Jumat, 24 Juli 2015

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf

Tangerang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Gerakan Pemuda Ansor dan Baznas Tangerang menggelar acara Santunan Mualaf yang diselenggarakan di Sekretariat GP Ansor Kabupaten Tangerang pada Ahad (11/6). Kegiatan ini mengambil tema Berbagi di Bulan Suci, Menggapai Ridho Ilahi.

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf

Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan. "Ini bentuk pangabdian kita terhadap masyarakat sekaligus bukti kepedulian kita terhadap kaum mualaf," ucapnya.

Menurutnya, para mualaf dan mualafah tersebut datang dari berbagai daerah di Kabupaten Tangerang.?

"Data mualaf tersebut kami peroleh dari jejaring Banser dan Muslimat yang ada di masing-masing wilayah. Ada 102 mualaf yang kami santuni," tambahnya.

Ketua Baznas Kabupaten Tangerang KH Afif Afifi menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin menyalurkan zakat, infaq, sedekah yang terhimpun di Basnas kepada masyarakat yang memang memiliki hak atas ZIS tersebut.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Santunan mualaf ini adalah bagian upaya penyaluran dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat yang diserahkan kepada Baznas," tuturnya.

Ia juga berharap ke depan semakin tumbuh kesadaran masyarakat untuk mempercayakan zakat, infak, dan sedekah kepada Baznas.

"jika kesadaran masyarakat untuk membayar zakat ini tinggi maka Baznas sebagai lembaga akan mendapatkan akumulasi dana yang besar sehingga ikhtiar kita untuk selalu ingin membantu sesama juga akan semakin besar dan maksimal."

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara ketua panitia Anwari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang digagas oleh keluarga besar NU, Basnas dan juga oleh Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA).?

"Ini upaya kita membangun kebersamaan antarlembaga melalui program-program nyata bagi masyarakat."

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian seribu ? takjil, buka puasa bersama kader-kader Ansor Banser dan FPLA se-Kabupaten Tangerang.

Anwari juga mengatakan kegiatan membagi-bagikan takjil ini dilakukan untuk mempermudah warga dan para pengendara kendaraan motor yang hendak berbuka puasa.

"Kami menyiapkan seribu takjil untuk buka puasa warga yang melintas di depan Sekretariat Ansor." Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sunnah, Hadits, Jadwal Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa

Pamekasan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pencak Silat Pagar Nusa NU Pamekasan tahun lalu gencar melatih para santri di berbagai pesantren untuk dijadikan anggota. Tahun ini, organisasi yang diketuai Salman Al-Farisi ini menyasar kalangan mahasiswa.

"Kita bekali mereka keterampilan pencak silat yang bernapaskan paham Aswaja An-Nahdliyah. Diharapkan, mereka menjadi pendekar yang membentengi NKRI dengan keterampilan pencak silat penebar kebajikan," tegas Salman Al-Farisi saat dihubungi Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan via telepon, Ahad (29/1) pagi.

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa

Menurutnya, kalangan mahasiswa rentan bertindak anarkis. Itu bisa dicermati tawuran antarmahasiswa di beberapa kampus. Tindak kekerasan oknum mahasiswa tidak lepas dari arogansi diri yang tidak ada yang mengendalikannya.

"Dengan bergabung di Pagar Nusa NU, kita doakan dan upayakan agar mereka menjadi pendekar sejati. Yaitu, tangguh menghadapi tantangan hidup tanpa harus berperan dalam kerusakan tatahan hidup bersosial," tegasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Bulan ini, para mahasiswa Universitas Islam Madura (UIM) digembleng secara intensif oleh Pagar Nusa NU Pamekasan. Usai berlatih, mereka akan mendapat siraman rohani berkaitan dengan keagamaan dan kebangsaan. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Warta, Amalan, Quote Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 08 Juli 2015

Rekomendasi Mukernas PKB

Semarang, NU.Online
Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Batutulis di Semarang yang berakhir Minggu dini hari, merekomendasikan tiga hal termasuk pembentukan partai baru bila Mahkamah Agung (MA) mengalahkan gugatan Matori.

Tiga hal rekomendasi Mukernas itu disampaikan oleh Ketua DPW PKB Bengkulu H. Anshari Ishak  dalam penutupan Mukernas di Semarang, Minggu pukul 00.30 WIB.

Rekomendasi pertama menyebutkan bahwa partai akan terus berusaha untuk memenangkan perkara di tingkat peninjauan kembali (PK) dan Kasasi di Mahkamah Agung (MA) dalam rangka penegakan hukum di Tanah Air.  Apabila keputusan PN Jakarta Selatan dibatalkan maka Sidang Istimewa MPR 2001 adalah tidak sah demi hukum yang berimplikasi kepada bubarnya pemerintahan RI yang dipimpin Presiden Megawati Soekarnoputri.

Kedua, apabila dalam gugatan Matori dalam proses hukum di tingkat MA baik pada PK maupun pada tingkat kasasi dikalahkan, maka dengan penuh kesadaran Mukernas merekomendasikan pembentukan partai baru dan kemungkinan nama partai yang digunakan adalah PKD (Partai Kebangsaan Demokrasi).

Ketiga, apabila Ketua Umum PKB Matori Abdul Djalil memenangkan gugatan di tingkat PK maupun di tingkat kasasi, maka Matori diharapkan secara maksimal mengupayakan ishlah dengan mediasi PB NU.

Menanggapi rekomendasi pembentukan partai baru, Matori menyatakan masih akan dibicarakan mengenai nama dan kapan akan dideklarasikan.

"Yang jelas partai baru akan berorientasi kepada aspek
kebangsaan dan demokrasi," katanya.Untuk mempersiapkan kemungkinan MA mengalahkan pihak Matori maka setiap DPW diperintahkan untuk menggalang konsolidasi dan membentuk pengurus cabang. Dengan demikian apabila rencana pembentukan partai baru akan diwujudkan, maka seluruh pengurus sudah siap didaftarkan di Departemen Kehakiman untuk mengikuti Pemilu 2004.

Matori memberi waktu hingga akhir Agustus seluruh DPW dan DPC sudah memenuhi persyaratan untuk didaftarkan ke Depkeh termasuk apabila partainya harus berubah nama itu.

Sementara itu ketua PBNU, Andi Jamaro mengatakan, PBNU tidak punya wewenang untuk melarang atau mendirikan partai baru oleh Matori.  Dengan akan dideklarasikannya partai cadangan jika kalah ditingkat PK dan Kasasi di MA, ini menunjukan semakin kecil upaya untuk ishlah bagi kedua belah pihak karena  kedua kubu sama-sama menyiapkan "partai sekoci", namun PBNU masih mengharapkan titik idealnya dari perseteruan di PKB adalah Ishlah dan menjadi satu, tambahnya. (Mkf/Cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rekomendasi Mukernas PKB (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekomendasi Mukernas PKB (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekomendasi Mukernas PKB

Jumat, 03 Juli 2015

Gus Mus: Ciri Waliyullah itu Tidak Takut dan Susah

Solo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ribuan orang ikut menghadiri acara peringatan Haul KH Siradj yang digelar di dekat Pesantren As-Siradj, Jalan Honggowongso, Panularan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (27/10) malam. Kiai Siradj merupakan salah satu tokoh perintis Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Solo.

Gus Mus: Ciri Waliyullah itu Tidak Takut dan Susah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Ciri Waliyullah itu Tidak Takut dan Susah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Ciri Waliyullah itu Tidak Takut dan Susah

KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), yang memberikan mauidhah hasanah menjelaskan, Kiai Siraj selain memiliki akhlak yang mulia, juga diketahui khalayak karena memiliki beberapa karomah. Hal ini membuatnya dianggap banyak orang sebagai salah satu waliyullah.

Adapun ciri yang lain, seorang wali, menurut Gus Mus, yakni tidak memiliki rasa takut dan rasa susah. “Ciri wali, balane Gusti Allah, kuwi ora duwe wedi ora duwe susah, koyo Mbah Siradj (Ciri seorang wali, temannya Allah, itu tidak memiliki rasa takut dan rasa susah, seperti Mbah Siradj ini,” tuturnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir tokoh NU dari Kabupaten Semarang, KH Muromi yang membacakan riwayat hidup Kiai Siradj, antara lain tentang masa ketika Kiai Siraj tengah mencari ilmu.

“Mbah Siraj ini pernah berguru ke berbagai ulama, antara lain Kiai Soleh Darat Semarang dan Kiai Dimyati Tremas Pacitan,” ungkapnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lebih lanjut dipaparkan mengenai pribadi Kiai Siradj yang juga dikenal sebagai salah satu mursyid thariqah Naqsabandiyah Qadiriyah. “Beliau mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menghormati kepada siapa pun, bahkan kepada orang non-muslim sekalipun,” tuturnya.

Acara peringatan haul Kiai Siraj ini sekaligus untuk memperingati haul beberapa anak keturunannya, antara lain Kiai Shoimuri (pernah menjadi Rais Syuriyah PCNU Boyolali), dan Kiai Mubin Shoimuri (Ketua PCNU Kota Solo). (Ajie Najmuddin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan