Selasa, 23 Agustus 2011

Ribuan Santri Probolinggo Apel Akbar Peringati HSN

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ribuan santri dari seluruh penjuru pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo mengikuti apel akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 di alun-alun Kota Kraksaan, Ahad (22/10) pagi.

Ribuan Santri Probolinggo Apel Akbar Peringati HSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Probolinggo Apel Akbar Peringati HSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Probolinggo Apel Akbar Peringati HSN

Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara komandan upacara adalah anggota Satkorcab Banser Kota Kraksaan Moh. Fauzi Zamani dan perwira upacara adalah Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan Taufiq.

Dalam sambutannya H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa peringatan HSN ke-3 ini mengambil tema “Santri Mandiri, NKRI Hebat”. Oleh karenanya santri harus mengimplementasikan tema ini dengan mengamalkan ilmu dan budaya santri saat pulang ke halaman masing-masing.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Tetaplah menjadi seorang santri tatkala sudah selesai menimba ilmu dan pulang ke rumah masing-masing. Jadilah manusia yang mampu membuat tersenyum kedua orang tuamu,” katanya.

Hasan mengajak para santri dan segenap elemen masyarakat untuk bersyukur karena pada momentum 22 Oktober 2017 yang merupakan Hari Santri Nasional (HSN) masih diberi nikmat berupa sehat dan luang waktu sehingga bisa memberikan penghargaan kepada NU berupa HSN yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Semoga penghargaan ini mampu kita syiarkan kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga bisa mewujudkan negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang bisa mencakup seluruh kebaikan perilaku penduduknya sehingga mendatangkan ampunan Allah),” harapnya.

Lebih lanjut Hasan menambahkan di dalam NKRI santri harus terus mengamalkan aqidah Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja) yang digariskan NU. “Maknai Resolusi Jihad itu bagian dari hubbul wathon minal iman sebagaimana KH Hasyim Asyari memfatwakan. Fatwa itu keluar dari ulama tatkala NKRI merdeka dan terancam masuknya kembali penjajah,” tambahnya.

Menurut Hasan, santri itu seperti paku yang dipukul sampai tidak terlihat. Begitu dia tampak dipukul lagi sehingga tidak kelihatan. Padahal paku ini adalah bagian terkuat dari sebuah bangunan. “Itulah santri yang meskipun tidak terlihat tetapi menjadi sebuah kekuatan yang besar. Inilah makna pengamalan dari akhlaqul karimah yang harus ada dalam setiap diri santri,” terangnya.

Bagi NU jelas Hasan, mempertahankan NKRI sebagai santri wajib hukumnya. “Semoga santri di Kabupaten Probolinggo diberi sehat walafiat, ilmunya manfaat dan barokah serta menjadi anak soleh dan solehah dan mampu meneruskan cita-cita kedua orang tuanya,” pungkasnya.

Apel akbar peringatan HSN ke-3 ini juga diiringi dengan paduan suara oleh siswa dan siswi MA Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan. Dalam kesempatan ini, grup paduan suara ini melantunkan lagu Syubbanul Wathon, Hari Santri Nasional, Gerakan Ayo Mondok, Sholawat Nahdliyah, Indonesia Raya dan Mars Banser.

Pada apel akbar peringatan HSN ke-3 ini juga dibacakan ikrar santri oleh Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Khairul Imam dan PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati. Serta pembacaan teks Resolusi Jihad oleh pengurus Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Ghazali Bahar. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sejarah, Hikmah, Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 11 Agustus 2011

PP Lakpesdam Gelar Pelatihan PCM PNPM Peduli di Yogya

Yogyakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Pusat Lakpesdam Nahdlatul Ulama menggelar Pelatihan Project Cycle Management (PCM) dan Pelatihan Financial Management (FM) PNPM Peduli di Hotel Santika Yogyakarta, Selasa-Sabtu (31 Oktober-3 November 2012). 

Pelatihan diikuti 56 peserta yang terdiri dari Project Officer (PO) dan Financial Officer (FO) dari 28 cabang, pelaksana PNPM Peduli di 10 Provinsi seluruh Indonesia. Acara itu juga dihadiri PBNU, Kemenkokesra, PSF, PWNU DIY dan undangan lainnya.

PP Lakpesdam Gelar Pelatihan PCM PNPM Peduli di Yogya (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Lakpesdam Gelar Pelatihan PCM PNPM Peduli di Yogya (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Lakpesdam Gelar Pelatihan PCM PNPM Peduli di Yogya

Ketua PP Lakpesdam NU, Yahya Ma’shum menjelaskan PNPM Peduli Lakesdam NU sebagai program pengurangan kemiskinan telah melewati phase pilot, yaitu dari Juni 2011-Juni 2012. Saat ini, program dalam masa lanjutan, yaitu phase antara dari phase pilot ke phase berikutnya yang dimulai sejak Juli 2012 dan akan berakhir pada Desember 2012. Banyak capaian dan hambatan ditemukan selama pelaksanaan program.

Namun demikian, mengacu kepada hasil monitoring, supervisi dan asistensi yang dilaksanakan pengurus pusat Lakpesdam NU, cabang-cabang pelaksana PNPM Peduli masih membutuhkan peningkatan kapasitas tentang siklus pengelolaan proyek (Project Circle Management [PCM]).  

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lebih jauh Yahya menjelaskan, secara  tujuan Pelatihan adalah adalah untuk meningkatkan kapasitas cabang-cabang, pelaksana PNPM Peduli dalam mengelola PNPM Peduli. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Secara khusus, tujuan pelatihan PCM adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cabang dalam mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan, memonitoring dan mengevaluasi program. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cabang dalam merumuskan gagasan dan rencana program ke dalam kerangka logis program (logical framework). Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan cabang dalam mendokumentasikan seluruh kegiatan-kegiatan program. Meningkatkan kemampuan mengenali/ mengidentifikasi, mencatat  dan menggunakan data perkembangan program di lapangan secara detil serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan cabang dalam penulisan laporan program,” tegas pria berpenampilan kalem ini.

Sementara, Deputi Kemenkokesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr Ir Sujana Royat, DEA dalam pemaparannya dihadapan peserta pelatihan menjelaskan, PNPM Peduli adalah salah satu bentuk terobosan yang dilakukan untuk memberdayakan rakyat marjinal yang selama ini tidak pernah tersentuh oleh program pemerintah.

”Seluruh pelaksana PNPM Peduli harus bekerja dengan hati, bukan hanya sekedar menjalankan program berdasarkan TOR, karena PNPM Peduli adalah jihad kita semua untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” tutur sang Deputi Menteri yang juga berasal dari keluarga Nahdliyin ini.

Dalam sesi tanya jawab yang dipandu Sekretaris PP Lakpesdam, Lilis Nurul Husna, tiga orang peserta yakni dari Indramayu, Bantul dan Tuban mengajukan berbagai pertanyaan kepada Deputi Menkokesra, diantaranya soal rakyat miskin yang mengalami kesulitan akses dalam pelayanan kesehatan dan ditolak oleh rumah sakit. 

Mendapat pertanyaan dari peserta pelatihan, Deputi Menkokesra, Sujana Royat langsung menjawabnya dengan lugas, bahwa pemerintah telah menggariskan tidak boleh ada rakyat Indonesia yang ditolak oleh rumah sakit ketika mereka sakit dan harus di rawat di rumah sakit manapun. 

“Apabila ada rumah sakit yang menolak rakyat miskin yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan maka bisa langsung melaporkan melalui SMS pengaduan Menkokesra ke nomor 085880001949, dengan menyebutkan nama pasien, nama rumah sakit dan direktur rumah sakit tersebut, pasti laporan itu akan langsung ditindak lanjuti ke Crisis Centre Menteri Kesehatan dan akan langsung ditindak,” tegas Sujana.

Para peserta pelatihan nampak puas menerima penjelasan Deputi Menkokesra, setelah acara dialog berahir, peserta pelatihan PCM kembali mengikuti jalannya pelatihan dengan berbagai agenda yang telah disiapkan panitia. para peserta akan mendapatkan materi tentang Penguatan Visi Ke NU an, Pemetaan marginalitas dalam konteks global dan refleksi posisi CSO/Cabang di Indonesia, Konsep Project Cycle Management dan berbagai materi lainnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tegal, Doa, Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan