Senin, 24 Juli 2017

Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata

Purworejo, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan?

Pada acara Rosi bertajuk “Berbagi Warisan Gus Dur” yang ditayangkan Kompas TV pada Kamis (22/06) petang, Inayah Wahid, salah satu putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membacakan ? puisinya berjudul “Lelaki yang Tak Punya Mata.”?

Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi Inayah tentang Gus Dur: Lelaki yang Tak Punya Mata

Berikut adalah transkip puisi lengkapnya:



“Lelaki Yang Tak Punya Mata”

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Seseorang pernah berteriak-teriak

menghujat seseorang lelaki yang dimakinya tak punya mata

Ah, Aku ingat, lelaki yang dimakinya tak punya mata itu

Dahulu aku sering menggenggam tangannya

Aku ingat, matanya memang terpejam

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tapi nyata: ia melihat lebih banyak dari kami semua

Memandang lebih dalam dari kami yang matanya membelakak

Dan menyaksikan lebih jauh dari mata kami yang terbuka lebar

Lelaki itu... adalah samudera kehangatan

Dimana setiap orang bebas berenang, berselancar ataupun menyelam

Tanpa takut ditanya: “agamamu apa?”

Aku ingat, mata lelaki itu,

Ialah mata air,?

Yang darinya keluar cinta kasih melimpah-ruah

Meluber hingga ke samudera

Tak habis-habisnya disesap manusia

Mata lelaki itu adalah pelukan hangat untuk siapa saja

Terutama yang membawa luka

Dan disanalah kami semua menemukan rumah

Tempat luka-luka dibasuh oleh air matanya

Mata lelaki itu, adalah jendela

Siapa saja bisa memanjat, untuk kemudian masuk ke dalam kepalanya

Menjelajah tanpa batas?

Dan berakhir di hatinya yang lapang

Mata lelaki itu, adalah tunas kebaikan

Yang tak pernah berhenti tumbuh meski selalu dibagikan ke semua orang

Karena ia percaya: kebaikan untuk semua,?

Bukan hanya golonganku saja

Dan dari tetes air mata kerinduan seluruh manusia yang mencintainya

Kami membangun jembatan, antara kami dan Si Lelaki yang katanya tak bermata itu

Melalui jembatan itu kami berjalan menuju samudera matanya

Menjauh, menjauh, dan masih jauh dari teriakan-teriakan lelaki pendengki yang tak punya hatiPada program yang disiarkan televisi secara nasional tersebut, Rosiana Silalahi ? – sang pembawa acara – menghadirkan Istri dan putri-putri Gus Dur: Ny. Hj. Shinta Nuriyah Wahid, Alissa Wahid, Yenny Wahid, Anita Wahid dan Inayah Wahid.?

Di acara tersebut, laku dan pemikiran Gus Dur terkait tentang keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan dibedah kembali karena dianggap masih relevan dengan kondisi bangsa akhir-akhir ini butuh sosok teladan. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah, Pendidikan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar