Kamis, 13 Maret 2008

Pesantren Zaha Probolinggo Luluskan 1.477 Santri dari 11 Satuan Pendidikan

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo kembali menggelar selamatan dan tasyakuran akhirussanah pendidikan dasar dan menengah, Senin (16/5). Tahun ini sebanyak 1.477 siswa atau santri dinyatakan lulus 100 persen dari 11 satuan pendidikan di bawah naungan Pesantren Zaha Genggong dengan membawa beragam prestasi pada berbagai bidang baik akademik maupun non akademik.

Selain dihadiri jajaran pengasuh pesantren dan wali santri, acara yang dilangsungkan di halaman P5 Pesantren Zaha Genggong itu dihadiri Kabid PMP dan PMA Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Bambang Sudasto, Kabid Penma Kanwil Kemenag Provinsi Jatim H Supandi, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rosi dan Kasi Penma Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Taufik.

Pesantren Zaha Probolinggo Luluskan 1.477 Santri dari 11 Satuan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Zaha Probolinggo Luluskan 1.477 Santri dari 11 Satuan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Zaha Probolinggo Luluskan 1.477 Santri dari 11 Satuan Pendidikan

Pengasuh Pesantren Zaha Genggong, KH. Mutawakkil Alallah mengatakan, selamatan dan tasyakuran akhirussanah yang dilaksanakan tiap tahun ini merupakan bentuk syukur atas keberhasilan masing-masing satuan pendidikan dalam mengantarkan kelulusan anak didiknya.

“Terima kasih kepada wali santri yang mengorbankan dana dan pikiran. Terima kasih kepada para pengurus, ustad dan ustadzah. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari barokah para pendiri pesantren,” ujarnya.

Ketua PWNU Jawa Timur ini berharap, apapun yang telah dicapai tidak membuat santri berpuas diri. Ia berpesan pengalaman dan ilmu yang ditimba di pesantren dijadikan modal dalam menatap masa depan dengan tetap menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Semoga ilmu yang didapat barokah serta bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Saya juga berharap apapun profesinya kelak, mudah-mudahan dengan ilmu yang didapat di pesantren, mampu menjadikan anak yang soleh dan solehah,” jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara Kepala Biro Pendidikan Pesantren Zaha Genggong, Abd Aziz Wahab menambahkan, Pesantren Zaha Genggong pada tiap satuan pendidikannya menerapkan 4 orientasi ketercapaian, yakni spiritual, sosial, pengetahuan dan ketercapaian keterampilan.?

“Tahun ini ada peningkatan sekitar 2.500 santri yang masuk pada tiap satuan pendidikan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mengakui kualitas pendidikan di Pesantren Zaha Genggong. Dengan banyaknya santri yang masuk itu, saat ini kami kekurangan 53 ruang belajar. Namun, kami optimis dalam jangka 2 tahun akan terpenuhi,” katanya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren, AlaSantri, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 03 Maret 2008

OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label

Bandarlampung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung mengapresiasi banyaknya lembaga jasa keuangan baik makro maupun mikro yang menggunakan sistem syariah. Hanya saja pihak OJK Lampung menyayangkan seiring perjalanan lembaga itu menjalani praktik-praktik ke arah praktik konvensional.

Dengan kondisi seperti ini diperlukan pengawasan yang intensif dari beberapa pihak terkait praktik perjalanan lembaga keuangan tersebut.

OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label (Sumber Gambar : Nu Online)
OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label (Sumber Gambar : Nu Online)

OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label

Menyikapi hal ini OJK dan MUI melakukan pertemuan untuk menyatukan langkah dalam penanganan perkembangan ini. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor MUI Provinsi Lampung yang dihadiri langsung oleh Ketua MUI KH Khairuddin Tahmid dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Lampung Untung Nugroho, Kamis (29/12).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam pertemuan ini Kiai Khairuddin berharap seluruh lembaga pembiayaan mikro syariah di Lampung memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang direkomendasikan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia. Selain hal itu MUI Lampung berharap ada kerja sama antara kedua lembaga itu dalam memberikan pelayanan kepada umat terkait hukum ekonomi syariah.

"Kerja sama bisa dalam bentuk pelatihan, penguatan ekonomi syariah kepada masyarakat dan sosialisasi kebijakan terkait peraturan terbaru mengenai perekonomian syariah," kata Kiai Khairuddin yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hal ini diamini oleh Kepala OJK Lampung Untung Nugroho yang berharap kerja sama itu dapat segera direalisasikan. Bentuk kerja sama selama ini yang telah dilakukan adalah proses fit and propper test yang dilakukan oleh OJK kepada para calon DPS yang telah direkomendasikan oleh DSN MUI pusat.

Dengan proses ini diharapkan lembaga syariah dapat benar-benar terawasi sehingga praktik keuangan syariah dapat berjalan konsisten. "Syariah jangan labelnya saja," tegas Untung dalam pertemuan yang dihadiri oleh 5 orang pegawai OJK dan segenap pengurus MUI Lampung.

Untung menambahkan, sampai dengan saat ini ada sebelas Badan Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) di Provinsi Lampung. "Idealnya 1 BPRS memiliki 2 orang DPS. Namun di Lampung masih ada 4 BPRS yang belum memiliki DPS yaitu Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Tengah dan Way Kanan," ujarnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan