Menurut Minan, beberapa jenis sulap banyak terdapat nilai-nilai filosofis ajaran agama. ? Ia mencontohkan permainan teh botol berubah menjadi air putih memiliki makna mensucikan hati seseorang dengan ke-tawadlu-an.
| Kader IPNU Ini Berdakwah Melalui Permainan Sulap (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kader IPNU Ini Berdakwah Melalui Permainan Sulap
"Artinya, setiap hati seseorang orang tentu ada dosa yang diwarnai pikiran kotor sehingga dengan keyakinan dan ketawadlu-an yang sungguh-sungguh bisa berubah suci dan bersih kembali," ujarnya kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan di Kantor IPNU Kudus, Sabtu (14/3).Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Ditanya awal mula tertarik dunia sulap, pria asal Desa Hadipolo, Jekulo, Kudus ini mengaku mendapat inspirasi dari seorang teman sekolah dari Jepara yang ingin belajar permainan ini. Usai tamat sekolah di Madrasah Aliyah, Minan belajar bersama tetangganya Mbah Mahmud yang kebetulan pintar ilmu sulap."Kemudian saya kembangkan sendiri dengan berlatih otodidak selama tiga tahun. Alhamdulillah, sekarang ini sudah mengusai tidak kurang dari puluhan jenis permainan mulai sulap classic, mentalis, tradisional, dan fakir (seperti Limbat)," tuturnya.
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Selama ini, Minan yang juga santri Pondok Pesantren al-Hanafiyah Jekulo ini sering mendapat undangan manggung untuk mengisi kegiatan sekolah, organisasi ataupun even di Kota Kudus dan luar kota seperti Jepara.?Untuk menguji kemahirannya, ia juga pernah mencari keberuntungan mendaftar dalam acara The Master di sebuah stasiun televisi swasta.
"Meskipun gagal seleksi di program The Master, saya tetap semangat mengembangkan ketrampilan sulap. Karena keterampilan ini juga bisa untuk kepentingan dakwah," tandasnya. (Qomarul Adib/Fathoni)?
Dari Nu Online: nu.or.id
Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Cerita, Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar