Sabtu, 27 Juli 2013

Tahun ini, UNU Yogyakarta Siap Buka Pendaftaran Mahasiswa

Yogyakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Setelah mendapatkan izin dari Kemenristekdikti bernomor SK No. 529/KPT/I/2016 tentang izin pendirian universitas, Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) Yogyakarta siap menerima pendaftaran mahasiswa baru tahun ini. Rencananya kegiatan belajar-mengajar akan dimulai pada September 2017.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU DIY Purwo Santoso yang juga Rektor UNU Yogyakarta.

Tahun ini, UNU Yogyakarta Siap Buka Pendaftaran Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun ini, UNU Yogyakarta Siap Buka Pendaftaran Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun ini, UNU Yogyakarta Siap Buka Pendaftaran Mahasiswa

“Untuk sementara, UNU Yogyakarta menempati gedung di Jalan Lowanu 47, Sorosutan Umbulharjo yang dipinjam dari Jogjatex milik keluarga Pak Lukminta,” ujar Prof Dr Purwo.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketika UNU sudah meluluskan wisudawan, Prof Purwo berharap gedung kampus di induk di Pajangan sudah siap pakai. “Kampus induk disiapkan melalui kerja sama dengan Pemda Kabupaten Bantul, khususnya dalam pembebasan tanah seluas 150 ha,” kata Prof Purwo.

UNU Yogyakarta memiliki lima fakultas dan sebelas program studi. Pertama, Fakultas Dirasah Islamiyah dengan program studi Dirasah Islamiyah. Kedua, Fakultas Teknologi Informasi dengan program studi Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Elektro. Ketiga, Fakultas Industri Halal dengan program studi Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis dan Farmasi. Keempat Fakultas Ekonomi dengan program studi Manajemen dan Akuntansi. Kelima, Fakultas Pendidikan dengan program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sekretariat UNU Yogyakarta di Gedung PWNU DIY Jl. MT. Haryono No. 40-42 Yogyakarta membuka layanan informasi di nomor kontak (0274) 411911 dengan kontak Irhas Badruzaman (08564364090) dan Udin Kusuma (085100494445). (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 21 Juli 2013

Bung Kus: Liga Santri Harus Ikut Kompetisi di Liga Tiga

Dari segi permainan, taktik pelatih, sejauh ini ada yang menarik tidak, ada yang mengejutkan penampilannya?



Justru kalau mengejutkan sih enggak, saya sering kaget melihat permainan tim-tim yang berasal dari daerah tertentu yang selama ini tidak anggap daerah bola, tapi di Liga Santri ternyata pemainnya bagus-bagus. 

Misalkan?

Bung Kus: Liga Santri Harus Ikut Kompetisi di Liga Tiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bung Kus: Liga Santri Harus Ikut Kompetisi di Liga Tiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bung Kus: Liga Santri Harus Ikut Kompetisi di Liga Tiga

Misalkan DDI Kaballangan. Selama ini siapa yang kenal DDI Kaballangan, ternyata mainnya bagus. Kalau misalnya dari Bandung, dari Surabaya, wajarlah. Dari Sragen juga ada Persi Sragen, tapi tiba-tiba dari Kaballangan, ternyata bagus. Terus dari Muaro Jambi, orang kan enggak kenal, tapi timnya bagus. Paiton, orang tahunya Pembangkit Listrik Tenaga Uap, ternyata mainnya bagus. Nurul Jadid itu bagus. 

Saya kira seperti Kaballangan ini menyiapkan tim? 

Tahun kemarin mereka sudah ikut, juara Seri Regional, tahun ini masuk lagi. Jadi, kelihatan tim yang selama ini konsisten mempersiapkan diri di eskul atau ada program sekolah bolanya, biasanya hasilnya kelihatan. Dari segi permainan pun mereka sedikit lebih baik. Ashidiqiyah itu di Jakarta kan punya lapangan sendiri, punya SSB sendiri. Kaballangan juga sama. Walisongo juga sama. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ada yang menarik nih, Nuris juara pertama 2015, Nur Iman juara pertama 2016. Mereka selalu tersingkir. Kenapa? 

Saya bilang tadi, standar kualitas tim ini masih naik turun. Nah, sekarang dengan adanya liga santri berkelanjutan, mulai ada tim-tim yang membentuk SSB, lapangan sendiri, nanti ada tim-tim yang ajeg dan tim naik turun. Yang ajeg itu akan ada. Seperti Walisongo, model Ashidiqiyah, itu akan ajeg prestasinya. Kalau ini terus dikondosikan dan dipertahankan di Liga Santri ini; kalau sekarang ini kan baru tiga tahun, orang masih menakar, ini bisa panjang atau enggak. 

Jadi, kadang-kadang tim ini tahun ini juara, tahun depan enggak, karena memang kita belum punya lapisan-lapisan pemain. Generasi tahun ini bagus, generasi di bawahnya belum tentu ada. Makanya tahun ini bisa juara, tahun depan ambruk. Nur Iman, juara tahun lalu, tahun ini ambruk karena pemainnya udah beda. Liga Santri masih sesuatu yang sekarang belum menjadi semacam program rutin. Mungkin sesudah tiga dan empat tahun ini, pesantren mempersiapkan itu. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Untuk tahun ini ada yang sudah kelihatan menonjol seperti tahun kemarin yang membuktikan kualitas Rafli?

Belumlah kelihatan. Kita tidak bisa semuanya datangi pertandingan di region. Sulit. Ya yang saya bisa katakan dari region yang saya kunjungi  level permainnanya sekarang tidak terlalu jauh. Saya nonton di Trenggalek, di Cirebon, di Maluku, di Lampung, levelnya dekat-dekat. Makanya pertandingan hari ini tipis-tipis, 1-1, 2-2, ada yang menang 4-1 memang, ada yang menang 7-0, itu kan kasus khusus, tapi selebihnya berimbang. 

LSN ini proyeksinya bagaimana, misalnya 10 tahun ke depan? 

Kalau dari obrolan kami, saya kan kebetulan kan bukan pengurus RMINU,  kebetulan tenaga profesional untuk mengelola kompetisinya. Dari wacana yang kami diskusikan, harus ada badan hukum yang secara formal liga ini, sekaligus badan itu menjadi anggota PSSI supaya pemain-pemain, alumnus liga ini bisa menjadi bagian badan hukum anggota PSSI ini berkompetisi di liga yang level lebih tinggi, misalnya alumnus liga ini bisa mengikuti liga tiga, liga dua, kalau lebih bagus lagi, ke liga satu, atau di liga tiga tetap di situ, tapi pemainnya bisa kemana saja. 

Kalau saya sih menganggap liga santri ini pabrik penghasil pemain, tapi tetap kita harus punya iconnya di kompetisi, misalnya Santri FC ikut di liga tiga. Santri mana sajalah, mau di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, ikut liga tiga, pemain-pemain alumnus liga santri ikut kompetisi itu. Hasilnya, bahwa mereka diambil di liga dua atau satu. Jadi memanfaatkan hasil kompetisi ini, pemainnya yang berkembang di kompetisi lain dengan pemain yang lain. 

Kalau kita mau evaluasi, dengan kondisi sekarang, kira-kira berapa tahun Liga Santri ini bisa mapan?

Tiga atau empat tahun lagi. Semakin kita konssiten menyelenggarakan liga ini, konsistensi jadwalnya, regulasinya, standar pelaksanaanya, tata kelolanya, akan semakin serius pesantren menyiapkannya tahun depan. Jadi, awal-awalnya kan mereka, oh begini, tahun kedua lebih banyak. Tahun ketiga semakin banyak. Tahun depan, kalau ini lancar sampai final, sukses dari segi tata kelola dan penyelenggaraan, dan publikasi, tahun depan akan lebih hits. Ini kan masih dikemas publikasinya publikasinya, masih perlu dikemas imaginenya, pencitraannya tentang kompetisi ini, masih perlu dikemas cara membuat event ini lebih meriah, lebih menarik, bukan sekadar selesai, tapi juga membekas, berkesan untuk masyarakat Bandung. Oh, kemarin ada Liga Santri ini. 

Ada pemantau talent scouting, tahun ini ada Robby Darwis, ada Ade Abdullah bekas Persi, Bandung Raya, PSIM juga. Hari ini ke sini, Siliwangi. Ada Udin Rafiudin, bekas Bandung Raya, hari pertama Udin di Arcamanik. 

Tanggung jawab apa? 

Mereka mendata pemain-pemain berbakat, dari pelatihnya Persis Solo, masih melatih Persis Solo kita undang ke sini untuk melihat dan mendata pemain-pemain yang potensial. Pemain itu kelebihannya apa, kekurangannya apa. Nanti pemain-pemain itu yang akan kita bawa ke Tim Nasional. Ini kan kelompoknya dekat dengan timnya Indra Sjafri ya. Rafli kan prosesnya begitu. Muncul 18 pemain tahun lalu. Dipakai enggaknya urusan tim nasional. Tapi kalau tim nasional perlu data pemain, kita punya databasenya. Ada 22 ribu data pemain ini yang kta bisa jaring dari kompetisi ini. Nanti yang terbaiknya, seratus besarnya, yang kita jaring ini, kita bawa ke PSSI. Nih pemainnya. Tahun ini ada 22 ribu pemain dari 1046 tim. Pemainnya kan rata-rata 20 orang. Jadi 22 ribu lebih. 

Jadwal yang ketat bagaimana?

Karena memang kompetisi ini budgetnya, finansialnya masih kurang. Idealnya main, tiga hari lagi main. 

Biaya klub bagimana? 

Diserahkan kepada mereka, kita subsidi aja.   

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pahlawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 19 Juli 2013

Perkuat NU, Percaya Kekuatan Sendiri

Tangerang Selatan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan KH Mohammad Thohir mengatakan dalam upaya kemandirian NU di wilayah Tangerang Selatan, harus dilakukan sendiri oleh warga NU di wilayah tersebut.?

“Kita wajib mempercayakan penyelesaian urusan yang ada dengan kemampuan diri kita sendiri. Jangan hanya menungu-nunggu bantuan dari pihak luar,” kata Kiai Thohir pada kegiatan Ngobrol Filantropi (Ngopi) yang digelar NU Care Tangerang Selatan, di Saung Cendol Huis, Ciputat, Ahad (26/2).

Perkuat NU, Percaya Kekuatan Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat NU, Percaya Kekuatan Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat NU, Percaya Kekuatan Sendiri

Menurutnya saling mengingatkan secara intensif juga harus dilakuan, termasuk dalam menggerakkan semangat filantropi atau kedermawanan. Tujuannya untuk membentuk jaringan baru dan memperbesar jaringan yang sudah ada.

Ia menyambut baik upaya yang dilakukan NU Care Tangsel yang menggerakkan semangat filantropi di wilayah PCNU Tangsel. Diharapkan semangat tersebut dapat menular dilakukan oleh lembaga dan banom lainnya, agar saling bekerjasama dan mendukung di bawah payung hukum NU Care dalam pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah.?

“Lembaga dan banom lain tidak usah ada kecemburuan. IPNU, IPPNU, GP Ansor, Maarif, ISNU, Pagar Nusa, PMII, Fatayat, LKNU dan semuanya harus bergerak bersama dengan NU Care LAZISNU. Pengumpulan ZIS dari masyarakat dilakukan bersama NU Care. Toh dalam pemanfaatannya semua lembaga tersebut dapat menggunakan dana yang ada yang terkumpul oleh NU Care. Misalnya anak-anak IPNU atau PMII dapat mengajukan beasiswa kepada NU Care. Begitu juga LDNU kalau mau mengadakan pelatihan dapat memanfaatkan dana NU Care,” urai Kiai Thohir.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia menegaskan semangat filantropi NU Care bersama semua lembaga dan banom menjadi bagian penting untuk penguatan NU di Tangerang Selatan.?

Pada kesempatan tersebut, para peserta selain mendengarkan paparan juga berdiskusi dan melakukan komitmen untuk memajukan NU Tangerang Selatan dengan semangat filantropi bersama NU Care.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ari, salah satu peserta dari GP Ansor Tangsel yang turut hadir, mengatakan pihaknya sangat mendukung inisiatif NU Care Tangsel.?

“Banser, GPAnsor akan menggandeng NU Care LAZISNU dalam pengambilan ZIS di acara-acara yang kami selenggarakan. Juga iuran anggota akan dimasukkan dalam pencatatan dan didonasikan melalui NU Care,” kata Ari. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nasional, IMNU, Nahdlatul Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 18 Juli 2013

Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) memberikan ijazah atau penyampaian sanad (sambungan) keilmuan kepada para kiai saat menghadiri sebuah halaqah di Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai

Gus Mus memberikan ijazah ‘ammah surat al-Fatihah yang ia dapatkan dari pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak Yogyakarta, almarhum KH Zainal Abidin, juga terusan dari KH Munawwir.

Dalam forum halaqah bertajuk “Akhlakul Karimah Sebagai Puncak Keberagamaan” itu hadir para pengurus PCNU, pengasuh pesantren, dan aktivis NU se-Tapal Kuda (Probolinggi, Pasuruan, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang turut hadir pada kesempatan itu berpandangan, sanad menjadi penting karena menjadi salah satu pertimbangan dalam ikhtiar meraih keselamatan dunia dan akhirat. Dengan demikian, menjadi pengurus NU tidak hanya mengurus organisasi dan anggota, tetapi juga menyangkut tanggung jawab atas keselamatan anggotanya saat hisab di akhirat kelak.

“Mata rantai keguruan (sanad) dalam tradisi NU menjadi penting karena melalui sanad inilah tanggung jawab keilmuan dijaga, bersambung dari para masyayikh ke generasi sebelumnya, hingga bersambung ke Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tampak hadir dalam majelis yang digelar Kamis (16/4) ini Katib Syuriah PWNU Jatim  KH Syafruddin Achmad, Wakil Rais Syuriah PWNU Jateng KH M Dian Nafi’, Ketua  Pimpinn Pusat Rijalul Anshar GP Anshor KH. Abdul Ghafur Maimun, dan Ketua MBN KH Ahmad Mu’adz Tohir.

Halaqah tersebut diselenggarakan oleh Majma’ al-Buhuts al-Nahdliyyah (MBN) bekerja sama Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Tema tentang akhlak diangkat atas dasar keprihatinan para kiai terhadap perkembangan akhlak bangsa Indonesia yang dinilai semakin menurun.

Di hadapan para peserta halaqah, Gus Mus juga mengajak warga NU untuk berbenah. “Ibda’ binafsik. Kita mulai dari diri kita masing-masing,” pintanya. Menurutnya, tanpa memulai dari diri sendiri, setiap orang hanya akan pandai pengkritik yang lain, dan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Fragmen Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan