Kamis, 22 Oktober 2009

GP Ansor Probolinggo Prioritaskan Lima Program untuk Setahun ke Depan

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pimpinan GP Ansor Probolinggo menggelar rapat kerja cabang (rakercab) I tahun 2016 di Wisma Ucik Bromo Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, Sabtu dan Ahad (23-24/1). Rakercab yang diikuti oleh semua pengurus GP Ansor dan anak cabang GP Ansor se-Kabupaten Probolinggo merumuskan setidaknya prioritas program.

Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis mengatakan, rakercab ini bertujuan untuk mengevaluasi program setahun berlalu serta merumuskan bersama program setahun yang akan datang untuk meningkatkan sinergitas dan produktivitas pengurus di semua tingkatan.

GP Ansor Probolinggo Prioritaskan Lima Program untuk Setahun ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Prioritaskan Lima Program untuk Setahun ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Probolinggo Prioritaskan Lima Program untuk Setahun ke Depan

“Ada lima prioritas program tahun ini yang akan dilakukan oleh GP Ansor di semua tingkatan di Probolinggo, kaderisasi, ekonomi, sosial, keagamaan, dan kebanseran,” kata Muchlis.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurutnya, kaderisasi dilakukan untuk memastikan bahwa pengurus anak cabang sampai ranting solid dan menyelenggarakan minimal PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) sekali dalam setahun.

“Ekonomi dilakukan dengan mengembangkan koperasi Serba Usaha BMT Ansoruna yang sudah terbentuk dan berjalan serta membuat badan-badan usaha ekonomi di tingkat anak cabang yang nantinya akan menjadi penopang kewirausahaan dan peningkatan ekonomi pengurus serta organisasi,” jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Untuk sosial jelas Muchlis, pihaknya akan berkiprah melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang sudah dibentuk supaya semakin efektif dengan menyisir, mengumpulkan serta mendistribusikan baju layak pakai serta mainan bekas yang layak kepada mereka yang berhak menerima.

“Untuk program sosial, kami juga akan melaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah untuk bangsa setiap satu bulan sekali di setiap anak cabang, kerja sama dengan PMI Probolinggo,” terangnya.

Selanjutnya untuk keagamaan akan difokuskan kepada Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor yang dibentuk istiqomah dari segi jadwal. “Kegiatan ini dilakukan untuk mensyiarkan shalawat sampai ke tingkat ranting dan semua elemen agar pemuda lebih cinta berdzikir dan bershalawat,” tambahnya.

Hal lain terang Muchlis adalah mencegah serta mengantisipasi aliran-aliran di luar Aswaja NU yang ingin menghancurkan NKRI seperti Gafatar, ISIS dan yang lain dengan cara meminta pemerintah serta pihak terkait Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

“Tujuannya untuk ikut serta melakukan pengawasan dan pembinaan serta membuat program yang bersinergi untuk menangkal masuknya aliran-aliran di luar Aswaja NU di Probolinggo,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Doa, Cerita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 20 September 2009

Saat Ini Kripik dan Gethuk Saling Anggap Kafir dan Syirik

Kudus, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Orang beragama saat ini saling menuduh kafir maupun syirik. Budayawan asal Jombang, Emha Ainun Nadjib meminta masyarakat untuk belajar dari “mazhab telo”.?

Saat Ini Kripik dan Gethuk Saling Anggap Kafir dan Syirik (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Ini Kripik dan Gethuk Saling Anggap Kafir dan Syirik (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Ini Kripik dan Gethuk Saling Anggap Kafir dan Syirik

Telo yang dalam bahasa Indonesia adalah ketela merupakan bahan dasar makanan. Ketela bisa dibuat kripik, gethuk dan beraneka macam makanan yang lain. Yang terjadi, saat ini ungkap Cak Nun, kripik menganggap “syirik” gethuk sedangkan gethuk menganggap “kafir” kripik. ?

“Untuk itu kita harus mengerti gethuk sampai telo,” harapnya dalam Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang dilaksanakan di SMPN 1 Dawe, Kudus, Jumat (7/4) malam.





Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sinau itu Menemukan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pada Reuni Perak 25 Tahun Alumni SMPN 1 Dawe angkatan 1991 itu, ia mengatakan, dalam dunia pendidikan siswa harus sinau. “Sinau iku ora diwurui tapi goleki, menemukan,” jelas suami Novia Kolopaking kepada jamaah yang hadir.?

Sinau, tutur pimpinan grup Kiai Kanjeng itu, tujuannya untuk kebaikan. Kesempatan itu, ia mencontohkan orang yang disuruh untuk memilih antara baik, pintar, kuasa atau kaya tentu lanjut Cak Nun orang mesti memilih baik.?

“Wong pinter tapi ora apik ya bahaya,” contoh Cak Nun menambahkan. ?

Makanya, kiai mbeling itu menggarisbawahi bahwa Islam yang dibawa oleh para wali kurun abad 8–9 merupakan orang-orang baik. Sehingga meski dalam kurun waktu 3 tahun sudah ada hasilnya.?

Nah, kembali soal sekolah, masih menurutnya, tujuan dari sekolah agar menjadi anak yang baik. Utamanya baik karakter, akhlaknya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)





Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Olahraga, Berita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 28 Agustus 2009

PBNU Apresiasi Pendirian ARSINU

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini mendukung serta merasa gembira dengan penyelenggaraan Kongres Pertama Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) yang digagas Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU).? Hal itu terungkap saat Helmy mengisi pidato sambutan sekaligus membuka Kongres, Jumat (16/9) sore di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Pusat.

Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu II, itu mengatakan salah satu amanat hasil Muktamar NU ke-33 tahun 2015 adalah NU sebagai paham ahlussunah wal jamaah dalam perspektif harakah atau gerakan.?

PBNU Apresiasi Pendirian ARSINU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Pendirian ARSINU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Pendirian ARSINU

Dari perspektif ini kemudian melahirkan tiga rekomendasi yakni mengokohkan pelaksanaan Islam aswaja, konsisten mengawal Pancasila dan NKRI, dan terus meningkatkan kualitas hidup warga NU. Kualitas hidup yang dimaksud adalah melalui bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai usaha meningkatkan IPM (Indek Pembangunan Manusia).

Tak lupa Helmy menyebut banyaknya jumlah warga NU berdasarkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) tahun 2014 yang ? mencapai 91, 2 juta. Jumlah ini setara dengan 36 persen dari seluruh warga Indonesia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Helmy mempertanyakan apakah dengan jumlah warga yang besar sudah secara otomatis menjadikan warga NU memegang peran besar?

“Kongres ini setidak-tidaknya akan menjadi bukti bahwa NU mengambil peran di masyarakat,” terang Helmy di hadapan peserta kongres yang terdiri dari pimpinan rumah sakit anggota ARSINU.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam bidang kesehatan, Helmy mengatakan jika fasilitas kesehatan rendah, maka IPM juga akan rendah. Dikaitkan dengan gini ratio yang sudah mencapai 0,34 sudah masuk zona merah. Oleh karena itu, NU harus membantu pemerintah, karena NU adalah entitas yang menyatukan umat dan warga.

Helmy mendorong LK PBNU membuat tarjet pendirian tempat layanan kesehatan misalnya Rumah Sakit, Poliklinik Desa, Puskesmas, atau Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren). Helmy menyatakan siap membantu LK PBNU, misalnya dengan memediasi LK PBNU dengan lembaga pendidikan dan lembaga wakaf yang dikelola NU.

Kerja sama dapat ditindaklanjuti dengan mendirikan pusat kesehatan atau rumah sakit di perguruan tinggi. Adapun kerjasama dengan lembaga wakaf dapat diwujudkan dengan memanfaatkan asset NU yang ada untuk pendirian tempat layanan kesehatan. Ibarat menanam, sebut Helmy, ini adalah menanam dengan model tumpang sari, di mana di satu lahan, tumbuh bermacam tanaman. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 21 Agustus 2009

Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras

Yogyakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Maraknya kasus minuman keras oplosan belakangan ini yang telah banyak merenggut banyak nyawa terutama dikalangan muda, membuat keprihatian dari Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) D.I.Yogyakarta.

Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras (Sumber Gambar : Nu Online)
Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras (Sumber Gambar : Nu Online)

Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras

Dalam release yang dikirimkan ke Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, mereka menyatakan bahwa konsumsi minuman keras, jelas dan nyata telah merugikan dan merusak masyarakat terutama anak-anak dan remaja yang seharusnya dilindungi oleh negara sebagaimana amanah Konstitusi UUD 1945 dan UU Perlindungan Anak.

Selama ini APSI menilai peredaran minuman keras semakin hari semakin mencemaskan, namun ternyata tidak ada langkah nyata dari pemerintah untuk mencegah kerusakan akibat peredaran minuman keras.

Tewasnya puluhan remaja di D.I. Yogyakarta akibat minuman keras oplosan, merupakan fenomena gunung es. Pada faktanya produsen merupakan pemain lama yang sudah keluar masuk tahanan karena hanya dijerat dan diputus hukuman ringan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Untuk mensikapi kondisi ini, APSI D.I.Yogyakarta meminta:

1. Mendesak Kepolisian RI untuk menegakkan hukum dengan menerapkan Pasal-Pasal pidana yang bukan termasuk Tindak Pidana Ringan kepada Produsen dan Distributor Minuman Keras yang telah menewaskan banyak remaja dan pemuda

2. Mendesak kepada Pemerintah RI dan DPR RI untuk membuat peraturan perundang-undangan yang melarang produksi dan pengedaran minuman keras dengan menerapkan sanksi pidana yang berat dengan ketentuan minimum khusus

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

3. Mendesak kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Pemerintah Kabupaten/Kota di D.I.Yogyakarta untuk membuat peraturan daerah yang melarang produksi dan peredaran minuman keras di wilayahnya masing-masing

4. Mengajak masyarakat luas untuk saling menjaga dari bahaya minuman keras terutama bagi anak-anak dan remaja serta memberikan pengawasan bersama terhadap peredaran minuman keras di masyarakat. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pahlawan, AlaSantri, Warta Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 11 Juli 2009

5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sekitar 5000 orang akan menabuh hadrah pada peringatan Haul ke-43 al-maghfurlah KH A Wahab Chasbullah di halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Jumat malam ini (5/9) selepas berjamaah Shalat Isya.

Menurut salah seorang panitia Haul, Mujtahidur Ridho, para penabuh hadrah itu tergabung pada Ikatan Seni Hadarah Indonesia (Ishari). Mereka berasal dari 25 kabupaten Jawa Timur.

5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama menambahkan mereka akan tampil secara bergiliran. “Modelnya meraka tampil per shaf. Sekali tampil sekitar 300 orang. Satu kelompok bisa tampil setengah jam,” terangnya ketika ditemui Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di Pameran Biografi Kh Wahab Chasbullah, Jumat sore (5/9).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dengan jumlah peserta dan durasi seperti itu, lanjut pria yang akrab disapa Gus Edo ini,  acara bisa berlangsung sampai pukul 02.00 atau bahkan 03.00 dini hari.

Lebih lanjut Edo mengatakan, hadrah adalah salah satu kesenian NU yang harus dilestarikan. Untuk itu, dulu, diprakarsai Kiai Wahab untuk membuat organisasi yang mewadahinya, “Ishari ini salah satu khazanah NU yang dulu mendirikan Mbah Wahab,” tambahnya.  (Abdullah Alawi)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pemurnian Aqidah, Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning

Salatiga, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Perayaan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017 dilakukan dengan cara berbeda di Pondok Pesantren Wakaf Literasi Islam Indonesia (WALI), Salatiga, Jawa Tengah.

Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning

Pesantren berbasis gerakan literasi ini mengemas peringatan dengan kegiatan ilmiah. Tidak ada pawai dan arak-arakan yang menunjukkan kegembiraan, ratusan santri duduk rapi di Masjid Ar-Rohim untuk belajar.

Akan tetapi, ini bukan kegiatan belajar rutin. Ratusan santri itu mengikuti Seminar Nasional Peranan Kitab Kuning dalam Dinamika Literasi dan

Intelektual Islam Indonesia, Ahad (22/10)



Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Tampil sebagai pembicara seminar tersebut adalah KH Idror Maimoen Zubair (Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang); KH Akomodien Shofa (Ketua Forum Silaturahmi Kyai Muda se-Jateng); KH Anis Maftukhin (Pengasuh Pesantren WALI); Ustad Munib Sidiq (Direktur WALI-Tamyiz Institute);  dan Ustad Al Mutaqin (Praktisi Metode Tamyiz).

Pada kesempatan itu, Pesantren WALI juga mencanangkan gerakan kitab kuning. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Agar santri-santri mulai memasyarakatkan ilmu-ilmu dari khazanah kitab kuning untuk menjawab beberapa persoalan kontemporer,” kata Kiai Munib, salah satu pengasuh Pesantren WALI.  

KH Anis Maftuhin mengatakan, kitab kuning adalah sumber pengetahuan keislaman yang sangat vital. Namun, selama ini akses dan kemampuan untuk membaca dan memahami hanya dimiliki sebagian kecil santri. Kemampuan itu hanya dimiliki santri-santri yang menguasai ilmu tata Bahasa Arab (nahwu sharaf) yang mumpuni dan belajar belasan tahun di pondok pesantren.

"Itu pun mereka baru sebatas mengakses sebagian kecil kitab-kitab fiqih, aqidah, dan yang berbau keagamaan," kata Anis.

Padahal, era keemasan Islam zaman dulu mengenal ilmuwan-ilmuwan yang menelurkan karya-karya luar biasa. Anis mencontohkan betapa kita terkejut bahwa 1.000 tahun sebelum Wright bersaudara belajar terbang, ulama Islam Abbas bin Firnas telah mempraktikkannya. 

“Belum lagi sumbangan pengetahuan Ibnu Sina dalam Kitab Qanun At-Tib yang hingga kini masih menjadi rujukan di dunia kedokteran,” pungkas Anis.  (Billy Ardhan/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Pesantren, Kajian Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 30 Juni 2009

Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pringsewu mendirikan Posko Mudik Lebaran 1437 H di Kompleks Gedung NU Kabupaten Pringsewu. Posko? yang terletak di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Kecamatan Pagelaran ini mulai dibuka pada H-5 lebaran 2016.

Menurut salah satu Anggota Banser yang mendapat tugas piket Ahad (3/6), Lasino, arus mudik pada hari tersebut sudah mengalami kenaikan yang cukup pesat. "Pengendara baik roda dua maupun roda empat yang melintas menuju arah barat Sumatera sudah padat," terangnya.

Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera

Beberapa pemudik sudah ada yang singgah di posko mudik NU yang tepat berada di lintas menuju Provinsi Bengkulu melalui Lampung Barat. "Para pemudik dipersilakan mampir beristirahat di Gedung NU. Kami siapkan fasilitas lengkap mulai dari parkir luas, kamar mandi, WC, mushalla dan lain-lain," katanya.

Lasino yang ditemani beberapa anggota Banser yang stand by pada hari itu mengingatkan para pemudik untuk berhati-hati saat mengendarai kendaraan khususnya di jalur lintas barat. "Di daerah sebelah barat Pringsewu tepatnya di Kabupaten Tanggamus banyak tikungan-tikungan tajam sehingga kehati-hatian dan stamina yang fit harus dimiliki," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Lasino, posisi posko mudik di Gedung NU sangat strategis untuk beristirahat memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan masuk ke daerah Kabupaten Tanggamus. "Mudah-mudahan ikhtiar kami membangun posko ini dapat membantu para pemudik. Kami ucapkan selamat sampai tujuan merayakan lebaran bersama keluarga," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, Makam, Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 05 Juni 2009

Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut

Banda Aceh, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Setelah memulai pengajian tasawuf, tauhid, dan fiqih (Tastafi) perdananya di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, pada awal Maret lalu, Syekh Hasanoel Basri (Abu MUDI) akan kembali melanjutkan pengajian serupa malam ini, Jumat (4/4), pukul 21.00 WIB di lokasi yang sama.

Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) tersebut bulan yang lalu bersama masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya bulan lalu mengulas secara detail kandungan kitab Sirus Salikin mengenai syariat, thariqat, dan haqiqat.

Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut

Jamaah Pengajian Tastafi malam ini diperkirakan semakin ramai karena masyarakat dari luar Kota Banda Aceh juga berencana untuk mengikuti pengajian ini secara langsung di Masjid Raya Baiturrahman. Pihak Panitia telah jauh hari menyosialisasikan pengajian ini baik melalui surat kabar maupun di jejaring sosial.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua pantia Tgk Marwan Yusuf berharap, Pengajian Tastafi di Masjid Raya dapat menjadi momentum untuk mengembalikan masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini seperti yang tertera dalam Qanun Meukuta Alam, “Ahlussunnah Waljamaah I’tiqadan dan Syafii Mazhaban”.

Pada sesi terakhir pengajian, panitia memberikan kesempatan kepada para Jamaah untuk bertanya langsung kepada Abu MUDI. Adapun bagi masyarakat yang berada di luar Kota Banda Aceh, pengajian ini bisa diikuti melalui Radio Pro 1 RRI Banda Aceh dan pertanyaan bisa diajukan melalui SMS dengan mengetik BNA(Spasi)Isi Pertanyaan ke nomor 0852-1322-3010.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam pengajian bulan lalu, Abu MUDI di antaranya memaparkan, Syariat dan Thariqat adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan Nabi Muhammad SAW yang telah menerima syariat shalat masih menunggu thariqat (metode) pelaksanaannya. Sedangkan hakikat, menurutnya, bukan sesuatu yang dapat dipelajari, melainkan merupakan satu kedudukan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang telah menjalankan syariat dan thariqat secara benar.

Sebelumnya, Pengajian Tastafi diadakan di Meunasah Al-Latief Kampung Baro, tepat di belakang Mesjid Raya Baiturrahman. Namun, mengingat jumlah jamaah yang semakin meningkat, tempat ini tidak muat lagi menampung jamaah dan panitia mengambil inisiatif untuk memindahkan lokasi pengajian ke Mesjid Raya Baiturrahman. Pengajian ini diadakan sebulan sekali setiap Jumat malam saban awal bulan. (Muhammad Iqbal Jalil/Mahbib)

Foto: Suasana Pengajian Tastafi 7 Maret lalu di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 05 Mei 2009

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII

NU memiliki riwayat pemilihan pemimpin tertinggi atau Rais ‘Aam dengan nuansa tawadhu. Pada Muktamar ke-24 NU di Bandung, Juli 1967 KH Bisri Sansoeri dipilih muktamirin menjadi Rais ‘Aam menggantikan KH Wahab Chasbullah.?

Namun, Kiai Bisri menolaknya. Selama Kiai Wahab, seniornya, masih hidup, dia tak sudi menyandangnya. Lalu, setelah Kiai Wahab wafat, Kiai Bisri baru bersedia menggantikan jabatan tersebut pada 1971. Sebelumnya, Kiai Wahab sendiri mau menggantikan pemimpin tertinggi di NU dengan syarat mengganti istilah Rais Akbar menjadi Rais Aam. Bagi dia, istilah itu hanya cocok untuk satu orang, gurunya, Hadratussyek KH Hasyim Asyari.

Pada Muktamar ke-33 NU di Jombang 2015, KH A. Mustofa Bisri juga menolak menjadi Rais ‘Aam PBNU meski muktamirin memilihnya. Media sosial begitu ramai menyambutnya dengan trending topic. Namun dia menolak hingga akhirnya KH Ma’ruf Amin yang mengembannya.?

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Riwayat Pemilihan Pemimpin di NU dan PMII

Hal serupa diperlihatkan beberapa kiai saat disodori posisi Rais ‘Aam yang kosong saat Kiai Bisri wafat. KH R Asad Syamsul Arifin Situbondo dan KH Machrus Ali Lirboyo tak mau menyandangnya.

”Meski Malaikat Jibril turun dari langit untuk memaksa, saya tetap akan menolak, yang pantas itu Kiai Machrus Ali, Lirboyo,” tukas Kiai As’ad.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jawaban Kiai Machrus pun tak kalah ‘angker’, ”Jangankan Malaikat Jibril, kalaupun Malaikat Izrail turun dan memaksa saya, saya tetap tidak bersedia!

Di tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), memiliki sejarah kepemimpinan yang kurang lebih sama. Ketua Umum pertama PB PMII dipilih ketika orangnya tidak hadir pada kongres itu. Sementara 13 orang pendiri tidak ada yang mau mencalonkan diri. Padahal H. Mahbub Djunaidi saat itu justru berada di teras kepamimpinan organisasi mahasiswa lain. Ia kemudian memimpin PMII beberapa periode yaitu 1960-1961,1961-1963, dan 1963-1967. ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua Umum PB PMII selanjutnya, Zamroni, juga terpilih ketika dia sedang tidak mengikuti kongres karena sedang berobat di Jepang. Ia kemudian memimpin organisasi itu pada 1967-1970 dan 1970 -1973.?

Lalu bagaimana organisasi yang memiliki slogan “dzikir, pikir, dan amal saleh” pada Kongres Ke-19 di Palu, Sulawesi Tengah saat ini? Konon calon Ketua Umum-nya saja ada 15 orang. Luar biasa! Padahal orang-orang yang mendirikannya tidak pernah ada yang pernah menjadi ketua umum.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Jadwal Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 07 April 2009

NU Benar dalam Beragama dan Bernegara

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meyakinkan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) bahwa Ahlussunnah wal-Jamaah yang dianut oleh Nahdlatul Ulama adalah sebuah kebenaran.

Dalam sambutan arahannya di Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah, Jumat (23/12), Kiai Said mengajak para peserta rakernas mengucapkan sebuah kalimat.

NU Benar dalam Beragama dan Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Benar dalam Beragama dan Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Benar dalam Beragama dan Bernegara

Nahnu ashabul haq. Al-haqqud diniy wal haqqul wathaniy. Kami pemegang kebenaran. Kebenaran agama dan kebenaran kebangsaan,” katanya kepada peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diselenggarakan Pimpinan Pusat IPPNU yang berlangsung dari Jumat-Ahad (23-25/12) tersebut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Butuh otak yang jenius dan kecerdasan yang mumpuni untuk membangun prinsip moderat. “Kalau kita membangun prinsip wasatha itu susah, sulit. Butuh orang pinter,” ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Imam Syafi’i (150-204 H) meletakkan dasar tawasuth fi al-syariah, yaitu menggabungkan Al-Quran dan hadis sebagai adillah naqliyah, dalil tekstual, dan ijma dan qiyas sebagai hujah aqliyyah.

Imam Abul Hasan Ali Al-Asy’ari meletakkan dasar tawasuth fil aqidah. Al-Qur’an dan hadis dijunjung tinggi, akal pun digunakannya.Produknya Imam Asy’ari adalah ilmu kalam, sifat dua puluh. Tidak ada ayat Al-Qur’an yang menunjukkan adanya Allah secara tekstual. Tetapi, Imam Asy’ari menempatkan sifat wujud itu pada pertama.

“Imam Asy’ari dengan kecerdasannya malah mengatakan sifat wujud itu nomor satu,” tandasnya.

Orang cerdas dalam akhlak adalah Imam Ghazali (450-505 H). Imam Ghazali berpendapat bahwa akhlak harus di tengah. Syariat harus dijalankan dengan baik dan hakikat harus dibangun di dalam hati. Orang yang hatinya baik tapi salatnya tidak memenuhi syariat itu cenderung zindiq. Orang yang syariatnya baik, tetapi tetap sombong, hasud, dengki itu cenderung fasiq.

Hal ini juga dilakukan Hadratussyekh KH Hasyim Asyari. Kakek Gus Dur itu melakukan terbosan dengan mengintegrasikan Islam dan nasionalisme. Islam saja tanpa nasionalisme belum bisa menyatukan umat. Nasionalisme tanpa Islam mengarah ke sekuler, nasionalisme yang kering, tanpa value dan spirit.

“Islam diperkuat dengan nasionalisme, nasionalisme berdasarkan Islam,” tandas Kiai Said mengutip Hadratussyekh.

Oleh karena itu, Kiai Said berpesan kepada rekanita IPPNU agar dalam Rakernas ini menghasilkan program yang tujuannya memperkuat sunnah dan memperkuat Republik Indonesia.

Pembukaan Rakernas ini ditandai dengan ditabuhnya rebana oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Staf Ahli Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ari Budiman, Ketua Umum PP. IPPNU Puti Hasni, dan Ketua PBNU Robikin Emhas. (Syakir Niamillah Fiza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Khutbah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 21 Maret 2009

Puluhan Petani Kudus Ikuti Diklat Budidaya Tebu dengan Panen Cepat

Kudus, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Al-Mawaddah Kabupaten Kudus menggelar pelatihan Teknik Budidaya Tanaman Tebu bagi petani di Kudus, Selasa (23/8). Pelatihan ini diharapkan membuka paradigma baru di kalangan petani tebu bahwa untuk bisa panen menanam tebu tidak membutuhkan waktu tahunan.

Acara yang digelar di aula Pesantren Al-Mawaddah Honggosoco, Jekulo, Kudus, diikuti sebanyak 20 peserta petani yang berasal dari Kudus. Puluhan petani itu selama lima hari akan menerima materi yang disampaikan oleh para praktisi dan pakar berpengalaman dalam budidaya tebu.

Puluhan Petani Kudus Ikuti Diklat Budidaya Tebu dengan Panen Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Petani Kudus Ikuti Diklat Budidaya Tebu dengan Panen Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Petani Kudus Ikuti Diklat Budidaya Tebu dengan Panen Cepat

Kepala P4S Al-Mawaddah Sofiyan Hadi mengatakan, selama pelatihan yang akan berlangsung mulai 23-27 Agustus ini para peserta akan lebih ditekankan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber sekaligus praktik.

"Dari total waktu yang tersedia selama 40 jam, 10 persennya teori. Selebihnya praktik. Karena kami ingin mengedukasi petani sekaligus bagaimana menjadi pengusaha," kata Sofiyan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Kudus Ir Budi Sulistiyanto berharap pascapelatihan para petani dapat menghasilkan produk unggulan ke depannya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Tanaman tebu ini merupakan tanaman prioritas nasional, selain padi, susu, dan kakao (kopi-coklat). Jadi apabila nanti setelah pelatihan ini dapat dihasilkan produk unggulan tentu akan luar biasa," ujarnya.

Menurut Budi, sejauh ini petani tebu di Kudus mulai dari proses penanaman sampai pengolahan masih menggunakan cara konvensional, yakni bergantung pada luas lahan seperti persawahan. "Maka P4S Al-Mawaddah ini berkewajiban mendidik, melatih petani tebu. Bagaimana nanti para petani ke depan tidak cuma menanam lalu menjual begitu saja. Melainkan bisa mengolahnya menjadi produk siap jual," terangnya.

Ia menambahkan, tebu saat ini tidak harus ditanam di lahan seperti persawahan. Lahan kering pun dapat ditanami tentunya dengan varietas yang disesuaikan dengan kontur tanah.

Pada pelatihan ini tampak hadir narasumber Koordinator Penyuluh Pertanian Kudus Ir Budi Sulistiyanto, Dosen UGM dan Penemu Varietas Baru Tebu Ir RMT Gembong Danudiningrat, Kepala BBPP Ketindan Malang Edi Suprapto. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Doa, Jadwal Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 18 Maret 2009

Lajnah Falakiyah Bimbing Penentuan Arah Kiblat

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Lajnah Falakiyah PBNU, Rabu (1/5) malam, menggelar Pelatihan Hisab-Rukyat yang kedua di Masjid an-Nahdlah, gedung PBNU, Jakarta Pusat. Kali ini, Lajnah Falakiyah mengulas materi cara menentukan arah kiblat yang benar.

Lajnah Falakiyah Bimbing Penentuan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lajnah Falakiyah Bimbing Penentuan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lajnah Falakiyah Bimbing Penentuan Arah Kiblat

Dalam kesempatan itu, Lajnah Falakiyah mengundang Ismail Fahmi dari Subdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI sebagai pemateri. Ismail memaparkan beragam dalil, teori, dan petunjuk teknis berkenaan dengan arah garis lurus ke Masjidil Haram.

Menurut dia, masyarakat masih banyak yang tidak memperhatikan aspek arah kiblat dalam proses pembangunan tempat ibadah. Karena kurang teliti, sejumlah masjid dan mushalla yang ia temui tidak benar-benar lurus dengan arah Ka’bah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kebanyakan mereka masih menyamakan arah kiblat dengan arah barat. Padahal, barat tidak bisa jadi patokan,” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pelatihan Hisab-Rukyat diikuti sekurangnya oleh 20 peserta dari Banten, Jakarta, dan sekitarnya. Peserta pelatihan dikenalkan dengan sejumlah garis khayal bumi, seperti garis lintang, garis bujur, dan garis ekuator. Tak hanya menetapkan koordinat Ka’bah, peserta juga dituntut praktik menghitung besaran sudut dari titik posisi pencari kiblat berada melaui rumus trigonometri.

Ismail mengaku telah menyederhanakan sejumlah konsep rumit penentuan arah kiblat demi kepraktisan proses pembelajaran. Dia menambahkan, berbagai prangkat modern yang muncul sekarang turut memfasilitasi proses penentuan arah kiblat kian sederhana.

“Yang penting di benak kita tertanam bahwa ilmu falak itu sebetulnya mudah,” tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 23 Februari 2009

Ramadhan, ASBIHU Berangkatkan Jemaah Umrah

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Memenuhi niat suci umat Islam di Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan, ASBIHU Tour and Travel kembali memberangkatkan jamaah umrah pada awal Ramadhan, tepatnya pada 28 Mei lalu. Pemberangkatan lainnya akan dilaksanakan pada 4 Juni 2017.

Ramadhan, ASBIHU Berangkatkan Jemaah Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, ASBIHU Berangkatkan Jemaah Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, ASBIHU Berangkatkan Jemaah Umrah

Pelaksanaan ibadah umrah bersama ASBIHU selalu istimewa karena manasik yang sesuai ajaran ahlussunah wal jamaah annahdliyah. Jamaah juga berkesempatan menziarahi makam-makam sahabat Nabi.

Direktur ASBIHU Tour and Travel KH Hafidz Taftazani mengungkapkan, sangat besar nilai ibadah umrah pada bulan Ramadhan.

“Pada bulan Ramadhan semua ibadah dilipatkan nilai pahalanya, termasuk ibadah umrah. Ini harus dimanfaatkan oleh umat Islam. Jamaah bisa salat, maupun melaksanakan ibadah-ibadah lainnya di tempat-tempat yang diutamakan untuk beribadah dan berdoa,” kata Kiai Hafidz.

Selain itu, Kiai Hafidz ? mengatakan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dijelaskan, “Umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersama Rasulullah.” (Kendi Setiawan/Fathoni)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 15 Februari 2009

Pasar Rakyat Indonesia di Purbalingga Berlangsung Sukses

Purbalingga, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pasar Rakyat Indonesia oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) putaran ke-38 yang digelar di Lapangan Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah berlangsung sukses.

Pasar Rakyat Indonesia di Purbalingga Berlangsung Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Indonesia di Purbalingga Berlangsung Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Indonesia di Purbalingga Berlangsung Sukses

PBNU kali ini didukung oleh Pengurus Cabang NU Purbalingga dan MWCNU Karanganyar. Pasar Rakyat Indonesia diselenggarakan pada Hari Sabtu-Ahad, tanggal 20-21 April 2013.

Pasar Rakyat Indonesia ini dibuka secara resmi oleh Bupati Purbalingga Drs H. Heru Sudjatmoko, M.Si ditandai dengan penabuhan kentongan sebanyak sembilan kali.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebelum pembukaan berlangsung, diadakan Pawai Ta’aruf yang diikuti oleh ratusan siswa-siswi dari MI, MTs/SMP, MA/SMA dan SMK Ma’arif di lingkungan MWCNU Karanganyar, Kertanegara dan Karangmoncol Purbalingga.

Menurut Ketua PCNU Purbalingga, Drs. H. Ahmad Khotib, M.Pd, “Pasar Rakyat ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa warga Nahdliyin mempunyai potensi besar dalam penyelenggaraan Pembangunan di negeri ini, khususnya di Purbalingga”.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lebih lanjut ia menjelasakan, tujuan dari kegiatan ini juga untuk mengangkat produk-produk lokal Purbalingga agar warga NU lebih mencintai produknya sendiri.

Sementara itu, K. Abas dari PBNU dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pasar Rakyat ini merupakan Program Kerja PBNU dan direncanakan akan dilaksanakan di 48 Kota/Kabupaten bekerja sama dengan PCNU atau Pondok Pesantren. 

Ada 3 Pilar yang ingin dibangun PBNU untuk berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat Indonesia yaitu pendidikan, kesehatan, dan perekonomian, dan pasar rakyat merupakan perwujudan dari program perekonomian untuk memberdayakan potensi produk lokal.

“Warga Nahdliyin kebanyakan adalah warga petani dan nelayan yang sangat rentan dengan kemiskinan. Oleh karena itu melalui penguatan perekonomian kerakyatan, diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan warga NU. Itulah bentuk sumbangan NU dalam pembangunan di Negara Indonesia ini,” tegasnya.

Hal tersebut diakui oleh Bupati Purbalingga, Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si dalam sambutan Pembukaan Pasar Rakyat Indonesia ini. 

“Kami merasa berterima kasih kepada PBNU yang telah mengingatkan kami. Memang benar, permasalahan kemiskinan masih menjadi garapan utama pemerintah. Karena memang tidak mudah untuk menyelesaikannya, ibarat mengurai benang kusut. Perlu dicermati dengan jelas mana ujungnya agar dapat mengurai masalahnya,” ungkap Bupati Purbalingga.

Setelah upacara pembukaan, selanjutnya Bupati Purbalingga beserta rombongan dari Muspida Purbalingga, perwakilan PBNU, para pengurus PCNU Purbalingga, Muspika Kecamatan Karanganyar serta Jajaran Pengurus MWCNU se Purbalingga melakukan Stand Visit ke 30 stand yang mengikuti Pasar Rakyat Indonesia. 

Stand-stand tersebut berasal dari Pihak Sponsor yang menyediakan Sembako Murah dan dari Warga Nu di Kabupaten Purbalingga yang menyajikan produk-produk karyanya sendiri baik makanan maupun barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya. 

Disamping itu, ada satu stand Radio Komunitas yang dikelola oleh PAC GP Ansor Karanganyar yang menyiarkan secara LIVE kegiatan-kegiatan Pasar Rakyat Indonesia yaitu Radio Lentera FM Karanganyar Kabupaten Purbalingga.

Redaktur   : A. Khoirul Anam 

Kontributor: Tofiq

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan