Kamis, 30 November 2017

Islamofobia di Eropa Bisa Picu "Holocaust"

Bosnia, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Cendikiawan Muslim terkemuka di Bosnia, Mustafa Ceric meminta pemerintah negara-negara Eropa untuk tidak bicara lagi soal warga Muslim yang ada di negara mereka. Karena pernyataan-pernyataan mereka hanya menimbulkan ketakutan terhadap Islam dan umat Islam dan situasi ini bisa memicu tragedi "Holocaust" terhadap warga Muslim.

Dalam wawancara dengan BBC, Ceric mengatakan, "Eropa harus mulai bicara dengan warga Muslim dan mendengarkan apa yang mereka katakan, serta membantu mereka mendapatkan tempat di masyarakat. Tindakan itu lebih bertanggung jawab, terhormat dan lebih menjanjikan di masa depan."

Islamofobia di Eropa Bisa Picu Holocaust (Sumber Gambar : Nu Online)
Islamofobia di Eropa Bisa Picu Holocaust (Sumber Gambar : Nu Online)

Islamofobia di Eropa Bisa Picu "Holocaust"

Ia mengingatkan, jika sikap anti-Muslim terus meningkat, suatu saat bisa berubah menjadi tindak kekerasan. Bukan tak mungkin tragedi Holocaust terulang, tapi kali ini menimpa umat Islam.

"Saya harap Islamofobia yang terjadi di Eropa dan negara-negara Barat tidak berubah menjadi Holocaust terhadap warga Muslim. Eropa punya pengalaman anti-Semit dan Holocaust, " tukas Ceric mengingatkan.

Lebih lanjut ia menyatakan, Eropa boleh bilang "tidak akan pernah ada lagi" tragedi seperti Holocaust, tapi kenyataannya pembersihan etnis kembali terulang di benua itu. Contohnya, pembunuhan massal sekitar 8. 000 Muslim Bosnia di Srebrenica saat perang Balkan 1995.

"Sebagai bangsa Eropa, kita seharusnya tidak terlibat lagi dalam petualangan seperti ini," desak Ceric.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di sisi lain, Ceric juga meminta warga Muslim di Eropa agar lebih membaur dan belajar berinteraksi serta mempelajari nilai-nilai yang biasa berlaku di masyarakat Eropa. Menurutnya, warga Muslim harus lebih banyak belajar tentang demokrasi bukan hanya dalam kontek Eropa tapi juga dalam konteks masyarakat Muslim sendiri.

"Jika itu tidak dilakukan, umat Islam akan senantiasa khawatir dengan apa yang akan terjadi dengan masa depan mereka," tukas Ceric. (era/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah, Kyai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sedikitnya 100 orang pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo, Selasa (10/11).

Badan otonom (banom) PCNU Kabupaten Probolinggo ini dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo dan BPPKB Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasikan PUP, Pemkab Probolinggo Rangkul Muslimat NU

Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo Hj Endang Astuti mengatakan Muslimat dan Fatayat NU merupakan organisasi kemasyarakatan yang sangat strategis karena memiliki struktur dari cabang hingga ranting.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Pertemuan yang dilakukan bersifat rutin dan sangat dekat dengan masyarakat. Sehingga bisa menjadi media yang sangat efektif untuk merubah mindset, khususnya orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan untuk anak-anaknya,” ungkapnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Endang, melalui Muslimat NU dan Fatayat NU ini diharapkan orang tua bisa mendapatkan dampaknya. Sebab kebanyakan banyak pernikahan dini di usia muda yang berakhir dengan perceraian karena dilakukan karena kehendak orang tua.

“Minimal pengurus Muslimat dan Fatayat NU menjadi contoh yang paling awal untuk memperhatikan usia yang ideal bagi anggota keluarganya. Harapannya, mereka tidak hanya melakukan syiar agama Islam, tetapi juga merespon isu-isu kekinian tentang permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Sementara Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati menyambut baik upaya dari Pemkab Probolinggo yang mau merangkul Muslimat dan Fatayat NU agar bisa bersama-sama mensosialisasikan PUP kepada masyarakat dalam rangka menurunkan angka pernikahan dini di Kabupaten Probolinggo.

“Ini merupakan sebuah kepercayaan yang sangat besar. Mudah-mudahan kami mampu menjalankan amanah ini dengan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menikah pada usia yang ideal,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ada Doa di Balik Ubo-Rampe Selamatan

Solo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Saat diadakan acara di lingkup Keraton Surakarta, terdapat sejumlah ubo-rampe atau berupa makanan, aneka jajanan pasar, bumbu masak atau peralatan lainnya yang menyertai pada sebuah gunungan tumpeng.

Seperti yang terlihat pada acara peringatan berdirinya Keraton Surakarta atau wilujengan Adeging Nagari Surakarta ke-269 di Sasana Handrawina, Keraton Surakarta, Kamis (21/11).

Ada Doa di Balik Ubo-Rampe Selamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Doa di Balik Ubo-Rampe Selamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Doa di Balik Ubo-Rampe Selamatan

Dalam prosesi itu terdapat beberapa ubo-rampe yang menyertainya. Di antaranya pala kasimpar, pala gumantung, pala adeg, bunga beraneka rupa, ikan air tawar, ikan air laut, ikan sungai, ikan rawa, dan ikan air payau. Juga ada gecok mentah, gecok bakal, telur unggas, reracikan, dan rerajungan (hewan laut).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Untuk tumpeng ada tumpeng rerajekan, tumpeng megana, tumpeng kendhit, tumpeng urubing damar, tumpeng sasrah, tumpeng rawoh, tumpeng rukmi, tumpeng lulut, tumpeng lulus, dan tumpeng giling,” terang Pengageng Kusuma Wandawa Keraton Surakarta, Gusti Puger.

“Juga ada jenang abrit pethak, jenang salaka, jenang manggul, jenang timbul, jenang grêndul, jenang sungsum, jenang lahan, jenang pathi, jenang kalop dhingringan, jenang ngangrang, jenang dodol, jenang taning, jenang lêmu, jenang koloh. Ditambah jadah, wajik, pudhak, dan pondhoh,” imbuhnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Bagi orang awam dengan budaya ini, mungkin akan menganggap sebagai hal yang biasa saja. Atau bahkan mungkin karena sempitnya ilmu, malah menuduh sebuah tindakan kemusyrikan.

Tapi Gusti Puger, hal itu merupakan simbol, yang bermakna jika keraton harus bisa menjadi pengayom bagi seluruh rakyatnya. Juga harus bisa mewujudkan kondisi pemerintahan yang adil, sejahtera, dan makmur dengan tetap berlandaskan kepada keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.

“Jadi sesaji bukan untuk memberi makan mahkluk halus, tapi lebih ke simbol permohonan doa kepada Tuhan. Dan juga mengandung makna ajaran luhur kehidupan,” ungkapnya.

Semua hal ini merupakan metode yang pernah dilakukan oleh Paku Buwono II. Ubo-rampe ini pula yang kemudian banyak kita temukan di sebagian masyarakat Jawa, khususnya ketika terjadi berbagai momentum yang berkaitan dengan kelahiran, kematian, dan pernikahan.

Meskipun ubo-rampe yang ada di masyarakat tidak sebanyak dan serumit yang dibuat oleh keraton. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Aswaja, Kajian, Cerita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 29 November 2017

Stand Staimafa Pamerkan Buku Karya Kiai Sahal

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Dalam memeriahkan muktamar ke-33 NU, Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (Staimafa) yang diwakili dari dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Fiqih Sosial Intitut (FISI) ikut serta dalam memeriahkan muktamar dengan mendirikan stand yang dihiasi dengan beberapa buku karya KH Sahal Mahfudz dan buku-buku karya dosen Staimafa, Sabtu, (2/8).

Keikutsertaan Muktamar ke-33 NU ini merupakan yang pertama kali diikuti oleh Staimafa. Selain mendirikan stand buku yang diwakili oleh tim FISI juga akan memeriahkan dengan rangkaian kegiatan bedah buku “Metodologi Fiqih Sosial dari Qouli Menuju Manhaji” yang dilaksanakan pada hari Ahad, (2/8), yang bertempat di Aula PP. Al-Aqobah 4, dengan Narasumber Dr. Abdul Moqsith Ghazali, M.Ag dan Dr. Jamal Makmur Asmani, MA,” kata Umdatul Baroroh selaku direktur FISI.

Stand Staimafa Pamerkan Buku Karya Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Stand Staimafa Pamerkan Buku Karya Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Stand Staimafa Pamerkan Buku Karya Kiai Sahal

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan menyampaikan kepada masyarakat dengan menampilkan buku-buku karya Kiai Sahal Mahfudz, (almaghfurlah) rais ‘aam (1999-2014) serta mengadakan bedah buku untuk mengetahui pemikiran Kiai Sahal tentang ilmu fiqih’.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain itu, harapannya dengan adanya ajang lima tahunan ini, bisa menambah spirit dan motivasi kepada FISI agar ke depan untuk lebih berkarya dan bisa melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Kiai Sahal, tambahnya.? (Siswanto El Mafa/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan News, Nahdlatul Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ahmadinejad: Sistem Pertahanan Rudal AS Ancam Asia

Bishkek, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebuah sistem pertahanan rudal Amerika Serikat (AS) yang diusulkan digelar di Eropa tengah akan mengancam Asia, kata Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Jumat (17/8) kemarin, pada pertemuan puncak regional di Bishkek, Ibukota Kyrgyzstan.



Ahmadinejad: Sistem Pertahanan Rudal AS Ancam Asia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmadinejad: Sistem Pertahanan Rudal AS Ancam Asia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmadinejad: Sistem Pertahanan Rudal AS Ancam Asia

"Rencana semacam itu tidak saja mengancam satu negara. Rencana itu mengkhawatirkan sebagian besar benua, Asia," katanya pada pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), menurut terjemahan yang diberikan pihak penyelenggara.

Ahmadinejad mengatakan, 6 negara SCO, antara lain Cina, termasuk di antara yang terancam.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pernyataan yang disampaikan dalam bahasa Parsi itu diterjemahkan secara serentak ke dalam bahasa Rusia dalam hubungan televisi yang disediakan penyelenggara pertemuan itu untuk wartawan.

Iran memiliki status pengamat di SCO, yang mencakup Cina, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Rusia, Tajikistan dan Uzbekistan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Washington DC menyatakan, ambisi nuklir Iran merupakan salah satu alasan sistem pertahanan rudal itu diperlukan di Eropa tengah.

Pentagon ingin membangun sebuah stasiun radar di Republik Ceko dan sebuah tempat peluncuran di Polandia dengan 10 penyergap jarak jauh yang mampu menjatuhkan rudal.

Menurut Pentagon, sistem itu akan menjaga Eropa dari serangan-serangan rudal terbatas dari kekuatan-kekuatan militer yang lebih kecil seperti Iran, yang disebut-sebut Washington sedang mencapai sebuah kemampuan rudal nukir.

Pihak berwenang AS juga menyebut-nyebut Korea Utara sebagai ancaman yang akan datang.

Rusia memelopori penentangan atas rencana AS itu, dengan mengatakan bahwa sistem pertahanan tersebut akan mengganggu kekuatan besar rudal nuklir negara itu dan mengacaukan perimbangan militer strategis.

AS menolak hal itu dengan mengatakan bahwa Rusia bisa dengan mudah mengatasi sistem tersebut, demikian AFP. (ant/rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Lomba Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Adakah Zakat Jasa Bisnis Angkutan Online?

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan yang kami hormati. Akhir-akhir ini bisnis angkutan online semakin marak dan tak terbendung lagi. Yang ingin kami tanyakan apakah bisnis angkutan online itu terkena kewajiban zakat? Atas penjelasanya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Andi/Jakarta)

Jawaban

Adakah Zakat Jasa Bisnis Angkutan Online? (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakah Zakat Jasa Bisnis Angkutan Online? (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakah Zakat Jasa Bisnis Angkutan Online?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebagaimana yang kita ketahui bersama adalah bahwa salah satu harta yang wajib dizakati adalah adalah harta perniagaan atau yang dikenal dengan istilah ‘urudlut tijarah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

(? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Artinya, “Adapun harta perniagaan (‘urudlut tijarah)—kata ‘urudh adalah jamak dari kata ‘ardl, dengan baca fathah pada huruf ‘ain dan sukun pada huruf ra’-nya, sedangkan maknanya adalah nama bagi setiap macam harta yang sebanding dengan emas dan perak—maka wajib dizakati,” (Lihat Muhammad Asy-Syarbini Al-Khathib, Al-Iqna’ fi Halli Alfazhi Abi Syuja’, Beirut, Darul Fikr, 1415 H, juz I, halaman 215).

Sampai di sini sebenarnya tidak ada persoalan berarti. Penjelasan singkat ini setidaknya dapat membantu untuk memberikan jawaban atas pertanyaan di atas. Namun sebelum sampai pada jawaban yang diharapkan, maka terlebih dahulu diajukan pertanyaan sederhana yaitu apakah bisnis angkutan online termasuk kategori tijarah?

Dalam kitab Kifayatul Akhyar terdapat keterangan yang menyatakan bahwa seandainya seseorang menyewakan hartanya atau dirinya dengan maksud ketika memperoleh upah akan dijadikannya sebagai ‘ardlut tijarah, maka upah tersebut menjadi ‘ardlut tijarah (barang perniagaan).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seandainya seseorang menyewakan harta atau dirinya dengan maksud ketika memperoleh upah akan dijadikannya barang dagangan, maka upah tersebut menjadi harta dagangan. Sebab akad sewa merupakan mu‘awadhah (pertukaran),” (Lihat Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayatul Akhyar, Damaskus, Darul Khair, 1994 M, halaman 174).

Keterangan yang terdapat dalam kitab Kifayatul Akhyar tersebut tampak sangat jelas dan gamblang. Sebab itu, dengan berpijak atasnya dapat dikatakan bahwa bisnis angkutan online adalah termasuk tijarah yang mengandung arti tijarah.

Konsekuensi logis dari jawaban ini adalah ketentuan hukum wajib zakat bagi bisnis angkutan online sebagaimana ‘urudlut tijarah yang lainnya, sedangkan aturan zakatnya mengikuti ketentuan zakat ‘urudlut tijarah.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Budaya, IMNU, Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai–Santri Al Muayyad Kompak Nonton Bareng

Solo,Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Nonton bioskop biasanya menjadi sebuah hal yang terlarang di pesantren. Tetapi tidak begitu pada Kamis (30/5) siang kemarin, para santri justru terlihat berkerumun di sebuah Gedung Bioskop di pusat Kota Solo.

Tidak hanya itu, bahkan kiai mereka, juga terdapat dalam rombongan itu. Rupanya rombongan tersebut adalah para santri dan pengajar dari Pesantren Al Muayyad Solo.

Kiai–Santri Al Muayyad Kompak Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai–Santri Al Muayyad Kompak Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai–Santri Al Muayyad Kompak Nonton Bareng

Pemandangan tak biasa itu terlihat saat penayangan perdana film Sang Kiai, sebuah film yang menceritakan tentang keteladanan seorang guru besar dari kalangan pesantren, KH Hasyim Asy’ari.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Hasyim merupakan seorang pahlawan yang turut memperjuangkan kemerdekaan negeri ini. Dahulu, dia merupakan pengasuh pesantren Tambak Beras Jombang Jawa Timur.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebelum acara nonton dimulai, pengasuh pesantren Al Muayyad Solo, KH Rozaq Shofawi, memimpin doa bersama. Seorang santri Al Muayyad, Shofi Puji Astuti (22), mengatakan baru pertama kali ada acara seperti ini.

“Sebelumnya tidak pernah. Biasanya kan santri tidak diperbolehkan nonton di bioskop,” kata Shofi sembari tersenyum.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

#JihadTolakFDS Trending Topic Teratas di Twitter

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Tagar #JihadTolakFDS, Rabu (9/8), menjadi topik teratas Indonesia di Twitter. Tagar ini muncul dalam perbicangan para warganet yang prihatin dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

#JihadTolakFDS Trending Topic Teratas di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#JihadTolakFDS Trending Topic Teratas di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#JihadTolakFDS Trending Topic Teratas di Twitter

Tagar #JihadTolakFDS diunggah beriringan dengan berbagai unek-unek ribuan pengguna Twitter baik dalam bentuk gambar, tulisan, maupun video.

Seperti yang dilakukan akun @lulukhamidah yang menulis, "Kebijakan 5 hari sekolah yg diberlakukan sec nasional akn menghancurkan ribuan madrasah diniyah yg udh ada sblm kita merdeka #JihadTolakFDS."

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara akun @zainul_munas mengunggah video berisi aksi damai ribuan warga Banyumas yang memprotes kebijakan tersebut. Si pemilik akun memberi judul unggahan video yang dipenuhi bacaan shalawat itu dengan nama "Banyumas Bergerak".

Kebijakan Lima Hari Sekolah atau full day school atau five days school (FDS) ditolak di berbagai daerah lantaran potensial mematikan aktivitas madrasah diniyah dan taman pendidikan Al-Quran yang lazimnya diselenggarakan sore hari. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kiai, Ulama, IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menag Ajak Masyarakat Terusan Tradisi Maghrib Mengaji

Serang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengajak umat Muslim untuk meneruskan tradisi magrib mengaji sebagai warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan,

Menag Ajak Masyarakat Terusan Tradisi Maghrib Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Ajak Masyarakat Terusan Tradisi Maghrib Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Ajak Masyarakat Terusan Tradisi Maghrib Mengaji

"Melalui momentum MTQ ini kami mengajak semua kalangan Pemda dan masyarakat untuk terus dekatkan diri terhadap Al-Quran dan mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya. Mari kembangkan tradisi mengaji Al-Quran selepas magrib, ramaikan mesjid-mesjid dengan mengaji Al-Quran karena itu warisan luhur nenek moyang," kata Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin saat membuka MTQ ke-XIII tingkat Provinsi Banten di Serang, Kamis malam.

Menag mengatakan, MTQ bertujuan untuk membentuk masyarakat cinta Al-Quran dan sebagai sarana pembelajaran serta syiar Islam, jadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup dan menjadi imam.

"Al-Quran bukan benda pusaka yang terletak rapi di atas lemari, tetapi Al-Quran harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Oleh karena itu, kata Menag, ia mengajak umat Muslim untuk terus dekatkan diri dengan Al-Quran dan mengembangkan tradisi mengaji Al-Quran selepas magrib. Apalagi masyarakat Banten yang sangat dekat dengan tradisi keislaman.

"Gerakan masyarakat magrib mengaji atau gemar mengaji, menjadi media bagi keluarga untuk menyediakan waktu selepas magrib membiasakan diri mengaji dan mengkaji isi kandungan Al-Quran sehingga terwujud akhlaqul karimah sesuai tuntunan Al-Quran," katanya.

Sementara Gubernur Banten Rano Karno meminta kepada para dewan hakim untuk bekerja secara objektif dan profesional dalam memberikan penilaian. Sehingga hasil dari MTQ tersebut benar-benar merupakan hasil penilaian yang objektif dan prestasi yang baik untuk mewakili Banten di MTQ nasional maupun internasional.

"Kita ingin peserta dari Banten nanti di nasional bahkan di internasional, menjadi peserta yang berprestasi bukan sekedar partisipasi," kata Rano.?

Pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Banten berlangsung mulai 7 sampai 11 2016 dengan jumlah peserta 464 orang dari delapan kabupaten/kota. Adapun cabang yang dilombakan sebanyak 9 cabang diantaranya tilawah, tahfidz, tafsir sahril, fahmil dan qiroatul qutub. (Antara/Mukafi Niam)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ulama, Berita, Pemurnian Aqidah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran

Mesir, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebuah pengadilan di Mesir memerintahkan Ikhwanul Muslimin dibubarkan atau dilarang keberadaannya dan seluruh asetnya disita, sebagai kelanjutan dari tindakan keras oleh pemerintah yang didukung oleh militer pada pendukung presiden terguling Mohammad Morsi.

Keputusan yang dikeluarkan pada Senin, 23 September oleh Pengadilan Kairo melarang Ikhwanul Muslimin, dan institusi lain yang memiliki keterkaitan atau menerima dukungan finansial.

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran

Tidak ada kejelasan, apakah hal ini juga diaplikasikan untuk layanan amal dan sosial yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin, termasuk sekolah dan rumah sakit.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengadilan tidak mengungkapkan alasan keputusan tersebut, tapi dipicu oleh gugatan yang diajukan oleh sayap kiri Partai Progresif Persatuan Nasional, yang dikenal sebagai Tagammu, yang menuduh Ikhwanul Muslimin sebagai “teroris” dan mengeksploitasi agama sebagai slogan politik.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Penyitaan aset dan pelarangan organisasi terkait, akan melemahkan jaringan Ikhwanul Muslimin di akar rumput. Keputusan pengadilan tersebut masih bisa diajukan banding.

Ikhwanul Muslimin dilarang dalam sebagian besar eksistensinya selama 85 tahun sebelum dilegalkan pada 2011 dan kemudian pada Maret 2013, didaftarkan sebagai non-governmental organization (NGO).

Organisasi ini didirikan oleh Hasan Al Banna pada 1925, pertama kali dilarang pada 1948 setelah kembali dari Palestina selama masa pemerintahan Raja Faruk.

Waktu itu, Ikhwanul Muslimin diperkirakan memiliki 2000 cabang dan 500 ribu anggota atau simpatisan.

Setelah menjalin kerjasama dengan kelompok penjabatan militer nasionalis pada 1952 untuk meruntuhkan monarki, bulan madu singkat berakhir pada 1954 ketika Ikhwanul Muslimin menentang konstitusi sekuler dari pemimpin kudeta.

Ikhwanul Muslimin, kembali dilarang dan waktu itu, ribuan anggotanya dipenjarakan, banyak diantaranya disiksa di penjara dan di kamp-kamp konsentrasi.

?

Penerus Nasser, Anwar Sadar, menjadi presiden Mesir pada 1970 dan secara bertahap membebaskan para anggota Ikhwanul Muslimin.

Organisasi ini ditoleransi sampai pada batas tertentu, tetapi secara teknis, tetapi illegal dan menjadi subyek penumpasan periodik, khususnya setelah penandatanganan, perjanjian perdamaian Mesir dengan Israel pada 1979.

Pada 1980-an, selama pemerintahan Husni Mubarak, banyak aktifis mahasiswa Islam bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, yang membuat Ikhwanul Muslimin mendominasi asosiasi profesional dan mahasiswa di Mesir.

Selama sepuluh tahun selanjutnya, Ikhwanul Muslimin meminta diberlakukannya sistem politik yang lebih demokratis, meskipun menghadapi tindakan keras aparat keamanan sebagai kelompok dilarang selama era Mubarak.

Disamping larangannya pada 2013, Ikhwanul Muslimin mungkin memiliki anggota antara 300.000-1 juta, tetap sangat tidak populer diantara populasi Mesir lainnya yang berjumlah 85 juta. (onislam.net/mukafi niam)

Foto: Businessinsider.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Lomba, PonPes Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU

Sidoarjo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Agar pelaksanaan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo berjalan lancar, sejumlah pengurus PCNU, lembaga, banom dan pengurus MWCNU se-Sidoarjo menziarahi makam pendiri dan masyayikh NU Sidoarjo, Ahad (9/10). Ziarah kubur ini merupakan serangkaian acara prakonfercab NU Sidoarjo ke-20.

Ketua panitia acara M Qosim Wirai menyatakan, selain mengenalkan para pejuang NU terdahulu khususnya yang ada di Sidoarjo, pihaknya juga ingin mengingatkan kembali masa perjuangan NU yang dibawa oleh para kiai dari Sidoarjo.

Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU

"Selain meminta restu untuk kesuksesan dan kelancaran Konferensi Cabang NU Sidoarjo, kami ingin menyusuri dan mengenalkan kepada seluruh pengurus NU siapa para pejuang NU dahulu," kata pria yang juga Ketua LDNU Sidoarjo ini.

Senada juga dikatakan Ketua PCNU Sidoarjo, KH Abdi Manaf, melalui ziarah kubur ke sejumlah ulama, kiai dan masyayikh di Sidoarjo diharapkan masa depan atau langkah NU Sidoarjo ke depan bisa lebih baik.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Adapun makam yang diziarahi sejumlah pengurus PCNU, lembaga, banom dan pengurus MWCNU se-Sidoarjo yakni makam masyayikh di Desa Siwalanpanji tempat KH M Hasyim Asyari menimba ilmu, makam KH Ali Masud Pagerwojo Buduran, makam KH Hamzah, KH Imron Hamzah, dan Mbah Raden Ali di daerah Ngelom Sepanjang.

Setelah itu ke makam pendiri Yayasan Pendidikan dan Sosial Maarif KH M Hasyim Latif, makam KH Aruqot dan KH Siraj Kholil di Desa Kedungcangkring Jabon, makam KH Fadlil Desa Keboguyang dan terakhir ke makam Pendiri Pesantren Mambaul Hikam KH Khozin Mansyur. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kiai, Syariah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 28 November 2017

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Perhelatan Muktamar Ke-33 NU di Jombang Jawa Timur telah memasuki proses pemilihan pengurus baru periode 2015-2020 di Komplek Alun-alun Kota Jombang, Rabu (5/8). Proses tersebut secara marathon diawali dengan pemilihan anggota Ahwa, kemudian Rais Aam, lalu Ketua Umum PBNU.

“Kita masuk ke proses pemilihan anggota Ahwa terlebih dahulu, lalu Rais Aam, dan Ketua Umum PBNU,” jelas Rais Syuriyah PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dalam jumpa pers di Media Center di komplek SMAN 1 Jombang, Rabu (5/8).

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar NU Menuju Pemilihan Ahwa, Rais Aam dan Ketum PBNU

Kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu menerangkan, bahwa dalam proses pemilihan anggota Ahwa tersebut, setiap PCNU dan PWNU mengusulkan nama-nama. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Dari nama-nama tersebut, nanti yang memperoleh suara terbanyak dari seluruh Muktamirin akan terpilih menjadi anggota Ahwa yang terdiri dari 9 kiai sepuh, merekalah yang berhak memilih Rais Aam PBNU,” terang Gus Yahya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, berdasarkan keputusan Forum Syuriyah Wilayah dan Cabang NU seluruh Indonesia, pemilihan Rais Aam PBNU menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), sedangkan pemilihan Ketua Umum PBNU tetap dipilih melalui mekanisme voting. 

Dalam jumpa pers tersebut, Gus Yahya didampingi oleh KH Ahmad Ishomuddin dan H Syaifullah Yusuf (Gus Ipul). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ulama, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Semangat Beragama Jangan Menimbulkan Konflik di Masyarakat

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Katib Syuriyah PCNU Pringsewu ustadz Munawir mengimbau umat Islam untuk selalu menjaga kondusifitas masyarakat dalam menjalankan ibadah ibadah keseharian di wilayahnya masing masing. Imbauan tersebut disampaikan ketika menjadi narasumber pada Dialog Ramadhan MUI Kabupaten Pringsewu di Kecamatan Pardasuka, Jumat (26/6).

Munawir yang juga Sekretaris MUI Kabupaten Pringsewu mengatakan bahwa kesemangatan dalam beragama (ruhuddin) jangan sampai menimbulkan konflik dan keresahan di dalam masyarakat yaitu dengan mengabaikan kesemangatan membangun agama, adab dan budaya (ruhuddin al-adabi wal hadloroh)

Semangat Beragama Jangan Menimbulkan Konflik di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Beragama Jangan Menimbulkan Konflik di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Beragama Jangan Menimbulkan Konflik di Masyarakat

Menurutnya hal ini sudah mulai muncul di tengah tengah masyarakat. Beberapa orang atau kelompok tidak melihat aspek budaya, sosial dan geografis yang dipakai oleh masyarakat setempat. Munawwir mencontohkan seperti kesemangatan beragama dalam bentuk menjalankan shalat lima waktu berjamaah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Ketika mayoritas masyarakat adalah petani dengan kondisi geografis yang tidak memungkinkan untuk shalat jamaah awal waktu, maka kita harus memahami kondisi tersebut," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Jangan sampai, ketika kesepakatan masyarakat daerah tersebut untuk shalat berjamaah dikacaukan oleh kesemangatan dalam shalat awal waktu dengan tiba tiba mengumandangkan adzan di masjid daerah tersebut. Itu hal yang benar tapi dilakukan dengan cara tidak baik," tegasnya

Munawwir mengatakan bahwa shalat awal waktu adalah keutamaan. Namun ketika shalat tidak dilakukan diawal waktu tidak berarti shalat seseorang akan bermasalah dan tidak sah. Karena dalam Islam waktu 1 hari sudah dibagi menjadi lima yang masing masing bagian dapat digunakan untuk ibadah shalat baik awal tengah maupun akhir waktu.

Oleh karena itu Munawwir mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap memegang konsep Islam yang telah diwariskan oleh walisongo berupa kearifan dalam memadukan Islam dan budaya. Munawir menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tertipu dengan berbagai macam aliran dan pemahaman baru, yang menawarkan konsep konsep Islam yang menafikkan budaya dan cenderung keras.

"Jangan mudah tertipu kepada pemahaman pemahaman baru yang bisa mengajak kita kepada pemahaman Islam radikal, keras dan gampang menyalahkan amaliyah amaliyah orang lain dan pada akhirnya gampang untuk saling bermusuhan dan lebih berbahaya lagi saling membunuh sesama muslim. Naudzubillahi min dzalik," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nusantara, Hadits, Aswaja Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda

Lampung Selatan,Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (3/1) siang, PCNU Lampung Selatan menggelar Kirab Maulid dengan mengelilingi kota Kalianda. Kegiatan tersebut  diikuti ribuan peserta dengan 150 berkendaraan motor, 50 kendaraan roda 4.

PCNU Lampung Selatan H.Nur Mahfud mengatakan, kegiatan tersebut berpegang kepada “Almukhafadhotu alal qodimi solih wal akhdu biljadidil aslah (menjaga tardisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang baik pula).

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda (Sumber Gambar : Nu Online)
Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda (Sumber Gambar : Nu Online)

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda

PCNU Lampung Selatan, kata dia, melalui kegiatan tersebut ingin mengingatkan kembali kepada nahdliyini dan kahlayak umum tentang sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad shollallohu alaihi wasallam. Selain kirab, PCNU juga mengadakan dengan pengajian, sholawatan,

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia berpesan kepada warga NU agar selalu menjaga persatuan dan kestuan ketika melaksanakan kegiatan-kegiatan peringatan hari besar Islam. “Bersama NU kita jadikan Nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan dalam kehidupan kita sehari-hari,” imbaunya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut dia, kegiatan ini juga adalah salah satu program PCNU Lampung Selatan dalam rangka memperkenalkan, memberikan pemahaman tentang NU sebagai organisasi Islam beraqidah Ahlussunah wal Jamaah. (M.Munir/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Penyuluhan via Aplikasi, MA Unggulan Nuris Sabet Juara LKTI

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Satu lagi prestasi Madrasah Aliyah Unggulan Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur yang layak? diacungi jempol. Yaitu meraih juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di Univesitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Bali, belum lama ini. Tim KTI (Karya Tulis Ilmiah) MA Unggulan Nuris yang terdiri dari Afaf Mutia Zahwa, Kavilatul Bariroh dan Muhammad Kholid ini dapat mengungguli? 92 KTI lain dari berbagai sekolah ternama di tanah air. Murid-murid kelas XI IPA tersebut mengusung judul “Aprengers (Aplication of Reproductive for Teenagers) Sistem Informasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Mobilephone Aplication dalam Mengurangi Triad KRR pada Remaja”.?

Menurut Afaf, latar belakang diangkatnya tema tersebut berangkat dari kekhwatiran semakin meningkatnya kenakalan remaja, khususnya yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba dan seks di luar nikah. Dua hal ini berkelit kelindan dengan kian suburnya virus HIV/AIDS.

“Awalnya kami mengirim abstrak dan karya kami melalui email ke panitia LKTI di Undiksha. Ternyata karya kami dinilai layak presentasi di babak final, dan terpilih 10 peserta terbaik, bahkan akhirnya juara. Alhamdulillah,” ujar Afaf di sela-sela persiapan presentasi final di UGM, Yogyakarta di Nuris, Sabtu (7/1).

Afaf menguraikan, gagasan yang diusung dari tema tersebut adalah solusi pencegahan kenakalan remaja, khususnya yang terkait dengan penyalahgunaan narkoba, seks bebas hingga berdampak pada semakin meningkatnya penyakit AIDS. Solusi tersebut berupa penyuluhan via HP dengan fitur menarik. Yaitu teknologi aplikasi Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang di dalamnya terdapat fitur KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi).

Penyuluhan via Aplikasi, MA Unggulan Nuris Sabet Juara LKTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyuluhan via Aplikasi, MA Unggulan Nuris Sabet Juara LKTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyuluhan via Aplikasi, MA Unggulan Nuris Sabet Juara LKTI

KIE ini tidak haya berupa ulasan materi berupa ebook tapi juga dikemas dalam bentuk game triad KRR (napza, seksualtias,HIV/AIDS). “Di dalamnya juga? ada kontak person dokter dan ahli kesehatan produksi yang bisa dihubungi untuk proses konsultasi langsung dengan sang ahli apabila mengalami masalah triad KRR,” jelasnya.

Menurut Afaf, saat ini 60 persen penyalahgunaan narkoba dilakukan remaja. 64 persen di antaranya terjangkit virus HIV saat remaja. Tidak hanya itu, prilaku berpacaran remaja yang cenderung bebas juga banyak mengkibatkan kehamilan, dan tak jarang pula dilakukan aborsi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Semua itu, kata Afaf, salah satu penyebabnya adalah karena pengetahuan mereka soal kesehatan reproduksi remaja sangat minim. “Media penyuluhan saat ini masih konvensional. Karena itu kita tawarkan solusi modern yang dekat dengan dunia remaja, yaitu aplikasi di HP,” urainya.

Prestasi tersebut melengkapi prestasi serupa yang diraih sebelumnya oleh lembaga di bawah naungan Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember. Yaitu SMA Nuris Jember meraih juara 2 di Unibraw, Malang dan? SMK Nuris Jember menggondol juara 3 di Ponpes Al-Amien, Sumenep, Madura. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 27 November 2017

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Surabaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Wacana penerapan Full Day Scholl oleh Kementerian Pendidikan menuai dukungan dan penolakan. Kebijakan itu mendapat reaksi dari berbagai kalangan, termasuk organisatoris, aktivis, dan dosen.

"Kami patuh aturan Menteri Pendidikan, asalkan Pak Menteri juga mengabulkan permintaan kami sebagai rakyat juga pelaku di lapangan," kata Ahmad Karomi, Dosen Staiba Purwoasri, Kediri saat dihubungi Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan via WhatsApp.

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Semua sarana dan prasarana sekolah harus ditingkatkan serta ditangani langsung oleh kemendikbud. Sebab selama 8 jam di sekolah, titik kejenuhan pasti muncul. "Jadi, seluruh sekolah harus ada tempat refreshing atau pelatihan keterampilan," tegas Sekretaris LTN PWNU Jatim ini.

Masalah kesejahteraan pengajar dan peserta didik harus diperhatikan oleh pemerintah. Ini sangat krusial, sebab gaji pengajar, apalagi bertugas mencetak anak bangsa haruslah ditingkatkan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Karomi menengaskan, pemerintah harus memasukkan ajaran nilai atau etika dalam Full Day School yang terintegrasi dengan pesantren.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Para peserta didik tidak hanya diajarkan teks dan statistik angka selama delapan jam. "Tetapi juga ada pendidikan akhlaq yang bisa didapatkan dari pesantren," lanjut alumni Ploso Kediri ini.

Menurutnya, konsep Full Day School dibentuk dan harus ditangani oleh tokoh pesantren. "Kalau ini diterapkan, maka Mendikbud membentuk terobosan ‘penyatuan’ program Kemendikbud dengan lembaga tertua di Nusantara," lanjutnya.

"Permohonan kami untuk Mendikbud sangat simpel. Kami tunggu pengabulannya, bukan pengibulannya. Jangan hanya buat aturan temporal tanpa kejelasan serta tanpa perhatian penuh dari ulu sampai ilir," pungkasnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ubudiyah, RMI NU, IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kepada Investor, Menaker Tekankan Pengembangan SDM

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pemerintah mengajak investor asing tak hanya berinvestasi pada sektor industri, namun juga di sektor pengembangan sumber daya manusia (SDM). Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat menerima kunjungan perwakilan US-ASEAN Business Council’s 2017 di Kantor Kemnaker, Kamis, (3/8).

“Kami mengapresiasi kepada investor asing yang telah berinvestasi di sektor industri. Namun investasi sektor SDM juga sangat penting untuk meningkatkan kompetensi pekerja Indonesia,” ujar Menteri Hanif.

“Bagi perusahaan asing yang telah memiliki vocational training, hendaknya juga bisa diakses publik secara lebih luas,” lanjutnya.

Kepada Investor, Menaker Tekankan Pengembangan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada Investor, Menaker Tekankan Pengembangan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada Investor, Menaker Tekankan Pengembangan SDM

Menurut Wakil Ketua Lakpesdam PBNU ini, Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan meningkatkan kompetensi pekerja. Tenaga kerja yang terampil menjadi syarat Indonesia sukses memanfaatkan bonus demografi antara tahun 2025-2030.?

Merujuk riset ? McKinsey Global Institute, Indonesia akan menjadi negara ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2030 dengan kebutuhan 113 juta tenaga kerja terampil. Padahal, Badan Pusat Statistik menyebutkan, pada tahun 2015 Indonesia baru memiliki 56 juta tenaga kerja terampil. Dengan demikian, hingga tahun 2030, tiap tahun dibutuhkan 3.7 juta tenaga terampil baru.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ditambahan Menaker, keberadaan tenaga kerja terampil tak hanya menguntungkan ketenagakerjaan nasional, namun juga memudahkan investor asing mendapatkan tenaga kerja yang kompten, sesuai standar produksi yang dibutuhkan investor asing.?

?

Untuk mendorong kontribusi investor asing berinvestasi di sektor SDM, Menteri Hanif mengaku sudah membicarakanhal ini dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, agar ada insentif bagi perusahaan yang membuka pelatihan vokasi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tantangan peningkatan kompetensi pekerja tak hanya dihadapi Indonesia. Seluruh negara, terutama negara berkembang juga perkembangan teknologi digital yang akrab disebut Industri 4.0, atau revolusi industri ke-4. Perkembangan teknologi digital dan otomatisasi mesin industri ? berpengaruh terhadap karakter dunia kerja. Teknologi banyak menghilangkan jenis pekerjaan, namun pada saat yang sama, teknologi digital juga menghadirkan jenis pekerjaan baru. Peningkatan skill pekerja menjadi salah satu kata kunci untuk menghadapinya. ? (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Internasional, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Stabilkan Mental Hadapi UN

Garut, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Setelah menjalani masa belajar dan latihan soal-soal ujian, berikutnya adalah menstabilkan konsisi mental, agar tetap rileks dan santai dalam menghadapi ujian nasional. Langkah yang bisa ditempuh adalah berdoa dan bermunajat bersama.

Stabilkan Mental Hadapi UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Stabilkan Mental Hadapi UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Stabilkan Mental Hadapi UN

Demikian disampaikan Irwan, Ketua Pelaksana Kegiatan Doa Bersama pada Sabtu (13/4) kemarin di Mesjid Agung Kecamatan Cisurupan. Kegiatan ini diperuntukkan bagi pelajar dan santri Kelas XII SMA dan Kelas IX SMP Sederajat ? Se-Kecamatan Cisurupan.

“Kegiatan ini merupakan kepedulian kami selaku organisasi kepemudaan dan keterpelajaran. Kami sengaja mengadakan kegiatan ini karena kami merasa kegiatan seperti ini sangatlah dibutuhkan untuk menstabilkan mental bagi para pelajar yang sebentar lagi akan menghadapi UN,” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Doa bersama itu dilaksanakan oleh Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Cisurupan, salah satu kecamatan di bagian selatan Kabupaten Garut. Alhamdulillah para peserta sangatlah antusias mengikuti acara ini, dari awal sampai akhir. Beberapa sekolah yang hadir notabene bukan saja sekolah yang berbasis agama.?

Kegiatan Do’a Bersama dalam menghadapi UN ini bekerja sama dengan MUI Kecamata Cisurupan yang diketuai oleh KH. Awan Sanusi yang hadir dalam acara tersebut. Pembukaan dibuka oleh Pimpian Cabang IPNU Kabupaten Garut yang diwakili oleh Muttaqin HAM (Sekretaris). Acara inti dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurulhuda, Kiai Cecep Jaya Karama.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Setelah selesai memimpin doa, Kiai Cecep Jaya Karama yang biasa di panggil A Cecep juga memberikan taushiah dan motivasi bagi para pelajar.?

“Kita tidak boleh berputus asa dan haruslah tenang dalam menghadapi UN ini, tetapi harus diingatkan jangan lupa untuk terus berusaha semaksimal mungkin belajar dan belajar. Yang harus lebih diperhatikan Ujian yang sesungguhnya yaitu ujian-ujian di dunia yang akan dimintai pertanggung jawabannya nanti di akhirat,” katanya.?

Doa bersama ditutup juga dengan doa dari Ketua MUI Kecamatan Cisurupan dan diakhiri dengan bacaan shalawat bersama-sama.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Riki Nugraha

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul Ulama, Sejarah, Daerah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Peringatan Tahun Baru Islam dengan Pawai Muharram yang dilakukan oleh Pesantren Se-Utara Makassar yang dimulai di pesantren MDIA Bontoala (Jl. Lamuru No. 65) mendapatkan pengawalan dari Banser Ansor Makassar, Rabu (14/10).

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri

Kepala Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Ansor Makassar, Haryono memimpin langsung pengamanan pawai tersebut.

Di depan puluhan pasukannya yang berpakaian lengkap, Ono sapaan akrab Haryono memberikan instruksi agar pasukannya betul-betul mengatur dan mengamankan kegiatan tersebut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Kita harus menyukseskan kegiatan ini sebagai wujud kecintaan kita terhadap kiai dan pesantren, kita harus memastikan kegiatan ini berjalan aman dan lancar," tegas Mahasiswa Hukum Pascasarjana UMI ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu untuk memperingati pergantian tahun Hijriyah, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Mataram berkumpul membaca doa akhir tahun menjelang Magrib kemudian dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa awal tahun. 

Setelah dilanjutkan dengan Yasinan bersama hingga diskusi. Keigiatan ini di berikan tema "Alhamdulillah... 1436 H dan Bismillah...1437 H". 

"Kegiatan ini sebagai wujud pelestarian budaya dan tradisi Islam Ahlussunah wal Jamaah," kata Hasan Basri Ketua Ansor Mataram di Aula Kantor PWNU NTB Jl Pendidikan No 6 Mataram (15/10).

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa Ansor memiliki dua agenda besar dalam waktu dekat yaitu agenda internal dan eksternal. 

Agenda internal menurut Hasan akan dilaksanakannya Konferwil ke VII GP Ansor NTB, prakongres di Surabaya dan kongres di Yogyakarta pada bulan November mendatang. 

Sedangkan secara internal lanjutnya  mantan aktivis PP IPNU ini, Ansor Mataram akan menyambut hari Santri (22 Oktober) dan tanggal 28 Oktober akan menyambut hari Sumpah Pemuda dan gelar doa lintas agama.  

Sementara itu Suaeb Qury Ketua PW GP Ansor NTB berharap agar semua banom NU bersinergi dalam berkegiatan "Semua banom seperti IPNU-IPPNU Fatayat dan lainnya termasuk PMII juga harus senergi dengan Ansor," katanya.

Lebih lanjut Ketum PMII Mataram tahun 2000-2001 ini menyebutkan bahwa generasi Ansor ke depan adalah IPNU-IPPNU maupun PMII saat ini.   

Puluhan pimpinan Ansor dan banom lainnya tampak serius mengikuti agenda satu kali setahun ini. (Rahman Hasanuddin/Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Internasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengasuh Pesantren Ploso: Banyak Fitnah, NU Harus Bersatu

Kediri, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pesantren Al-Falah Ploso adalah lokasi kedua di Kediri yang dikunjungi Tim Kirab Resolusi Jihad 2016, pada Ahad (16/10) pagi. Ketua tim H Isfah Abidal Aziz menyampaikan tujuan kedatangan tim, yakni silaturahmi dan meminta wejangan.

Pengasuh Pesantren Al-Falah KH Nurul Huda Jazuli berkenan memberikan sambutan. Ia menyatakan sangat gembira atas kehadiran tim. Ia berharap perjalanan tim kirab akan membawa barokah, hikmah, faidah, serta makna yang berarti untuk perjuangan para santri pembela akidah ahlusunah wal jamaah.

Pengasuh Pesantren Ploso: Banyak Fitnah, NU Harus Bersatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengasuh Pesantren Ploso: Banyak Fitnah, NU Harus Bersatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengasuh Pesantren Ploso: Banyak Fitnah, NU Harus Bersatu

“Jangan sampai santri dan NU bergeser dari tujuan awal dan ajaran aswaja yang sudah sejak dahulu dipelihara para kiai dan ulama,” kata Kiai Nurul Huda.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Kiai Nurul Huda, saat ini banyak fitnah terhadap NU. Tetapi NU harus tetap dijaga. NU hadir untuk keselamatan dan kelanggengan ajaran aswaja.

Harus pula disadari NU dan santri paling menjadi andalan dalam membantu kondusifitas dunia. Dengan kata lain, keamanan dunia berada di tangan NU dan para santri. Selama NU dan santri belum bergeser dari tujuan awal, insya Allah dunia aman.

Ia mengatakan, seandainya pergeseran itu terjadi, maka akan sangat berbahaya. Karena satu per satu kiai meninggal dunia, santri muda harus bersiap mengambil peran menjadi penerus.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selanjutnya, antara kiai dan santri harus saling mendukung. Dalam hal ini saling memberi nasihat berlaku baik dari atas (kiai) maupun ke bawah (santri). Tidak perlu lagi hanya kiai yang memberi nasihat, sementara santri diam saja. Sebab santri paling tahu keadaan dan kemajuan terkini. Saran-saran yang memang baik dari santri kepada kiai adalah diperlukan.

Kiai Nurul Huda mengharapkan kekompakan antarkiai. Jangan karena bukan pengurus, lalu tidak mau membangun NU lagi.

Semua itu bertujuan dalam perjuangan mempertahankan NU dengan semboyan li i’lai kalimatilah. Semboyan itu menandakan bahwa kita berjuang demi Allah.

Di penghujung sambutan, Kiai Nurul Huda berharap tahun-tahun mendatang, pelaksanaan kirab bisa lebih ditingkatkan dan dipersiapkan lebih baik. Apabila hal itu bisa terlaksana akan menunjukkan kekuatan dan kebesaran NU.

Sambutan kunjungan ke Pesantren Al-Falah Ploso ditutup dengan doa oleh KH Zainudin Jazuli. Tim kemudian meneruskan perjalanan yakni ziarah ke makam KH Ahmad Sidiq dan KH Hamim Jazuli (Gus Miek), untuk selanjutnya ke makam Presiden RI Soekarno di Blitar. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Jadwal Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 26 November 2017

Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren

Semarang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rektor Institut Keguruan Ilmu Pendidikan  (IKIP) Veteran atau biasa disingkat Ivet Semarang Dr Bambang Triono mengatakan, lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan telah terbukti sukses menghasilkan orang-orang bermental baik adalah pesantren.

Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Revolusi Mental, Ivet Semarang Rangkul Pesantren

Karena itulah pihaknya merekrut para alumni pesantren yang memenuhi syarat menjadi tenaga pengajar di kampusnya, dan memprioritaskan kerja sama dengan pesantren dalam pelaksanaan program pendidikannya.

"Kami dekatkan lembaga kami dengan pesantren. Kami lakukan kerja sama dengan pesantren. Kami ingin menghasilkan guru yang bermoral baik dan mendidik para murid menjadi orang baik," tuturnya dalam acara Seminar Entrepreneur dan Soft  Launching Dies Natalis ke-50 Ivet Semarang di Auditorium  Kampus tersebut di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Selasa (23/2/2016).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Program terbaru, kata dia, adalah penanaman padi dengan metode modern berpola agrobisnis yang dikerjakan bersama para santri. Dilaksanakan melalui kerja sama dengan SMK berbasis pesantren.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu, Pembina Yayasan IKIP Veteran Ali Rosyad mengatakan pihaknya meminta pemerintah mewujudkan revolusi mental melalui pendidikan nasional. Satu-satunya cara adalah dengan cara membangun sistem yang membina membina moral mendidik jiwa manusia, hanya mengurus otak dan mengasah akal bukan seperti sekarang.

Menurutnya, pengajaran di sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia hanya menghasilkan orang pintar dan berakal, bukan orang baik yang terdidik. Akibatnya, bangsa ini punya masalah mental yang besar. Kejahatan sistemik yang membuat negara ini terpuruk dalam aneka problem. Sehingga Presiden Joko Widodo mengampanyekan revolusi mental nasional.

"Jika pemerintah serius ingin melakukan revolusi mental, benahi sistem pendidikan nasional. Ganti  total dari mengasah akal menjadi mendidik moral. Ini satu-satunya cara," tegasnya saat meresmikan Seminar Entrepreneur dan Soft  Launching Dies Natalis Ivet Semarang.

Di hadapan para civitas academika Ivet dan para tamu undangan yang terdiri dari kepala SMK berbasis pesantren se-Jawa Tengah, Ali  Rosyad bertekad menjadikan Ivet sebagai kampus yang mempersiapkan calon guru yang mampu mendidik moral bangsa. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Warta, Internasional, Nasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara

Bogor, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sekitar 250 kader KMNU dari 12 perguruan tinggi negeri di Indonesia dan Malaysia siap meramaikan acara Nahdlatul Ulama-Science and Cultural Art Olympiade (NU-santara) pada 16-18 Oktober 2015 di Bogor, Jawa Barat. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dijadwalkan hadir dalam kegiatan berskala nasional ini.

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara

Keduabelas perguruan tinggi yang dimaksud antara lain Universitas Lampung? (Unila), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia? (UI), Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN), Universitas Padjadjaran? (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi? Bandung (ITB), Univesitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri? Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas? Diponegoro (Undip),? dan International Islamic University Malaysia (IIUM).

Rangkaian acara terdiri? dari lomba hadrah dan esai. Selain? itu digelar pula? Pelatihan Nasional yang meliputi pendidikan ke-NU-an dan Ke-KMNU-an, administrasi keuangan, teknologi informasi, jurnalistik, dan? NU-Training. Forum Pembina KMNU Nasional serta Seminar Kebangsaan dan? Kontemplasi Budaya juga turut digelar dalam memeriahkan acara? Nusantara 2015.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiki dari bagian kesekretariatan mengatakan, antusiasme para kader KMNU sangat tinggi. Hal ini menunjukkan kader KMNU cukup militan? untuk belajar dan berlomba pada perhelatan NU-santara kali ini. “Kami selaku? panitia akan menyiapkan segala sesuatunya dengan baik guna menyambut? kader-kader tebaik KMNU,” ujarnya.

Puguh, koordinator acara, menambahkan, seminar? kebangsaan dan kontemplasi budaya akan dihadiri oleh? Menteri Pemuda? dan Olahraga Imam Nahrowi, KH D Zawawi Imran, dan mantan ketua Lesbumi Sastro al-Ngatawi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mewadahi dan? memfasilitasi pemikiran-pemikiran ilmiah para mahasiswa Nahdlatul? Ulama, potensi non-akademik bidang keagamaan dan pelestarian tradisi, serta sebagai bentuk apresiasi? terhadap prestasi para mahasiswa? Nahdlatul Ulama,” ujarnya. (Irfan Sofyan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan AlaSantri, Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kitab Kuning; Sumber Moderasi Islam Indonesia

Oleh Dodik Harnadi ? ?



Di tengah hiruk-pikuk hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, terutama Pilkada DKI Jakarta yang penuh dengan aroma bau sentimen agama, etnis dan golongan, kepolisian berhasil mendeteksi sayup-sayup potensi gerakan teroris di Indonesia. Dalam waktu yang tidak berselang lama, polisi berhasil melakukan antisipasi dini dengan menangkap 10 terduga teroris di dua tempat yang berbeda.

Kitab Kuning; Sumber Moderasi Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Kuning; Sumber Moderasi Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Kuning; Sumber Moderasi Islam Indonesia

Pada hari pertama, Jumat 10 Maret 2017, 9 orang terduga teroris ditangkap oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah di Kabupaten Toli-Toli dan Kabupaten Muotang. Kuat dugaan, mereka merupakan sel teroris baru yang menjadi bagian dari jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Tiga hari berikutnya, Senin (13/3/17), giliran Detasemen Khusus Anti Teror 88 yang menangkap seorang terduga teroris di Kediri Jawa Timur.

Penangkapan terduga teroris di waktu yang hampir bersamaan tersebut menunjukkan bahwa terorisme masih menjadi ancaman nyata bagi Indonesia. Semakin kerasnya negara mengumandangkan perang terhadap teroris, ternyata tidak berbanding lurus dengan mengendornya eskalasi gerakan terorisme secara berarti. Mungkin aksi teror dengan skala kerusakan cukup besar hampir tidak pernah kembali terjadi sejak Bom Plaza Sarinah 2016 silam.

Namun, semakin hari intensitas gerakan terorisme justru semakin sering kita dengar dengan sel-sel jaringan yang berdiam di banyak tempat secara sporadis. Mereka acapkali memanfaatkan media-media sederhana yang hampir tidak terduga di sekitar kita untuk menjalankan aksi terornya. Daya rusaknya secara materiil mungkin tidak begitu parah. Namun, daya kejutnya secara psikologis sosial begitu luar biasa. Gerakan terorisme yang sporadis tersebut telah ? berhasil menularkan rasa tidak aman dalam kehidupan sosial. Karena tidak menutup kemungkinan, tanpa disadari sel-sel itu tengah berada di sekitar mereka.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Mandegnya Peran Reproduksi Sosial-Budaya

Sementara itu, semakin banyaknya rekrutan calon pengantin yang tertangkap dan terdeteksi akhir-akhir ini membuktikan tidak maksimalnya fungsi, meminjam bahasa Bourdieu (1977), reproduksi sosial dan budaya dari lembaga-lembaga sosial seperti sekolah, keluarga, institusi keagamaan dan seterusnya. Akhirnya, ruang kosong reproduksi nilai tersebut diambil alih oleh kelompok takfiri radikal untuk memproduksi nilai-nilai ‘baru’ yang bersumber dari pemahaman keagamaan eksklusif-skriptural mereka kepada sebagian orang.

Karena itulah, fungsi reproduksi nilai atau budaya lembaga-lembaga sosial harus direaktivasi. Karena dari fungsi inilah, transmisi nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif-akomodatif dapat terus dihidupkan. Sebab, bangsa Indonesia sedianya memiliki modal pemahaman keagamaan yang terbuka serta tidak kaku menghadapi perbedaan. Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu contoh konkrit bagaimana perilaku dan sikap ? keberagamaan yang ditampilkan mampu bersinergi dengan segenap entitas yang berbeda.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di samping itu dalam tautan sejarahnya, secara fleksibel mereka berhasil mengawinkan nilai-nilai universalitas Islam dengan partikularitas dimensi lokal tanpa harus memunculkan resistensi konfliktual di antara keduanya. Pemahaman inilah yang kemudian membentuk wajah toleran dan akomodatif ? NU dalam praktik keagamaannya. Maka tidak mengherankan jika Jeremy Menchick dalam risetnya Islam and Democarcy in Indonesia: Tolerance without Liberalism yang terbit 2016 silam, mendaulat NU sebagai organisasi keagamaan paling toleran di Indonesia (Menchick, 2016:19).

Nilai-nilai keberislaman seperti inilah yang semestinya harus terus kita reproduksi untuk membentengi generasi bangsa dari penyebaran virus pemahaman keagamaaan radikal yang mempromosikan kekerasan. Ibarat racun, virus tersebut sejauh ini masih mungkin didetoksifikasi. Namun, dalam jangka waktu lama jika dibiarkan, virus pemahaman radikal ini akan menyatu dengan jaringan sel dalam tubuh tanpa bisa disembuhkan. Pada saat itulah, generasi bangsa ini akan menerima nilai-nilai radikal tersebut sebagai cara pandang (weltanschauung) dalam menginterpretasi perbedaan.

Intelektualisme Pesantren

Pemahaman keagamaan yang mengusung wajah Islam yang moderat dan toleran, mutlak kita butuhkan saat ini. Wajah seperti ini pada dasarnya selaras dengan fitrah kebudayaan masyarakat Indonesia. Karena itulah, nilai tersebut harus dijaga dan direproduksi dalam ruang-ruang sosial. Dalam konteks kekinian, tradisi Intelektualisme pesantren dapat kita jadikan acuan untuk menjaga nilai-nilai pemahaman keislaman yang moderat dan toleran tersebut. Kitab kuning sebagai inti tradisi intelektulisme pesantren, menjadi sumber pemahaman dinamis kalangan NU dan pesantren yang terbukti mampu menampilkan wajah Islam yang ramah tanpa amarah, serta toleran tanpa kebencian.

Tradisi intelektualisme itulah yang dalam praktinya telah tampil sebagai penyangga mederasi Islam di Indonesia (Wahid, 2001). Tradisi tersebut telah menghasilkan corak keberagamaan yang akulturatif. Yaitu keberagamaan yang mengafirmasi unsur-unsur lokal sebagai sebuah kearifan yang perlu dijaga dan disatupadukan dengan universitalitas Islam, selama tidak terdapat kontradiksi fundamental di antara keduanya. Sehingga, lahirlah karakteristik keberislaman yang khas Indonesia. ? ?

Maka, langkah Bupati Dedi Mulyadi yang mengagas sekolah berbasis kitab kuning bagi warga Muslim Purwakarta beberapa waktu lalu patut diapresiasi. Pelembagaan kajian kitab kuning tersebut dapat memastikan bahwa nilai-nilai keislaman yang direproduksi berpijak di atas pemahaman yang moderat dan toleran. Hal ini akan menjadi langkah preventif sekaligus kuratif menetralisir virus pemahaman keagamaan yang skripturalistik-eksklusif dalam memahami ajaran agama yang merusak keyakinan sebagian kecil kalangan Muslim.

Tentu dalam implementasinya, upaya menghidupkan intelektualisme pesantren sebagai sebuah alternatif ? reproduksi nilai keagamaan yang toleran, tidak harus dimaknai dengan mendirikan pondok pesantren. Justru yang harus dilakukan adalah mentransplantasinya dalam ruang yang lebih luas. Tradisi intelektualisme pesantren harus dibawa ke luar dari bilik ? pesantren, untuk memberikan kesempatan kepada semua segmen di luar santri, mereplikasinya dalam ruang masing-masing. ? ?

Ada tiga alasan yang mendasari pentingnya menjadikan tradisi intelektual pesantren sebagai pijakan nilai keberagamaan ideal saat ini. Pertama, kemajuan peradaban Islam tidak dapat dilepaskan dari kekayaan nalar intelektualisme para pemikir Muslim pada masa silam. Kekayaan nalar mereka terdokumentasikan dalam karya-karya klasik kitab kuning yang menjadi sumber literal intekelektualisme pesantren. Karena itulah tidak aneh jika renaissance yang menjadi tonggak kebangkitan Barat pada abad pertengahan, diawali oleh proyek penerjemahan karya-karya ulama klasik tersebut secara besar-besaran (Lewis, 1993).

Kedua, kitab kuning berisi pandangan para pemikir Islam yang heterogen dengan beragam perdebatan yang terjadi di dalamnya. Hal ini membuat wawasan keagamaan masyarakat pesantren tidak hanya terkungkung oleh satu doktrin pemahaman tunggal. Mereka mendapati bahwa tafsir keagamaan sebagaimana yang mereka temukan dalam kitab kuning, kaya akan perbedaan. Justru karena perbedaan itulah, setiap Muslim memiliki keleluasaan untuk memilih pandangan yang paling diyakininya benar, dengan tetap menghormati pandangan yang lain.?

Hal ini tentu tidak akan kita jumpai dalam pemahaman keagamaan kelompok skriptural yang cenderung mereduksi kebenaran ke dalam satu pandangan. Bagi mereka, tidak ada kebenaran selain apa yang mereka yakini benar. Dan sebagai konsekuensinya, kelompok ini tidak sungkan menegakkan supremasi keyakinannya dengan menumpahkan darah saudaranya yang mengimani pandangan lain.

Ketiga, kitab kuning adalah ensiklopedia pendapat para pemikir Muslim di setiap masa mengenai topik keagamaan tertentu. Kitab kuning adalah arkeologi pengetahuan yang mencerminkan dinamika pemikiran keislaman dari waktu ke waktu. ? Bukti arkeologis tersebut membawa kepada satu kesimpulan, bahwa pemikiran Islam senantiasa responsif dengan situasi kekinian serta adaptif terhadap dinamika lokalitas. Paradigma ini yang kemudian menjadi pandangan keagamaan masyarakat pesantren sehingga mampu menampilkan wajah agama yang membumi, dan dalam lembaran sejarahnya menjadi penopang tegaknya harmonisasi Islam dan kebangsaan.?

Pemahaman agama yang selalu membuka diri menerima nilai dan karakteristik lokal inilah yang akhirnya diharapkan dapat membentuk umat yang beragama sekaligus berbudaya. Pemahaman yang hanya mentransendenkan agama dengan berusaha dicabut dari dimensi lokalitasnya, apalagi dipertentangkan dengannya, hanya akan menyuburkan lahirnya praktik beragama yang intoleran dan ahistoris. Dan pada akhirnya, jauh dari nilai-nilai keadaban yang menjadi fitrah di dalam semua agama-agama di muka bumi. ? ? ?

Penulis adalah penikmat kajian sosiologi agama, sedang menempuh pendidikan doktor Ilmu Sosial di Fisip Universitas Airlangga Surabaya. Pernah nyantri dan menjadi pengurus PC Lakpesdam NU Bondowoso.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Daerah, Berita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Banser Jangan Sampai Dimanfaatkan Pihak Luar

Majalengka, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar). Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Majalengka itu digelar tiga hari, mulai Jumat (5/8) hingga Ahad (7/8) lusa.

Di sela-sela pembukaan acara, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (LD PBNU) Maman Imanulhaq mengatakan, saat ini perjuangan Banser sangat diperlukan untuk mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam menghadapi berbagai gangguan baik itu pihak luar maupun dari dalam. Meski demikian, Banser harus tetap berpegang teguh pada "PBNU".

Banser Jangan Sampai Dimanfaatkan Pihak Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jangan Sampai Dimanfaatkan Pihak Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jangan Sampai Dimanfaatkan Pihak Luar

“Ingat PBNU ada ‘kepanjangannya’, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45. Dan perlu diwaspadai saat ini gangguan terhadap NKRI yaitu dari pihak yang ingin mendirikan khilafah. Untuk itu, Banser hadir untuk meringankan beban pihak keamanana yaitu kepolisian dan TNI,” jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Maman mengharapkan, jangan sampai Banser dimanfaatkan oleh pihak lain. Organisasi semiotonom? GP Ansor ini harus mengutamakan jiwa sukareala dan patuh pada para kiai.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Jiwa Banser lillahi ta’ala dan manut (patuh) sama para kiai, yang perlu digaris bawahi yaitu tolong menolong tapi jangan sampai kebaikan kita dimanfaatkan oleh pihak luar,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Al- Mizan itu.

Ketua panitia kegiatan, Samsu, mengatakan,? Diklatsar kali ini diikuti sebanyak 70 peserta dan kemungkinan akan bertambah. Awalnya, panitia menargetkan 90 peserta dari seluruh Kabupaten Majalengka

“Karena ada sesuatu hal, baru 70 orang yang hadir. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat tingkat kecamatan, Koramil, Polsek dan anggota dewan tingkat Kabupaten Majalengka.” terang pria yang juga Ketua Ansor Leuwimunding itu. (Tata Irawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Meme Islam, Kajian, Pahlawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) menilai acara Doa Bersama di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (18/4) meerupakan acara besar pertama yang digelar oleh PBNU pertama kali sejak Muktamar NU ke-32 di Makassar lalu. PP LDNU juga menilai bahwa acara tersebut sukses dan terselenggara dengan baik.

Penilaian ini didasarkan pada jumlah kehadiran jamaah yang mencapai puluhan ribu serta kehadiran sejumlah tokoh penting NU seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Rais Am Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thoriqoh Mutabaroh an-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya. Sementara perwakilain pemerintah yang hadir antara lain, Direktur Urais dan Pembinaan Syariah Dr. H. Rohadi Abdul Fatah Kementerian Agama Rohadi Abdul Fatah, Sekretaris Daerah Pemda DKI Muhayat. Dan hadir mewakili pihak keluarga KH Abdurrahman Wahid adalah Zanuba Arifah Chafsoh (puteri almarhum).

PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses

Dalam ceramahnya, Habib Luthfi bin Yahya mengajak seluruh umat Islam, khususnya warga Nahdliyin untuk mencintai Rasulullah SAW dan keluarganya. Termasuk juga mencintai orang-orang yang mencintai Rasulullah SAW dengan menyokong kegiatan-kegiatan yang mengugah semangat cinta Rasul.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Rasulullah SAW adalah mahluk Allah yang paling berhak mendapatkan cinta dari mahluk Allah lainnya. bahkan Allah SWT menjanjikan, akan menempatkan seorang Muslim di surga bersanding dengan yang dicintai. Jadi marilah berharap disandingkan di Surga bersama Rasulullah SAW dengan mencintainya dan berharap pada Syafaatnya," ajak habib Luthfi.

Sementara itu, Sekretaris LDNU Ustadz KHoirul Huda Basyir menyatakan, banyaknya para jamaah yang menghadiri Doa bersama dan memenuhi seluruh kawasan Masjid Istiqlal merupakan bukti bahwa NU dan warga Nahdliyin masih merupakan mayoritas Muslim di Jakarta dan sekitarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Hal ini juga berarti bahwa suara NU dan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah beserta amalan-amalan warga Nahdliyin masih merupakan idiologi dominan Islam Indonesia," tandas Khoirul Huda Basyir. (min)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Berita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tiongkok Mengaku Salut dengan Islam Moderat di Indonesia

Beijing, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memenuhi undangan dari Komunitas Muslim Tiongkok. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bersama rombongan disambut hangat Kepala Direktori Urusan Agama Pemerintah Tiongkok Wung Zuoan di kantornya di Beijing, Rabu (20/4)

Tiongkok Mengaku Salut dengan Islam Moderat di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiongkok Mengaku Salut dengan Islam Moderat di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiongkok Mengaku Salut dengan Islam Moderat di Indonesia

Wung Zuoan mengaku sangat tertarik dengan Islam di Indonesia khususnya NU. "Kami salut dengan perkembangan Islam di Indonesia yang dikenal sebagai Islam yang ramah, toleran dan moderat. Tentunya NU sebagai ormas Islam terbesar mempunyai peranan yang sangat penting. Kami sangat tertarik untuk belajar dari Islam di Indonesia dan juga kepada NU," pungkasnya.

"Hubungan Islam Tiongkok dan Indonesia yang telah lama bersentuhan diawali ketika datangnya Laksamana Cheng Ho ke Nusantara dengan membawa pasukan Muslim, yang kemudian membangun kota Semarang," kata Kang Said, sapaan akrab ketum PBNU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

PBNU mendorong agama Islam dapat berkembang pesat di Tiongkok. Menurutnya, ada persamaan pandangan antara Indonesia dan Tiongkok bahwa Islam agama yang damai, model Islam seperti ini yang harus dijaga dan dilestarikan.

Kang Said juga menyinggung soal munculnya ekstremisme. Fenomena tersebut, katanya, menyebar ke mana-mana dan mesti diwaspadai seberapa pun kecilnya. “Dan salah satu cara agar Islam tetap moderat dan tidak ekstrim adalah dengan jalan pendidikan," jelas Kang Said

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

KH Said Aqil Siroj juga berharap konflik berdarah yang terjadi di Irak, Suriah, dan Yaman tidak sampai merembet ke Indonesia dan Tiongkok. Ia berdoa agar kerusuhan itu segera berakhir. “Mungkin kita merasa perlu adanya tukar menukar pandangan seperti ini, untuk menyamakan persepsi, demi terwujudnya Islam yang damai, moderat, toleran, antiradikalisme dan terorisme," tuturnya

Dalam kesempatan ini PBNU mengundang ulama Tiongkok untuk hadir dalam acara International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) yang diinisiasi PBNU. Forum internasional ini akan diadakan 5-9 Mei 2016 di Jakarta Convention Center (JCC). Rencananya, acara tersebut akan dihadiri oleh sekitar 100 pemimpin negara dan organisasi Islam dari seluruh dunia serta para pengurus NU dari tingkat wilayah. (Junaidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pendidikan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Satkorwil Jatim Genjot Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Banser

Mojokerto, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Setelah menggelar Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) di Pasuruan bulan lalu, kini Satuan Koordinasi Wilayah (Satkowil) Banser Jawa Timur akan menggelar Susbalan di Desa Sajen, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Acara akan berlangsung pada 12-14 Agustus 2016.

“Satkorwil Jatim akan terus meningkatkan kualitas anggota melalui berbagai pelatihan jenjang yang ada,’’ ujar Kasatkorwil Jatim dr H Umar Usman kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Selasa pagi (9/8).

Satkorwil Jatim Genjot Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkorwil Jatim Genjot Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkorwil Jatim Genjot Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Banser

Menurut Umar, pelatihan jenjang Susbalan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas anggota. Setelah Susbalan mereka akan mengikuti pelatihan satuan khusus mulai Banser Tanggab Bencana (Bagana), Banser Lalu-lintas (Balantas), Banser Pemadam Kebakaran (Balakar), Corp Provost Banser (CPB), Banser Husada (Basada), Banser Kemaritiman (Baritim) dan lainnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Salah satu persyaratan agar bisa mengikuti pelatihan satuan khusus (Latsus), harus lulus Susbalan dan bersertifikat. Untuk itu, Satkorwil Jatim terus melakukan peltihan,’’ ungkap mantan Ketua PC GPAnsor Kabupaten Malang itu. ?

Jawa Timur ini, ungkap Umar, masuk? daerah klaster 1. Daerah yang masuk klaster 1 minimal dalam satu tahun menggelar 1 kali Susbalan. Dan selama periode kepengurusan harus memiliki minimal 1000 Banser baru dengan predikat lulus Susbalan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Padahal periode Satkorwil Jatim tinggal sekitar 1 tahun lagi. Untuk itu pelatihan terus digenjot hingga tuntas,’’ akunya.

Disinggung sudah berapa peserta yang sudah mendafatar, ia katakan target maksimal 200 peserta.

“Hingga saat ini peserta yang sudah mendaftar lebih dari 180 orang. Menurut catatan panitia peserta terbanyak datang dari Satkorcab Kabupaten Ngawi dengan jumlah calon peserta 40 personil. Lainnya akan menyusul,’’ tambah Mohammad Ridwan, panitia Susbalan Mojokerto.

Untuk bisa mengikuti Susbalan, lanjut? Ridwan, syaratnya peserta harus lulus Pendidikan dan Latihan Dasar (Dikltasar) Banser. Persyaratan lainnya adalah kesehatan, pendidikan dan lainnya.

“Peserta harus melampirkan sertifikat lulusan Diklatsar. Kalau tidak, panitia akan menolak ikut diklat,’’? jelas Ridwan. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kyai, Internasional, Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 25 November 2017

KBIH An-Nahdliyah Bekasi Memulai Bimbingan Manasik Haji 2011

Bekasi, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Kelompok Bimbingan Ibadah (KBIH) An-Nahdliyah Kota Bekasi  mulai menggelar bimbingan manasik untuk jemaah calon haji (calhaj) 2011 di Kantor Kementerian Agama (Kemnag) Kota Bekasi,  Ahad (29/5).

Pembukaan bimbingan manasik calhaj 2011 itu dihadiri Ketua Yayasan An-Nahdliyah Fuad Noor Yusuf MPd,  Ketua KBIH  An-Nahdiyah Paray Said MBA, Ketua Kemenag Kota Bekasi KH Abdul Rosyid MPd, dan Ketua PCNU Dr Zamakhsyari A Majid.

KBIH An-Nahdliyah Bekasi Memulai Bimbingan Manasik Haji 2011 (Sumber Gambar : Nu Online)
KBIH An-Nahdliyah Bekasi Memulai Bimbingan Manasik Haji 2011 (Sumber Gambar : Nu Online)

KBIH An-Nahdliyah Bekasi Memulai Bimbingan Manasik Haji 2011

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi Abdul Rosyid mengatakan, minat orang Islam untuk menunaikan ibadah haji di Kota Patriot ini  cukup tinggi, bahkan setiap hari  tercatat 80 orang yang mendaftar ke Kantor Kemenag. Alhamdulillah, Kota Bekasi tahun 2011, mendapat jatah 3.138 kursi, peringkat kedua setelah Bogor.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Berbicara tentang ibadah haji, Mustasyar PCNU Kota Bekasi itu meminta kepada jemaah cahhaj 2011 mempersiapkan ibadah hajinya dengan ilmu. “Ini penting, tanpa ilmu ibadah kita tidak sempurna,” katanya.

Lanjutnya, dia berharap setiap calhaj memperbanyak latihan manasik haji. Bagi jemaah calhaj bisa mengikuti latihan manasik di KUA wilayah kecamatan masing-masing, selain mereka juga mengikuti bimbingan manasik KBIH-nya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Itu bagian dari mencari ilmu. Harus ulet dan sabar menjalankannya. Mekkah saat puncak ibadah haji bagaikan miniatur Padang Maghsar,” kata Ketua Panitia Pembangunan NU Centre El Sa’id, Kota Bekasi itu.

Sementara itu, Ketua Yayasan An-Nahdliyah Fuad Noor menjelaskan, KBIH An-Nahdliyah Kota Bekasi semakin diminati umat Islam yang akan menunaikan ibadah haji. Dari tahun  ke tahun terus bertambah. Tahun ini, diperkirakan 71 orang yang akan berangkat melalui KBIH An-Nahliyah. 

Fuad Noor berpesan setiap calon haji sejak sekarang harus mempersiapkan mental dan fisik yang  baik. Mental harus kuat dan belajar yang sesabar-sabarnya.

“Di  sana (Mekkah, Red) sangat berbeda dengan keadaan di negara kita ,  di rumah kita, di majelis-majelis kita dan lain-lain,” kata Ketua Bazda Kota Bekasi itu.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainuri

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Meme Islam, Berita, Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan