Sabtu, 29 November 2008

Ahmadinejad: Resolusi PBB Cacat

Teheran, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap program nuklir Teheran ’cacat’. Demikian kantor berita Fars melaporkan, Rabu (5/3).



Ahmadinejad: Resolusi PBB Cacat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmadinejad: Resolusi PBB Cacat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmadinejad: Resolusi PBB Cacat

"Dari titik pandang Iran resolusi Dewan Keamanan saat ini adalah cacat sama sekali dan tidak penting, dan keputusan itu tidak resmi,"? kata Ahmadinejad kepada para wartawan setelah sidang kabinet.

Dewan Keamanan PBB Senin memberlakukan sanksi ketiga terhadap Iran dalam tempo 15 bulan untuk menghukum Teheran yang berulangkali menolak menghentikan proses pengayaan nuklirnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ahmadinejad juga menegaskan posisi Iran tidak akan? melakukan perundingan selain dengan badan pengawas nuklir PBB IAEA, setelah Dewan Keamanan mendesak Teheran memulai kembali dialog? dengan Uni Eropa (EU).

"Iran tidak akan berunding dengan siapapun menyangkut masalah nuklirnya," kata Ahmadinejad seperti dikutip kantor berita negara itu IRNA, Rabu (5/3).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Mulai sekarang , masalah nuklir Iran hanya akan dibicarakan dengan badan nuklir PBB IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) dalam kerangka komitmen-komitmen? timbalbalik dan Perjanjian Non Proliferasi Nuklir (NPT)," tambahnya.

Komentarnya itu dibuat? setelah enam negara besar Senin mendesak ketua kebijakan Uni Eropa Javier Solana untuk memulai kembali berunding dengan perunding nuklir Iran Saeed Jalili? setelah sanksi-sanksi terbaru diberlakukan terhadap Iran. (ant/nur)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Quote Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 23 November 2008

Mbah Hasyim Asyari, Berjuang sampai Mati

Jombang, malam tanggal 25 Juli 1947. Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, beberapa saat selepas sembahyang tarawih 7 Ramadhan 1366 H.? Tak lama kemudian, datang dua utusan Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Bung Tomo, pembangkit semangat perjuangan.

Salah seorang utusan itu bernama Kiai Gufron, pemimpin Sabilillah Surabaya. Keduanya mengabarkan situasi bangsa selepas Agresi Militer Belanda I 21 Juli 1947. Karena agresi itu, wilayah Indonesia makin menciut; tinggal selembar daun kelor. Wilayah itu cuma meliputi garis Mojokerto di sebelah timur, dan Gombong di Kebumen. Di sebelah barat tinggal Yogyakarta sebagai pusatnya.

Mbah Hasyim Asyari, Berjuang sampai Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Hasyim Asyari, Berjuang sampai Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Hasyim Asyari, Berjuang sampai Mati

“Jenderal Spoor sudah merebut Singosari, Malang,” ujar perwakilan itu.

Rais Akbar Nahdlatul Ulama yang berusia 76 tahun itu kaget luar biasa. Jatuhnya kota perjuangan, pusat markas tertinggi Hizbullah-Sabilillah --dua badan kelaskaran di bawah komando kiai-kiai NU-- Malang ini, sangat mengejutkan KH Hasyim Asy’ari.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Masya Allah, Masya Allah!” pekiknya.

Lalu ia memegang dan menekan kepalanya kuat-kuat. Keterkejutan yang hebat ini membuatnya pingsan. ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut KH Syaifuddin Zuhri dalam buku Guruku Orang-orang dari Pesantren, karena mendengar kabar itu, KH Hasyim Asy’ari mengalami pendarahan otak. Dokter Angka yang didatangkan dari Jombang, tidak bisa berbuat apa-apa karena keadaannya sangat parah sekali.?

Kemudian menurut buku 20 Tahun Indonesia Merdeka VII yang diterbitkan Departemen Penerangan, hal tersebut menunjukkan betapa penuhnya perhatian ulama besar tersebut akan nasib perjuangan bangsa dan negara.?

Karena situasi bangsa di bawah kekuasaan penjajah Belanda, di samping mengajar, ia turut memikirkan dan memperjuangkan kemerdekaan. Keluar-masuk penjara pun jadi risiko.?

Pada masa itu, ia mengeluarkan dua buah fatwa yang terkenal dalam sejarah. Pertama, perang melawan Belanda adalah jihad, hukumnya wajib bagi setiap orang (fardhu ain). Kedua, melarang kaum muslimin beribadah haji menumpangi kapal-kapal Belanda. ?

Pada masa penjajahan Jepang ia pernah ditahan bersama KH Mahfudz Siddiq, karena menolak Seikerei, membungkuk 90 derajat tiap pukul tujuh pagi untuk menghormati Kaisar Jepang. Selama empat bulan ia dipenjarakan berpindah-pindah dari Jombang, Mojokerto hingga Bubutan, Surabaya; bercampur dengan tawanan Sekutu.?

KH Hasyim Asy’ari dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Jombang, Jawa Timur, sebagai kusuma bangsa. Atas jasa-jasa perjuangannya, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional kepadanya.

KH Hasyim Ay’ari wafat, tapi tetap mewariskan darah pejuang kepada putra-putranya, yaitu KH Wahid Hasyim, salah seorang perumus Pancasila dan Menteri Agama RI tiga kali. KH Choliq Hasyim menjadi Daidanco (Komandan Batalyon Pembela Tanah Air, PETA,) KH Yusuf Hasyim aktif di Laskar Hizbullah sebagai Komandan Kompi II. Salah seorang cucunya menjadi pejuang kemanusiaan dan demokrasi terdepan, KH Abdurahman Wahid. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Internasional, Habib, Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 09 Agustus 2008

Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami?

Tangerang Selatan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Umam mengapresiasi mereka yang memiliki niatan baik dan tulus untuk melaksanakan syariat secara menyeluruh seperti maraknya berhijab syar’i. Tetapi ia mengaku khawatir bahwa itu hanya lah tren (gaya) sesaat.

Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami?

“Kalau niatnya baik itu patut diapresiasi tetapi saya khawatir ini hanya tren sesaat,” kata Saiful di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (21/8).

Namun demikian, ia mengatakan bahwa mereka seharusnya tidak berhenti kepada simbol-simbol luar belaka. Karena yang tidak kalah penting juga adalah bersikap dan berperilaku sesuai dengan ajaran syariat Islam.

“Tidak berhenti di pakaian saja,” tegasnya.

Menurut dia, apa pun yang berkaitan dengan syar’i itu selalu ada kepentingan ekonomi di baliknya. Ia mencontohkan, di bisnis garmen, penerbanga, pariwisata, dan lainnya itu ada pemain lama yang menguasai. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kemudian ada pemain baru yang juga ingin mendapatkan ekonomi tersebut. Pemain-pemain baru itu sadar bahwa kalau mereka bersaing dengan pemain-pemain lama. Karenanya, mereka akan kalah sehingga mereka bisa saja menggunakan jargon-jargon syar’i. 

“Sehingga hal-hal yang sifatnya syar’i ini menjadi jargon marketing yang luar biasa,” jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia mengaku sadar bahwa orang ikut tren syar’i tersebut karena mereka meyakini bahwa itu adalah bagian dari implementasi agama. 

“Pada tataran pelakunya mungkin mereka sadar ingin berubah. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah orang-orang yang memanfaatkan itu tadi,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, ia menilai bahwa tren syar’i tersebut bukanlah indikator bahwa Indonesia saat ini sudah lebih islami. Baginya, yang tidak kalah penting adalah beragama secara substansial seperti berlaku jujur, tidak korupsi, adil, dan lain sebagainya. Namun, hal itu masih banyak terjadi di Indonesia.

“Jangan kemudian menganggap bahwa Indonesia lebih islami dengan adanya tren seperti itu,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Makam, Nahdlatul Ulama, Quote Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 31 Juli 2008

UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Universitas NU Indonesia yang berlokasi di Jakarta yang diresmikan Ramadhan 1436 H mulai bergiat menggelar aktifitas akademik dan intelektual. Pada Senin, (27/7) para dosen UNU Indonesia menggelar diskusi bersama dengan Jeremy Thomas, aktivis internasional yang menjadi pegiat HAM di Australia.

UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional

Diskusi yang dihelat di Kampus UNU, Jl Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat ini membahas tema “Prospect of Multiculturalism in Indonesia”. Tampil pula memaparkan hasil penelitiannya dosen UNU Denny Hamdani yang memaparkan hasil penelitiannya soal konflik Gereja Yasmin di Bogor dan pembangunan masjid Nur Musafir Batuplat Kupang NTT. 

Ia menyampaikan persoalan sulitnya membangun rumah ibadah bukan hanya persoalan antara Muslim dengan non-Muslim, melainkan antara mayoritas dengan minoritas. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jeremy menjelaskan, dalam sejarahnya, pluralitas kehidupan keagamaan di Australia sudah muncul sejak zaman kolonial ketika para imigran, yang sebagian adalah para kriminal memiliki agama yang berbeda-beda. Awalnya, masyarakat tersegregasi berdasarkan agamanya seperti mereka yang memeluk Katolik atau Protestan, tetapi dengan berjalannya waktu, terjadi interaksi antara kelompok agama yang mendekatkan mereka.

Ia mencontohkan, dirinya yang beragama Yahudi, selalu mendapat undangan iftar atau buka puasa bersama sehingga dalam bulan Ramadhan ia pun ikut “puasa”. Keberadaan Muslim juga semakin diapresiasi dengan pentingnya makanan halal. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Meskipun demikian, belum semua persoalan selesai, seperti adanya perbedaan sudut pandang cara penyembelihan. Kelompok pembela hak-hak kewan menganggap penyembelihan binatang menimbulkan rasa sakit bagi hewan, sementara umat Islam menilai menyembelih dengan disetrum hasilnya menjadi tidak halal. Persoalan kapan waktu tepat disunat, apakah saat masih kecil atau saat sudah dewasa juga menjadi pertanyaan.

Deny, yang mengambil studi doktor di Australian National University (ANU) Canberra menceritakan juga menurutkan pengalamannya. Meskipun muslim merupakan minoritas, saat ada acara, selalu disediakan makanan halal dan setiap Jum’at, pihak masjid menyediakan bus khusus yang mengantar mahasiswa Muslim ke masjid yang memang lokasinya jauh. 

Meskipun demikian, kalau dicatat, banyak juga hubungan antar agama yang kondisinya lebih baik di Indonesia seperti setiap agama mendapat libur hari raya, sementara di Australia, hanya kelompok Kristen saja yang memperolehnya. 

“Kita, Indonesia dan Australia bisa saling belajar,” jelasnya. (Mukafi Niam)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 19 Juli 2008

Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)?

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Ustadz, saya mau menanyakan soal puasa ayyamul bidh, yaitu puasa tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriyyah. Pertanyaan saya, kenapa dinamai “ayyamul bidh?” Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Nazila/Karawang)

Jawaban

Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)? (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)? (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)?

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT selalu menurunkan rahmat-Nya untuk kia semua. Puasa tiga hari pada setiap bulan Qamariyyah atau yang sering disebut dengan puasa “ayyamul bidh” merupakan puasa sunah. Pahala puasa pada tanggal 13, 14, 15 setiap bulan sangatlah besar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Barang siapa yang menjalankan puasa tiga hari ayyamul bidh, maka sama dengan puasa selama sebulan. Sedangkan jika dilakukan setiap bulan, maka sama dengan puasa selama setahun penuh. Demikian sebagaimana yang kami pahami dalam riwayat di bawah ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Artinya, “Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kaulakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,” (HR Bukhari-Muslim).

Kenapa dinamai ayyamul bidh? Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab ‘Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan bahwa sebab dinamai ayyamul bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.

Riwayat Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam/gosong. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15). Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sebab dinamai ‘ayyamul bidh’ adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarknya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); ‘Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh)’. Lantas Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”

Pendapat lain menyatakan bahwa dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang disinari rembulan, dan rembulan selalu menyinari bumi sejak matahari terbenam sampai terbit kembali. Karenanya, pada hari-hari itu malam dan siang seluruhnya menjadi putih (terang).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang),” (Lihat Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, ‘Umdatul Qari` Syarhu Shahihil Bukhari, juz XVII, halaman 80).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren, Sholawat, Humor Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 18 Juli 2008

Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf

Brebes, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebagai rangkaian Prosesi Pelantikan Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Jatibarang Lor, Jatibarang Brebes diawali dengan pawai yaaruf. Banser dan Fatayat NU ternyata memiliki keahlian untuk memainkan drumband. Sehingga menjadi tontonan menarik bagi warga Jatibarang saat berlangsungnya pawai Jumat (23/8).

Pawai dilepas Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Jatibarang KH Mukhidin halaman Balai Desa Jatibarang Lor. Pelepasan ditandai dengan pengibasan Bendera NU tepat pukul 14.00 WIB. Sebelum melepas, dia berpesan, agar warga NU tetap kokoh mengibarkan panji-panji NU dari lubuk hati hingga menonjok angkasa. Dalam artian tidak tergoyahkan walau dalam kondisi apapun.

Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)
Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)

Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf

Semarak pawai taaruf dilepas dari halaman balai desa mengitar jalan KH Abdul Wahab Syaroni, Jl Kauman, Jl Raya Timur Jatibarang, PG Jatibarang dan kembali ke Balai Desa.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua Panitia Abdul Ghofir menjelaskan, pawai diikuti 980 orang dari 30 komponen, dan iring-iringan 50 mobil dan 5 odong-odong.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Meski hanya membawa bendera Merah Putih dan bendera NU beserta nevennya, ribuan masyarakat memadati jalan raya untuk menyaksikan pawai taaruf. "Pawai taaruf ini juga sekaligus ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa NU tidak akan pernah kekurangan kader-kader muda yang akan siap melanjutkan estafet perjuangan," kata Dhofir.

Terbukti, peserta pawai terdiri dari berbagai khalayak dari anak TK/RA/PAUD hingga ibu-ibu Fatayat dan Muslimat.

Usai pawai, bakal dilanjutkan dengan pengajian akbar nanti malam dengan pembicara pengasuh pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes KH Subekhan Makmun dan Pengasuh Ponpes Darussalam Jatibarang Kidul Syeh Sholeh Basalamah.?

Bakal dilantik, Rais Syuriyah PR NU Jatibarang Lor K Abdul Wachid dan Ketua PR Tanfiziyah Musfhofa MK.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pemurnian Aqidah, Lomba Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 05 Juli 2008

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

Yogyakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Peringati khotmil quran, warga pesantren Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan ziarah di makam para wali di Yogyakarta, Selasa (27/5). Para santri Nurul Burhany dan pengasuhnya menziarahi khususnya makam KH Muhammad Mufid Mas’ud yang dikenal Mbah Mufid di Pandanaran.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany KH Helmi Wafa Mahsuni mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para kiai.

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para kiai beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghapal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” kata Kiai Helmi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara salah seorang pengasuh pesantren Nurul Burhany Hj Mila Hasna Hanif menerangkan, Mbah Mufid Pandanaran merupakan salah satu guru pengasuh pesantren Nurul Burhany.

“Karenanya, santri pesantren ini harus dikenalkan dengan Mbah Mufid. Pasalnya, almarhum merupakan simbah guru para santri,” pungkas Hj Mila. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Aswaja, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 04 Juli 2008

Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Peringatan haul ke-44 KH Abdul Wahab Chasbullah akan dipusatkan di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang. Rangkaian acara dimulai Selasa (25/8) malam ini, yang diisi dengan festival hadrah Ishari dan khotmil Qur’an.

Puncak acara akan diselenggarakan Rabu (26/8) malam yang diisi dengan tahlil dan taushiyah oleh tokoh yang hadir.

Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan hadir Selasa malam. Sementara taushiyah akan disampaikan oleh KH Husein Ilyas dan Habib Abu Bakar Hasan Assegaf.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Haul kali ini mengambil tema “KH Abdul Wahab Chasbullah: Perintis, Pendiri dan Penggerak NU”. Informasi yang diterima Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, pihak keluarga akan memberikan Penghargaan KH Wahab Chasbullah kepada sejumlah tokoh NU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebagai catatan, KH Abdul Wahab Chasbullah wafat pada akhir tahun 1971, tepatnya empat hari setelah beliau terpilih kembali sebagai Rais Aam pada Muktamar NU di Surabaya. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Humor Islam, Sejarah, Internasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 27 Mei 2008

Ini Jadwal Lengkap LSN Region Jawa Tengah II

Solo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 di Sub-Region Jateng II yang diikuti 32 tim pesantren dari Wilayah eks-Karesidan Surakarta akan dimulai Kamis (7/9) mendatang. Hasil tersebut didapat setelah diadakan acara pengundian jadwal LSN Zona Soloraya di Kantor PCNU Surakarta, Ahad (27/8).

Ini Jadwal Lengkap LSN Region Jawa Tengah II (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jadwal Lengkap LSN Region Jawa Tengah II (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jadwal Lengkap LSN Region Jawa Tengah II

Pertandingan perdana yang mempertemukan kesebelasan dari Pesantren Ummul Qura Boyolali melawan Pesantren Al-Falah Baki Sukoharjo, rencananya akan dihelat di Stadion Kota Barat Solo.

Koordinator LSN 2017 Region Jawa Tengah II Ali Sutopo dalam sesi jumpa pers, usai pengundian tim, menyampaikan enam belas tim dari Soloraya tersebut akan memperebutkan satu tiket untuk bertanding di final region Jateng II.

“Pelaksanaan di Wilayah Soloraya, 7-11 September 2017. Sebanyak 16 tim akan berlaga dengan sistem gugur. Kemudian pemenang dari wilayah Soloraya akan bertanding dengan pemenang dari Wilayah Kedu, untuk meraih satu tiket ke tingkat nasional,” terang Topo.

Berikut Jadwal pertandingan di LSN 2017 Sub-Region Jateng II (Soloraya): 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

1. Ummul Qura Boyolali vs Al Falah Baki Sukoharjo (Kamis, 7 September 2017 Pukul 07.00 WIB)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

2. Ki Ageng Selo Klaten vs Al-Muayyad  Mangkuyudan (Kamis, 7 September 2017 Pukul 09.00 WIB)

3. Sunan Gunung Jati Wonogiri vs Walisongo Sragen (Kamis, 7 September 2017 Pukul 14.00 WIB)

4. Al Hikmah Tanon Sragen vs Al-Mansur Popongan (Kamis, 7 September 2017 Pukul 16.00 WIB)

5. Al Huda Doglo Boyolali vs Darul Quran Karanganyar (Jumat, 8 September 2017 Pukul 07.00 WIB)

6. Nurul Huda Sragen vs Darul Fikr Boyolali (Jumat, 8 September 2017 Pukul 09.00 WIB)

7. Al-Muttaqin Klaten vs Gani Tirtoasri Wonogiri (Jumat, 8 September 2017 Pukul 14.00 WIB)

8. Darul Mubtadi’ien Karanganyar vs Zumrotut Tholibin Boyolali (Jumat, 8 September 2017 Pukul 16.00 WIB)

Sementara itu untuk jadwal pertandingan LSN Region Jateng II Zona Kedu, masih menunggu hingga akhir September mendatang. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul Ulama, Pendidikan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 27 April 2008

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri

Bandung,Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,
kabar duka bagi kalangan pesantren dan Liga Santri Nusantara (LSN), pasalnya KH Marsono Misaalah, Pengasuh Pesantren Khaerat Bintauna, Sulawesi Utara meninggal saat mendampingi timnya di Seri Nasional LSN, di Kota Bandung.

Menurut keterangan panitia, Marsono meninggal di Stadion Brigif Cimahi beberapa jam sebelum berita ini ditulis, Selasa (24/10). Di pinggir lapangan, ketika sedang menonton, tiba-tiba dia ambruk, dan langsung meninggal.

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Marsono Meninggal Saat Nonton Liga Santri

Hingga berita ini ditulis, penyebab meninggalnya kiai itu belum diketahui. (Abdullah Alawi)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Quote, Pertandingan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 13 Maret 2008

Pesantren Zaha Probolinggo Luluskan 1.477 Santri dari 11 Satuan Pendidikan

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo kembali menggelar selamatan dan tasyakuran akhirussanah pendidikan dasar dan menengah, Senin (16/5). Tahun ini sebanyak 1.477 siswa atau santri dinyatakan lulus 100 persen dari 11 satuan pendidikan di bawah naungan Pesantren Zaha Genggong dengan membawa beragam prestasi pada berbagai bidang baik akademik maupun non akademik.

Selain dihadiri jajaran pengasuh pesantren dan wali santri, acara yang dilangsungkan di halaman P5 Pesantren Zaha Genggong itu dihadiri Kabid PMP dan PMA Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Bambang Sudasto, Kabid Penma Kanwil Kemenag Provinsi Jatim H Supandi, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rosi dan Kasi Penma Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Taufik.

Pesantren Zaha Probolinggo Luluskan 1.477 Santri dari 11 Satuan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Zaha Probolinggo Luluskan 1.477 Santri dari 11 Satuan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Zaha Probolinggo Luluskan 1.477 Santri dari 11 Satuan Pendidikan

Pengasuh Pesantren Zaha Genggong, KH. Mutawakkil Alallah mengatakan, selamatan dan tasyakuran akhirussanah yang dilaksanakan tiap tahun ini merupakan bentuk syukur atas keberhasilan masing-masing satuan pendidikan dalam mengantarkan kelulusan anak didiknya.

“Terima kasih kepada wali santri yang mengorbankan dana dan pikiran. Terima kasih kepada para pengurus, ustad dan ustadzah. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari barokah para pendiri pesantren,” ujarnya.

Ketua PWNU Jawa Timur ini berharap, apapun yang telah dicapai tidak membuat santri berpuas diri. Ia berpesan pengalaman dan ilmu yang ditimba di pesantren dijadikan modal dalam menatap masa depan dengan tetap menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Semoga ilmu yang didapat barokah serta bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Saya juga berharap apapun profesinya kelak, mudah-mudahan dengan ilmu yang didapat di pesantren, mampu menjadikan anak yang soleh dan solehah,” jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara Kepala Biro Pendidikan Pesantren Zaha Genggong, Abd Aziz Wahab menambahkan, Pesantren Zaha Genggong pada tiap satuan pendidikannya menerapkan 4 orientasi ketercapaian, yakni spiritual, sosial, pengetahuan dan ketercapaian keterampilan.?

“Tahun ini ada peningkatan sekitar 2.500 santri yang masuk pada tiap satuan pendidikan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mengakui kualitas pendidikan di Pesantren Zaha Genggong. Dengan banyaknya santri yang masuk itu, saat ini kami kekurangan 53 ruang belajar. Namun, kami optimis dalam jangka 2 tahun akan terpenuhi,” katanya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren, AlaSantri, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 03 Maret 2008

OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label

Bandarlampung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung mengapresiasi banyaknya lembaga jasa keuangan baik makro maupun mikro yang menggunakan sistem syariah. Hanya saja pihak OJK Lampung menyayangkan seiring perjalanan lembaga itu menjalani praktik-praktik ke arah praktik konvensional.

Dengan kondisi seperti ini diperlukan pengawasan yang intensif dari beberapa pihak terkait praktik perjalanan lembaga keuangan tersebut.

OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label (Sumber Gambar : Nu Online)
OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label (Sumber Gambar : Nu Online)

OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label

Menyikapi hal ini OJK dan MUI melakukan pertemuan untuk menyatukan langkah dalam penanganan perkembangan ini. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor MUI Provinsi Lampung yang dihadiri langsung oleh Ketua MUI KH Khairuddin Tahmid dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Lampung Untung Nugroho, Kamis (29/12).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam pertemuan ini Kiai Khairuddin berharap seluruh lembaga pembiayaan mikro syariah di Lampung memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang direkomendasikan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia. Selain hal itu MUI Lampung berharap ada kerja sama antara kedua lembaga itu dalam memberikan pelayanan kepada umat terkait hukum ekonomi syariah.

"Kerja sama bisa dalam bentuk pelatihan, penguatan ekonomi syariah kepada masyarakat dan sosialisasi kebijakan terkait peraturan terbaru mengenai perekonomian syariah," kata Kiai Khairuddin yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hal ini diamini oleh Kepala OJK Lampung Untung Nugroho yang berharap kerja sama itu dapat segera direalisasikan. Bentuk kerja sama selama ini yang telah dilakukan adalah proses fit and propper test yang dilakukan oleh OJK kepada para calon DPS yang telah direkomendasikan oleh DSN MUI pusat.

Dengan proses ini diharapkan lembaga syariah dapat benar-benar terawasi sehingga praktik keuangan syariah dapat berjalan konsisten. "Syariah jangan labelnya saja," tegas Untung dalam pertemuan yang dihadiri oleh 5 orang pegawai OJK dan segenap pengurus MUI Lampung.

Untung menambahkan, sampai dengan saat ini ada sebelas Badan Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) di Provinsi Lampung. "Idealnya 1 BPRS memiliki 2 orang DPS. Namun di Lampung masih ada 4 BPRS yang belum memiliki DPS yaitu Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Tengah dan Way Kanan," ujarnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 21 Februari 2008

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Mengingat bahwa di era modern ini mobilitas seseorang sangat tinggi dari satu daerah ke daerah lain, maka bagi seorang Muslim, memahami tatacara shalat dalam perjalanan menjadi penting. Hal ini untuk tetap mampu menjaga shalat wajib ataupun shalat lain yang sudah menjadi rutinitas.

Di masyarakat kita, sembahyang dhuha adalah salah satu amalan yang banyak dilakukan dan bahkan ada yang merutinkan. Berdasarkan beberapa sumber fikih, hukum shalat dhuha ini adalah dianjurkan (mustahab).

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Pertanyaannya, bagaimana melakukan shalat-shalat sunah yang dianjurkan ini saat berkendara di perjalanan? Dalam suatu riwayat dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah disebutkan oleh Jabir bin Abdillah melakukan shalat sunnah di atas kendaraan, tanpa menghadap kiblat.

? ? -? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Artinya, “Nabi Muhammad SAW shalat tathawwu’ (sunah) saat beliau sedang berkendara, tanpa menghadap arah kiblat.”

Kisah lain menuturkan, suatu ketika sahabat Anas bin Malik RA sedang menuju Syam. Ia disambut oleh warga setempat. Tapi warga tersebut, yang dalam Irsyadus Sari li Syarhi Shahihil Bukhari karya Imam Al-Qasthalani adalah saudara dari Muhammad bin Sirin seorang tokoh tabi’in, melihat Anas bin Malik shalat mengendarai keledai, tapi wajahnya tidak menghadap kiblat.

“Aku melihatmu shalat, tapi tidak menghadap kiblat,”

“Kalau aku tidak melihat Nabi melakukan seperti itu, aku tidak akan melakukannya juga,” terang Anas bin Malik.

Dari dua riwayat ini, kasus bapak sepuh yang ditemui Jumari tadi menemui maksudnya. Shalat sunah di kendaraan, meskipun tidak menghadap kiblat, itu boleh dilakukan. Selain itu, pelaksanaannya pun bisa dilakukan sesuai kondisi yang ada, seperti dilakukan dengan duduk dan tanpa wudhu, yakni hanya dengan bertayamum. Tapi ingat, ini untuk shalat sunah saja.

Untuk menjaga keamanan berkendara, jangan melakukan hal seperti ini saat mengemudi kendaraan di jalanan atau menjadi sopir. Shalat sunah apapun bisa dilakukan semisal Anda ingin sembahyang saat naik dokar, angkot, bus sambil dibonceng di motor, dan sebagainya, sekiranya nyaman dan tidak berlebihan. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan PonPes Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 29 Januari 2008

Ke Solo, KH Hasyim Muzadi Hadiri Dua Agenda

Solo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Selama dua hari ini, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, berada di Kota Solo. Kedatangannya kali ini untuk menghadiri dua agenda, selamatan 40 hari HM. Lukminto dan peresmian pelatihan internet Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Solo.

Ke Solo, KH Hasyim Muzadi Hadiri Dua Agenda (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Solo, KH Hasyim Muzadi Hadiri Dua Agenda (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Solo, KH Hasyim Muzadi Hadiri Dua Agenda

Dalam agenda pertama yang berlangsung semalam (16/3), Pengasuh Pesantren Al-Hikam itu menyampaikan taushiyah kepada ribuan jamaah yang memenuhi di salah satu ruangan hotel Diamond Solo.

Kiai Hasyim Muzadi menerangkan bahwa amal seseorang tidak akan hilang, kecuali dia menghilangkannya sendiri.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Oleh karena itu kalau kita sudah beramal maka hendaknya kita ikhlaskan, janganlah kita mengungkit-ungkitnya apalagi dengan berkata menyakitkan,” terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain itu, diterangkan bahwa meminta ampunan kepada Allah itu lebih mudah dibanding, apabila kita minta maaf kepada sesama manusia. “Sebab Allah swt. itu memiliki sifat ghafurun rahimun,” tuturnya.

Acara tahlil dan yasinan pada malam itu, ditutup dengan pembacaan doa oleh Kiai Hasyim Muzadi. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Olahraga, IMNU, Khutbah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 25 Januari 2008

Balitbang Kemenag RI Sebut Pesantren Sebagai Penawar Ekstremisme

Semarang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Latihan (Balitbang dan Diklat) Kementerian Agama H Abdurrahman Mas’ud menyampaikan kuliah umum seputar Isu Aktual Kontemporer yang Mengancam NKRI di Pascasarjana UIN Walisongo, Semarang, Jumat-Sabtu (4-5/3). Ia mengawali pembahasan tentang keberadaan Indonesia di era kampung dunia (globalisasi).

“Banyak pemahaman dan ideologi yang berkembang pesat masuk ke Indonesia, ada madzhab kanan, kiri dan tengah. Golongan terakhir inilah yang menjadi mayoritas namun mereka menjadi komunitas mayoritas yang diam. Mereka inilah yang menjadi citra Islam di Nusantara ini yaitu smilling Islam, di antaranya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan pesantren,” kata Abdurrahman.

Balitbang Kemenag RI Sebut Pesantren Sebagai Penawar Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Balitbang Kemenag RI Sebut Pesantren Sebagai Penawar Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Balitbang Kemenag RI Sebut Pesantren Sebagai Penawar Ekstremisme

Namun demikian, paham radikal bukan berarti tidak bisa bergerak. “Radikalisme bisa lahir di mana pun,” kata Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri periode 2001-2005 ini. Radikalisme bisa masuk dalam kurikulum sekolah bahkan di madrasah sekalipun.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Peredaran ajaran-ajaran ekstrem ini harus dicegah. Namun pada dasarnya pemerintah tidak melarang paham apapun berkembang dan masuk di Indonesia. Yang tidak boleh adalah mendakwahkan ajaran yang meresahkan masyarakat misalnya seperti kasus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar),” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Balitbang dan Diklat Kemenag RI, menurutnya, lembaga yang menjadi counter ekstremisme sebelum terjadi peristiwa dan setelah terjadi peristiwa. Penelitian terakhir menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelitan persepsi responden terhadap 80 orang di tiap provinsi. “Indonesia masih memiliki indeks yang stabil dalam kerukunan umat beragama dalam angka 85 % lebih. Hal ini menunjukkan citra positif Nusantara di muka dunia bahwa Indonesia ini masih aman.”

Ia menjelaskan bahwa pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan yang masih mengajarkan prinsip-prinsip moderasi sebagai counter extremisme. Nilai toleransi, kerukunan, kekeluargaan, kemandirian, dan akhlak mulia menjadi titik tekan pendidikan yang disampaikan pada santri.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari pelaksanaan orientasi penerimaan mahasiswa baru pascasarjana UIN Walisongo program magister dan doktoral. (M Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Lomba, Pemurnian Aqidah, Tokoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 23 Januari 2008

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan ungkapan terimakasih atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu kepada Nahdlatul Ulama. NU dinilai selama ini banyak memberikan kontribusi dan bekerja sama dengan baik dalam rangka mewujudkan Pringsewu “Bersenyum Manis” yang merupakan motto Kabupaten Pringsewu.

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Hidup Pringsewu Hidup, NU Jaya Pringsewu Jaya

Motto “Bersenyum Manis” merupakan kependekan dari bersih,? sehat, ekonomis,? nyaman,? unggul,? maju,? mandiri,? aman dan agamis. Sujadi menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Aula Gedung NU Pringsewu, Lampung, Selasa (28/4).

Ia berharap Muskercab menghasilkan rekomendasi dari NU untuk Pemerintah Daerah. Rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui perangkat-perangkat Pemda yang sesuai dengan bidangnya. Ketika sinergitas antara NU dan Pemda terwujud, kata Sujadi, maka cita-cita dan kejayaan Pringsewu pun akan dapat terwujud. "NU hidup, Pringsewu hidup. NU jaya Pringsewu jaya," ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Muskercab sebagai usaha mempertajam program kerja organisasi sekaligus ajang koordinasi seluruh pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan badan otonom NU se-Kabupaten Pringsewu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kegiatan bertema "Memperkokoh Jamiyyah, Meningkatkan Khidmah Nahdliyyah " ini diikuti 150 orang yang terdiri dari pengurus NU tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Selain fokus pada penajaman program kerja yang dihasilkan pada Konferensi Cabang ke-2 beberapa waktu yang lalu, forum juga membahas perangkat organisasi berupa kelengkapan personel pengurus pada lembaga-lembaga dan Banom.

Selaras dengan tema yang diangkat Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim mengatakan, NU Pringsewu terus melakukan program kerja. Beberapa sektor yang menjadi perhatian organisasi antara lain penguatan internal organisasi, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, penguatan kaderisasi, dan penguatan ekonomi.

Menurutnya, penguatan ini akan berhasil secara maksimal bila didukung dengan kiat dan cara yang tepat. Taufiqurrohim mencontohkan, kiat dalam penguatan ideologi Aswaja adalah berupa dakwah langsung ke jamaah melalui pengajian, jamaah Yasinan, majelis taklim, serta melalui syiar di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. (Muhammad Faizin/Mahbib)

?

Foto: Suasana Muskercab PCNU Pringsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hikmah, AlaNu Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan