Sabtu, 31 Januari 2015

Selain Evaluasi, Raker LKNU Ungkap Capaian Kinerja Setahun

Bekasi, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ualama (LKNU) menggelar Rapat Kerja (Raker) kedua di Hotel Santika Bekasi, Sabtu (11/3). Ketua LKNU Hisyam Said Budairi mengungkapkan Raker tersebut dilaksanakan sebagai evaluasi pelaksanaan program kerja LKNU selama setahun dan penyesuaian serta perbaikan langkah LKNU selanjutnya.

“Banyak hal yang bisa dicapai selama tahun ini, tetapi itu harus ditinjau kembali. Kondisi saat ini lumayan baik, namun ke depan tantangan tidak kalah beratnya,” kata Hisyam.

Selain Evaluasi, Raker LKNU Ungkap Capaian Kinerja Setahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Evaluasi, Raker LKNU Ungkap Capaian Kinerja Setahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Evaluasi, Raker LKNU Ungkap Capaian Kinerja Setahun

Hisyam menyebut sejumlah program LKNU selama tahun 2016 terlaksana dengan baik dan berjalan lancar, di antaranya Community Empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT-LKNU), pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), dan Sub Recipient (SR) HIV.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara itu Ketua PBNU Syahrizal Syarif mengungkapkan, saat ini terdapat sejumlah persoalan kesehatan di Indonesia, seperti masih tingginya angka kematian ibu, dan gizi buruk pada anak. Hal itu harus menjadi perhatian LKNU.

Dari segi keuangan, Syahrizal mendorong adanya akuntabilitas dan transparansi setiap kegiatan dan program LKNU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kalau bisa? selain ada audit internal, juga ada audit eksternal LKNU untuk mewujudkan transparansi tersebut,” saran Syahrizal.

Selain itu, diharapkan LKNU semakin aktif di 34 provinsi. Dalam mengenalkan program LKNU berbagai pendekatan harus dilakukan, di antaranya mobilisasi massa dalam mengubah perilaku positif masyarakat dan kerja sama dengan berbagai pihak. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan News, Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 24 Januari 2015

Pesantren Tersirat dalam Al-Quran Surat Baraah 122

Jepara, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Musytasar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Sya’roni Ahmadi mengatakan, keberadaan pesantren perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat supaya tetap eksis sebgai lembaga yang mengajarkan Islam.

Ia menyampaikan hal itu pada tausiyah tahtiman Al-Qur’an bin nadlor pesantren Roudlotul Huda dan Roudlotul Hidayah desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Senin (16/6) sore.

Pesantren Tersirat dalam Al-Quran Surat Baraah 122 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tersirat dalam Al-Quran Surat Baraah 122 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tersirat dalam Al-Quran Surat Baraah 122

Keberadaan pesantren menurut dia, termaktub dalam Surat Baraah: 122. Intinya, orang Islam tidak baik berperang semua, namun harus ada yang menuntut ilmu agama. “Jika sudah pandai ilmu ditularkan kepada yang lain,” tambahnya.

Saking pentingnya pesantren, Kiai kharismatik asal kota Kretek tersebut menyebut beberapa madrasah di Kudus semisal Qudsiyah, TBS, Banat, Muallimat dan MAN Kudus 2 memiliki pesantren.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia menjelaskan ganjaran perang hampir sama dengan menuntut ilmu. Perang yang dihukumi fardlu kifayah dikatakan sahid dunia akhirat. “Sedangkan santri yang wafat dalam majlis pengajian maka dikatakan sahid akhirat,” imbuh Kiai Sya’roni.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ke depan, santri tersebut akan menjadi pemimpin yang disegani bukan ditakuti. Pemimpin disegani ialah yang dicintai rakyatnya. Sedangkan yang ditakuti, pemimpin yang dibenci rakyat. Kiai Sya’roni menegaskan pemimpin yang disegani ialah yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Warta, Kiai, IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 04 Januari 2015

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu

Bangkalan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengabdian di NU tidak dibatasi oleh periodisasi waktu. Warga yang sudah tidak terlibat aktif dalam kepengurusan juga dapat terus berpartisipasi dalam organisasi untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Demikian disampaikan KH Fathurrohim A. Rahman, Wakil Ketua PCNU Bangkalan, Madura, dalam arahannya para pelantikan bersama beberapa MWCNU di Bangkalan, Ahad (12/5) yang bertempat di pendopo eks kawedanan Arosbaya.

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu

KH Fathurrohim berharap semua pengurus berkomitment dengan amanat yang telah diterimanya. Kepada mantan pengurus yang pada periode kali ini tidak terpilih juga jangan menghilang, karena secara hakekat pengabdian di NU tidak dibatasi oleh masa periode waktu

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Berlakulah seperti orang memotong bambu diambil dari ujungnya, bukan dari bawah yang tidak terpilih. Semua harus menjadi pengikat dan memperkuat kepengurusan yang baru, sehingga upaya perjuangan untuk menjadikan jam’iyyah ini bermanfaat dapat segera terealisasi dan bisa dirasakan bersama,” kata adik kandung salah seorang wakil ketua PWNU Jawa Timur ini. 

Tiga kepengurusan MWCNU di wilayah eks Kawedanan Arosbaya yang meliptui MWCNU Arosbaya, Geger dan Klampis resmi dilantik dan diambil sumpahnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Mewakili tiga kepengurusan MWCNU yang dilantik Drs. H. Jakfar Al-Habary dalam sambutan pelantikannya mengingatkan bahwa apa yang telah dilakukan merupakan bentuk kesadaran dan ikhtiar pengabdiannya kepada jam’iyyah.

Rais Syuriyah MWCNU Klampis yang juga mantan Kasek SMAN Arosbaya ini meminta kepada semua kepengurusan yang ada, baik ranting maupun cabang untuk memberikan dukungan dan bimbingan sehingga apa yang dicanangkan untuk periode pengabdian lima tahun ke depan bisa lebih maximal dan berdaya guna baik kepada jama’ah maupun kepada jam’iyyah.

Sementara prosesi pelantikan dipimpin Wakil Rais PCNU Bangkalan KH Abdul Hannan Nawawi. Selain diisi dengan pengucapan baiat acara yang dilangsungkan secara sederhana ini juga diisi dengan pendalaman ke-NU-an dan Aswaja oleh DR. KH. Abdullah Syamsul Arifin.

Dalam mauidhohnya wakil katib PWNU Jawa Timur ini lebih banyak menerangkan tentang perlunya prilaku kolektif bagi pengurus NU. Prinsip sholat berjama’ah harus menjadi salah satu landasan kerja bagi kepengurusan, antara lain adanya kesamaan tujuan dalam segala hal, kepatuhan kepada pimpinan, serta mengenal jama’ah yang akan dipimpin

Terkait semangat kerja Gus Aab, panggilan akrab pegiat pembelaan aswaja yang juga mantan cawabup Jember ini mengajak kepada kepengurusan terpilih untuk memahami landasan didirikannya NU, yaitu Nahdlatut Tujjar (kemapanan ekonomi) Nahdlatul Wathon (nasionalisme ) dan Tasywirul Afkar (pengembangan keilmuan).

Acara pelantikan tiga MWCNU diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin ketua PCNU Bangkalan KH. Fachrillah Aschall.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan