Minggu, 07 Desember 2014

Lewat Pentas PAI, Kemenag Ingin Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) menggelar Pentas Keterampilan dan Seni PAI pada 9-14 Oktober 2017. Penyelenggaraan Pentas PAI yang ke-8 ini mengambil tempat di Provinsi Aceh dengan mengangkat tema Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan. 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyatakan, tema yang diangkat kali dalam Pentas PAI menunjukkan bahwa identitas keberagaman bangsa Indonesia harus terus dijaga dengan memupuk paham keagamaan yang menghargai terhadap sesama.

Lewat Pentas PAI, Kemenag Ingin Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Pentas PAI, Kemenag Ingin Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Pentas PAI, Kemenag Ingin Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

“Karena dengan beragama yang kuat, manusia bisa merawat keberagaman,” ujar Kamaruddin dalam jumpa pers, Jumat (6/10) di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini mengharapkan, sejumlah cabang keterampilan dan seni yang dilombakan dalam Pentas PAI mampu memperkuat sisi spiritual sekaligus sisi sosial anak didik.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Imam Safei menerangkan, merawat keberagaman dan memantapkan keberagamaan anak didik adalah tanggung jawab bersama. Hal ini berangkat dari kesadaran menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Semakin mantap dan tinggi kualitas keagamaan, maka akan terwujud kehidupan harmonis dalam masyarakat yang majemuk,” jelas Imam Safei dalam kesempatan yang sama.

Pentas PAI ini akan diikuti oleh sekitar 1.200 siswa yang berasal dari SD, SMP, SMA, dan SMK dari 34 provinsi yang akan berkompetisi merebutkan prestasi tertinggi di bidang Pendidikan Agama Islam.

Kegiatan yang akan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini melombakan sejumlah bidang yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI, Lomba Kaligrafi Islam, Lomba Nasyid, Lomba Debat PAI, dan Lomba Kreasi Busana. (Fathoni)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren, Pendidikan, Quote Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 05 Desember 2014

Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi

Idul Adha atau Hari Raya Kurban telah berlalu. Namun, hari besar kedua umat Islam tersebut selalu menyisakan cerita menarik sekaligus menggelitik.

Suatu ketika, Kiai Jakfar memberikan khutbah Idul Adha di sebuah kampung yang penduduknya sebagian besar penduduk abangan dan Islam KTP.

Di tengah-tengah khutbah, Kiai Jakfar berkata: “Jadi, dalam beragama dan menjalankan agama itu kita harus siap berkurban, apapun itu.”

Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi

Kemudian dia melanjutkan: “Agama mengajarkan, Al-Muahafadzah alal qadhimissholih wal akhdzu bil jadidil ashlah yang artinya memelihara yang lama yang lebih baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik.”

Saat khutbah selesai, para jamaah pun bergegas kembali ke rumah masing-masing. Namun di tengah keriuhan jamaah keluar masjid, banyak yang kebingungan mencari-cari sandalnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Sepertinya banyak jamaah yang langsung mengamalkan khutbah kiai nih,” ujar Parmin mendatangi Kiai Jakfar.

Kiai Jakfar pun tak mau kehilangan momen untuk memberikan ceramah singkat: “Saudara-saudaraku, jangan bersedih hati, ini hari raya kurban, jadi kita harus berkurban meskipun itu berupa sandal.” (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan RMI NU, AlaSantri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 08 November 2014

Banser Ikuti Karnaval Hari Jadi Bojonegoro

Bojonegoro, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Puluhan anggota Banser NU desa Wedi kecamatan Kapas, Bojonegoro, berpenampilan ala prajurit perang. Mereka turut memeriahkan Hari Jadi ke-337 Bojonegoro dan melebur ke dalam karnaval yang bergerak dari jalan P Mas Tumapel, jalan Imam Bonjol, dan berakhir di halaman Pemkab Bojonegoro, Ahad (12/10).

Banser Ikuti Karnaval Hari Jadi Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Ikuti Karnaval Hari Jadi Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Ikuti Karnaval Hari Jadi Bojonegoro

Penampilan anggota Banser NU yang tengah menaiki kendaraan lapis baja ini menarik perhatian ribuan warga sepanjang rute karnaval. "Kaya tentara itu Banser," ujar Sidik, salah seorang penonton karnaval.

"Pawai budaya kali ini dinilai yang paling meriah, karena melibatkan berbagai unsur di antaranya tamu kehormatan dari 4 kabupaten, sektor jasa baik hotel maupun rumah makan serta masyarakat umum," terang Ketua panitia penyelenggara, Kusbiyanto.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam karnaval ini juga ditampilkan kearifan lokal seperti asal usul dusun Suwalan Desa Sambiroto kecamatan Kapas, asal usul desa Gading kecamatan Tambarejo serta cerita tradisional di desa Ngringinrejo kecamatan Kalitidu.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ady Wibowo sesaat sebelum memberangkatkan peserta pawai budaya mengharapkan agar peserta pawai menjaga keselamatan diri dengan mematuhi peraturan tertib berlalu lintas.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Apalagi di saat kondisi ramai seperti saat ini, keselamatan harus diutamakan dan saling menghormati dengan sesama pengguna jalan," jelas Ady Wibowo. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ulama, IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 30 Oktober 2014

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) KH Abdul Moqsith Ghazali mengajak para khatib untuk kembali mengingat tujuan utama khutbah Jumat. Ia mengimbau para khatib untuk menggunakan mimbar Jumat sebagai momentum penyampaian nasihat keagamaan.

Demikian disampaikan Kiai Moqsith kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (21/11) malam.

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Khatib Diimbau Jauhi Bahasa Provokasi saat Khutbah Jumat

Alumni Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Situbondo ini menyampaikan bahwa belakangan ini agak isi khutbah Jumat cukup mengkhawatirkan. Ia menyayangkan beberapa khatib melakukan caci-maki terhadap kelompok lain.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Memang mengkhawatirkan ketika khutbah-khutbah cenderung mendiskriminasi kelompok-kelompok atau aliran-aliran lain di dalam Islam,” kata salah seorang dosen pengampu mata kuliah tafsir di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia mengingatkan bahwa khutbah Jumat adalah bagian dari ibadah Jumat itu sendiri. Karenanya para khatib tidak boleh main-main dalam melaksanakan kewajibannya.

“Jangan lupa dua khutbah itu menempati dua rakaat dalam shalat Zhuhur. Jadi kalau shalat Jumat menggantikan shalat Zhuhur, maka dua rakaatnya itu diganti dengan dua khutbah. Dengan demikian tidak boleh main-main dengan khutbah ini,” jelas Moqsith.

Menurutnya, khutbah adalah persoalan pokok. Khutbah itu bukan sekadar momentum mendengarkan pidato, tetapi mendengarkan khutbah itu adalah ibadah. Karenanya para jamaah dianjurkan agar tidak berbicara saat khutbah disampaikan. Kalau sampai bicara saat khutbah disampaikan, maka ia menjadi sia-sia.

“Dengan demikian khatib Jumat harus lebih tahu diri mana yang harus disampaikan, mana yang tidak boleh disampaikan,” pungkasnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sejarah, Pesantren, Kajian Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 27 Oktober 2014

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI

Tegal, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. SMP NU Sunan Kalijaga Adiwerna Kabupaten Tegal berupaya memuluskan jalan bagi anak-anak SD dan MI dalam menghadapi Ujian Nasional ? 2017. Ikhtiar yang digelar berupa Try Out UN SD/MI yang diperuntukan bagi siswa di wilayah Tegal dan Brebes.

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI (Sumber Gambar : Nu Online)
SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI (Sumber Gambar : Nu Online)

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI

Diharapkan, mereka yang mengikuti try out bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan baik, jujur dan mendapatkan nilai yang memuaskan. “Kami ingin membantu para siswa SD/MI dalam menghadapi UN 16-18 Mei mendatang,” ujar Kepala SMP NU Sunan Kalijagah Ripai, di sela kegiatan Rabu (23/3).

Try out, lanjutnya, bertujuan melatih para siswa dalam menghadapi ujian agar siap menteri sekaligus mental. Latihan ini sangat membantu sekolah karena bisa mengukur kesiapan para siswa itu sendiri dalam menghadapi UASBN 2017. “Ada 533 siswa yang berasal dari 35 SD dan MI di Kabupaten Tegal dan Brebes,” ujar nya.

Sudah seharusnya para siswa, orang tua, dan guru serta sekolah terkait kemampuan dan kualitas calon peserta ujian dalam menjawab soal.

Ketua Panitia M Budi Santoso menjelaskan, Try out bagi SD/MI sudah digelar oleh SMP NU Sunan Kalijaga sejak 2013. Pada intinya, untuk mendukung program wajib belajar Sembilan tahun. Selain itu, juga untuk memperkenalkan sekolah NU dikalangan siswa SD dan MI.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Try out 2017 dibuka Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Adiwerna Tegal Wahidin Karirim. Dalam sambutannya, Wahidin menyambut baik kegiatan try out bagi siswa kelas VI SD/MI. “Kesiapan yang mendalam para siswa, akan menentukan keberhasilan siswa para saat ujian mendatang,” ujarnya.

Usai mengerjakan try out, mereka mendapatkan hiburan berupa pagelaran ekstrakurikuler seperti pentas pencak silat Pagar Nusa, marching band, hadrah dan lain lain. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul, AlaNu, Nusantara Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 10 Oktober 2014

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan

Ngawi, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Puluhan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi ddigembleng ilmu kanuragan. Penggemblengan dirangkai pada Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser di aula Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Teguhan,

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan

Agus Wahyudi, Panitia Penylenggara kegiatan yang berlangsung Selasa (27-28/5) tersebut mengatakan, penggemblengan ini dilaksanakan dalam rangka merespon munculnya gerakan-gerakan radikal yang berusaha merongrong NKRI.

Penggemblengan dilaksanan di akhir rangakaian Diklat, setelah digelar pengajian akbar untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj di lapangan besar Kerten Paron. “Gemblengan kanuragan dipimpin Kiai Dumami, agar Banser kuat dan tangguh dalam membela NKRI,” katanya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Agus menambahkan, dalam Diklat Banser kali ini, sebelumnya peserta dilatih Peraturan Lalu Lintas, Keorganisasian, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan materi ke-Nu-an/keAswajaan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Dalam Diklat kali ini, peserta dilatih untuk siap menjadi kader tangguh, profesional, religius, mandiri dan bermartabat,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk tujuan itu, Diklat Banser tersebut mengundang Satuan Kepolisian Sektor Kecamatan dan Koramil Kecamatan Paron. (Agus Susanto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan News, Doa, Jadwal Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 02 September 2014

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Rabat, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pemimpin Libya Muammar Khadhafy, meminta negara lain Arab untuk tidak turut campur dalam perebutan kekuasaan antara HAMAS dan Fatah. Campur tangan negara-negara Arab dikhawatirkan akan diboncengi kepentingan Israel.

"Masalah Palestina harus diserahkan kepada rakyat Palestina untuk menyelesaikannya. Negara Arab harus menjauhkan diri dari masalah tersebut. Apa yang telah dilakukan negara Arab untuk rakyat Palestina? Mereka hanya mengeksploitasi masalah itu demi kepentingan mereka sendiri," kata Khadhafy seperti dikutip Al-Jazeera, Jumat (16/6).

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Ketika ditanya mengenai tindakan HAMAS menggusur faksi Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, di Jalur Gaza, Khadhafy mengatakan, "Pertempuran antar-faksi yang bertikai biasa terjadi dalam kondisi semacam itu. Pergolakan ini dilatarbelakangi oleh ideologi."

Khadhafy tidak merasa khawatir pertempuran tersebut bakal mengakibatkan ada dua wilayah yang terpisah; Jalur Gaza dikuasai HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan di bawah kekuasaan Fatah; dan terhapusnya harapan bagi negara Palestina pada masa depan.

"Pemimpin HAMAS Khaled Meshaal menelefon saya hari ini untuk memberitahu saya bahwa HAMAS tak memiliki rencana semacam itu di Jalur Gaza. Ia mengatakan satu negara di Jalur Gaza akan merupakan pengkhianatan dan tindakan gila," katanya.

Khadhafy menyeru rakyat Palestina untuk memperbarui Organisasi Pembebasan Palestina guna menghidupkan kembali persatuan mereka.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Khadhafy juga menolak berbagai upaya oleh pemerintah Arab, termasuk satu gagasan tanah-bagi-perdamaian yang diluncurkan kembali pada konferensi tingkat tinggi Liga Arab tahun ini, guna mengakhiri konflik Palestina-Israel.

"Negara Arab tak memiliki hak untuk mencampuri urusan Palestina. Siapa yang telah mengatakan bahwa dunia Arab akan menerima Israel? Setiap negara Arab harus berbicara bagi dirinya sendiri," katanya.

Khadhafy menyampaikan kembali rencana perdamaiannya sendiri bagi konflik tersebut. "Satu-satunya penyelesaian ialah berdirinya satu negara demokratis, tempat rakyat Israel dan Palestina akan hidup bersama."

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), blok Muslim terbesar di dunia, Ekmeleddin Ihsanoglu, Jumat, menyampaikan keprihatinan sehubungan dengan kerusuhan politik di Jalur Gaza, tempat Fatah dan HAMAS terlibat pertikaian sengit untuk memperebutkan kekuasaan, dan mendesak kedua pihak tersebut agar menahan diri.

Ia mengatakan ia telah mengadakan kontak dengan para pemimpin HAMAS, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniya, dan Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas.(ant/era/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pendidikan, Anti Hoax, IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 07 Agustus 2014

Pilpres 2014: PNI-NU vs PSI-Masyumi?

Pemilihan umum presiden dan wakil presiden atau Pilpres 2014 memang menyedot perhatian seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali warga nahdliyin. Dalam sistem demokrasi yang mengandalkan “suara terbanyak” setiap organisasi massa memang menjadi pusat perhatian.

Menariknya, pemilu kali ini hanya diikuti oleh dua calon dan otomatis hanya berlangsug satu putaran sehingga persaingannya lebih terasa. Berbagai warna partai politik yang berebut perhatian massa pada pemilu legislatif April lalu dan ingin kembali berkontestasi dalam Pilpres mau tidak mau harus menggabungkan diri atau berkoalisi ke dalam dua kutub persaiangan.

Menariknya lagi, hasil koalisi politik yang terbentuk sangat mirip dengan era politik tahun 1950-an, antara PNI-NU melawan PSI-Masyumi. PNI yang berubah nama menjadi PDIP dan NU yang mendelegasikan hak politiknya ke PKB mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, sementara PSI yang bermetamorfosis menjadi Gerindra dan Masyumi yang menjelma ke dalam barisan partai Islam mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Pengelompokan ini tentu mengenyampingkan partai-partai politik “warisan orde baru” yang ikut bergabung ke dalam dua kutub itu.

Pilpres 2014: PNI-NU vs PSI-Masyumi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilpres 2014: PNI-NU vs PSI-Masyumi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilpres 2014: PNI-NU vs PSI-Masyumi?

Entah disengaja atau kebetulan, namun hasil koalisi yang terbentuk itu sudah cukup menjelaskan bahwa politik aliran atau politik berbasis ideologi itu masih ada di Indonesia, dan formatnya masih sama dengan yang dulu. Di ingkungan NU, menyebrangnya beberapa aktivis NU ke kubu yang lain setelah penetapan calon juga mengingatkan bahwa pada saat NU menyatakan keluar dari Masyumi, sebagian aktivis NU masih betah dan ingin tetap bertahan di Masyumi.

Terlepas dari kepentingan dan persaingan politik antara dua kutub koalisi, baik dulu maupun sekarang, koalisi itu masih memperlihatkan bahwa berbagai kekuatan politik yang berkumpul dalam kedua kutub itu mempunyai basis massa yang sama. Yang satu beranggotakan kalangan tradisionalis dan berorientasi nasional, sementara kutub lainnya diisi oleh kalangan modernis dan berorientasi transnasional. Dengan bahasa lain, satu kutub berorientasi populis sementara kutub lain lebih elitis.

Kecenderungan itu tidak hanya menyangkut soal pandangan politik dan paham ekonomi, tetapi juga sampai pada masalah sikap dan pemahaman agama. Secara sepintas mungkin tampak aneh kenapa komunitas muslim nahdliyin lebih enjoy bersahabat dengan masyarakat yang dulu disebut marhaen, dari pada bekerjasama dengan kelompok muslim lain yang modernis. Namun jika dilihat lebih jeli, cara beragama kedua kelompok ini ternyata sama. Klasifikasi yang dipopulerkan Clifford Geertz antara santri dan abangan itu tidak tepat karena terminologi abangan yang kemudian diidentikkan dengan kaum marhaen yang lekat dengan berbagai tradisi keagamaan itu juga ada pada diri santri dan komunitas pesantren sebagai basis nahdliyin. Jadi koalisi itu terbentuk atas persamaan karakter dan jati diri.

Namun apakah benar Pilpres 2014 menjadi sebuah pertarungan ideologi? Jawaban pastinya tentu menunggu hasil Pilpres 9 Juli 2014. Apakah masyarakat memilih berdasarkan ideologi, atau apakah ideologi sudah tidak menjadi penentu arah perjalanan negeri ini? Kita lihat saja nanti. (A. Khoirul Anam)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ubudiyah, Kajian Islam, Sholawat Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 02 Agustus 2014

Minum Kopi Luak?

Hampir setiap orang mengerti kopi. Biji kopi yang dibungkus buah kopi dikeringkan, lalu disangrai untuk selanjutnya ditumbuk menjadi bubuk. Bubuk kopi inilah yang berikutnya diolah menjadi umumnya bahan minuman kopi. Tetapi kopi luak sedikit berbeda meskipun perbedaannya sedikit. Namun begitu, implikasi hukumnya perlu dipertimbangkan.

Kopi luak merupakan biji kopi yang kerap menjadi konsumsi luak. Luak hewan sejenis kucing dengan bulu bintik-bintik yang memiliki kegemaran memakan ayam, juga kopi, dan juga makanan lainnya. Biji kopi yang menjadi kotoran luak inilah yang disebut kopi luak.

Minum Kopi Luak? (Sumber Gambar : Nu Online)
Minum Kopi Luak? (Sumber Gambar : Nu Online)

Minum Kopi Luak?

Lalu bagaimana hukumnya mengonsumsi bubuk kopi yang diolah dari biji kopi yang keluar dari dubur luak? Hukumnya bergantung dari proses pengolahannya. Karena, hukum umum yang berlaku, segala benda yang keluar dari kemaluan depan atau belakang dihukumnya najis.

Terkait kopi luak, Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk syarah Al-Muhadzab menjelaskannya dengan baik,

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

قال أصحابÙ? ا رحمه الله إذا أكلت البهمÙ? Ø© حبا وخرج Ù…Ù? بطÙ? ها صحÙ? حا فإÙ? كاÙ? ت صلابتها باقÙ? Ø© بحÙ? Ø« لو زرع Ù? بت فعÙ? Ù? Ù‡ طاهرة لكÙ? Ù? جب غسله ظاهره لملاقاة الÙ? جاسة لاÙ? Ù‡ واÙ? صار غذاء لها فمهما تغÙ? ر الى الفساد فصار كما لو ابتلع Ù? واة وخرجت فأÙ? باطÙ? ها طاهر ÙˆÙ? طهر قشرها بالغسل وإÙ? كاÙ? ت صلابتها قد زالت بحÙ? Ø« لو زرع لم Ù? Ù? بت فهو Ù? جس ذكر هذا التفصÙ? Ù„ هكذا القاضى حسÙ? Ù? والمتولى والبغوى وغÙ? رهم

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Sahabat kami Ra berkata, ‘Ketika binatang menelan sebuah biji, lalu keluar dari perutnya dalam keadaan utuh, maka harus dilihat dari kerasnya biji itu. Kalau kerasnya biji itu tetap dalam arti ketika biji itu ditanam lantas tumbuh, maka biji itu terbilang suci. Tetapi biji itu wajib dicuci karena permukaannya bersentuhan dengan najis. Karena, meskipun biji itu merupakan makanan binatang itu, artinya ketika biji itu cenderung menjadi rusak seperti biji yang ditelan binatang, lalu keluar dari duburnya, maka bagian dalam bijinya terbilang suci. Kulit bijinya pun bisa suci bilamana dicuci. Tetapi jika kekerasan biji itu hilang artinya ketika biji ditanam tidak tumbuh, maka hukum biji itu najis.’ Demikian disebutkan secara rinci. Begitulah dikatakan Qadli Husen, Al-Mutawalli, Al-Baghowi, dan ulama lain.” Wallahu Alam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul, Doa, Amalan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 01 Agustus 2014

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan menggelar halaqah internasional yang direncanakan dipusatkan di GOR Hasbullah Said Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sejak Ahad hingga Senin (21-22/05/2017) mendatang. Halaqah ini mengambil tema Menuju Rekontekstualisasi Islam Demi Perdamaian Dunia dan Harmoni Peradaban.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) dan PC GP Ansor Kabupaten Jombang ini akan membahas berbagai persoalan kebangsaan di beberapa negara. Terutama isu-isu yang berkaitan dengan hubungan antara Muslim dan non-Muslim di berbagai negara serta keberadaan negara-bangsa modern dan keabsahannya sebagai sistem politik yang mengikat kehidupan umat Islam.

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional

"Jadi, dari berbagai persoalan wawasan keagamaan dunia Islam yang terjadi di berbagai negara itu, kami ingin mengetahui lebih detail melalui halaqah ini. Setelah mengetahui kondisinya, forum nanti kami harapkan bisa merumuskan peta jalan menuju rekontekstualisasi Islam demi perdamaian dan harmoni peradaban," ujar Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam), Ketua Panitia Halaqah Internasional GP Ansor, Senin (15/5).

Gus Aam menjelaskan, ada beberapa persoalan negara-bangsa yang terjadi di berbagai negara berkaitan dengan interaksi Muslim dan non-Muslim. Di samping itu, pergerakan golongan-golongan yang berpotensi mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara juga akan menjadi salah satu poin pembahasan dalam forum tersebut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Untuk membahasnya, panitia sudah mengundang perwakilan dari berbagai negara untuk menjadi pembicara dalam halaqah tersebut. Diantaranya Syeikh Kabir Helminski (Kentucky USA), Shuhaib Benseikh (Marseille, Prancis), Ayeikh Ahmed (Abbadi, Maroko), C Holland Taylor (Bayt Ar Rahmah, USA), Magnus Ranstorp (Stockholm, Swedia), Syeikh Mohammed Abu El Fadl (Kairo, Mesir), Ash Shisty (India), Syeikh Amru Wardani (Kairo, Mesir), Mouhanad Khorchide (University Of Munster, Jerman), dan perwakilan dari Malaysia.

"Untuk undangan yang luar negeri, beberapa sudah konfirmasi kehadiran. Terutama Mesir sudah pasti datang. Komunikasi terus kita lakukan, sudah hampir semuanya memberi kepastian hadir. Kalau pembicara dari dalam negeri ada perwakilan dari Muhammadiyah, pemerintahan, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan BIN (Badan Intelejen Negara)," jelas Gus Aam.

Adapun peserta kegiatan ini diperkirakan sekitar 400 orang. Terdiri dari pengurus Ansor dari seluruh Indonesia, kiai-kiai pesantren, akademisi, Forum Musyawarah Ponpes, RMI (Rabitah Mahad Islamiyah), dan utusan Banom (Badan Otonom) NU.?

"Forum ini dialognya aktif. Jadi, nanti dari beberapa narasumber bisa saling menanggapi secara langsung. Begitupun peserta," bebernya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut Gus Aam, berbagai pembahasan yang dikaji dalam halaqah internasional itu akan direkomendasikan dibedah kembali di negaranya masing-masing. "Karena bisa saja persoalan yang sudah dibahas disini nantinya akan relevan dengan yang terjadi di negara lain. Atau bisa saja hasil dari halaqah ini menjadi kesepakatan bersama lintas negara untuk perdamaian dunia dan harmoni peradaban," ulasnya. (Romza/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan RMI NU, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah

Kudus, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Emha Ainun Najib (Cak Nun) bersama grup musik Kiai Kanjeng bakal menyemarakan acara puncak peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus di lapangan Qudsiyyah, Jl KHR Asnawi No 32 Damaran Kota Kudus, Jawa Tengah, Rabu (3/8) mendatang. Kehadiran Cak Nun untuk mendaulat sholat Asnawiyah karya KHR Asnawi sebagai Sholawat Kebangsaan.

Ketua panitia satu Abad Qudsiyah, H Ihsan menjelasakan panggung Cak Nun dan Kiai Kanjeng dari Yogyakarta ini sebagai salah satu rangkaian dari 22 kegiatan puncak acara satu abad yang akan menjadi daya tarik masyarakat umum.

Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Hingga Cak Nun Bakal Isi Acara Puncak 1 Abad Qudsiyyah

"Selama ini Shalawat Asnawiyyah hanya dikenal di Kudus saja, kita mau sholawat ini dikenal secara nasional karena sholawat ini berisi doa untuk keamanan Indonesia raya," ujarnya di kantor sekretariat panitia.

Ihsan menambahkan acara puncak satu abad Qudsiyah yang dipusatkan di Lapangan Qudsiyah Kl KHR Asnawi ini akan berlangsung selama 1-7 Agustus 2016. Pihaknya telah menyiapkan 22 kegiatan diantaranya, Santri Mandiri dan UMKM Expo, pameran ? Kitab Ulama Nusantara, Konser Budaya Santri, peluncuran album baru Rebana Qudsiyyah "Al-Mubarok", Bahtsul Masail se-Jawa Madura, Lomba mewarnai gambar Menara, Cak Nun dan Kiai Kanjeng, laga santri dan pelajar se-Jateng serta ditutup dengan Gema Qudsiyyah bersama KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

Kegiatan Santri Mandiri dan UMKM Expo bakal digelar selama satu pekan untuk mewadahi dan memasarkan produk-produk alumni Qudsiyyah dan masyarakat umum. Sebanyak 30 stan disiapkan panitia untuk mendukung seluruh rangkain acara satu abad. "Bagi UMKM yang ingin memperluas pasar silahkan segera mendaftar," kata Ihsan yang juga menjadi Ketua FKUB Kudus.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain ? Expo, ia juga menyiapkan galeri pameran kesenian dan pameran kitab-kitab karya ulama Nusantara. "Ada begitu banyak kitab-kitab karya Ulama Nusantara, termasuk karya pendiri Qudsiyyah KHR Asnawi yang akan kita pamerkan," kata dia. Pameran ini akan digelar selama tiga hari, yakni pada Senin-Rabu, 1-3 Agustus 2016 yang bertempat di Aula MA Qudsiyyah Kudus.

Agenda lain yang cukup banyak ditunggu-tunggu adalah peluncuran album baru "Al-Mubarok". grup Rebana Qudsiyyah ini bakal meluncurkan album kesebelasnya. Total ada 100 yang sudah diproduksi selama ini. ? "Sebanyak 15 lagu baru bakal ada dalam DVD terbaru Al-Mubarok. Lagu ini melengkapi total 100 lagu Al-Mubarok. Ini sebagai kado ulang tahun Qudsiyyah ke-100," papar Ihsan.

Kegiatan selama satu pekan ini akan ditutup dengan pengajian yang bertajuk "Gema Qudsiyyah" bersama KH Mustofa Bisri, Sabtu (6/8) mendatang. "Kita berharap dalam momentum 100 tahun ini, Qudsiyyah semakin maju dan semakin berkah," pungkasnya. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 03 Juli 2014

Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan

Way Kanan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Selain menggelar bersih-bersih masjid dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Rebang Tangkas, Way Kanan, Lampung juga membuat pagar bambu bagi teras Masjid Nurul Hidayah.

Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Maulid Nabi ala GP Ansor Rebang Tangkas Way Kanan

Kegiatan berlangsung Senin (12/12) di Kampung Lebak Peniangan itu juga melibatkan Remaja Islam Masjid (Risma) Baitussalam dan sejumlah masyarakat setempat.

"Kami mengapresiasi kegiatan positif yang diprakarsai Pemuda Ansor. Ini kegiatan sederhana tapi bermanfaat sekali," ujar pengurus masjid tersebut, Nur Salim.?

Senada Nur Salim, Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum di Kampung Gunung Sari Kecamatan Rebang Tangkas KH Nur Kholis memuji gerakan nyata Pemuda Ansor.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Memang harus seperti itu. Gerakan Pemuda Ansor harus memberi manfaat bagi masyarakat. Karena kalau kita perhatikan, banyak yang mengaku Islam tapi pengamalannya tidak sesuai. Akhlakul Karimah seperti itu patut terus dilanjutkan kader muda Nahdlatul Ulama," tegas Kiai Nur Kholis.

Ali Wiyono, tokoh masyarakat setempat yang aktif mendukung kegiatan Ansor di daerah itu tak segan membersihkan sarang laba-laba di bagian atap masjid. Selain menyumbang bambu untuk membuat pagar bagi teras masjid, ia juga turun tangan memotong dan membelah bambu bersama kader Ansor.

"Ansor mendorong anak-anak muda daerah ini berkegiatan positif. Saya pribadi tentu merespon sekali kegiatan-kegiatan semacam ini. Untuk pagar ini, dibuat supaya tidak ada hewan yang masuk dan mengotori teras masjid," kata Ali lagi.?

Sebagian besar anggota Risma Baitussalam mengaku senang diajak terlibat dalam kegiatan bersih masjid sehubungan baru pertama kali diajak terlibat untuk membersihkan masjid. Para anggota Risma mengaku kegiatan itu baik dan sejalan dengan apa yang disampaikan Rasullullah. Mereka antusias menyapu dan mengepel bagian dalam masjid. Sebagian dari mereka juga terlihat menyapu halaman masjid dan membersihkan jendela dari debu.

Ketua PAC Ansor Rebang Tangkas Arif Makhfudin menambahkan, Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menginstruksikan kader untuk berjihad membela Islam dengan perbuatan, satu cara ialah dengan membersihkan masjid.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Ansor Way Kanan dalam setiap kegiatan harus disertai gerakan bermanfaat, baik itu donor darah, bersih masjid, atau mengolah sampah plastik menjadi bantal dan boneka karena Ansor memiliki program Digdaya atau mendidik generasi memberdayakan masyarakat. Setelah itu baru silaturahmi kader membahas gerakan organisasi. Jadi sekali dayung dua tiga terlampaui. Kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini," ujar Makhfud.?

Menurut Makhfud, kegiatan setelah bersih masjid ialah menggelar Barzanji di masjid tersebut selepas Isya. Jamaah masjid tersebut berkenan hadir dan terlibat aktif memperingati Maulid Nabi Muhammad. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sejarah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 24 Juni 2014

Aklamasi, Ali Alimudin Pimpin IPNU Tasikmalaya

Tasikmalaya, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke XXI dengan tema "Reposisi Gerakan Pelajar NU yang Bertaqwa Berilmu dan memperjuangkan NKRI".?

Aklamasi, Ali Alimudin Pimpin IPNU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Ali Alimudin Pimpin IPNU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Ali Alimudin Pimpin IPNU Tasikmalaya

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dakwah Islam Cikatomas kabupaten Tasikmalaya, Sabtu-Ahad (3-4/12) lalu.

Dalam konferensi tersebut, peserta mendaulat Ali Alimudin sebagai ketua IPNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2018 secara aklamasi. Dalam visinya Ali bertekad menjadikan kader-kader pelajar NU menjadi garda terdepan mengawal anak muda dan bertaqwa, berjiwa sosial dan kreatif.

Ia berharap seluruh elemen IPNU Kabupaten Tasikmalaya bersatu mewujudkan visinya dan bisa terus bersama-sama berjuang mengawal para pelajar NU Tasikmalaya.

Serta, kata dia, bisa terjalin sinergitas gerakan pelajar NU untuk terus berjuang menangkal radikalisme dan pintar memilih informasi yang beredar. (Husni Mubarok/Abdullah Alawi)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ubudiyah, Daerah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 06 Juni 2014

Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Almarhum KH Idham Chalid tercatat sebagai tokoh yang paling lama memimpin Nahdlatul Ulama (NU). Dalam usia 34 tahun, Kiai Idham dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).



Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun

Jabatan tersebut diembannya selama 28 tahun, yaitu hingga tahun 1984. Pada tahun 1984, posisi Kiai Idham di PBNU digantikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang ditandai dengan fase Khittah 1926 atau NU kembali menegaskan diri sebagai ormas yang tidak terlibat politik praktis.

KH Idham Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus 1922 di Setui, dekat Kecamatan Kotabaru, bagian tenggara Kalimantan Selatan, adalah anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya H. Muhammad Chalid, penghulu asal Amuntai, Hulu Sungai Tengah, sekitar 200 km dari Banjarmasin.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Saat usianya baru enam tahun, keluarganya hijrah ke Amuntai dan tinggal di daerah Tangga Ulin, kampung halaman leluhur ayahnya.

Selain tercatat sebagai salah satu tokoh besar bangsa ini pada zaman Orde Lama maupun Orde Baru. Kiai Idham juga tercatat sebagai "Bapak" pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Setelah tidak berkiprah di panggung politik praktis yang telah membesarkan namanya, waktunya dihabiskan bersama keluarga dengan mengelola Pesantren Daarul Maarif di bilangan Cipete. (nam/sam)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pendidikan, Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 29 Mei 2014

Semarak Doa Haul Ke-103 Penulis Maulid Simtudduror

Solo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Peringatan haul ke-103 penulis kitab maulid Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, dibuka dengan meriah di Masjid Riyadh, Solo, Sabtu (7/2). Haul Habib Ali ini diisi dengan khataman Al-Quran selama beberapa hari ke depan, Sabtu-Selasa (7-10/2).

Semarak Doa Haul Ke-103 Penulis Maulid Simtudduror (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Doa Haul Ke-103 Penulis Maulid Simtudduror (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Doa Haul Ke-103 Penulis Maulid Simtudduror

Sejumlah tokoh ulama dari berbagai daerah turut hadir dalam acara tersebut. Tidak ketinggalan beberapa ulama tamu dari luar negeri.

Menurut salah satu panitia haul KH A Baidlowi, puncak acara haul akan diselenggarakan pada Selasa (10/2) mendatang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Haul Ke-103 Habib Ali, insya Allah akan diadakan pada Selasa. Sementara 3 hari sebelumnya, diadakan acara khataman Al-Quran, mulai jam 4 sore,” terang Kiai Baidlowi yang merupakan Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo.

Lebih lanjut Kiai Baidlowi menerangkan, sejumlah kegiatan akan memeriahkan acara haul ini. “Selama 3 malam berturut-turut, akan ada penampilan hijir marawis dan tarian Zafin,” ungkapnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kiai Baidlowi menambahkan, rangkaian kegiatan peringatan haul akan diakhiri dengan acara pembacaan maulid Simtuddurar usai Shubuh pada Rabu (11/2) pagi. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib, Daerah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 24 Mei 2014

PBNU Luncurkan Ensiklopedia NU Empat Jilid

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan “Ensiklopedia NU” bersamaan dengan puncak acara peringatan hari lahirnya yang ke-91, Jumat (16/5) malam. Ensiklopedia tersebut terdiri dari empat jilid yang mengulas, di antaranya, nama-nama tokoh, tradisi, kelembagaan, budaya, dan momen bersejarah NU.

PBNU Luncurkan Ensiklopedia NU Empat Jilid (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Luncurkan Ensiklopedia NU Empat Jilid (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Luncurkan Ensiklopedia NU Empat Jilid

Prosesi peluncuran ditandai dengan penyerahan keempat jilid ensiklopedia oleh ketua tim penulis yang juga Ketua PBNU H Imam Azis, kepada Katib Aam PBNU KH Malik Madani. Turut mendampingi Kiai Malik Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Waketum PBNU H Asad Said Ali, Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, dan Bendum PBNU H Bina Suhendra.

Penulisan Ensiklopedia NU ini selesai setelah melalui proses selama kurang lebih tiga tahun dengan melibatkan sejumlah sejarahwan, aktivis muda, pelaku sejarah, kiai, budayawan, dan lain sebagainya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Terima kasih kepada Pak Imam Azis sebagai ketua tim atas kerja kerasnya yang luar biasa sehingga karya ini rampung,” kata ketua panitia Harlah Ke-91 NU, KH Masyhuri Malik dalam sambutan sesaat sebelum peluncuran.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Meski telah diluncurkan, PBNU menyadari masih terbukanya kemungkinan penerbitan kembali sejumlah revisi ensiklopedia ini. Perbaikan dilakukan melalui penamabahan entri, data, atau lainnya, setelah menerima masukan dan kritik dari berbagai pihak. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Halaqoh, Ahlussunnah, Santri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 20 Mei 2014

Bekuk Assalam lewat Adu Penalti, Darul Hikmah Lolos Semifinal

Bandung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pertandingan sengit tersaji saat Assalam Bangkalan ditantang Darul Hikmah Cirebon di Stadion Arcamanik, Bandung, Jumat (27/10). Dalam laga ini Darul Hikmah berhasil lolos ke Semi Final setelah membekuk Assalam dengan skor 5-3 lewat drama adu penalti.

Bekuk Assalam lewat Adu Penalti, Darul Hikmah Lolos Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekuk Assalam lewat Adu Penalti, Darul Hikmah Lolos Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekuk Assalam lewat Adu Penalti, Darul Hikmah Lolos Semifinal

Sejak peluit kick off dibunyikan, Darul Hikmah sudah tampil menekan lawan, tidak butuh waktu lama, yaitu pada menit 8, penyerang Vidiansyah merobek jala Assalam tanpa bisa dibendung oleh kiper Assalam. Skor 0-1 untuk keunggulan sementara Darul Hikmah.

Usai gol tersebut, kedua tim berhasil menciptakan peluang-peluang. Sayangnya, tidak satu pun membuahkan gol hingga babak pertama selesai.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pertandingan semakin memanas setelah turun minum. Tercatat kedua tim mendapat sembilan kartu kuning dan dua kartu merah untuk tim Assalam.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Umpan-umpan lambung dimainkan kedua kesebelasan, tapi berkali-kali tendangan melebar dari tiang gawang. Kebuntuan pun pecah tatkala pemain Assalam dilanggar di kotak penalti. Bek Dimas, sebagai eksekutor, dengan tenang melesatkan bola tanpa bisa dihalau kiper. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah 1-1.

Laga kemudian dilanjutkan melalui babak tambah 2x10 menit. Kedua tim tidak mengendorkan permainan, hanya saja semua peluang tidak ada yang membuah gol. Alhasil, kemenangan ditentukan melalui drama adu penalti.

Adu penalti:

Darul Hikmah: Nugraha (gol), Firdaus (gagal), Rian (gol), Roni (gol), Rizki (gol).

Assalam: Zein (gagal), Faturrohman (gagal), Dimas (gol), Alfin (gol).



Di laga semifinal pada Sabtu (28/10), Darul Hikmah Cirebon akan menghadapi Arraisiyah Tangerang Selatan di stadion Siliwangi. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Olahraga, Nahdlatul Ulama, IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 15 April 2014

Tanggal Kadaluarsa Surat Nikah

Seorang kiai tengah duduk-duduk di depan balai rumahnya. Tak lama, istrinya datang membawakan teh dan cemilan kesukaan sang suami.

“Makasih Umi. Setelah ini Umi mau ngapain?” tanya kiai.

Tanggal Kadaluarsa Surat Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggal Kadaluarsa Surat Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggal Kadaluarsa Surat Nikah

“Ini Bah, baru mau nyambel tomat,” jawab istri singkat. Segera sang istri kembali ke dapur.

Namun, melihat suami terlihat serius memegang sesuatu, ia jadi penasaran, "Baca apa sih, Bah? Kok serius amat?"

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Ini lho Umi.. Abah lagi baca surat nikah. Kok aneh ya?" Jawab kiai

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Apanya yang aneh, Bah?" tanya istri makin penasaran.

"Saya bandingkan sama KTP dan SIM, semua ada tanggal kadaluarsa. Lha ini surat nikah kok tidak ada ya?"

"Walah, Bah. Umi buatkan sambel yang pedes kapok, Sampeyan,” sang istri sambil buru-buru masuk. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Budaya, AlaNu, Tokoh Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 14 Maret 2014

Presiden Jokowi Apresiasi Peran Muslimat NU

Malang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Presiden Joko Widodo hadir pada puncak acara Hari Lahir (Harlah) ke-70 Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (26/3). Dalam amanatnya orang nomor satu di Indonesia itu menyampaikan apresiasinya untuk Muslimat NU.

Presiden Jokowi Apresiasi Peran Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Apresiasi Peran Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Apresiasi Peran Muslimat NU

Jokowi menyampaikan, selama 70 tahun Muslimat NU sudah memainkan peran yang sangat besar bagi bangsa dan negara. Banyak yang sudah dilakukan Muslimat NU untuk memajukan bangsa ini, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan hingga anti-radikalisme.

Salah satu peran paling penting dari Muslimat NU adalah menjadikan anak-anak bangsa sehat, pintar dan mengerti agama. Presiden mengemukakan, sebagai komunitas terkecil dari masyarakat, keluarga memegang peranan yang sangat penting dalam membangun bangsa, karena dari keluarga, anak-anak diajarkan pertama kali budi pekerti, sopan santun, dan hal-hal mendasar lainnya. "Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anak kita," demikian Presiden.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya sangat mengapresiasi langkah Muslimat dalam menjaga keluarga dan lingkungan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan," kata presiden Jokowi disabut tepuk tangan? meriah ribuah jamaah Muslimat NU yang hadir.

Muslimat telah melakukan dakwah bil hal, dakwah dengan perbutan. Dengan dakwah perbuatan itu, lanjut Presiden, kewaspadaan Muslimat NU akan semakin meningkat dan Muslimat NU akan mampu menyiapkan filter dan menanamkan ajaran agama sejak dini kepada anak-anak.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Saya yakin jumlah majelis taklim, jumlah lembaga pendidikan, jumlah lembaga sosial dan kesehatan, serta jumlah koperasi primer Muslimat NU akan semakin meningkat di masa depan," kata Presiden.

Kehadiran Jokowi sekaligus mengobati keresahan anggota Muslimat terkait informasi bahwa dirinya tidak akan hadir pada puncak acara Harlah ke-70 Muslimat NU. Di awal sambutannya presiden menegaskan, informasi ketidakhadirannya pada acara tersebut juga sudah sampai kepada dirinya.

"Saya tahu ada informasi dan kabar saya tidak datang, tapi mana berani saya dengan ibu-ibu Muslimat? Dan, akhirnya saya tetap memilih datang. Apalagi, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa merupakan sosok menteri yang tangguh dan cekatan. Bu Khofifah ini sangat sigap, cepat, lincah dan sama seperti para ibu-ibu Muslimat di sini," katanya.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyaksikan deklarasi dan Ikrar Laskar Anti-Narkoba Muslimat NU oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Jawa Timur Masruroh Wahid, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Riau Dinawati, Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan Andi Majda dan Relawan Anti-Narkoba Ivan.

Peringatan Harlah ke-70 Muslimat NU dihadiri sejumlah tokoh NU dan pejabat pemerintahan. Hadir Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Sekjen PBNU Helmi Faishal Zaini, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Diana Manzila/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Khutbah, Nahdlatul Ulama, Pahlawan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 12 Maret 2014

Tokoh NU Sunda, Enas Mabarti Wafat

Garut, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah wafat, Drs.H.Enas Mabarti (72 taun) pada Ahad (13/4). Enas Mabarti adalah Ketua PCNU Kabupaten Garut (1987-1999), Ketua DPC PKB (1999-2004). Juga terkenal sebagai penulis, pelestari lingkungan, pendidik, dan politikus.

Sebagai penulis (dalam bahasa Sunda), Enas telah menghasilkan beberapa karya yang telah diterbitkan menjadi buku, yaitu “Gunem Rencep Sidem” (Percakapan Sunyi Sepi). Terbit tahun 2004. Buku itu sebuah prosa liris yang mengungkapkan kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah Saw.

Tokoh NU Sunda, Enas Mabarti Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh NU Sunda, Enas Mabarti Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh NU Sunda, Enas Mabarti Wafat

Nampaknya, Enas ingin melanjutkan tradisi puisi “mahabbah” model Syekh Barjanzi dan Bushiri (penulis “Burdah”). Buku tersebut diberi prolog oleh Hawe Setiawan, dan epilog dari saya. Novelnya berdjudul “Srie Sunarsasi” ditulis tahun 1974, dimuat bersambung di majalah Sunda “Mangle”. Diterbitkan tahun 2013. Mengisahkan percintaan terpendam dua aktivis mahasiswa Islam. Penuh renungan batin, suka duka, dan harapan, di tengah suasana panas menjelang peristiwa “G-30-S/PKI, tahun 1965, di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Enas yang “nyantri” di Krapyak selama kuliah di UII, mengungkap peran santri dan kiai dalam menghadapi intrik-intrik PKI.Termasuk peran spektatuler KH Warson Munawir (waktu itu Ketua GP Ansor Yogya) menyatukan kekuatan mahasiswa Islam dan “menyelamatkan” HMI dari pengganyangan CGMI (organ mahasiswa PKI).

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Novel ini kaya unsur sejarah Indonesia kontemporer. Sebuah hal langka dalam dunia sastra Sunda. Karya lain, buku “Elmu Politik keur Warga NU” (Pendidikan Politik Bagi Warga NU), terbit tahun 2003. Berisi pemikiran Enas selama dipercaya menjadi Ketua PCNU Kabupaten Garut. Saya sendiri mendapat kehormatan memberi kata pengantar buku tersebut.

Sebagai pendidik, Enas pernah menjadi guru pada Sekolah Pendidikan Guru (SPG) “Ar Rahim” Garut, yang berada di bawah naungan LP Ma’arif (1976-1987). Mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesejaahteraan Sosial (STKS), kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP). Bersama Prof.Cecep Syarifuddin (Alm), STISIP menjadi cikal bakal Universitas Garut (UNIGA) sekarang.

Sebagai politikus, tahun 1977-1982, menjadi anggota DPRD Kabupaten Garut dari PPP (unsur NU). Setelah amal istirahat dari politik, Enas fokus mengurus NU. Namun, seiring reformasi yang diikuti kelahiran partai-partai baru, sebagai Ketua PCNU, Enas otomatis menjadi Ketua DPC PKB Garut. Kedudukannya itu,membawa Enas kembali ke DPRD Garut hasil Pemilu 1999. Waktu itu PKB mendapat lima kursi di situ. Hingga tahun 2004, kembali “pensiun” dari dunia politik, dan bersiap-siap menekuni kembali dunia tulis-menulis.

Sebagai pelestari lingkungan, Enas banyak membagikan bibit pohon kayu gratis kepada warga NU di desa-desa. Bahkan, puluhan jenis kayu hutan yang langka, sebagian dikirimkan kepada budayawan terkenal Ajip Rosidi yang bermukim di Pabelan, Magelang. Halaman rumah Ajip Rosidi yang luas,rimbun hijau berkat pohon kayu kiriman Enas.

Selamat jalan,Kang Enas. Semoga iman, Islam dan amal soleh Akang, diterima di sisi Allah SWT. (Usep Romli HM)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 09 Maret 2014

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Semarang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah H Sulatin mengatakan para pesilat yang tergabung dalam Pagar Nusa  selalu siap menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

Prinsipnya, kata dia pada saat membuka Kejuaraan Daerah III Pagar Nusa se-Jateng dan DIY, di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng Semarang, Rabu, (1/1/2015) sore, membela negara adalah kewajiban dan merupakan bagian dari iman. Bagi Pagar Nusa, NKRI adalah harga mati. Dan Pancasila harus selalu jaya.

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

 

Sulatin menyatakan, mencintai tanah air adalah ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Terlebih NU adalah pendiri negara Indonesia, tentu akan selalu menjaga agar negeri ini selamat dunia akhirat. Tidak akan dibiarkan ada pihak manapun merongrong republik yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh para syuhada yang terdiri para ulama.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Jiwa NU adalah jiwa Indonesia. Pagar Nusa adalah Pagarnya NU dan Bangsa," tutur Sulatin menjelaskan singkatan nama perguruan pencak silat yang dipimpinnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris PWNU Jateng Dr  M Arja Imroni, Anggota DPD RI Sulistyo, sejumla pejabat tingkat Jateng, dan para pendekar dan pengurus Pagar Nusa se-Jateng dan DIY.

 

450 Peserta

Ketua Panitia Kejurda III Pagar Nusa Jateng M Ghufron menyampaikan, kejuaraan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah PSNU Pagar Nusa ke-29 ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Ahad (1-4/1).

Sebanyak 450 peserta dari 25 kabupaten/kota se-Jateng dan DIY beserta officialnya, bertanding memperebutkan piala umum dan piala per kategori kelas. Dari jumlah itu, 265 diantaranya adalah atlit laga.

Dijelaskan Ghufron, pertandingan terdiri atas laga per orangan putra dan putri, penampilan wirasangga,  serta peragaan jurus wiraloka beregu.  Laga perorangan dibagi dalam kategori pra remaja (usia 12-14 tahun), remaja (usia 14-17), dan dewasa (usia 17-35).

            

Ratusan penonton dari santri ponpes Azzuhri dan warga masyarakat sekitar Ketileng tumpah ruang menonton acara pembukaannya yang meriah.  Aneka atraksi seni Pencak Silat yang diiringi musik menghibur para penonton di ajang tersebut.  [Mohammad Ichwan/Abdullah Alawi]

            

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hikmah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 26 Februari 2014

Kasatkornas Tertibkan Akun Atas Namakan GP Ansor dan Banser

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Kepala Satuan Koordinasi Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) H Alfa Isnaeni mengatakan, pihaknya akan menertibkan akun-akun di media sosial yang mengatasnamakan GP Ansor dan Banser.?

Hal itu, menurut dia, dilakukan sebagai upaya menghindari terjadinya penyalahgunaan yang mengatasnamakan banom Nahdlatul Ulama tersebut.?

Kasatkornas Tertibkan Akun Atas Namakan GP Ansor dan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas Tertibkan Akun Atas Namakan GP Ansor dan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas Tertibkan Akun Atas Namakan GP Ansor dan Banser

Jadi, kata dia, siapa pun, kalau tidak punya hak, tidak boleh menggunakan akun Ansor dan Banser. Jika ada akun kata GP Ansor dan Banser tanpa hak pasti akan berhadapan dengan Kasatkornas.

Namun, menurut dia, akun yang sudah ada itu betul milik lembaga atau pimpinan GP Ansor yang sudah ada dalam Surat Keputusan Pimpinan Pusat, tinggal melaporkan saja.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Itu cukup dilaporkan kepada Pimpinan Pusat. Akun ini milik pimpinan wilayah A. Akun itu milik Pimpinan Cabang A. Verifikasi ini penting dalam rangka penertiban,” katanya di kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jakarta Selasa malam (10/1).

Sekali lagi, kalau ada akun yang mengatasnamakan ansor akan berhadapan dengan kami, pungkasnya. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Islam, PonPes Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 14 Februari 2014

Perlu Kesadaran Berpikir Global untuk Hadapi MEA

Bandung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Dalam rangka merayakan Dies Natalis Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ke-48, digelar Seminar Nasional yang bertajuk ‘Inovasi dan Sinergi Institusi Pendidikan Tinggi dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN’ di aula Multipurpose kampus setempat, Kamis (31/3) kemarin.

Hadir 4 Rektor perguruan tinggi besar di Jawa Barat sebagai narasumber pada Seminar Nasional tersebut, yakni Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Rektor Universitas Padjajaran (Unpad).

Perlu Kesadaran Berpikir Global untuk Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlu Kesadaran Berpikir Global untuk Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlu Kesadaran Berpikir Global untuk Hadapi MEA

Rektor Unpad Tri Hanggono Ahmad memaparkan, dalam konteks era globalisasi yang semakin berkembang pesat, pemahaman terhadap bumi harus dibangun secara utuh. Perkembangan penduduk Bumi sekarang berkisar 7 Miliar manusia.

“Artinya kesadaran berpikir global semestinya harus kita bangun, kita punya satu Bumi. Soalnya tidak jarang kalau kita bicara global, kesannya selalu berpikir kesiapan persaingan. Hadirnya kita, khususnya sebagai umat Islam di Bumi kan harusnya menjadi umat untuk membangun kesejahteraan bagi seluruh bangsa,” papar Tri Hanggono yang mendapat kesempatan narasumber pertama.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut dia, salah satu hal penting dalam hubungan global yang sasarannya sulit dicapai adalah aspek partnership. Selain juga adanya kesadaran bersama masyarakat ASEAN untuk bergabung dalam hubungan sesama regional bukan hanya membicarakan wilayah.

Perkembangan perekonomian di ASEAN, Tri Hanggono menilai, akan berpengaruh pada pembangunan dunia. Sebab, potensi pembangunan dunia terlihat di negara-negara yang sedang berkembang.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kalau kita bisa bersinergi dengan baik di ASEAN, artinya kita bisa berkontribusi untuk pembangunan global. Upaya kita berkontribusi secara global, kita harus lebih kuat lagi,” ujarnya dihadapan ratusan mahasiswa yang memadati hampir seluruh sudut-sudut aula.

Sementara itu, Rektor UPI H Furqon menggaris bawahi pendidikan sebagai jatidiri bangsa, sehingga baginya pendidikan salah satu aspek yang menentukan masa depan bangsa Indonesia. Apalagi Indonesia akan segera menyosngsong momentum bonus demografi dimanaIndonesia akan memiliki penduduk yang didominasi usia produktif.

“Pendidikan di tanah air memanfaatkan bonus demografi dengan menguasi teknologi, keterampilan untuk berkompetisi dengan negara lain, serta mempunyai karakter integritas di mata dunia. Untuk itu perlu ada kesadaran berbasis kearifan lokal, mengembangkan budaya, dan membudayakan masyarakat,” seru Furqon.

Pada kesempatan selanjutnya, Rektor ITB Kadarsah Suryadi meyakini bahwa Indonesia memiliki penduduk sangat banyak, otomatismenjadi pasar yang sangat besar serta menjadi lahan incaran dari negara-negara di ASEAN.

“Ini PR besar untuk kita, MEA tujuannya bagus untuk maju bersama masyarakat ASEAN. Tetapi kalau kita tidak memikirkan kemajuan diri kita sendiri, suatu saat kita akan ditinggalkan oleh negara-negara maju, dan suatu saat kita akan dimakan,” terangnya.

Ia berpesan 4R untuk menghadapi MEA, pertama Rasio. Semua insan itu harus menjadi insan yang pintar, maka diberikan ilmu pengetahuan lewat kuliah, penelitian dan pengabdian. Tapi rasio saja tidak cukup.Yang kedua Raga, badannya harus sehat.

Lalu pintar dan sehat akan berbahaya jika tidak mempunyai akhlak yang mulia, yakni keempat dengan Rasa. Sebab pintar, sehat dan akhlak yang mulia akan dijalankan dengan kepentingan orang banyak. Keempat adalah Religi, karena di atas semuanya adalah agama yang harus dijunjung.

“Insyaallah dengan ini semua kita akan siap menghadapi MEA,” Rektor ahli di bidang biokimia itu.

Rektor UIN H Mahmud sebagai narasumber terakhir menyimpulkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap MEA yang digulirkan akhir tahun 2015 kemarin.Kita tak perlu khawatir kalau kita berjamaah,” jelas Rektor ahli di bidang Pendidikan Islam itu.

Menurut Mahmud, untuk menghadapi MEA diperlukan ilmu yang mumpuni, namun tetap dengan berpedoman wahyu memandu ilmu.“Jadi, semua ilmu pengatahuan harus dipandu oleh ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah Nabi,” tegasnya. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sunnah, Kiai Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 11 Februari 2014

Al Mahalli Juara Pertama Turnamen Futsal Santri Se-DIY

Yogyakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pondok Pesantren Al-Mahalli Bantul berhasil mengalahkan Pondok Pesantren Fadlum Minallah dengan skor 3-2 pada pertandingan final Turnamen Futsal Santri se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar Al-Luqmaniyyah pada Ahad sore (19/2).

Al Mahalli Juara Pertama Turnamen Futsal Santri Se-DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
Al Mahalli Juara Pertama Turnamen Futsal Santri Se-DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

Al Mahalli Juara Pertama Turnamen Futsal Santri Se-DIY

Dengan demikian, Al-Mahalli meraih juara pertama. Sementara juara dua diraih tim futsal dari Pondok Pesantren Fadlumminallah dan juara ketiga diraih Pondok Pesantren Ali Maksum. Sedangkan best supporter diraih Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede.

Juara pertama mendapatkan trophy Gubernur DIY dan uang pembinaan sebesar satu juta rupiah. Juara dua medapatkan trophy Wali Kota dan uang pembinaan sebesar tujuh ratus lima puluh ribu rupiah. Dan juara tiga mendapat trophy dan uang pembinaan sebesar lima ratus ribu rupiah. Sedangkan best supporter mendapat uang sebesar seratus ribu rupiah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Trophy juara diserahkan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah KH Na’imul Wa’in yang juga menyempatkan hadir pada laga final futsal santri tersebut.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Satu perwakilan dari tim futsal Al-Mahalli berharap dengan adanya perlombaan futsal ini dapat semakin mempererat persaudaraan antarsantri di DIY. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pertandingan, Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 20 Januari 2014

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

Khutbah I

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam al-Ghazali dan Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhamad al-Ghazali dalam kitabnya Kîmiyâ’us Sa‘âdah mengatakan bahwa mengenal diri (ma‘rifatun nafs) adalah kunci untuk mengenal Allah. Logikanya sederhana: diri sendiri adalah hal yang paling dekat dengan kita; bila kita tidak mengenal diri sendiri, lantas bagaimana mungkin kita bisa mengenali Allah? Imam al-Ghazali juga mengutip hadits Rasulullah “man ‘arafa nafsah faqad ‘arafa rabbah” (siapa yang mengenal dirinya, ia mengenal Tuhannya).

Dalam Surat Fusshilat ayat 53 juga ditegaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Artinya: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di dunia ini dan di dalam diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar.”

Tentu saja yang dimaksudkan Imam al-Ghazali di sini lebih dari sekadar pengenalan diri secara lahiriah: seberapa besar diri kita, bagiamana anatomi tubuh kita, seperti apa wajah kita, atau sejenisnya. Bukan pula atribut-atribut yang sedang kita sandang, seperti jabatan, status sosial, tingkat ekonomi, prestasi, dan lain-lain. Lebih dalam dari itu semua, yang dimaksud dengan “mengenal diri” adalah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar:

Siapa aku dan dari mana aku datang? Ke mana aku akan pergi, apa tujuan kedatangan dan persinggahanku di dunia ini, dan di manakah kebahagiaan sejati dapat ditemukan?

Di sini kita diantarkan untuk memilah, mana yang bersifat hakiki dalam diri kita dan mana yang tidak. Serentetan pertanyaan sederhana namun sangat kompleks. Butuh perenungan diri untuk menjawab satu persatu pertanyaan tersebut. Jawabannya mungkin sudah sangat kita hafal, tapi belum tentu mampu kita resapi sehingga menjiwai keseluruhan aktivitas kita.

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah,

Untuk mengenali diri sendiri, Imam al-Ghazali mengawali penjelasan dengan menyebut bahwa dalam diri manusia ada tiga jenis sifat: (1) sifat-sifat binatang (shifâtul bahâ’im), sifat-sifat setan (shifâtusy syayâthîn), sifat-sifat malaikat (shifâtul malâikah).

Apa itu sifat-sifat binatang? Seperti banyak kita jumpai, binatang adalah makhluk hidup dengan rutinitas kebutuhan bilogis yang sama persis dengan manusia. Mereka tidur, makan, minum, kawin, berkelahi, dan sejenisnya. Manusia pun menyimpan kecenderungan-kecenderugan ini, dan bahkan memiliki ketergantungan yang nyaris tak bisa dipisahkan. Watak-watak tersebut bersifat alamiah dan dalam konteks tertentu dibutuhkan untuk mempertahankan hidup.

Yang kedua, sifat-sifat setan. Setan adalah representasi keburukan. Ia digambarkan selalu mengobarkan keja¬hatan, tipu daya, dan dusta. Demikian pula orang-orang yang memiliki sifat setan. Sementara yang ketiga, sifat-sifat malaikat berarti sifat-sifat yang senantiasa menerungi keindahan Allah, memuji-Nya, dan mentaati-Nya secara total.

Ringkasnya, kebahagiaan hewani adalah ketika ia kenyang, mampu memuaskan hasrat dirinya, atau sanggup mengalahkan lawan untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri—atau paling banter untuk keluarganya. Sedangkan kebahagiaan setan adalah tatkala berhasil mengelabuhi yang lain atau memproduksi keburukan. Sementara kebahagiaan malaikat ialah saat diri kian mendekat kepada Allah dan semua aktivitas merupakan cerminan dari kedekatan itu.?

Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah,

Imam al-Ghazali mengatakan bahwa diri manusia layaknya sebuah kerajaan yang terbagi dalam empat struktur pokok: jiwa sebagai raja, akal sebagai perdana menteri, syahwat sebagai pengumpul pajak, dan amarah sebagai polisi.

Syahwat memiliki karakter untuk menarik manfaat, kenikmatan, dan keuntungan sebanyak-banyaknya. Ia befungsi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individu. Sementara amarah berfungsi melindungi dari berbagai ancaman atau mudarat, karenanya ia identik dengan karakter berani, cenderung kasar dan keras. Keduanya penting untuk kehidupan manusia. Dengan syahwat manusia tahu akan kebutuhan makan, misalnya; dengan amarah, ia mengerti akan perlunya membela diri ketika serangan mengancam. Namun syahwat dan amarah harus didudukkan di bawah kendali akal dan tentu saja di bawah raja.

Apabila syahwat dan amarah menguasai akal/nalar maka kerajaan terancam runtuh. Sebab susunan “kekuasaan” tak terjalan menurut kontrol seharusnya. Syahwat yang di luar kendali akal dan jiwa akan memunculkan sifat-sifat buruk seperti rakus atau tamak. Sementara amarah yang tak terkendali akan menimbulkan kebencian dan kecurigaan berlebihan sehingga muncul sikap-sikap membabi buta dan semena-mena.?

Akal pun mesti berada di bawah kendali jiwa atau hati (qalb). Akal memang memiliki potensi yang istimewa: berpikir, berimajinasi, menghafal, dan lain-lain. Bila ia bertindak liar maka potensi akal untuk menjadikan manusia sebagai tukang tipu daya atau semacamnya sangat mungkin. Kalau kita pernah mendengar kalimat “orang pintar yang gemar minterin (memperdaya) orang lain” maka itu tak lain akibat akal bertolak belakang dengan nurani alias tak berada dalam naungan jiwa yang bersih.

Untuk mencapai jiwa yang berkuasa utuh, Imam al-Ghazali menekankan adanya perjuangan keras dalam olah rohani (mujâhadah) demi proses pembersihan jiwa atau tazkiyatun nafs. Jiwa yang jernih akan memicu munculnya cahaya ilahi yang member petunjuk manusia akan jalan terbaik bagi langkah-langkahnya.

? ? ? ? ?

Artinya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (muhajadah) untuk untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)

Semoga kita termasuk orang-orang yang lebih banyak belajar mengenali diri sendiri, ketimbang menilai orang lain, untuk menggapai kebahagiaan hakiki.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan