Senin, 31 Juli 2017

Radio Aswaja Jember Berdiri

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Untuk memperluas jangkauan dakwah, PCNU Jember mendirikan stasiun radio komunitas. Radio yang mengudara melalui frekuensi 97,3 MHz tersebut, sudah memulai uji coba sejak seminggu yang lalu.

Radio Aswaja Jember Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Aswaja Jember Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Aswaja Jember Berdiri

Menurut Sekretaris PCNU Jember, KH. Misbahussalam, radio tersebut kelak akan dipergunakan untuk memperluas jangkauan pengajian Aswaja dalam acara lailatul ijtima’ setiap Selasa kliwon di aula kantor NU Jember.

“Jadi nanti, pengajian yang diasuh KH. Muhyiddin (Rais Syuriyah PCNU Jember) itu akan disiarkan langsung melalui radio itu, sehingga bisa diterima oleh warga Jember, tanpa harus datang ke kantor NU,” tukasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Misbah menambahkan, setiap Banom NU nanti akan diberi waktu untuk menyiarkan programnya di radio komunias tersebut. Dengan begitu, katanya, masyarakat akan tahu kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing Banom NU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Misalnya hari ini bagiannya LP Ma’arif, besok bagian LDNU dan  seterusnya. Soal formula acara diserahkan kepada Banom. Yang pasti semua ini untuk syiar Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah,” lanjutnya sambil menambhkan bahwa MWCNU Tanggul, sudah lama punya radio komunitas.

Dalam tahap uji coba ini, Radio Aswaja NU Jember, hanya mengudara antara pukul 09.00 hingga 13.00, dengan memutar lagu-lagu gambus, dan sesekali memutar rekaman ceramah dari kiai NU yang mengisi pengajian di beberapa tempat.

“Ya kita masih sebatas ini, masih uji coba, dan kita akan lihat respon masyarakat juga,” jelas Hasani, relawan yang tinggal di Kantor PCNU Jember. (aryudi a. Razaq/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kader IPPNU Korban Bom Kampung Melayu Masih Dirawat di RS

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Teror bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta timur, Rabu malam (24/5) lalu menyebabkan tiga anggota polisi meninggal dunia dan 6 polisi luka-luka. Selain itu juga terdapat 5 warga sipil menjadi korban luka, salah satunya Susi Afitriyani yang merupakan aktivis Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Brebes.

Korban yang akrab disapa Pipit adalah warga Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Brebes, Jawa Tengah. Pipit merupakan mahasiswi yang tengah menimba ilmu di Universitas Azzahra Jakarta. Hingga kini ia masih menjalani perawatan intensif di RS Budhi Asih Kramatjati, Kota Jakarta Timur.

Kader IPPNU Korban Bom Kampung Melayu Masih Dirawat di RS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPPNU Korban Bom Kampung Melayu Masih Dirawat di RS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPPNU Korban Bom Kampung Melayu Masih Dirawat di RS

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Puti Hasni beserta rombongannya membesuk Susi Afitriyani di rumah sakit itu, Sabtu (27/5). Puti didampingi Bendahara Umum Ainun Nikmah melihat secara langsung kondisi korban.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Korban merupakan kader IPPNU asal Brebes yang pernah menjabat sebagai ketua komisariat MTs, ketua ranting , dan sempat menjadi pengurus Pimpinan Cabang IPPNU Brebes," jelas Ainun saat ditemui usai menjenguk korban.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Ain, sapaan akrab Bendahara Umum PP IPPNU itu, Pipit mengalami patah tulang di lengan bagian kiri karena hempasan ledakan. Korban mendapat jahitan di punggung karena luka serpihan dan luka-luka di kaki. "Korban terkena ledakan pertama.? Lalu berlari ke polisi untuk minta pertolongan sebelum adanya ledakan kedua," tutur Ain

Selain itu Puti juga menyampaikan bela sungkawa dan memberikan semangat untuk Pipit dan keluarganya.

"Saya mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu beberapa hari yang lalu. Apa pun motifnya, teror tidak sesuai dengan ajaran agama mana pun," kata Puti usai menjenguk Pipit.

“IPPNU mendesak polisi dan aparat hukum mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban," ujarnya

Puti juga mengajak semua elemen masyarakat turut waspada sedini mungkin terhadap potensi terorisme di lingkungan masing-masing. Ia juga meminta pemerintah semakin aktif menggencarkan pendekatan lembut dalam menangkal radikalisme dan ekstremisme dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.

Mengenai hal tersebut, Puti menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan kader IPPNU di mana pun berada agar selalu mendakwahkan Islam Rahmatan lil aalamiin, mengajak semua masyarakat untuk selalu merawat kebinekaan, dan menghormati setiap perbedaan, serta berkampanye perdamaian tanpa lelah. (Anty Husnawati/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Olahraga, Kyai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 29 Juli 2017

Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat

Kapan pertama kali Syekh Mahfuzh Termas (Al-Imam al-‘Allamah al-Faqih al-U?li al-Mu?addith al-Muqri Mu?ammad Ma?f?z bin ‘Abdullah, bin ‘Abdul Mannan at-Tarmasi al-Jawi al-Makki ash-Syafi‘i, 1868-1919) bertemu dengan Kiai Sholeh Darat (Al-‘Alim al-‘Allamah Mu?ammad ?ali? bin ‘Umar as-Samarani, w.1903)? 

Barangkali jawabannya terjadi pada akhir 1870-an. Ketika itu, Mahfuzh kecil dibawa oleh ayahnya, Kiai ‘Abdullah, untuk mondok di Pesantren Darat yang diasuh oleh Kiai Sholeh Darat, seorang kiai yang telah terkenal kealimannya pada masa itu. Kiai ‘Abdullah jelas telah mengenal Kiai Sholeh Darat di Mekkah, di mana hingga kelahiran Mahfuzh beliau masih berada di sana.

Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Syekh Mahfuzh Tremas dan Kiai Sholeh Darat

Dalam pengantar karyanya Kifayat al-Mustafid Lima ‘Ala Min al-Asanid, Syekh Mahfuzh menceritakan proses mengajinya sebagai berikut:

Di antara para syekhkku yang mulia dan mendalam ilmunya … adalah al-‘Allamah asy-Syekh Mu?ammad ?ali? bin ‘Umar as-Samarani: Aku mengikuti pengajian beliau dalam Tafsir al-Jalalain secara keseluruhannya sebanyak dua kali, Syar? asy-Syarqawi ‘Ala al-?ikam begitu juga (dua kali khatam, ed.), Wasila(tu?) -?ullab, dan Syar? al-Mardini dalam ilmu astronomi. (Ma?f?z, Kifayat al-mustafid, 7)

Dalam daftar guru yang disusun Syekh Mahfuzh di atas, Kiai Sholeh menempati urutan kedua setelah ayah beliau. Hal ini dapat mengindikasikan paling tidak satu dari dua hal berikut. Pertama, Kiai Sholeh adalah guru pertama setelah ayah Syekh Mahfuzh sendiri. Artinya, daftar itu disusun berdasarkan urutan kronologis. Kedua, daftar ini disusun berdasarkan urutan pengaruh. Artinya, Kiai Sholeh dinilai oleh Syekh Mahfuzh sebagai guru yang paling berpengaruh dalam kehidupan beliau, setelah sang ayah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Syekh Mahfuzh jelas merupakan murid yang istimewa di mata sang guru. Hal ini dapat disimpulkan dari keinginan beliau menjadikan Syekh Mahfuzh sebagai menantu. Iya! Syekh Mahfuzh-lah yang pertama kalinya dikehendaki menjadi menantunya. Namun, kita ketahui bahwa, Kiai Dahlan-lah, adik dari Syekh Mahfuzh yang akhirnya menjadi menantu Kiai Sholeh. Apa yang terjadi? Berikut kisahnya sebagaimana dituturkan Drs. KH Fathurrahim kepada penulis setahun yang lalu.

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhlas (Nuris), Jembrana, Bali, ini mengatakan bahwa tanda dari keinginan Kiai Sholeh ingin menjadikan Syekh Mahfuzh sebagai menantu sangat jelas. Keturunan Kiai Sholeh Darat dari Kiai Dahlan at-Tarmasi ini mengisahkan bahwa Kiai Sholeh sering sekali memberikan hadiah untuk Syekh Mahfuzh. Hadiah ini beragam, mulai dari pecis, baju, sarung dan lainnya. Hal ini ditangkap jelas oleh Syekh Mahfuzh bahwa Kiai Sholeh ingin menjadikannya sebagai menantu. 

Namun, Syekh Mahfuzh justru selalu memberikan hadiah dari Kiai Sholeh kepada adiknya, Kiai Dahlan. Kiai yang dikenal sebagai ahli astronomi, sehingga beliau dijuluki Kiai Dahlan al-Falaki, selalu menerima pemberian itu. Suatu ketika, barangkali saat itu Kiai Sholeh menilai bahwa anak perempuannya telah siap untuk menikah, beliau datang berkunjung ke rumah Kiai ‘Abdullah. Kali ini beliau menyatakan secara jelas bahwa beliau hendak menjalin hubungan besan dengan Kiai ‘Abdullah dengan melamar Syekh Mahfuzh untuk putri Kiai Sholeh, Raden Adjeng Siti Zahroh.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Keluarlah ke sini wahai yang hendak menjadi calon menantuku!” ucap Kiai Fathurrahim menceritakan ucapan Kiai Sholeh.

Syekh Mahfuzh meminta adiknya untuk memakai seluruh hadiah yang pernah ia berikan, yaitu hadiah yang sebenarnya dari Kiai Sholeh. Beliau lalu mengajak sang adik untuk menghadap Kiai Sholeh. Ketika berada di hadapan Kiai Sholeh, Syekh Mahfuzh berkata,

“Yang memakai seluruh pemberian Mbah Yai inilah yang menjadi calon menantu Mbah Yai.”

Kiai Dahlan yang tidak tahu apa-apa, saya kira tentunya cukup kaget dengan ucapan kakaknya itu. Namun, beliau diam saja mengikuti rencana sang kakak. Barangkali, sebagian kita akan menduga bahwa Kiai Sholeh akan marah karena “ditolak” oleh Syekh Mahfuzh. Namun hal itu keliru, Kiai Sholeh menerima perubahan calon menantunya.

“Baiklah! Tidak mengapa, asalkan aku bisa berbesan dengan Kiai ‘Abdullah,” ucap Kiai Sholeh.

Dari sinilah terjawab teka-teki pernikahan Kiai Dahlan at-Tarmasi dengan Raden Adjeng Siti Zahroh. Kiai Dahlan sendiri adalah santri Kiai Sholeh di Pesantren Darat.

Di akhir perbincangan kami, Kiai Fathurrahim berpesan agar saya mencarikan sebuah kitab falak karya Kiai Dahlan yang menurutnya ada di Belanda. Sejauh saya mencari, terutama di Perpustakaan Leiden, saya tidak menemukan kitab tersebut. Barangkali ada yang tahu kitab falak karya Kiai Dahlan at-Tarmasi, bisa tolong bantu kami? (Nur Ahmad, Wakil Sekretaris PCINU Belanda 2017-2019, Alumni Master’s Vrije Universiteit Amsterdam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sejarah, Amalan, Syariah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 26 Juli 2017

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sejumlah alumni perguruan tinggi dan ma’had di Suriah yang berasal dari Indonesia mengadakan pertemuan di Jakarta, Sabtu-Ahad (28-29/3). Mereka memastikan tidak ada alumni yang terlibat dalam kelompok teroris ISIS yang berpusat di Suriah dan Irak.

Pertemuan juga dihadiri sejumlah warga dan pengajar asal Suriah. Berikut ini bunyi lengkap rekomendasi pertemuan alumni tersebut:

--

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV

Pada acara pertemuan dan silaturahim nasional yang ke-4, dilaksanakan di Villa SM. Cisarua Bogor tanggal 28-29 Maret 2015, kami perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah (al-Syami) menyatakan:

Mengecam setiap tindakan yang dilakukan pihak-pihak yang berkonflik, yang menciderai nilai-nilai agama dan kemanusian. Perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah tidak pernah bergabung, mendukung atau berafiliasi dengan kelompok-kelompok teroris dan separatis apa pun di Suriah. Pertemuan dan silaturahim juga mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

Mendorong pemerintah Indonesia, dalam hal ini presiden melalui kementerian luar negeri, untuk berperan aktif dalam proses perdamaian di Suriah. Mendukung sepenuhnya sikap pemerintah Indonesia agar terus bersikap netral dalam menyikapi konflik di Suriah dan selalu mengedapankan human security. Aktivitas Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian di Suriah hendaknya dilandasi dengan keyakinan bahwa dialog dan pemilu serta solusi politik merupakan cara terbaik dalam penyelesaian konflik, bukan solusi militer. Memohon pemerintah Indonesia untuk turut serta dalam membantu penanganan korban konflik dalam bentuk misi-misi kemanusian. Mendukung organisasi dan lembaga kemanusian dan perdamaian, baik lokal maupun internasional, sebagai second track diplomacy, untuk terus mengusahakan masuknya bantuan-bantuan kemanusian yang strategis, agar tidak terjadi konflik yang terus berkepanjangan. Meminta pers media agar tidak mengaitkan peristiwa dan aktor pertikaian dan teror di Suriah dan Timur Tengah secara umum dengan aliran atau agama Islam. ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Red: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 25 Juli 2017

Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur

Di antara doa-doa yang dibaca Rasulullah adalah lafal di bawah ini:

? ? ? ? ? ?

Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Rasulullah Baca Doa Ini Tiga Kali Sebelum Tidur

Allâhumma qinî ‘adzâbaka yauma tab‘atsu ‘ibâdaka



Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Artinya: “Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari saat Engkau bangkitkan para hamba-Mu.”

Doa ini dapat dirujuk dalam hadits shahih riwayat At-Turmudzi dari Sayyidah Hafshah yang mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah apabila hendak tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya lalu mengucapkan Allâhumma qinî ‘adzâbaka yauma tab‘atsu ‘ibâdaka sampai tiga kali. (Mahbib)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Fragmen, Humor Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pemuda Ansor Kledung Santuni 103 Yatim dan Dhua’fa

Temanggung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor kecamatan Kledung, Temanggung, menyalurkan bantuan santunan kepada seratus tiga anak yatim yang berada di lereng Gunung Sindoro Sumbing. Suasana haru dan tangis mewarnai penyerahan simbolis santunan yang diadakan di desa Paponan, Kledung, Ahad (08/11).

Pemuda Ansor Kledung Santuni 103 Yatim dan Dhua’fa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Kledung Santuni 103 Yatim dan Dhua’fa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Kledung Santuni 103 Yatim dan Dhua’fa

Kami mencoba memberikan yang terbaik bagi mereka. Sengaja acara pemberian santunan ini kami gelar lebih meriah agar anak-anak yatim dan masyarakat sekitar terhibur. Santunanya setiap anak sebesar 1 juta rupiah, kata ketua panitia santunan yatim-piatu Sudalno.

Selain menyantuni 103 anak yatim piatu, GP Ansor Kledung juga menyantuni 54 penyandang cacat tetap dan menggelar sunatan masal bagi anak-anak yang kurang mampu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Tidak hanya anak yatim, kami juga peduli terhadap penyandang cacat tetap, karena mereka juga butuh uluran tangan,” lanjutnya.

Menurutnya, GP Ansor hanya kepajangan tangan dari para dermawan dan iuran masyarakat sekecamatan Kledung yang akan menyalurkan sebagian rezekinya untuk anak yatim. Dengan adanya santunan ini semua anak yatim yang ada di kecamatan Kledung bisa terdata.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Acara ini sebagai simbolis saja. Semua anak yatim yang terdata di GP Ansor Kledung selain mendapatkan santunan juga diusahakan menempuh pendidikan, terangnya.

Ketua GP Ansor Kledung Solihin menambahkan, santunan yatim-piatu ini merupakan kali kesebelas. “Tiap tahun tempatnya selalu berpindah, tapi masih dalam satu wilayah Kledung, tujuannya agar semua desa bisa merasakan suasana seperti ini,” kata Solihin.

Untuk menghibur anak-anak yatim, dalam kegiatan ini juga diselenggarakan pawai ta’aruf yang menampilkan berbagai kesenian daerah serta drumben dari berbagai desa di kecamatan Kledung.

Sementara itu pengasuh pesantren Tegalrejo KH Yusuf Chudlori dalam tausiahnya mengingatkan umat Islam dan jamaah NU agar senantiasa selalu memperjuangkan Nahdlatul Ulama dan mencintai ulama. Berbagi terhadap sesama juga harus dilakukan untuk melengkapi ibadah.

“Beribadah jika hanya dilakukan karena kebiasaan tidak akan mendapatkan nikmat dan berkah-Nya. Namun jika dilaksanakan dengan penuh rasa keyakinan insya Allah akan mendapat ridla-Nya,” kata Gus Yusuf.

Ia juga meminta seluruh panitia serta warga NU di Kledung untuk terus mempertahankan acara rutin santunan ini. Bahkan kalau bisa di tingkatkan sehingga tidak hanya anak yatim piatu saja yang disantuni tapi masyarakat yang membutuhkan bisa mendapat bantuan.

“Bantuan tidak harus berupa materi, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan amal ibadahnya,” tandasnya. (Muslihin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Internasional, Humor Islam, Tokoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 24 Juli 2017

Pesantren Krapyak Juara Umum Pahami Kitab Kuning

Bantul, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan? . Pesantren Kapyak berhasil mempertahankan sebgai juara umum pada Musabaqoh Fahmi Kutubit Turots (MUFAKAT) antar pesantren sekabupaten Bantul, Yogyakarta. Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Ali Maksum, Kamis (19/9).?

Dari 44 cabang lomba yang dipertandingkan, Krapyak berhasil menggondol 23 emas, 15 perak dan 12 perunggu. Pemenang lomba ini dengan demikian, menjadi delegasi Kabupaten Bantul untuk maju di tingkat Provinsi pada Oktober 2013 mendatang.

“Kemenangan ini merupakan anugrah yang luar biasa. Ini hasil yang memuaskan dan sesuai dengan jerih payah dan kesungguhan semua pihak. Anak-anak berkonsentrasi dan mempersiapkan diri jauh-jauh hari dan sangat fokus, pun juga dengan para pelatih yang setia menemani latihan mereka,” ujar Ustadzah Endah Istiana, ketua kontingan Pondok Krapyak.

Pesantren Krapyak Juara Umum Pahami Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Krapyak Juara Umum Pahami Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Krapyak Juara Umum Pahami Kitab Kuning

Ustadzah Endah menambahkan, dukungan semua pihak juga sangat luar biasa. Kemenangan ini suntikan moral bagi kami untuk maju ke tingkat provinsi.

Lomba yang diikuti oleh 224 peserta tersebut terdiri dari tiga tingkatan Untuk marhalah ula melombakan pemahaman Sulam Taufiq (kategori Fiqh), Jurumiyah (kategori nahwu), Ta’lim Muta’allim (kategori Akhlak), Khulashoh Nurul Yaqin (kategori Tarikh).

Kemudian marhalah wustho Fathul Qorib (kategori Fiqh), Fathurrobbilbariyyah/Imriti (kategori nahwu), Syarah Kifayatul Atqiyah (kategori akhlak), Rahiq al-Maktum (kategori tarikh), Jalalain (kategori tafsir), Subulus Salam (kategori Hadits), Jauharul Maknun (kategori balaghoh), Waroqot (kategori Ushul Fiqh).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Marhalah ulya fathul Mu’in (kategori Fiqh), Syarah ibn ‘Aqil (kategori nahwu), Ihya’ Ulumuddin (kategori akhlak), Sirah Nabawi (kategori Tarikh), Ibnu Katsir (kategori hadits), Syarah Nawawi Sahih Muslim (kategori hadits), ‘Uqudul Juman (kategori balaghoh), Ghoyatul Wushul (kategori ushul fiqh).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain berbagai kategori kitab di atas, kegiatan yang digelar Kemenag Bantul ini meperlombakan debat dan pidato dwi-bahasa, yakni Bahasa Arab dan Inggris. (Humaidiy AS/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Olahraga, Cerita, Santri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata

Purworejo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Pada acara Rosi bertajuk “Berbagi Warisan Gus Dur” yang ditayangkan Kompas TV pada Kamis (22/06) petang, Inayah Wahid, salah satu putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membacakan ? puisinya berjudul “Lelaki yang Tak Punya Mata.”?

Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata

Berikut adalah transkip puisi lengkapnya:



“Lelaki Yang Tak Punya Mata”

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Seseorang pernah berteriak-teriak

menghujat seseorang lelaki yang dimakinya tak punya mata

Ah, Aku ingat, lelaki yang dimakinya tak punya mata itu

Dahulu aku sering menggenggam tangannya

Aku ingat, matanya memang terpejam

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tapi nyata: ia melihat lebih banyak dari kami semua

Memandang lebih dalam dari kami yang matanya membelakak

Dan menyaksikan lebih jauh dari mata kami yang terbuka lebar

Lelaki itu... adalah samudera kehangatan

Dimana setiap orang bebas berenang, berselancar ataupun menyelam

Tanpa takut ditanya: “agamamu apa?”

Aku ingat, mata lelaki itu,

Ialah mata air,?

Yang darinya keluar cinta kasih melimpah-ruah

Meluber hingga ke samudera

Tak habis-habisnya disesap manusia

Mata lelaki itu adalah pelukan hangat untuk siapa saja

Terutama yang membawa luka

Dan disanalah kami semua menemukan rumah

Tempat luka-luka dibasuh oleh air matanya

Mata lelaki itu, adalah jendela

Siapa saja bisa memanjat, untuk kemudian masuk ke dalam kepalanya

Menjelajah tanpa batas?

Dan berakhir di hatinya yang lapang

Mata lelaki itu, adalah tunas kebaikan

Yang tak pernah berhenti tumbuh meski selalu dibagikan ke semua orang

Karena ia percaya: kebaikan untuk semua,?

Bukan hanya golonganku saja

Dan dari tetes air mata kerinduan seluruh manusia yang mencintainya

Kami membangun jembatan, antara kami dan Si Lelaki yang katanya tak bermata itu

Melalui jembatan itu kami berjalan menuju samudera matanya

Menjauh, menjauh, dan masih jauh dari teriakan-teriakan lelaki pendengki yang tak punya hatiPada program yang disiarkan televisi secara nasional tersebut, Rosiana Silalahi ? – sang pembawa acara – menghadirkan Istri dan putri-putri Gus Dur: Ny. Hj. Shinta Nuriyah Wahid, Alissa Wahid, Yenny Wahid, Anita Wahid dan Inayah Wahid.?

Di acara tersebut, laku dan pemikiran Gus Dur terkait tentang keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan dibedah kembali karena dianggap masih relevan dengan kondisi bangsa akhir-akhir ini butuh sosok teladan. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah, Pendidikan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 23 Juli 2017

Chaves Tuntut Raja Spanyol Minta Maaf

Caracas, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. President Venezuela Hugo Chavez Menuntut Raja Spanyol Juan Carlos untuk meminta maaf secara publik atas perkataannya yang menyuruhnya diam saat penutupan KTT Ibero-Amerika di Santiago, Cile, pekan lalu.



Chaves Tuntut Raja Spanyol Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Chaves Tuntut Raja Spanyol Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Chaves Tuntut Raja Spanyol Minta Maaf

Chaves mengatakan sikap yang tunjukkan raja Spanyol itu bisa memperkeruh hubungan kedua negara dan merusak investasi Spanyol di Venezuela.

"Raja Spanyol itu harus meminta maaf karena dia menyerang saya," kata Chaves dalam sebuah wawancara di stasiun televisi pemerintah, Jumat (16/11).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya tidak akan meminta dia untuk sungkem, hanya mau mengingatkan bahwa dia sudah melangkah terlalu jauh, dia melakukan sesuatu yang tidak layak," terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sehari sebelumnya, kepada stasiun televisi Promar, presiden yang pernah memproklamirkan "segera runtuhnya kerajaan Amerika Serikat (AS)" itu mengatakan bahwa pihaknya akan meninjau hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Spanyol.

"Kami tak ingin merusak hubungan, namun saat ini saya sedang melakukan peninjauan hubungan politik, diplomatik, dan ekonomi dengan Spanyol," terang Chaves.

"(Peninjauan) ini berarti semua perusahaan Spanyol harus menunjukkan bisnis apa yang mereka lakukan. Saya sendiri akan memantau dan melihat apa yang terjadi di dalam perusahaan-perusahaan itu," ujarnya.

Chavez menyebut Grupo Santander dan Banco Bilbao Vizcaya Argentaria sebagai kemungkinan sasaran. Sejumlah perusahaan besar Spanyol berinvestasi di Venezuela, termasuk raksasa telekomunikasi Telefonica dan perusahaan minyak Repsol. Telefonica merupakan operator telepon seluler terbesar di Venezuela.

Seperti dilaporkan sumber Associated Press, sikap keras Chavez pada penutupan KTT Ke-17 Ibero-Amerika di Cile, pekan lalu, menyulut konfrontasi yang sudah memanas. Dalam pidatonya, Chavez menyebut mantan Perdana Menteri Spanyol Jose-Maria Aznar sebagai fasis karena mendukung invasi AS ke Irak.

"Mantan Perdana Menteri Spanyol benar- benar seorang fasis. Seorang fasis bukanlah manusia. Ular lebih manusiawi daripada fasis," kata Chavez.

Raja Juan Carlos yang geram dengan pernyataan itu segera berdiri dan meminta Chavez untuk "tutup mulut", sambil menudingkan jari ke arah Chavez. Raja Juan Carlos semakin berang saat Presiden Nikaragua Daniel Ortega mendukung Chavez.

"Saudara kita Spanyol harus belajar untuk berdialog dan menyadari bahwa era kerajaan dan raja sudah menjadi sejarah. Kami bukan lagi bawahan raja mana pun," kata Ortega.(dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 21 Juli 2017

Ramadhan, Bulan Peneguhan Cinta

Pati, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Kalau merujuk pada Al-Qur’an, ada dua hal mendasar yang menyertai penciptaan manusia di dunia. Yang pertama adalah bahwa bisa saja Allah menciptakan manusia seragam, tapi manusia diciptakan beragam. Yang kedua, hanya orang-orang yang dikasihi Allah-lah yang mampu mengelola perbedaan tersebut sebagai rahmat.

Demikian diungkap oleh KH Abdul Ghofur Maimoen dalam Suluk Maleman bertajuk “Bulan Peneguhan Cinta” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Ahad (19/6) dini hari kemarin.?

Menurut putra KH Maimoen Zubair yang akrab dipanggil Gus Ghofur ini, keberagaman adalah sunatullah, dan kemampuan orang untuk menerima dan mengelola keberagaman adalah cermin bahwa ia termasuk orang yang dikasihi Allah.

Ramadhan, Bulan Peneguhan Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Bulan Peneguhan Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Bulan Peneguhan Cinta

Menggarisbawahi apa yang diungkap oleh Gus Ghofur, Anis Sholeh Ba’asyin sebagai tuan rumah acara tersebut menegaskan, puasa Ramadhan adalah salah satu cara agar kita mampu meraih posisi sebagai golongan yang dikasihi Allah.

Menurut Anis, berpuasa itu merupakan langkah menahan diri untuk kepentingan yang lebih tinggi. Inti dari berpuasa pada dasarnya juga dilakukan dalam berbagai bentuk sikap dalam kehidupan bermasyarakat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Bayangkan, bila orang tidak menahan diri untuk berhenti saat lampu merah di traffic light,? sudah pasti kekacauan yang terjadi, dan korbannya bukan hanya pihak yang menerobos, tapi juga orang-orang lain,” ujar Anis.

Dari contoh kecil ini saja, lanjut Anis, bisa dibayangkan bahwa sebuah peradaban tak mungkin dibangun bila para pemangkunya tak mau memuasakan dirinya. Nah, setidaknya ada dua motif manusia ketika melakukan puasa macam ini.

Yang pertama, karena takut. Motif ini terkait dengan hukum, orang berhenti di saat lampu merah bukan karena kesadaran dirinya tentang tatanan, tapi karena takut tertangkap polisi misalnya. Yang kedua, karena harapan. Motif ini terkait dengan cinta, orang berhenti di lampu merah baik ada polisi atau tidak, karena ia sadar harus menjaga orang lain, juga dirinya, dari kekacauan.?

Ilyas, dosen yang juga hadir sebagai pemateri justru menyayangkan sejumlah orang yang kerap mengumbar ibadahnya di media sosial. Dalam beribadah, sebaiknya orang juga dilandasi dengan semangat puasa, yakni menahan diri untuk tidak mengumbarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pria yang kerap berbicara ceplas-ceplos itu justru menilai bahwa orang Jawa-lah yang sebenarnya sudah lama mencapai makrifat. Banyak orang Jawa yang mendasarkan diri dengan puasa meski dibahasakan dengan istilah laku tirakat.

Menurut Ilyas, setidaknya ada tiga tingkatan dalam berpuasa. Puasa tingkatan pertama adalah puasa yang ditujukan untuk tujuan keduniawian. Puasa semacam itu biasanya dilakukan jika ingin mendapatkan kemuliaan di dunia baik jabatan, pekerjaan maupun lain sebagainya.

Ada pula tingkatan puasa dengan maksud berharap masuk surga. Meski lebih baik, namun dirinya menilai akan lebih baik lagi jika ibadah tidak didasari dengan timbal baik apapun.

“Tingkatan yang ketiga, biasanya berpuasa lantaran cintanya sama Allah. Biasanya mereka sudah tidak memiliki maksud apapun. Bahkan jika seandainya apa yang mereka cita-citakan tidak tercapai mereka juga tetap iklash menjalaninya. Puasa dijadikan bentuk berserah diri dan semuanya menjadi urusan Allah,” ujarnya.

Menurutnya orang akan menjadi merdeka jika mereka tidak terikat pada cita-cita atau keinginan keduniawian tertentu. Kemerdekaan akan diraih jika mereka berani untuk tidak menjadi apa-apa.

Ironisnya yang terjadi saat ini seringkali justru terjadi kebalikannya. Banyak orang yang justru sakit hati jika apa yang dicita-citakannya tidak terwujud. Mereka seolah ingin menggantikan posisi Tuhan yakni apa yang diinginkannya harus terwujud.

“Seringkali konflik atau ketidak rukunan terjadi karena ada orang yang memaksakan sesuatu atau orang lain tidak bersikap seperti apa yang dia mau. Memaksakan keinginan sudah pasti bukan cerminan puasa,” imbuhnya.

Selain pembicara diatas, hadir juga? KH. Budi Harjono,? Manu Albertine, perempuan asal Perancis yang sedang magang dalam program manajeman NGO di Indonesia; KH. Anis Maftuhin dari Salatiga; Hasan Aoni Azis, pengelola Rumah Dongeng Marwah-Kudus; Gus Afif, aktivis lingkungan dan juga Kepala Desa Susukan.

Diskusi yang digelar hingga pukul 02.30 Wib tersebut, bertambah atraktif setelah diselingi dengan peluncuran album Cinta Berdebu dari Komunitas Marwah, juga pagelaran musik Galbu Musik Orkestra yang menyuguhkan musik beraroma khas Timur Tengah, ditambah kehadiran puluhan penari sufi. Setidaknya 500 penonton yang hadir terlihat begitu menikmati, meski hujan turun sejak sore hari. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan AlaNu Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 20 Juli 2017

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung

Bandar Lampung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Liga Santri Nusantara (LSN) Region VIII Sumatera Lampung terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kali ini panitia pelaksana dan koordinator LSN Region VIII Sumatera Lampung mendapat dukungan moral dari keluarga besar GP Ansor Provinsi Lampung.

Ketua GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim mengatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan LSN Region VIII Sumatera Lampung tahun 2017.

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Dukung LSN Region VIII Lampung

Hal ini disampaikan ketika menerima rombongan panitia pelaksana dan koordinator LSN Region VIII Sumatera Lampung di Kantor GP Pemuda Ansor, Jalan Raden Gunawan II Gang Melati Kelurahan Rajabasa Pemuka Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, Senin (14/8).

“Momentum Liga Santri Nusantara (LSN) harus menjadi media silaturahim dan pencarian bakat santri-santri se-Provinsi Lampung untuk kelak nanti terjun di masyarakat di gelanggang persebakbolaan nasional, dan saya yakin kalau pemain profesional sepakbola yang lahir dari rahim pesantren akan memberi warna tersendiri,” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Koordinator LSN Region VIII Lampung Munir A Haris menambahkan, selain ajang silaturahim antar-pesantren se-Provinsi Lampung dan pencarian bakat, agenda istimewa yang berskala nasional ini juga sebagai media untuk menyosialisasikan Istinbath Darussa’adah yang digelar beberapa waktu lalu di Kabupaten Lampung Tengah, beberapa di antaranya pimpinan pesantren se Provinsi Lampung mendukung diterbitkannya Perppu No 02 Tahun 2017 tentang Ormas Anti Pancasila dan serta menolak penerbitan Permendikbud No 23 Tahun 2017 tentang Full Day School (FDS).

Bendahara panitia pelaksana Reka Putra menambahkan, LSN Region VIII Sumatera Lampung tahun 2017 ini akan diikuti 48 klub pesantren se-Provinsi Lampung. Mereka memperebutkan total hadiah 28 juta dari Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim.

Kick Off LSN Region VIII Sumatera Lampung akan digelar tanggal 28 Agustus 2017 mendatang di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur.

Pertandingan ini rencananya dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghofarrozin, Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrowi, Ketua PWNU Provinsi Lampung KH RM Sholeh Bajuri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, badan otonom NU, lembaga-lembaga NU, para pengasuh pesantren, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Warta Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Resolusi Jihad NU

70 tahun lalu, tepatnya 21-22 Oktober 1945, wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya. Dipimpin langsung oleh Rois Akbar NU Hadrotus Syekh KH. Hasyim Asy’ary dideklarasikanlah perang kemerdekaan sebagai perang suci alias jihad. Belakangan deklarasi ini populer dengan istilah Resolusi Jihad.

Segera setelah itu, ribuan kiai dan santri bergerak ke Surabaya. Dua minggu kemudian, tepatnya 10 November 1945, meletuslah peperangan sengit antara pasukan Inggris melawan para pahlawan pribumi yang siap gugur sebagai syahid. Inilah perang terbesar sepanjang sejarah Nusantara. Meski darah para pahlawan berceceran begitu mudahnya dan memerahi sepanjang kota Surabaya selama tiga minggu, Inggris yang pemenang Perang Dunia II itu akhirnya kalah.

Pasukan Inggris mendarat di Jakarta pada pertengahan September 1945 dengan nama Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Pergerakan pasukan Inggeis tidak dapat dibendung. Sementara pemerintah RI yang berpusat di Jakarta menginginkan berbagai penyelesaian diplomatik sembari menata birokrasi negara baru, mendorong terbentuknya partai-partai politik dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pasukan Inggris telah menduduki Medan, Padang, Palembang, Bandung, dan Semarang lewat pertempuran-pertempuran dahsyat. Sebagian pendudukan ini juga mendapat bantuan langsung dari Jepang yang kalah perang, sebagai konsekuensi dari alih kuasa. Sedangkan kota-kota besar di kawasan timur Indonesia telah diduduki oleh Australia.

Pasukan Inggris lalu masuk ke Surabaya pada 25 Oktober 1945, berkekuatan sekitar 6.000 orang yang terdiri dari serdadu jajahan India. Di belakangnya membonceng pasukan Belanda yang masih bersemangat menguasai Indonesia. Resolusi Jihad meminta pemerintah untuk segera meneriakkan perang suci melawan penjajah yang ingin berkuasa kembali, dan kontan disambut rakyat dengan semangat berapi-api. Meletuslah peristiwa 10 November. Para kiai dan pendekar tua membentuk barisan pasukan non reguler Sabilillah yang dikomandani oleh KH. Maskur. Para santri dan pemuda berjuang dalam barisan pasukan Hisbullah yang dipimpin oleh H. Zainul Arifin. Sementara para kiai sepuh berada di barisan Mujahidin yang dipimpin oleh KH. Wahab Hasbullah.

Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Resolusi Jihad NU

Di saat-saat yang bersamaan, saat-saat perang kemerdekaan sedang berkecamuk dan terus digelorakan oleh para kiai dan santri, dinamika dan persaingan politik dalam negeri semakin memanas. Pada bulan Oktober Partai Komunis Indonesia (PKI) didirikan kembali. Lalu setelah Makloemat Iks (4 November) dikeluarkan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta, partai-partai politik lain juga bermunculan. Dideklarasikanlah Pesindo dan partai Islam Masyumi. Lalu, Maklumat Hatta 11 November mengubah pemerintahan presidensial menjadi parlementer, pemerintah harus bertanggungjawab kepada KNIP yang berfungsi sebagai parleman. Kabinet parlementer ditetapkan pada 14 November, dipimpin Perdana Menteri Sjahrir dan Mentri Keamanan Amir Syarifudin.

Januari 1946, PNI dibentuk lagi tanpa Soekarno. Di sisi lain, “Tentara profesional” dan kelompok gerilyawan melakukan konsolidasi. Pada saat-saat itu juga Indonesia sedang mengalami “revolusi sosial” hingga ke desa-desa. Pertikaian merajalela dan kekacauan tak terhindarkan lagi. Waktu itu timbul pertikaian horisontal yang terkenal dengan “Peristiwa Tiga Daerah” yakni Brebes, Pemalang dan Tegal. Kondisi inilah, tak pelak memberi peluang bagi upaya-upaya militer Belanda (yang sebelumnya datang membonceng sekutu) untuk semakin merangsek masuk menguasai kota-kota besar di Indonesia. Belanda semakin intensif menguasai Jakarta, sehingga Pemerintah Republik terpaksa mengungsi ke Yogyakarta pada Januari 1946.

Maret 1946, PM Sjahrir mencapai kesepakatan rahasia dengan van Mook bahwa Belanda mengakui kedaulatan RI secara de facto atas Jawa, Madura, dan Sumatera. Sementara Belanda berdaulat atas wilayah-wilayah lainnya. Kedua belah pihak juga menyepakati rencana pembentukan uni Indonesia-Belanda.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di tengah tekanan Belanda itu NU menyelenggarakan muktamar yang pertama setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Muktamar ke-16 itu diadakan di Purwekorto pada 26-29 Maret 1946. Salah satu keputusan pentingnya, NU menyetuskan kembali Resolusi Jihad yang mewajibkan tiap-tiap umat Islam untuk bertempur mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang saat itu berpusat di Yogyakarta. Kewajiban itu dibebankan kepada setiap orang Islam, terutama laki-laki dewasanya, yang berada dalam radius 94 km dari tempat kedudukan musuh. (Radius 94 diperoleh dari jarak diperbolehkannya menjamak dan menqoshor sholat). Di luar radius itu umat Islam yang lain wajib memberikan bantuan. Jika umat Islam yang dalam radius 94 kalah, maka umat Islam yang lain wajib memanggul senjata menggantikan mereka.

Dalam podatonya, Mbah Hasyim Asy’ari kembali menggelorakan semangat jihad di hadapan para peserta muktamar. untuk disebarkan kepada seluruh warga pesantren dan umat Islam. Syariat Islam menurut Mbah Hasyim tidak akan bisa dijalankan di negeri yang terjajah. ”…tidak akan tercapai kemuliaan Islam dan kebangkitan syariatnya di dalam negeri-negerijajahan.” Kaum penjajah datang kembali dengan membawa persenjataan dan tipu muslihat yang lebih canggih lagi. Umat Islam harus menjadi pemberani.

Apakah ada dari kita orang yang suka ketinggalan, tidak turut berjuang pada waktu-waktu ini, dan kemudian ia mengalami keadaan sebagaimana yang disebutkan Allah ketika memberi sifat kepada kaum munafik yang tidak suka ikut berjuang bersama rasulullah……

Demikianlah, maka sesungguhnya pendirian umat adalah bulat untuk mempertahankan kemerdekaan dan membela kedaulatannya dengan segala kekuatan dan kesanggupan yang ada pada mereka, tidak akan surut seujung rambut pun.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Barang siapa memihak kepada kaum penjajah dan condong kepada mereka, maka berarti memecah kebulatan umat dan mengacau barisannya….. … maka barang siapa yang memecah pendirian umat yang sudah bulat, pancunglah leher mereka dengan pedang siapa pun orangnya itu…..

Perang terus berkecamuk, jihad terus berlangsung. Belanda yang sebelumnya membonceng tentara Sekutu terus melancarkan agresi-agresi militernya. Pihak Inggris sebenarnya tidak senang dengan cara-cara yang ditempuh oleh Belanda. Pada Desember 1945 pemerintah Inggris secara tidak resmi mendesak pemerintah Belanda agar agar mengambil sikap yang lebih luwes terhadap Republik Indonesia. Pada 1946 diplomat Inggris, Sir Archibald Clark Kerr, mengusahakan tercapainya persetujuan Linggarjati antara republik Indonesia dengan Belanda. Persetujuan ditandatangani, namun Belanda tiba-tiba meancarkan agresi militernya. Menjelang akhir 1946, komando Inggris di Asia Tenggara dibubarkan, dan ”tanggung jawab” atas Jawa dan Sumatera diserahkan sepenuhnya kepada Belanda. Sejak itu, orang asing yang semakin terlibat dalam pertikaian antara Republik Indonesia dan Belanda, menggantikan Inggris, adalah Amerika Serikat. Mungkin sampai sekarang. (Red: A Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pondok Pesantren, Hikmah, Kyai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 18 Juli 2017

UNUSIA: PAUD Harus Dijalankan dengan Prinsip Perlindungan Anak

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menggelar Seminar Nasional “Prospek dan Tantangan Guru PAUD pada Era Global”. Acara berlangung di Auditorium PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4).

UNUSIA: PAUD Harus Dijalankan dengan Prinsip Perlindungan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
UNUSIA: PAUD Harus Dijalankan dengan Prinsip Perlindungan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

UNUSIA: PAUD Harus Dijalankan dengan Prinsip Perlindungan Anak

Kepala Prodi PAUD UNUSIA, Waspada, mengungkapkan perkembangan seseorang sangat penting pada usia dini. Namun, banyak yang tidak memikirkan akan hal tersbut, termasuk para orang tua.?

“Perkembangan usia dini atau golden age sangat penting pada seorang anak, karena usia tersebut tak pernah terulang dan perkembangan anak pada golden age sangat berpengaruh pada masa berikutnya,” papar Waspada.

Ia menyatakan bersyukur, karena pada waktu belakangan ini kesadaran masyarakat terhadap pendidikan anak ? mulai tumbuh, termasuk dengan maraknya tempat-tempat pendidikan bagi anak seperti PAUD.?

“Dengan tumbuhnya PAUD di mana-mana, ini sesuatu yang harus dihargai,” lanjut Waspada.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tetapi, kata Waspada, keberadaan PAUD-PAUD itu sering berjalan tidak sebagaimana mestinya.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“PAUD-PAUD banyak yang dijalankan tidak sesuai prinsip dan kaidah perlindungan terhadap anak. Ini yang harus diperhatikan. ? PAUD yang baik harus dikelola dengan manajemen yang tepat, kurikulum, juga guru yang tepat. Pada seminar inilah kita akan belajar bagaimana pengelolaan PAUD yang sesuai untuk anak,” tegas Waspada.

Seminar tersebut diikuti sedikitnya 250 guru PAUD dan pemerhati pendidikan anak. Mereka tidak hanya berasal dari Jabodetabek, namun juga daerah lainnya seperti Bandung, Cianjur, Purwakarta, Sukabumi.

Adapun pembicara yang hadir diantaranya Direktur Pembinaan PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ella Yulaelawati; dan Wakil Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Kajian Islam, Nusantara Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 17 Juli 2017

Puncaki Harlah NU dengan Khitanan Massal

Bangkalan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Tuntas sudah gelaran acara peringatan hari lahir atau Harlah NU yang diamanatkan panitia pelaksana kepada Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Arosbaya Bangkalan Madura. Sabtu (30/5) pagi 75 anak mengikuti acara Khitanan Massal menandai berakhirnya rangkaian kegiatan Harlah.

Walau tidak bisa menghabiskan quota 100 anak, Ayyama Munaawir, Ketua PAC Muslimat Arosbaya merasa bersyukur.

Puncaki Harlah NU dengan Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncaki Harlah NU dengan Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncaki Harlah NU dengan Khitanan Massal

“Minimal kami telah ikut berbagi dengan keluarga kurang mampu yang hampir kesemuanya adalah warga NU, ada missi sosial dari kegiatan yang kita gelar bersama Puskesmas Arosbaya dan Puskesmas Tongguh ini," tuturnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam rangkaian Harlah ke-92 NU selain menggelar khitanan massal, PAC. Muslimat juga diberi kepercayaan untuk menggelar Lomba Balita Sehat tingkat kecamatan Arosbaya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dua kegiatan itu juga dijadikan ajang perkenalan dengan seluruh pimpinan ranting Muslimat, instansi sektoral yang ada di kecamatan Arosbaya serta masyarakat luas. Hal ini tidak lepas dari umur kepengurusan Ayyama yang baru berusia 2 (dua) bulan dan masih menunggu prosesi pelantikan dan pengukuhan oleh PC. Muslimat Bangkalan.

Secara berkelakar aktifis perempuan yang juga keluarga pesantren Al-Ghozali Paserean ini menyebut bahwa kepengurusannya termasuk curi start dalam berkegiatan.

Sukses pelaksanaan dari kedua kegiatan ini memberikan keyakinan kepada PAC Muslimat NU untuk terus berkiprah dan berbuat kepada jamaah, Badan otonom NU untuk perempuan ini berharap agar kedepannya terjadi sinergi program dengan Banom lain yang ada di bawah jaringan MWCNU Arosbaya.

“Hari ini kita telah memulai, dan kita berkeyakinan bahwa MWCNU Arosbaya akan mendukung keinginan besar dimaksud. Sementara kepala puskesmas Arosbaya dr. Danial mewakili mitra kegiatan mengaku cukup puas dengan kegiatan ini dan berharap kedepan kerjasama yang ada terus digalakkan, dengan siapapun dan dalam bentuk apapun,”? kata Ayyama.

“Semua yang dilakukan itu merupakan sebuah bentuk terima kasih puskesmas kepada masyarakat Arosbaya yang telah memberikan kepercayaan penagangan kesehatannya kepada puskesmas baik di Arosbaya maupun di Tongguh tutur kepala puskesmas perempuan pengganti dr Aida Rachmawati yang kini dipercaya menjabat kepala dinas kesehatan kabupaten bangkalan,” tambahnya. (Ibnu Azzauri/ Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

MINU Wali Songo Ajarkan Wirausaha Tempe

Bojonegoro, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Unggulan Wali Songo, Sumuragung, Sumberrejo tanamkan jiwa enterpreneur kepada siswa-siswinya dengan mengelola kedelai menjadi tempe.

Sabtu (23/02) pukul 10.30 WIB siswa-siswi kelas atas madrasah yang baru memiliki 123 siswa ini berkumpul menggerombol di saat adik-adik kelas mereka melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengembangan minat dan bakat yang memang dilaksanakan pada setiap hari Sabtu.

MINU Wali Songo Ajarkan Wirausaha Tempe (Sumber Gambar : Nu Online)
MINU Wali Songo Ajarkan Wirausaha Tempe (Sumber Gambar : Nu Online)

MINU Wali Songo Ajarkan Wirausaha Tempe

Dipandu oleh Ahsanul Amilin yang menjadi wali kelas mereka, siswa-siswi kelas 5 (lima) tersebut mendengarkan dengan seksama pemaparan urutan cara membuat tempe. Pemaparan oleh guru yang juga menjabat sebagai sie kesiswaan tersebut dilakukan di ruang berbeda dari kelas mereka, hal ini demi menghindari kegaduhan informasi dari ruang PMB (pengembangan minat dan bakat) yang hari itu juga berlatih drumband.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tampak masing-masing kelompok langsung terjun mencari posisi air setelah mendapat penjelasan urutan membersihkan, memasak dan membungkus kedelai sehingga menjadi tempe dari guru yang baru 2 (dua) tahun ini menjadi tenaga pendidik tetap minu walisongo itu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Sangat menyenangkan bisa meremes-remes kedelai ini, sangat tidak sabar untuk segera memasaknya dan proses peragian serta pengemasannya,” ujar Fitriana Imroatul Azizah, yang dalam kelompoknya kebagian membawa kompor beserta elpijinya.

“Kami berusaha menggali dan mengembangkan jiwa usaha mereka. Hal ini tidak terlepas dari geografis minu yang dekat dengan pusat jasa dan usaha. Semoga kelak mereka mampu menjadi pioneer dalam berwirausaha,” pungkas guru yang sehari-hari nyaman mengenakan sepatu kets daripada sepatu vantofel itu.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nasihul Huda

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Doa, Meme Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 15 Juli 2017

Muskerwil Jatman Lampung Rumuskan Sejumlah Program

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Idarah Wustha (Pimpinan Wilayah) Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman) Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Kerja Wilayah Ke-1 di? Pondok Pesantren Sunan Jatiagung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung asuhan Habib Yahya bin Hamid Assegaf, 9-10 Januari 2016.

Muskerwil Jatman Lampung Rumuskan Sejumlah Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskerwil Jatman Lampung Rumuskan Sejumlah Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskerwil Jatman Lampung Rumuskan Sejumlah Program

Muskerwil kali ini dihadiri seluruh pengurus Idarah Syubiyah (Pimpinan Cabang) Jatman se-Provinsi Lampung, pengurus PWNU Lampung, pengurus PCNU Pringsewu, dan utusan sejumlah badan otonom NU.

"Musyawarah ini adalah forum tertinggi organisasi thariqah setelah kongres yang wajib dilakukan minimal satu kali dalam setahun, dan merupakan perintah organisasi yang tertuang dalam AD/ART Bab 20 Pasal 10 Peraturan Organisasi Thariqah," kata KH. Abdul Mukti, Mudir Aam Idarah Aliyah (Ketua Umum Pimpinan Pusat) Jatman dalam sambutannya sekaligus membuka Muskerwil tersebut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Muskerwil ini membahas sejumlah agenda, antara lain membentuk sejumlah Idarah Syubiyah di tingkat kabupaten, optimalisasi cabang-cabang yang ada, pembuatan kartu tanda anggota (KTA) Thariqah, meningkatkan kerja sama dengan pemerintah, dan melakukan hubungan secara intensif dengan para masayyikh.

Penyelenggaraan sidang komisi dibagi menjadi 5 Komisi, yakni Komisi A, B, C, D dan E dan bertempat di beberapa Pesantren yang ada Kecamatan Ambarawa. Sidang Komisi A diselenggarakan di Pesantren Sunan Jatiagung, Komisi B di Pesantren Miftahul Huda (Yasmida) Ambarawa, Komisi C di Pesantren Tahfidzul Quran Matlaul Huda Ambarawa, Komisi D di Pesantren Sunan Jatiagung, dan Komisi E di Masjid Nurul Huda Tanjunganom.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Komisi A berisi kegiatan bahtsul masail, Komisi B membahas tentang keorganisasian, Komisi C membahas bidang ekonomi, Komisi D membahas tentang pemberdayaan Muslimat Thariqiyah, dan Komisi E membahas tentang program-program Matan (Mahasiswa Ahli Thariqah Al Mutabaroh An-Nahdliyyah).

Agenda Sidang Pleno Penyampaian dan Penetapan Hasil Sidang Komisi-Komisi tersebut yang dipimpin oleh Syeh Mufassirin (Abah Anom).

Sesuai jadwal, rencananya kegiatan tersebut ditutup hari ini, Ahad (10/1), dengan Pengajian Akbar yang akan diisi oleh Al Habib Hasan bin Agil Al Babud dari Purworejo, Jawa Tengah. Rais Aam Idarah Aliyah Jatman Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya dijadwalkan menutup forum yang berlangsung dua hari ini. (Henudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Pendidikan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 14 Juli 2017

Ansor Situbondo Kembali Tegaskan Pentingnya Asas Tunggal Pancasila

Situbondo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Situbondo, Jawa Tengah kembali menggelar Apel Kebangsaan, Ahad (23/7) untuk mengingatkan kembali masyarakat mencintai Pancasila sebagai dasar, falsafah kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

Ansor Situbondo Kembali Tegaskan Pentingnya Asas Tunggal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Situbondo Kembali Tegaskan Pentingnya Asas Tunggal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Situbondo Kembali Tegaskan Pentingnya Asas Tunggal Pancasila

Menurut Ketua PC GP Ansor Situbondo, Yogi Kripsian Syah, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami ujian, banyak masyarakat yang masih belum menyadari bahwa Indonesia ditakdirkan sebagai umat yang beragam, tidak hanya satu umat saja.

"Kalau Allah berkehendak maka Allah bisa menjadikan umat hanya satu saja. Tapi inilah takdir, takdir kebangsaan, takdir NKRI, kita dijadikan beragam suku bangsa, ras dan agama, mari kita sadari dan tanamkan komitmen kebangsaan kita bahwa NKRI dan Pancasila itu sudah final, seperti yang dicontohkan oleh para ulama dan pahlawan kita," katanya

Apel Kebangsaan memperkokoh kesetiaan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Ansor dan ? Barisan Ansor Serbaguna (Banser) terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) digelar di lokasi car free day di alun-alun Situbondo.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Situbondo, di antaranya Bupati Situbondo, Wakil Bupati Situbondo, Kapolres Situbondo dan Komandan Kodim Situbondo juga hadir.

Yogi mengingatkan seluruh komponen masyarakat terutama kader-kader GP Ansor dan Banser merapatkan barisan untuk menjaga NKRI dan Asas Tunggal Pancasila sebagai ideologi negara. Di samping itu, ia mengajak masyarakat yang benci dan ingin merongrong Pancasila segera sadar dan kembali kepangkuan ibu pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Di Situbondo inilah Pancasila diterima sebagai asas tunggal pada Munas Alim Ulama tahun 1983 dan diformalkan pada Muktamar 1984 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, jadi kita wajib menjaga konsensus ini," ujarnya.

Ditanya terkait dengan keberadaan Perppu No 2 Tahun 2017, Yogi menegaskan pihaknya akan mendukung, seperti yang telah dilakukan oleh PBNU, tapi selama keberadaan Perppu tersebut untuk menjaga dan memurnikan nilai idealisme terhadap Pancasila.

"Selama keberadaannya menjaga kita untuk memurnikan nilai idealisme kita terhadap pancasila, kita dukung 100 persen, dan PBNU sebagai orang tua kita sudah mendukungnya," terangnya.

Sementara Dandim 0823 Situbondo, Letkol Inf. Ashari dan Kapolres Situbondo, AKBP Sigit Dany Setiyono mengapresiasi acara tersebut, menurutnya Apel Kebangsaan yang diselenggarakan oleh GP Ansor Situbondo merupakan wujud realisasi dari Hubbul Wathon Minal Iman yaitu mencintai tanah air adalah bagian dari iman.

"Mari kita rawat kebinikaan ini, dan jaga bersama-sama, ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah, TNI dan Polri namun juga seluruh komponen masyarakat, termasuk Ansor dan Banser. Saya ingin Banser terus berperan aktif menjaga Pancasila, Pancasila telah final," pinta Letkol Ashari.

"72 tahun kita berdiri, sampai hari ini berada dibawah naungan Pancasila, inilah yang menyebabkan kita tegak sampai hari ini. Tidak ada sebuah negara yang besar, tanpa sebuah nilai yang sangat besar yang mengikatnya, dan pengikat kita bersama adalah Pancasila," kata Kapolres Situbondo, AKBP Sigit Dany Setiyono, memungkasi.

Pada kesempatan itu pula, kader Banser Situbondo juga melakukan sejumlah atraksi, diantaranya antraksi memecahkan buah kelapa dengan kepala, memakan pecahan kaca, memakan bara api dan menarik mobil dengan menggunakan rambut. (Noer Yadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nusantara, Bahtsul Masail, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pemerintah Tetap Wajib Selenggarakan Pendidikan Berkualitas

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menilai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tak sesuai dengan UUD 1945. Penghapusan RSBI diharapkan tak melupakan kewajiban pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas.

Wakil Ketua Pengurus Pusat LP Ma’arif Masduki Baidlawi berpandangan, sejalan dengan amanat konstitusi, pemerintah harus senantiasa bertanggung jawab mengupayakan pendidikan bermutu bagi semua warga negara. Semua peraturan yang menimbulkan diskriminasi, seperti RSBI/Sekoah berbasis Internasional (SBI), layak dibatalkan.

Pemerintah Tetap Wajib Selenggarakan Pendidikan Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Tetap Wajib Selenggarakan Pendidikan Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Tetap Wajib Selenggarakan Pendidikan Berkualitas

”RSBI menjadikan pendidikan berkualitas hanya milik orang-orang kaya. Padahal pendidikan adalah hak dasar yang harus dinikmati juga oleh orang-orang miskin,” ujarnya saat dihubungi Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, Kamis (10/1).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut dia, sebenarnya semangat dasar Pasal 50 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang melandasi RSBI/SBI tidak bersifat diskriminatif. Namun, karena ”dibajak” oleh para guru oportunis, kebijakan ini menyimpang jauh dari spirit pemerataan pendidikan.

Masduki mengakui, putusan MK tersebut lebih banyak menyasar kepada RSBI/SBI milik pemerintah. Alokasi dana dari pemerintah dituntut menjunjung tinggi asas kesetaraan. Namun, ia juga mengingatkan, seluruh RSBI/SBI swasta kini tak boleh lagi menggunakan nama ”RSBI/SBI”.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

”Soal pendidikan mahal di RSBI/SBI swasta kita tidak bisa tuntut lebih jauh karena mereka memang punya independensi. Tapi bahwa pemerintah punya kewajiban membiayai pendidikan sudah pasti,” katanya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tokoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 13 Juli 2017

IPNU Bagikan 1000 Paket Peralatan Sekolah

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) semakin fokus mengurus pelajar. Organisasi berbasis massa pelajar dan santri NU itu, memberikan bantuan berupa 1000 paket peralatan sekolah kepada para pelajar miskin di wilayah Jakarta melalui program aksi sosial untuk anak korban banjir Jakarta, Kamis (24/5) siang, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta.

Aksi sosial tersebut terselenggara berkat kerja sama Pimpinan Pusat IPNU, Nahdliyin Disaster Response, Yayasan Bhakti Tunas Bangsa dan LSM Karina. Hadir dalam penyerahan baantuan tersebut Ketua Umum PP IPNU Idy Muzayyad, Ketua Dewan Pembina Yayasan Bhakti Tunas Bangsa Ali Masykur Moesa, Direktur Nahdliyin Disaster Response Nurul Hilaliyah, dan Direktur Eksekutif Karina Romo Istanto.

Ketua Umum PP IPNU, Idy Muzayyad mengatakan, aksi sosial itu merupakan bentuk kepedulian IPNU terhadap anak-anak korban banjir Jakarta yang terjadi beberapa bulan lalu. ”IPNU ini kan organisasi yang harus ngurus pelajar. Meski tidak banyak bantuan yang kami salurkan, kami berharap ini bisa meringankan beban para pelajar yang sedang dalam kesulitan,” ungkapnya.

IPNU Bagikan 1000 Paket Peralatan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Bagikan 1000 Paket Peralatan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Bagikan 1000 Paket Peralatan Sekolah

Ke depan, lanjut Idy, IPNU akan terus berusaha mencari terobosan-terobosan baru agar lebih maksimal dalam membantu para pelajar dari kalangan masyarakat tak mampu. ”Ini sebenarnya belum apa-apa, melihat problem pendidikan yang dihadapi bangsa ini,” tutur mahasiswa Fakultas Komunikasi Pascasarjana Universitas Indonesia itu.

Sementara itu, Ali Masykur Musa meminta kepada para pelajar untuk belajar secara sunggung-sungguh guna menyongsong masa depan yang lebih. ”Saya minta kepada adik-adik untuk belajar serius,” ungkapnya dalam sambutan singkatnya.

Belajar dengan serius, lanjut anggota DPR RI dari FKB itu, para pelajar akan mendapatkan ilmu dengan sempurna. Dengan demikian, katanya, ke depan para pelajar akan mendapatkan pekerjaan yang layak dan mapan secara ekonomi. ”Dengan ilmu, pekarjaan yang akan mencari adik-adik, bukan adik-adik yang mencari pekerjaan,” ungkapnya. (amh/rif)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Jadwal Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 12 Juli 2017

PCNU Kota Bogor Berbagi Paket Kurban kepada Warga Sekitar

Bogor, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Setelah melaksanakan Shalat Idul Adha, pengurus harian PCNU Kota Bogor menyembelih hewan kurban sapi, kambing, dan domba di Kantor Sekretariat PCNU Kota Bogor Jalan Sempur Kaler, Kota Bogor, Senin (12/9) siang. Paket daging kurban ini kemudian dibagikan kepada warga sekitar sekretariat.

Tampak hadir seluruh pengurus harian PCNU Kota Bogor serta sejumlah pengurus lembaga dan banom NU Kota Bogor.

PCNU Kota Bogor Berbagi Paket Kurban kepada Warga Sekitar (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Bogor Berbagi Paket Kurban kepada Warga Sekitar (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Bogor Berbagi Paket Kurban kepada Warga Sekitar

Ketua PCNU Kota Bogor Dr Ir H Ifan Haryanto mengatakan, Idul Adha hendaknya bukan hanya dimanfaatkan sebagai pengingat napak tilas keteladanan Nabi Ibrahim yang rela berkorban demi kecintaannya kepada Allah SWT.

Menurutnya, Idul Adha bisa juga dimaknai sebagai satu bentuk syukur atas segala nikmat atau rezeki dari Allah SWT. Lebih dari itu diharapkan Idul Adha bisa menjadi momentum bagi seluruh umat Islam untuk mengasah kesalehan dan kepedulian sosial.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kerelaan berkurban seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim, bisa diteladani dengan kerelaan kita berbuat baik dan peduli kepada sesama dan peduli serta ikut menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di lingkungan kita,” kata H Irfan.

Pada saat bersamaan sebagian pengurus dan warga NU berdiskusi bersama Lakpesdam dan Lasiznu Kota Bogor, sebagaimana dirilis yogya.antaranews.com. (Red Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pahlawan, Ubudiyah, AlaSantri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ini Jalan Tak Terduga Menuju Allah Menurut Ibnu Athaillah

Sebagian orang yang bangga atas amal ibadahnya. Mereka sangat percaya diri dengan amal ibadahnya sehingga tidak berhajat lagi kepada Allah. Tetapi ada sebagian manusia yang kehilangan harga diri di hadapan Allah karena terperosok ke satu lubang dosa. Ia kemudian berusaha bangkit dari keterpurukannya itu dengan memohon ampunan-Nya dan berusaha memperbaiki diri serta menyadari dirinya sebagai manusia adalah makhluk yang dhaif di hadapan kuasa Allah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ini Jalan Tak Terduga Menuju Allah Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jalan Tak Terduga Menuju Allah Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jalan Tak Terduga Menuju Allah Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Kerapkali Allah membuka pintu ketaatan untukmu, tetapi tidak membukakan pintu penerimaannya. Namun terkadang Dia menakdirkanmu sebuah dosa, dan itu menjadi wasilahmu sampai ke hadirat-Nya.”

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Bagaimana maksud hikmah dari Syekh Ibnu Athaillah ini? Syekh Syarqawi mencoba memahami catatan Syekh Ibnu Athaillah dengan uraian berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Artinya, “Itu terjadi karena ketaatan kita kerapkali disertai dengan bencana yang mencederai keikhlasan seperti takjub atas amal, pengandalan amal, perendahan (dalam hati) terhadap orang yang tidak mengamalkan ketaatan itu. Ini mencegah penerimaan amal. Sementara dosa seseorang yang disertai dengan penyandaran diri dan permohonan ampunan kepada Allah, perendahan terhadap diri sendiri, dan penghormatan terhadap mereka yang tidak melakukannya, menjadi sebab datangnya maghfirah dan wasilahnya sampai ke hadirat-Allah,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Indonesia, Daru Ihaya’il Kutubil Arabiyah, juz I, halaman 72).

Bagi Syekh Syarqawi, amal ibadah bukan sekadar lahir. Amal ibadah mencakup lahir dan batin. Artinya, ketika seseorang melakukan shalat, puasa, zakat, haji, atau umrah, maka batinnya juga harus ikut beribadah dalam bentuk penahanan diri dari sifat tercela yaitu ujub, tinggi hati, dan merendahkan orang lain yang tidak mengamalkan ibadah itu. Orang yang beribadah secara lahiriyah saja belum sampai kepada Allah seperti keterangan Syekh Zarruq berikut ini.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Bagi saya, amal ketaatan itu adalah sebuah anugerah Allah. Sedangkan penolakan Allah atas amal itu adalah bentuk penahanan-Nya yang disertai anugerah. Tetapi anugerah yang disertai penolakan berubah menjadi penahanan karena apalah artinya sebuah amal ketaatan tanpa penerimaan?” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 96).

Di sisi lain, kejatuhan seseorang pada sebuah kesalahan dan maksiat yang membuatnya tak percaya diri di hadapan Allah dan membuatnya berhenti dari penghinaan terhadap orang lain, membuka jalan baru baginya untuk sampai kepada Allah sebagaimana disinggung Syekh Burhanuddin Al-Hanafi berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Lebih dari itu, Allah menakdirkanmu sebuah dosa dan menjadikannya sebagai wasilah bagimu untuk sampai di hadirat-Nya karena kesombongan dan pamer orang yang beramal kepada Allah, kefakiran orang yang bermaksiat dan perendahan diri di hadapan-Nya. pasalnya, mahar atas penampakan pengantin-pengantin perawan itu adalah kefakiran, kerendahan, dan tak punya kepercayaan diri (di hadapan-Nya). Renungkanlah bagian ini,” (Lihat Syekh Burhanuddin Al-Hanafi As-Syadzili, Ihkamul Hikam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2008 M/1429 H, halaman 77).

Penting untuk dicatat bahwa uraian ini jangan dipahami sebagai anjuran untuk berhenti beribadah secara lahiriah atau anjuran untuk berbuat dosa. Uraian ini merupakan buah perenungan Syekh Ibnu Athaillah sebagai koreksi atas sebagian dari kita yang tidak lagi membutuhkan rahmat Allah dan menjadi tinggi hati bahkan cenderung memandang rendah mereka yang tidak beramal seperti kita.

Pada hikmah ini Syekh Ibnu Athaillah mendorong kita untuk menyempurnakan ibadah lahir dengan ibadah batin. Murid Syekh Abul Abbas Al-Mursi ini mengajak kita semua untuk merendahkan diri di hadapan Allah, memperbaiki diri, menghargai orang lain, dan memandang mereka dengan pandangan rahmat. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Gelar Safari Ramadhan, Perkumpulan Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Kampanyekan Islam Damai

Ciputat, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua Umum Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (Matan) Cabang Ciputat Ahmad Atmo Prawiro menyatakan, Matan bisa menjadi sebuah gerakan yang menebarkan kedamaian di kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar.

“Gerakan Matan ini bisa memberikan kedamaian bagi mahasiswa dan masyarakat,” kata Atmo saat memberikan sambutan pada acara Safari Ramadhan dengan tema Menepis Radikalisme dengan Spiritualisme di Masjid Fathullah, Ciputat, Rabu, (8/6).

Safari Ramadhan ini, lanjut Atmo, diselenggarakan untuk memperkenalkan Matan Cabang Ciputat kepada khalayak umum, mengingat organisasi thoriqoh ini baru dibentuk di wilayah Ciputat beberapa bulan lalu.?

Gelar Safari Ramadhan, Perkumpulan Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Kampanyekan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Safari Ramadhan, Perkumpulan Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Kampanyekan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Safari Ramadhan, Perkumpulan Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Kampanyekan Islam Damai

Selain itu, Wakil Pengasuh Pesantren An- Nahdlah Indramayu tersebut menjelaskan, tujuan didirikannya Matan Cabang Ciputat ini adalah untuk menghalau gerakan-gerakan mahasiswa radikal dan pragmatis di wilayah kampus.

“Untuk meng-counter gerakan-gerakan yang radikal, gerakan-gerakan begitu massif untuk melakukan kekerasan, dan juga gerakan-gerakan mahasiswa yang pikirannya pragmatis,” papar Atmo.

Ia menilai kebanyakan mahasiswa Ciputat selama ini hanya berkutat pada gerakan-gerakan politik yang penuh dengan kekerasan. Untuk itu, ia berharap Matan Cabang Ciputat ini bisa menjadi solusi dan organisasi alternatif bagi mahasiswa.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Jadi ada dua (tujuan dan maksud didirikannya Matan), untuk menangkal radikalisme dan untuk meredamkan gerakan-gerakan politik yang keras itu,” lanjutnya.?

Selain diskusi yang menghadirkan KH Akhmad Sodiq sebagai pembicara, dalam kesempatan tersebut Matan Cabang Ciputat juga meluncurkan Pondok Pesantren Akhlak Matan Ciputat dan Deklarasi Formal Gerakan Kibar Matan (GKM). Sebelumnya, Matan Cabang Ciputat juga melakukan berbagai kegiatan, diantaranya diskusi seputar tasawuf dalam Cafe Sufi. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits, Makam, Ubudiyah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 11 Juli 2017

Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebanyak 12 ribu lowongan kerja dari berbagai sektor tersedia dalam bursa kerja nasional (Job Fair) di Jakarta Internasional Expo (JIEXPO) Kemayoran yang digelar tanggal 25-26 Agustus 2017 mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Job Fair Kemnaker 2017 Sediakan 12.000 Lowongan Kerja

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto saat membuka job fair pada Jumat (25/8), kegiatan job fair merupakan komitmen pemerintah untuk mengurangi pengangguran.

"Kita mendorong agar penyelenggarakan bursa kerja diperbanyak di berbagai daerah bukan hanya di Jakarta. Untuk bisa meningkatkan partisipasi dari angkatan kerja kita yang belum bekerja agar bisa bekerja," ujar Hery.

Hingga jobfair dibuka Jumat (25/8) ini, jumlah pengunjung sudah terlihat mengantre di luar gedung. Hingga pagi ini sudah ada 23.100 peserta yang mendaftar secara online dan 10.000 peserta yang mendaftar secara offline.

Bagi pengunjung yang belum mendaftar, panitia juga menyediakan stand pendaftaran sehingga peserta bisa mendaftar secara langsung di lokasi. "Job fair ini melibatkan sekitar 213 perusahaan. Pencari kerja yang ingin datang besok (Sabtu), masih bisa mendaftar secara online juga. Job fair ini juga terbuka untuk rekan disabilitas," ungkap Hery.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Adapun, pendaftaran online dapat dilakukan melalui web site kemnaker.go.id dan jiexpo.jobfair atau untuk mendapat informasi lebih lanjut dapat menghubungi call center 021-26645000.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Job Fair Gratis

Sekjen Kemnaker Hery menambahkan penyelenggaraan job fair tidak boleh memungut biaya apapun kepada pencari kerja. Sekjen perlu mengingatkan hal tersebut karena akhir-akhir ini marak lembaga swasta dan event organizer (EO) yang menyelenggarakan job fair dengan tujuan bisnis.

"Setiap pelaksanaan job fair tidak boleh memungut biaya dari para pencari kerja. Jadi harus gratis bagi pencari kerja," tegas Hery.

Hery menjelaskan penyelenggaraan job fair yang memungut biaya kepada pencari kerja melanggar Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Keppres 36 tahun 2002 tentang pengesahan ratifikasi konvensi ILO nomor 88 mengenai lembaga pelayanan penempatan tenaga kerja.

Selain itu, mereka melanggar Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 39 Tahun 2016 Pasal 54 ayat 3 yang menyebutkan bahwa penyelenggara pameran kesempatan kerja (Job Fair) dilarang melakukan pungutan biaya dalam bentuk apapun kepada pencari kerja.

"Jika pencari kerja menemukan pelanggaran tersebut, bisa langsung melaporkan Dinas Tenaga Kerja setempat atau bisa juga lapor ke Kemnaker melalui akun media sosial Kemnaker yakni Twitter @KemnakerRI atau Instagram @kemnaker untuk mendapat tanggapan secara cepat," kata Hery. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pahlawan, AlaSantri, Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 09 Juli 2017

Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional

Banyuwangi, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Sejumlah kader Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Banyuwangi menghadiri acara pelatihan jurnalistik di Seblang Room Radar Banyuwangi, Banyuwangi Jawa Timur.

Mereka mengikuti diskusi ini guna peningkatan ketajaman dibidang jurnalistik. Pelatihan terbatas yang berlangsung , Selasa (3/1), tersebut diselenggarakan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) bekerja sama dengan Radar Banyuwangi.?

Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banyuwangi Siap Jadi Jurnalis Profesional

"Kami menghadiri pelatihan ini selain untuk pengembangan SDM, juga pengembangan kemampuan di bidang jurnalistik. Karena di sini, kami belajar bagaimana teknis penulisan berita secara profesional, wawancara, dan seni fotografi," papar Moh. Awang Nuryaddin, salah satu pengurus badan Student Crisis Center (SCC) PC IPNU Banyuwangi.

Menurutnya, pihaknya selama ini hanya langsung praktik menulis berita tanpa ada bimbingan teknis menulis secara profesional. "Selepas ini selain diberikan pembekalan menjadi jurnalis ideal. Juga, ke depan kita akan menjadi relawan dari jurnalis KPA untuk mengedukasi masyarakat khususnya tentang penyebaran, penyebab, dan penanggulangan virus HIV/AIDS," ungkap Awang pelajar asal Purwoharjo ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu, Sekretaris KPA Banyuwangi Waluyo mengatakan, banyak pihak bermimpi tahun 2020 mendatang di Provinsi Jawa Timur tidak akan ada kasus lagi terkait HIV/AIDS. "Saya ingin dari Banyuwangi mengawali mimpi tersebut sebelum kabupaten lain di Jawa Timur, mewujudkan impian ini," ungkapnya.

Teknisnya, kata dia, dengan memanfaatkan website resmi yang dimiliki KPA. Dari sini peranan relawan jurnalis sangat dibutuhkan melalui tulisan-tulisannya untuk mengedukasi masyarakat. "Sejauh ini masyarakat kita sangat fobia khususnya di kalangan ODHA (Orang Dengan HIV/AID). Kebanyakan masyarakat menjauhi bahkan mengintimidasi eksistensi mereka yang terkena HIV/AIDS," katanya.

Ia menyimpulkan, sejauh ini edukasi tentang proses penyebaran dan penanggulangan virus HIV/AIDS di masyarakat masih kurang. Perlu adanya penambahan relawan untuk melakukan edukasi ini. Bisa melalui media online atau dengan kerja sama media koran radar Banyuwangi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Redaktur Pelaksana Radar Banyuwangi Syaifuddin Mahmud mengatakan siap membantu bagaimana teknis penulisan berita bagi wartawan pemula. "Karenanya jika terjadi kesalahan menulis atau menentukan angle dalam pemberitaan sangat vital sekali dampak kepada masyarakat. Untuk itu kami bersedia membantu relawan wartawan pemula tips bagaimana menulis, wawancara, dan pemberitaan di media secara profesional," tutupnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari lintas komunitas dan organisasi di setiap kecamatan. Juga tak lupa jajaran pengurus KPA dan Radar Banyuwangi juga turut menghadiri acara pelatihan ini. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail, Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ngabuburit Kebangsaan: Pancasila Implementasi Ajaran Agama

Jepara, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Mayong Jepara menyelenggarakan Ngabuburit Kebangsaan; Pancasila Rumah Kita (Guyup Rukun Agawe Sentosa) yang berlangsung di pendopo kecamatan Mayong Jepara, Ahad (18/6) kemarin.?

Sebagai pembicara dalam kesempatan itu Kiai Mughis (Ketua MWCNU Mayong), AKP Budi (Kapolsek Mayong), Pendeta Prabantyas (Gereja Elsadai Mayong), Rini Padmini (Camat Mayong), Theresiana (Gereja Santo Johanes B) dan Khamid (Danramil Mayong).?

Ngabuburit Kebangsaan: Pancasila Implementasi Ajaran Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngabuburit Kebangsaan: Pancasila Implementasi Ajaran Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngabuburit Kebangsaan: Pancasila Implementasi Ajaran Agama

Di akhir ngabuburit diisi taushiyah kebangsaan oleh KH Hayatun Abdullah Hadziq, Ketua PCNU Jepara. Dalam kegiatan yang ditutup dengan buka bersama itu juga dihadiri unsur Banom NU Mayong yang meliputi MWCNU, IPNU, IPPNU, Fatayat dan Ansor.?

Kiai Mughis menyatakan saat ini memang ada kelompok yang ragu bahwa Pancasila sudah tidak relevan lagi. Padahal sejatinya menurut kiai muda dari Mayong ini Pancasila merupakan implementasi dari ajaran agama yang universal.

Pada sila pertama, ketuhanan yang maha Esa, lanjut Mughis sejalan dengan hubungan hamba dengan sang khaliq (Tuhannya, red). “Pada sila kedua kemanusiaan, ini sejalan dengan hablun minannas (hubungan sesama manusia),” terangnya kepada hadirin yang memadati pendopo.?

Sila ketiga persatuan cocok dengan ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama agama) juga ada ukhuwah insaniyah (persaudaraan seluruh umat manusia).?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Adapun sila ke empat kerakyatan di dalam Islam ada prinsip syuro (bermusyawarah) dan sila kelima keadilan, tegas Kiai Mughis islam mengajarkan keadilan. Alhasil, karena itu ia menegaskan tidak ada alasan untuk mengganti Pancasila dengan dasar yang lain.?

Peran ulama dan founding fathers

Dalam kegiatan yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Subbanul Wathan, AKP Budi selaku Kapolsek Mayong mengatakan Pancasila ada karena diperjuangkan oleh pahlawan.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Dasar Pancasila tidak lepas dari peran sesepuh NU yang merancang dan menyusunnya sebagai dasar Negara. Sehingga pancasila masih relevan sampai sekarang,” papar Budi.?

Hal lain ditambahkan Pendeta Prabantyas. Menurut pendeta dari gereja Elsadai Mayong Pancasila adalah produk dulu, kini dan masa depan dari para pemimpin bangsa karena khidmahnya untuk bangsa.?

Para founding fathers menyatukan bermacam-macam agama untuk satu visi misi bangsa. Sebagai pemeluk agama Kristen, ia menyakini bahwa al kitab tidak berlawanan dengan pancasila.?

Pendeta yang pernah menjelajah ke Jerman, Inggris dan Hongkong ini mengaku bahwa tidak ada dasar Negara di sana seperti Negara Indonesia. “Keberagaman yang plural. Menghormati satu dengan yang lain. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” bebernya.?

Berbagi peran

Selaku Camat Mayong Rini Padmini menyebutkan ancaman yang akan merongrong keutuhan NKRI semakin tampak. Karena itu Bu Camat Mayong itu mengajak seluruh elemen masyarakat bergandeng tangan guyup rukun.?

Untuk menghadapi ancaman itu harus diwujudnyatakan dari hal yang terkecil. “Info semakin deras kita harus bijak memfilter setiap informasi yang masuk. Kita juga harus berperan sesuai dengan tugas masing-masing tujuannya untuk mempertahankan NKRI. Itu thok (saja, red)” harap Rini.?

Theresiana perwakilan dari gereja Santo Johanes B mengimbau kepada masyarakat untuk tetap solid bersatu padu menjaga keutuhan nilai-nilai Pancasila. Danramil Mayong, Khamid mengungkapkan jika sudah tahu, paham, jaga!?

“Ada kelompok yang ingin mengubah dasar Pancasila tapi tidak bisa,” tandas Khamid.?

Oleh karena itu ia mengajak agar dasar Negara ditularkan untuk masyarakat dan digali lebih mendalam lagi.?

Sementara itu KH Hayatun Abdullah Hadziq Ketua PCNU Jepara dalam tausiyah kebangsaannya bertanya tentang pentingnya kegiatan tersebut.?

“Setuju tidak Anda dengan forum-forum seperti ini?” “Setuju!” begitu jawaban hadirin dalam event ngabuburit ini.?

Pihaknya sebelum ada kegiatan tersebut juga sudah melakukan hal serupa. “Saya pernah “khutbah” dalam perayaan natal di GITJ Jepara,” urainya. Sehingga yang dilakukannya tidak hanya untuk NU juga untuk masyarakat luas. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian, Pahlawan, Santri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 08 Juli 2017

Panti Asuhan NU di Grobogan Diterjang Puting Beliung

Grobogan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Peralihan musim kemarau panjang menuju musim hujan memang disyukuri banyak pihak. Daerah-daerah rawan kekeringan kembali bisa merasakan segarnya air bersih. Namun kondisi berbeda justru dialami panti asuhan Assalam Kradenan Grobogan.

Awal musim hujan ini rupanya menjadi ujian tersendiri bagi panti asuhan yang berdiri tahun 2001 tersebut. Sabtu (8/11) sore. Angin puting beliung telah menghempaskan atap bangunan panti. Kaca-kaca pecah. Kondisi serupa juga dialami beberapa bangunan di sekitarnya seperti masjid, madrasah diniyah, dan pesantren.

Panti Asuhan NU di Grobogan Diterjang Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
Panti Asuhan NU di Grobogan Diterjang Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

Panti Asuhan NU di Grobogan Diterjang Puting Beliung

Faktor geografis menjadi alasan utama musibah yang menimpa panti asuhan yang berafiliasi dengan NU ini. “Letaknya di pinggir hamparan sawah memang menjadi sebab utamanya,” ujar pengurus panti, Saidun.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia juga menambahkan, bukan hanya atap bangunan yang disapu angin, tapi kabel-kabel listrik juga banyak yang putus akibat angin beliung tersebut. “Petugas PLN sudah dihubungi, sehingga insya Allah teratasi,” tambahnya

Sementara itu ketika musibah menimpa, anak-anak penghuni panti tengah berada di luar untuk acara amal. “Kami tidak tahu saat kejadian berlangsung, kami sedang berada di luar,” tutur salah satu penghuni panti, Jamilah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Ketika pulang kami hanya bisa menangis setelah melihat tempat tinggal kami sudah porak poranda,” tegasnya

Pengurus panti juga mengharap ada agniya’, donatur atau instansi yang bersedia membantu dalam perbaikan gedung panti tersebut. Para donatur dapat langsung datang di Jalan Empu Cuwiri No. 1 Grompol, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, atau menghubungi 085648732376 (Saidun). (Hanif/Mahbib)

Panti Asuhan NU di Grobogan Diterjang Puting Beliung

Grobogan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Peralihan musim kemarau panjang menuju musim hujan memang disyukuri banyak pihak. Daerah-daerah rawan kekeringan kembali bisa merasakan segarnya air bersih. Namun kondisi berbeda justru dialami panti asuhan Assalam Kradenan Grobogan.

Awal musim hujan ini rupanya menjadi ujian tersendiri bagi panti asuhan yang berdiri tahun 2001 tersebut. Sabtu (8/11) sore. Angin puting beliung telah menghempaskan atap bangunan panti. Kaca-kaca pecah. Kondisi serupa juga dialami beberapa bangunan di sekitarnya seperti masjid, madrasah diniyah, dan pesantren.

Faktor geografis menjadi alasan utama musibah yang menimpa panti asuhan yang berafiliasi dengan NU ini. “Letaknya di pinggir hamparan sawah memang menjadi sebab utamanya,” ujar pengurus panti, Saidun.

Ia juga menambahkan, bukan hanya atap bangunan yang disapu angin, tapi kabel-kabel listrik juga banyak yang putus akibat angin beliung tersebut. “Petugas PLN sudah dihubungi, sehingga insya Allah teratasi,” tambahnya

Sementara itu ketika musibah menimpa, anak-anak penghuni panti tengah berada di luar untuk acara amal. “Kami tidak tahu saat kejadian berlangsung, kami sedang berada di luar,” tutur salah satu penghuni panti, Jamilah.

“Ketika pulang kami hanya bisa menangis setelah melihat tempat tinggal kami sudah porak poranda,” tegasnya

Pengurus panti juga mengharap ada agniya’, donatur atau instansi yang bersedia membantu dalam perbaikan gedung panti tersebut. Para donatur dapat langsung datang di Jalan Empu Cuwiri No. 1 Grompol, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, atau menghubungi 085648732376 (Saidun). (Hanif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Makam, Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan