Selasa, 30 Juni 2009

Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pringsewu mendirikan Posko Mudik Lebaran 1437 H di Kompleks Gedung NU Kabupaten Pringsewu. Posko? yang terletak di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Kecamatan Pagelaran ini mulai dibuka pada H-5 lebaran 2016.

Menurut salah satu Anggota Banser yang mendapat tugas piket Ahad (3/6), Lasino, arus mudik pada hari tersebut sudah mengalami kenaikan yang cukup pesat. "Pengendara baik roda dua maupun roda empat yang melintas menuju arah barat Sumatera sudah padat," terangnya.

Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera

Beberapa pemudik sudah ada yang singgah di posko mudik NU yang tepat berada di lintas menuju Provinsi Bengkulu melalui Lampung Barat. "Para pemudik dipersilakan mampir beristirahat di Gedung NU. Kami siapkan fasilitas lengkap mulai dari parkir luas, kamar mandi, WC, mushalla dan lain-lain," katanya.

Lasino yang ditemani beberapa anggota Banser yang stand by pada hari itu mengingatkan para pemudik untuk berhati-hati saat mengendarai kendaraan khususnya di jalur lintas barat. "Di daerah sebelah barat Pringsewu tepatnya di Kabupaten Tanggamus banyak tikungan-tikungan tajam sehingga kehati-hatian dan stamina yang fit harus dimiliki," katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Lasino, posisi posko mudik di Gedung NU sangat strategis untuk beristirahat memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan masuk ke daerah Kabupaten Tanggamus. "Mudah-mudahan ikhtiar kami membangun posko ini dapat membantu para pemudik. Kami ucapkan selamat sampai tujuan merayakan lebaran bersama keluarga," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, Makam, Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 05 Juni 2009

Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut

Banda Aceh, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Setelah memulai pengajian tasawuf, tauhid, dan fiqih (Tastafi) perdananya di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, pada awal Maret lalu, Syekh Hasanoel Basri (Abu MUDI) akan kembali melanjutkan pengajian serupa malam ini, Jumat (4/4), pukul 21.00 WIB di lokasi yang sama.

Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) tersebut bulan yang lalu bersama masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya bulan lalu mengulas secara detail kandungan kitab Sirus Salikin mengenai syariat, thariqat, dan haqiqat.

Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut

Jamaah Pengajian Tastafi malam ini diperkirakan semakin ramai karena masyarakat dari luar Kota Banda Aceh juga berencana untuk mengikuti pengajian ini secara langsung di Masjid Raya Baiturrahman. Pihak Panitia telah jauh hari menyosialisasikan pengajian ini baik melalui surat kabar maupun di jejaring sosial.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua pantia Tgk Marwan Yusuf berharap, Pengajian Tastafi di Masjid Raya dapat menjadi momentum untuk mengembalikan masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini seperti yang tertera dalam Qanun Meukuta Alam, “Ahlussunnah Waljamaah I’tiqadan dan Syafii Mazhaban”.

Pada sesi terakhir pengajian, panitia memberikan kesempatan kepada para Jamaah untuk bertanya langsung kepada Abu MUDI. Adapun bagi masyarakat yang berada di luar Kota Banda Aceh, pengajian ini bisa diikuti melalui Radio Pro 1 RRI Banda Aceh dan pertanyaan bisa diajukan melalui SMS dengan mengetik BNA(Spasi)Isi Pertanyaan ke nomor 0852-1322-3010.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam pengajian bulan lalu, Abu MUDI di antaranya memaparkan, Syariat dan Thariqat adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan Nabi Muhammad SAW yang telah menerima syariat shalat masih menunggu thariqat (metode) pelaksanaannya. Sedangkan hakikat, menurutnya, bukan sesuatu yang dapat dipelajari, melainkan merupakan satu kedudukan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang telah menjalankan syariat dan thariqat secara benar.

Sebelumnya, Pengajian Tastafi diadakan di Meunasah Al-Latief Kampung Baro, tepat di belakang Mesjid Raya Baiturrahman. Namun, mengingat jumlah jamaah yang semakin meningkat, tempat ini tidak muat lagi menampung jamaah dan panitia mengambil inisiatif untuk memindahkan lokasi pengajian ke Mesjid Raya Baiturrahman. Pengajian ini diadakan sebulan sekali setiap Jumat malam saban awal bulan. (Muhammad Iqbal Jalil/Mahbib)

Foto: Suasana Pengajian Tastafi 7 Maret lalu di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan