Kamis, 18 Maret 2010

Bidik Anggota Baru, IPNU-IPPNU Politeknik Negeri Jember Buka Bimbingan Ujian Masuk Kampus

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Banyak cara untuk memperkenalkan sebuah organisasi ekstra kampus terhadap calon mahasiswa baru, misalnya dengan memasang spanduk ucapan "selamat datang mahasiswa baru" di sejumlah titik strategis di sekitar kampus, yang logo organisasinya dicantumkan di sudut spanduk. Ada juga yang bunyi spanduknya terang-terangan langsung mengajak calon mahasiswa baru untuk bergabung dengan organisasi tertentu.

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) ? IPNU-IPPNU Politeknik Negeri Jember (Polije) mempunyai cara tersendiri untuk menggaet calon anggota (mahasiwa baru), yaitu dengan menggelar bimbingan ujian masuk Polije. Bimbingan tersebut digelar, Rabu (17/5) di Pesantren Nurul Hidayah, Tegalgede, Jember. "Kami ingin memperkenalkan lebih dalam tentang IPNU-IPPNU kepada calon mahasiswa baru Polije, yang datang dari berbagai daerah," tukas Ketua panitia bimbingan, M Syahrul.

Menurut Syahrul, pihaknya memang ingin memperkenalkan IPNU-IPPNU di kampus Polije secara optimal. Hal tersebut juga untuk mengantisipasi masuknya aliran radikal yang coba menyusupkan ideologinya lewat personal-personal mahasiswa. ? Sebab, mahasiswa baru secara umum masih sangat rawan ? terhadap bujuk rayu dan propaganda gerakan radikal. "Itu harus kita antisipasi, dengan memperbanyak anggota dan kegiatan di kampus," lanjutnya.

Bidik Anggota Baru, IPNU-IPPNU Politeknik Negeri Jember Buka Bimbingan Ujian Masuk Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Bidik Anggota Baru, IPNU-IPPNU Politeknik Negeri Jember Buka Bimbingan Ujian Masuk Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Bidik Anggota Baru, IPNU-IPPNU Politeknik Negeri Jember Buka Bimbingan Ujian Masuk Kampus

Bimbingan ujian masuk Polije mendapat respon yang positif dari calon mahasiswa. Setidaknya ada 55 calon mahasiswa Polije yang ikut bimbingan tersebut. Satu diantaraya adalah peserta non muslim. Mereka berasal dari Nganjuk, Kediri, Banyuwangi, Lumajang dan Jember sendiri.?

Dalam bimbingan tersebut, mereka dididik untuk persiapan mengikuti tes tulis ujian masuk Polije. Instrukturnya terdiri dari para senior IPNU-IPPNU Polije, seperti Niko Oktarian (Fisika), Munir (Bahasa Inggris) dan Herra (Bahasa Indonesia). Sebelum acara juga disampaikan pengenalan IPNU-IPNU dan faham Aswaja. Acara ditutup dengan pengenalan wawasan kampus Polije yang disampaikan oleh Humas Polije, Mahsus Nurmanto. (Aryudi A. Razaq/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 12 Maret 2010

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Ngawi,? Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Ngawi tak henti-hentinya menggenjot realisasi pembangunan masjid dan kantor, serta gedung terpadu NU. Pada Jumat (22/4) kemarin, Ketua PCNU Ngawi, KH Achmad Ulinnuha Rozy, melakukan konsolidasi pembangunan yang masih membutuhkan tanah wakaf 1250 m2. “Barusan seluruh panitia dan perwakilan Banom habis rapat mensiasati kekurangan areal bangunan,” ? jelas Pengasuh Pesantren Temulus ini saat ditemui di kantor lama, Jl A. Yani, Ngawi.





PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Kiai Ulin, begitu biasa disapa, membeberkan strategi dalam mensukseskan kekurangan lahan tersebut. “Kalau tahun 2015 sukses 3120 m2 wakaf tanah, awal 2016 pengurukan, nah Insyaallah kekurangan waqaf kali ini mudah-mudahan juga mengikuti kesuksesan sebelumnya. Demi memaksimalkan usaha tersebut, ada peningkatan strategi lebih sehingga nantinya tim akan langsung turba (turun ke bawah) dengan para banom-banom,” jelas kiai asal Demak ini.

Pada gerakan wakaf sebelumnya, pihak NU menggunakan jalur struktural dari cabang hingga ranting ataupun sebagian jalur perseorangan, itupun melalui alat telekomuniksi, dan turba merupakan alternatif tambahan. Agar potensi seluruh jamaah Nahdliyah semakin maksimal, dan peran serta para punggawa NU dan Banom juga tidak tersia-siakan, maka pada gerakan wakaf sekarang ini seluruh cara akan ditempuh.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Meskipun berliku-liku, Alhamdulillah? sampai detik ini pembangunan telah selesei pada wilayah pengurukan, pembuatan sumur, dan direksi keet, dan semoga dalam 3 tahun ke depan bisa terealisasi,” pungkasnya.

Kali ini, tim panitia menggunakan mekanisme wakaf Rp350.000 per–m2. Dengan maksud agar warga NU, pengusaha, ataupun pejabat bisa bergabung dan berpartisipasi dengan cara membeli tanah dimulai dengan harga 350.000 rupiah.(Ali Makhrus/Zunus) ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 06 Maret 2010

Ini di Antara Faidah Berzakat

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Katib Syuriyab PCNU Kabupaten Pringsewu H Munawwir mengingatkan akan pentingnya berzakat, berinfaq atau bershodaqoh untuk membersihkan jiwa dan harta yang dimiliki.

"Tidak ada ceritanya orang berzakat bangkrut," tegasnya didepan Jamaah Ngaji Ahad Sore (Jihad Sore) yang memenuhi Aula lantai Dasar Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu, Ahad (19/6).

Ini di Antara Faidah Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini di Antara Faidah Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini di Antara Faidah Berzakat

Menurut Ustadz muda ini yang ada banyak orang yang tidak menunaikan zakat mengalami kerugian yang tidak terfikirkan sebelumnya dan kadang tidak masuk akal dalam hitung-hitungan matematika.?

Hal ini ia berikan contoh ketika zaman Rasul ada kebun kurma yang tetap berbuah walaupun dimusim kemarau sementara kebun yang lain mengalami gagal panen.

"Setelah diketahui ternyata pemilik kebun tersebut adalah orang yang selalu berzakat dari hasil panen kurma yang didapat," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Gus Nawir menyatakan bahwa selain untuk membersihkan harta dan jiwa, zakat akan mendatangkan manfaat untuk memperingan hisab terhadap penggunaan harta yang di miliki. "Sekecil apapun yang kita miliki akan ada pertanggungjawaban terhadap harta kita," ingatnya

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia meyakinkan bahwa harta yang dikeluarkan untuk membayar zakat infaq shadaqah yang dikeluarkan tidak akan mengurangi harta yang dimiliki. "Hakikat memberi adalah menerima. Dengan infaq, harta kita tidak akan berkurang malah akan bertambah," katanya.

Jika kita tidak mengeluarkan zakat untuk harta kita didunia, lanjutnya maka harta tersebut akan dikembalikan dalam bentuk api yang akam menyiksa diri kita sendiri. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah, Aswaja, Pondok Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan