Jumat, 27 Desember 2013

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Dokki, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Bulan Ramadan, tidak ada alasan di bulan penuh hikmah ini untuk tidak menghormati pemeluk agama lain. Syiar Islam di bulan suci ini haruslah tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme (kemanusiaan). Dengan demikian, warga non-muslim pun akan merasakan nyaman dengan kehadiran Islam.

Demikian dikatakan Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir Fahruddin Aziz Lc saat menjadi penceramah pada acara buka puasa bersama yang digelar oleh PCINU Mesir di kediaman Atase Pendidikan RI di Mesir Drs H Slamet Sholeh, M.Ed, di Dokki, Senin, (9/10) lalu.

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Mas Azis, demikian panggilan akrab Fahruddin Aziz, mengkritik tradisi tadarrus di tanah air yang dilakukan hingga larut malam. Menurutnya, meski kegiatan itu bernilai ibadah dalam rangka memanfaatkan momen emas di bulan penuh rahmat ini, namun hendaknya dilakukan dengan tetap menghargai keberadaan umat beragama lainnya.

“Harapannya, kita bisa menambah ‘poin’ dan ‘koin’ di hadapan Ilahi Rabbi. Kepentingan politis yang bersifat transenden-vertikal, memang bisa terpenuhi. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebagai muslim yang baik, harus ada keterpanggilan untuk memenuhi kesalehan sosial,” ungkap Fahruddin.

Ditambahkan Fahruddin, hal yang perlu menjadi renungan adalah bahwa syiar Ramadan yang diekspresikan umat Islam di Indonesia terkesan berlebihan dan tak jarang menerjang sisi-sisi humanisme (sosial).

“Kalau tadarrus dengan pengeras suara itu dilakukan di desa-desa, mungkin masih mending, karena mayoritas beragama Islam. Lain halnya dengan masyarakat perkotaan. Sangat mungkin di sana banyak anggota masyarakat non-muslim, yang butuh ketenangan istirahat di malam hari,” terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hal itu, imbuhnya, juga menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim sebagai sesama anggota masyarakat. “Bukankah tetangga kita (yang non-muslim, red) juga punya hak menikmati mimpi malamnya yang begitu romantis. Jangan sampai tadarrus kita malah membuat malam pertama sepasang pengantin menjadi hambar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keutamaan turunnya al-Quran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, diturunkannya al-Quran tentu tidak lepas dari kondisi keadaan (sejarah) pada saat itu, sehingga saat ini masih dibutuhkan penafsiran dan pemahaman kembali sesuai dengan asbabun nuzul-nya. “Agar kita tidak secara mentah menerima teks al-Quran dan menjadikannya bisa terus diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Acara buka bersama itu dilakukan sekaligus merupakan perkenalan kepengurusan baru PCINU Mesir periode 2006-2008 yang baru dilantik beberapa waktu lalu. “Selain itu, acara ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara sesepuh NU Mesir dengan para jajaran PCINU,” kata Tobroni Basya Koordinator Lembaga Dakwah NU sekaligus penangungjawab acara tersebut. (aan/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, Pendidikan, AlaSantri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 21 Desember 2013

DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU

Pekalongan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Dewan Koordinasi Nasional Corp Barisan Pelajar (DKN CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengingatkan peran dan tugas CBP bukan hanya sebagai pasukan keamanan internal, akan tetapi bertugas sebagai garda depan Nahdlatul Ulama dalam rangka membentengi dari masuknya faham radikalisme anti-Pancasila di tingkat pelajar serta mengawal ideologi aswaja an Nahdliyah dan menjaga keutuhan NKRI.

Demikian dikatakan DKN CBP IPNU Dede Rosyadi pada acara pengukuhan Pengurus Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) CBP IPNU dan Korp Pelajar Putri (KKP) IPPNU Jawa Tengah Periode 2017 - 2019, Ahad (16/4) di Gedung Bakorwil 3 Kota Pekalongan.

DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

DKN CBP IPNU Ingatkan Kader CBP Sebagai Garda Depan NU

Dikatakannya, upaya yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mengganti Pancasila serta upaya memecah belah keutuhan NKRI adalah menjadi tugas utama CBP dan KPP khususnya dalam lingkup pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama.

"Ada tugas penting bagi CBP dan KPP sebagai garda depan membantu NU membentengi pelajar dari gerakan ideologi anti-Pancasila, Radikalisme dan intoleransi yang saat ini sudah masuk di kalangan pelajar," ujar Rosyadi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu, Komandan DKW CBP IPNU jawa Tengah Ferial Farhan kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan mengatakan, dipilihnya Kota Pekalongan sebagai tempat pengukuhan, yakni sebagai upaya mengingatkan kembali sejarah terbentuknya CBP dan semangat akan lahirnya KPP yang dilakukan pada tahun 1964 oleh Asnawi Latif.?

Dikatakan, dengan semangat ini diharapkan akan muncul spirit ? baru dari kader kader CBP dan KPP se-Jawa Tengah yang lebih besar dan lebih bangga menjadi kader CBP dan KPP yang loyal terhadap organisasi.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebagaimana diketahui, kehadiran CBP yang semula bernama Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan lembaga yang dibentuk pada tahun 1963 dalam hal itu dilatarbelakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah Gayang Malaysia.? Peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Repuplik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak).

Kondisi riil yang terjadi pada saat itu untuk lebih jelas konteksnya yaitu politik luar negeri, terjadi pertentangan antara gagasan Presiden Soekarno yang anti imperalisme dengan pihak Barat yang berupaya menancapkan kukunya di wilayah Malaysia. Kemudian Presiden Soekarno menginstruksikan kepada elemen bangsa untuk segera membentuk sukarelawan perang dan siap menggayang Malaysia.

Instruksi Presiden tersebut secara lansung membuat seluruh elemen bangsa bersiap sedia untuk melawan imperalisme yang akan kembali menancapkan kukunya di wilayah Asia Tenggara, Asnawi Latif pada waktu itu selaku Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang merupakan bagian dari elemen bangsa merasa terpanggil untuk berjuang bersama melawan iperalisme dari bangsa barat, yang terbentuk dari kalangan pelajar Nahdliyin yang kemudian dinamakan Sukarelawan Pelajar.

Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Djogjakarta yang pada saat itu merupakan lokasi dari kantor pusat PP IPNU, dan di barengi dengan parade militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan wujud dari kesiapan RI untuk Menggayang Malaysia.

Sejak saat itulah kemudian Sukarelawan Pelajar yang dibentuk oleh Asnawi Latif tersebut berjuang demi memperjuangkan negara dan bangsa untuk keutuhan NKRI. Sukarelawan ini yang merupakan embrio atau cikal bakal bagi berdirinya Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang kemudian ditetapkan pada Konferensi Besar IPNU di Pekalongan pada tanggal 25–1 Oktober 1964 dengan nama Corps Brigade Pembangunan (CBP), yang kemudian dikenal dengan Doktrin Pekalongan. (Abdul Muiz/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax, Doa Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 01 Desember 2013

PMII Tuntut Bupati Jember Sahkan Perda Tanpa Opsi Pertambangan

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jember, berunjuk rasa di halaman DPRD Kabupaten Jember, Kamis (8/1). Mereka menuntut agar Raperda tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Jember segera disahkan tanpa opsi pertambangan. Sebab, sudah cukup lama RTRW tersebut mengambang tanpa adanya kejelasan.

PMII Tuntut Bupati Jember Sahkan Perda Tanpa Opsi Pertambangan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Bupati Jember Sahkan Perda Tanpa Opsi Pertambangan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Bupati Jember Sahkan Perda Tanpa Opsi Pertambangan

"Kami berharap agar RTRW itu cepat disahkan sebagai Perda. Jangan hanya karena tidak ada opsi tambang, lantas rakyat dikorbankan," ucap korlap aksi Akim Candra.

Menurut Akim, eksekutif maupun legislatif harus memprioritaskan kepentingan rakyat dalam menyusun RTRW. Dikatakannya, yang terjadi saat ini eksekutif sudah tidak memprioritaskan kepentingan rakyat banyak.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Buktinya, mereka ngotot untuk memasukkan opsi tambang dalam Raperda RTRW tersebut. Padahal, opsi tambang tidak dikehendaki oleh mayoritas rakyat Jember.

"Kalau Bupati Jember beralasan karena bertentangan dengan RTRW di atasnya (kalau tidak ada opsi tambang), itu tidak benar. Yang berdaulat adalah rakyat," jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dihubungi terpisah, Ketua Pansus Raperda RTRW Kabupaten Jember Ayub Junaidi mengatakan, Raperda Pansus sudah selesai. Namun pihak eksekutif masih belum mau mengesahkan karena katanya masih mau konsultasi dengan gubernur.

"Itu karena opsi tambang tidak masuk," ucap Ayub. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Quote, AlaNu, Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 20 November 2013

Buku Ensiklopedia NU Segera Diluncurkan Pertengahan Mei

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan meluncurkan buku Ensiklopedia NU pada pertengahan Mei di Surabaya Convention Center. Buku sebanyak 4 jilid ini memuat dokumentasi sejarah NU, tokoh NU, para kiai, khazanah pesantren, dan peristiwa penting yang mengiringi dinamika perjalanan NU mulai dari perintisan pendiriannya hingga kini.

Buku Ensiklopedia NU Segera Diluncurkan Pertengahan Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Ensiklopedia NU Segera Diluncurkan Pertengahan Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Ensiklopedia NU Segera Diluncurkan Pertengahan Mei

Demikian dikatakan Ketua PBNU H Imam Aziz di ruangannya di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (8/5) sore.

“Penulisan buku memakan waktu yang lama. Karena, perlu riset dan pengumpulan bahan yang tidak sedikit di samping mengecek akurasi data-data terkait validitasnya,” kata H Imam Aziz yang lazim disapa Mas Imam kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan.

Saya pikir, ini buku penting yang harus dimiliki warga NU terutama para pengurus NU untuk menambah wawasan ke-NUan mereka.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kita belum mencetak banyak. Sekarang kita baru mencetak sebanyak 1000 eksemplar. Penulisan buku seberat 5 kilogram ini, memang tidak mudah. Sejumlah kendala juga kita hadapi mulai dari bahan-bahan, memilih para penulis, hingga pendanaannya.

“Insya Allah 16 Mei di Surabaya Ensikolpedia NU sudah bisa hadir. Kita sudah berusaha keras sambil menambah kekurangan-kekurangan yang ada. Kita juga membuka masukan-masukan dari para pembaca nantinya,” ujar Mas Imam.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ditanya mengenai harga satu setnya, Mas Imam belum menyebutkan angka. “Nanti kita akan bicarakan lebih lanjut perihal harganya.”

Kecuali itu, riset dan pemburuan data-data memakan waktu dan pendanaan tidak sedikit. Pasalnya, data-data NU banyak tersebar juga di luar negeri seperti di beberapa negara di Eropa, tandas Mas Imam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Lomba Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 12 November 2013

Peduli Gempa, PWNU Aceh Gelar Donor Darah Senin Besok

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Sehubungan musibah gempa bumi di Pidie Jaya dan sekitarnya, PWNU Aceh akan mengadakan donor darah pada Senin 12 Desember di Kantor PWNU Aceh, Jalan Ir Moh Tahier Nomor 9 Kompleks Dayah Thalibul Huda, Bayu Lam Cot, Darul Imarah Aceh Besar. PWNU Aceh melibatkan pihak Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan PMI Banda Aceh.

Demikian informasi yang diterima Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan dari Wakil Sekretaris LKNU Marini yang tengah berada di Aceh.

Peduli Gempa, PWNU Aceh Gelar Donor Darah Senin Besok (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Gempa, PWNU Aceh Gelar Donor Darah Senin Besok (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Gempa, PWNU Aceh Gelar Donor Darah Senin Besok

Marini mengatakan, masyarakat yang berminat partisipasi dalam kegiatan ini dipersilakan hadir mulai pukul 08.30-12.00. Kegiatan donor darah oleh PWNU dan LKNU merupakan wujud kepedulian NU terhadap musibah gempa bumi Aceh.

Sebelumnya diberitakan NU bersatu padu dalam penanganan dampak gempa Aceh. Sejumlah lembaga seperti LKNU, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU), Lazisnu, dan sejumlah badan otonom NU terlibat aktif dalam penggalangan bantuan sesuai bidang garapan amsing-masing.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lazisnu juga tak kalah gesit dalam upaya penanganan dampak gempa Aceh. Lazis membuka kesempatan bagi para donatur yang berniat menyumbang untuk korban gempa Aceh. Hingga Sabtu (10/12) malam donasi yang tekumpul melalui Lazisnu senilai Rp. 105.000.000,-

Dana ini dipergunakan Lazisnu untuk membeli paket bantuan yang akan diserahkan kepada para korban. Pengiriman barang bantuan ke Aceh dijadwalkan awal pekan besok. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail, Habib, Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 06 November 2013

Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus mengikuti Pameran Pembangunan “Expotechno Build Syria” ke-3 pada 16—18 Mei 2016 di Hotel Damarose Damaskus yang diselenggarakan oleh Pemerintah Suriah sebagai bagian dari rangkaian kampanye program Rebuild Syria (pembangunan kembali Negara Suriah).

Pameran yang mengangkat tema “For Better Syria” itu diikuti oleh lebih dari 40 stan perusahaan di sektor rekonstruksi, tenaga listrik/tenaga surya, pembangunan infrastuktur, pengairan, renewable sources, dan elektonik yang berasal dari Suriah dan Lebanon. Pameran Techno Build Syria ke-3 yang akan berakhir pada 18 Mei 2016 ditargetkan akan dihadiri lebih dari 4.000 pengunjung. Dibandingkan sebelumnya, pameran kali ini diikuti oleh lebih banyak ragam peserta dari berbagai perusahaan.

Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah

Stan KBRI Damaskus menampilkan dua Perusahaan BUMN Indonesia, yaitu PT Wijaya Karya Persero (tbk) dan PT INKA Persero yang telah mengirimkan berbagai materi pameran untuk dipajang di stan Indonesia, demikian siaran pers Pensosbud KBRI Damaskus yang diterima Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pameran “Expotechno Build Syria” dibuka Senin (16/05) oleh Menteri Pembangunan Umum Ir. Hussein Arnous; didampingi Menteri Pengairan dan Irigasi Dr Kamal Shikha; Duta Besar RI Damaskus Djoko Harjanto dan disaksikan oleh para pejabat setempat, delegasi perusahaan-perusahaan konstruksi serta delegasi dari berbagai Kedutaan Asing.

Mendapat apresiasi

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Setelah acara pembukaan, stan KBRI Damaskus adalah stan pertama yang dikunjungi oleh Menteri PU Ir. Hussein Arnous dan para pejabat setempat. Saat mengunjungi stan KBRI Damaskus, Menteri PU Ir. Hussein Arnous menulis pesan di buku tamu.

“Saya atas nama rakyat dan Pemerintah Suriah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rakyat dan Pemerintah Indonesia yang telah berpartisipasi dalam pameran ini,” tulis Menteri Arnous, “Ini adalah bukti Indonesia adalah sahabat sejati Suriah yang mendukung pembangunan kembali Suriah pasca konflik.”

Pada kesempatan itu, Dubes RI Damaskus, Djoko Harjanto, pun menyerahkan cenderamata kepada Menteri PU Eng. Hussein Arnous.

Dalam kesempatan wawancara dengan berbagai media di Suriah, seperti Syria FM, Syria TV, Stasiun TV Nour Sham, Sinmar News, Iraq News, dan Media East Channel, Duta Djoko menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Expo ini merupakan wujud dari dukungan Indonesia kepada Suriah mengingat ikatan persahabatan antara Indonesia dan Suriah sudah terjalin sejak lama.

“Sudah sepantasnya Indonesia berpartisipasi dalam pameran ini dalam rangka membantu pembangunan Suriah pasca konflik,” jawab Dubes Djoko kepada para wartawan. “Pameran ini juga merupakan peluang yang sangat baik bagi KBRI Damaskus untuk memperkenalkan potensi Indonesia di sektor konstruksi dan pembangunan serta transportasi perkerata-apian kepada masyarakat dan Pemerintah Suriah.” Duta Djoko mempromosikan PT. Wijaya Karya Persero, BUMN yang telah berpengalaman dalam membangun berbagai konstruksi di luar negeri dan PT. Industri Kereta Api yang sukses mengekspor produknya ke luar negeri.

Menurut Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Damaskus, Makhya Suminar, tidak hanya menarik perhatian para media, tetapi juga stan Indonesia juga menarik perhatian berbagai pengusaha yang mencari informasi untuk membuka hubungan dan memanfaatkan peluang bisnis dengan Indonesia. Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh KBRI Damaskus untuk menyebarkan informasi terkait pelaksanaan Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan pada 12 – 16 Oktober di Jakarta.

“KBRI Damaskus adalah satu-satunya Kedutaan yang berpartisipasi pada Pameran Expotechno Build Syria ini,” ujar Makhya Suminar, “Ini wujud kedekatan KBRI Damaskus dengan Pemerintah Suriah dalam bidang ekonomi dan pembangunan.”

Tujuan KBRI Damaskus untuk berpartisipasi pada Pameran ini adalah untuk membuka mata rakyat dan para pemangku kepentingan di bidang konstruksi dan transportasi di Suriah akan potensi yang dimiliki Indonesia sehingga membuka peluang bagi Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam program Rebuild Syria yang dicanangkan pemerintah Suriah pasca konflik. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ubudiyah, Nahdlatul, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 05 November 2013

Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah

Setelah berbagai cara untuk membujuk Rasulullah saw. untuk menghentikan dakwahnya gagal, kaum kafir Quraisy kemudian mendatangi Abu Thalib. Mereka mengancam paman Nabi ini, apabila ia tak dapat menghentikan dakwah yang dilancarkan keponakannya kepada kaum Quraisy, maka mereka sendiri yang akan menghentikan dengan kekerasan.

Mendengar ancaman tersebut, Abu Thalib pun mulai gamang. Karena khawatir akan keselamatan? sang keponakan, Abu Thalib memanggil Rasulullah saw.

Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah

“Wahai keponakanku, sesungguhnya kaum Quraisy telah mendatangiku dan memintaku untuk menghentikan dakwahmu. Oleh karena itu, kasihanilah dirimu dan diriku, janganlah engkau membebaniku dengan sesuatu yang tidak mampu kumemikulnya,”

Himbauan dari Abu Thalib dijawab Rasulullah saw. dengan penuh kesedihan. “Duhai paman, Demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku mengentikan perjuangan ini, maka niscaya aku tidak akan meninggalkannya hingga Allah mewujudkannya atau aku wafat dalam perjuangan ini.”

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Setelah mengucapkan perkataan tersebut, Rasulullah pun berbalik hendak meninggakan pamannya. Tiba-tiba Abu Thalib memanggil, lalu berkata dengan lembut, “Kemarilah keponakanku. Pergilah dan sampaikanlah apa yang ingin engkau sampaikan. Dan demi Allah, sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkanmu.”

Abu Thalib lantas menggubah sebuah syair, yang di antaranya :

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

? ? ? ? ? * ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? * ? ? ? ? ?

Demi Allah, mereka dan komplotannya

Takkan bisa menyentuhmu

Sampai aku terbuju kaku terkubur di tanah

Lanjutkan perjuanganmu,

Engkau tak melakukan sesuatu yang hina

Berbahagialah dan tentramkanlah hatimu

Abu Thalib pun membuktikan, hingga akhir hayatnya, ia menjadi salah satu orang yang paling membela dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad saw.

(Ajie Najmuddin/ disarikan dari buku Rahasia Keagungan Isra’ Mi’raj, Habib Noval Alaydrus. 2012)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 30 Oktober 2013

RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme

Cirebon, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama melibatkan sedikitnya 50 santri dari pelbagai pesantren di Jawa Barat untuk bersama mencegah penyebaran terorisme. Mereka selama tiga hari Senin-Rabu (29/9-1/10) di pesantren Kempek Cirebon mempelajari terorisme, sebab, penyebaran pahamnya via online, hingga pencegahannya.

RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI NU Libatkan Santri di Jawa Barat Cegah Dini Terorisme

Pengasuh pesantren Kempek KH Mustofa Aqil Siroj mengatakan, pembahasan terorisme di pesantren bukan upaya penyadaran akan bahaya terorisme bagi kalangan santri. Penolakan pesantren dan santri tidak perlu diragukan terhadap paham teror.

“Kehadiran kita di pesantren ini mesti dipahami bahwa santri dan pesantren diajak untuk menanggulangi penyebaran paham teror yang kini dilakukan pihak tidak bertanggung jawab melalui pelbagai cara dan media,” kata Kiai Mustofa yang kini diamanahkan sebagai Katib Syuriyah PBNU, Selasa (30/9).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Saefudin dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mendukung pernyataan Kiai Mustofa. Menurutnya, kalangan santri penting terlibat dalam penyebaran paham terorisme.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Di Jabar ini keamanan dari teroris raportnya merah, terbukti dengan pemboman di Mapolresta Cirebon. Kita bekerja keras bersama RMI untuk mengajak santri memutuskan penyebaran paham ini. Terorisme harus dicegah dengan cara bukan kekerasan,” kata Saefudin.

Pada satu sesi di pelatihan ini Sekretaris RMI NU KH Miftah Faqih memandu peserta untuk siap terjun di masyarakat. Ia membagi peserta ke dalam lima kelompok. Mereka diajak secara kritis menganalisa dan memahami perintah pembunuhan terhadap non muslim yang ada pada potongan Al-Quran dan hadits Rasulullah.

Menurut Kiai Miftah, analisa terhadap potongan Al-Quran dan hadits ini akan melatih peserta menghadapi mereka secara teologis. Ia mengajak peserta melihat potongan ayat dan hadits itu dilihat dari aspek asbabun nuzul, korelasinya dengan lain ayat, dan pesan moralnya.

“Ingat teks yang terlepas dari konteksnya akan melahirkan tasyisun nushusil muqaddasah (politisasi ayat dan hadits oleh kelompok tertentu demi kepentingannya),” kata Kiai Miftah.

Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama RMI NU, BNPT, dan Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (Pakar). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Kajian Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 29 Oktober 2013

Kiai Said: Kewajiban Bayar Pajak Bisa Ditinjau Ulang

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Berbagai kasus korupsi yang terungkap di Dirjen Perpajakan dan pengalaman masyarakat terhadap lembaga tersebut telah menyebabkannya menjadi institusi yang rawan korupsi. Uang rakyat yang dibayarkan kepada negara yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum ternyata dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oknum-oknum perpajakan.?

Kiai Said: Kewajiban Bayar Pajak Bisa Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Kewajiban Bayar Pajak Bisa Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Kewajiban Bayar Pajak Bisa Ditinjau Ulang

Dalam Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar (Munas dan Konbes) NU yang akan berlangsung di pesantren Kempek, 14-17 September mendatang, masalah apakah masyarakat masih wajib membayar pajak jika hasilnya dikorupsi.

“Tidak ada kewajiban bagi umat Islam, yang ada hanya membayar zakat,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia menjelaskan, soal kewajiban membayar pajak ini lebih terkait pada keharusan mematuhi seluruh aturan pemerintah, termasuk didalamnya membayar pajak. Dalam Quran terdapat ayat yang menyatakan Atiullah waatiurrasuli, waulil amri minkum atau taatilah Allah, Rasul dan pemerintah.?

Seluruh kebijakan, peraturan dan UU semuanya harus demi kesejahtaraan rakyat, demi pembangunan bangsa.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Disini persoalannya, kalau pajaknya dikorupsi, apa kita masih wajib membayarnya,” tandasnya.?

Karena itu, dimungkinkan terjadinya pembangkangan sosial sebagai protes masyarakat atas uang rakyat yang ternyata dikorupsi untuk kepentingan pribadi sampai dipastikan bahwa uang pajak tersebut benar-benar untuk kepentingan masyarakat banyak.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Amalan, Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 29 Agustus 2013

Jaga Ukhuwah, Belajarlah pada KH Idham Chalid dan Buya Hamka

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Untuk membangun ukhuwah (persaudaraan), kita bisa belajar pada cara KH Idham Chalid dan Buya Hamka menyikapi perbedaan. Yang pertama pernah menjadi ketua umum PBNU dan yang kedua tokoh besar Muhammadiyah yang juga ketua umum Majelis Ulama Indonesia.

“Ketika dalam perjalanan haji menuju Mekah menggunakan kapal laut yang berlangsung beberapa bulan, ketika shalat shubuh, KH Idham Chalid memilih untuk tidak doa qunut karena jamaah di belakangnya adalah Buya Hamka. Sebaliknya, ketika jadwal Buya Hamka yang imam shalat shubuh, maka beliau memilih untuk doa qunut karena di belakangnya ada jamaah dari NU, yakni KH Idham Chalid,” kata Kiai MN Harisudin, Katib Syuriyah PCNU Jember.

Jaga Ukhuwah, Belajarlah pada KH Idham Chalid dan Buya Hamka (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Ukhuwah, Belajarlah pada KH Idham Chalid dan Buya Hamka (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Ukhuwah, Belajarlah pada KH Idham Chalid dan Buya Hamka

Harisudin menyampaikan hal itu pada sebuah pengajian di Masjid al-Islah, Perumahan Kebonsari d’Village, Senin (30/11), Jember, Jawa Timur. Pengajian dihadiri tidak kurang dari 200 jamaah di Kabupaten Jember.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Jember ini mengatakan, penting sekali menjaga ukhuwah yang dilandasi nilai-nilai Islam. Menurutnya, ukhuwah yang kerap diabaikan adalah persaudaraan yang dijalin atas dasar kekerabatan.

“Seringkali gara-gara masalah dalam internal keluarga, kita tidak menyapa saudara kita. Kita bermusuhan dengan keluarga.? Bahkan ironisnya kita berkata ‘Tidak usah pakai saudaraan segala’,” tutur? dosen Pasca Sarjana IAIN Jember.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Harisudin bercerita, meski Abu Lahab adalah musuh besar Islam, namun Nabi Muhammad tetap baik pada pamannya tersebut. Ketika seorang sahabat murka dan berwirid dengan “QS Al-Lahab” karena jengkelnya pada Abu Lahab, Rasulullah menemui sahabat ini. Beliau serta-merta melarang orang ini untuk membenci Abu Lahab. “Bagaimanapun, Abu Lahab adalah paman saya,” sabda Nabi menyejukkan.? Biarlah urusan QS. Al-Lahab itu menjadi urusan Abu Lahab dengan Allah subhanahu wata’ala, kata Nabi lebih lanjut.

“Kita harus jaga ukhuwah Islamiyah, yakni ukhuwah yang didasarkan pada nilai-nilai Islam,” ujar penulis buku ini. (Anwari/Mahbib)? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Meme Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 25 Agustus 2013

Perkara Penodaan Agama, Beri Kesempatan Hakim Wujudkan Keadilan

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua PBNU Robikin Emhas meminta masyarakat dan seluruh pihak yang ada untuk memberi kesempatan kepada para hakim yang akan menyidangkan perkara kasus penodaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk membuktikan dirinya selaku wakil Tuhan di dalam penegakan hukum di bumi Nusantara.

Perkara Penodaan Agama, Beri Kesempatan Hakim Wujudkan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkara Penodaan Agama, Beri Kesempatan Hakim Wujudkan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkara Penodaan Agama, Beri Kesempatan Hakim Wujudkan Keadilan

Robikin menjelaskan, setelah amandemen UUD 1945, Indonesia bukan hanya rechtstaats (negara hukum). Tapi negara hukum yang demokratis (democratiche rechtsstaats) atau negara demokrasi berdasarkan hukum (constitutional democrazy).

Diantara prinsip pokok negara hukum adalah equaliy before the law. Yakni adanya pengakuan dekralatif normatif dan perlakuan empirik bahwa setiap warga negara berkedudukan sama di hadapan hukum dan pemerintahan.

Ia menjelaskan. secara profesional Polri bergerak cepat. Hanya butuh waktu 14 hari Penyidik merampungkan penyidikan sejak hasil gelar perkara tanggal 15 November 2016 diumumkan ke publik. Persis sesuai janji pemerintah tatkala menerima delegasi demonstran di Istana Negara tanggal 14 Oktober 2016.

Setelah mampir 2 jam di Kejaksaan, hari ini perkara dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama sudah dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Suatu proses yang boleh dibilang cepat sesuai janji pemerintah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kini penuntasan penanganan perkaranya ada di tangan lembaga yudikatif,” ujarnya.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ditegaskannya, sesuai prinsip independent and imparsial judiciary (peradilan yang bebas dan tidak memihak), hakim yang memeriksa dan mengadili dugaan penodaan agama ini harus mandiri dan bebas dari campur tangan pihak manapun.

“Itu artinya proses peradilan yang akan berlangsung tidak boleh dipengaruhi, apalagi diintervensi, oleh kepentingan siapa pun dan apapun, baik kepentingan kekuasaan, kapital maupun kekuatan massa,” paparnya.?

Kebebasan dan kemandirian hakim tersebut dimaksudkan untuk satu tujuan. Yakni agar hakim dapat menemukan kebenaran dan keadilan hukum. Suatu keadilan berdasar hukum yang berlaku, sesuai derap nafas hukum yang hidup dan berkembang di masyarakat (living law). Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hukum Telan Pil Cegah Haidh untuk Kelancaran Ibadah Haji

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, saya Juned. Istri saya berangkat haji tahun ini. Saat bimbingan haji ia ditawarkan oleh pembimbing medis untuk mengonsumsi pil khusus yang dapat mencegah menstruasi. Istri saya bingung. Mohon keterangannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Juned/Jakarta Pusat)

Jawaban

Hukum Telan Pil Cegah Haidh untuk Kelancaran Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Telan Pil Cegah Haidh untuk Kelancaran Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Telan Pil Cegah Haidh untuk Kelancaran Ibadah Haji

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya dan pembaca yang terhormat. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Haji adalah rukun kelima Islam yang wajib dikerjakan oleh mereka yang mampu. Sebagian dari rukun haji mengharuskan seseorang suci dari menstruasi karena ia harus tawaf, sa’i di lingkungan Masjidil Haram. Belum lagi ketika seseorang berada di Madinah. Ia harus menggunakan kesempatannya untuk beribadah di Masjid Nabawi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Adapun menelan pil dan menggunakan obat-obatan untuk menunda atau mencegah menstruasi ini baru diangkat oleh ahli fikih kekinian.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Guru Besar Ushul Fiqh di Fakultas Syariah dan Hukum di Thantha, Mesir, Prof Dr Muhammad Ibrahim Al-Hafnawi mengatakan bahwa haidh merupakan fithrah yang ditakdirkan Allah SWT bagi kaum hawa. Sebeb itu, menurutnya, seorang? wanita Muslim tidak berdosa ketika ia tidak berpuasa saat menstruasi. Ia wajib mengganti utang puasa itu di luar bulan suci Ramadhan. Inilah yang dilakukan muslimah-muslimah di zaman dahulu. Hal ini sejalan dengan fithrah yang ditakdirkan Allah SWT bagi kalangan perempuan.

Menurut Hafnawi, Islam sendiri tidak melarang Muslimah menelan pil yang mencegah haidhnya. Hal ini boleh dilakukan agar para perempuan bisa mengikuti ibadah puasa Ramadhan dengan baik. Hal ini dibolehkan karena tidak ada dalil khusus dari Al-Quran, hadits, ijmak, maupun qiyas yang melarang menelan pil itu.

Ibrahim Al-Hafnawi menyebutkan masalah ini dalam buku kumpulan fatwanya sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?.

Artinya, “Mengonsumsi pil (untuk menunda menstruasi) agar dapat memenuhi syarat puasa tidak dilarang menurut hukum syara’ (agama) karena memang tidak terdapat dalil yang melarang. Lain soal kalau konsumsi pil itu membahayakan kesehatannya, maka konsumsi itu jelas dilarang berdasarkan hadits Rasulullah SAW, ‘Tidak boleh ada mudharat dan memudharatkan’. Dalam kondisi mudharat seperti ini, menelan pil itu menjadi haram. Karena itu ada baiknya kalau ingin mengonsumsi pil (penunda menstruasi), perempuan itu berkonsultasi dengan ahli medis spesialis. Lain ceritanya kalau konsumsi pil itu sudah menjadi kebiasaannya saat (Ramadhan tiba) dan tidak membahayakan kesehatannya,” (Lihat Prof Dr Muhammad Ibrahim Al-Hafnawi, Fatawa Syar’iyyah Mua’shirah, Darul Hadits, Kairo, Halaman 280).

Dari keterangan Ibrahim Al-Hafnawi ini, kita dapat menyimpulkan bahwa kebolehan menelan pil yang dapat mencegah haidh untuk berpuasa juga bisa diberlakukan untuk para Muslimah yang akan menunaikan ibadah haji. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat secara maksimal menggunakan waktu-waktu haji yang ditentukan itu untuk ibadah.

Meskipun agama membolehkan, Hafnawi? menganjurkan agar konsumsi pil itu sesuai dengan arahan dokter spesialis di bidang ini. Hal ini dimaksudkan agar konsumsi obat-obat atau pil itu tidak membahayakan kesehatan para perempuan yang menunaikan ibadah haji.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Fragmen Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 20 Agustus 2013

PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah menerbitkan ikhbar bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1437 H jatuh pada Sabtu, 3 September 2016.

Keputusan tersebut diumumkan setelah tim rukyat Lembaga Falakiyah PBNU melakukan rukyat hilal bil fi’li pada Kamis (1/9) petang. Selama observasi langit secara langsung itu, tim rukyat tak berhasil melihat bulan sabit tanda awal bulan. Dengan demikian, bulan Dzulqadah disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari.

PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September

Berdasarkan hasil rukyat ini, Lembaga Falakiyah mengumumkan bahwa hari raya kurban atau Idul Adha 1437 H yang jatuh pada 10 Dzulhijjah bertepatan pada hari Senin, 12 September 2016.

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri mengucapkan terima kasih kepada nahdliyin atas kontribusi dan partisipasi dalam prosesi rukyat hilal ini. “Selamat Idul Adha. Kita sambut dengan ibadah mengagungkan asma Allah, berkurban, mempererat silaturrahim dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam hadits dijelaskan bahwa 10 hari pertama Dzulhijjah termasuk hari-hari yang spesial. Namun di antara kesepuluh hari itu ada tiga hari teristimewa, yaitu 8 Dzulhijjah yang disebut dengan yaumu tarwiyah, tanggal 9 Dzulhijjah yang disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut yaumun nahr. (Mahbib)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Quote, Lomba, Warta Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 19 Agustus 2013

Ribuan Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Pawai Santri Sidoarjo

Sidoarjo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Ribuan Nahdliyin dari unsur siswa-siswi di bawah naungan LP Maarif NU Sidoarjo dari tingkat MI, MTs, MA, perguruan tinggi mengikuti pawai santri yang digelar oleh Pemkab Sidoarjo di alun-alun setempat, Ahad (23/10). Pawai ini juga diikuti oleh seluruh banom dan lembaga NU Sidoarjo.

Dengan antusias mereka mengikuti kegiatan tersebut. Meski hujan deras sempat mengguyur wilayah Sidoarjo, namun itu tak menyurutkan semangat warga kota udang untuk menyukseskan peringatan Hari Santri 2016.

Ribuan Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Pawai Santri Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Pawai Santri Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Pawai Santri Sidoarjo

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah mengatakan, acara pawai santri ini terselenggara atas peran serta umat Islam di Sidoarjo dalam rangka membangun Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik. Pawai santri ini merupakan rangkaian acara untuk memperingati Hari Santri.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Mudah-mudahan Sidoarjo menjadi kabupaten yang mandiri, inovatif, sejahtera, dan berkelanjutan," kata pria yang akrab disapa Abah Ipul itu.

Ia berpesan kepada para santri agar senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan. Pasalnya, santri memiliki peran serta dan kontribusi dalam pembangunan khususnya di Kabupaten Sidoarjo.

Abah Ipul juga mengajak warga Sidoarjo khususnya umat Islam untuk bersama-sama membangun Sidoarjo menjadi kabupaten yang lebih baik lagi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Santri harus terus meningkatkan ilmu pengetahuan, olah kerja, dan memperkokoh ekonomi dengan baik untuk meningkatkan produktivitas di Sidoarjo," pesan Abah Ipul. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Lomba Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 18 Agustus 2013

GP Ansor dan PMII Kota Mataram Santuni Anak Yatim

Mataram, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan PMII Cabang Kota Mataram Santuni anak Yatim sekaligus gelar buka bersama dengan tema "Membumikan Islam Nusantara” di Aula Kantor PWNU NTB Jl Pendidikan No 6 Kota Mataram Sabtu (11/7).

GP Ansor dan PMII Kota Mataram Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan PMII Kota Mataram Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan PMII Kota Mataram Santuni Anak Yatim

Selain kegiatan di atas, pada malamnya di lanjutkan dengan Nuzulul Quran usai sholat Isa dan tarawih berjamaah. Hadir Ketua PCNU Kota Mataram H Fairus Zabadi sebagai penceramah di ? dampingi Ketua DPRD Mataram H Didik Sumardi.

Hasan Basri Ketua PC GP Ansor Kota Mataram dalam sambutannya mengatakan baru kali ini pihaknya menggandeng PMII secara langsung dalam sebuah kegiatan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Tujuan kami adalah mempererat hubungan PMII dengan Banom-Banom NU khusunya dengan ? Ansor Mataram,” tamba Hasan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ansor Mataram, lanjut Hasan, saat ini ? sudah membentuk PAC se ? Kota Mataram. "Saat ini di 6 (enam) Kecamatan se-Mataram sudah terbentuk Pimpinan Anak Cabang, dan yang hadir membawa anak yatim ? sekarang adalah PAC GP Ansor selaparang," tambahnya.

Hasan menyinggung tentang tema kegiatan yang diangkatnya yaitu Islam Nusantara yang telah menjadi pembicaraan hangat di Indonesia bahkan di dunia internasional. "Maka wajib bagi kita selaku generasi NU memahami dan mengamalkan Islam Nusantara yang mengedepankan Islam ramah, moderat, toleran dan amar ma’ruf nahi mungkar," terangnya

Ketua Cabang PMII Kota Mataram Suparman dalam sambutanya pada muktamar NU mendatang ? PMII diminta kembali ke banom dan itu menjadi fokus pihaknya. "Isu ini PMII kembali ke NU akan kami kaji akhir ramadhan secara internal," katanya

Dr TGH Muallif, MPd Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara hadir sebagi penceramah menjelang berbuka puasa. Menurutnya, Puasa yang di lakukan umat Islam begitu hebat.

Dia pun berpesan agar anak-anak NU tetap percaya diri di manpun berada agar tetap mengakui dirinya NU. "Dimanapun kita berada mari kita tunjukkan ke-NU-an kita,” pinta Ketua LDNU NTB ini.?

Saat ini, lanjutnya, Islam Nusantara menggema di kalangan NU, masyarakat Indonesia, dan dunia. Mengingat NKRI adalah negara majemuk yang mayoritas Muslim namum penuh dengan kedamaian.?

"Kedamaian di tengah kemajemukan inilah yang dibawa Islam Nusantara,” jelasnya.

Dia pun meyakini, Islam Nusantara akan mendapat sambutan dan diterima oleh bangsa-bangsa di dunia. "Buktinya, saat ini di Negara luar sudah mulai mendiskusikan Islam Nusantara yang diusung oleh NU,” jelasnya. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 16 Agustus 2013

Asrama Haji Bertaraf Internasional Ditargetkan Selesai 2 Tahun ke Depan

Padangpariaman, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meminta pembangunan asrama haji di Padangpariaman bertaraf internasional ini selesai dalam jangka waktu dua tahun. Dengan demikian, asrama ini dapat dipergunakan sesegera mungkin.

Asrama Haji Bertaraf Internasional Ditargetkan Selesai 2 Tahun ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asrama Haji Bertaraf Internasional Ditargetkan Selesai 2 Tahun ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asrama Haji Bertaraf Internasional Ditargetkan Selesai 2 Tahun ke Depan

Demikian disampaikan Lukman Hakim ketika kunjungan kerja ke lokasi pembangunan asrama haji sekaligus penyerahan sertifikat tanah yang telah dibaliknamakan menjadi milik Kementerian Agama di Nagari Sungai Buluh, Batang Anai, Selasa (9/12).

Tampak hadir Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar Syahrul Wirda, Rektor IAIN Imam Bonjol Prof Makmur Syarif, dan tokoh masyarakat Prof Armay Arief.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Pembangunan asrama haji ini patut disyukuri. Asrama ini juga mesti difungsikan sebagai pusat pengembangan agama Islam. Insya Allah awal 2015 kita letakkan batu pertamanya. Mudah-mudahan dalam waktu dua tahun benar-benar bisa dimanfaatkan," kata Lukman.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengatakan, pembangunan asrama haji merupakan penantian yang sangat lama yaitu hampir 15 tahun. Asrama haji seluas 10 hektar ini berjarak 2,5 km dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Pembangunan ini diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp 800 milyar yang disharing melalui APBN, APBD Provinsi, Kabupaten, dan pihak swasta. Sementara pembangunan fisik asrama haji dan mesjid akan dianggarkan melalui APBN melalui Kementerian Agama.

Sedangkan pemerintah propinsi akan menganggarkan pembangunan satu unit jembatan dan jalan jalur khusus dari asrama haji ke BIM sepanjang 2,5 Km. Kewajiban Pemkab Padang Pariaman membangun jalan masuk menuju asrama haji sepanjang 1,5 km dengan lebar 40 meter,  drainase, dan juga pembangunan gerbang yang megah di pintu masuk. Sedangkan pihak swasta akan membangun hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan dan pusat olahraga.

Kakanwil Kemenag Propinsi Sumbar Syahrul Wirda membenarkan bahwa saat ini telah dianggarkan  dana sebesar Rp 100 milyar untuk pembangunan asrama haji. Ia berharap pada 2015 mendatang diadakan peletakan batu pertama oleh Menteri Agama. Asrama haji ini melayani jamaah dari tiga propinsi yang meliputi Jambi, Bengkulu dan Sumatera Barat.

"Insya Allah, mohon doa kita bersama, peletakkan batu pertama asrama haji bertaraf internasional sekaligus islamic center kita jadwalkan pada awal 2015. Kita ucapkan terima kasih dukungan Bapak Menteri yang mendorong percepatan pembangunan asrama haji ini," kata Syahrul Wirda. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan RMI NU, Pendidikan, IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma

Malang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menghadiri acara Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Universitas Islam Malang (Unisma), Ahad (13/10).

Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD Hadiri Dialog Kebangsaan ISNU di Unisma

Dalam kesempatan itu ia menyesalkan terjadinya kasus suap yang menimpa institusi yang sempat dipimpinnya.

“Mahkamah Konstitusi di Indonesia adalah salah satu diantara 10 terbaik MK yang ada di Dunia. Namun prestasi ini dirusak dan dipermalukan oleh kasusu suap ini,” kata tokoh yang dikabarkan mencalonkan presiden ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali mendengar tertangkapnya Hakim MK Akil Mukhtar yang baru beberapa bulan menggantikannya itu, dengan kasus suap. Karena Mahfud selama ini mengetahui sendiri bagaimana kredibilitas para hakim yang ada di MK itu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Saya terkejut mendengar berita Akil Mukhtar ini. Saya yakin tidak ada hakim di Mahkamah Konstitusi yang berbuat hal seperti itu. Memang pernah ada isu suap, tapi tidak terbukti. Dan itu oleh hakim yang sudah keluar dari MK,” katanya.

Ia menekankan bahwa dengan adanya kasus suap di MK ini, saat ini sudah banyak yang tidak percaya lagi pada lembaga hukum yang berdiri sekitar 10 (sepuluh) tahun lalu ini. Mahfud juga mengatakan bahwa ada dari beberapa pihak yang pernah mengajukan kasus pada MK untuk diusut lagi kasusnya. Hal ini mnurutnya karena sudah kehilangan kepercayaan pada Institusi Hukum yang selama ini biasa menangani sengketa pilkada ini.

“Banyak orang-orang yang dulu pernah mengajukan gugatan pada MK dan telah diselesaikan, kini meminta kasususnya dibahas ulang. Bahkan ada yang berlebihan dengan meminta saya mengusut sengketa pilkada tahun 2007. Padahal kita tahu bahwa tahun itu MK belum mempunyai wewenang menangani kasus Pilkada,” katanya.

Terkait kabar bahwa Presiden akan membuat Peraturan Perundang-undangan Umum (perpu) untuk menyelesaikan masalah seperti di MK ini, Mahfud menyatakan bahwa ia setuju akan rencana itu. Akan tetapi baginya yang terpenting adalah peningkatan pengawasan, dan diubahnya proses rekruitmen menuju cara yang lebih terbuka.

“Saya setuju jika presiden mengeluarkan Perpu. Itu adalah hak perogratif Presiden. Tapi yang terpenting disini adalah peningkatan pengawasan dengan dibentuknya Badan Kehormatan di MK,” kata tokoh yang juga salah seorang pimpinan ISNU itu.

Mengenai peningkatan pengawasan pada Mahkamah Konstitusi ini ia lebih setuju agar dibentuk saja Badan Kehormatan MK. Dan bukannya pengawasan itu dilimpahkan pada Komisi Judisial. Hal ini dikarenakan Komisi Judisial selama ini dalam aturannya juga merupakan obyek hukum MK. (Ahmad Nur Kholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 27 Juli 2013

Tahun ini, UNU Yogyakarta Siap Buka Pendaftaran Mahasiswa

Yogyakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Setelah mendapatkan izin dari Kemenristekdikti bernomor SK No. 529/KPT/I/2016 tentang izin pendirian universitas, Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) Yogyakarta siap menerima pendaftaran mahasiswa baru tahun ini. Rencananya kegiatan belajar-mengajar akan dimulai pada September 2017.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU DIY Purwo Santoso yang juga Rektor UNU Yogyakarta.

Tahun ini, UNU Yogyakarta Siap Buka Pendaftaran Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun ini, UNU Yogyakarta Siap Buka Pendaftaran Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun ini, UNU Yogyakarta Siap Buka Pendaftaran Mahasiswa

“Untuk sementara, UNU Yogyakarta menempati gedung di Jalan Lowanu 47, Sorosutan Umbulharjo yang dipinjam dari Jogjatex milik keluarga Pak Lukminta,” ujar Prof Dr Purwo.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketika UNU sudah meluluskan wisudawan, Prof Purwo berharap gedung kampus di induk di Pajangan sudah siap pakai. “Kampus induk disiapkan melalui kerja sama dengan Pemda Kabupaten Bantul, khususnya dalam pembebasan tanah seluas 150 ha,” kata Prof Purwo.

UNU Yogyakarta memiliki lima fakultas dan sebelas program studi. Pertama, Fakultas Dirasah Islamiyah dengan program studi Dirasah Islamiyah. Kedua, Fakultas Teknologi Informasi dengan program studi Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Elektro. Ketiga, Fakultas Industri Halal dengan program studi Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis dan Farmasi. Keempat Fakultas Ekonomi dengan program studi Manajemen dan Akuntansi. Kelima, Fakultas Pendidikan dengan program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sekretariat UNU Yogyakarta di Gedung PWNU DIY Jl. MT. Haryono No. 40-42 Yogyakarta membuka layanan informasi di nomor kontak (0274) 411911 dengan kontak Irhas Badruzaman (08564364090) dan Udin Kusuma (085100494445). (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 21 Juli 2013

Bung Kus: Liga Santri Harus Ikut Kompetisi di Liga Tiga

Dari segi permainan, taktik pelatih, sejauh ini ada yang menarik tidak, ada yang mengejutkan penampilannya?



Justru kalau mengejutkan sih enggak, saya sering kaget melihat permainan tim-tim yang berasal dari daerah tertentu yang selama ini tidak anggap daerah bola, tapi di Liga Santri ternyata pemainnya bagus-bagus. 

Misalkan?

Bung Kus: Liga Santri Harus Ikut Kompetisi di Liga Tiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bung Kus: Liga Santri Harus Ikut Kompetisi di Liga Tiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bung Kus: Liga Santri Harus Ikut Kompetisi di Liga Tiga

Misalkan DDI Kaballangan. Selama ini siapa yang kenal DDI Kaballangan, ternyata mainnya bagus. Kalau misalnya dari Bandung, dari Surabaya, wajarlah. Dari Sragen juga ada Persi Sragen, tapi tiba-tiba dari Kaballangan, ternyata bagus. Terus dari Muaro Jambi, orang kan enggak kenal, tapi timnya bagus. Paiton, orang tahunya Pembangkit Listrik Tenaga Uap, ternyata mainnya bagus. Nurul Jadid itu bagus. 

Saya kira seperti Kaballangan ini menyiapkan tim? 

Tahun kemarin mereka sudah ikut, juara Seri Regional, tahun ini masuk lagi. Jadi, kelihatan tim yang selama ini konsisten mempersiapkan diri di eskul atau ada program sekolah bolanya, biasanya hasilnya kelihatan. Dari segi permainan pun mereka sedikit lebih baik. Ashidiqiyah itu di Jakarta kan punya lapangan sendiri, punya SSB sendiri. Kaballangan juga sama. Walisongo juga sama. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ada yang menarik nih, Nuris juara pertama 2015, Nur Iman juara pertama 2016. Mereka selalu tersingkir. Kenapa? 

Saya bilang tadi, standar kualitas tim ini masih naik turun. Nah, sekarang dengan adanya liga santri berkelanjutan, mulai ada tim-tim yang membentuk SSB, lapangan sendiri, nanti ada tim-tim yang ajeg dan tim naik turun. Yang ajeg itu akan ada. Seperti Walisongo, model Ashidiqiyah, itu akan ajeg prestasinya. Kalau ini terus dikondosikan dan dipertahankan di Liga Santri ini; kalau sekarang ini kan baru tiga tahun, orang masih menakar, ini bisa panjang atau enggak. 

Jadi, kadang-kadang tim ini tahun ini juara, tahun depan enggak, karena memang kita belum punya lapisan-lapisan pemain. Generasi tahun ini bagus, generasi di bawahnya belum tentu ada. Makanya tahun ini bisa juara, tahun depan ambruk. Nur Iman, juara tahun lalu, tahun ini ambruk karena pemainnya udah beda. Liga Santri masih sesuatu yang sekarang belum menjadi semacam program rutin. Mungkin sesudah tiga dan empat tahun ini, pesantren mempersiapkan itu. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Untuk tahun ini ada yang sudah kelihatan menonjol seperti tahun kemarin yang membuktikan kualitas Rafli?

Belumlah kelihatan. Kita tidak bisa semuanya datangi pertandingan di region. Sulit. Ya yang saya bisa katakan dari region yang saya kunjungi  level permainnanya sekarang tidak terlalu jauh. Saya nonton di Trenggalek, di Cirebon, di Maluku, di Lampung, levelnya dekat-dekat. Makanya pertandingan hari ini tipis-tipis, 1-1, 2-2, ada yang menang 4-1 memang, ada yang menang 7-0, itu kan kasus khusus, tapi selebihnya berimbang. 

LSN ini proyeksinya bagaimana, misalnya 10 tahun ke depan? 

Kalau dari obrolan kami, saya kan kebetulan kan bukan pengurus RMINU,  kebetulan tenaga profesional untuk mengelola kompetisinya. Dari wacana yang kami diskusikan, harus ada badan hukum yang secara formal liga ini, sekaligus badan itu menjadi anggota PSSI supaya pemain-pemain, alumnus liga ini bisa menjadi bagian badan hukum anggota PSSI ini berkompetisi di liga yang level lebih tinggi, misalnya alumnus liga ini bisa mengikuti liga tiga, liga dua, kalau lebih bagus lagi, ke liga satu, atau di liga tiga tetap di situ, tapi pemainnya bisa kemana saja. 

Kalau saya sih menganggap liga santri ini pabrik penghasil pemain, tapi tetap kita harus punya iconnya di kompetisi, misalnya Santri FC ikut di liga tiga. Santri mana sajalah, mau di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, ikut liga tiga, pemain-pemain alumnus liga santri ikut kompetisi itu. Hasilnya, bahwa mereka diambil di liga dua atau satu. Jadi memanfaatkan hasil kompetisi ini, pemainnya yang berkembang di kompetisi lain dengan pemain yang lain. 

Kalau kita mau evaluasi, dengan kondisi sekarang, kira-kira berapa tahun Liga Santri ini bisa mapan?

Tiga atau empat tahun lagi. Semakin kita konssiten menyelenggarakan liga ini, konsistensi jadwalnya, regulasinya, standar pelaksanaanya, tata kelolanya, akan semakin serius pesantren menyiapkannya tahun depan. Jadi, awal-awalnya kan mereka, oh begini, tahun kedua lebih banyak. Tahun ketiga semakin banyak. Tahun depan, kalau ini lancar sampai final, sukses dari segi tata kelola dan penyelenggaraan, dan publikasi, tahun depan akan lebih hits. Ini kan masih dikemas publikasinya publikasinya, masih perlu dikemas imaginenya, pencitraannya tentang kompetisi ini, masih perlu dikemas cara membuat event ini lebih meriah, lebih menarik, bukan sekadar selesai, tapi juga membekas, berkesan untuk masyarakat Bandung. Oh, kemarin ada Liga Santri ini. 

Ada pemantau talent scouting, tahun ini ada Robby Darwis, ada Ade Abdullah bekas Persi, Bandung Raya, PSIM juga. Hari ini ke sini, Siliwangi. Ada Udin Rafiudin, bekas Bandung Raya, hari pertama Udin di Arcamanik. 

Tanggung jawab apa? 

Mereka mendata pemain-pemain berbakat, dari pelatihnya Persis Solo, masih melatih Persis Solo kita undang ke sini untuk melihat dan mendata pemain-pemain yang potensial. Pemain itu kelebihannya apa, kekurangannya apa. Nanti pemain-pemain itu yang akan kita bawa ke Tim Nasional. Ini kan kelompoknya dekat dengan timnya Indra Sjafri ya. Rafli kan prosesnya begitu. Muncul 18 pemain tahun lalu. Dipakai enggaknya urusan tim nasional. Tapi kalau tim nasional perlu data pemain, kita punya databasenya. Ada 22 ribu data pemain ini yang kta bisa jaring dari kompetisi ini. Nanti yang terbaiknya, seratus besarnya, yang kita jaring ini, kita bawa ke PSSI. Nih pemainnya. Tahun ini ada 22 ribu pemain dari 1046 tim. Pemainnya kan rata-rata 20 orang. Jadi 22 ribu lebih. 

Jadwal yang ketat bagaimana?

Karena memang kompetisi ini budgetnya, finansialnya masih kurang. Idealnya main, tiga hari lagi main. 

Biaya klub bagimana? 

Diserahkan kepada mereka, kita subsidi aja.   

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pahlawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 19 Juli 2013

Perkuat NU, Percaya Kekuatan Sendiri

Tangerang Selatan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan KH Mohammad Thohir mengatakan dalam upaya kemandirian NU di wilayah Tangerang Selatan, harus dilakukan sendiri oleh warga NU di wilayah tersebut.?

“Kita wajib mempercayakan penyelesaian urusan yang ada dengan kemampuan diri kita sendiri. Jangan hanya menungu-nunggu bantuan dari pihak luar,” kata Kiai Thohir pada kegiatan Ngobrol Filantropi (Ngopi) yang digelar NU Care Tangerang Selatan, di Saung Cendol Huis, Ciputat, Ahad (26/2).

Perkuat NU, Percaya Kekuatan Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat NU, Percaya Kekuatan Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat NU, Percaya Kekuatan Sendiri

Menurutnya saling mengingatkan secara intensif juga harus dilakuan, termasuk dalam menggerakkan semangat filantropi atau kedermawanan. Tujuannya untuk membentuk jaringan baru dan memperbesar jaringan yang sudah ada.

Ia menyambut baik upaya yang dilakukan NU Care Tangsel yang menggerakkan semangat filantropi di wilayah PCNU Tangsel. Diharapkan semangat tersebut dapat menular dilakukan oleh lembaga dan banom lainnya, agar saling bekerjasama dan mendukung di bawah payung hukum NU Care dalam pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah.?

“Lembaga dan banom lain tidak usah ada kecemburuan. IPNU, IPPNU, GP Ansor, Maarif, ISNU, Pagar Nusa, PMII, Fatayat, LKNU dan semuanya harus bergerak bersama dengan NU Care LAZISNU. Pengumpulan ZIS dari masyarakat dilakukan bersama NU Care. Toh dalam pemanfaatannya semua lembaga tersebut dapat menggunakan dana yang ada yang terkumpul oleh NU Care. Misalnya anak-anak IPNU atau PMII dapat mengajukan beasiswa kepada NU Care. Begitu juga LDNU kalau mau mengadakan pelatihan dapat memanfaatkan dana NU Care,” urai Kiai Thohir.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia menegaskan semangat filantropi NU Care bersama semua lembaga dan banom menjadi bagian penting untuk penguatan NU di Tangerang Selatan.?

Pada kesempatan tersebut, para peserta selain mendengarkan paparan juga berdiskusi dan melakukan komitmen untuk memajukan NU Tangerang Selatan dengan semangat filantropi bersama NU Care.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ari, salah satu peserta dari GP Ansor Tangsel yang turut hadir, mengatakan pihaknya sangat mendukung inisiatif NU Care Tangsel.?

“Banser, GPAnsor akan menggandeng NU Care LAZISNU dalam pengambilan ZIS di acara-acara yang kami selenggarakan. Juga iuran anggota akan dimasukkan dalam pencatatan dan didonasikan melalui NU Care,” kata Ari. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nasional, IMNU, Nahdlatul Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 18 Juli 2013

Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) memberikan ijazah atau penyampaian sanad (sambungan) keilmuan kepada para kiai saat menghadiri sebuah halaqah di Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Ijazahkan Surat Al-Fatihah ke Para Kiai

Gus Mus memberikan ijazah ‘ammah surat al-Fatihah yang ia dapatkan dari pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak Yogyakarta, almarhum KH Zainal Abidin, juga terusan dari KH Munawwir.

Dalam forum halaqah bertajuk “Akhlakul Karimah Sebagai Puncak Keberagamaan” itu hadir para pengurus PCNU, pengasuh pesantren, dan aktivis NU se-Tapal Kuda (Probolinggi, Pasuruan, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang turut hadir pada kesempatan itu berpandangan, sanad menjadi penting karena menjadi salah satu pertimbangan dalam ikhtiar meraih keselamatan dunia dan akhirat. Dengan demikian, menjadi pengurus NU tidak hanya mengurus organisasi dan anggota, tetapi juga menyangkut tanggung jawab atas keselamatan anggotanya saat hisab di akhirat kelak.

“Mata rantai keguruan (sanad) dalam tradisi NU menjadi penting karena melalui sanad inilah tanggung jawab keilmuan dijaga, bersambung dari para masyayikh ke generasi sebelumnya, hingga bersambung ke Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tampak hadir dalam majelis yang digelar Kamis (16/4) ini Katib Syuriah PWNU Jatim  KH Syafruddin Achmad, Wakil Rais Syuriah PWNU Jateng KH M Dian Nafi’, Ketua  Pimpinn Pusat Rijalul Anshar GP Anshor KH. Abdul Ghafur Maimun, dan Ketua MBN KH Ahmad Mu’adz Tohir.

Halaqah tersebut diselenggarakan oleh Majma’ al-Buhuts al-Nahdliyyah (MBN) bekerja sama Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Tema tentang akhlak diangkat atas dasar keprihatinan para kiai terhadap perkembangan akhlak bangsa Indonesia yang dinilai semakin menurun.

Di hadapan para peserta halaqah, Gus Mus juga mengajak warga NU untuk berbenah. “Ibda’ binafsik. Kita mulai dari diri kita masing-masing,” pintanya. Menurutnya, tanpa memulai dari diri sendiri, setiap orang hanya akan pandai pengkritik yang lain, dan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Fragmen Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 15 Juni 2013

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat

Bandar Lampung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Direktur Fundraising NU Care LAZSINU Nur Rahman mengatakan karena zakat adalah kewajiban, sehingga orang yang di dalam hatinya ada ketakwaan kepada Allah SWT akan melaksanakan kewajiban berzakat.

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat

“Orang yang bertakwa akan merasa terpanggil untuk mensyiarkan perintah-perintah Allah termasuk kewajiban zakat,” kata Rahman saat mengisi “Ngaji Fundraising” dalam rangka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LAZISNU Lampung di Gedung PWNU Lampung, Ahad (30/4).?

Ia meneruskan zakat tidak akan syiar di masyarakat jika proses untuk menjadi kebiasaan bagi para muzakki tidak diajarkan sejak dini. Untuk itu sangat dianjurkan belajar berzakat sebelum kewajiban berzakat datang.?

“Kapan kewajiban berzakat datang? Kewajiban berzakat datang ketika sudah ada satu nishob dan haul. Satu nishob adalah ukuran minimal sebuah harta yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu 85 gram harga emas murni. Susah rasanya seseorang jika tidak dibiasakan berzakat. Maka belajar zakat sebelum nishob itu suatu keniscayaan,” papar Rahman.?

Ia menyayangkan walaupun berzakat merupakan salah satu kewajiban umat Islam sekaligus tiang agama, berzakat sering dilupakan umat Islam sendiri.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Zakat tidak sepopuler kewajiban dan perintah-perintah Allah yang lain seperti shalat, puasa, haji. Padahal shalat diajarkan sejak kecil, puasa dan haji juga di ajarkan sejak taman kanak-kanak? Kenapa zakat tidak, apakah zakat juga tidak perlu diajarkan sejak dini?” katanya mengajak merenung peserta Rakorwil yang merupakan perwakilan UPZIS dan JPZIS di Provinsi Lampung.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Hj Rita Linda dari BAZNAS Provinsi Lampung. Rita menyampaikan pihaknya siap bermitra dengan NU Care LAZISNU Lampung dalam mengembangkan dan mengelola zakat infak dan sedekah di Provinsi Lampung. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 25 Mei 2013

Islam itu Sunda, Sunda itu Islam

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Kesenian-kesenian Sunda mempunyai keterikatan yang mendalam dengan Islam, khususnya dengan budaya pesantren. Hal itu mungkin karena kesenian-kesenian buhun tersebut telah dipengaruhi budaya pesantren. Atau bisa juga dibaca sebaliknya bahwa kesenian yang bernapaskan Islam itu telah dipengaruhi oleh budaya Sunda.

“Kesenian-kesenian tradisional Sunda yang masih tersisa di sekitar Tasikmalaya dan Ciamis seperti Pantun Beton, Calung Tarawangsa, Beluk, Terebang Gebes, Terebang Sejak, Genjring Ronyok dan Ronggeng Gunung mengingatkan kita akan hal itu,” kata penyair asal Tasikmalaya Acep Zamzam Noor saat berbicara pada Diskusi Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (18/1).

Masyarakat Sunda atau kebudayaan sunda sudah terbentuk jauh sebelum Islam masuk. Mayarakat sunda memeluk agama sendiri, juga sudah memiliki beragam jenis kesenian, termasuk sastra di dalamnya. Seorang dalang (juru pantun) di Sunda, misalnya, selalu mengawali pementasan dengan pembacaan rajah, semacam mantra untuk memohon restu dan keselamatan kepada para leluhur, batara-batari dan dewa-dewi.

Islam itu Sunda, Sunda itu Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam itu Sunda, Sunda itu Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam itu Sunda, Sunda itu Islam

Menurut Acep yang juga putra mantan Rais ‘Am PBNU KH Ilyas Ruchiyat,  setelah pengaruh Islam masuk, rajah atau mantra tersebut tidak dihilangkan namun permohonannya disampaikan juga kepada Allah SWT, Rasulullah, para wali, para ulama dan tokoh-tokoh setempat. Meskipun begitu, sesaji yang terdiri dari ubi-ubian, rupa-rupa kembang, rumput palias, minyak wangi, beras, telur, kopi, cerutu dan ayam saadi tetap harus dipenuhi sebagai syarat berlangsungnya pementasan.

Ada beberapa ritual yang harus dilewati seperti puasa dan tirakat ala Islam. Banyak yang percaya bahwa kesenian ini bisa mendatangkan mahluk gaib ketika pementasan berlangsung. Kesenian ini dipentaskan bukan semata untuk hiburan, tapi juga bisa menjadi terapi penyembuhan bagi orang sakit, bahkan bisa membawa keberuntungan jika dimainkan saat panen di sawah.

“Belakangan hal-hal yang berbau mistik tersebut dikurangi karena menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat yang semakin islami atau dalam bahasa pesantren disebut nyantri,” kata Acep.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Terebang Gebes adalah satu di antara beberapa jenis kesenian buhun yang masih hidup di kampung Cirangkong, sebelah barat daya Singaparna. Kesenian terebang ini meski sudah ada sejak dahulu kala, namun bisa dipastikan muncul setelah masyarakat Sunda memeluk Islam. Terebang adalah sejenis alat musik perkusi seperti halnya rebana, genjring atau bedug yang sangat identik dengan kesenian Islam. Di kawasan Priangan kesenian semacam ini banyak sekali jenisnya, yang umumnya berfungsi untuk mengiringi tembang atau shalawat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Namun perkusi dari Cirangkong mempunyai keunikan tersendiri, selain terbuat dari kayu nangka yang sangat berat karena ketebalannya, kulitnya pun harus dari kulit kerbau yang belum disamak. Kesenian ini juga tak lepas dari hal-hal yang berbau mistik. Dulu kesenian terebang yang satu ini sangat digemari dan sering dijadikan arena adu kekuatan hingga tangan dan punggung para penabuhnya mengeluarkan darah.

Dikatakan Acep, beberpa orang yang mengasuh kelompok kesenian buhun di Cirangkong, kesenian terebang bisa hidup sampai sekarang karena masyarakat masih membutuhkan. Seperti juga kesenian-kesenian buhun lainnya yang masih bertahan, Terebang Gebes pun melakukan berbagai penyesuaian dengan kondisi lingkungan sekitar. Kini tak ada lagi sesaji atau  kemenyan yang dibakar menjelang pementasan, begitu juga atraksi adu kekuatan sampai mengeluarkan darah jarang sekali dilakukan.

Selain Terebang Gebes dan Beluk, di Carangkong masih hidup beberapa kesenian lain seperti Terebang Sejak, Rengkong, Debus dan juga Lais. “Hampir semua pendukung dari kelompok-kelompok kesenian ini adalah petani, yang sehari-harinya juga rajin mengikuti pengajian di mesjid,” katanya.

Keterkaitan berbagai kesenian Sunda dengan Islam sudah mempunyai sejarah panjang, termasuk juga dengan wayang (golek dan kulit) yang pada beberapa bagian lakon dan tokoh-tokohnya mengalami penyesuaian dengan kepercayaan Islam, bahkan menjadi media dakwah Islam. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Santri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 11 Mei 2013

IPNU Jakpus Gelar Pelatihan Desain Grafis

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Jakpus melaksanakan kegiatan pelatihan Desain Grafis di Gedung DPP Sarbumusi Jl Raden saleh I Jakarta Pusat (11/5).

IPNU Jakpus Gelar Pelatihan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakpus Gelar Pelatihan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakpus Gelar Pelatihan Desain Grafis

Kegiatan ini merupakan bagian dari program IPNU Jakarta Pusat masa Khidmat 2012-2014. “Smart With IPNU-IPPNU Jakpus”. Sebelumnya telah dilakukan pelatihan kerajinan daur ulang kertas di Kecamatan Sawah besar, Jakarta Pusat.

Peserta kegiatan pelatihan Desain Grafis ini diikuti oleh puluhan pelajar-pelajar NU di Jakarta, yang sebagian besar dari kader-kader IPNU Jakpus. Perwakilan IPNU Jakarta Barat dan Tangerang juga berpartisipasi dalan pelatihan ini. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lay Outer Majalah Risalah NU Zakaria Ansori sebagai tutor dalam pelatihan ini, materi yang disampaikan yakni materi dasar pengetahuan program Photoshop dan Corel Draw. 

Materi awal pelatihan ini yaitu cara membuat spanduk/banner, poster, sticker dan iklan kolom di media cetak. 

Ketua IPNU Jakarta Pusat Friady Maulana, mengatakan pelatihan Desain Grafis ini merupakan permintaan dari para kader IPNU Jakpus yang dihimpun dari saran dan masukan, baik melalui SMS maupun jejaring sosial. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Pelatihan ini kita buat berbagai tahapan, ini adalah tahapan pertama. Karena masih banyak lagi materi-materi desain grafis yang belum tersampaikan. Setelah pelatihan ini, IPNU Jakpus akan melanjutkan program selanjutnya yakni menggelar pelatihan Web Progammer,” tambahnya.

Redaktur: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 11 April 2013

Workshop Baca Tulis Al-Quran Perkenalkan Metode FTL

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Dalam rangka memperkenalkan Metode baru dalam membaca dan menulis Al-Quran di Kabupaten Pringsewu, Pesarungsewu (Persatuan Guru Ngaji Pringsewu) menggelar Workshop Baca Tulis Al-Quran Metode Follow the Line (FTL).

Kegiatan yang menghadirkan Jamiyyatul Quro wal Huffadz (JQH) Jawa Timur ini bertempat di kantor PCNU Kabupaten Pringsewu belum lama ini.

Workshop Baca Tulis Al-Quran Perkenalkan Metode FTL (Sumber Gambar : Nu Online)
Workshop Baca Tulis Al-Quran Perkenalkan Metode FTL (Sumber Gambar : Nu Online)

Workshop Baca Tulis Al-Quran Perkenalkan Metode FTL

Menurut Ketua Panitia, Syaiful Anwar, kegiatan ini diikuti oleh 246 peserta yang terdiri dari utusan PAUD 1 orang, SD 110 orang, TPQ 16 orang dan utusan Masjid dan Musholla 19 orang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Nampak hadir dalam Workshop tersebut segenap Pengurus Pesarungsewu dan Pengurus PCNU Kabupaten Pringsewu.

Acara ini di buka oleh KH. Sujadi Saddad (Mustasyar PCNU Pringsewu) yang juga merupakan Bupati kabupaten Pringsewu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam pengarahannya, Kiai Saddad menyampaikan pentingnya pendidikan Al-Quran sejak dini sehingga tidak akan ditemukan lagi Buta Aksara Al-Quran.

Sementara, narasumber dari JQH Jawa Timur KH. Choiruddin Abdul Qodir, SH, dan KH. Muhammad Muhyddin MS memaparkan materi yang meliputi: Wawasan & Visi misi Gerakan Baca Tulis Al-Quran, Metoda Baca Tulis Al-Quran Tartila Bil Qolam ( Follow The Line ), Psikologi pendidikan untuk anak usia dini, Manajemen Pembelajaran Untuk PAUD , TK , SD, MI dan TPQ, Bermain Cerita dan Menyanyi (BCM).

Menurut Kiai Choiruddin, metode FTL lebih mengedepankan praktek dari pada sekedar teori, karena dengan praktek akan mempercepat kemampuan menulis.

Dengan metode ini pula, katanya, "kemampuan motorik, pemahaman atas karakteristik hurup arab, ritme penulisan serta batasan-batasan penulisan yang jika di teorikan akan semakin rumit dan memakan waktu.

"Namun dengan metode FTL kemampuan menulis khot Arab akan mengalir secara alami sehingga hasilnya lebih cepat, rapi, indah dan yang lebih utama akan tertanam dalam diri sang penulis," terangnya.

Pihaknya menambahkan bahwa Metode FTL telah melalui uji coba penerapan pada beberapa sekolah secara acak di Tengerang, Samarinda, Jombang, Mojokerto, Aceh dan Jakarta, termasuk siswa siswi tuna wicara di Jawa Timur.

Dari hasil uji coba sekaligus sosialisasi tersebut diambil kesimpulan bahwa progam ini bisa diterapkan pada siswa / semua kalangan. Bahkan proses uji dan sosialisasi ini mendapat rekor MURI atas keberhasilan 600 siswa sekolah dasar menyelesaikan khatam menulis Al-Quran 30 juz dalam waktu 10 menit di Tangerang, dan menulis mushaf oleh 604 Muallaf di TMII Jakarta pada tanggal 1 Muharram 1433H.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Sunnah, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 06 April 2013

Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Aktivis PMII STAINU Jakarta menyalakan lilin di lantai 5 Gedung GP Ansor, Jakarta, Ahad (7/5) dini hari. Mereka menyatakan prihatin atas nasib yang menimpa dua warga Surokonto Wetan, Kabupaten Kendal, Kiai Nur Aziz dan Rusmen yang dihukum 8 tahun penjara dan denda 8 milyar oleh PN Kendal.

Keduanya merupakan tokoh yang membela warga dalam memperjuangkan lahan pertanian warga.

Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis (Sumber Gambar : Nu Online)
Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis (Sumber Gambar : Nu Online)

Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis

Aktivis PMII STAINU Jakarta, menilai putusan tersebut tidak adil.

Aksi dilanjutkan dengan shalat tobat dan tahajjud bersama. Aksi ini merupakan simbol keprihatinan atas nasib petani Surokonto Wetan yang sedang memperjuangkan keadilan di tengah ketidakpastian hukum di Indonesia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Petani adalah urat nadi pangan masyarakat Indonesia. Namun, ketika mereka sedang menjalankan tugas mulia malah diganggu. Di situlah seluruh anggota PMII Komisariat STAINU Jakarta merasa simpati dengan perjuangan yang dilakukan oleh para petani Surokonto Wetan,” kata Koordinator Aksi Ahmad Furqon.

Dihubungi terpisah, ahli hukum dari Universitas Negeri Semarang, Syukron Salam, menjelaskan dalam kasus Surokonto ini, para petani dituduh merusak hutan yang hutanya sendiri belum ada.

“Bukti hutan hanya surat dari Kementerian Kehutanan yang akan menjadikan lahan Surokonto menjadi kawasan hutan. Sampai sekarang lahan yang akan dijadikan hutan tersebut masih dimanfaatkan warga sebagai ladang pertanian. Tapi kenapa pengadilan memutuskan terdakwa terbukti mengorganisasi untuk melakukan perusakan hutan yang hutannya sendiri belum ada?” kata Syukron.

Ia melanjutkan, perbuatan para petani Surokonto itu jelas bukan perbuatan merusak hutan.

“Perusakan hutan itu ada kalau terdakwa menyobek-nyobek surat penetapan hutan dari Kementerian Kehutanan, baru terdakwa terbukti telah melakukan perusakan hutan ‘kertas’ dan bisa dipenjara 8 tahun denda 10 miliar,” tegas Syukron. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nusantara, Nasional, Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 04 April 2013

Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah

Surabaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Sekitar dua puluh lima ribu santri berkumpul di Masjid Al-Akbar Surabaya. Tercatat sekitar 450 bus terparkir di area Masjid. Para santri yang didampingi orang tuanya mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighotsah Kubro ke 8 TPQ An-Nahdliyah dan madrasah diniyah se-Cabang Pondok Langitan Tuban.

Acara dihadiri Wakil Gubenur Jawa Timur H Saifullah Yusuf, KH Sholeh Qosim, KH Agoes Ali Masyhuri, KH Abdullah Faqih, KH Muhammad Ali Marzuqi, KH Munif Marzuqi, dan segenap Pengasuh Pesantren Langitan Tuban.

Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Turut Mencerdaskan Anak Bangsa Bersama Pemerintah

Wakil Gubenur Jawa Timur mengapresiasi peran alumni Pesantren Langitan Kabupaten Tuban. Selama ini, ribuan alumni Pesantren Langitan dinilai sukses menjadi tokoh dan teladan bagi masyarakat di berbagai bidang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya gembira dan senang sekali. Alumni Pesantren Langitan telah berkiprah di tempat masing-masing. Mereka menjadi tokoh, panutan dan guru. Semuanya itu diakui keilmuannya," kata Saifullah Yusuf di Masjid Al-Akbar, Surabaya (19/12).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Alumni Pesantren Langitan yang tersebar di seluruh Jawa Timur dan provinsi lain merupakan aset bangsa. Mereka bersama pemerintah telah berkontribusi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di usia dini.

"Pada usia satu sampai delapan tahun menentukan perkembangan anak. Untuk itu, perlu ditanamkan pendidikan karakter," ujarnya.

Menurut Ketua PBNU ini, terkadang alasan pertama menjadi seorang santri ingin mencari ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Ketika santri ingin mencari keberkahan, maka ia harus hormat dan takzhim kepada muassis atau gurunya.

"Kesuksesan alumni menjadi tolok ukur dari seorang santri yang akan menimba ilmu di sebuah pesantren, kondisi inilah yang akhirnya diikuti oleh santri lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri di pesantren," pungkas Gus Ipul.

Para tamu undangan dan para santri disambut langsung oleh Direktur Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Endro Siswantoro. Endro menyampaikan terima kasih pada Pesantren Langitan yang telah memercayakan Masjid Nasional Al-Akbar sebagai tempat penyelenggaraan Peringatan Maulid Nabi dan Istighatsah Kubro ke-8.

"Masjid Nasional Al-Akbar merupakan masjid terbesar kedua se-Indonesia, setelah Masjid Istiqlal Jakarta. Kami senang sekali apabila acara seperti ini dilaksanakan kembali di Masjid Nasional Al-Akbar," kata Endro. (Rofi’I Boenawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax, Doa, Kiai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan