Kamis, 31 Juli 2008

UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Universitas NU Indonesia yang berlokasi di Jakarta yang diresmikan Ramadhan 1436 H mulai bergiat menggelar aktifitas akademik dan intelektual. Pada Senin, (27/7) para dosen UNU Indonesia menggelar diskusi bersama dengan Jeremy Thomas, aktivis internasional yang menjadi pegiat HAM di Australia.

UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional

Diskusi yang dihelat di Kampus UNU, Jl Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat ini membahas tema “Prospect of Multiculturalism in Indonesia”. Tampil pula memaparkan hasil penelitiannya dosen UNU Denny Hamdani yang memaparkan hasil penelitiannya soal konflik Gereja Yasmin di Bogor dan pembangunan masjid Nur Musafir Batuplat Kupang NTT. 

Ia menyampaikan persoalan sulitnya membangun rumah ibadah bukan hanya persoalan antara Muslim dengan non-Muslim, melainkan antara mayoritas dengan minoritas. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jeremy menjelaskan, dalam sejarahnya, pluralitas kehidupan keagamaan di Australia sudah muncul sejak zaman kolonial ketika para imigran, yang sebagian adalah para kriminal memiliki agama yang berbeda-beda. Awalnya, masyarakat tersegregasi berdasarkan agamanya seperti mereka yang memeluk Katolik atau Protestan, tetapi dengan berjalannya waktu, terjadi interaksi antara kelompok agama yang mendekatkan mereka.

Ia mencontohkan, dirinya yang beragama Yahudi, selalu mendapat undangan iftar atau buka puasa bersama sehingga dalam bulan Ramadhan ia pun ikut “puasa”. Keberadaan Muslim juga semakin diapresiasi dengan pentingnya makanan halal. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Meskipun demikian, belum semua persoalan selesai, seperti adanya perbedaan sudut pandang cara penyembelihan. Kelompok pembela hak-hak kewan menganggap penyembelihan binatang menimbulkan rasa sakit bagi hewan, sementara umat Islam menilai menyembelih dengan disetrum hasilnya menjadi tidak halal. Persoalan kapan waktu tepat disunat, apakah saat masih kecil atau saat sudah dewasa juga menjadi pertanyaan.

Deny, yang mengambil studi doktor di Australian National University (ANU) Canberra menceritakan juga menurutkan pengalamannya. Meskipun muslim merupakan minoritas, saat ada acara, selalu disediakan makanan halal dan setiap Jum’at, pihak masjid menyediakan bus khusus yang mengantar mahasiswa Muslim ke masjid yang memang lokasinya jauh. 

Meskipun demikian, kalau dicatat, banyak juga hubungan antar agama yang kondisinya lebih baik di Indonesia seperti setiap agama mendapat libur hari raya, sementara di Australia, hanya kelompok Kristen saja yang memperolehnya. 

“Kita, Indonesia dan Australia bisa saling belajar,” jelasnya. (Mukafi Niam)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 19 Juli 2008

Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)?

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Ustadz, saya mau menanyakan soal puasa ayyamul bidh, yaitu puasa tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriyyah. Pertanyaan saya, kenapa dinamai “ayyamul bidh?” Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Nazila/Karawang)

Jawaban

Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)? (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)? (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)?

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT selalu menurunkan rahmat-Nya untuk kia semua. Puasa tiga hari pada setiap bulan Qamariyyah atau yang sering disebut dengan puasa “ayyamul bidh” merupakan puasa sunah. Pahala puasa pada tanggal 13, 14, 15 setiap bulan sangatlah besar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Barang siapa yang menjalankan puasa tiga hari ayyamul bidh, maka sama dengan puasa selama sebulan. Sedangkan jika dilakukan setiap bulan, maka sama dengan puasa selama setahun penuh. Demikian sebagaimana yang kami pahami dalam riwayat di bawah ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Artinya, “Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kaulakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,” (HR Bukhari-Muslim).

Kenapa dinamai ayyamul bidh? Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab ‘Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan bahwa sebab dinamai ayyamul bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.

Riwayat Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam/gosong. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15). Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sebab dinamai ‘ayyamul bidh’ adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarknya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); ‘Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh)’. Lantas Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”

Pendapat lain menyatakan bahwa dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang disinari rembulan, dan rembulan selalu menyinari bumi sejak matahari terbenam sampai terbit kembali. Karenanya, pada hari-hari itu malam dan siang seluruhnya menjadi putih (terang).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang),” (Lihat Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, ‘Umdatul Qari` Syarhu Shahihil Bukhari, juz XVII, halaman 80).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren, Sholawat, Humor Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 18 Juli 2008

Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf

Brebes, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebagai rangkaian Prosesi Pelantikan Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Jatibarang Lor, Jatibarang Brebes diawali dengan pawai yaaruf. Banser dan Fatayat NU ternyata memiliki keahlian untuk memainkan drumband. Sehingga menjadi tontonan menarik bagi warga Jatibarang saat berlangsungnya pawai Jumat (23/8).

Pawai dilepas Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Jatibarang KH Mukhidin halaman Balai Desa Jatibarang Lor. Pelepasan ditandai dengan pengibasan Bendera NU tepat pukul 14.00 WIB. Sebelum melepas, dia berpesan, agar warga NU tetap kokoh mengibarkan panji-panji NU dari lubuk hati hingga menonjok angkasa. Dalam artian tidak tergoyahkan walau dalam kondisi apapun.

Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)
Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)

Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf

Semarak pawai taaruf dilepas dari halaman balai desa mengitar jalan KH Abdul Wahab Syaroni, Jl Kauman, Jl Raya Timur Jatibarang, PG Jatibarang dan kembali ke Balai Desa.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua Panitia Abdul Ghofir menjelaskan, pawai diikuti 980 orang dari 30 komponen, dan iring-iringan 50 mobil dan 5 odong-odong.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Meski hanya membawa bendera Merah Putih dan bendera NU beserta nevennya, ribuan masyarakat memadati jalan raya untuk menyaksikan pawai taaruf. "Pawai taaruf ini juga sekaligus ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa NU tidak akan pernah kekurangan kader-kader muda yang akan siap melanjutkan estafet perjuangan," kata Dhofir.

Terbukti, peserta pawai terdiri dari berbagai khalayak dari anak TK/RA/PAUD hingga ibu-ibu Fatayat dan Muslimat.

Usai pawai, bakal dilanjutkan dengan pengajian akbar nanti malam dengan pembicara pengasuh pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes KH Subekhan Makmun dan Pengasuh Ponpes Darussalam Jatibarang Kidul Syeh Sholeh Basalamah.?

Bakal dilantik, Rais Syuriyah PR NU Jatibarang Lor K Abdul Wachid dan Ketua PR Tanfiziyah Musfhofa MK.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pemurnian Aqidah, Lomba Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 05 Juli 2008

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

Yogyakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Peringati khotmil quran, warga pesantren Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan ziarah di makam para wali di Yogyakarta, Selasa (27/5). Para santri Nurul Burhany dan pengasuhnya menziarahi khususnya makam KH Muhammad Mufid Mas’ud yang dikenal Mbah Mufid di Pandanaran.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany KH Helmi Wafa Mahsuni mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para kiai.

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para kiai beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghapal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” kata Kiai Helmi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara salah seorang pengasuh pesantren Nurul Burhany Hj Mila Hasna Hanif menerangkan, Mbah Mufid Pandanaran merupakan salah satu guru pengasuh pesantren Nurul Burhany.

“Karenanya, santri pesantren ini harus dikenalkan dengan Mbah Mufid. Pasalnya, almarhum merupakan simbah guru para santri,” pungkas Hj Mila. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Aswaja, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 04 Juli 2008

Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Peringatan haul ke-44 KH Abdul Wahab Chasbullah akan dipusatkan di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang. Rangkaian acara dimulai Selasa (25/8) malam ini, yang diisi dengan festival hadrah Ishari dan khotmil Qur’an.

Puncak acara akan diselenggarakan Rabu (26/8) malam yang diisi dengan tahlil dan taushiyah oleh tokoh yang hadir.

Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan hadir Selasa malam. Sementara taushiyah akan disampaikan oleh KH Husein Ilyas dan Habib Abu Bakar Hasan Assegaf.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Haul kali ini mengambil tema “KH Abdul Wahab Chasbullah: Perintis, Pendiri dan Penggerak NU”. Informasi yang diterima Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, pihak keluarga akan memberikan Penghargaan KH Wahab Chasbullah kepada sejumlah tokoh NU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebagai catatan, KH Abdul Wahab Chasbullah wafat pada akhir tahun 1971, tepatnya empat hari setelah beliau terpilih kembali sebagai Rais Aam pada Muktamar NU di Surabaya. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Humor Islam, Sejarah, Internasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan