Sabtu, 11 Juli 2009

5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sekitar 5000 orang akan menabuh hadrah pada peringatan Haul ke-43 al-maghfurlah KH A Wahab Chasbullah di halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Jumat malam ini (5/9) selepas berjamaah Shalat Isya.

Menurut salah seorang panitia Haul, Mujtahidur Ridho, para penabuh hadrah itu tergabung pada Ikatan Seni Hadarah Indonesia (Ishari). Mereka berasal dari 25 kabupaten Jawa Timur.

5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

5000 Orang Tabuh Hadrah di Tambakberas

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama menambahkan mereka akan tampil secara bergiliran. “Modelnya meraka tampil per shaf. Sekali tampil sekitar 300 orang. Satu kelompok bisa tampil setengah jam,” terangnya ketika ditemui Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di Pameran Biografi Kh Wahab Chasbullah, Jumat sore (5/9).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dengan jumlah peserta dan durasi seperti itu, lanjut pria yang akrab disapa Gus Edo ini,  acara bisa berlangsung sampai pukul 02.00 atau bahkan 03.00 dini hari.

Lebih lanjut Edo mengatakan, hadrah adalah salah satu kesenian NU yang harus dilestarikan. Untuk itu, dulu, diprakarsai Kiai Wahab untuk membuat organisasi yang mewadahinya, “Ishari ini salah satu khazanah NU yang dulu mendirikan Mbah Wahab,” tambahnya.  (Abdullah Alawi)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pemurnian Aqidah, Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning

Salatiga, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Perayaan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017 dilakukan dengan cara berbeda di Pondok Pesantren Wakaf Literasi Islam Indonesia (WALI), Salatiga, Jawa Tengah.

Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren WALI Canangkan Gerakan Cinta Kitab Kuning

Pesantren berbasis gerakan literasi ini mengemas peringatan dengan kegiatan ilmiah. Tidak ada pawai dan arak-arakan yang menunjukkan kegembiraan, ratusan santri duduk rapi di Masjid Ar-Rohim untuk belajar.

Akan tetapi, ini bukan kegiatan belajar rutin. Ratusan santri itu mengikuti Seminar Nasional Peranan Kitab Kuning dalam Dinamika Literasi dan

Intelektual Islam Indonesia, Ahad (22/10)



Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Tampil sebagai pembicara seminar tersebut adalah KH Idror Maimoen Zubair (Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang); KH Akomodien Shofa (Ketua Forum Silaturahmi Kyai Muda se-Jateng); KH Anis Maftukhin (Pengasuh Pesantren WALI); Ustad Munib Sidiq (Direktur WALI-Tamyiz Institute);  dan Ustad Al Mutaqin (Praktisi Metode Tamyiz).

Pada kesempatan itu, Pesantren WALI juga mencanangkan gerakan kitab kuning. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Agar santri-santri mulai memasyarakatkan ilmu-ilmu dari khazanah kitab kuning untuk menjawab beberapa persoalan kontemporer,” kata Kiai Munib, salah satu pengasuh Pesantren WALI.  

KH Anis Maftuhin mengatakan, kitab kuning adalah sumber pengetahuan keislaman yang sangat vital. Namun, selama ini akses dan kemampuan untuk membaca dan memahami hanya dimiliki sebagian kecil santri. Kemampuan itu hanya dimiliki santri-santri yang menguasai ilmu tata Bahasa Arab (nahwu sharaf) yang mumpuni dan belajar belasan tahun di pondok pesantren.

"Itu pun mereka baru sebatas mengakses sebagian kecil kitab-kitab fiqih, aqidah, dan yang berbau keagamaan," kata Anis.

Padahal, era keemasan Islam zaman dulu mengenal ilmuwan-ilmuwan yang menelurkan karya-karya luar biasa. Anis mencontohkan betapa kita terkejut bahwa 1.000 tahun sebelum Wright bersaudara belajar terbang, ulama Islam Abbas bin Firnas telah mempraktikkannya. 

“Belum lagi sumbangan pengetahuan Ibnu Sina dalam Kitab Qanun At-Tib yang hingga kini masih menjadi rujukan di dunia kedokteran,” pungkas Anis.  (Billy Ardhan/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Pesantren, Kajian Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan