Jumat, 29 Juli 2016

Generasi Muda Harus Membangun Etos Kerja

Probolinggo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Para generasi muda, khususnya pemuda Ansor dan Banser di Kabupaten Probolinggo jangan pernah malu untuk bekerja dan berusaha. Dengan kata lain harus membangun etos kerja. Sebab jika malu dan malas, maka nantinya akan menjadi seorang pengangguran.

Generasi Muda Harus Membangun Etos Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda Harus Membangun Etos Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda Harus Membangun Etos Kerja

Statemen tersebut disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin dihadapan puluhan pemuda Ansor dan Banser dalam tasyakuran peringatan HUT Kota Kraksaan ke-7 sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo, Selasa (31/1) malam.

“Jangan sampai menganggur karena nantinya akan menjadi teman setan. Jangan pernah malu, karena bekerja itu wajib hukumnya. Apalagi Rasulullah SAW itu adalah seorang pekerja keras, masak kita sebagai umatnya malas dan malu bekerja,” katanya.

A’wan PWNU Jawa Timur ini juga meminta kepada para generasi muda supaya senantiasa menjauhi narkoba dan minuman yang beralkohol. Sebab hal itu haram hukumnya. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kita sebagai warga NU, bermadzhab Syafi’i. Dimana orang yang mengkomsumsi alkohol meskipun setetes maka 40 hari amal ibadahanya ditolak oleh Allah. Jauhilah, kalalu ingin terhibur ikutilah budaya NU,” jelasnya.

Terkait dengan HUT Kota Kraksaan Hasan meminta agar para generasi muda tidak melupakan sejarah dan bisa cerita kepada anak cucunya. Sehingga nantinya para generasi muda bisa berperan serta dengan mengisinya dengan berbagai kegiatan yang positif.

“Para pemuda Ansor dan Banser wajib ambil peran dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Probolinggo. Caranya dengan mengembangkan potensi dirinya untuk menghasilkan produk usaha yang produktif sehingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan RMI NU, Ahlussunnah, Cerita Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 18 Juli 2016

UIM Lakukan Muhasabah di Peringatan Nuzulul Quran

Makassar, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Civitas akademika Universitas Islam Makassar (UIM) memperingati malam Nuzulul Quran buka puasa bersama di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Jumat (10/) sore. Mereka menjadikan peringatan ini sebagai momentum untuk mengoreksi dan mengevaluasi diri.

Rektor UIM Dr Majdah M Zain di hadapan segenap civitas akademikanya menuturkan UIM perguruan tinggi Islam yang dalam proses pembelajarannya banyak mengkaji nilai-nilai Al-Quran.

UIM Lakukan Muhasabah di Peringatan Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
UIM Lakukan Muhasabah di Peringatan Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

UIM Lakukan Muhasabah di Peringatan Nuzulul Quran

UIM mewajibkan civitas akademika setiap tahunnya untuk memperingati hari Nuzulul Quran sebagai proses muhasabah dan koperatif sistem dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Semoga peringatan Nuzulul Qur’an menambah atmosfer kehidupan beragama di tengah masyarakat,” kata Hj Majdah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tampil sebagai pembawa hikmah Nuzulul Quran Wakil Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutta KH Busthani Syarief. Menurut salah seorang pendiri Universitas Islam Makassar, Al-Quran diturunkan di muka bumi ini untuk umat manusia dalam bahasa Arab.

"Tujuan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang haq dan batil," ujar Gurutta Busthani.

Al-Quran diturunkan sebagai risalah manusia dari kegelapan dunia menuju dunia yang penuh kedamaian, keberagamaan, dan penuh dengan nilai-nilai Islam, tandas Gurutta Busthani.

Tampak hadir para pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah NU Sulsel, Wakil Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali A Rahman Idrus, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H Abd Wahid Thahir yang juga Ketua PCNU Makassar, Sekretaris Kopertis Wilayah IX Sulawesi Hawignyo, para Wakil Rektor UIM, para Dekan sekampus UIM, dan para ketua lembaga dan banom NU Sulsel. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 12 Juli 2016

Didasari Keagamaan Kuat, Pesantren Miliki Semangat Kebangsaaan

Semarang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Lentera Indonesia Institute menyelenggarakan Seminar Nasional tentang Wawasan Kebangsaan dengan mengusung tema "Menyemai Pancasila dan Nasionalisme untuk Memperkokoh Wawasan Kebangsaan Generasi Muda Bangsa".

Didasari Keagamaan Kuat, Pesantren Miliki Semangat Kebangsaaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Didasari Keagamaan Kuat, Pesantren Miliki Semangat Kebangsaaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Didasari Keagamaan Kuat, Pesantren Miliki Semangat Kebangsaaan

Hadir sebagai pembicara Wakil Katib Syuriah PWNU Jateng sekaligus Wakil Rektor II UIN Walisongo) KH Imam Taufiq, Kepala Bagian Analisis Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Jawa Tengah AKBP Bambang Purwadi, dan budayawan dan aktivis sosial-pendidikan Jawa Tengah Harjanto Halim. Seminar ini berlangsung di auditorium I lantai I UIN Walisongo (27/9).

Dekan FUHUM H. Mukhsin Jamil membuka seminar dengan menyatakan bahwa tantangan global gerakan sosial politik yang berakar bermacam-macam dan bertumbuh subur. Francis Fukuyama (1992) dalam buku "The End of History and the Last Man" bahwa manusia terakhir yang ada akan berwatak konsumerisme dan hedonisme. Namun, disisi lain tesis ini gagal karena masih banyak gerakan-gerakan relijius dan transnasional yang berada di Indonesia.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Berbanggalah menjadi bangsa yang memiliki perekat bangsa berupa Pancasila", tandas Mukhsin.

Sementara Imam Taufiq menjelaskan tentang peran pesantren yang dalam sejarah telah mencetuskan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama 22 Oktober 1945. “Resolusi? itu menjadi api semangat untuk menjaga bangsa dan negara dalam melawan penjajah. Berbagai modal sejarah lainnya yang harus kita urai," terang pengasuh pesantren Darul Falah Besongo ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

H. Imam juga memberikan formula penting bagi Muslim yang tinggal di Indonesia. Bahwa struktur dan sintesa yang perlu dikembangkan adalah dengan menciptakan kesadaran perbedaan kultur. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kekayaan nilai-nilai luhur menjadi agent penyebar gagasan ini.

Sebab, kata dia, di pesantrenlah tumbuh semangat kebangsaan yang tinggi dengan didasari keagamaan yang kuat. Dari sinilah kita bisa memasukkan nilai-nilai kebangsaan dengan lebih mudah.

Haryanto Halim, pada kesempatan itu, mengenang kebesaran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur memberikan cara beragama di Indonesia dengan cara yang berbeda. Teladan seperti inilah yang perlu diperbanyak dan dimunculkan ke permukaan.

"Gus Dur menjadi pohon beringin yang mengayomi umat manusia dengan ke-NUannya, keislamannya dan kemanusiaannya," papar pengusaha Semarang ini.

Selain itu, dibutuhkan pula formula untuk membangun Indonesia ini. Islam di Indonesia ini merupakan Islam yang ramah dan santun. Dengan cara memperbanyak actor-aktor yang memiliki jiwa nasionalisme terhadap bangsa ini. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Syariah, Khutbah, Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 06 Juli 2016

Tokoh Agama Minta Presiden Hentikan Revisi UU KPK

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sejumlah tokoh agama meminta Presiden Joko Widodo untuk menghentikan pembahasan revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh DPR yang dijadwalkan dilakukan pada Selasa (23/2).

"Kami meminta Presiden Jokowi untuk menghentikan revisi karena membaca rancangan sudah tahu hanya pelemahan," ujar Rohaniwan Katolik Romo Benny Susetyo dalam acara Tokoh Lintas Agama: Misi Kerukunan Agama untuk Melawan Korupsi di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Ahad.

Tokoh Agama Minta Presiden Hentikan Revisi UU KPK (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Agama Minta Presiden Hentikan Revisi UU KPK (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Agama Minta Presiden Hentikan Revisi UU KPK

Hadir juga pada acara tersebut, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua PBNU Imam Aziz, tokoh agama Sikh HS Dillon, Wasekjend Walubi, Philip K Wijaya, Sekretaris Eksekutif KWI Romo YR Edy Purwanto, serta tokoh Hindu Nyoman Udayana Sangging. Selain itu juga Komisioner Komisi Yudisial Farid Wajdi dan Koordinator ICW Adnan Topan Husodo.

Benny berharap adanya desakan dari rakyat membuat Presiden menghentikan revisi serta menepati janji Nawacita yang menyatakan pemerintah berkomiten dalam gerakan antikorupsi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menghadapi situasi darurat korupsi, menurut dia, diperlukan keinginan yang kuat dari pemimpin untuk memberantas korupsi dan menolak upaya-upaya pelemahan KPK.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Tohari mengaku curiga terdapat agenda terselubung jika Presiden membiarkan rakyat berpolemik atas wacana revisi UU KPK.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya curiga ada agenda dalam membiarkan rakyat berpolemik tentang revisi ini. Apa rakyat mau dibiarkan saja?" tutur dia.

Untuk itu, ia meminta Presiden Jokowi tidak membiarkan rakyat berpolemik lebih jauh dengan segera mengatakan setuju atau tidak setuju pada revisi UU KPK.

Masuknya revisi UU KPK dalam Prolegnas 2016 merupakan keputusan bersama antara pemerintah dan DPR, ujar dia, sehingga Presiden harus menunjukkan ketegasan meminta menunda, tidak membiarkan DPR membahas dan mengkambinghitamkan DPR.

Sementara itu, rapat paripurna DPR untuk membahas revisi UU KPK yang sedianya dijadwalkan Kamis (18/2), ditunda pada Selasa (23/2) mendatang.

Keputusan tersebut diambil karena hanya terdapat satu pimpinan DPR yang dapat hadir, yakni Ade Komarudin saja, sedangkan empat pimpinan DPR lainnya sedang menjalankan tugas kedinasan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan AlaNu Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan