Mendengar ancaman tersebut, Abu Thalib pun mulai gamang. Karena khawatir akan keselamatan? sang keponakan, Abu Thalib memanggil Rasulullah saw.
| Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah
“Wahai keponakanku, sesungguhnya kaum Quraisy telah mendatangiku dan memintaku untuk menghentikan dakwahmu. Oleh karena itu, kasihanilah dirimu dan diriku, janganlah engkau membebaniku dengan sesuatu yang tidak mampu kumemikulnya,”Himbauan dari Abu Thalib dijawab Rasulullah saw. dengan penuh kesedihan. “Duhai paman, Demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku mengentikan perjuangan ini, maka niscaya aku tidak akan meninggalkannya hingga Allah mewujudkannya atau aku wafat dalam perjuangan ini.”
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Setelah mengucapkan perkataan tersebut, Rasulullah pun berbalik hendak meninggakan pamannya. Tiba-tiba Abu Thalib memanggil, lalu berkata dengan lembut, “Kemarilah keponakanku. Pergilah dan sampaikanlah apa yang ingin engkau sampaikan. Dan demi Allah, sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkanmu.”Abu Thalib lantas menggubah sebuah syair, yang di antaranya :
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
? ? ? ? ? * ? ? ? ? ?? ? ? ? ? * ? ? ? ? ?
Demi Allah, mereka dan komplotannya
Takkan bisa menyentuhmu
Sampai aku terbuju kaku terkubur di tanah
Lanjutkan perjuanganmu,
Engkau tak melakukan sesuatu yang hina
Berbahagialah dan tentramkanlah hatimu
Abu Thalib pun membuktikan, hingga akhir hayatnya, ia menjadi salah satu orang yang paling membela dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad saw.
(Ajie Najmuddin/ disarikan dari buku Rahasia Keagungan Isra’ Mi’raj, Habib Noval Alaydrus. 2012)
Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar