Sabtu, 24 Januari 2015

Pesantren Tersirat dalam Al-Quran Surat Baraah 122

Jepara, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Musytasar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Sya’roni Ahmadi mengatakan, keberadaan pesantren perlu mendapatkan dukungan dari masyarakat supaya tetap eksis sebgai lembaga yang mengajarkan Islam.

Ia menyampaikan hal itu pada tausiyah tahtiman Al-Qur’an bin nadlor pesantren Roudlotul Huda dan Roudlotul Hidayah desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Senin (16/6) sore.

Pesantren Tersirat dalam Al-Quran Surat Baraah 122 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tersirat dalam Al-Quran Surat Baraah 122 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tersirat dalam Al-Quran Surat Baraah 122

Keberadaan pesantren menurut dia, termaktub dalam Surat Baraah: 122. Intinya, orang Islam tidak baik berperang semua, namun harus ada yang menuntut ilmu agama. “Jika sudah pandai ilmu ditularkan kepada yang lain,” tambahnya.

Saking pentingnya pesantren, Kiai kharismatik asal kota Kretek tersebut menyebut beberapa madrasah di Kudus semisal Qudsiyah, TBS, Banat, Muallimat dan MAN Kudus 2 memiliki pesantren.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia menjelaskan ganjaran perang hampir sama dengan menuntut ilmu. Perang yang dihukumi fardlu kifayah dikatakan sahid dunia akhirat. “Sedangkan santri yang wafat dalam majlis pengajian maka dikatakan sahid akhirat,” imbuh Kiai Sya’roni.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ke depan, santri tersebut akan menjadi pemimpin yang disegani bukan ditakuti. Pemimpin disegani ialah yang dicintai rakyatnya. Sedangkan yang ditakuti, pemimpin yang dibenci rakyat. Kiai Sya’roni menegaskan pemimpin yang disegani ialah yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Warta, Kiai, IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar