ini merupakan simbol keprihatinan atas nasib petani Surokonto Wetan yang sedang memperjuangkan keadilan di tengah ketidakpastian hukum di Indonesia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Petani adalah urat nadi pangan masyarakat Indonesia. Namun, ketika mereka sedang menjalankan tugas mulia malah diganggu. Di situlah seluruh anggota PMII Komisariat STAINU Jakarta merasa simpati dengan perjuangan yang dilakukan oleh para petani Surokonto Wetan,” kata Koordinator Aksi Ahmad Furqon.

Dihubungi terpisah, ahli hukum dari Universitas Negeri Semarang, Syukron Salam, menjelaskan dalam kasus Surokonto ini, para petani dituduh merusak hutan yang hutanya sendiri belum ada.

“Bukti hutan hanya surat dari Kementerian Kehutanan yang akan menjadikan lahan Surokonto menjadi kawasan hutan. Sampai sekarang lahan yang akan dijadikan hutan tersebut masih dimanfaatkan warga sebagai ladang pertanian. Tapi kenapa pengadilan memutuskan terdakwa terbukti mengorganisasi untuk melakukan perusakan hutan yang hutannya sendiri belum ada?” kata Syukron.

Ia melanjutkan, perbuatan para petani Surokonto itu jelas bukan perbuatan merusak hutan.

“Perusakan hutan itu ada kalau terdakwa menyobek-nyobek surat penetapan hutan dari Kementerian Kehutanan, baru terdakwa terbukti telah melakukan perusakan hutan ‘kertas’ dan bisa dipenjara 8 tahun denda 10 miliar,” tegas Syukron. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nusantara, Nasional, Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 04 April 2013

Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah

Surabaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Sekitar dua puluh lima ribu santri berkumpul di Masjid Al-Akbar Surabaya. Tercatat sekitar 450 bus terparkir di area Masjid. Para santri yang didampingi orang tuanya mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighotsah Kubro ke 8 TPQ An-Nahdliyah dan madrasah diniyah se-Cabang Pondok Langitan Tuban.

Acara dihadiri Wakil Gubenur Jawa Timur H Saifullah Yusuf, KH Sholeh Qosim, KH Agoes Ali Masyhuri, KH Abdullah Faqih, KH Muhammad Ali Marzuqi, KH Munif Marzuqi, dan segenap Pengasuh Pesantren Langitan Tuban.

Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah

Wakil Gubenur Jawa Timur mengapresiasi peran alumni Pesantren Langitan Kabupaten Tuban. Selama ini, ribuan alumni Pesantren Langitan dinilai sukses menjadi tokoh dan teladan bagi masyarakat di berbagai bidang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya gembira dan senang sekali. Alumni Pesantren Langitan telah berkiprah di tempat masing-masing. Mereka menjadi tokoh, panutan dan guru. Semuanya itu diakui keilmuannya," kata Saifullah Yusuf di Masjid Al-Akbar, Surabaya (19/12).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Alumni Pesantren Langitan yang tersebar di seluruh Jawa Timur dan provinsi lain merupakan aset bangsa. Mereka bersama pemerintah telah berkontribusi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di usia dini.

"Pada usia satu sampai delapan tahun menentukan perkembangan anak. Untuk itu, perlu ditanamkan pendidikan karakter," ujarnya.

Menurut Ketua PBNU ini, terkadang alasan pertama menjadi seorang santri ingin mencari ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Ketika santri ingin mencari keberkahan, maka ia harus hormat dan takzhim kepada muassis atau gurunya.

"Kesuksesan alumni menjadi tolok ukur dari seorang santri yang akan menimba ilmu di sebuah pesantren, kondisi inilah yang akhirnya diikuti oleh santri lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri di pesantren," pungkas Gus Ipul.

Para tamu undangan dan para santri disambut langsung oleh Direktur Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Endro Siswantoro. Endro menyampaikan terima kasih pada Pesantren Langitan yang telah memercayakan Masjid Nasional Al-Akbar sebagai tempat penyelenggaraan Peringatan Maulid Nabi dan Istighatsah Kubro ke-8.

"Masjid Nasional Al-Akbar merupakan masjid terbesar kedua se-Indonesia, setelah Masjid Istiqlal Jakarta. Kami senang sekali apabila acara seperti ini dilaksanakan kembali di Masjid Nasional Al-Akbar," kata Endro. (Rofi’I Boenawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax, Doa, Kiai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan