Senin, 27 Maret 2017

Kajian Islam Tentang Lingkungan Masih Minim

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Kajian Islam mengenai lingkungan masih sangat minim, padahal banyak sekali teks Al Quran yang memberi perintah manusia  untuk memperhatikan dan memelihara alam, kata Tokoh Agama yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Cirebon, Husein Muhammad.

"Sampai kini kajian Islam mengenai lingkungan sangat minim dan tidak intensif, malahan justru dimarjinalkan, padahal banyak sekali teks-teks Al Quran tentang alam ini," kata Husein Muhammad yang berbicara dalam Lokakarya "Merumuskan Peran Umat Islam dalam Konservasi Alam dan Lingkungan Hidup" di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, Selasa.

Menurut Husein, kajian Islam soal lingkungan sangat penting karena motivasi agama dinilai signifikan untuk mensosialisasikan gagasan lingkungan hingga ke masyarakat di pelosok tanah air.

Ia juga mengakui umat Islam cenderung kurang memiliki kepedulian  pada lingkungan, padahal ayat-ayat Al Quran mengenai lingkungan cukup banyak. Karena itu umat Islam perlu disadarkan kembali kepada pedomannya.

Surat Ar Rum: 41 di mana Allah mengatakan, "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" merupakan contoh jelas tentang kerusakan alam.

Contoh lainnya, urainya,  Surat Al Baqarah (2:284) yang menyatakan bahwa seluruh alam adalah milik Tuhan, bahwa apa yang diciptakan Tuhan  tidak ada yang sia-sia (Surat Ali Imran 4:190-191) dan alam semesta diciptakan serba berukuran (Al Qamar, 54:49).

Jika manusia diberi hak  atau izin memanfaatkan alam bagi kebaikan dirinya maka manusia diperintahkan bertindak sesuai aturan moral, jika tidak maka tindakan itu hanya akan merugikan diri mereka sendiri seperti pada Surat 2:188, 5:18, 59:7, 107:1-7 dan lainnya.
Tuhan, ujar kyai yang sering diundang FAtayat NU sebagai narasumber tersebut, juga mengecam manusia yang merusak alam seperti tertulis dalam Surat 2:60, 2:205, 7:56, 7:85, 28:88, 26:183 dan lainnya. Dan bahwa tindakan merusak alam adalah bentuk kezaliman dan kebodohan manusia.

Dalam konteks pesantren, kyai masih menjadi sentral bagi perubahan sosial sehingga pendekatan konservasi alam melalui tokoh-tokoh agama, menurut dia, sangat tepat.

Pondok pesantren tercatat sebanyak 11.312 buah di seluruh Indonesia dengan jumlah santri lebih dari 2,7 juta jiwa di mana  78 persen atau  8.829 pesantren berada di pedesaan, dan sisanya  di daerah pertanian dan pegunungan. Kenyataan ini dinilai berpotensi sebagai lokomotif bagi penularan kesadaran konservasi alam.

"Menggunakan tokoh agama untuk mensosialisasikan perlunya pemeliharaan lingkungan sangat tepat, seperti juga dulu ketika mensosialisasikan Keluarga Berencana (KB), umat Islam berperan aktif setelah adanya keterlibatan tokoh agama padahal sebelumnya sulit," katanya.

Menurut dia, menggunakan ayat-ayat suci Al Quran dan ulama dalam mensosialisasikan suatu kebaikan merupakan hal yang dibenarkan, dan akan menjadi salah jika penggunaan ayat dan tokoh agama adalah untuk kepentingan pribadi atau politik.(ant/mkf)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pondok Pesantren, Khutbah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kajian Islam Tentang Lingkungan Masih Minim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Islam Tentang Lingkungan Masih Minim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Islam Tentang Lingkungan Masih Minim

Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, telah meninggal dunia dalang kondang wayang golek Ki Asep Sunandar Sunarya pada Senin, (31/3). Sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat, ia meninggal di sebuah rumah sakit di Bandung, karena serangan jantung. ?

Menurut peneliti di Lakpesdam NU Jawa Barat, Asep Salahudin, Asep Sunandar Sunarya atau akrab disapa Abah Asep, pada 10-15 tahun terakhir, tidak hanya berprofesi sebagai dalang murni, melainkan sebagai da’i. Profesinya yang utama sebagai dalang, tetap dilakukannya.

Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan

Dalam mementaskan wayang, Asep menilai, selain terampil menggerakkan boneka dengan dialog-dialog jenaka, Abah Asep juga menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui tokoh-tokohnya. “Misalnya dalam dialog para punakawan, yaitu Semar dengan anak-anaknya.”

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Abah Asep, tambah Asep melalui saluran telpon pada Senin malam (31/3), mengingatkan kita pada Wali Songo yang melakukan dakwah dengan wayang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Yang lebih menarik, kata Asep, pesan-pesan keagamaan yang disampakan Abah Asep bukan soal furu’iyah atau fiqih yang formal, melainkan ajaran Islam universal, misalnya ukhwah Islmiyah, kasih sayang, dan persaudaraan.

Ditanya apakah dakwah dengan wayang masih efektif, Asep Salahudin menjelaskan, bisa ya dan tidak. Menurut dia, setiap media itu memiliki segmennya masing-masing. “Wayang bisa jadi efektif bagi para orang tua.”

Tetapi mungkin tidak efektif bagi anak-anak yang baru lahir 10 tahun belakangan ini. Di samping itu, secara kewilayahan, wayang bisa efektif untuk kalangan pedesaan karena selama ini Abah Asep terbukti? banyak diundang manggung di wilayah itu, jarang di perkotaan.

Dalam dunia pedalangan, Abah Asep melakukan modifikasi dalam segi tema yang keluar dari cerita-cerita umum, juga modifikasi tokoh-tokohnya. “Ia telah berijtihad, melakukan modifikasi untuk mendekatkan wayang di dunia yang cepat berubah ini,” pungkas Asep Salahudin. (Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sejarah, Nahdlatul Ulama, Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 26 Maret 2017

Aklamasi, Muktamirin Terima LPJ PBNU 2010-2015

Jombang,Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sidang pleno Muktamar Ke-33 NU, Senin (3/8), di alun-alun Jombang, dengan agenda pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2010-2015 berlangsung lancar.

Aklamasi, Muktamirin Terima LPJ PBNU 2010-2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Muktamirin Terima LPJ PBNU 2010-2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Muktamirin Terima LPJ PBNU 2010-2015

Forum muktamar menerima LPJ kepengurusan tersebut secara aklamasi. Ringkasan LPJ disajikan dalam naskah 25 halaman dan tayangan dalam bentuk audio visual.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memimpin sidang memaparkan secara rinci hasil kerja lima tahun kepemimpinannya. Ia membaca naskah 25 halaman tersebut yang meliputi prestasi di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, penjagaan dan pengelolaan aset, dan lain-lain.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Kami berterima kasih kepada segenap pengurus NU di berbagai tingkatan atas kerja samanya selama ini," tutur Kang Said, sapaan akrabnya.

Ia menyadari masih ada kesenjangan antara idealisme dan implementasi program selama kepengurusanya. Karena itu pihaknya menerima kritik dan saran pada Selasa besok demi perbaikan kepengurusan PBNU di masa yang akan datang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Berdasarkan Muktamar Ke-32 di Makassar, 2010, KH Said Aqil Siroj mengemban amanah sebagai ketua umum dan KH MA Sahal Mahfudh sebagai rais aam. Wafatnya Kiai Sahal pada Januari 2014 mengangkat KH A Mustofa Bisri sebagai pejabat sementara rais aam yang sebelumnya memikul tanggung jawab sebagai wakil rais aam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Fragmen Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 24 Maret 2017

Mau Jadi Wirausahawan Sukses? Ini Kuncinya

Bandung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?



Tidak sedikit di antara generasi muda yang bingung untuk memulai wirausaha mandiri. Modal seringkali dijadikan alasan sebagai kendala. Padahal tidaklah demikian. Mengenali kebutuhan dan pasar konsumen merupakan salah satu kunci sukses terjun dalam wirausaha.

Pesan itu disampaikan Presiden Ganesha Enterpreneur Club (GEC) Amar Rasyad saat menyampaikan materi kewirausahaan pada Pelatihan Digital Marketing yang diselenggarakan PW GP Ansor Jawa Barat bekerja sama dengan GEC, di Gedung Dakwah PWNU Jabar, Jl.Terusan Galunggung, Kota Bandung, Kamis (8/6).

Mau Jadi Wirausahawan Sukses? Ini Kuncinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau Jadi Wirausahawan Sukses? Ini Kuncinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau Jadi Wirausahawan Sukses? Ini Kuncinya

"Kuncinya kita harus peka dengan apa yang menjadi kebutuhan konsumen," kata Amar.

Amar juga menambakan, untuk memulai terjun dalam bidang wirausaha tidak mesti memiliki modal berkecukupan. Yang terpenting adalah kemauan dan keseriusan untuk kerja keras. Misalnya dengan memulai kerja sama dengan pihak yang sudah menghasilkan barang tertentu.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Tidak mesti kita memproduksi barang sendiri yang belum jelas pasar konsumennya. Kita bisa kerja sama dengan kenalan yang sudah menghasilkan barang, kita terlibat untuk memasarkannya," ujarnya.

Menciptakan barang sendiri bukanlah perkara mudah. Selain butuh modal yang besar, juga belum jelas pemasarannya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain itu, kata Amar, untuk menjadi seorang wirausahawan butuh keberanian, yakni berani untuk mengawalinya dan siap untuk menanggung risiko apapun.

"Jangan pernah putus asa. Terus mau mencoba membangun jejaring dengan komunitas-komunitas wirausahawan," imbuhnya.?

Ia mendorong, agar kader NU dan Ansor untuk banyak terjun dalam mengembangkan wirausaha. Menurutnya, dengan kreativitas masih banyak potensi lokal yang bisa dikembangkan dan memiliki nilai profit.?

Pengalamannya di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam program start-up untuk mengembangkan minat dan potensi wirausaha bagi mahasiswa ITB siap untuk ditularkan bagi generasi muda NU.

Dalam pelatihan sehari yang diikuti peserta kader Ansor, IPNU, IPPNU dan PMII ini juga dibekali dengan teknik pemasaran dengan melalui media digital atau internet.?

Para peserta, oleh Kang Dodi, trainer GEC, dibimbing teknik-teknik optimasi dan diperkenalkan sejumlah tools, agar produk yang dipasarkan dapat dengan maksimal dikenali para konsumen melalui media online. ?

Salah seorang peserta, Muhammad Iqbal, merasa beruntung dapat mengikuti pelatihan ini. Dirinya mengaku sangat termotivasi untuk lebih mengembangkan usaha yang digelutinya yaitu distro kaos melalui pemasaran media online.?

Bentuk pelatihan ini rencananya akan digelar PW GP Ansor Jabar dan GEC secara berkelanjutan. Oleh tim GEC, para peserta akan terus dibina dan didampingi untuk mengembangkan produk dan juga pemasarannya. (Edi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Sunnah, Sejarah, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 23 Maret 2017

Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing

Lombok Tengah, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama akan mengadakan Rapat Kerja Nsional di Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limushibyan Bonder, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara mulai Kamis sampai Ahad (23-26/2).

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Pergunu H. Akhsan Ustadhi, Rakernas tersebut adalah penjabaran dari pokok-pokok yang dibahas di Kongres Pergunu pada 2016 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

Cita Guru NU, Didik Pelajar Kreatif dan Berdaya Saing

“Rakernas menjadi aktualisasi yang telah dihasilkan di kongres dalam bentuk program yang harus dilaksanakan Pergunu dari tingkat pusat sampai anak cabang,” katanya di Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limushibyan pada Kamis malam (23/2).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara Ketua Panitia Rakernas Pergunu Muhammad Zain di tempat yang sama, mengatakan, Rakernas adalah keprihatinan Pergunu akan kondisi dunia pendidikan di Indonesia saat ini.

“Menurut Ketum Pergunu Kiai Asep Abdul Chalim, di Indonesia terjadi pergeseran paradigma dalam pendidikan, sekolah atau guru tak bisa melahirkan anak yang kreatif dan berdaya saing tinggi,” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pokok-pokok pikiran di Kongres Pergunu, lanjut dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, akan diarahkan dalam bentuk program untuk bagaimana caranya membentuk dunia pendidikan yang membuahkan anak kreatif dan berdaya saing tinggi.? ?

Dewan Pakar Pimpinan Pusat Pergunu tersebut, dulu dunia pendidikan Indonesia, dengan segala keterbatasan fasilitas telah melahirkan generasi yang sekarang. Sementara saat ini dengan fasilitas yang lebih baik, seharusnya melahirkan anak didik yang kreatif dan berdaya saing. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Makam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 21 Maret 2017

Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Para calon mahasiswa Indonesia yang mengikuti program strata satu (S-1) pada International University of Africa, Sudan, dan telah lulus seleksi yang diadakan selasa (3/10) lalu akan diberangkatkan setelah lebaran Idul Fitri. Perkuliahan baru dimulai awal November 2006 nanti.

“Kami sangat bahagia dengan kerjasama ini. Kami berharap ini menjadi langkah yang baik untuk mempererat hubungan antara Kudutaan Sudan dengan ormas-ormas Islam di Indonesia,” kata Sekretaris Dua Bidang Kerjasama Kebudayaan dan Informasi Kedutaan Besar Sudan El Rayh A. El Mahdi kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di kantor Kedubes Sudan, Jakarta, Kamis (5/10).

Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran

Dikatakan El Rayh, program pertukaran mahasiswa itu diharapkan dapat menghasilkan perkembangan yang baik dalam kerangka hubungan antara bangsa-bangsa Islam.

5 dari 30 mahasiswa yang dikirim ke Sudan merupakan perwakilan dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU), yakni Muhibbul Jamil (jember), Abdussalam (Cirebon), Karimullah (Jakarta Timur), Aang Mudhi Gozali (Tasik Malaya) yang kesemuanya memilih fakultas syariah, dan Ulfiyatul Abidah (Jakarta Barat) pada fakultas tarbiyah.

“5 Kader NU ini sedianya dipersiapkan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari para syekh di sana, terutama ilmu-ilmu yang tidak dipelajari di sini. Diharapkan tidak hanya sampai S-1 tapi sampai S-3 dengan hasil yang baik,” kata HM. Dawam Sukardi Koordinator Pelaksana Biro Urusan Beasiswa Timur Tengah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selain bebas biaya kuliah para calon mahasiswa dari Indonesia mendapatkan fasilitas berupa asrama, makan-minum dan kebutuhan sehari-hari, buku-buku kuliah. Pada hari-hari liburan para mahasiswa yang memenuhi standar penilaian akan mendapatkan bonus uang saku.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Saat ini para calon mahasiswa sedang menyelesaikan persyaratan teknis seperti pemeriksaan kesehatan, pengurusan paspor dan visa serta penandatanganan perjanjian atau kontrak belajar.

“Ada persyaratan yang sangat baik dan harus ditandatangani oleh para mahasiswa dari Indonesia, yakni para mahasiswa tidak boleh tinggal bersama dalam satu asrama dengan rekan senegaranya. Ini penting agar mereka dapat mengenal banyak budaya dari negara-negara Islam yang lain. Kalau ingin berorganisasi ya di luar asrama,” kata Dawam. (nam)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tokoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 14 Maret 2017

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah

Bojonegoro, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Jauhari Hasan mengatakan, ajaran Islam melarang berhubungan suami istri tanpa akad pernikahan (zina). Bahkan, prilaku mengarah zina, seperti pergaulan bebas pun tidak dibolehkan.

Selain terlarang dalam agama, pergaulan bebas juga bisa menyebabkan penyakit HIV/AIDS. “Pergaulan bebas menyimpang dari syariat islam. MUI miris melihat pergaulan bebas yang semakin marak terjadi,” ujarnya kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan saat ditemui di masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Rabu, (26/2).

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Miris Pergaulan Bebas, MUI Bojonegoro Siap Tingkatkan Dakwah

Pria asal Kabupaten Tuban tersebut juga berpendapat, tidak mempersoalkan penggunaan kondom agar tidak terjangkit HIV/AIDS. Tapi jangan sampai perzinaan terjadi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Jika sudah berkeluarga dengan pernikahan sah, karena suami atau istri terkena HIV/AIDS, diperkenankan menggunakan kondom agar tidak terjangkit penyakit berbahaya tersebut.

Ia menambahkan, untuk menyikapinya soal pergaulan bebas, MUI akan meningkatkan dakwah dan penyuluhan. “Solusinya sulit karena nafsu, tetapi kalau tidak dibentengi akan merusak umat. Apalagi MUI prihatin, remaja sekarang 90% pacaran menjurus perzinahan,” ucapnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Guru MAN 2 Bojonegoro itu setiap mengajar, selalu memberikan motivasi kepada siswa-siswinya agar tidak pacaran. Serta memotivasi, untuk menjauhi pergaulan bebas.

Perhatian orang tua juga memberikan peran sentral dalam melakukan pengawasan pada anaknya, karena seorang anak juga menjadi tanggung jawab orang tua selain pihak sekolah. “MUI mengimbau kepada orang tua mengawasi putra-putri agar bertindak positif dan tidak melanggar aturan Allah,” imbuhnya. [M. Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Kiai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Enam Tahun Radio Komunitas Best FM Tebar Damai

Cirebon, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sejak didirikan pertama kali pada tahun 2008, Radio Komunitas (Rakom) 107,7 Buntet Pesantren (Best) FM Cirebon sudah melewati tahun ke enam. Best FM sebagai media penyiaran memegang semangat menebarkan pesan-pesan kedamaian ala Islam Pesantren kepada warga pendengar.

Enam Tahun Radio Komunitas Best FM Tebar Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Tahun Radio Komunitas Best FM Tebar Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Tahun Radio Komunitas Best FM Tebar Damai

Demikian dituturkan Ketua Badan Pelaksana Penyiaran Komunitas (BPPK) Best FM Ahmad Rovahan saat ditemui Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan terkait digelarnya peringatan Hari Jadi ke-6 Rakom Best FM di Buntet Pesantren Cirebon, Jumat (21/2).

“Sesuai dengan semangat awal pendiriannya, Best FM merupakan radio benteng bagi masyarakat pendengar agar terhindar dari beberapa radio yang cenderung memiliki konten penyiaran bernilai provokatif dengan mengatasnamakan radio dakwah,” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rovahan melanjutkan, saat ini desakan radio-radio dakwah menjadi masalah penting untuk diamati. Pasalnya, radio-radio tersebut kerap menyajikan konten penyiaran berupa kritik bahkan ejekan terhadap tradisi yang selama ini menjadi milik masyarakat pesantren.

“Beberapa radio sering menyindir amaliah masyarakat pesantren semisal tahlil, marhabanan, tawassul, dan lain-lain. Yang sangat disayangkan, radio dakwah yang terkesan provokatif tersebut berlindung dengan mengatasnamakan sebagai radio komunitas,” terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain itu,  Best FM juga mengemas beberapa konten guna melancarkan pesan-pesan perdamaian ala Islam Pesantren.

“Beberapa kali secara rutin kami menggelar talkshow dan dialog bersama kiai muda, temanya umum dan bermuatan wacana sosial. Tujuannya, agar masyarakat bisa dengan lebih mudah menyerap kajian-kajian sosial kemasyarakatan pesantren,” ungkap santri yang juga sebagai Pengurus Jaringan Radio Komunitas (JRK) Provinsi Jawa Barat tersebut.

Diakui Rovahan, keberadaan Best FM hingga tahun ke enam ini juga merupakan hasil dari dukungan segenap kiai di Buntet Pesantren. Soal keterbatasan sumber daya karena berhadapan dengan rutinitas pengajian pesantren, beberapa kiai menyarankan agar radio dengan studio yang sangat sederhana ini bisa tetap beroperasi agar bisa berjalan sesuai fungsinya.

“Bahkan salah satu kiai pernah dawuh, jika kekurangan orang untuk bersiaran, putar saja lagu-lagu Ummi Kultsum, yang penting masyarakat bisa terhindar dari konten-konten penyiaran radio dakwah yang terkesan provokatif,” katanya.

Dalam menjalankan aktivitasnya, Rakom Best FM memberikan tempat untuk mendengarkan pengajian secara langsung di studio bagi santri yang asramanya terdapat kebijakan pelarangan penggunaan radio. Selebihnya, beberapa kajian kitab kuning kerap disiarkan secara langsung bagi 52 asrama yang terdapat di Buntet Pesantren Cirebon dan masyarakat sekitarnya. (Sobih Adnan/Alhafiz K)



Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Wamenkes: RSNU Jombang Dapat Bantuan Enam Miliar

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pada acara halal bihalal dan silaturahim pemegang saham Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU), Wakil Menteri Kesehatan RI Ali Ghufron Mukti memaparkan bahwa Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, Jawa Timur, mendapat bantuan Rp 6 Miliar dari APBN.

Wamenkes: RSNU Jombang Dapat Bantuan Enam Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Wamenkes: RSNU Jombang Dapat Bantuan Enam Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Wamenkes: RSNU Jombang Dapat Bantuan Enam Miliar

Dalam kesempatan tersebut Wamenkes juga menyampaikan apresiasinya terhadap pengelolaan RSNU Jombang yang mengalami perkembangan cukup pesat. “Kebersihan di lingkungan RSNU sangat bagus. Tadi saya juga melihat ruangannya tertata rapi,” ujarnya di depan ribuan Nahdliyin yang hadir Selasa (26/08) malam.

Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf yang juga hadir menyatakan, Pemprov Jatim akan selalu mendukung pengembangan RSNU Jombang ke depan. Bahkan dia juga meminta Kementerian Kesehatan agar bisa membantu pemenuhan fasilitasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Semuanya harus saling mendukung demi kebutuhan bersama, terutama Menteri Kesehatan yang mempunyai kewenangan di bidang ini. Agar masyarakat, khususnya warga Nahdliyin bisa berobat gratis dengan pelayanan yang baik pula,” jelasnya sembari mengumbar senyum.

Menurut Bambang, Direktur RSNU Jombang, pesatnya perkembangan RSNU dirasakan sejak awal tahun 2014. “Program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang dipercayakan kepada kami sejak awal tahun ini, sangat membantu percepatan pengembangangan Rumah Sakit. Walaupun masih berumur tiga tahun jumlah pasien setiap harinya terus bertambah,” terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Laporan ini tentu membuat senang para pemilik saham yang juga berkumpul di GOR Merdeka Jombang. Karena investasinya pada aset PCNU Jombang tersebut menuai hasil yang menjanjikan.

Sementara Ketua Tanfidhiyah PCNU Jombang, Isrofil Amar merasa bangga mempunyai lembaga kesehatan yang terus berkembang. “Kami bersyukur bisa membantu masyarakat terlebih warga Nahdliyin agar bisa lebih mudah dalam memperoleh pelayanan kesehatan,” ungkapnya di atas podium. Selama ini Nahdliyin memang sudah mendapat prioritas dengan pelayanan gratis sepenuhnya bagi yang memegang kartu BPJS.

Silaturahim yang ditutup pukul 23.00 dihadiri para sesepuh dan ulama Jombang seperti Rais PCNU Jombang Kiai Nasiruddin dan Kiai Masduki. Turut hadir pula Bupati Jombang Nyono Suharli didampingi Wakil Bupati Munjidah Wahab yang keduanya juga kader Nahdlatul Ulama. (Romza/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah, Amalan, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 13 Maret 2017

Ribuan Nahdliyin Memeriahkan Pelantikan PWNU Sulsel

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ribuan Nahdliyin ikut mengantar prosesi pelantikan PWNU Sulawesi Selatan (Sulsel) masa khidmat 2013-2018 dibawah kepemimpinan KH Muh. Sanusi Baco sebagai rais syuriyah dan Prof Dr Iskandar Idy sebagai ketua tanfidziyah.

Berbagai usur warga NU hadir, diantaranya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Sulawesi Selatan, pengurus banom se-Sulawesi Selatan, dan tentunya masyarakat NU pada prosesi pelantikan PWNU Sulsel yang berlangsung meriah di Hotel Sahid Makassar, (6/6/2013).

Ribuan Nahdliyin Memeriahkan Pelantikan PWNU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Memeriahkan Pelantikan PWNU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Memeriahkan Pelantikan PWNU Sulsel

Sholawat pun menggema di Ballroom hotel, ketika prosesi pelantikan mulai berlangsung. Tampak hadir H Jusuf Kalla, Gubernur Sulawesi Selatan, Sekretaris Jenderal PBNU, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, HM Aksa Mahmud, Andi Djamaro Dulung, Rektor Universitas Islam Makassar, Walikota/Bupati se-Sulawesi Selatan, Kepala Dinas se-Sulawesi Selatan, Rekor UMI, Pangdam Wirabuana, Kapolda Sulselbar, dan masih banyak tokoh-tokoh Sulawesi Selatan lainnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Prosesi pelantikan pun berlangsung khidmat, ketika Sekretaris PWNU Sulsel Prof Dr H Arfin Hamid, MH membacakan naskah Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tentang Pengesahan. Setelah prosesi pelantikan PWNU Sulsel masa khidmat 2013-2018 yang langsung dilantik oleh Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhudi sudah selesai.

Dalam sambutannya. Marsudi Syuhud menyampaikan pesan untuk mengembalikan NU di pesantren, sehingga PWNU Sulsel kali ini diminta untuk lebih konsentrasi dalam dunia pendidikan dan berharap untuk tetap menjaga kesolidan untuk membangun NU Sulsel yang lebih baik.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sedangkan dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengajak semua pengurus NU Sulsel yang baru dilantik untuk bersama-sama membangun Sulawesi Selatan yang jauh lebih baik dan jangan sungkan untuk menegur apabila dalam kepemimpinannya, jauh dari ulama, khususnya NU Sulawesi Selatan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor:Andi Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ubudiyah, Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 12 Maret 2017

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU

Rembang, NU 0nline. Di pengujung tahun 2013, Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyelenggarakan lomba melantunkan Mars Fatayat NU. Lomba ini diikuti sembilan perwakilan Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU setempat.

Kegiatan yang digelar di lantai dua Kantor PCNU Rembang, Jalan Pemuda Tawang Sari Rembang, Sabtu (28/12) pagi, ini dilaksanakan untuk lebih memahami inti sari dari syair mars. Ketua panitia penyelenggara, Eva Nurlatifa, mengatakan, para kader diharapkan mampu menghafal lagu kebanggaan remaja putri NU itu.

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU

Bukan hanya lomba, kata Eva, kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi antarpengurus Fatayat NU se-Rembang dalam rangka koordinasi. Fatayat NU Rembang menginginkan para pengurus dapat bersinergi mengembangkan Fatayat NU agar lebih bermanfaat di masyarakat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah Khizanatur Rahmah, dalam sambutanya mengajak para kader lebih jeli dalam menentukan pilihan pemimpin di tahun 2014.

“Tahun yang akan datang menjadi tantangan bagi masyarakat NU. Pastilah Nahdliyin akan menjadi incaran bagi orang yang berkepentingan untuk mencalonkan diri, maju sebagai perwakilan masyarakat di parlemen,” katanya Khizanatur Rahmah.

Ketua PC Fatayat NU Rembang Miftahul Muhimmah menjelaskan, perlombaan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sejenis yang pernah diadakan pada periode kepengurusan yang lalu. Dia berharap, lomba melantunkan Mars Fatayat sering dilakukan agar kader bisa mendalami arti yang terkandung dalam syair tersebut. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hikmah, IMNU, Doa Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 11 Maret 2017

Jelang Natal GP Ansor NTT dan Pemuda Lintas Agama Duduk Bersama

Kupang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor NTT gelar diskusi terbatas pemuda lintas agama di Sekretariat PWNU NTT Jalan W. H. M Oematan Kelurahan Kelapa Lima Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Jumat (23/12). Mereka mendeklarasikan NTT Damai yang memuat sembilan butir pernyataan.

Dalam pertemuan itu seluruh perwakilan pemuda menyatakan mendukung deklarasi cinta damai untuk pemuda dari NTT untuk Indonesia dan melahirkan beberapa poin rekomendasi masing-masing OKP.

Jelang Natal GP Ansor NTT dan Pemuda Lintas Agama Duduk Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Natal GP Ansor NTT dan Pemuda Lintas Agama Duduk Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Natal GP Ansor NTT dan Pemuda Lintas Agama Duduk Bersama

Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis menegaskan, diskusi terbatas GP Ansor bersama pemuda lainnya adalah bentuk nyata pemuda harus duduk bersama untuk membicarakan berbagai dinamika dari daerah. Pemuda adalah pemimpinan masa depan bangsa.

"Pemuda duduk bersama untuk membicarakan kemajuan bangsa," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hadir dalam pertemuan ini Kasat Binmas Polres Kupang Kota, Pimpinan Laskar Merah Putih NTT, Ketua Budha NTT, Ketua Pemuda Hindu NTT, Ketua GMKI Kupang, HMI Kupang, PMII Kupang, Kahmi Kota Kupang, GP Ansor Kota Kupang, Fatayat serta Muslimat NU NTT, dan perwakilan media cetak serta beberapa undangan lain dari OKP lokal. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Berita, Nahdlatul Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 07 Maret 2017

Pendekar Pagar Nusa Juga Bantu Korban Banjir

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Para pendekar yang tergabung di Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa juga membantu warga korban banjir di bantaran Ciliwung Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta.

Menurut Sekretaris Umum Pagar Nusa, M. Nabil Harun, timnya sudah dari hari Selasa mendirikan Posko banjir di kelurahan tersebut.

Pendekar Pagar Nusa Juga Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendekar Pagar Nusa Juga Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendekar Pagar Nusa Juga Bantu Korban Banjir

“Kami akan tetap di Posko sampai banjir benar-benar usai,” katanya kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, di Posko Pagar Nusa, Ahad, (20/01).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Nabil menambahkan, membantu korban banjir adalah bagian dari jiwa kependekaran yaitu sikap setia kawan dan tolong-menolong kepada sesama yang membutuhkan. “Dan tentunya tanpa melihat latar belakangnya,” tegasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sejak didirikan, Posko tersebut jadi tempat distribusi bantuna bahan makanan, minuman untuk warga. Hari ini Pagar Nusa kembali akan menyalurkan bantuan yang disumbang Kemenakertrans.

Salah satu kesaksian warga kepada pandekar Pagar Nusa disampaikan salah seorang anggota Forum Pemuda Bidaracina, Andi Candra. “Selasa malam, Pagar Nusa datang dengan dua perahu karet untuk membantu evakuasi warga,” terangnya.

Lebih jauh, pria berusia 38 tahun menjelaskan, Kelurahan Bidaracina dilanda banjir setidaknya 5 tahun sekali. “Yang terparah tahun 2002 dan 2007,” katanya.

Seperti diketahui, sejak hari Senin lalu, 3 RW yaitu RW 2, 3, dan 15, dilanda banjir. Sekitar 500 warga mengungsi di kantor-kantor RW, di sekolah dan rumah-rumah sekitar yang tidak terkena banjir.

Dalam pantauan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, siang ini Ciliwung sudah surut. Sementara warga sibuk membersihkan lumpur yang memenuhi rumah mereka. “Membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk membersihkannya,” pungkas Andi.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax, Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi

Bandar Lampung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 ? Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) resmi dibuka pada Jumat malam (1/4), di Pondok Pesantren Marfaatuddiniyyah Al-Islamiyah Kaliawi Bandar Lampung. ? Meskipun hujan mengguyur sepanjang malam, acara yang secara resmi dibuka Rais Syuriyah PBNU,? ? KH. Ishomuddin ini berlangsung khidmat dengan diawali lantunan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan Syubbanul Wathan dan Mars KMNU oleh para peserta.

Agenda Rakernas yang mengusung tema "Revitalisasi Peran Mahasiswa NU dalam Dakwah di Era Teknologi Guna Memperkuat Pilar-pilar Bangsa" ini dihadiri 58 peserta perwakilan KMNU dari 12 Perguruan Tinggi di Indonesia. Rencananya, ? acara ini akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad, (1-3/4).

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi

Dalam sambutannya, KH Ahmad Ishomuddin kembali mengingatkan tugas mahasiswa NU untuk menjaga perjuangan nilai-nilai Aswaja, terutama di kampus-kampus yang mulai didominasi oleh aliran-aliran Wahabi dan Salafi. Beliau menjelaskan pilar- pilar yang harus dimiliki seluruh mahasiswa NU untuk merebut kembali dominasi tersebut. ? Pilar- pilar yang dimaksud di antaranya, At-taaruf bi nahdlatil ulama (Mengenal seluk-beluk Nahdlatul Ulama), Al-mujahadah bi Nahdlatil Ulama (Bersungguh-sungguh), As-sobru bi Nahdlatil Ulama ? (sabar dalam berjuang) dan terakhir At-tsiqotu bi nahdlatil ulama (teguh berkeyakinan).

Kiai yang akrab dipanggil Gus Ishom ini mengukapkan keyakinannya yang tinggi bahwa nantinya akan lahir dari kader-kader KMNU ini yang berjuang meneruskan estafet kepemimpinan dan kepengurusan di tubuh NU ke depan.? (Red)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal, Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 06 Maret 2017

Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin

Sidoarjo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, ristek dan dikti, Syaikhul Islam Ali meminta Lapindo Brantas Inc untuk menghentikan rencana pengeboran gas dan minyak di sumur Tanggulangin I desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Menurut Syaikhul, pengeboran harus jauh dari pemukiman warga.

"Jangan ngebor di situ karena dalam Industri Migas sesuatu yang sangat dihindari. Jarak 10-20 meter dari perkampungan warga harus dihindari. Karena sangat mengutamakan safety. Jadi harus dihentikan. Selain dekat dengan warga juga dekat dengan semburan lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo," tegas Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Senin (11/1).

Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin

Menurutnya, dalam proses pengeboran harus ada izin dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat, izin dengan SKK Migas (rencana kerja dan anggaran), ada juga izin keselamatan pengeboran dari Dirjen ESDM.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Sementara Lapindo ini bermasalah di ketiganya. Pertama izin lama dan belum dievaluasi oleh Lapindo. Ada izinnya, tapi itu izin lama. Kita juga harus melihat dampaknya yang pernah terjadi sebelumnya. SKK Migas juga menggunakan izin lama. Terus khusus izin dari Dirjen Migas ternyata belum ada izinnya," ungkap putra pemangku pesantre Bumi Sholawat itu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Gus Syaikhul menjelaskan bahwa peristiwa semburan lumpur Lapindo itu membawa dampak luar biasa bagi masyarakat Sidoarjo. Untuk itu, sebelum dilakukan pengeboran kembali harus dievaluasi dan dikaji ulang izinnya.

Ia sebelumnya juga pernah mengirimkan surat kepada Kepala satuan kerja khusus pelaksana kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi, Kamis 7 Januari 2016.

Surat yang bernomor 001//A.63/DPR-RI/V/2016 itu tertulis bahwa Komisi VII dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta kejelasan terhadap rencana pengeboran sumur di Tanggulangin I oleh pihak Lapindo Brantas Inc di Desa Kedungbanteng Tanggulangin Sidoarjo.

"Kami mengklarifikasi izin kepada SKK Migas, terkait semua perizinan yang dimiliki Lapindo. Karena menurut Lapindo mereka disuruh SKK Migas. Blok Brantas luas, jangan mengebor di daerah berbahaya. Cari di sana yang jauh dari pemukiman warga. Lapindo kan punya lokasi pengeboran selain di Sidoarjo?" cetusnya.

Lebih jauh Gus Syaikhul menyebutkan, terkadang daerah tidak bisa menolak kalau perizinannya turun dan sudah lengkap. Pasalnya, daerah juga tidak mau dianggap menghambat investor. Namun, di sisi lain SKK Migas tidak harus memperhatikan perizinan di atas meja saja. Tetapi, juga melihat kondisi di luar sana.

Semua pihak harus mengambil pelajaran terkait semburan Lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo, baik SKK Migas, Pemkab Sidoarjo maupun warga Sidoarjo Itu lebih dari cukup kerugian, baik materil maupun immateril. Sekarang juga masih belum selesai.

"Pertama, manusia harus diperioritaskan dari pada sekadar mengeruk sumber daya alam. Jadi kalau masyarakat menolak, itu artinya harus dilihat sebagai aspirasi, bukan direpresi dengan polisi dan tentara. Kedua, benefitnya untuk Sidoarjo tidak banyak. Ini jadi persoalan, karena itu sebagai uang jajan saja dari Lapindo dan besarannya tidak pasti sangat kecil sekali. Sementara risikonya sangat besar dengan kerugian sangat besar," ujarnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Jadwal Kajian, Makam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 04 Maret 2017

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

London, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Berbagai benncana yang menimpan Indonesia baik di Gunung Merapi, Wasior, maupun tsunami Mentawai menjadikan empati mahasiswa muslim berbagai negara di Rusia dan membantunya melalui "Gerakan 100 Rubel". Selain sholat ghaib di kampus Patric Lumumba (RUDN), Moskow, Rusia, mereka juga mengumpulkan uang.

"Bagi kami, bencana yang terjadi di Indonesia adalah bencana kita semua umat Islam di dunia. Untuk itu, kami berdoa bersama untuk saudara-saudara kita itu,"tutur mahasiswa kedokteran asal Komo Astrov, Afrika, Usman dan Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA), Khoirul Rosyadi, Senin (15/11).

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

Dalam sholat ghoib yang difasilitasi itu diikuti tidak kurang dari 20 mahasiswa asing yang ada di Rusia serta mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Sholat Ghaib ini adalah bentuk empati kami, bahwa Indonesia adalah saudara kami,”ujar mahasiswa S3 jurusan sejarah Patric Lumumba, asal Yaman, Muhammad Siyagi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Khoirul Rosyadi, Sholat Ghoib oleh mahasiswa asing yang ada di Rusia tersebut, merupakan salah satu acara rangkaian yang dikoordinir oleh PERMIRA untuk bencana yang terjadi di Indonesia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain sholat ghaib juga mengadakan acara penggalangan dana untuk korban bencana. Dalam acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu, PERMIRA menggelar acara pentas amal seni oleh mahasiswa dan warga negara Indonesia yang ada di Rusia.

Sekretaris PERMIRA, Adniel Roemza, mengatakan, dalam acara gerakan 100 Rubel untuk Indonesia, dipentaskan, puisi, lagu, monolog, dan tari-tarian Indonesia oleh mahasiwa dan pelajar Indonesia yang ada di Rusia. Acara itu digelar di Kedubes RI.

Sementara itu, ketua Fungsi Pensosbud, KBRI Moskow, M Aji Surya, mengatakan, apa yang dilakukan PERMIRA merupakan bentuk dari kepedulian mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Semoga niat baik ini juga menghasilkan hal yang baik pula," katanya.

Sedangkan, Asep Indra Maulana, ketua pelaksana acara tersebut menjelaskan, acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini, tidak saja diikuti oleh warga Indonesia yang ada di Rusia tetapi juga dari berbagai negara. Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini dihadiri oleh masyarakat Indonesia yang ada di Rusia dan juga warga Rusia yang peduli bencana Indonesia.

Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu akan berlangsung selama satu minggu.  Di hari pertama, Gerakan 100 rubel untuk Indonesia tersebut, terkumpul uang sebesar 30.350 rubel dan 155 Dolar Amerika. "Jumlah yang terkumpul itu, hanya di kota Moskow, Kota-kota yang lain belum terhitung,"demikian Adniel Roemza, sekretaris PERMIRA.(amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

MSQ, Berikan Kesempatan Mahasiswa Tafsirkan Al-Qur ‘an

Yogyakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Para delegasi memenuhi ruang teatrikal Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta dalam rangka mengikuti Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) tingkat nasional pada Senin (18/2). Mereka merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

MSQ, Berikan Kesempatan Mahasiswa Tafsirkan Al-Qur ‘an (Sumber Gambar : Nu Online)
MSQ, Berikan Kesempatan Mahasiswa Tafsirkan Al-Qur ‘an (Sumber Gambar : Nu Online)

MSQ, Berikan Kesempatan Mahasiswa Tafsirkan Al-Qur ‘an

Para peserta berasal dari dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Bandung, dan berbagai perguruan tinggi lainnya. 

Menurut Ainun Najib, penanggungjawab MSQ kali ini, ditemui oleh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di tengah-tengah kesibukannya Selasa (19/2), secara keseluruhan peserta berjumlah 57 orang yang terbagi ke dalam 19 kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah tiga orang, masing-masing sebagai qari’, syaarih (yang menjelaskan kandungan ayat yang dibacakan oleh qari’), serta penerjemah ayat yang dilantunkan oleh qari’. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebagai juri syarah, hadir Abdul Mustaqim. Sedangkan juri tarjamah yaitu Nur Azam, dan dalam hal qiro’ah yang menjadi juri adalah Ustadz Harpiyanto.   

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Najib, lomba ini bertujuan untuk memeriahkan acara milad Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyah Qurro’ wal Huffazh (JQH) al-Mizan yang ke-14. Namun secara khusus, Najib menyebutkan bahwa acara ini diadakan agar para mahasiswa lebih memahami Al-Qur’an sera lebih kreatif dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. 

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan RMI NU, Pesantren, Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan