Rabu, 13 Juli 2011

Jangan Terlena dengan Keturunan Terhormat dan Keluhuran Masa Lalu

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Momen lebaran atau Idul Fitri dimanfaatkan oleh mayoritas masyarakat untuk mengunjungi para leluhurnya, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Selain mendoakan, hal ini juga sebagai tanda penghormatan seseorang kepada para orang tua agar selalu menjadi pelajaran sehingga tradisi baik tetap terawat.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali, mengatakan bahwa bersyukurlah seseorang yang memunyai leluhur terhormat dan mulia. Sebab, hal ini tentu akan menjadi sejarah tersendiri untuk terus membangun kemuliaan leluhur di masa depan.

Jangan Terlena dengan Keturunan Terhormat dan Keluhuran Masa Lalu (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Terlena dengan Keturunan Terhormat dan Keluhuran Masa Lalu (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Terlena dengan Keturunan Terhormat dan Keluhuran Masa Lalu

“Jika kita punya leluhur terhormat dan mulia, maka bersyukurlah karena engkau terlahir dari keluarga terhormat dan mulia,” ujar Kiai Moqsith, Senin (11/7) dalam akun Facebook miliknya.

Namun, lanjutnya, jangan terlena dengan keluhuran masa lalu yang menyebabkan seseorang lupa membangun keluhuran di masa kini dan masa depan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Jika kita tak punya leluhur hebat, maka itu pun bukan akhir dari segalanya,” tegas Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini.

Justru menurutnya, kita punya kesempatan membangun keluhuran di masa sekarang dan masa datang tanpa terbebani dengan keluhuran di masa lalu. Kita bisa membangun keluhuran dengan "rileks" karena tak ada leluhur hebat yang membebani.

“Sungguh, betapa banyak orang menjadi luar biasa sekalipun terlahir dari keluarga biasa. Tak sedikit orang terjatuh menjadi asfala safilin walau terlahir dari keluarga ala illiyin,” tutup Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo ini. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sunnah, Sholawat, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 12 Juli 2011

Bupati Sragen: Tanpa Resolusi Jihad, Tak Ada Peristiwa 10 November!

Sragen, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan -

Ribuan orang berkumpul di Lapangan Alun-alun Kabupaten Sragen Jawa Tengah, untuk mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2016, Sabtu (22/10). Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati hadir dalam acara tersebut bersama dengan sejumlah tokoh baik dari sipil maupun militer.

Bupati Sragen: Tanpa Resolusi Jihad, Tak Ada Peristiwa 10 November! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Sragen: Tanpa Resolusi Jihad, Tak Ada Peristiwa 10 November! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Sragen: Tanpa Resolusi Jihad, Tak Ada Peristiwa 10 November!

Dalam sambutannya, Yuni, membacakan amanat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait momentum Hari Santri.

“Tanpa Resolusi Jihad NU tentu tidak pernah ada peristiwa 10 Nopember. Tanpa Resolusi Jihad NU, kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta tanggal 17 Agustus 1945, tentu akan tercabik-cabik kembali oleh upaya pengambilalihan kedaulatan yang dimotori tentara NICA. Inilah wujud ajaran dari Hadratussyeikh yang meletakkan kewajiban bela negara adalah sama pentingnya dengan kewajiban membela agama,” tegas Bupati.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dia juga mengajak para peserta upacara, untuk menjadikan momentum HSN, sebagai pneguhan kesetiaan mengawal dan mempertahankan NKRI.

“Marilah kita jadikan momentum Hari Santri, 22 Oktober ini, untuk meneguhkan kesetiaan mengawal dan mempertahankan Pancasila, NKRI serta UUD 1945,” kata dia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu, Ketua PCNU Sragen, KH. Dr. Agus Budiharto mengatakan para santri, selain harus bias mengaji, juga tidak meninggalkan kewajiban mereka mengenyam pendidikan bangku sekolah. “Santri itu harus lengkap, sekolah dan mengaji,” kata dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan