Sabtu, 29 September 2012

Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat

Tunis, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Asdir II Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Nadlatul Ulama (STAINU) Jakarta M. Ulinnuha Husnan mewakili pamitan sepuluh mahasiswanya yang telah mengikuti Program Kelas Internasional di Universitas Zitounah, Tunis, Tunisia.

Dalam pamitan yang berlangsung di ruang rektor kampus tersebut pada Rabu (11/12) waktu setempat, Ulinnuha menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor dan segenap civitas akademika di salah satu kampus tertua di dunia tersebut.

Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat

Hal senada juga disampaikan Rektor Universitas Zitounah, Prof. Dr. Hisyam Grissa. “Saya juga sangat berterima kasih kepada STAINU dan Kementerian Agama atas kepercayaannya. Saya berharap agar kerja sama ini terus berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini. Zitounah adalah universitas tertua di dunia yang mengkader muslim moderat,” kata Rektor yang terpilih menggantikan Prof. Abdel Jalil Salem.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Guru besar bidang ushul fikih Universitas Zitounah itu berharap kesepuluh mahasiswa ini dapat menjadi duta Islam moderat di Indonesia.

Rektor juga berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan STAINU Jakarta, karena kedua perguruan tinggi ini memiliki kesamaan visi dan misi dalam mengembangkan Islam moderat dan toleran.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kerja sama ini akan kita jalin terus. Visi dan misi untuk mengusunag Islam moderat dan toleran adalah agenda bersama yang harus kita sebarkan ke segenap penjuru dunia. Salah satunya melalui program kelas internasional semacam ini,” tegasnya.

Lebih jauh, Rektor berharap dan berdoa agar dari kesepuluh mahasiswa STAINU itu ada yang kembali ke Tunis untuk melanjutkan studinya pada tingkat sarjana dan bahkan pascasarjana. “Saya doakan agar diantara kalian ada yang kembali ke sini untuk melanjutkan studi pada tingkat sarjana dan pascasarjana,” harapnya.

Menurut agenda, mahasiswa STAINU akan mengikuti ujian akhir semester pada tanggal 15-16 Desember. Dan pada tanggal 24 mereka dijadwalkan kembali ke tanah air. [MUH/Abdullah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 26 September 2012

Bertemu Menpora, IPNU Desak Pemerintah Perhatikan Pelajar

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mendesak pemerintah untuk lebih tanggap terhadap berbagai permasalahan yang menimpa para pelajar. Perhatian serius dibutuhkan demi menyelamatkan segenap potensi mereka selaku generasi bangsa.

Bertemu Menpora, IPNU Desak Pemerintah Perhatikan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertemu Menpora, IPNU Desak Pemerintah Perhatikan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bertemu Menpora, IPNU Desak Pemerintah Perhatikan Pelajar

Desakan ini muncul dalam pertemuan Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng di Jakarta, Rabu (21/11). Dalam kesempatan ini, IPNU menyampaikan visi besar agenda Kongres XVII IPNU di Palembang, Sumatera Selatan, 1-4 Desember 2012.

Syauqi menyatakan, pelajar di Indonesia masih belum lepas dari persoalan yang sering dijumpai belakangan ini, seperti radikalisme agama, kekerasan, dan aksi tawuran.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Keadaan ini mesti segera ditangani mengingat amanah Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan yang mengatur usia 16-30 tahun, pelajar termasuk bagian dari mandat yang tak terisahkan. Kemenpora harus memperhatikan serius masalah ini,” ujarnya.

Menurut Syauqi, pertemuannya dengan Menpora merupakan usaha IPNU dalam menyumbangkan pemikiran dan tenanganya terhadap persoalan pelajar. “Ini menjadi bagian dari strategi keberperanan IPNU dalam konteks berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam kongres bertema "Pendidikan untuk Semua, Menuju Kemandirian Bangsa" nanti IPNU akan mengupas berbagai hal, seperti problem karakter generasi bangsa, pemerataan akses pendidikan, media, dan kemandirian ekonomi. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pendidikan, Meme Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 16 September 2012

Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sejumlah kegiatan telah disiapkan menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XXII NU Sulsel yang akan digelar pada 29-31 Maret 2013 nanti. 

Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kegiatan Disiapkan Jelang Konferwil NU Sulsel

Panitia akan melaksanakan beberapa kegiatan sebagai awal penggalian informasi dan gagasan sekaligus pengayaan konsep-konsep materi konferensi, misalnya launching Konferwil, Halaqah Rencana Starategi (Renstra) NU dan donor darah.

Pada malam 29 Maret akan diadakan welcome party pagelaran seni budaya Kab. Pangkep dan dilanjutkan makan malam bersama, kemudian dilanjutkan 30 maret acara seremoni pembukaan konferwil NU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Panitia mengharapkan kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj untuk hadir membuka dan memberikan arahan untuk merumuskan program kerja 5 tahun yang akan datang dan Gubernur terpilih H. Syahrul Yasin Limpo sebagai keynote speaker.

Di sisi lain steering committee akan membentuk 4 komisi yakni komisi A Bahtsul Masail, komisi B Program Kerja, komisi C Organisasi, dan Komisi D Rekomendasi. Diharapkan dengan adanya 4 komisi ini dapat menghasilkan berbagai keputusan yang strategis dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Panitia juga menyiapkan seminar sebagai masukan materi dari para ahli dengan menghadirkan nara sumber dari pusat maupun daerah dengan beberapa materi penting.

Rapat gabungan antara panitia wilayah dan panitia daerah Konferwil 12 PWNU Sulsel telah dilaksanakan pada 12 Maret 2012 lalu di GPK PWNU dan telah disepakati mengambil tema “Dengan Khittah NU kita wujudkan Masyarakat Sulawesi Selatan Sejahtera dan Damai”.

Adapun Konferwil NU Sulsel akan diikuti oleh 250 peserta, yang terdiri dari anggota pleno PWNU Sulsel, utusan PCNU se-Sulawesi Selatan, utusan Pengurus Wilayah Banom, Lembaga, dan Lajnah NU Sulawesi Selatan, dan peninjau yang terdiri dari ulama, peneliti, pemerhati, cendekiawan dan kalangan profesional.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris 

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 15 September 2012

Saling Menjaga, 100 Personel Banser NTT Partisipasi Damai Natal

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebanyak seratus personel Barisan Serba Guna (Banser) GP Ansor Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan siap berpartisipasi dalam Damai Natal dan Tahun Baru 2016 di Kota Kupang dan sekitarnya. Bersama elemen masyarakat lainnya, GP Ansor NTT akan membentu aparat kepolisian setempat mengawal keamanan dan ketertiban pada peringatan Natal dan tahun baru 2016.

Saling Menjaga, 100 Personel Banser NTT Partisipasi Damai Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
Saling Menjaga, 100 Personel Banser NTT Partisipasi Damai Natal (Sumber Gambar : Nu Online)

Saling Menjaga, 100 Personel Banser NTT Partisipasi Damai Natal

Kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di Kupang, Selasa (22/12), GP Ansor NTT melalui kepanitiaan saudara Iksan Arman Pua Upa mengatakan, panitia partisipasi Damai Natal tahun 2015 dan tahun baru 2016 di NTT melibatkan seratus personel yang terdiri dari perwakilan GP Ansor Kupang, GP Ansor Kota Kupang, Banser NTT, dan sejumlah pengurus GP Ansor NTT serta gabungan dari Pemuda Hindu Dharma.

"Kami sudah total sekitar 100 orang Banser dan gabungan pemuda Hindu Dharma," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Iksan, persiapan pengamanan dimulai dari 24 hingga 25 Desember 2015, dengan 13 titik gereja di wilayah Kota Kupang. Hari ini pihak panitia sudah mendistribusukan sejumlah surat pemberitahuan kepada gereja dan rapat koordinasi bersama Polres Kupang kota serta beberapa instansi terkait.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sekretaris GP Ansor NTT Ajhar Jowe menegaskan, partsiapasi Damai Natal sudah menjadi agenda tahunan GP Ansor NTT. Tidak ada maksud dan tujuan lain dari kebersamaan ini. Kegiatan ini digelar demi menjaga keberagaman, kerukunan umat beragama yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Sebab, setiap hari raya keagamaan Idul Fitri maupun Idul Adha teman-teman dari pemuda gereja juga melakukan hal yang sama seperti kita lakukan. Sebagai garda terdepan, kita tetap mengawal keberagamaan ini,” kata Ajhar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Meme Islam, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 06 September 2012

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Makkah, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Gedung Two Holy Mosques Architecture berdiri di pinggiran Kota Makkah, Arab Saudi, sekitar 10 kilometer ke arah barat dari Masjidil Haram.

Museum yang diresmikan sekitar 20 tahun yang lalu itu menyimpan dokumentasi sejarah dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Miniatur replika Masjidil Haram menyambut para pengunjung museum di ruang penerima tamu, tempat pengunjung dapat melihat kondisi Masjidil Haram sebelum dan sesudah perluasan. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ruangan berikutnya adalah area Masjidil Haram, yang menyimpan benda-benda yang pernah dipasang di masjid tempat Kabah berada itu. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di antara benda-benda yang disimpan di ruangan itu ada tangga kayu ke pintu Ka`bah yang dipergunakan tahun 1240 Hijriyah. 

Ada juga potongan besar marmer berukir yang membentuk mimbar Masjidil Haram pada abad kesepuluh Hijriyah serta pintu Ka`bah yang saat ini sudah tidak digunakan. 

Benda-benda yang berkaitan dengan Ka`bah seperti Kiswah (kain penutup Ka`bah), alat tenun tradisional pembuat Kiswah, pilar Ka`bah dari tahun 65 Hijriyah, dapat ditemukan di ruang Ka`bah Al Musharaf. 

Di ruang foto, pengunjung dapat menyaksikan gambaran perubahan-perubahan yang terjadi di Masjidil Haram dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan foto Masjid Nabawi dan Kota Madinah pada masa lalu.

Sejumlah mushaf Al Quran juga tersimpan di sana, terutama yang berasal dari abad 13 Hijriyah.

Salah satu koleksi yang paling menarik pengunjung adalah mushaf asli Al Qur`an dari masa Usman bin Affan, yang dipamerkan di ruang Inscription and Manuscript.

Sementara beberapa pintu masjid dan mimbar dipamerkan di ruang Masjid Nabawi, masjid yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW. 

Sebuah sumur berpagar besi berukir lengkap dengan timba dan kerekan menjadi pusat perhatian di ruang sumur Zam Zam. 

Menurut keterangan yang tertera di sana, kerekan itu digunakan untuk menimba air Zam Zam pada akhir abad 14 Hijriyah, sedangkan ember timbanya berasal dari tahun 1299 Hijriyah.

Di area Zam Zam juga ada jam matahari yang digunakan untuk menentukan waktu shalat pada masa lalu, ada pula jam yang pertama dipasang di Masjidil Haram. 

Para pegunjung bisa menikmati benda-benda yang dipamerkan di museum tersebut secara gratis. Tapi orang yang ingin melihat koleksi museum itu harus meminta izin untuk mengunjungi museum secara berkelompok.

Memotret

Berbeda dengan umumnya museum yang melarang pengunjung mengambil foto, di museum tersebut pengunjung bebas memotret apa saja di seluruh ruang pamer.

Sayangnya, tidak ada pemandu, buku petunjuk, maupun brosur atau selebaran yang menjelaskan perihal museum dan benda-benda koleksinya.

Petugas museum yang ditanya mengenai hal itu hanya menjawab singkat "Cari saja di internet, banyak kok".

Satu-satunya petunjuk bagi pengunjung hanyalah keterangan yang tertera pada setiap benda yang dipajang meskipun keterangannya sangat minim.

Meski demikian sejumlah pengunjung mengaku puas setelah berkeliling museum.

"Bagus sekali. Mudah-mudahan saya bisa datang lagi kalau umroh nanti," kata anggota jemaah haji asal Karangayar, Siti Ngadiroh.

Sementara Maman, yang datang bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari Bandung, mendapat banyak keterangan dari Ketua KBIH yang bertindak sebagai pemandu.

Usai mengunjungi museum, biasanya jemaah haji melanjutkan tur ke peternakan Unta di Hudaibiyah, di tengah padang pasir yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari museum.

Selain dapat berfoto bersama unta, pengunjung juga dapat mencicipi susu dan urine unta yang konon berkhasiat obat. 

Satu botol berisi 200 mililiter susu dijual dengan harga lima riyal dan satu botol berisi 200 mililiter urine unta dijual dengan harga 20 riyal. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan