Selasa, 29 Januari 2008

Ke Solo, KH Hasyim Muzadi Hadiri Dua Agenda

Solo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Selama dua hari ini, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, berada di Kota Solo. Kedatangannya kali ini untuk menghadiri dua agenda, selamatan 40 hari HM. Lukminto dan peresmian pelatihan internet Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Solo.

Ke Solo, KH Hasyim Muzadi Hadiri Dua Agenda (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Solo, KH Hasyim Muzadi Hadiri Dua Agenda (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Solo, KH Hasyim Muzadi Hadiri Dua Agenda

Dalam agenda pertama yang berlangsung semalam (16/3), Pengasuh Pesantren Al-Hikam itu menyampaikan taushiyah kepada ribuan jamaah yang memenuhi di salah satu ruangan hotel Diamond Solo.

Kiai Hasyim Muzadi menerangkan bahwa amal seseorang tidak akan hilang, kecuali dia menghilangkannya sendiri.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Oleh karena itu kalau kita sudah beramal maka hendaknya kita ikhlaskan, janganlah kita mengungkit-ungkitnya apalagi dengan berkata menyakitkan,” terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain itu, diterangkan bahwa meminta ampunan kepada Allah itu lebih mudah dibanding, apabila kita minta maaf kepada sesama manusia. “Sebab Allah swt. itu memiliki sifat ghafurun rahimun,” tuturnya.

Acara tahlil dan yasinan pada malam itu, ditutup dengan pembacaan doa oleh Kiai Hasyim Muzadi. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Olahraga, IMNU, Khutbah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 25 Januari 2008

Balitbang Kemenag RI Sebut Pesantren Sebagai Penawar Ekstremisme

Semarang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Latihan (Balitbang dan Diklat) Kementerian Agama H Abdurrahman Mas’ud menyampaikan kuliah umum seputar Isu Aktual Kontemporer yang Mengancam NKRI di Pascasarjana UIN Walisongo, Semarang, Jumat-Sabtu (4-5/3). Ia mengawali pembahasan tentang keberadaan Indonesia di era kampung dunia (globalisasi).

“Banyak pemahaman dan ideologi yang berkembang pesat masuk ke Indonesia, ada madzhab kanan, kiri dan tengah. Golongan terakhir inilah yang menjadi mayoritas namun mereka menjadi komunitas mayoritas yang diam. Mereka inilah yang menjadi citra Islam di Nusantara ini yaitu smilling Islam, di antaranya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan pesantren,” kata Abdurrahman.

Balitbang Kemenag RI Sebut Pesantren Sebagai Penawar Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Balitbang Kemenag RI Sebut Pesantren Sebagai Penawar Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Balitbang Kemenag RI Sebut Pesantren Sebagai Penawar Ekstremisme

Namun demikian, paham radikal bukan berarti tidak bisa bergerak. “Radikalisme bisa lahir di mana pun,” kata Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri periode 2001-2005 ini. Radikalisme bisa masuk dalam kurikulum sekolah bahkan di madrasah sekalipun.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Peredaran ajaran-ajaran ekstrem ini harus dicegah. Namun pada dasarnya pemerintah tidak melarang paham apapun berkembang dan masuk di Indonesia. Yang tidak boleh adalah mendakwahkan ajaran yang meresahkan masyarakat misalnya seperti kasus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar),” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Balitbang dan Diklat Kemenag RI, menurutnya, lembaga yang menjadi counter ekstremisme sebelum terjadi peristiwa dan setelah terjadi peristiwa. Penelitian terakhir menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelitan persepsi responden terhadap 80 orang di tiap provinsi. “Indonesia masih memiliki indeks yang stabil dalam kerukunan umat beragama dalam angka 85 % lebih. Hal ini menunjukkan citra positif Nusantara di muka dunia bahwa Indonesia ini masih aman.”

Ia menjelaskan bahwa pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan yang masih mengajarkan prinsip-prinsip moderasi sebagai counter extremisme. Nilai toleransi, kerukunan, kekeluargaan, kemandirian, dan akhlak mulia menjadi titik tekan pendidikan yang disampaikan pada santri.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari pelaksanaan orientasi penerimaan mahasiswa baru pascasarjana UIN Walisongo program magister dan doktoral. (M Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Lomba, Pemurnian Aqidah, Tokoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 23 Januari 2008

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan ungkapan terimakasih atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu kepada Nahdlatul Ulama. NU dinilai selama ini banyak memberikan kontribusi dan bekerja sama dengan baik dalam rangka mewujudkan Pringsewu “Bersenyum Manis” yang merupakan motto Kabupaten Pringsewu.

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Motto “Bersenyum Manis” merupakan kependekan dari bersih,? sehat, ekonomis,? nyaman,? unggul,? maju,? mandiri,? aman dan agamis. Sujadi menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Aula Gedung NU Pringsewu, Lampung, Selasa (28/4).

Ia berharap Muskercab menghasilkan rekomendasi dari NU untuk Pemerintah Daerah. Rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui perangkat-perangkat Pemda yang sesuai dengan bidangnya. Ketika sinergitas antara NU dan Pemda terwujud, kata Sujadi, maka cita-cita dan kejayaan Pringsewu pun akan dapat terwujud. "NU hidup, Pringsewu hidup. NU jaya Pringsewu jaya," ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Muskercab sebagai usaha mempertajam program kerja organisasi sekaligus ajang koordinasi seluruh pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan badan otonom NU se-Kabupaten Pringsewu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kegiatan bertema "Memperkokoh Jamiyyah, Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah " ini diikuti 150 orang yang terdiri dari pengurus NU tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Selain fokus pada penajaman program kerja yang dihasilkan pada Konferensi Cabang ke-2 beberapa waktu yang lalu, forum juga membahas perangkat organisasi berupa kelengkapan personel pengurus pada lembaga-lembaga dan Banom.

Selaras dengan tema yang diangkat Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim mengatakan, NU Pringsewu terus melakukan program kerja. Beberapa sektor yang menjadi perhatian organisasi antara lain penguatan internal organisasi, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, penguatan kaderisasi, dan penguatan ekonomi.

Menurutnya, penguatan ini akan berhasil secara maksimal bila didukung dengan kiat dan cara yang tepat. Taufiqurrohim mencontohkan, kiat dalam penguatan ideologi Aswaja adalah berupa dakwah langsung ke jamaah melalui pengajian, jamaah Yasinan, majelis taklim, serta melalui syiar di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. (Muhammad Faizin/Mahbib)

?

Foto: Suasana Muskercab PCNU Pringsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hikmah, AlaNu Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan