Sebagaimana dituturkan oleh KH Saifuddin Zuhri dalam buku Berangkat dari Pesantren (1979), ketika itu lima puluh pemuda NU dari berbagai daerah di Jawa dan Sumatera mengikuti pendidikan kader itu, untuk masa tiga tahun.
Pengkadernya pun para tokoh yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing. Mereka antara lain, R. Hartono (bidang Ketatanegaraan dan Sosiologi), KH Ma’ruf Solo (bidang tafsir Al-Quran dan Hadist), dan KH Zuber (fiqh, tauhid dan tasawuf) dan lainnya.
Rais Aam PBNU KH Wahab Chasbullah, bersama KH A. Wahid Hasyim, KH Muhammad Ilyas beberapa kali juga ikut menjadi pemateri.
| Inilah Pidato Pengobar Semangat NU dari KH Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Inilah Pidato Pengobar Semangat NU dari KH Wahab Chasbullah
Pada sebuah sesi pengarahan, KH Wahab Chasbullah menyampaikan pidato pengobar semangat, yang begitu dikenang:“Banyak pemimpin NU di daerah-daerah dan juga di pusat yang tidak yakin akan kekuatan NU. Mereka lebih meyakini kekuatan golongan lain. Orang-orang ini terpengaruh oleh bisikan orang lain yang mengembuskan propaganda agar orang NU tidak yakin akan kekuatan yang dimilikinya.?
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Kekuatan NU ini ibarat senjata adalah meriam, betul-betul meriam. Tapi digoncangkan hati mereka oleh propaganda luar yang menghasut seolah-olah senjata itu bukan meriam, tapi hanya gelugu ... gelugu alias batang kelapa sebagai meriam tiruan!Pemimpin NU yang tolol itu tidak sadar akan siasat lawan dalam menjatuhkan NU melalui cara membuat pemimpin NU ragu-ragu akan kekuatan sendiri!”. (Ajie Najmuddin)
Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar