Itulah yang dilakukan para santri dan ustadz Pondok Pesantren Kyai Gading Demak, Jawa Tengah. Dengan antusias peserta upacara yang berjumlah 227 orang tersebut mengikuti prosesi pengibaran sang Saka Merah Putih di Sungai Panguripan Candisari Mranggen, Demak untuk menyemarakkan ulang tahun Indonesia yang ke-69, Ahad (17/8).
| Santri-santri Ini Peringati Hari Proklamasi di Aliran Sungai (Sumber Gambar : Nu Online) |
Santri-santri Ini Peringati Hari Proklamasi di Aliran Sungai
Prosesi upacara berlangsung berlangsung sebagaimana umumnya, diawali dengan pengibaran bendera, lalu pembacaan naskah proklamasi oleh salah seorang santri, serta menyanyikan lagu perjuangan, seperti Hari Merdeka, Garuda Pancasila, dan Halo-Halo Bandung.Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Seolah meniru kegigihan para pejuang kemerdekaan, peserta upacara ini rela menahan dinginnya air, panasnya matahari, dan derasnya aliran sungai. Belum lagi kondisi tanah yang tentu berlumpur. Acara ini memang dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan jiwa pengorbanan para siswa.Wakil pengasuh Pesantren Kyai Gading, Fahsin M. Faal, mengatakan, pihak penyelenggara hendak mengingatkan bahwa para pahlawan telah berjuang keras dengan air mata, tetesan darah, dan bahkan nyawa. Karenanya, amat tak sebanding jika disandingkan dengan sekadar berendam di aliran sungai yang deras.
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Dalam amanat saat memimpin upacara, Fahsin M. Faal menyampaikan bahwa kemerdekaan adalah kemauan yang sungguh menuju masa depan yang lebih baik. “Tanpa kesungguhan dalam memperjuangkan cita-cita proklamasi maka kemerdekaan tidak akan memilik makna dan orientasi,” katanya. (Red: Mahbib Khoiron)Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar