Senin, 27 Februari 2017

Sertifikasi Aset NU Digalakkan

Surabaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama LWPNU Jawa Timur H Mustain mengharapkan seluruh warga nahdliyin secara sadar mendaftarkan aset wakaf yang peruntukan kepada NU agar disertifikasi menggunakan badan hukum NU. Hal ini dilakukan untuk mengurangi perselisihan antara ahli waris maupun dengan organisasi lain yang mempunyai kepentingan tertentu kepada NU.

Sertifikasi Aset NU Digalakkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sertifikasi Aset NU Digalakkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sertifikasi Aset NU Digalakkan

Mustain menyampaikan hal itu di tengah-tengah peserta Seminar? Nasional yang dihadiri oleh jajaran pengurus NU, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) KH Maftuh Basuni, dan segenap pengurus cabang LWP NU se-Jawa Timur, dengan tema "Gerakan nasional? Penyelamatan Aset-Aset Nahdlatul Ulama"? di Graha Bir Ali, Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (06/06).

"Kebanyakan dari kita, ketika ditanya apa ini milik NU mereka menjawab, ya ini milik NU. Tapi ketika ditanya kembali masalah surat-surat dan legalitasnya mereka kebingungan," jelas pria yang juga menjabat Kepala Kantor Kemenag Jatim Ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lebih lanjut dia juga mengatakan, bahwa prosentase sertifikasi aset kelembagaan masih sangatlah rendah, dari total tiga belas ribu (13000) aset yang dimiliki oleh NU Jatim baru lima ribu (5000) saja aset yang sudah berbadan hukum NU.

"Kira-kira kalau diprosentasekan baru sekitar 40 persen saja dan sisanya masih atas nama perseorangan, oleh karena itu perlu kita tunjukkan bahwa LWP NU bisa menjadi taring NU. Dan mewarnai muktamar dengan hasil yang maksimal, " terangnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siradj yang hadir dalam forum tersebut juga menyampaikan keprihatinan yang sama dalam sambutannya, bahkan PBNU sendiri juga telah kehilangan beberapa asetnya karena masalah sertifikasi tersebut.

"PBNU memiliki tanah sekitar empat hektar di daerah Puncak? Bogor yang diakuisisi oleh Kemenag dan setelah diurus tetap saja tidak bisa karena kita tidak memiliki bukti legalnya,"jelas Kiai Said dihadapan para hadirin.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Ferry Mursyidan Baldan yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, bahwa lembaga negara yang berada dalam kawasan komandonya ini siap bersinergi dalam usaha melindungi aset-aset milik NU ini. "Sebagai sebuah gerakan kami akan menyiapkan diri dengan program khusus dan tim khusus untuk memberikan service excelent kepada NU," ujar menteri yang juga politisi Partai Nasdem ini.

Selain itu, Menteri Ferri juga memberikan target dalam upaya revitalisasi aset ini. Ia menginginkan seluruh aset NU sudah berbadan hukum sebelum idul adha. "Namun? paling tidak pada saat muktamar nanti sudah bisa disampaikan ke muktamirin dalam bentuk laporan hasil kerja yang telah sukses dilaksanakan," ungkap pria berkacamata ini.

Setelah sambutan selesai acara pun dilanjutkan dengan penandatanganan MOU antara PBNU dengan Kementrian Agraria yang dalam hal ini dimaksudkan untuk melakukan percepatan sertifikasi tanah wakaf. Yang kemudian dilanjutkan dengan materi seminar oleh beberapa pemateri yang terdiri dari unsur Kementrian Agama, BWI dan Kementrian Agraria. (Rofi’i/Anam)

Foto: Gedung PWNU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 26 Februari 2017

Santri Darurrohman Mulya Kencana Galang Dana untuk Rohingya

Tubaba, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pondok Pesantren Darurrohman Mulya Kencana Tulang Bawang Tengah Tulang Bawang Barat, melakukan aksi penggalangan dana peduli Rohingya. Sekitar 200 santri turun di sekitar pasar Mulya Kencana. 

Santri Darurrohman Mulya Kencana Galang Dana untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Darurrohman Mulya Kencana Galang Dana untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Darurrohman Mulya Kencana Galang Dana untuk Rohingya

“Aksi penggalangan dana ini dilakukan adalah salah satu bentuk solidaritas sesama Muslim terhadap mereka yang saat ini sedang dilanda kesusahan,” ungkap ketua panitia, M Sobirin, Kamis(28/9).

Sobirin menambahkan selain sekitar pasar Mulya Kencana, terdapat beberapa titik aksi, yaitu depan Kantor KPUD Tubaba, dan rumah tinggal warga sekitar pondok pesantren.

"Alhamdulillah penggalangan dana pagi ini sudah terkumpul, nanti segera kita distribusikan. Antusias warga sangat luar biasa dalam memberikan donasi," ujarnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia berharap dengan aksi penggalangan dana ini, pesan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin tersampaikan.

"Jadi (kepedulian) bukan hanya umat Islam dengan Islam, tapi dengan seluruh makhluk kita harus peduli. Apalagi ini dengan umat sesama muslim," pungkasnya. (Gati Susanto/Imam Mukafi/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Doa, Ulama, Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 23 Februari 2017

Pertautan Hati Dua Kekasih Allah

Dikisahkan, terdapat seorang ulama bernama Habib Abdul Qadir bin Quthban Assegaf, seorang alim yang sangat gemar bersilaturrahim. Kegemarannya bersilaturahim bukan hanya terbatas di wilayah Hadramaut, Yaman saja. Tapi juga sampai mancanegara, bahkan ke pulau Jawa Indonesia.

Hingga suatu saat, ia berkesempatan silaturahim ke daerah Probolinggo, tepatnya di pesantren yang kala itu masih diasuh oleh KH Mohammad Hasan Sepuh Genggong.

Pertautan Hati Dua Kekasih Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertautan Hati Dua Kekasih Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertautan Hati Dua Kekasih Allah

Kedatangannya disambut dengan ramah oleh tuan rumah. Lalu terjadilah percakapan antara keduanya. Hingga pada akhirnya Kiai Hasan menanyakan tentang kabar seorang ulama dari Yaman.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Habib, bagaimana kabarnya Habib Ali Habsyi Seiwun (muallif simtuddurar)?” tanya Kiai Hasan.

Agak terkejut, Habib Abdul Qadir, mendengar pertanyaan tersebut. Sebab ia tahu, Kiai Hasan belum pernah pergi ke Yaman, dan Habib Ali pun sama belum pernah pergi ke Indonesia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Belum habis rasa terkejutnya, kembali ia mendapat pertanyaan dari Kiai Hasan: “Habib Ali Al Habsyi Seiwun itu kulitnya seperti ini … (menyebutkan), wajahnya begini… (menyebutkan), kalau duduk seperti ini… (disebutkan), jalannya seperti ini… (disebutkan), di kediaman Habib Ali rumahnya seperti ini… (menyebutkan), di depannya ada masjid bernama Masjid Riyadh dan tiangnya ada… (menyebutkan),” papar Kiai Hasan, seolah ia pernah berjumpa langsung dan berkunjung ke kediaman Habib Ali.

Lalu setelah cukup berbincang-bincang, tak lama kemudian, Habib Abdul Qadir bin Qithban pun berpamitan pulang. Sekembalinya dari tanah Jawa ke Yaman. Habib Abdul Qadir bin Quthban mengunjungi kota Seiwun, untuk bertemu dengan Habib Ali Al Habsyi.

Ketika sudah sampai di kediaman Habib Ali Habsyi dan berhadapan dengan beliau, di tengah-tengah perbincangan, Habib Ali Al Habsyi bertanya. “Wahai Sayyid Abdul Qadir, apakah di Jawa engkau bertemu dengan seorang syekh bernama Hasan Jawi?” tanya Habib Ali.

Lalu Habib Ali Al Habsyi berkata: “Syekh Hasan itu kulitnya seperti ini… (menyebutkan), wajahnya seperti ini… (menyebutkan), duduknya begini… (mencontohkan), jalannya seperti ini… (menceritakan), dan di rumahnya begini… (menjelaskan)”.

Hingga Habib Abdul Qadir takjub dengan detailnya penjelasan Habib Ali tentang Kiai Hasan seolah keduanya adalah sahabat karib yang akrab. Padahal Habib Ali tidak pernah ke Indonesia. Begitulah, para kekasih Allah, mereka meski tidak pernah bertemu secara lahir, tapi pertautan batin mereka sangatlah erat.

Tahun berganti tahun, Habib Ali dan Kiai Hasan telah tiada. Hingga, ketika diadakan peringatan Haul ke-105 Habib Ali Habsyi Seiwun di Kota Solo, salah satu dari cucu Kiai Hasan Sepuh Genggong sowan ke Habib Anis, cucu dari Habib Ali.

Saat Habib Anis tahu bahwa yang sowan adalah cucu Kiai Hasan Genggong. Habib Anis tersenyum sambil berkata. “Kakekku dan kakekmu mempunyai ta’aluq batin”.

(Ajie Najmuddin)

Kisah ini penulis dapatkan dari penuturan Habib Muhammad, dari ayahnya Habib Husein, dari ayahnya Habib Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi. Lahumu al-fatihah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Ulama, Budaya Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 20 Februari 2017

Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat

Bondowoso, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor dibentuk untuk mempertahankan, memelihara, dan mengembangkan majelis-majelis dzkir dan shalawat di tengah-tengah masyarakat. Hal ini berangkat dari keprihatinan terhadap generasi muda yang kian jauh dari forum dan amalan-amalan keagamaan.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Bondowoso Ahmad Junaidi di acara Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus Rijalul Ansor Kecamatan Curahdami di Masjid Nurul Huda Desa Petung, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhir pekan kemarin (7/8) sore.

Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Ajak Pemuda Cintai Dzikir dan Shalawat

Gus Jun, panggilan akbranya, menilai bahwa kini banyak anak-anak muda NU yang sudah tidak senang lagi dengan kegiatan tahlil, sholawat, dan lainnya. “Karena meraka sibuk dengan persoal-persoalan kehidupan sendiri, persoalan-persoalan kehidupan warga generasi muda sebagai anak muda,” tuturnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Karena itu Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Curahdami pun mengajak kepada para pemuda untuk kembali memadati forum-forum dzikir, shalawat, serta amaliyah-amaliyah NU lainnya agar kegiatan positif ini tetap lestari.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Acara tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso Muzammil, Rais dan Ketua MWCNU Curahdami, Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, lebih dari 500 kader Ansor dari berbagai anak cabang. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Fragmen Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 13 Februari 2017

Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment

Bogor, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pesatnya perkembangan teknologi dan tumbuh suburnya stasiun televisi baru, baik di pusat dan daerah melahirkan banyaknya lapangan pekerjaan dalam dunia broadcasting. 

Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment

Untuk mengetahui dan memanfaatkan peluang baru tersebut, PCNU Kabupaten Bogor mengadakan Workshop TV Production dengan menghadirkan narasumber Harry Pantja. Kegiatan ini merupakan satu rangkaian acara dari program PBNU yang dilakukan dalam rangka membekali kader muda NU yang bermaksud terjun ke dalam dunia  broadcasting.

Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor, H Akhsan Ustadhi yang sekaligus selaku pelaksana menyatakan, “Saya berharap dengan adanya workshop ini, kaum muda NU diharapkan dapat mengikuti perkembangan dunia teknologi dan broadcasting.” 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Acara ini dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Bogor KH Romdoni, beberapa pengurus dari PBNU Jakarta, IPNU, IPPNU, KMNU IPB, PMII Universitas Pakuan, PMII Universitas Djuanda, pesantren Al-Karimiyah Yasina, dan beberapa pelajar dari SMU sekitar wilayah Bogor.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti jalannya workshop, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan. Hingga sampai acara selesai masih banyak pertanyaan yang belum sempat terjawab karena waktunya habis. 

Pada Kesempatan itu Harry Pantja selaku narasumber memaparkan secara detail mengenai langkah-langkah membuat tayangan untuk acara program televisi, serta bagaimana caranya agar dapat menemukan ide-ide yang cemerlang sehingga acara tersebut dapat diterima dan disukai oleh masyarakat. 

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Harry Pantja juga memberikan  memberikan wejangan agar generasi muda NU tidak bergantung kepada orang lain dalam hal pekerjaan, dalam artian harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan  sendiri, salah satunya melalui dunia broadcasting yaitu dengan membuat Production House sendiri. 

Hal yang senada dikemukakan oleh Wakil Bendara dari PBNU H Nasirul Falah, yaitu agar kader NU mulai merintis usaha dari mulai usia muda sehingga kelak di kemudian hari dapat menjadi pengusaha yang sukses, dan dapat menciptakan  lapangan kerja baru. 

Acara kemudian  ditutup dengan ramah tamah beberapa jajaran pengurus PCNU Kabupaten Bogor, pengurus PBNU dan para peserta yang hadir.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Makam, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Grebeg Maulud Keraton Solo

Solo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ribuan masyarakat dari Solo dan daerah lain antusias mengikuti acara Grebeg Maulud yang diselenggarakan Keraton Solo, Kamis (24/1) pagi.?

Grebeg Maulud Keraton Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Grebeg Maulud Keraton Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Grebeg Maulud Keraton Solo

Puncaknya setelah gunungan besar, gunungan jaler dan gunungan estri, serta sepasang gunungan kecil dikirab dari Keraton Solo menuju masjid Masjid Agung. Sebagian warga yang percaya akan berkah pada gunungan tersebut, berebutan untuk mendapatkan benda dari gunungan tersebut.?

Gerebeg Maulud ini merupakan lanjutan dari acara sekaten, yang telah dibuka pada pekan lalu dengan penabuhan dua perangkat gamelan pusaka milik keraton yakni gamelan Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari di ? komplek Masjid Agung Solo.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kegiatan ini setiap tahun diadakan, bertepatan pada tanggal 12 Rabiul Awwal atau hari kelahiran Nabi Muhammad saw.

Ketua Panitia Pelaksana Maleman Sekaten 2013, dalam Jumpa Pers pada hari sebelumnya, Rabu (23/1), Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Satriyo Hadinagoro menjelaskan, tahun ini Keraton Kasunanan Surakarta telah mempersiapkan delapan gunungan yang terdiri dua pasang gunungan Jaler (laki-laki) dan Estri (perempuan), ditambah dengan dua pasang gunungan Anakan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Total kami mengeluarkan delapan gunungan, dua pasang gunungan Jaler dan Estri serta dua pasang gunungan Anakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Satriyo mengatakan, Grebeg Maulud tersebut menandai puncak perayaan Maleman Sekaten 2013 yang telah diadakan selama sebulan ini. Selain itu, beberapa prosesi juga telah mengiringi prosesi Grebeg Maulud, seperti prosesi turunnya gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari, Unguling Gamelan, dan Jamasan Meriam Nyai Setomi.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kyai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?



Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan Majdah Agus Numang bercita-cita ingin membumikan Al-Quran di desa-desa Sulawesi Selatan.?

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sulsel Ingin Bumikan Al-Qur’an di Desa-desa

“Ada 3.030 desa di Sulawesi Selatan yang akan kita bumikan Al-Qur’an,” katanya pada Halal Bihalal yang dilaksanakan berbagai organisasi yaitu Forum Kajian Cinta Alquran Sulsel, Yayasan Jantung Cabang Utama Sulsel, FKA ESQ Sulsel, BK PAKSI Sulsel, Pengda Soina Sulsel, Perwosi Sulsel, IKA Pascasarjana Unhas, MT. AL Insan KPMP Unhas di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Sabtu (8/7).

Ia menambahkan, kita akan membangun Sulsel yang qur’ani serta menyebarkan Islam yang ramah, moderat, ke seluruh pelosok daerah.?

Pada kesempatan tersebut, panitia mengundang penceramah Imam Islamic Center of New York yang menurut Majdah memiliki visi menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, rahmatan lil alamin dan moderat.

"Insya Allah pada kesempatan hari ini, hikmah Halal Bihalal akan dibawakan oleh Imam Islamic Center of New York Shamsi Ali. Tentunya kita mengetahui beliau sudah 20 tahun berdakwah di Amerika. Tentunya banyak tantangan yang telah dihadapi,” katanya.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pada kesempatan itu, Shamsi Ali mengajak untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai petunjuk.?

Selain itu, ia meminta agar jangan lupa bersyukur, yakni mempertahankan yang sudah ada dan melanjutkan yang sudah ada. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 10 Februari 2017

Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sekitar 50.000 santri yang mengikuti apel akbar dan upacara memperingati Hari Santri Nasional 2016 berkomitmen untuk menjaga bangsa dan negara Indonesia. Untuk maksud ini, santri Indonesia berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sabtu (22/10) di Lapangan Monas Jakarta.

Ikrar dibacakan oleh perwakilan seluruh Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) sebagai rumah besar santri Indonesia dengan dipandu oleh Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini.?

Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar Kesetiaan NKRI dari Santri Indonesia Bergaung di Monas

Anggota LPOI antara lain: Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan DAI Indonesia (Ikadi), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI), Himpunan Bina Mualaf.

Berikut isi ikrar kesetiaan NKRI dari santri Indonesia. Sebagai wujud dari semangat Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945 kami santri Indonesia berikrar:

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

1. Setia mempertahankan Pancasila sebagai dasar bernegara dan berbangsa yang final di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Setia menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menghormati keberagaman suku agama ras dan budaya. Menjunjung tinggi persatuan dalam kebhinekaan serta ikut menciptakan perdamaian dunia.

3. Menolak segala bentuk terorisme, radikalisme dan paham ekstrim lainnya. Dan senantiasa bersiap-siaga melawan segala bentuk ancaman yang berpotensi memecah belah bangsa.

Ikrar kesetiaan NKRI tersebut dipandang penting sebagai komitmen bersama mengingat radikalisme global terus berupaya memecah belah harmoniasi kehidupan bangsa.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebab itu, santri Indonesia sebagai pewaris perjuangan para ulama mempunyai peran penting dalam mewujudkan kondisi masyarakat yang ramah, damai, toleran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits, Pendidikan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 09 Februari 2017

STAINU Jakarta Berencana Tambah 4 Prodi Baru

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tahun ini Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta genap berusia 14 tahun. Di usia ini, STAINU Jakarta berkomitmen untuk terus berinovasi.

STAINU Jakarta Berencana Tambah 4 Prodi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Berencana Tambah 4 Prodi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Berencana Tambah 4 Prodi Baru

Dalam dies natalis ini, Ketua Badan Pelaksana Perguran Tinggi NU (BPPT NU) KH Mujib Qulyubi mendorong adanya keterbukaan bagi masukan dan evaluasi agar STAINU Jakarta terus melakukan penguatan terhadap Islam dan kebangsaan. Selain itu, penentuan arah kebijakan STAINU Jakarta ke depan juga harus difokuskan.

Kiai Mujib juga mengingatkan bahwa alumni STAINU Jakarta tidak harus menjadi PNS. “Banyak pos-pos kosong di swasta yang perlu diisi lulusan STAINU,” paparnya di arena perayaan dies natalis STAINU Jakarta di Jalan Taman Amir Hamzah Menteng, Jakart Pusat, Sabtu (30/4) malam.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Alasan lainnya adalah banyaknya pemikiran yang bertentangan dengan ajaran Aswaja yang beredar di masyarakat dewasa ini, yang sayangnya tidak memunculkan tanggapan dari alumni STAINU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Mohammad Faiz Maulana, alumni STAINU yang kini sedang menempuh pendidikan S2 Jurusan Antropologi Universitas Indonesia mengamini anjuran Kiai Mujib.

“Saya sangat sepakat dengan itu (alumni STAINU Jakarta tidak harus menjadi PNS). Negara butuh orang yang pikirannya out of the book. Orang-orang yang bisa berkreasi sesuai minatnya,” ujar Faiz.

Selain itu, Kiai Mujib juga mengatakan, yang harus dipahami oleh seluruh civitas akademik STAINU Jakarta adalah bahwa STAINU Jakarta berada di bawah naungan langsung PBNU. Oleh karena itu STAINU Jakarta harus menjadi contoh sekolah tinggi Islam lain yang berada di luar Jakarta.

Sementara itu, Ketua 1 Bidang Akademik Imam Bukhori mengungkapkan pada dies natalis ke-14 ini STAINU Jakarta hendaknya semakin? berkomitmen untuk mengembangkan inovasi dan menjaga tradisi yang selama ini berkembang di NU.

Ia mengungkapkan STAINU Jakarta akan menambah program studi yaitu Ekonomi Islam, Manajemen Dakwah, Pendidikan Guru MI, dan Sejarah Kebudayaan Islam.

Beberapa program studi tersebut disiapkan untuk memperluas akses pendidikan kepada masyarakat, yang selama ini terpinggirkan dan kebutuhan pendidikan mereka tidak terlayani terutama oleh negara. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Makam, Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 08 Februari 2017

Kelahiran Rasulullah, Momen Paling Penting di Bumi

Pacitan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Luqman Harits Dimyathi menyampaikan, momen kelahiran Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan segala sumber kemuliaan di bumi ini.

“Andai saja tidak ada malam kelahiran rasul, andai saja tidak ada kelahiran nabi? yang mulia ini, maka tidak akan terjadi malam lailatul qadar, malam isra’ mi’raj, pembukaan kota Makkah, perang Badar, juga tidak akan ada umat Islam seluruhnya. Maka dengan adanya baginda Rasul adalah adanya umat Islam ini,” katanya dalam acara Diba’ Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar di Pondok? Tremas? Pacitan, JawaTimur, Rabu (23/12) malam.

Kelahiran Rasulullah, Momen Paling Penting di Bumi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelahiran Rasulullah, Momen Paling Penting di Bumi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelahiran Rasulullah, Momen Paling Penting di Bumi

Pengasuh Pondok? Tremas itu mengatakan, hari kelahiran Nabi Muhammad adalah hari yang paling mulia di bumi ini. Memperingati maulid nabi dengan bershalawat, membaca maulid Al-Barzanji merupakan salah satu amaliyah Nahdliyin yang harus terus dijaga. Ia mengingatkan kepada para santri agar tidak mudah terpengaruh dengan kelompok yang? tidak suka dengan kegiatan maulid nabi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Sekarang bukan lagi membahas tentang meramaikan maulid itu boleh atau tidak, apakah maulid itu bid’ah atau tidak, namun bagaimana cara kita menyambut kelahiran nabi dengan suka cita dan bahagia,” tutur Koordinator Gerakan Ayo Mondok itu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Luqman, mengutip keterangan yang pernah disampaikan oleh al-Habib al-Sayyid Muhammad ibn Alawi al-Maliki al-Makki, mengatakan bahwa memuliakan hari kelahiran Nabi sayogianya dilakukan dengan cara yang ramai dan meriah, seperti melakukan puasa, membaca Al-Qur’an dan menggelar bermacam perlombaan untuk mengingatkan dan menerangkan kepada generasi kita tentang sejarah hidup nabi, peradaban manusia dan negaranya.

Peringatan maulid nabi pada 12 Rabiul Awal rutin digelar oleh keluarga besar Pondok? Tremas Pacitan sebagai ekspresi mencurahkan segala bentuk kerinduan kepada baginda Rasul Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. Para kiai dan asatidz secara bergilir membaca sejarah kehidupan Nabi? yang terangkum dalam kitab maulid Al-Barzanji.

Ribuan santri Pondok? Tremas? dengan khusyuk melantunkan puji-pujian dan shalawat dengan harapan kelak mendapat syafaat dari Rasulullah. Acara ditutup dengan pembacaan doa secara bergantian oleh KH Rotal Amin, KH Asif Hasyim dan KH Hammad Harits Dimyathi. (ZaenalFaizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ulama, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 07 Februari 2017

Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes

Brebes, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Husni Mubaroq dari Tonjong dan Alimatul Khasanah (Wanasari), akhirnya terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Brebes. Mereka mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi badan otonom NU dalam Konferensi Cabang (Konfercab) VIII IPNU-IPPNU Brebes untuk periode 2010-2012.



Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Husni dan Alim Ketua PC IPNU-IPPNU Brebes

Terpilihnya Alim sebagai Ketua IPPNU, sangat melelahkan. Pasalnya terjadi pada pukul 03.00 dini hari Ahad (4/7). Dalam kesempatan tersebut peserta menyatakan kesanggupannya meneruskan persidangan hingga terpilih Ketua. Aula pondok pesantren Darunnajat Pruwatan Bumiayu Brebes tempat berlangsungnya konfercab menjadi lebih hidup.

Alim mengantongi menang tipis dengan selisih 1 suara dari rivalnya Toriqoh (Wanasari).  Alim mendapatkan 49 suara sedangkan Toriqoh 48 suara sementara 1 suara dinyatakan abstain dari 98 suara yang diperebutkan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebelumnya dalam pemilihan tahap pertama, ada 6 bakal calon. Selain Alim dan Toriqoh, ada Ani ulfiyati, Anisatul Kholisoh, Khoerunisa dan Tarini. Namun karena pada tahap pertama tidak mencapai batas minimal perolehan 20 suara, maka dianggap gugur.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara untuk Husni Mubaroq menang telak dalam satu tahapan dengan mengantongi 100 suara. Rivalnya  Ahmad Munjazi (Larangan) yang memperoleh 38 suara, dinyatakan tidak memenuhi syarat karena yang bersangkutan belum pernah mengikuti pelatihan pengkaderan. Munjazi dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga  (PD/PRT) IPNU.

“Salah satu syarat menjadi Ketua Pengurus Cabang IPNU, sekurang-kurangnya pernah mengikuti pelatihan pengkaderan. Karena Rekan Ahmad Munjazi belum pernah mengikuti pelatihan maka dinyatakan gugur dari pencalonan,” terang Wakil Ketua Pengurus Wilayah IPNU Jateng Nurcholis selaku pemimpin sidang.

Dalam programnya, Husni ingin lebih memfokuskan pada peningkatan nilai-nilai intelektualitas pelajar. “Pelajar NU, juga memiliki kemampuan intelektualitas yang tinggi dan ini akan kami buktikan dengan berbagai program unggulan kami ke depan, mohon doa restunya,” tutur Husni.

Sedang Alim berobsesi akan menciptakan kemandirian para pelajar putri NU. Meskipun kaum putri dinyatakan lemah, tetapi sesungguh tersimpan daya juang untuk bisa mandiri. “Kita tidak bisa bergantung terus dengan pelajar putra, kami pun bisa belajar, berjuang dan bertakwa secara mandiri,” tekadnya.

Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara Muhaemin Nursalim mengaku gembira telah menyelesaikan agenda dua tahunan ini. Menurutnya, Konfercab yang berlangsung sejak 2 sampai 4 Juli 2010 berlangsung sukses karena mendapat dukungan semua pihak. “Dengan mengusung tema Restorasi Gerakan Pelajar sebagai piranti perubahan, akan tercipta kader NU yang militant,” pungkasnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pahlawan, Halaqoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 06 Februari 2017

Kiai Said: Kiai NU Tak akan Bosan Sampaikan Islam Ramah

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengungkapkan kalau NU akan terus melawan radikalisme dengan cara-cara yang santun.?

"Kiai-kiai NU selalu dan tidak akan bosan-bosannya menyampaikan ajaran-ajaran yang ramah, toleran, moderat, berakhlak dan berbudaya dalam rangka kontra radikalisme," kata Kiai Said usai konferensi pers di lantai 5 Gedung PBNU, Kamis (25/5).

Kiai Said: Kiai NU Tak akan Bosan Sampaikan Islam Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Kiai NU Tak akan Bosan Sampaikan Islam Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Kiai NU Tak akan Bosan Sampaikan Islam Ramah

Kiai Said menjelaskan bahwa sikap PBNU yang kontra radikalisme itu dalam rangka membangun karakter bangsa ini agar bermartabat.?

Oleh karenanya, Kiai Said berharap Islam sebagi agama yang mulia dan bermartabat maka ia berharap agar orang-orang yang berdakwa agama Islam juga dengan cara mulia.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Kalau agama yang mulia tapi cara dakwahnya keras, radikal, (itu) malah mencoreng, mengorotori, menghancurkan kemuliaan Islam," katanya.?

Sebelumnya, PBNU menyampaikan konferensi pers terkait bom yang terjadi di Kampung Melayu, Rabu (24/5) malam. ? Pada Konferensi Pers tersebut hadir Waketum PBNU H. Muchammad Maksum Mahfudz, Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaeni dan jajaran PBNU lainnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kiai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 05 Februari 2017

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang

Sawahlunto, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengatakan Peraturan Pemerintah Penggnti Undang-undang (Perppu) tentang hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual segera disahkan menjadi Undang-Undang (UU).

"Proses pembahasan di tingkat fraksi sudah selesai dilaksanakan, tinggal menunggu pengesahan yang diperkirakan selesai pada Agustus 2016," kata dia di Sawahlunto, usai melantik Laskar Anti Narkoba Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Barat (Sumbar) di Sawahlunto, Kamis (4/8).

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang

Setelah disahkan, jelasnya, maka pelaku kejahatan seksual yang korbannya mengalami trauma sangat dalam atau mengalami infeksi saluran hingga menyebabkan hilangnya nyawa korban akan diberikan hukuman tambahan berupa penghilangan fungsi ereksi organ vital atau biasa disebut dengan kebiri.

Hukuman tersebut juga akan diberlakukan jika pelaku kejahatan tersebut merupakan orang-orang terdekat korban atau orang yang memiliki profesi terhormat seperti pendidik atau oknum pejabat publik.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Selain hukuman tambahan, pelaku kekerasan seksual juga dapat diberikan hukuman pemberatan seperti hukuman mati dan kurungan seumur hidup yang seluruhnya akan ditentukan oleh putusan majelis hakim sesuai tingkat kejahatan yang dilakukannya," tambah dia.

Menurutnya, proses pemberian hukuman pemberatan dan hukuman tambahan tersebut sangat tergantung pada proses pembuktian oleh penyidik, antara lain kondisi korban serta latar belakang pelakunya.

Selain hukuman kebiri, lanjutnya jenis hukuman tambahan yang bisa dijatuhkan dapat berupa pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual kepada khalayak ramai serta pemasangan alat deteksi keberadaan pelaku dimana saja berada.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Sehingga masyarakat dapat mewaspadai kehadirannya dan bisa melapor jika tindakan pelaku sudah mengarah pada perbuatan kekerasan seksual, disamping menimbulkan efek jera bagi pelaku-pelakunya," ujar dia.

Disinggung mengenai kegiatan Laskar Anti Narkoba yang ia lantik tersebut, dia mengatakan hal itu merupakan bentuk kepedulian organisasi Muslimat NU dalam menyikapi status darurat narkoba di negara ini.

"Laskar tersebut akan bekerja secara aktif dalam membantu tugas-tugas lembaga pemerintah yang mengurusi penyalahgunaan narkoba, salah satunya dengan memberikan penyuluhan serta deteksi dini indikasi penyalahgunaannya mulai dari lingkungan keluarga masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit pada kesempatan itu mengemukakan pihaknya mencatat sebanyak 30 persen korban penyalahgunaan narkoba di provinsi itu, berasal dari kalangan anak-anak usia sekolah.?

Disamping itu, jelasnya, fakta lain yang tidak kalah mengejutkan adalah terjadinya peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS akibat berkembangnya prilaku lesbian gay biseksual dan trangender (LGBT) di Sumatera Barat.

Berdasarkan penelitian ahli, lanjutnya, prilaku tersebut mampu menularkan virus mematikan itu lebih cepat dari penggunaan narkoba memakai jarum suntik.

"Jika menggunakan narkoba menggunakan jarum suntik membutuhkan waktu lima tahun menularkan virus kepada pengguna, maka prilaku LGBT bisa menularkan dalam waktu lebih singkat," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 04 Februari 2017

Jelang Nyepi, GP Ansor Pejarakan Kawal Konvoi Ogoh-Ogoh

Buleleng, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Semangat kebersamaan antarumat beragama terlihat nyata di desa Pejarakan kecamatan Gerokgak kabupaten Buleleng, Bali. Suasana harmonis ini bisa disaksikan saat perayaan Ogoh-Ogoh oleh umat hindu yang dikawal GP Ansor Pejarakan, Jumat (20/3).

Para anggota GP Ansor Pejakaran bersama Pecalang menjaga setiap arak-arakan Ogoh-Ogoh. Arak-arakan ini mengelilingi desa dan berakhir di Sema (tempat pembakaran mayat/pengabenan).

Jelang Nyepi, GP Ansor Pejarakan Kawal Konvoi Ogoh-Ogoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Nyepi, GP Ansor Pejarakan Kawal Konvoi Ogoh-Ogoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Nyepi, GP Ansor Pejarakan Kawal Konvoi Ogoh-Ogoh

Perayaan ini merupakan salah satu persiapan menjelang hari Nyepi yang jatuh pada Sabtu (21/3). Ogoh-Ogoh sendiri merupakan representasi dari Bhuta Kala yang digambarkan sifat-sifat negatif pada diri manusia. Setelah diarak keliling desa, semua ogoh-ogoh dibakar dengan harapan semua kejelekan juga ikut musnah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua GP Ansor Pejakaran Abdul Karim Abraham merasa bersyukur hidup di daerah yang sejak dulu mengutamakan perdamaian dari pada permusuhan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Para pendahulu kami, baik dari sesepuh Islam maupun Hindu, telah mengajarkan kami untuk hidup berdampingan dan saling menghormati. Sebuah ajaran yang kami jadikan batu tapal toleransi di sini,” kata Karim.

Menurut Karim, isu toleransi yang selalu dikampanyekan oleh kaum-kaum terpelajar tidak hanya mandeg di forum-forum diskusi dan seminar. Isu itu harus nyata dipraktikkan di dalam kehidupan.

“Menjalankan toleransi secara nyata memang tidak semudah mengeluarkan pendapat dalam forum, perlu konsistensi dan kesabaran. Kami GP Ansor akan siap setia menjalankan itu demi sebuah keharmonisan antarumat beragama,” tambah Karim.

Di Sabtu ini adalah puncak perayaan Nyepi di Bali. Umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelangunan. Umat agama lain termasuk Islam juga menghormati untuk tidak beraktivitas di luar rumah. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kyai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan