Sekretaris Hidmat NU Sururin mengatakan, Muslimat 2012-2017 memiliki program pengembangan dawah. Dakwah tidak hanya dengan lisan dan tindakan, tapi juga dengan tulisan, “Sebab dakwah bil-kitabah tidak sesaat, tapi bisa diambil manfaatnya sama generasi selanjutnya,” katanya kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, di sela-sela rehat pelatihan.
| Muslimat NU Canangkan Gerakan “Perempuan Indonesia Menulis†(Sumber Gambar : Nu Online) |
Muslimat NU Canangkan Gerakan “Perempuan Indonesia Menulisâ€
Dakwah bil-kitabah, kata Sururin, bisa disebarkan dengan luas, sementara bil-lisan hanya di depan jamaah saja. Tapi ini bukan berarti meningglkan dakwah bil-lisan, “bil lisan tetep. Tiap bulan ganjil minggu kedua diadakan khataman Al-Quran. Minggu ketiga bulan genap, diadakan kajian keislaman di Pondok Cabe,” tambahnya.Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Dosen PAI Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini, menggaristebali pentingnya dakwah bil-kitabah. Menurut dia, menulis adalah ungkapan gagasan seseorang. Kita mencoba menulis untuk tulisan yang punya manfaat dan punya makna dengan baik melalui tulisan.Sementara ini, sambung Sururin, belum ada fokus menulis apa karena tiap orang punya keahlian berbeda-beda, “Yang penting ibu-ibu ini menulis dulu karena menulis itu tak mudah.”
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Gerakan “Perempuan Indonesia Menulis” tersebut dimulai dengan pelatihan menulis yang diikuti 20 pengurus Muslimat NU.Penulis: Abdullah Alawi
Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Tokoh, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar