Sabtu, 18 September 2010

PCINU Daulat Cendekiawan Perempuan Maroko Sebagai Mustasyar

Rabat, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko memasukkan salah satu cendekiawan Maroko, Dr Mariam Ait Ahmad, dalam struktur kepengurusan periode 2014-2016. Perempuan pakar perbandingan agama yang juga Ketua Asosiasi Maroko-Indonesia tersebut diberi amanah sebagai mustasyar.

PCINU Daulat Cendekiawan Perempuan Maroko Sebagai Mustasyar (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Daulat Cendekiawan Perempuan Maroko Sebagai Mustasyar (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Daulat Cendekiawan Perempuan Maroko Sebagai Mustasyar

Selain Mariam, PCINU Maroko juga mengangkat sebagai mustasyar dua tokoh lainnya, yakni Ustadz Younus As-Shobary (Majlis Ilmi Kenitra) dan Dr Munsif Likuraisi, ulama Maroko yang pertama kali menghadiri Muktamar NU di Makasar pada tahun 2010.

Hal ini terungkap dalam acara pelantikan pengurus baru PCINU Maroko masa khidmah 2014-2016 di ruang serbaguna Kedutaan Besar RI (KBRI) Rabat, Maroko, Ahad (14/12).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyubi mengukuhkan mereka di hadapan Duta Besar RI baru untuk Kerajaan Maroko Endang Dwi Syarief Syamsuri. Dengan demikian, PCINU resmi memiliki pemimpin baru, yaitu Alvian Iqbal Zahasfan sebagai Rais Syuriah dan Kusnadi sebagai Ketua Tanfidziyah.

Mujib berpesan kepada semua warga Nahdliyin, khususnya pengurus NU, agar menjaga tiga hal penting yang spiritnya berakar pada sejarah berdirinya NU. Ketiga hal tersebut adalah

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

intelektualitas yang berasal dari Tashwirul Afkar, ekonomi yang diinisiasi lewat gerakan Nahdlatut Tujjar dan nasionalisme yang diimplementasikan lewat Nahdlatul Wathan.

"Sebagai pengurus harus benar-benar bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Perbuatan baik tidak akan menuai hasil yang baik kecuali dengan disertai niat yang baik dan penuh keikhlasan," ujarnya.

Mustasyar PCINU Maroko Dr Munsif Likuraisi dalam sambutannya siap bekerja sama dalam menyukseskan beberapa program yang telah dicanangkan untuk satu tahun ke depan. Dia merasa bangga bisa ikut menjadi bagian dari organisasi PCINU Maroko yang selalu mengedepaankan etika, sopan santun, dan sikap toleransi.

Sementara Dubes RI Endang Dwi Syarief juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya bisa hadir pada acara pelantikan tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelumnya mengetahui tentang NU ketika di Australia.

Dalam acara ini hadir pula sejumlah jajaran staf KBRI Rabat, ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko Afif Husen, serta mahasiswa STAINU Jakarta yang baru saja selesai mengikuti program kelas internasional. (Fairuz Ainun Naim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 04 September 2010

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menghadiri ASEAN Labour Ministers Meeting on Occupational Safety and Health at the XXI World Congress On Safety and Health at Work 2017 (Pertemuan Menteri-Menteri Tenaga Kerja ASEAN  dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Kongres Dunia ke-21 tentang K3 yang diadakan di Singapura pada 3-8 September 2017.

Acara Kongres Dunia tingkat ASEAN tentang K3 ini dihadiri oleh Menteri-menteri Tenaga Kerja negara-negara ASEAN yang terdiri dari 10 negara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.  

"Pertemuan tingkat Menteri ini untuk memperkuat komitmen dan kerja sama negara-negara ASEAN dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja," kata Menteri Hanif di Jakarta, Sabtu (2/9). 

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hadiri Pertemuan K3 Tingkat ASEAN di Singapura

Menteri Hanif mengatakan kerja sama  negara-negara ASEAN dalam penerapan standar K3 sangat penting karena setiap pekerja memiliki hak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.

"Oleh karena itu, dibutuhkan tekad kolektif ASEAN untuk mempercepat pengembangan K3 dan meningkatkan standar, kinerja dan kemampuan ASEAN melalui langkah-langkah untuk mengatasi risiko dan bahaya yang muncul di lingkungan bisnis dan teknologi baru yang berkembang," kata Hanif.

Menteri Hanif menambahkan penerapan K3 di negara-negara kawasan ASEAN ini ditujukan juga untuk meningkatkan aspek perlindungan bagi para pekerja dan mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

(SDGs).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Penerapan standar K3 di kawasan ASEAN ini juga dapat memotivasi kita untuk mencapai Tujuan Pembangunan Ekonomi  Berkelanjutan pada tahun 2030 dan untuk menciptakan pekerjaan yang layak untuk semua," kata Hanif.

Kerangka kerja K3 yang kuat di kawasan ASEAN, kata Hanif akan memberikan landasan yang kuat dalam mendukung tujuan Masyarakat Sosio-Kultural ASEAN untuk mengangkat kualitas hidup masyarakatnya dengan menempatkan kesejahteraan mereka sebagai prioritasnya.

Dalam kunjungan kerja ke Singapura ini, Menteri Hanif juga diagendakan akan melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Singapura untuk meninjau pelatihan TKI yang diselenggarakan KBRI Singapura 

Selain itu, Menteri Hanif diagendakan juga melakukan pertemuan bilateral dalam acara jamuan makan malam dengan Menteri Tenaga Kerja Singapura dan melakukan kunjungan ke "Workforce" Singapura. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pertandingan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan