Selasa, 31 Januari 2017

Meriahnya Lomba Ngeliwet di Lebak

Lebak, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Aanak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Banten mengadakan aneka perlombaan, Sabtu (28/10) pagi, di Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Beberapa perlombaan yaitu balap karung mengenakan helm, hafalan Awamil (kitab nahwu), dan ngeliwet. 

Meriahnya Lomba Ngeliwet di Lebak (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Lomba Ngeliwet di Lebak (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Lomba Ngeliwet di Lebak

Ngeliwet, menjadi lomba yang menarik minat puluhan pesantren sekitar turut menjadi peserta. Berbagai peralatan, seperti panci, kastrol, kenceng, dibawa oleh peserta. Aneka lauk juga dihidangkan dengan berbagai bumbunya oleh para chef bersarung ini.

Untuk lauk, panitia menyediakan jengkol sebagai lauk khas pesantren. Peserta tampak antusias dan sudah terbiasa dengan menu jengkol ini. 

“Sengaja kita sediakan jengkol untuk lomba ngeliwet, karena ini khas pesantren banget,” ujar Ketua PAC GP Ansor Cikulur, Muhammad Syukron.

Perlombaan yang digelar untuk memeriahkan Hari Santri secara resmi oleh Camat Kecamatan Cikulur, Habib Abdullah. Pada kegiatan yang mengusung tema Menjadikan Santri sebagai Agent of Change,

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Abdullah mengatakan dirinya bangga bisa hadir dalam kegiatan santri ini. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Bahagia rasanya bisa hadir di sini. Saya melihat santri pakai sarung. Dan saya Camat, juga dulunya santri,” kata Abdullah yang menganakan sarung dan peci dalam acara tersebut.

Ia menegaskan sebagai camat tidak anti dengan sarung dan mengaku bisa ngeliwet.

Menurut Camat, Cikulur adalah Kota Santri. 

“Cikulur bukan daerah industri. Saya termotivasi sebagai santri. Di Cikulur Camat itu punya tabarat, tabungan akhirat, karena banyak undangan pengajian di sana-sini,” ujarnya.  

Karena itu, imbuh Camat, santri tidak semestinya berkecil hati. “Hari Santri Nasional ini bukti bahwa santri itu dihargai atau diakui pemerintah sejak 2015. Bukan berarti dulu nggak diaku, cuma kurang booming. Sekarang kita harus memeriahkan kegiatan ini,” katanya lagi.

Bahkan menurutnya, tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dengan negara ini jika tidak ada keberadaan santri. 

“Santri itu garda terdepan melawan kemaksiatan,” ujarnya. 

Ia pun meminta para santri mampu mengikuti kemajuan zaman.

“Di zaman ini, santri harus modern, karena mereka punya peranan penting bagi kemajuan bangsa ini,” ujarnya. 

KH Aang Abdurohman, tuan rumah dan perwakilan PC GP Ansor Lebak dalam sambutannya menyatakan, Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi keagamaan yang posisinya berada di tengah-tengah (tawassuth).  

“NU nggak suka demo. Posisinya di tengah atau tawassuth dan lebih suka mendamaikan,” jelasnya.

Kiai Aang mengingatkan supaya umat Islam di Indonesia tidak mudah diadu-domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan ingin melihat negara ini berantakan. 

“Kalau sudah pecah, nanti tidak ada bedanya dengan Irak, Siria,” ujarnya. 

Menurutnya, ada kelompok tertentu yang ingin mengacaukan Indonesia melalui berbagai cara sehingga terjadi perang saudara. 

“Dulu musuh kita jelas, Belanda, dan Jepang misalnya. Sekarang musuh kita nggak jelas. Nggak ikut aksi 212 dijadikan musuh. Isu Komunis jadi musuh,” katanya lagi.  

Karena itu, Kiai Aang mengingatkan, umat Islam terutama santri harus teliti dan jeli pada informasi. Jangan mudah meyakini informasi yang berkembang serampangan. 

“Kita harus memfilter informasi itu benar atau tidak. Dan karenanya, santri harus menjadi agen perubahan sekaligus harus menjadi penjaga perdamaian,” katanya berharap.

Pada pembukaan perlombaan ini, tampak hadir juga Masroem dari Polsek Cikulur, Ahmad Turmudzi dari PC GP Ansor Lebak, Ubaidillah selaku Bendum PC GP Ansor Lebak dan sebagainya. [nhm/Kendi Setiawan]

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Quote, Olahraga, Aswaja Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk

Sumenep, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Pragaan Kabupaten Sumenep terus mengepakkan sayapnya dalam menjalankan ragam program kerja. Salah satunya, rutin menggemakan zikir dan shalawat di desa-desa.

Program tersebut ditangani Majelis Zikir dan Shalawat Rijalul Ansor Pragaan. Terbaru, mereka menggemakan shalawat di Balai Desa Karduluk, Pragaan, Sunenep, Jumat (13/1) siang.

GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk

Acara tersebut melibatkan Pimpinan Cabang GP Ansor Sumenep, MDS Rijalul Ansor Sumenep, Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Sumenep, Pimpinan Ranting GP Ansor sse-Pragaan, dan Satkoryon Banser Pragaan.

Selain berzikir dan bershalawat, GP Ansor Sumenep juga mengetengahkan diskusi keagamaan dan kebangsaan. Terdapat dua pembicara, yaitu sahabat Abdul Wasid, M.Pd selaku Sekretaris PC GP Ansor Sumenep dan sahabat Ahmad Rasidi, S.Pd yang kini mengemban amanah sebagai Bendahara PC GP Ansor Sumenep.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kegiatan yang dihadiri perangkat dan tokoh desa setempat tersebut berlangsung khidmah. Tak seorang pun beranjak pulang sebelum acara selesai.

"Ini tradisi baru, yaitu menggemakan zikir dan shalawat di balai-balai desa. Kita Ansorkan masyarakat beserta perangkat desa melalui penguatan zikir dan shalat beserta diskusi keagamaan dan kebangsann," tukas Ketua GP Ansor Pragaan Moh Qudsi. (Hairul Anam/Fathoni)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan News, Kajian Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 30 Januari 2017

Guru NU Nganjuk Bahas Peningkatan Materi Aswaja dan Ke-NU-an

Nganjuk, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Para guru mata pelajaran Aswaja dan Ke-NU-an Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur berkumpul memenuhi undangan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Nganjuk di Madrasah Aliyah Al Hidayah pada Sabtu (22/4). Mereka adalah guru dari berbagai tingkat, mulai dari MI-SD, MTs-SMP, MA-SMK.?

Guru NU Nganjuk Bahas Peningkatan Materi Aswaja dan Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru NU Nganjuk Bahas Peningkatan Materi Aswaja dan Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru NU Nganjuk Bahas Peningkatan Materi Aswaja dan Ke-NU-an

Pada kesempatan itu, mereka membahas peningkatan kualitas pembelajaran materi Aswaja dan Ke-NU-an, serta berbagai sektor penunjangnya, termasuk gerakan pendirian komisariat IPNU-IPPNU di sekolah dan madrasah. Mereka yang tergabung pada Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) itu sepakat bahwa materi Aswaja dan Ke-NU-an adalah materi yang sangat penting, untuk menopang Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin, ideologi pancasila dan NKRI.

Ketua LP Ma’arif NU Nganjuk Zainal Arifin menegaskan pentingnya mengawal mata pelajaran Aswaja dan Ke-NU-an yang beberapa mulai ditinggalkan oleh lembaga pendidikan, bahkan sekolah dan madrasah milik orang NU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kehadiran Bapak dan Ibu hari ini adalah pintu gerbang untuk mengembangkan pendidikan Aswaja dan Ke-NU-an sehingga diharapkan nanti para murid kita terbekali materi ideologi penting, ideologi Aswaja NU, tidak mudah terbuai ajaran dari paham-paham radikal dan liberal,” tutur salah satu tim assesor Jawa Timur itu.

Padahal, kata dia, banyak sekali guru, utamanya tingkat MA-SMA yang siap dan berharap di lembaga pendidikannya dapat didirikan komisariat IPNU-IPPNU. Pendidik dari SMK Al-Asy’ariyah misalnya ingin lembaganya berdiri komisariat pelajar NU itu, tapi masih bingung bagaimana prosedur dan mekanismenya.

Hadir pula pada kesempatan tersebut, Musyafa’, pengawas PAI yang juga ketua Forum Madrasah Tsanawiyah Swasta (FOKKMASA). Musyafa’ menuturkan pentingnya sinergi antara Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Forum Madrasah dan LP Ma’arif untuk sama-sama memajukan kualitas pendidikan di Kabupaten Nganjuk.

“Output dari pertemuan para guru NU yang mulia hari ini adalah harapan untuk membumikan Aswaja ala NU kepada pelajar sedini mungkin, secara konsisten dan kontinyu dari jenjang ke jenjang, mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, keniscayaan akan hadirnya komisariat IPNU-IPPNU sebagai organisasi pelajar penopang ideologi Aswaja dan Pancasila, perlu digalakkan segera dan seluas mungkin,” papar Ketua MGMP tingkat MA/SMA/SMK yang juga salah satu pembina PC IPNU Nganjuk. (Khoirul Anwar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Warta, Daerah, Nahdlatul Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 26 Januari 2017

Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Warga NU Banten menggelar Istighotsah kubro di halaman kantor baru PWNU Banten, Rabu (30/1) siang. Sedikitnya 4000 warga NU memadati lokasi. Sementara transportasi mereka berjajar rapi di mulut gang.

Upacara Istighotsah kali itu diadakan untuk memperingati Nahdlatul Ulama yang genap berusia 87 tahun menurut kalender Masehi. Selain itu, Istighotsah itu merupakan bagian dari perayaan maulid Nabi Muhamad SAW.

Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU

Dengan iringan rebana, mereka melantunkan shalawat kepada Nabi Muhamad SAW. Mereka tidak lupa membaca doa untuk para pendiri NU, perintis NU Banten, dan para ulama. Sebagian dari mereka mengenakan busana Muslimat NU dan seragam silat Pagar Nusa.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Hari ini merupakan momentum bersejarah khusus bagi NU Banten. Karena, warga NU Banten memperoleh tiga keistimewaan sekaligus di hari Istighotsah ini,” kata KH. Masykur Mahsyar, Ketua PWNU Banten saat sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten, Rabu (30/1) siang.

Kiai Masykur menyatakan, Istighotsah kali itu teramat istimewa. Pertama, Istighotsah dimaksud untuk memperingati maulid Rasulullah SAW. Kedua, rangkaian tahlil dan zikir diadakan dalam rangka memperingati harlah ke-87 NU. Ketiga, upacara zikir tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas peresmian kantor baru PWNU Banten.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam sambutannya, Kiai Masykur menambahkan warga NU Banten memiliki komitmen tinggi kepada organisasi mereka. Karena, panitia hanya mengundang 3000 ribu orang. Padahal, hadirin sendiri mencapai lebih dari 4000 orang.

Ketua PWNU Banten menambahkan, warga NU harus merasa turut memiliki kantor baru PWNU Banten. Dengan itu, mereka akan merasa nyaman seperti di rumah sendiri dalam merawat dan mengadakan kegiatan ke-NUan. Siapa pun pengurus PWNU-nya, hal itu akan terus berlaku.

Belum lagi, Istighotsah itu bertambah istimewa karena dihadiri pula oleh KH Said Aqil Siroj, ketua umum PBNU dan Hj Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten, tandas Ketua PWNU Banten.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sholawat, IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 25 Januari 2017

Kang Said: Warga NU Diharap Tenang, Jaga Keharmonisan

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengimbau warga NU untuk bersikap tenang dalam merespon situasi politik di Jakarta yang agak memanas. Warga NU, menurutnya, harus turut aktif menjaga ketenteraman sosial.

“Kepada seluruh warga NU, jauhi emosi. Jauhi intrik-intrik politik yang pada gilirannya merugikan kita secara umum,” kata Kang Said, Rabu (12/10) pagi.

Kang Said: Warga NU Diharap Tenang, Jaga Keharmonisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Warga NU Diharap Tenang, Jaga Keharmonisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Warga NU Diharap Tenang, Jaga Keharmonisan

PBNU mempersilakan aparat hukum untuk menguji dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama (Ahok) melalui pernyataan kontroversialnya. Selagi belum ada pembuktian secara hukum, masyarakat akan terus bergejolak.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua Bidang Hukum PBNU Robikin Emhas mengatakan bahwa siapapun harus mematuhi UU yang berlaku. Melanggar atau tidak, lembaga peradilan nanti yang akan membuktikannya. Di sisi lain masayarakat juga harus menerima apapun hasil putusan lembaga peradilan tersebut.

“Bukan karena dia itu politikus. Tetapi setiap saja orangnya dan di mana saja berada yang diduga menghina agama, harus mempertanggungjawabkan tindakannya,” kata Robikin di Jakarta, Jumat (14/10) siang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara Kang Said mengajak warga NU untuk menunjukkan diri sebagai warga negara Indonesia yang terkenal hidup berdampingan secara harmonis antarelemen masyarakat. Buktikan bahwa warga NU hidup di Indonesia. “Kita tidak hidup seperti di Timur Tengah yang terus berkecamuk tidak pernah berhenti.”

Menurut Kang Said, NU bersama elemen bangsa lainnya sudah bersusah payah membangun keharmonisan dan toleransi di Indonesia. Karenanya dunia internasional pun mengakui sikap moderat masyarakat Indonesia karena mayoritas muslim di negara ini hidup berdampingan harmonis dengan warga negara Indonesia dari kalangan non-Muslim.

“Kita tahu keharmonisan masyarakat di Indonesia tetap memiliki tantangan dan dinamikanya sendiri, tetapi kita tidak memberikan toleransi terhadap kekerasan. Kalau ada masalah, kita bisa selesaikan dengan dialog atau jalur hukum kalau ketemu jalan buntu,” kata Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pesan Ketua PWNU Lampung di Hari Sumpah Pemuda

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua PWNU Lampung KH. Soleh Bajuri mengingatkan kepada seluruh pemuda Indonesia untuk tetap komit dalam menjaga apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama yaitu berbahasa satu, bertanah air satu dan berbangsa satu, bangsa Indonesia.

"Komitmen bersama ini perlu dijaga dengan integritas tinggi, menjaga kebhinekaan, persatuan dan kesatuan disamping tetap komit memahami serta menghayati apa yang menjadi nilai nilai dasar dalam membentuk ummat terbaik atau khairu ummah," katanya, Sabtu (28/10) malam.

Pesan Ketua PWNU Lampung di Hari Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Ketua PWNU Lampung di Hari Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Ketua PWNU Lampung di Hari Sumpah Pemuda

Dalam menjaga komitmen ini, para pemuda harus memiliki sifat jujur baik kepada dirinya, kepada orang lain, terlebih kepada sang khaliq Allah SWT.

"Pemuda harus betul-betul mampu dan konsekwen dalam menjaga hubungan vertikal dan horizontal demi terwujudnya khairu ummah," tegasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selanjutnya para pemuda juga harus menanamkan nilai-nilai amanah dalam dirinya dimanapun, kapanpun dan dengan status apapun.

"Allah telah memberikan amanah kepada kita semua khususnya para pemuda.  Apapun yang diamanahkan oleh Allah dalam kehidupan sehari-hari apapun status sosialnya mesti harus dijaga amanah itu. Baik jabatan, harta benda, umur dan kemampuan harus dijaga dengan baik dan istiqomah," ajaknya.

Selain jujur dan amanah lanjutnya, para pemuda juga harus tepat janji dalam menjaga konsensus bersama ini. Sehingganya para pemuda kedepan mampu melaksanakan tugas dengan nilai-nilai dasar pembentukan khairu ummah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Dengan nilai-nilai dasar ini pemuda akan mampu menjalankan amar makruf nahyi munkar yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah sesuatu yang munkar," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kiai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 22 Januari 2017

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas

Jepara, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Difasilitasi Universitas Negeri Semarang (Unnes), ratusan guru madrasah diniyah (madin) dan pengelola SMK Pesantren di Jepara dan Demak mengikuti Pelatihan Pendidikan Inovatif di pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Jepara, Selasa (25/3).

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas

Setelah pelatihan, kata ketua panitia H Miftahuddin, peserta diharapkan menjadi supervisor untuk lembaga masing-masing. Menurutnya, pendidikan formal diwakili SMK Pesantren dan nonformal seperti madrasah diniyah sangat potensial untuk berinovasi dan memajukan pendidikan.

Sementara itu, KH Mustamir Wildan menyatakan selama ini SMK Pesantren kesulitan mencari tenaga guru produktif semisal bidang otomotif dan elektro. Padahal, terang ketua pengurus pesantren Balekambang Kiai Mustamir, Unnes setiap tahun menerima sekitar 7.500 mahasiswa.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di luar itu, muncul usulan dari sebuah pertemuan SMK Pesantren agar komunitas berbasis pesantren se-Indonesia dijatah 1.000 mahasiswa. “Kalau ini disepakati Rektor Unnes pak Fathur, nanti jadi problem. Solusinya insya Allah akan kami sowankan kepada Menteri Pendidikan,” jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hal itu menjadi perhatian komunitas SMK Pesantren. Kiai Mustamir menilai lulusannya mempunyai bekal agama yang cukup. “Jika 1.000 atau 500 mahasiswa asal SMK Pesantren bisa masuk ke semua fakultas, mereka setelah lulus akan mengabdi di pesantren maupun berkhidmah di Unnes,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan itu Instruktur Nasional Kurikulum 2013 H Achmad Slamet. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 17 Januari 2017

Perempuan yang Dikatakan Nabi Bebas dari Neraka

Suatu kali Sayyidah Aisyah menerima kunjungan perempuan miskin yang membawa dua putrinya. Karena iba, istri Rasulullah ini pun memberi mereka tiga buah kurma. Sesuai dengan jumlahnya, masing-masing dari mereka mendapat satu buah kurma.

Detik-detik mengharukan Sayyidah Aisyah terjadi ketika kurma tersebut hendak disantap. Si ibu miskin gagal melahap kurma yang siap masuk mulutnya karena dua putrinya merengek meminta kurma lagi.

Perempuan yang Dikatakan Nabi Bebas dari Neraka (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan yang Dikatakan Nabi Bebas dari Neraka (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan yang Dikatakan Nabi Bebas dari Neraka

Perempuan itu membagi-dua sebutir kurma yang batal ia makan, lalu memberikan masing-masing bagian kepada dua putri kecilnya dengan penuh keibuan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sayydiah Aisyah yang terenyuh menyaksikan kasih sayang si ibu miskin menceritakan pemandangan tersebut kepada Rasululah. Atas perbuatan tamu perempuan ini, Nabi mengatakan, "Sesungguhnya Allah mewajibkan kepadanya surga atau membebaskannya dari neraka."

Kisah ini bisa kita temukan dalam hadits riwayat Imam Muslim. Dalam redaksi hadits lain disebutkan bahwa Sayydiah Aisyah kala itu memberinya satu buah kurma yang merupakan satu-satunya makanan yang tersedia di rumah. Si ibu miskin lantas membagi sebutir kurma tersebut untuk kedua putrinya sementara dirinya tidak mendapat bagian.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Saat Rasulullah datang, Sayyidah Aisyah memberitahunya tentang kisah yang membuatnya takjub itu. Rasulullah lalu bersabda, "Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa neraka.”

Pernyataan Rasulullah ini merupakan bentuk tegas dari penghargaan Islam atas sifat belas kasih. Para ibu yang bersabar, tulus, mengasihi dan merawat anak-anaknya meski dalam kondisi serbakekurangan memperoleh posisi utama di mata Islam. Terkait keluarga miskin, Sayyidah Aisyah telah memberi teladan bersedekah makanan yang kita punya.

Sabda Nabi juga memberikan legitimasi bagi status mulia perempuan. Anak-anak perempuan yang di masa jahiliyah dihinakan sedemikian rupa, terangkat derajatnya dengan datangnya Islam. Perempuan memiliki hak sebagaimana kaum laki-laki, termasuk hak untuk mendapat kasih sayang. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan News, Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 15 Januari 2017

Tadarus dengan Al-Quran Raksasa

Banyuwangi, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Selama Ramadhan, sejumlah tujuh orang membaca Al-Quran Raksasa dengan tinggi mencapai 210 sentimeter dan lebar mencapai 140 sentimeter di masjid Agung Baiturrahman kabupaten Banyuwangi. Mereka mengkhatamkan setiap malam satu juz Al-Quran yang ditempatkan di tengah-tengah masjid.

Tadarus dengan Al-Quran Raksasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tadarus dengan Al-Quran Raksasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tadarus dengan Al-Quran Raksasa

Ketika Al-Quran dibaca, salah satu dari mereka secara bergantian bertugas membuka lembaran baru untuk membaca ayat-ayat di halaman berikutnya. Selain peserta tadarrus, ada seorang penghafal Al-Quran yang berpartisipasi meneliti agar hafalannya tidak salah.

“Kalau tidak ada yang bertugas membuka lembaran baru, pasti kesulitan yang membacanya,” seketaris masjid Baiturrahman Iwan Aziez Siswanto, di Banyuwangi, Sabtu (12/7).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain bulan puasa, Al-Quran dengan ukuran besar itu juga selalu dibuka dan dibaca saat perayaan hari-hari besar Islam, seperti tahun baru Hijriyah.

Al-Quran jumbo ini dibuat pada 2010. Ia ditulis tangan oleh Drs H Abdul Karim dari pesantren Bustanul Makmur, Genteng. Pembuatan Al-Quran raksasa ini memakan waktu enam bulan dan menelan biaya lebih dari Rp 183  juta. Proses pembuatannya menghabiskan 32 dus lebih spidol kualitas terbaik dan tinta sebanyak 40 dus lebih. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, Internasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 06 Januari 2017

Jangan Tanam Pengalaman Diskriminasi Agama pada Anak!

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Indonesia ditakdirkan menjadi bangsa yang mempunyai latar belakang beragam, baik suku, budaya maupun agama yang dipeluk penghuninya. Perbedaan tersebut adalah sebuah kekayaan yang harus terus-menerus dirawat agar tidak menimbulkan gesekan antarsesama anak bangsa.

Itulah yang mendorong digelarnya “Lokakarya Pendamping Anak Lintas Iman” dalam rangka menyongsong Hari Anak Nasional. Acara yang diselenggarakan di hotel Panorama, Jember, Jawa Timur itu berlangsung dua hari dan berakhir Sabtu (23/7).

Jangan Tanam Pengalaman Diskriminasi Agama pada Anak! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Tanam Pengalaman Diskriminasi Agama pada Anak! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Tanam Pengalaman Diskriminasi Agama pada Anak!

Menurut penggagas acara tersebut, Farha Cicik, peserta lokakarya diberi pembekalan wawasan yang luas agar bisa mendampingi anak secara lebih terbuka dan berjejaring tanpa membeda-bedakan latar belakang agamanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Bagaimanapun perbedaan (agama) jangan dijadikan pemicu konflik, tapi justru dijadikan sumber pemersatu dan perdamaian. Sebab, agama apapun tak pernah mengajari konflik,” paparnya kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di sela-sela rehat acara.

Ia menambahkan, anak adalah amanah, dan harus dirawat dan besarkan dalam suasana teduh dan damai. Kondisi psikis anak sangat tajam dalam merekam persitiwa yang terjadi di sekelilingnya atau yang menimpa dirinya. "Sehingga anak yang merasakan ada perlakuan diskriminatif lantaran terkait perbedaan agama, itu akan melekat cukup lama dalam memori otaknya. Karena itu perlakukan anak dengan baik, tanpa memandang agamanya apa. Ya paling tidak, peserta lokakarya bisa memberi contoh yang baik, tidak diskriminatif dalam memperlakukan anak,” ucapnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Lokakarya tersebut diikuti 40 peserta yang berasal dari unsur PMII, Fatayat, Gereja Kristen Indonesia (GKI), dan lintas agama. Mereka datang dari Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Jakarta, dan Jember sendiri.

Dipilihnya Jember sebagai tuan rumah lokakarya tersebut, kata Farha, karena Jember termasuk daerah yang toleransi antarpemeluk agama cukup bagus. Hubungan dan sinergitas antartokoh lintas agama juga dinilai baik. “Jadi banyak faktor. Namun yang penting Jember damai meski di beberapa desa juga berdiri gereja, tapi aman-aman saja,” ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran

Sidoarjo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Sunan Giri (Unsuri) Waru Sidoarjo memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Mereka mengadakan khotmil Al-Quran, istighosah, dan doa bersama di masjid Agung Unsuri, Ahad (20/12).

"Dengan acara khotmil Al-Quran, istighosah dan doa bersama ini semoga seluruh kader PMII Unsuri serta masyarakat tidak beranggapan bahwa seorang aktivis hanya memegang megaphone atau demo di lapangan. Namun, PMII juga ditanamkan nilai-nilai ke-Islaman," kata Ketua PK PMII Unsuri Muhtadi.

Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran

Menurut Muhtadi, kader PMII harus mengimplementasikan nilai-nilai ke-Islaman, salah satunya dengan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sehingga pemahaman dan persepsi yang ada dalam jiwa, sosok organistoris bisa berubah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua panitia peringatan Maulid Dita Laraswati berharap melalui moment Maulid Nabi itu semua kader PMII Unsuri dapat mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW.

"Saya mewakili panitia berharap agar semua anggota, kader, pengurus mulai dari rayon hingga komisariat PMII Universitas Sunan Giri khususnya serta semua mahasiswa Unsuri bisa memahami tentang ajaran yang dibawa Rasulullah SAW sehingga dapat meneladani perilakunya. Hal ini sesuai dengan manhaj PMII yaitu Ahlusunnah wal jamaah (Aswaja)," pungkas Dita.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Acara yang diikuti sedikitnya 20 anggota dan pengurus PMII rayon dan komisariat itu berjalan lancar dan penuh khidmat. Nampak antusias dan semangat mereka dalam memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW ini. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Sunnah, AlaNu, Aswaja Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 05 Januari 2017

Polisi Rusia Tahan Para Demosntran soal Krisis Rohingya

Moscow, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sekitar 200 orang pendemo di Rusia yang memprotes aksi kekerasan terhadap Rohingya di Myanmar dihentikan paksa oleh aparat setempat. Polisi Rusia memecah kerumunan dan menangkapi sebagian dari mereka, Ahad (10/9), di Saint Petersburg, Rusia.

Polisi Rusia Tahan Para Demosntran soal Krisis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Polisi Rusia Tahan Para Demosntran soal Krisis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Polisi Rusia Tahan Para Demosntran soal Krisis Rohingya

Lapangan di pusat kota tersebut dikelilingi mobil van polisi dan sejumlah orang dimasukkan ke dalamnya. Seorang koresponden AFP di lokasi kejadian melaporkan, lebih dari 100 orang ditahan dalam demonstrasi yang tak mendapat izin tersebut.

"Saudara kita ditahan! Mengapa Muslim selalu disalahkan, mengapa mereka menahan kita?" Teriak seorang pemrotes.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Mengapa kita tidak bisa mengekspresikan diri?" keluh pengunjuk rasa lain, Makhmud (45). "Kami khawatir dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kami di Myanmar."

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kekerasan yang dialami minoritas Rohingya di Myanmar telah mendorong Muslim Rusia melakukan sejumlah aksi demonstrasi, terutama setelah ada seruan orang kuat Chechnya, Ramzan Kadyrov.

Ribuan orang berkumpul di kota utama Chechnya Grozny pekan lalu saat Kadyrov meminta Moskow untuk "menghentikan pertumpahan darah ini". Padahal, Kadyrov merupakan seorang pendukung fanatik Presiden Vladimir Putin.

Moskow bagaimanapun telah membuat Myanmar bungkam.

"Kami menentang kekerasan dalam bentuk apa pun," kata Putin pada Selasa saat ditanya mengenai posisi Kadyrov. Putin mengatakan, "Setiap orang berhak menyuarakan opininya terlepas dari jabatannya."

Rusia dan Myanmar juga merupakan sekutu yang sudah menandatangani perjanjian kerja sama militer tahun lalu, dengan Moskow telah mengekspor pesawat militer dan artileri ke negara tersebut. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 04 Januari 2017

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona

Bondowoso, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso bersama Majelis Dzikir dan Shalawat dan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) membagi wilayah Safari Ramadhannya menjadi lima zona. Tiap zona, forum diikuti tiga hingga lima pimpinan anak cabang GP Ansor setempat.

Senin (13/6) malam giliran Pondok Pesantren Raudatul Ulum Dusun Bata, RW 29 RW 05, Desa Tegaljati, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang menjadi tempat Safari Ramadhan dan masuk Zona III.

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari safari Ramadhan sebelumnya di Masjid Al-Mukhar Tenggarang yang merupakan Zona I, dan akan berlanjut ke Zona II yang akan dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Acara ini adalah dalam rangka untuk silaturahim Pemuda Ansor dan Gerakan Lembaga Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor kepada masyarakat dan akan mengenalkan bahwasanya kegiatan-kegiatan silaturahim itu sangat penting, terutama dari tingkat atas ke tingkat bawah untuk saling mengenal," jelas Ketua Rijaul Ansor Bondowoso Junaidi atau Gus Jun di depan jamaah yang hadir malam itu.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rijalul Ansor, katanya, merupakan lembaga semiotonom dari GP Ansor yang bergerak di bidang majelis dzikir dan shalawat serta melestarikan amaliah-amaliah yang sudah dilakukan oleh para masyayikh Nahdlatul Ulama.

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil menjelaskan, Zona I diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tenggarang,? Kecamatan Wonosari, dan Kecamatan Kota Bondowoso; Zona II diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tapen, Kecamatan Prajekan, dan Kecamatan Klabang,? Kecamatan Botolinggo dan? Kecamatan Cerme; Zona III diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Pujer, Kecamatan Tlogosari, Kecamatan Sukosari, Kecamatan Sumber Wringin, dan Kecamatan Sempol.

Sementara Zona IV diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tamanan, Kecamatan Grujugan, Kecamatan Jambisari dan Kecamatan Maesan; dan Zona V diikuti PAC GP Ansor Kecamatan Taman Krocok, Kecamatan Tegalampel, Kecamatan Binakal, Kecamatan Pakem, dan Kecamatan Wringin.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudatul Ulum Kiai Hosnan menyambut positif acara tersebut. Menurutnya, masyarakat sangat antusias mengikuti acara Gerakan Pemuda Ansor. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Aswaja, Ulama, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan