Selasa, 24 Juni 2014

Aklamasi, Ali Alimudin Pimpin IPNU Tasikmalaya

Tasikmalaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke XXI dengan tema "Reposisi Gerakan Pelajar NU yang Bertaqwa Berilmu dan memperjuangkan NKRI".?

Aklamasi, Ali Alimudin Pimpin IPNU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Ali Alimudin Pimpin IPNU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Ali Alimudin Pimpin IPNU Tasikmalaya

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dakwah Islam Cikatomas kabupaten Tasikmalaya, Sabtu-Ahad (3-4/12) lalu.

Dalam konferensi tersebut, peserta mendaulat Ali Alimudin sebagai ketua IPNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2018 secara aklamasi. Dalam visinya Ali bertekad menjadikan kader-kader pelajar NU menjadi garda terdepan mengawal anak muda dan bertaqwa, berjiwa sosial dan kreatif.

Ia berharap seluruh elemen IPNU Kabupaten Tasikmalaya bersatu mewujudkan visinya dan bisa terus bersama-sama berjuang mengawal para pelajar NU Tasikmalaya.

Serta, kata dia, bisa terjalin sinergitas gerakan pelajar NU untuk terus berjuang menangkal radikalisme dan pintar memilih informasi yang beredar. (Husni Mubarok/Abdullah Alawi)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ubudiyah, Daerah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 06 Juni 2014

Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Almarhum KH Idham Chalid tercatat sebagai tokoh yang paling lama memimpin Nahdlatul Ulama (NU). Dalam usia 34 tahun, Kiai Idham dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).



Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun

Jabatan tersebut diembannya selama 28 tahun, yaitu hingga tahun 1984. Pada tahun 1984, posisi Kiai Idham di PBNU digantikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang ditandai dengan fase Khittah 1926 atau NU kembali menegaskan diri sebagai ormas yang tidak terlibat politik praktis.

KH Idham Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus 1922 di Setui, dekat Kecamatan Kotabaru, bagian tenggara Kalimantan Selatan, adalah anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya H. Muhammad Chalid, penghulu asal Amuntai, Hulu Sungai Tengah, sekitar 200 km dari Banjarmasin.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Saat usianya baru enam tahun, keluarganya hijrah ke Amuntai dan tinggal di daerah Tangga Ulin, kampung halaman leluhur ayahnya.

Selain tercatat sebagai salah satu tokoh besar bangsa ini pada zaman Orde Lama maupun Orde Baru. Kiai Idham juga tercatat sebagai "Bapak" pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Setelah tidak berkiprah di panggung politik praktis yang telah membesarkan namanya, waktunya dihabiskan bersama keluarga dengan mengelola Pesantren Daarul Maarif di bilangan Cipete. (nam/sam)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pendidikan, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan