Sabtu, 30 September 2017

Pascasarjana Universitas Islam Makassar Adakan Seleksi Mahasiswa Angkatan II

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Program Pascasarjana Ilmu Islam, Universitas Islam Makassar (UIM) yang merupakan salah satu anggota Lajnah Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) mengadakan seleksi penerimaan mahasiswa baru Angkatan II Jumat-Sabtu, 2-3 Juli 2010 ini di Kampus Universitas Islam Makassar Jl. P. Kemerdekaan Km. 09 No. 29 Gedung B Lantai II.

Peserta ujian kali ini berjumlah 35 orang yang berasal dari berbagai alumni perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya. Sementara untuk angkatan I berjumlah 25 orang telah melaksanakan final test untuk semester I.

Pascasarjana Universitas Islam Makassar Adakan Seleksi Mahasiswa Angkatan II (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascasarjana Universitas Islam Makassar Adakan Seleksi Mahasiswa Angkatan II (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascasarjana Universitas Islam Makassar Adakan Seleksi Mahasiswa Angkatan II

Keberadaan Pascasarjana Ilmu Islam dengan konsentrasi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) disambut baik oleh masyarakat di Sulawesi Selatan, karena minat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di Makassar cukup tinggi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Universitas Islam Makassar sebagai salah satu anggota LPTNU yang ada di Sulawesi Selatan menjadi salah satu pilihan utama untuk masyarakat Sulawesi Selatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. (bad)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan PonPes, Cerita, Jadwal Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 29 September 2017

Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme

Tasikmalaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Komandan Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU Dede Rusyandi, menegaskan tiga pesannya ketika apel kesetiaan pancasila Pelajar dan Santri Jawa Barat yang merupakan rangkaian dari konferensi Wilayah IPNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning, Tasikmalaya Jumat (28/7) lalu.

Dalam amanatnya ia menyampaikan bahwa IPNU ini merupakan anak bungsu NU, yang diproyeksikan untuk meneruskan perjuangan dan harapan NU di masa yang akan datang.

Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme

Oleh karenanya, pria yang akrab dipanggil Derus ini menyampaikan tiga amanat. Pertama, Pelajar dan Santri NU se-Jawa Barat ini harus bisa tangkal gerakan radikalisme dan gerakan-gerakan yang bisa memecah belah bangsa kita.

Posisi Jawa Barat yang terbentang dari ujung cirebon sampai ujung bekasi harus kita jaga, bahkan komitmen kita dalam mars ya lal wathon itu "siapa datang mengancammu kan binasa dibawah durimu" kita harus siap.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kedua, sesuai dengan tema Konferwil IPNU Jabar, Meneguhkan Prestasi untuk Jawa Barat Bermartabat, generasi muda NU khususnya para pelajar, santri dan mahasiswanya harus bisa meningkatkan kualitas dan prestasinya untuk Jawa Barat bermartabat karena pelajar ini generasi ini harapan bangsa.

Ketiga, generasi muda ini harus budayakan tabayyun dan memfilter segala informasi yang masuk, jangan asal sebar, itu tidak baik.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sekarang ini marak broadcast yang kerap meresahkan dan berpotensi membuat resah dan perpecahan, untuk itu klarifikasi dan filter terlebih dahulu sebelum broadcast atau ketika menerima informasi.

Setelah Apel, dilaksanakan deklarasi santri dan pelajar Jawa Barat menolak Teroriame Radikalisme dan kekerasan terhadap anak yang ditandatangani oleh 3000 Peserta. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Fragmen Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Siswa Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni

Solo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Halaman Masjid Tegalsari Surakarta berubah bak pasar rakyat. Tumpah ruah pengunjung meramaikan acara pameran dan pentas karya seni yang digelar SD-MI Ta’mirul Islam Surakarta, Ahad (27/1) pagi.?

Kegiatan yang bertujuan untuk menyambut siswa baru ini juga diadakan bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Siswa Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Ta’mirul Islam Gelar Pentas Seni

Menurut ketua panitia kegiatan, Abdul Rouf (33), acara pentas seni dan pameran hasil karya siswa ini diselenggarakan untuk mendorong anak untuk bisa berkreasi lewat karya dan pentas seni.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“kami ingin mengajak anak-anak agar berani berkreasi dan berkarya. Selain itu juga memperkenalkan mereka pada kesenian Islam.”

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lomba yang diadakan diantaranya lomba Pildacil, hafalan surat pendek, dam lomba mewarnai. “untuk pentas seni anak-anak menampilkan seni rebana dan drama,” kata Rouf di sela-sela acara.

Acara ini diadakan setiap tahunnya dan kali ini bertepatan dengan peringatan maulid nabi saw. Selain lomba dan pentas seni, panitia juga mengadakan kegiatan bazar.?

Bazaar yang berisi hasil karya seperti kaligrafi dan lukisan buatan anak-anak SD-MI Ta’mirul Islam Surakarta.

Fita, salah satu pengunjung mengatakan sangat gembira mengikuti acara ini, “acaranya sangat mengasyikkan,” kata gadis asal Karanganyar ini.

Kegiatan yang menampilkan pentas seni dan karya anak ini memang bagus untuk memancing kreativitas anak. Selain itu, lewat acara ini juga dapat menumbuhkan keberanian pada anak, sehingga dapat memunculkan karakter yang bagus bagi anak.

Redaktur ? ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor ? : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pertandingan, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 28 September 2017

Pakar: NU Jadi Kekuatan Diplomasi Indonesia

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam geopolitik global dinilai sangat penting dan dibutuhkan untuk memediasi konflik di sejumlah negara, maupun untuk memperkuat hubungan bilateral dan multilateral Indonesia di tingkat Internasional.? Karenanya, dibutuhkan lebih banyak diplomat dari kader NU.

Hal itu diungkapkan pakar hubungan internasional Universitas Indonesia (UI) Edy Prasetyono dan pakar kajian Eropa UI Mahmoud Syaltout dalam diskusi Pramuktamar NU di Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Pakar: NU Jadi Kekuatan Diplomasi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakar: NU Jadi Kekuatan Diplomasi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakar: NU Jadi Kekuatan Diplomasi Indonesia

“Sekarang terjadi perubahan tren global dan regional. Rivalitas hegemoni atau kepemimpinan global sedang terjadi antara Amerika dengan Tiongkok. Eropa dan Rusia sedang jenuh. Indonesia, dengan jalur sutra yang diapit oleh berbagai negara satelit dari Amerika dan Tiongkok, mau tidak-mau harus memperkuat diri,” papar Edy.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara geopolitik di Asia Timur dan Asia Tenggara,? dalam konteks ekonomi, budaya maupun pertahanan dan keamanan, menurut Edy masih rentan konflik dan menjadi rebutan negara besar ekstra kawasan.

“Dalam hal ini, Islam Nusantara, karakter ideologi keagamaan NU ini sangat dibutuhkan dalam memperkuat hubungan internasional Indonesia.? Karenanya NU harus mempertahankan sikap moderat, terbuka, guyub, bersatu dan mampu mengakomodasi berbagai tradisi lokal sebagai jalan diplomasi. Kalau Islam Nusantara ini bersikap ekstrem, menutup salah satu pelabuhan yang masuk jalur sutra misalnya, bisa memicu perang dunia, ” ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pentingnya peran NU dalam diplomasi Indonesia menurut Edy bukanlah bualan. Karena dalam sejumlah riset dan forum internasional, Islam Nusantara yang diusung NU ini relatif lebih diterima dan diakui moderasinya oleh negara-negara tetangga di Asia maupun oleh negara-negara di Eropa, Afrika dan Amerika.

“Mitra negara kita ini, khususnya tetangga-tetangga terdekat, banyak negara yang mayoritas nonmuslim. Kalau tipikal masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim ini didominasi kelompok radikal, eksklusif dan intoleran, kita bisa diperangi,” tandasnya seraya mengungkap sejumlah data yang menunjukkan kehadiran angkatan militer di sejumlah pulau dan laut terdekat dengan Indonesia.

Hal itu diamini Mahmud Syaltout, yang konsetrasi dalam bidang kajian Eropa di UI. Syaltout mengungkap sejumlah fakta kerja sama Indonesia dengan sejumlah negara yang berhasil setelah melibatkan rekomendasi NU

“Pertamina ketika melobi Al-Geria untuk membuka investasi minyak, sampai harus mengklaim diri NU. We are Nahdliyin. Karena memang karakter masyarakat dan pemerintahan di sana dekat dengan NU. Akhirnya Pertamina dapat dua sumur minyak di sana. Begitu juga kerja sama dengan Libya, kita meminta rekomendasi Kiai Said (Ketua Umum PBNU), baru berjalan sukses,” paparnya.

Fenomena serupa juga terjadi saat pemerintah Indonesia hendak menjalin kerja sama dengan Negara-negara Eropa, Amerika dan lainnya. Mereka melihat mayoritas penduduk Indonesia ini muslim dan secara faktual mampu menerapkan demokrasi secara damai. Tidak seperti di Negara-negara muslim lain, seperti di Timur Tengah, yang hancur lebur oleh konflik internal. Kebhinekaan Indonesia yang terdiri dari berbagai adat, suku, bangsa dan agama, yang secara karakter berbeda namun bisa bersatu berkat toleransi yang dibangun kiai-kiai NU, menjadi nilai tersendiri di mata negara lain.

“Karena itu, NU harus banyak kadernya ke berbagai negara mitra. Jalinlah kerja sama dengan negara-negara di Eropa, Amerika, China, Jepang, Perancis, hingga Singapura dan Malaysia. Bangun kerja sama beasiswa khusus untuk kader-kader muda NU misalnya. Ini penting, karena Indonesia butuh banyak diplomat berkarakter NU,” imbuhnya. (Malik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Penanganan Flu Burung di Indonesia Sangat Lemah Koordinasi

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Di Indonesia jumlah korban meninggal dunia akibat terinfeksi flu burung (Avian Influenza/AI) termasuk tinggi. Sejak kasus flu burung merebak di Indonesia hingga sekarang sudah merenggut 63 jiwa dan sebagian besar adalah anak-anak. Tingginya angka tersebut dikarenakan lemahnya koordinasi dalam penanganannya.

Demikian disampaikan Dr dr Paulus Januar saat menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Bisnis dan Politik Kesehatan di Indonesia” yang digelar Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangandi Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (21/2)

Indonesia merupakan negara paling parah terserang penyakit mematikan yang disebabkan virus H5N1 itu. Jumlah korban meninggal di Indonesia ini merupakan yang tertinggi di dunia. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), total 116 orang meninggal akibat flu burung di seluruh dunia sejak 2003 dan 272 telah terinfeksi

Penanganan Flu Burung di Indonesia Sangat Lemah Koordinasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penanganan Flu Burung di Indonesia Sangat Lemah Koordinasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penanganan Flu Burung di Indonesia Sangat Lemah Koordinasi

Menurut Paulus—begitu panggilan akrabnya—jika pemerintah Indonesia memiliki sistem koordinasi yang baik dalam penanganan virus yang telah mewabah ke seluruh dunia itu, tentu jumlah korbannya dapat ditekan. “Kalau dikoordinasikan dengan baik, maka tak akan sebanyak itu korbannya,” pungkasnya.

Paulus yang juga mantan aktivis Forum Demokrasi (Fordem) itu mencontohkan keberhasilan penanganan flu burung di sejumlah negara, seperti Thailand dan Jerman. Di kedua negara itu, karena memiliki sistem koordinasi yang rapi, maka penyebaran virus mematikan tersebut dapat dibatasi. Sehingga jumlah korban pun dapat ditekan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Di Jerman, kalau ditemukan korban yang teridentifikasi terinfeksi flu burung, nggak banyak ribut. Radius satu kilometer dari tempat kejadian, semua unggas yang ada langsung dimusnahkan dan langsung diberikan ganti ruginya. Begitu juga di Thailand,” terang Paulus yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Paulus menjawab kecurigaan sejumlah kalangan yang mensinyalir bahwa virus flu burung tersebut memang sengaja diciptakan oleh negara-negara maju demi memenuhi kepentingan pasar. Menurutnya, virus tersebut memang murni keberadaannya sebagai sebuah wabah penyakit.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Migrasi unggas atau burung dari satu negara ke negara lain merupakan salah satu jalan mudah bagi penyebaran virus tersebut. Ditambah lagi sifat virus H5N1 itu mudah sekali berubah bentuk (mutasi genetika). Sehingga, lanjutnya, sangat memungkinkan perkembangannya tidak saja di tubuh unggas, melainkan juga pada manusia.

Namun demikian, ia tak membantah jika terdapat kelompok-kelompok bisnis tertentu yang sengaja ‘memanfaatkan’ keberadaan virus mematikan tersebut demi kepentingan ekonomis semata. “Itu (flu burung, Red) memang murni penyakit. Tapi kapitalis-kapitalis dunia pasti akan memanfaatkan kondisi tersebut. Misalkan dengan menawarkan vaksinnya ke negara-negara yang terserang flu burung,” jelasnya.

Ditambahkan Paulus, hal yang sama juga terjadi pada virus atau penyakit mematikan lainnya. “Tidak hanya flu burung, AIDS, malaria, demam berdarah dan sebagainya bisa dibisniskan,” katanya.

Ia menilai, dunia kesehatan saat ini, termasuk di Indonesia, cukup sulit dibedakan antara kesehatan untuk tujuan kemanusiaan dan kepentingan ekonomi pasar. Menurutnya, bisnis obat antara perusahaan obat-obatan dengan penyelenggara layanan kesehatan sudah bukan rahasia lagi.

“Misal, seorang dokter membuat resep untuk pasiennya di mana obatnya adalah produk salah satu perusahaan obat tertentu. Dengan resep itu, nanti si dokter akan mendapatkan bonus dari resep yang ia buat. Itu sudah menjadi rahasia umum,” ungkap Paulus. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan IMNU, Makam, News Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebagai bentuk kepedulian dan kewajiban bagi seorang muslim yang sudah memenuhi syarat dalam mengeluarkan zakat fitrah bagi orang yang berhak menerimanya, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo menyalurkan 100 paket zakat fitrah.

Pembagian zakat fitrah kepada kaum dhuafa ini dibagi menjadi 3 (tiga) zona. Yakni, zona 1 diletakkan di Kecamatan Tegalsiwalan, zona 2 di Kecamatan Kuripan dan zona 3 di Kecamatan Sumberasih. Setiap paket zakat fitrah berisi 5 kg beras.

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Probolinggo Salurkan 100 Paket Zakat Fitrah

?

Dalam penyaluran zakat fitrah ini, para pengurus PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo membawa puluhan paket sembako. Paket itu diberikan kepada warga desa yang lanjut usia (lansia) dan janda tua yang tidak mampu. Pembagian zakat fitrah ini tidak dipusatkan di satu tempat. Tetapi mereka memberikannya secara door-to-door kepada masyarakat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan bahwa dana dari pengadaan zakat fitrah ini diperoleh dari hasil pengumpulan dari semua pengurus GP Ansor di semua tingkatan di Kabupaten Probolinggo.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Dalam penyalurannya kami yang mendatangi ke setiap rumah yang diberikan, bukan memanggil mereka. Karena kami ingin niat dan tujuan yang baik harus dilakukan dengan proses yang baik,” katanya, Kamis (23/6).

Menurut Muchlis, penyaluran zakat fitrah dari pengurus GP Ansor di Kabupaten Probolinggo ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam melayani sesama yang membutuhkan pengayoman. “Semoga zakat fitrah yang kami berikan bisa menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal, Internasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kidung Cinta Kiai Budi di Haflah Akhirusanah Pesantren Darussalam Purwokerto

Purwokerto, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Haflah Akhirussanah merupakan agenda tahunan yang selalu digelar oleh setiap Pondok Pesantren. Dimana berbagai macam kegiatan selalu digelar guna memeriahkan perhelatan agung tahunan tersebut. Dari mulai lomba-lomba, bakti sosial, hingga pertunjikan hiburan.?

Pondok Pesantren Darussalam Dukuwaluh Purwokerto asuhan KH Khariri Shofa, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Banyumas, mengelar acara haflah akhirrusanah sekaligus peringatan ulang tahun ke 11 tahun.?

Kidung Cinta Kiai Budi di Haflah Akhirusanah Pesantren Darussalam Purwokerto (Sumber Gambar : Nu Online)
Kidung Cinta Kiai Budi di Haflah Akhirusanah Pesantren Darussalam Purwokerto (Sumber Gambar : Nu Online)

Kidung Cinta Kiai Budi di Haflah Akhirusanah Pesantren Darussalam Purwokerto

Dengan mengambil tema mengeratkan nilai-nilai kebudayaan dalam bingkai kebinekaan, para santri Pesantren Darussalam diharapkan selalu menjaga tradisi dan budaya Islam Ahlussunnah wal jamaah.?

Serangkaian kegiatan digelar, dari mulai lomba voli antar pondok, festival hadrah, tahlil akbar dan ziarah kubur yang dimulai sejak Sabtu (16/7) pagi itu berjalan dengan meriah.?

Pada puncaknya, Ahad (17/7) malam. Sebanyak 77 santri putra dan putri mengikuti Khotmil Juzz Amma bil ghoib wal mana yang kemudian dirangkai dengan pengajian akbar oleh KH Amin Budi Harjono atau yang lebih dikenal dengan Kiai Budi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai sufi yang selalu tampil khas dengan udeng-udengnya di kepala itu selalu menebar benih-benih cinta di setiap petuah-petuah yang ia sampaikan. Sambari sesekali mendendangkan melodi cinta yang ditemani oleh para penari sufi.?

Kiai Budi berpesan agar tetap menjaga perdamaian Indonesia dan melestarikan ajaran nasionalisme yang telah ditanamkan oleh para pejuang bangsa. Menurutnya bangsa yang kuat adalah yang tidak melupakan akar sejarah.

"Kita harus bangga menjadi warga Indonesia, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kemanusiaan, dan perdamaian. Setiap Idul Fitri atau lebaran di Indonesia punya tradisi Halal bihalal, yang artinya momen memaafkan secara nasional, sebuah tradisi yang tidak dimiliki oleh bansa lain, bahkan negara Islam pun tak memilikinya," paparnya.?

Kiai Budi juga mempersilakan para tamu undangan, antara lain Camat Kembaran, Kapolsek, Dandim serta para kiai lainya untuk naik ke atas panggung dan memberikan tanggapan terkait persoalan bangsa yang terjadi hari-hari ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dipenghujung acara ia mengajak semua hadirin dan tamu undangan untuk berdiri bersama mendendangkan sholawat cinta, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan diiringi musik rebana serta musik beatbox dari Sihe Baldatana, sang beatboxer dari Pondok Pesantren Darussalam Purwokerto. (Kifayatul Ahyar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pemurnian Aqidah, Berita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 27 September 2017

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai

Bojonegor, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro kembali menggelar aksi demo, Kamis (20/3), menuntut pemanfaatan rumah sakit di Jalan Veteran, Bojonegoro, Jawa Timur, yang hingga kini terbengkalai. 

PMII Bojonegoro menilai, selama 7 tahun memerintah, Bupati Bojonegoro Suyoto membiarkan bangunan tersebut sia-sia. Rumah sakit yang dibangun pada masa pemerintahan bupati sebelumnya, Santoso, ini menelan anggaran Rp110 miliar.

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai

Menurut para aktivis ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No 11 Tahun 2010 Tentang Penertiban dan Penyalahgunaan Tanah Terlantar dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Publik serta UUPA No 5 Tahun 1960 Tentang Penelantaran Aset Daerah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Kami dari PMII Bojonegoro tetap konsisten untuk mengawal agar segera difungsikannya bangunan RS di Jalan Veteran," kata Koordinator aksi, M Asadullah saat berorasi. 

PMII Bojonegoro berpendapat, penelantaran ini dilakukan karena faktor politik hingga masyarakat harus menjadi korban. Mereka mendesak pemerintah agar segera memfungsikan rumah sakit tersebut. Terlebih, bangunan RSUD dr Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro dinilai sudah sering kelebihan kapasitas dan bangunannya mengalami kerusakan. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Dalam aksi sebelumnya, Wabup juga berjanji akan memasukkan anggaran di APBD 2014 dan pembangunan serta pemindahan akan dimulai awal tahun," imbuh Asadullah. 

Aksi kali ini diawali dengan melakukan orasi di depan bangunan rumah sakit di Jalan Veteran. Selanjutnya, aksi dilanjutkan di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan menuju Kantor Pemkab Bojonegoro. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Berita, Anti Hoax Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 26 September 2017

Susuk Wangan, Ungkapan Syukur Warga Setren Wonogiri

Wonogiri, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Di dalam masyarakat Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tenagh, dikenal tradisi Susuk Wangan. Tradisi ini erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari warga yang banyak berkutat dengan pertanian dan sumber air.

Susuk Wangan, Ungkapan Syukur Warga Setren Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Susuk Wangan, Ungkapan Syukur Warga Setren Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Susuk Wangan, Ungkapan Syukur Warga Setren Wonogiri

Susuk Wangan sendiri, memiliki arti membersihkan saluran air. Sebagai ungkapan syukur atas sumber air yang diberikan Allah, setiap tahunnya mereka menggelar acara ini. Tradisi yang memilik nama lengkap “Ritual Susuk Wangan Amerti Tirta” ini biasa dilakukan pada Sabtu Kliwon setiap datang Bulan Besar (Dzulhijah). 

"Ritual ini, merupakan adat istiadat masyarakat Desa Setren dan sekitarnya, sebagai bentuk rasa syukur karena selama ini mereka memperoleh manfaat dari aliran air gunung yang mengalir sepanjang tahun dari sumber Girimanik di hutan Setren," kata Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Slogohimo, Sarosa.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pada tahun ini untuk memeriahkan Susuk Wangan, Pemerintah Kabupaten setempat menggelar Susuk Wangan pada Ahad (3/11) lalu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Warga Desa Setren yang mayoritas kaum tani sebelumnya melakukan gotong royong, beramai-ramai kerja bakti membersihkan saluran air, sebagai upaya melestarikan sumber air gunung yang dianggap pembawa berkah kemakmuran.

Pada acara tersebut juga dibawa sejumlah aneka hasil tanaman warga dan tumpeng dengan lauk ayam panggang untuk didoakan bersama. Setelah dibacakan doa, tumpeng kemudian dibagi-bagi kepada pengunjung untuk dimakan bersama.

Kabid Kebudayaan Drs Mulyanto menambahkan, untuk memeriahkan ritual Susuk Wangan kali ini, dipentaskan kesenian karawitan Raras Budaya dan musik lesung Rangga Budaya dari Desa Setren, serta musik hadroh dari SD 2 Setren. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Santri, IMNU, Tegal Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kualitas Pendidikan Tidak Tergantung pada Kuantitas Jam Pelajaran

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Ketua LP Maarif Kabupaten Pringsewu Ahmad Rifai mengatakan, kebijakan Full Day School tidak akan mempengaruhi kualitas pendidikan formal di Indonesia. Penambahan jam pelajaran sampai dengan sore bisa jadi akan mengakibatkan para pelajar akan terbebani dan jenuh.

"Secara psikologis jika kita melakukan sesuatu yang sama dalam kurun waktu yang lama maka bisa dipastikan akan jenuh dan berakibat kualitas hasil pekerjaan akan tidak maksimal," katanya, Sabtu (12/8) menyikapi kebijakan FDS yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kualitas Pendidikan Tidak Tergantung pada Kuantitas Jam Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas Pendidikan Tidak Tergantung pada Kuantitas Jam Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas Pendidikan Tidak Tergantung pada Kuantitas Jam Pelajaran

Rifai menambahkan, para pelajar seharusnya tidak dipaksakan untuk tetap tinggal di sekolah seharian. "Mereka butuh sosialisasi dengan teman dan masyarakat disekitar rumah mereka. Mereka juga perlu ilmu tentang bergaul dengan lingkungan mereka," tambahnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dengan keragaman ilmu yang dimiliki baik ilmu dunia maupun ilmu agama, ilmu teori maupun praktik dalam kehidupan, kualitas para pelajar juga akan semakin baik. "Jangan hanya difokuskan untuk belajar-belajar dan belajar ilmu formal di sekolah saja namun ada ilmu yang lebih penting yaitu ilmu agama dan ilmu tentang kehidupan," tegasnya.

Dengan kebijakan FDS yang dipaksakan, maka tidak heran menuai berbagai penolakan dari berbagai pihak. "Pemerintah harus bijak mengambil kebijakan. Jangan sampai pendidikan kita dijadikan kelinci percobaan oleh setiap menteri baru. Ganti Menteri ganti kebijakan. Mau kemana arah pendidikan kita?" ingatnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sudah terbukti dari sekian Menteri Pendidikan selalu berusaha melakukan kebijakan baru yang terkadang tidak meningkatkan kualitas pendidikan, malah sebaliknya membebani elemen terkait dengan pendidikan.

"Kurikulum pendidikan selalu berubah-ubah. Sementara instrumen dibawah belum siap dan dipaksakan harus siap. Tenaga pendidik jadi terbebani dan akhirnya pelajarpun menjadi korban," ujarnya mengambil contoh kebijakan perubahan kurikulum.

Terkait kebijakan FDS, Rifai mengingatkan pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan parsial tersebut. "Kaji lebih komprehensif lagi dan tidak ada istilah opsional (kebijakan pilihan). Kalau pilihan bisa jadi di bawah nantinya dipaksakan," tegasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Kajian Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 25 September 2017

Kapolda Sulsel Hadiri Dialog dan Silaturahim di Kampus UIM Makassar

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Kepala Polisi Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Umar Septiono menghadiri kegiatan silaturrahim dan dialog alim ulama yang bertema "Menuju masyarakat damai, religius, toleran, dan terbebas radikal terorism", Selasa (9/1). Kegiatan yang juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat tersebut diselenggarakan di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar atau UIM , Jalan Perintis Kemerdekaan Km 9 No 29 Makassar.

Sebelumnya, Kapolda bersama Rais Syuriyah dan Pengurus Wilayah serta Pengurus Cabang NU se-Sulsel melakukan shalat Magrib dan Isya berjamaah di Masjid as-Sahabah kampus setempat.

Kapolda Sulsel Hadiri Dialog dan Silaturahim di Kampus UIM Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Sulsel Hadiri Dialog dan Silaturahim di Kampus UIM Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Sulsel Hadiri Dialog dan Silaturahim di Kampus UIM Makassar

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Rapat Pleno IV PWNU Sulsel yang dihadiri unsur syuriyah, tanfidziyah PWNU Sulsel maupun kabupaten dan kota se-Sulsel. Bahkan kepengurusan di tingkat lembaga dan badan otonom atau banom juga hadir.

Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutta M Sanusi Baco dalam tausiahnya mengingatkan jamaah akan sabda baginda Nabi untuk memelihara shalat dan menjaga perempuan. Karena shalat adalah tiang agama, sedangkan perempuan sebagai tiang negara.

"Tak hanya itu, Nabi Muhammad SAW selalu mewasiatkan menjaga silaturrahim dan persaudaraan, baik itu persaudaraan seagama maupun persaudaraan sesama manusia bahkan sebangsa dan tanah air,” katanya di hadapan undangan. Di sisi lain Nabi Muhammad juga berwasiat jangan saling membenci, membelakangi, serta dilarang memata-matai.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Terakhir, Rais Syuriyah PWNU Sulsel tidak bisa menyembunyikan rasa bangga kepada Kapolda yang rajin berjamaah di masjid dan sebagai sosok NU tulen. (AM Idris/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pemurnian Aqidah, Sholawat, Nasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 24 September 2017

PMII DKI Jakarta Luncurkan Klub Diskusi di PBNU

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta meluncurkan sebuah klub diskusi di Aula PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (21/1/16).

PMII DKI Jakarta Luncurkan Klub Diskusi di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI Jakarta Luncurkan Klub Diskusi di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI Jakarta Luncurkan Klub Diskusi di PBNU

Klub diskusi tersebut diberi nama Diskursus Pemuda Kebangsaan atau DPK. Menurut Koordinator DPK Don Gusti Rao, forum ini dibentuk guna menjaga iklim kajian di kalangan aktivis pergerakan, khususnya PMII DKI.

PMII, lanjutnya, mempunyai rekam jejak yang cukup disegani di bidang kajian. "Di PMII, dulu terkenal Kajian 164 yang menghasilkan tokoh sekaliber Ulil, Amsar, Ahmad Baso, Umam Wiranu, Imdad, Munim DZ, dan lain-lain. Lalu ada juga Formakkar, KSP dan KKS di PMII DKI. Kita ingin merangsang itu agar eksis kembali," tegasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hal senada disampaikan Mulyadin Permana, Ketua PKC PMII DKI. Ia menyambut baik peluncuran forum kajian ini. "Di tengah isu-isu diskriminatif dan intoleransi, kita butuh diskursus akademik yang mumpuni. Apalagi DPK ini punya concern pada isu-isu kemanusiaan," katanya.

Acara peluncuran yang dibuka dengan pemotongan tumpeng tersebut juga dibarengi dengan diskusi bertajuk “Pemuda dan Pemahaman Kebebasan Beragama” yang menghadirkan Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Jalaluddin Rahmat dari Fraksi PDI P, Ketua Umum Banteng Indonesia I Ketut Guna Artha, Nong Darol Mahmada dari Freedom Institute, Ketua Umum BM Hipmikindo Denny Prasetyo, Wasekjend PP GP Ansor Masud Saleh, dan Kepala Kemenag DKI Abdurrahman Harun sebagai pembicara kunci. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib, Berita, Cerita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 23 September 2017

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92

Kendal, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Cabang NU Kendal menggelar serangkaian kegiatan dalan rangka memperingati hari lahir ke-92 NU. Kegiatan harlah kali ini tergolong meriah dan padat kegiatan yang berlangsung selama dua pekan.

Menurut ketua panitia harlah NU, KH Mustamsikin banyaknya kegiatan Harlah NU tahun ini sekaligus sebagai ajang sosialisasi program PCNU Kendal tentang rencana pembangunan Rumah sakit NU (RSNU).

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92

"Sudah saatnya NU Kendal punya rumah sakit," tegas Mustamsikin saat sambutan Seminar Kesehatan di Pendopo kabupaten Kendal Sabtu (9/5).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebelumnya kegiatan harlah NU dimulai dengan mengadakan istighotsah serempak di masing-masing MWC NU (1/5) dengan dihadiri utusan PCNU Kendal untuk memberikan sosialisasi harlah NU dan pendirian rumah sakit.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kemudian sepekan berikutnya (6/5) kegiatan dilanjutkan dengan istighotsah kubro oleh jamaah Al Hikmah di masjid Agung Kendal.

Puncak acara sendiri akan dilaksanakan besok Ahad (10/5) dengan acara simaan & pengajian akbar di GOR Bahurekso Kendal yang akan dihadiri oleh Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj.

Sebagai penutup kegiatan Harlah Kamis (14/5) mendatang akan digelar kegiatan jalan sehat di alun-alun Kendal dengan berbagai macam door prize. (fahroji/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sholawat, Halaqoh, Warta Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 22 September 2017

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Yayasan Turats Ulama Nusantara (TUN) turut serta melakukan penggalangan dana untuk korban gempa di Pidie Jaya, Aceh. Yayasan yang bergerak di bidang konservasi naskah karya ulama Nusantara ini melakukan penggalangan dana sejak Rabu (7/12). Yayasan ini rencananya akan melakukan penggalangan dana sampai Jum’at (16/12).

“Kami melakukan penggalangan dana sebagai wujud rasa solidaritas , dan berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi,” kata Koordinator Yayasan TUN Nanal Ainal Fauzi saat dihubungi via WA, Jumat (9/12).

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Turats Ulama Nusantara Galang Dana untuk Korban Gempa

Menurut Nanal, penggalangan dana dimotivasi oleh amanah hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya untuk melapangkan kesusahan dunia dari seorang mukmin.

“Penggalangan dana untuk korban gempa dilakukan via medsos seperti Facebook dan What’s App. Alhamdulillah sampai hari ini Jumat (9/12) telah berhasil terkumpul dana sebesar 3.050.000,” kata pria berumur 21 tahun tersebut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Yayasan yang berpusat di Demak ini juga mengajak simpatisan TUN khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara-saudara korban gempa. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Santri, Aswaja Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 21 September 2017

Dibutuhkan Pendekatan Bijak Sikapi Aliran Sesat

Magelang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pendekatan secara bijaksana dibutuhkan untuk mengembalikan para pengikut aliran sesat kepada ajaran agama Islam yang benar.? Perlu diakukan dialog dan pemberian nasihat dengan tutur kata yang santun.

Upaya mengembalikan para pengikut ajaran sesat kepada ajaran agama yang benar itu menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat.

Dibutuhkan Pendekatan Bijak Sikapi Aliran Sesat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibutuhkan Pendekatan Bijak Sikapi Aliran Sesat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibutuhkan Pendekatan Bijak Sikapi Aliran Sesat

Demikian dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj pada acara Peringatan Resolusi Jihad NU, Sumpah Pemuda, dan Hari Pahlawan tahun 2007 yang diadakan oleh jajaran GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU-IPPNU Kabupaten Magelang di Lapangan Drh Soepadi Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (3/11).

Usaha mengembalikan pengikut aliran sesat ke jalan yang benar tidak gampang dilakukan dan harus penuh kesabaran.

"Jangan mengharap kalau sudah diberi nasihat dan diajak dialog lalu terus seratus persen mereka balik. Minimal sekian persen akan kembali ke jalan yang benar. Jangan berharap ketuanya terus tobat. Tidak begitu karena ada unsur gengsi kalau mundur jadi nabi," katanya.

?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Akan tetapi, katanya, perlu ditempuh upaya memberikan pagar untuk meminimalkan masyarakat lain tidak terjatuh ke dalam aliran itu.

Pada kesempatan itu, Said Agil menyatakan heran terhadap jumlah pengikut aliran sesat yang relatif banyak, bahkan kalangan mahasiswa.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya heran begitu muncul pengikutnya banyak dan mahasiswa lagi. Ini di mana kesalahannya? Karena ormas-ormas kurang efektif membina, mengawal, mendampingi pola pikir, pola teologis, keimanan masyarakat karena kita kurang dana, tidak ada kesempatan, dan tidak ada fasilitas," katanya.

Pihak kepolisian bisa melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku kepada mereka yang disangka melakukan kejahatan atau meresahkan masyarakat.? Tetapi, para pengikut aliran sesat tidak cukup hanya ditangkap. "Kalau polisi menangkap itu benar, tetapi apa setelah itu selesai. Belum tentu," katanya.

Dikatakan Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siradj, polisi, tentara, pemerintah, tidak akan bisa bisa mengatasi merebaknya aliran itu dalam pengertian menyadarkan. Peran penyadaran itu harus dilakukan oleh ormas Islam, kiai, ustad, dan masyarakat yang dekat dengan para pengikutnya. (sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Islam, Quote Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 20 September 2017

Ini Cara RMI NU Kota Kediri Perkuat Program

Kediri, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Cabang Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Kota Kediri melakukan silaturahim dengan pondok pesantren se-kota Kediri. Acara silaturahim bertema Memperkuat Ukhuwah Antar-Pondok Pesantren se-Kota Kediri, sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang melestarikan Ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah, dilaksanakan Sabtu, (23/12).

Acara bertempat di Pesantren Al-Huda, Ngadisimo, Ngadirejo, Kota Kediri, dihadiri oleh Pengurus PCNU Kota Kediri, PC RMI, dan perwakilan Pondok Pesantren yang di kota Kediri.

Ini Cara RMI NU Kota Kediri Perkuat Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara RMI NU Kota Kediri Perkuat Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara RMI NU Kota Kediri Perkuat Program

Ketua PC RMI NU Kota Kediri, Agus Muhammad Syakir, mengatakan silaturahim merupakan kegiatan awal dari kepengurusan PC RMI NU Kota Kediri.

"Salah satu tujuan kegiatan adalah bagaimana RMI bersama dengan pondok pesantren senantiasa istiqomah untuk mengawal kelahiran santri-santri yang berakidah Aswaja An-Nahdhiyah, serta bisa mengikuti perkembangan zaman," kata Syakir.

Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), mengungkapkan PC RMI yang merupakan lembaga di bawah PCNU Kota Kediri, diminta menjadikan momentum silaturahim ini sebagai landasan bagaimana kedepan nantinya bisa menjalankan program kerjanya.

"Terutama terkait pendataan pondok pesantren se-Kota Kediri, agar terdata dengan rapi, mana pondok pesantren yang memang berafiliasi ke NU, dan yang tidak berafiliasi ke NU, baik secara akidah, kurikulum pendidikan, maupun secara praktik keagamaannya," ucap Gus Ab.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Potensi pondok pesantren, lanjut Gus Ab, harus terus digali dan digarap, serta dimaksimalkan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Oleh karena itu, sudah tugas RMI untuk bagaimana bisa memaksimalkan potensi SDM, ekonomi, dan lainnya dari Pesantren yang ada," tambahnya.

Gus Ab sangat mengapresiasi silaturahmi ini. Ia menilai selain menguatkan ukhuwah antar-pondok pesantren NU yang ada di Kota Kediri, juga dengan RMI, yang nantinya dari acara silaturahim inilah diharapkan muncul gagasan baru untuk bersama-sama memaksimalkan potensi pesantren.

Silaturahim juga diisi dengan sesi diskusi dan sharing. Dalam sesi tersebut, muncul beberapa usulan-usulan yang akan dilanjutkan menjadi beberapa kegiatan.

Ketua Panitia Agus Muhammad Aminulloh mengtakan silaturahim serupa menjadi salah satu agenda rutin PC RMI NU Kota Kediri.

"Agar kedepannya tercipta sinergitas antara PC RMI dengan pondok pesantren untuk kemajuan pondok pesantren dan jam’iyah Nahdhatul Ulama," pungkas pria yang memiliki nama sapaan Cak Amin. (Baihaqi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib, AlaSantri, Pertandingan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Berbekal Hoaks Jadi Modal Mencela Ulama, Fenomena Zaman Akhir?

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Mustasyar PCNU Pringsewu sekaligus Bupati Pringsewu KH Sujadi merasa prihatin femomena zaman akhir dimana banyak orang yang hanya karena berita hoaks di berbagai media dengan gampangnya mencela ulama yang secara kapasitas keilmuan dan kealimannya jauh diatas mereka.

Salah satunya yang menimpa Ketua PBNU terkait dengan berbagai hal. "Yang hangat baru-baru ini tentang berita penyaluran kredit ultra mikro sebesar 1,5 Triliun yang diplintir dengan terbitnya Perppu 2/2017. Perlu diketahui program itu bukan hanya diperuntukan bagi warga Nahdlatul Ulama namun untuk seluruh warga negara Indonesia," katanya, Ahad (30/7).

Berbekal Hoaks Jadi Modal Mencela Ulama, Fenomena Zaman Akhir? (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbekal Hoaks Jadi Modal Mencela Ulama, Fenomena Zaman Akhir? (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbekal Hoaks Jadi Modal Mencela Ulama, Fenomena Zaman Akhir?

Menurutnya banyak orang yang hanya mendapat berita dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab serta tidak tahu tentang hal tersebut secara mendalam namun sudah menuduh dengan mencela Kiai Said.

Tentunya hal ini menurutnya sangat memprihatinkan dan memerlukan penjelasan terkait hal tersebut. "Dan inilah tantangan dalam berdakwah. Karena tantangan terberat dalam dakwah adalah pembangunan moral," katanya seraya mengatakan terkadang pembangunan moral secara dhohir kalah dengan pemiliki modal karena memang ada usaha Tabidul ummatan ulamaihi (menjauhkan umat dari para ulamanya).

Oleh karenanya lanjutnya, dakwah tidak boleh berhenti hanya karena pemilik modal besar dan atau orang yang suka mencela. "Allah telah menfirmankan bahwa neraka wel akan menjadi tempat orang yang bangga dan merasa hebat dengan harta yang dimilikinya sehingga mereka mengumpat dan menjelekkan orang lain," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hal ini sesuai dengan Tafsir Surat Lumazah yang pada kesempatan tersebut Ia sampaikan pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang rutin dilaksanakan di Aula Gedung NU Pringsewu.

Ia menambahkan bahwa harta bukanlah segala galanya. Banyak orang menganggap harta akan menjadikan seseorang hebat dengan istilah "Semua beres dengan uang". "Padahal sesungguhnya mereka telah dibutakan dengan harta," tegasnya.

Mengutip syair yang tertulis dalam kitab talimul mutaallim, ia mengingatkan bahwa dunia itu sedikit, dan paling sedikit. Pecintanyapun hina, nan hina dina. Sihir dunia, membuat tuli dan buta. Kebingungan, tak tahu ke jalan kemana. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pemurnian Aqidah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 17 September 2017

NU Magetan Gelar Kompetisi Sepakbola Api Antarpesantren

Magetan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam rangka menyemarakkan harin lahir (harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magetan, Jawa Timur menyuguhkan rangkaian kegiatan untuk masyarakat selama April hingga Mei, di antaranya acara kompetisi olahraga dan sejumlah kegiatan sosial dan keagamaan.

Acara perdana dari rangkaian tersbeut adalah diselenggarakannya Kompetisi Sepakbola Api antarpondok pesantren se-Kabupaten Magetan melalui kepanitiaan Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) dan Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), mulai 4-9 April 2016.

NU Magetan Gelar Kompetisi Sepakbola Api Antarpesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Magetan Gelar Kompetisi Sepakbola Api Antarpesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Magetan Gelar Kompetisi Sepakbola Api Antarpesantren

Ketua PC IPNU Magetan, Thoha Rizal al Aziz menuturkan, kompetisi ini diikuti 16 klub perwakilan dari beberapa pondok pesantren dan jamaah shalawat di Kabupaten Magetan. Mereka bersaing memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu Sabtu (9/4), tambah Thoha, kompetisi memasuki partai puncak, mempertemukan PAC IPNU Karas versus Minuha FC dari Pondok Pesantren Miftahu Nurul Huda Panekan.

"Selain itu, partai 3 dan 4 mempertemukan Gennusa FC (PC IPNU Mgt) Vs Manjing FC (Mafia Sholawat Karas)," ujarnya kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, Sabtu (9/4).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia berharap pertandingan sepak bola api ini dapat mempertahankan dan menghidupkan kembali tradisi sepak bola api yang identik dengan acara kaum sarungan atau santri.

Angka 93 pada Harlah ke-93 NU merujuk pada hitungan kalender hijriah kelahiran organisasi sosial keagamaan yang lahir pada 16 Rajab 1344 ini. Selain diperingati menurut hitungan kalender masehi, harlah NU juga disemarakkan menurut hitungan kalender hijriah sebagaimana amanat Muktamar Ke-32 NU di Makassar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pemurnian Aqidah, RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 16 September 2017

Sarbumusi: Rakyat Indonesia Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Masyarakat Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, mau tidak bisa menghindari proses globalisasi dan tatanan kehidupan global. Berkaitan dengan itu, badan otonom NU, Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K-Sarbumusi), mengingatkan agar masyarakat bangsa Indonesia tidak menjadi penonton di negerinya sendiri.

Sarbumusi:  Rakyat Indonesia Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Rakyat Indonesia Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Rakyat Indonesia Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri

"Khususnya yang berkaitan dengan bidang ekonomi. Arus sumber daya ekonomi yang meliputi barang dan jasa, tenaga kerja, serta teknologi dan informasi semakin cepat dan bebas masuk ke wilayah Indonesia. Bila tidak disikapi dengan kebijakan yang serius dan direspon dengan persiapan yang matang maka Indonesia akan menjadi penonton di negara sendiri, kedaulatan dan NKRI hanya menjadi pajangan dan ornament using penyemangat anak-anak di bangku sekolah," ujar Presiden DPP K-Sarbumusi HM Syaiful Bahri Anshori di Jakarta, Rabu (26/8).

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia bersama-sama dengan sembilan negara yang lain sepakat untuk membentuk kerjasama yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA. MEA beranggotakan Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Komitmen MEA adalah mewujudkan masyarakat ASEAN menjadi satu visi, satu identitas, satu komunitas. Hal ini disepakati terwujud pada tahun 2025, namun mulai berlaku tahun 2015. Pertanyaan yang sering muncul apakah Indonesia sudah siap menghadapi MEA 2015? Terutama sumber daya manusia dan terkait daya saing yang harus dipercepat yakni tenaga kerja Indonesia," papar Syaiful didampingi Sekretaris Jenderal Sukitman Sudjatmiko.

Ia menambahkan, buruh merupakan bagian dari masyarakat ekonomi yang sangat terasa imbasnya terkait dengan liberalisasi dan terbukanya ekonomi Asean dan Tenaga Kerja Asean.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Masyarakat Ekonomi Asean  atau Pasar Bebas Asean yang akan efektif berjalan di Indonesia pada Desember 2015 nanti yang digembar-gemborkan oleh pemerintah Jokowi – JK sebagai kesempatan Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui bangkitnya usaha kecil dan menegah masyarakat Indonesia pada kenyataanya tidak lain adalah program liberalisasi yang akan semakin menghilangkan kedaulatan negara dan batas batas NKRI," paparnya.

MEA hadir dengan tema pasar tunggal dan hubungan produksi ASEAN, yang hendak menjadikan Indonesia sebagai basis pasar dan basis produksi dengan menggantungkan pada melimpahnya jumlah populasi, tenaga kerja produktif dan murah, serta sumber- sumber kekayaan alam.

Pembentukan MEA mendorong pembukaan pasar bebas yang menghilangkan batas – batas antar negara melalui penghapusan tarif bea masuk dan menghapus pembatasan investasi asing hingga 100 persen diseluruh sektor ekonomi.

"Beberapa agenda liberalisasi dalam MEA adalah liberalisasi perdagangan barang, akan menghapus tarif bea masuk untuk seluruh jenis barang sehingga memudahkan masuknya barang impor baik berupa impor bahan baku maupun impor barang konsumsi. Liberalisasi jasa, akan mendorong pendominasian industri jasa asing seperti sektor keuangan, kesehatan, konstruksi, teknologi informasi dan lain-lain," kata Sukitman menambahkan.

Menurut Sukitman lagi, liberalisasi investasi akan memudahkan pergerakan modal asing yang dimungkinkan kepemilikanya hingga 100 persen. Liberalisasi tenaga kerja akan mendorong terjadinya pergerakan tenaga kerja asing yang memiliki keahlian khusus. Kedepan bila tidak ada kebijakan yang berpihak kepada tenaga kerja Indonesia, maka tenaga kerja Indonesia akan kalah bersaing dengan tenaga kerja-tenaga kerja Asean yang masuk ke Indonesia dan sudah melakukan persiapan untuk menghadapi pasar bebas tenaga kerja tersebut.

"Bahwa investasi modal asing masuk ke Indonesia sebagai keniscayaan dari liberalisasi ekonomi harus disikapi dengan bijaksana dengan tidak mengorbankan kedaulatan negara dan kepentingan masyarakat Indonesia," papar Sukitman. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Katib Syuriyah PCNU Jember Muhammad Nur Harisudin mendukung langkah polisi untuk  mengusut tuntas kasus pernikahan sejenis di Kecamaman Ajung, Kabupaten Jember. Sebab, dari sisi hukum positif, pernikahan manusia sesama jenis kelamin jelas tidak bisa ditoleransi.

Dari sudut agama, tidak satu referensi pun yang membenarkan perilaku homoseksual itu. "Makanya, kita dorong polisi menuntaskan masalah itu,"  tukasnya di Kantor PCNU Jember, Rabu (18/10).

PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Dukung Polisi Usut Pernikahan Sejenis di Jember

Menurut alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo itu, dari sisi apapun perilaku LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) tidak mendapatkan pijakan, termasuk  dari sisi kepatutan dan kultur ketimuran. Dikatakannya, selama ini komunitas LGBT kerap menyodorkan dalih HAM sebagai alasan untuk  melegaliasi keberadaan mereka.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Kita bukan alergi HAM. Tapi harus dilihat dulu, kalau (HAM) sesuai dengan Islam, wajib kita dukung. Tapi kalau bertentangan dengan Islam seperti LGBT, harus kita lawan," lanjutnya.

Seperti diketahui, saat ini Jember dihebohkan dengan terbongkarnya  pernikahan pasangan sama-sama lelaki, yaitu Muhammad Fadholi dan Ayu Puji Astutik. Kedua pasangan ini bahkan sudah resmi menikah di KUA Kecamatan Ajung, Jember, Juni 2017. Ayu Puji Astutik berhasil mengelabui petugas KUA dengan cara memalsukan dokumen dan "macak" perempuan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Belakangan terbukti bahwa Ayu Puji Astutik adalah lelaki tulen, yang diakuinya sendiri  menyusul  desakan masyarakat. Keduanya  bahkan kemaren sudah diciduk polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail, Syariah, Berita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 15 September 2017

Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun

Mataram,? Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Memperingati Haul ke-7 Gus Dur, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kota Mataram, NTB menggelar kegiatan 24 jam suntuk. Kegiatan bertema 24 Jam Bersama NU dan Gus Dur ini akan dipusatkan di Taman Budaya Provinsi NTB pada 31 Desember 2016-1 Januari 2017.

Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin diperingati oleh Keluarga Besar NU Mataram," kata Hasan Basri, Ketua Panitia kegiatan.

Menurutnya, momentum ini sangat tepat, yaitu pergantian tahun baru, maka dari pada berhura-hura dan mengahbiskan waktu dengan hal-hal buruk, lebih baik diisi dengan serangkaian kegiatan positif bersama NU dan Gus Dur.

Masih kata Hasan, dalam haul Gus Dur tahun ini, pihaknya selaku anak muda NU ? telah menyiapkan serangkaian kegiatan positif untuk mengisi detik-detik pergantian tahun.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Seperti sholat subuh berjamaah, pelatihan santri digital, Momeriam of Gus Dur bersama tokoh lintas iman, istighotsah, refleksi akhir tahun, dan puncaknya akan dilaksanakan pagelaran musik, pembacaan puisi, teatrikal dan lain-lain bertajuk Lailatul Art,” jelas Ketua GP Ansor Kota Mataram ini.

Di tempat terpisah, Ketua Lakpesdam NU Mataram Muhammad Jayadi yang juga Sekertaris Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya anak-anak muda NU Mataram untuk mengingatkan publik akan jasa dan pengorbanan Gus Dur bagi bangsa ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Beliau adalah sosok yang semangat dan pikirannya harus terus ditransformasi kepada masyarakat luas, dengan harapan masyarakat bisa meneladani dan mengaplikasikan gagasan Gus Dur tentang kemanusiaan, solidaritas, pembelaan terhadap minoritas serta pentingnya menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Dalam kegiatan tahun ini, pihak panitia mengundang kelompok warga dari semua latar belakang, aktivis, budayawan, praktisi, profesional, pelajar, mahasiswa, pesantren, tuan guru, petani, pedagang, agamawan, dan lain-lain.

"Mereka semua kita undang, bersama-sama mengenang almarhum Gus Dur dan tentunya sama-sama merayakan malam pergantian tahun dengan hal-hal yang positif," kata Mantan Ketua PC PMII Kota Mataram ini.

Selain ? itu, juga akan ada kegiatan istighotsahan dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dari semua tokoh agama dan semua umat. Dengan harapan bangsa ini tetap damai dan maju.? (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kyai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 14 September 2017

Saat Khofifah Dendangkan “Sekuntum Mawar Merah”

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan? . Siapa sangka Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa ternyata bisa menyanyi. Orator ulung ini menerima tantangan dari MC untuk menyumbangkan lagu dalam acara buka puasa bersama PP Muslimat NU di Jakarta, Sabtu (20/6).?

Saat Khofifah Dendangkan “Sekuntum Mawar Merah” (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Khofifah Dendangkan “Sekuntum Mawar Merah” (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Khofifah Dendangkan “Sekuntum Mawar Merah”

Buka puasa bersama seusai shalat maghrib berjamaah di kediaman dinasnya di kawasan Widya Chandra Jakarta, diiringi dengan hiburan musik yang menyanyikan lagu-lagu religi. Setelah beberapa lagu dinyanyikan, MC memanggil namanya untuk menyumbangkan lagu. Ternyata ia menerima tantangan tersebut.

Lagu pertama yang dinyanyikan adalah “Shalaatum Bissalamil Mubiin” atau mari bershalawat. Tentu tak dapat dibandingkan dengan penyanyi professional, tetapi ia mampu bernyanyi dengan baik. Bait demi bait dinyanyikannya dengan lancer. Tak cukup satu lagu, MC meminta ia untuk bernyanyi lagi dan pada lagu kedua, ia menyanyikan lagu dangdut yang cukup populer, “Sekuntum Mawar Merah”. Dalam bait-bait tertentu, hadirin yang terdiri dari para ibu-ibu Muslimat dan tamu undangan ini menyanyi bersama dengan antusias. Disela-sela menyanyi, sebagian ibu-ibu tersebut meminta foto bersama sementara yang lain merekam adegan yang cukup langka ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sayangnya, ketika diminta untuk menyanyi lagi, tampaknya waktu sudah menjelang Isya sehingga acara hiburan dihentikan untuk menunaikan shalat Isya dan tarawih berjamaah. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren, Pertandingan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni

Sumenep, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ribuan alumni Pondok Pesantren Annuqayah memadati aula Syarqawi Annuqayah, Sabtu (31/10). Pesantren yang berlokasi di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep Madura tersebut tengah menggelar silaturrahim alumni.

Acara yang diprakarsai pengurus Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) tersebut dihadiri masyaikh Annuqayah mulai dari kiai sepuh hingga kiai muda. Para dosen dan staf Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) juga hadir.

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahim, Pesantren Annuqayah Launching Travel Alumni

Dalam kesempatan itu, Travel IAA Investama dilaunching. Travel Annuqayah ini menerima order paket wisata, rekreasi, study tour, ziarah wali.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Travel yang dikelola para santri tersebut melayani ziarah wali 5 + Gus Dur, wali 9, dan wali 7 Pulau Wali serta carter untuk berbagai tujuan perjalanan. (Hairul Anam/Adullah Alawi)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul, Ulama, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 12 September 2017

Dunia Luar Kagum, NU Cerminkan Akhlak Nabi

Tanggamus, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Katib Syuriyah PBNU KH Zulfa Musthofa mengatakan, Nahdlatul Ulama adalah Jamiyyah mubarokah dan mayoritas yang berdasarkan penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) tahun 2014 memiliki anggota lebih dari 90 juta yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

NU di Indonesia, lanjutnya, menjadi barometer dan contoh Islam yang sopan, toleran, lemah lembut dan mencerminkan akhlak Nabi. Dan ini menurutnya yang sangat dikagumi oleh orang-orang di dunia luar.

Dunia Luar Kagum, NU Cerminkan Akhlak Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Luar Kagum, NU Cerminkan Akhlak Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Luar Kagum, NU Cerminkan Akhlak Nabi

"Maka jangan ragu dan takut untuk mengatakan, saya NU," tegas Kiai Zulfa di depan warga NU Kabupaten Tanggamus Lampung saat hadir pada Puncak kegiatan Harlah ke-94 Nu di halaman Masjid Nurul Faizin Islamic Centre Tanggamus, Lampung, Ahad (17/4/17).

Lebih lanjut, ia mengajak kepada warga NU untuk terus istiqomah menjadi orang NU yang saat ini banyak sekali mendapatkan rongrongan dari berbagai kelompok dan paham keagamaan. "Mudah-mudahan keistiqomahan ini menjadikan selamat dunia dan akhirat," harapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Bajuri yang hadir pada acara tersebut tentang banyaknya golongan yang saat ini menghadang langkah NU baik dari kaum takfiri dan sejenisnya.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Warga NU harus merapatkan barisan menjadi barisan yang besar, karena NU mempunyai tanggung jawab untuk menjaga Akidah Ahlussunah Waljamaah An-Nahdliyah," ujarnya.

Dalam Kegiatan ini, PCNU Tanggamus juga menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu dan anak kurang mampu yang berasal dari 20 kecamatan di Kabupaten Tanggamus. Sebelum Acara dimulai juga dilakukan Pelantikan Pengurus beberapa Badan Otonom yaitu ? PC GP Ansor , PC JATMAN, PC ISHARI dan PC ISNU Kabupaten Tanggamus.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Nampak hadir pada kegiatan tersebut Plt. Bupati Tanggamus H Samsul Hadi yang juga Katib Syuriyah PCNU Tanggamus, Ketua DPRD Tanggamus dan sejumlah Ketua Organisasi Badan Otonom NU Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Samsul Hadi menyampaikan apresiasinya kepada NU dalam kiprahnya ikut membangun Kabupaten Tanggamus. Ia mengajak kepada Warga NU untuk terus bersama-sama membuat inovasi dan perubahan untuk meningkatkan prestasi Bumi Tapis Sai Tanggom ini. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pendidikan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 10 September 2017

Laskar Aswaja Lampung Adakan Rapat dan Konsolidasi

Bandar Lampung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam rangka penguatan struktural organisasi dan untuk mempertajam militansi gerakan DPW Laskar Aswaja Provinsi Lampung menggelar rapat kordinasi dan konsolidasi yang diikuti seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Provinsi Lampung di Bandar lampung, Sabtu (11/12).

Laskar Aswaja Lampung Adakan Rapat dan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Aswaja Lampung Adakan Rapat dan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Aswaja Lampung Adakan Rapat dan Konsolidasi

Rakor yang berjalan dengan nuansa penuh keakraban, tapi tetap serius dalam membangkitkan gairah untuk memajukan dan membumikan nilai-nilai luhur Ahlussunah wal-Jamaah di bumi ruwa jurai.

Dalam kesempatan tersebut masing-masing pengurus Laskar Aswaja daerah diberi kesempatan untuk menyampaikan wacana pengembangan organisasi seperti sejauh mana penguatan struktur kepengurusan, program kerja, dan kendala organisasi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Rakor dan konsolidasi dengan DPC Laskar Aswaja se-Provinsi Lampung ini merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan pembentukan struktur sampai tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga tingkat ranting/kampung. Serta melakukan kegiatan yang maksimal dan optimal untuk kemaslahatan umat,” ujar Sekretaris DPW Laskar Aswaja Lampung Khoirul Anwar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Negara ini, kata kordinator tenaga ahli professional provinsi Lampung tersebut, ke depan dihadapkan pada tugas dan tantangan baru yang makin berat, bukan hanya karena makin kompleksnya perkembangan masyarakat yang menuntut berbagi penyesuaian, namun juga kemunculan banyak organisasi Islam baru? yang mengharuskan kita memperbaharui strategi dakwah dan perjuangan.

Sementara itu, Ketua DPC Laskar Aswaja Way Kanan Hasyim Asyari menyambut baik kegiatan yang digelar. Menurutnya salah satu tantangan sebuah organisasi adalah penataan gerakan di tingkat akar rumput melalui pengembangan PAC dan Ranting.

"Secara hirarki keorganisasian, Cabang dan Ranting adalah level organisasi paling bawah sehingganya harus segera dibentuk dan dilakukan pembinaan secara maksimal. Jangan sampai PAC dan Ranting hanya sekadar pihak yang menunggu dan menjalankan perintah pimpinan yang di atasnya," tegas alumni PMII OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan tersebut. (Heri Aminuddin/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menengok Lokakarya Applied Approach di Unisnu Jepara

Jepara, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara kini berusia 3 tahun pada April mendatang. Dari sekian ratus dosen yang telah memiliki kompetensi dalam pengajaran tentunya juga dituntut untuk memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga tinggi lainnya. Salah satunya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui pelatihan ataupun lokakarya yang diselenggarakan oleh Kopertis.

Sesuai dengan amanat Permenristekdikti nomor 44 tahun 2015 mengenai standar nasional pendidikan tinggi menjelaskan tentang kompetensi yang sesuai dengan capaian pembelajaran, diperlukan standar dalam penyusunan komponen pembelajaran yang tepat. Untuk itulah melalui Lokakarya Applied Approach (AA) merupakan lanjutan dari pelatihan Pekerti yang telah dilaksanakan tahun lalu.

Menengok Lokakarya Applied Approach di Unisnu Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Lokakarya Applied Approach di Unisnu Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Lokakarya Applied Approach di Unisnu Jepara

Berdasarkan amanat Dikti, Unisnu Jepara mengadakan Lokakarya Applied Approach (AA) bekerja sama dengan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah yang diselenggarakan di Kampus, Senin-Kamis (1-4/2/2016). Peserta kegiatan ini berjumlah 53 dosen yang telah memiliki sertifikat pekerti dan wajib mengikuti kegiatan sampai selesai.

Wakil Rektor I, Sa’dullah Assaidi dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta untuk memperhatikan betul apa yang disampaikan oleh para pemateri. Turut hadir sebagai narasumber diantaranya Prof Sunandar, Listyaning Sumadiyani, Lamijan, dan Sunardi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Breakdownlah keilmuan yang sudah didapat sehingga bermanfaat bagi anak didik kita,” pesannya pada seluruh peserta.

Rencananya lokakarya ini dibuka langsung Koordinator Kopertis Prof DYP Sugiharto, namun karena ada tugas di Jakarta bersama Menteri Ristek Dikti maka diwakili Agung Purwanto. Dalam sambutannya Agung banyak mengapresiasi langkah Unisnu dalam pelaksanaan lokakarya ini, bahkan dari 600 dosen yang telah mendapatkan sertifikasi pekerti dan AA di lingkungan Kopertis VI Jateng dipastikan Unisnu Jepara selalu up to date tiap tahunnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ali Irfan Mukhtar, Ketua Yaptinu Jepara dalam uraiannya berpesan tentang pentingnya integritas keilmuan berbasis riset. “Karena arus globalisasi ini juga perlu penyesuaian agar lebih berdaya dan bermanfaat,” tandas Ali.

Di akhir pelatihan, para peserta diwajibkan membuat sebuah tugas yang digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat AA dari Kopertis. Sertifikat pekerti dan AA bisa dikata sebagai pengganti akta V, fungsinya seperti layaknya SIM guna mengajar di perguruan tinggi. Saat ini akta IV dan V sudah tidak ada lagi, akta IV sendiri digantikan dengan akta mengajar sedangkan pekerti dan AA sebagai pengganti akta V.

Melalui pelatihan ini diharapkan istilah tersebut tidak lagi membuat bingung, karena itulah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) memiliki program yang mengharuskan dosen mengikuti pelatihan Pekerti dan AA. Pekerti prinsipnya mengenai masalah dasar, sedangkan AA sebagai pengembangannya.

Selanjutnya model-model pembelajaran inovatif, metode pembelajaran, media dan sumber belajar, penilaian hasil belajar dan praktik mengajar (praktikum). Di akhir pelatihan, peserta melakukan simulasi mengajar dan diberi penilaian oleh teman sejawat dan instruktur untuk mengevaluasi apa yang sudah dipelajari selama pelatihan 4 hari. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Pertandingan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 09 September 2017

Inilah Pidato Pengobar Semangat NU dari KH Wahab Chasbullah

Bila di zaman sekarang ada Pelatihan Kader Penggerak NU (PKPNU), pada tahun 1950-an juga pernah diselenggarakan pendidikan kader, bernama Madrasah Muballighin NU. Salah satu pelatihannya dihelat di Semarang 1 Januari 1952.

Sebagaimana dituturkan oleh KH Saifuddin Zuhri dalam buku Berangkat dari Pesantren (1979), ketika itu lima puluh pemuda NU dari berbagai daerah di Jawa dan Sumatera mengikuti pendidikan kader itu, untuk masa tiga tahun.

Pengkadernya pun para tokoh yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing. Mereka antara lain, R. Hartono (bidang Ketatanegaraan dan Sosiologi), KH Ma’ruf Solo (bidang tafsir Al-Quran dan Hadist), dan KH Zuber (fiqh, tauhid dan tasawuf) dan lainnya.

Rais Aam PBNU KH Wahab Chasbullah, bersama KH A. Wahid Hasyim, KH Muhammad Ilyas beberapa kali juga ikut menjadi pemateri.

Inilah Pidato Pengobar Semangat NU dari KH Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pidato Pengobar Semangat NU dari KH Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pidato Pengobar Semangat NU dari KH Wahab Chasbullah

Pada sebuah sesi pengarahan, KH Wahab Chasbullah menyampaikan pidato pengobar semangat, yang begitu dikenang:

“Banyak pemimpin NU di daerah-daerah dan juga di pusat yang tidak yakin akan kekuatan NU. Mereka lebih meyakini kekuatan golongan lain. Orang-orang ini terpengaruh oleh bisikan orang lain yang mengembuskan propaganda agar orang NU tidak yakin akan kekuatan yang dimilikinya.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan





Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kekuatan NU ini ibarat senjata adalah meriam, betul-betul meriam. Tapi digoncangkan hati mereka oleh propaganda luar yang menghasut seolah-olah senjata itu bukan meriam, tapi hanya gelugu ... gelugu alias batang kelapa sebagai meriam tiruan!





Pemimpin NU yang tolol itu tidak sadar akan siasat lawan dalam menjatuhkan NU melalui cara membuat pemimpin NU ragu-ragu akan kekuatan sendiri!”. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Cerita di Balik Keberhasilan Gus Dur Mengajak Para Kiai Keliling Eropa

Mengingat Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, masyarakat memahami betul setiap optimisme dan semangat dari Presiden ke-4 RI ini. Gus Dur tak jarang mempunyai keinginan besar yang kerap tidak dipikirkan oleh siapapun. Termasuk ketika dirinya yakin bakal menjadi Presiden RI namun ditanggapi pesimis oleh orang-orang terdekatnya. Nyatanya, cucu KH Muhammad Hasyim Asy’ari ini mampu membuktikan diri.

Salah satu keinginan besar Gus Dur yakni ketika ia berkemauan besar mengajak para kiai keliling Eropa. Riwayat ini diceritakan oleh sahabat karib Gus Dur, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. Dari sekian kehebatan Gus Dur, kata Gus Mus, hal lain yang hebat darinya yaitu ketika ia berkeinginan mengajak para kiai keliling Eropa. (Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus, 2015)

Gus Dur sudah lama memendam keinginan ini. Namun belum bisa terwujud berhubung selalu saja tidak atau belum punya uang. Suatu saat kebetulan ada syembara menulis tentang kependudukan. Hadiahnya wisata ke luar negeri. Fahmi Dja’far Saifuddin yang mengabari Gus Dur soal ini dan dia mengusulkan agar Gus Dur mengkuti sayembara tersebut.

Cerita di Balik Keberhasilan Gus Dur Mengajak Para Kiai Keliling Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita di Balik Keberhasilan Gus Dur Mengajak Para Kiai Keliling Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita di Balik Keberhasilan Gus Dur Mengajak Para Kiai Keliling Eropa

“Lah, bagaimana aku nulis soal yang aku tidak cukup mengerti,” seru Gus Dur kepada sahabatnya itu. “Kalau begitu aku ajari ya, tapi satu jam saja,” ujar Fahmi menanggapi respon Gus Dur. Lalu Gus Dur menyetujui tawaran salah seorang putra KH Saifuddin Zuhri tersebut.

Fahmi segera menjelaskan seluk-beluk kependudukan sambil membuat oret-oretan atau dalam bahasa popuernya blukonah (bulat-bulat, kotak-kotak, dan panah-panah). Fahmi memang ahli soal bikin cara ini secara dia adalah seorang fasilitator hebat.?

Sementara ‘sang guru’ sedang asyik dan serius menjelaskan soal kependudukan sambil oret-oretan di papan tulis, hal itu justru direspon Gus Dur dengan tidur, seakan tak acuh. Melihat pemandangan tersebut, Fahmi juga tak acuh dengan terus menerangkan tanpa henti seperti orang yang sedang bicara sendiri.

Diceritakan Gus Mus, ketika Fahmi telah usai menjelaskan, segera ia bilang kepada Gus Dur waktu sudah mencapai satu jam sesuai ketentuan awal. “Sudah satu jam nih Gus,” kata Fahmi sambil mengarahkan pandangannya kepada Gus Dur yang masih terlihat lelap. Mendengar suara Fahmi, Gus Dur terbangun dan melihat blukonah di papan tulis. Lalu menanyakan hal ini dan itu yang sesungguhnya terkesan seolah-olah ingin melengkapi penjelasan Fahmi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kok yang ini tidak ada, yang itu belum ada lanjutannya, yang dikotak itu mengapa begitu, kok panahnya ke situ,” sergah Gus Dur terhadap apa yang dia lihat dari hasil penjelasan Fahmi di papan tulis. Sang guru kependudukan itu nampak heran dan kewalahan. Boleh jadi dia menyimpan kagum, kok Gus Dur tibane (justru) ngerti ya? Lalu, dia mencoba mendiskusikannya secara mendalam dengan Gus Dur yang tadinya mengaku tidak cukup paham soal kependudukan tapi secepat kilat menjadi seperti pakar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Begitu diskusi dan penjelasan selesai, Gus Dur menulis dengan menggunakan mesin ketik lama dengan metode dua jari. Setelah selesai menulis, Gus Dur segera mengirimkan ke panitia perlombaan. Tak disangka, beberapa lama kemudian, artikel kependudukan yang ditulis Gus Dur dinyatakan menang oleh penitia setelah melalui rangkaian seleksi ketat karena diikuti oleh sejumlah pakar di bidang kependudukan.?

Kata Gus Mus, tentu saja saat itu Gus Dur sangat bergembira. Bukan sekadar persoalan menjuarai lomba menulis tersebut, tetapi keinginan dia mengajak beberapa kiai keliling Eropa dari hadiah lomba itu bakal segera terlaksana. (Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 07 September 2017

Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah

Malang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Mobil Karya anak anak SMK Surakarta yang beberapa waktu lalu dipakai Walikota dan Wakil Walikota Surakarta sebagai mobil dinasnya dapat dilihat di arena Muktamar XI Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang berlangsung di Pesantren Al Munawariyah Bululawang Kabupaten Malang tanggal 10 - 14 Januari 2012.

Tidak hanya itu, beberapa karya anak anak SMK seperti sepeda motor, TV layar datar, LCD proyektor, alat pembuat tahu hingga alat pengukur travo juga dapat dilihat di arena pameran teknologi karya anak bangsa bersama SMKN 1 Singosari, SMKN 4,5 dan 6 Malang. Kemudian SMKN 7 Surabaya, SMKN 2 Pasuruan, SMK plus Al Maarif Singosari, SMK Al Munawariyah, SMK Cendika Bangsa, SMK Babussalam dan SMK Al Huda Malang.

Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil Karya Anak SMK Dipamerkan di Muktamar Thariqah

Munirul Huda peserta muktamar asal Banyuwangi kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan mengatakan, dirinya tahu kalau di Muktamar Thariqah ada pameran otomotif karya anak anak SMK setelah diberitahu oleh teman satu pemondokan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dikatakan, dirinya sangat kagum atas sentuhan anak anak SMK yang menurutnya tidak kalah dengan produk luar negeri dan sekaligus ini mengobati rasa penasaran yang hampir setiap hari diberitakan oleh media.

"Sebenarnya cukup banyak yang akan ikut pameran karya anak anak SMK, akan tetapi karena tempatnya terbatas, maka dibuat perwakilan saja," ujar Hamdani Muin Sekretaris panitia muktamar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dikatakan, ide ada pameran karya anak anak bangsa sebagai bentuk apresiasi yang sedalam dalamnya dari thariqah, dengan cara ini diharapkan ke depan akan muncul karya karya lain yang lebih hebat.

Hamdani berharap Presiden SBY usai membuka muktamar bisa melihat lihat hasil karya anak anak SMK dan berkenan membubuhkan tanda tangan di mobil yang mulai banyak dipesan oleh berbagai kalangan.

Sebagaimana diketahui, mobil Kiat Esemka menjadi terkenal setelah Wakilota Surakarta Joko Widodo dan Wakilnya menjadikan sebagai kendaraan dinas sehari hari. Meski Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo kurang berkenan, akan tetapi Jokowi panggilan akrabnya tak bergeming untuk tetap menggunakan mobil bertype SUV sebagai kendaraan dinasnya.

Redaktur     : Mukafi Niam

Tim Liputan: A Khoirul Anam, Abdul Muis

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Aswaja, Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 05 September 2017

Pendidikan Anti Korupsi Akan Disisipkan dalam Materi Pelajaran Madrasah

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Direktorat Pendidikan Madrasah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan pertemuan guna membahas kurikulum Pendidikan Anti Korupsi (PAK) di Madrasah/Sekolah.

Direktur Pendidikan Madrasah, Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa tujuan pertemuan tersebut guna memantapkan langkah implementasi PAK dalam dunia pendidikan. Sejatinya, Nur Kholis menjelaskan, bahwa Kemenag, Kemendikbud serta KPK sendiri tidak berangkat dari titik nol dalam hal implementasi PAK.

Pendidikan Anti Korupsi Akan Disisipkan dalam Materi Pelajaran Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Anti Korupsi Akan Disisipkan dalam Materi Pelajaran Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Anti Korupsi Akan Disisipkan dalam Materi Pelajaran Madrasah

"Cuma belum tersinergikan dengan baik. Misal di Kemenag, ada lima budaya kerja, di Dikbud ada tunas-tunas integritas," katanya, Kamis (12/11/15) di Jakarta seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dia berharap, dalam forum pertemuan tersebut bisa dicarikan bagaimana cara terbaik dalam menyampaikan materi kepada peserta didik dalam hal ini siswa yang berada di pendidikan dari jenjang Taman Kanak-kanak/Raudlatul Athfal (TK/RA) hingga Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya yakin pertemuan ini tinggal mengerucutkan bagaimana cara fun dan menarik dan efektif untuk menyampaikan pesan ke peserta didik," ujarnya.

Dengan mengemban 76551 lembaga dengan 9,2 juta siswa tanggung jawab untuk mendesiminasikan nilai-nilai PAK butuh kerjasama agar target dan pesan mengenai PAK tercapai.

"Dalam forum ini saya mengusulkan bahwa PAK ini bukan mata pelajaran baru, kami (ingin) menghindari itu. Kasihan peserta didik. Karena kalau semua diakomodir (menjadi mata pelajaran), maka tidak akan menjadikan pintar, tapi kopyor," paparnya.

Untuk itu, Nur Kholis menjelaskan bahwa caranya ialah dengan menginjeksikan nilai-nilai PAK ke mata pelajaran seperti Akidah Akhlak, Al-Qur`an Hadits, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab.

"Disitulah kami sisipkan pendidikan anti korupsi," tukas Direktur.

Sebelumnya, delegasi KPK dari Deputi Pencegahan, Bidang Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Sandi Justiana mengatakan bahwa dalam forum tersebut tercapai kesepakatan nilai-nilai yang menjadi acuan serta indikator dalam pengukuran PAK.

"Juga bagaimana implementasi nilai-nilai tersebut di sekolah/madrasah," kata Sandi.

Selain mempersiapkan bahan menjelang Hari Anti Korupsi, Sandi juga berharap pada tahun depan terjadi kolaborasi yang mapan antara Kemenag, Kemendikbud serta KPK serta terjalin garis koordinasi dalam menyebarkan PAK ke seluruh tanah air.

"Tidak ada sekolah yang sering mendapatkan intervensi dari pusat," pungkasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan