Menurut Ketua PCNU Subang, KH Musyfiq Amrullah, silaturahim Reboan berlangsung sejak awal kepengurusannya, tahun 2008. Formatnya digelar tidak formal. Tapi yang penting berkumpul. Tiga orang atau tujuh orang pun, silaturahim tetap berjalan.
| NU Subang Istikomah Silaturahim “Reboan†(Sumber Gambar : Nu Online) |
NU Subang Istikomah Silaturahim “Reboanâ€
Agendanyanya tidak jauh membahas persoalan-persoalan umum keumatan, di samping membahas kinerja organisasi, serta lembaga, lajnah dan Banom NU.Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
“Kadang acara diakhiri dengan ngaliwet (memasak nasi khas pesantren) bersama,” ujarnya ketika dihubungi Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan melalui telepon. Ia baru saja selesai memipin silaturahim Raboan, di kantor PCNU Subang, Rabu, (21/11).Silaturahim Reboan hari ini, sambung Kiai Musyfiq yang juga pengasuh Pesantren At-Tawazun, dihadiri 10 orang, yaitu ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, wakil bendahara, Ketua LTNU, rais syuriyah, Ketua IPNU, dan beberapa pengurus lain.
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
“Agenda silaturahim kali ini merencanakan penerbitan buletin,” ungkap kiai lulusan pesantren Daru Rahman, Jakarta, yang diasuh KH Syukron Ma’mun.Menurut Kiai Musyfiq, penerbitan buletin tersebut sebagai tindak lanjut dari pelatihan jurnalistik PCNU Subang yang digelar, Sabtu-Ahad, 10-11 November lalu.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis : Abdullah Alawi
Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Sholawat, Kajian Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar