Senin, 28 Maret 2016

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia

Lampung Timur, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Dalam era globalisasi ini, tantangan mahasiswa sangatlah berat dan kompleks, apalagi selaku mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung. Ke depan mereka dituntut siap menjadi kader-kader (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Nahdlatul Ulama (NU) yang militan.

Jadilah kader PMII yang kaffah, yang dapat menyebarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyyah ke pelosok Nusantara dan dunia.

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia

Demikian disampaikan Mabincab PMII Kabupaten Lampung Timur Ahmad Fauzi di hadapan 64 peserta dalam pembukaan Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru) Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung, di gedung PCNU Kabupaten Lampung Timur, Jalan Ky Khanafiah Nomor 9 Lintas Timur Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur, Senin (20/11).

“Sahabat-sahabat semua yang butuh PMII dan NU, bukan PMII yang butuh sahabat-sahabat. Menjadi mahasiswa tidak hanya mengejar IPK dan lulus cepat saja, salah satu yang terpenting adalah ikut aktif dalam organisasi yang sesuai dengan nafas dan akidah Aswaja an-Nahdliyyah, yakni PMII sebagaimana yang telah diputuskan dalam Muktamar NU di Jombang Jawa Timur dua tahun lalu, bahwa PMII adalah salah satu badan otonom NU,” imbuh alumnus IAIN Metro Lampung ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Mapaba PMII Komisariat UNU Lampung dilaksanakan selama empat hari ke depan, Senin-Kamis, (20-23/11) dengan tema besar Meneguhkan Nilai-Nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai Dasar Pergerakan.Mapaba juga diikuti peserta dari Komisariat STIE Lampung Timur, Komisariat STIS Braja Harjosari, Komisariat Universitas Terbuka.

Hadir dalam agenda pembukaan Mapaba tersebut Rektor UNU Lampung Nasir, anggota DPRD Lampung Timur Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa M Akmal Fathoni, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail, Lomba, RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Media sebagai Kekuatan Strategis dalam Masyarakat

Tegal, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan 

Seiring perkembangan zaman, media merupakan salah satu bagian penting yang tak dapat dipisahkan lagi dengan kondisi sosial masyarakat. Pasalnya, media adalah sebuah acuan atau tolak ukur berkembangnya suatu negara. Lalu sejauh mana peran media massa? Ada banyak jawaban yang diajukan oleh para pakar sosial mengenai peran media massa terhadap isu yang berkembang di masyarakat. 

Demikian pembicaraan yang menguak dalam pemaparan singkat diskusi media massa dan NU, yang disampaikan oleh kontributor Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan wilayah Tegal Abdul Muiz dalam Latihan Kader Muda (Lakmud) yang dikemas oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdltul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Tarub, baru-baru ini di SDN Gedongan Sayang Kecamatan Tarub. 

Media sebagai Kekuatan Strategis dalam Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Media sebagai Kekuatan Strategis dalam Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Media sebagai Kekuatan Strategis dalam Masyarakat

Muiz menjelaskan media massa juga bisa berperan sebagai sumber rujukan di bidang pendidikan dan penyebaran informasi yang cepat. Dalam hal ini, media dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Media memiliki andil yang penting dalam mengajak masyarakat untuk memerangi kekerasan dan tindak kriminalitas.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Media sebagai kekuatan strategis dalam menyebarkan informasi merupakan salah satu otoritas sosial yang berpengaruh dalam membentuk sikap dan norma sosial suatu masyarakat. Media massa bisa menyuguhkan teladan budaya yang bijak untuk mengubah prilaku masyarakat,” katanya.

Dalam diskusi yang diikuti oleh 90 peserta itu, ia juga menceritakan tahun 20 sampai 30-an, media-media NU bergerak dalam penguatan akidah ahlusunah wal jama’ah. Pada tahun 50-an warga NU memiliki media Duta Masyarakat yang memiliki pengaruh yang sangat kuat apalagi NU menjadi partai terbesar ketiga dalam pentas nasional sehingga Duta Masyarakat selalu dinanti oleh masyarakat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kendati demikian, tantangan kita saat ini ialah maraknya kelompok fundamintalis Islam dan liberal yang merongsong akidah Islam. Mereka sangat gencar, hingga mereka menerbitkan tafsir Alquran sendiri. Itu semua harus dihadapi oleh NU. Melihat karakter media NU tahun 20-60-an dan sekarang ini, warga NU diharuskan meluruskan tema dan isu sekaligus membangun strategi redaksional yang memadai,” tukasnya.

Diakhir sesi banyak pertanyaan yang terlontar dari peserta, sehingga jalannya diskusi semakin hangat. Rekomendasi dari kegiatan diskusi itu adalah adanya tindak lanjut dengan menggelar kegiatan yang lebih intensif semacam diklat jurnalistik. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, PonPes, Anti Hoax Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 24 Maret 2016

Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos

Batang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Penyebaran paham radikalisme yang semakin luas akhir-akhir ini tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi khususnya penggunaan media sosial seperti twitter, facebook, dan youtube. Hampir semua informasi dapat masuk kepada seseorang nyaris tanpa sensor melalui perangkat gawai seperti komputer tablet dan ponsel pintar yang semakin murah.

Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos

Oleh karena itu, PC Lakpesdam NU Batang pada 6 Juni 2015 lalu mengadakan Diskusi bertajuk ‘Ideologisasi dan Peningkatan Kapasitas Aktivis Media Sosial NU untuk Mempromosikan Islam Rahmatan Lil Alamin’ di Gedung PCNU Batang, Jawa Tengah dengan Narasumber Savic Ali, Pimred Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan dan Tata dari Sekretariat Jaringan Gusdurian.

Nur Faizin, Sekretaris PC Lakpesdam NU Batang menjelaskan, bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para aktivis media sosial NU tentang strategi pemanfaatan media sosial sebagai sarana kampanye dan promosi Islam rahmatan lil aalamiin.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam materinya, Savic Ali memaparkan, bahwa media sosial adalah produk zaman modern yang tidak bisa lagi dinafikan peran strategisnya dalam menyampaikan informasi. "Barangsiapa yang menguasai informasi, dialah yang akan menguasai dunia," tegas Savic.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sedangkan, Tata dari Seknas Gusdurian menjelaskan bahwa gerakan di media sosial saja belumlah memadai untuk melakukan sebuah gerakan perubahan. "Harus disertai dengan gerakan di dunia nyata dengan mengonsolidasikan semua stakeholder," jelas Tata.

Wakil Ketua PCNU, Drs M Kamal Yusuf, menyambut baik dengan adanya kegiatan tersebut karena media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah. PCNU berharap kepada Lakpesdam NU untuk mengonsep strategi dakwah dengan pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan ajaran Islam yang ramah ke seluruh penjuru dunia. (Arif Hakim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul, Habib, Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 18 Maret 2016

IPNU dan IPPNU Sumpiuh Gelar Festival Rebana

Banyumas, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Memperingati harlah ke-59 IPNU dan harlah ke-58 IPPNU, sebanyak 11 grup mengikuti festival rebana pelajar NU Sumpiuh di mushola Sabilittaqwa desa Lebeng kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Sabtu (15/2). Festival rebana terselenggara atas kerja sama IPNU, IPPNU, Muslimat NU, dan MWCNU Sumpiuh.

Perlombaan dibagi menjadi kategori umum dan Muslimat NU sekewedanaan Sumpiuh. Peserta lomba terdiri dari Muslimat NU dan perwakilan ranting atau komisariat IPNU-IPPNU.

IPNU dan IPPNU Sumpiuh Gelar Festival Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Sumpiuh Gelar Festival Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Sumpiuh Gelar Festival Rebana

Terdaftar sebagai peserta grup rebana MAN Sumpiuh, Muslimat NU Az-Zahro Tambak, MTs Ma’arif NU 1 Sumpiuh, Maulana Samawi Tambak, MTs Ma’arif NU 2 Sumpiuh, SMP Islam Al-Falah Qatrun Nada, Elhana SMAN Ma’arif Kemranjen, An-Nur Banjarpenepen, Al-Hadroh Ketanda Sibangkong, dan PAC Muslimat Tambak.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Juara pertama diraih grup rebana SMP Islam Al-Falah Qatrun Nada. Sedangkan juara kedua direbut grup rebana dari MAN Sumpiuh. Festival ini bertujuan mengajak warga terutama kalangan pelajar untuk bersolawat bersama dan menjalin ukhuwah Islamiyah dalam seni.

“Tujuan pokoknya menggali kembali budaya Islam, mendekatkan seni musik Islam sebagai alternatif,” kata Ketua PAC IPNU Sumpiuh Agus Khozin. (Thofiqur Rohman Achra/Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kiai, Sejarah, AlaSantri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan