Minggu, 23 November 2008

Mbah Hasyim Asyari, Berjuang sampai Mati

Jombang, malam tanggal 25 Juli 1947. Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, beberapa saat selepas sembahyang tarawih 7 Ramadhan 1366 H.? Tak lama kemudian, datang dua utusan Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Bung Tomo, pembangkit semangat perjuangan.

Salah seorang utusan itu bernama Kiai Gufron, pemimpin Sabilillah Surabaya. Keduanya mengabarkan situasi bangsa selepas Agresi Militer Belanda I 21 Juli 1947. Karena agresi itu, wilayah Indonesia makin menciut; tinggal selembar daun kelor. Wilayah itu cuma meliputi garis Mojokerto di sebelah timur, dan Gombong di Kebumen. Di sebelah barat tinggal Yogyakarta sebagai pusatnya.

Mbah Hasyim Asyari, Berjuang sampai Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Hasyim Asyari, Berjuang sampai Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Hasyim Asyari, Berjuang sampai Mati

“Jenderal Spoor sudah merebut Singosari, Malang,” ujar perwakilan itu.

Rais Akbar Nahdlatul Ulama yang berusia 76 tahun itu kaget luar biasa. Jatuhnya kota perjuangan, pusat markas tertinggi Hizbullah-Sabilillah --dua badan kelaskaran di bawah komando kiai-kiai NU-- Malang ini, sangat mengejutkan KH Hasyim Asy’ari.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Masya Allah, Masya Allah!” pekiknya.

Lalu ia memegang dan menekan kepalanya kuat-kuat. Keterkejutan yang hebat ini membuatnya pingsan. ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut KH Syaifuddin Zuhri dalam buku Guruku Orang-orang dari Pesantren, karena mendengar kabar itu, KH Hasyim Asy’ari mengalami pendarahan otak. Dokter Angka yang didatangkan dari Jombang, tidak bisa berbuat apa-apa karena keadaannya sangat parah sekali.?

Kemudian menurut buku 20 Tahun Indonesia Merdeka VII yang diterbitkan Departemen Penerangan, hal tersebut menunjukkan betapa penuhnya perhatian ulama besar tersebut akan nasib perjuangan bangsa dan negara.?

Karena situasi bangsa di bawah kekuasaan penjajah Belanda, di samping mengajar, ia turut memikirkan dan memperjuangkan kemerdekaan. Keluar-masuk penjara pun jadi risiko.?

Pada masa itu, ia mengeluarkan dua buah fatwa yang terkenal dalam sejarah. Pertama, perang melawan Belanda adalah jihad, hukumnya wajib bagi setiap orang (fardhu ain). Kedua, melarang kaum muslimin beribadah haji menumpangi kapal-kapal Belanda. ?

Pada masa penjajahan Jepang ia pernah ditahan bersama KH Mahfudz Siddiq, karena menolak Seikerei, membungkuk 90 derajat tiap pukul tujuh pagi untuk menghormati Kaisar Jepang. Selama empat bulan ia dipenjarakan berpindah-pindah dari Jombang, Mojokerto hingga Bubutan, Surabaya; bercampur dengan tawanan Sekutu.?

KH Hasyim Asy’ari dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Jombang, Jawa Timur, sebagai kusuma bangsa. Atas jasa-jasa perjuangannya, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional kepadanya.

KH Hasyim Ay’ari wafat, tapi tetap mewariskan darah pejuang kepada putra-putranya, yaitu KH Wahid Hasyim, salah seorang perumus Pancasila dan Menteri Agama RI tiga kali. KH Choliq Hasyim menjadi Daidanco (Komandan Batalyon Pembela Tanah Air, PETA,) KH Yusuf Hasyim aktif di Laskar Hizbullah sebagai Komandan Kompi II. Salah seorang cucunya menjadi pejuang kemanusiaan dan demokrasi terdepan, KH Abdurahman Wahid. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Internasional, Habib, Ahlussunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 09 Agustus 2008

Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami?

Tangerang Selatan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Umam mengapresiasi mereka yang memiliki niatan baik dan tulus untuk melaksanakan syariat secara menyeluruh seperti maraknya berhijab syar’i. Tetapi ia mengaku khawatir bahwa itu hanya lah tren (gaya) sesaat.

Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami?

“Kalau niatnya baik itu patut diapresiasi tetapi saya khawatir ini hanya tren sesaat,” kata Saiful di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (21/8).

Namun demikian, ia mengatakan bahwa mereka seharusnya tidak berhenti kepada simbol-simbol luar belaka. Karena yang tidak kalah penting juga adalah bersikap dan berperilaku sesuai dengan ajaran syariat Islam.

“Tidak berhenti di pakaian saja,” tegasnya.

Menurut dia, apa pun yang berkaitan dengan syar’i itu selalu ada kepentingan ekonomi di baliknya. Ia mencontohkan, di bisnis garmen, penerbanga, pariwisata, dan lainnya itu ada pemain lama yang menguasai. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kemudian ada pemain baru yang juga ingin mendapatkan ekonomi tersebut. Pemain-pemain baru itu sadar bahwa kalau mereka bersaing dengan pemain-pemain lama. Karenanya, mereka akan kalah sehingga mereka bisa saja menggunakan jargon-jargon syar’i. 

“Sehingga hal-hal yang sifatnya syar’i ini menjadi jargon marketing yang luar biasa,” jelasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia mengaku sadar bahwa orang ikut tren syar’i tersebut karena mereka meyakini bahwa itu adalah bagian dari implementasi agama. 

“Pada tataran pelakunya mungkin mereka sadar ingin berubah. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah orang-orang yang memanfaatkan itu tadi,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, ia menilai bahwa tren syar’i tersebut bukanlah indikator bahwa Indonesia saat ini sudah lebih islami. Baginya, yang tidak kalah penting adalah beragama secara substansial seperti berlaku jujur, tidak korupsi, adil, dan lain sebagainya. Namun, hal itu masih banyak terjadi di Indonesia.

“Jangan kemudian menganggap bahwa Indonesia lebih islami dengan adanya tren seperti itu,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Makam, Nahdlatul Ulama, Quote Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 31 Juli 2008

UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Universitas NU Indonesia yang berlokasi di Jakarta yang diresmikan Ramadhan 1436 H mulai bergiat menggelar aktifitas akademik dan intelektual. Pada Senin, (27/7) para dosen UNU Indonesia menggelar diskusi bersama dengan Jeremy Thomas, aktivis internasional yang menjadi pegiat HAM di Australia.

UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Indonesia Gelar Diskusi Bersama Aktivis Internasional

Diskusi yang dihelat di Kampus UNU, Jl Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat ini membahas tema “Prospect of Multiculturalism in Indonesia”. Tampil pula memaparkan hasil penelitiannya dosen UNU Denny Hamdani yang memaparkan hasil penelitiannya soal konflik Gereja Yasmin di Bogor dan pembangunan masjid Nur Musafir Batuplat Kupang NTT. 

Ia menyampaikan persoalan sulitnya membangun rumah ibadah bukan hanya persoalan antara Muslim dengan non-Muslim, melainkan antara mayoritas dengan minoritas. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jeremy menjelaskan, dalam sejarahnya, pluralitas kehidupan keagamaan di Australia sudah muncul sejak zaman kolonial ketika para imigran, yang sebagian adalah para kriminal memiliki agama yang berbeda-beda. Awalnya, masyarakat tersegregasi berdasarkan agamanya seperti mereka yang memeluk Katolik atau Protestan, tetapi dengan berjalannya waktu, terjadi interaksi antara kelompok agama yang mendekatkan mereka.

Ia mencontohkan, dirinya yang beragama Yahudi, selalu mendapat undangan iftar atau buka puasa bersama sehingga dalam bulan Ramadhan ia pun ikut “puasa”. Keberadaan Muslim juga semakin diapresiasi dengan pentingnya makanan halal. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Meskipun demikian, belum semua persoalan selesai, seperti adanya perbedaan sudut pandang cara penyembelihan. Kelompok pembela hak-hak kewan menganggap penyembelihan binatang menimbulkan rasa sakit bagi hewan, sementara umat Islam menilai menyembelih dengan disetrum hasilnya menjadi tidak halal. Persoalan kapan waktu tepat disunat, apakah saat masih kecil atau saat sudah dewasa juga menjadi pertanyaan.

Deny, yang mengambil studi doktor di Australian National University (ANU) Canberra menceritakan juga menurutkan pengalamannya. Meskipun muslim merupakan minoritas, saat ada acara, selalu disediakan makanan halal dan setiap Jum’at, pihak masjid menyediakan bus khusus yang mengantar mahasiswa Muslim ke masjid yang memang lokasinya jauh. 

Meskipun demikian, kalau dicatat, banyak juga hubungan antar agama yang kondisinya lebih baik di Indonesia seperti setiap agama mendapat libur hari raya, sementara di Australia, hanya kelompok Kristen saja yang memperolehnya. 

“Kita, Indonesia dan Australia bisa saling belajar,” jelasnya. (Mukafi Niam)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 19 Juli 2008

Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)?

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Ustadz, saya mau menanyakan soal puasa ayyamul bidh, yaitu puasa tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriyyah. Pertanyaan saya, kenapa dinamai “ayyamul bidh?” Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Nazila/Karawang)

Jawaban

Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)? (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)? (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)?

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT selalu menurunkan rahmat-Nya untuk kia semua. Puasa tiga hari pada setiap bulan Qamariyyah atau yang sering disebut dengan puasa “ayyamul bidh” merupakan puasa sunah. Pahala puasa pada tanggal 13, 14, 15 setiap bulan sangatlah besar.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Barang siapa yang menjalankan puasa tiga hari ayyamul bidh, maka sama dengan puasa selama sebulan. Sedangkan jika dilakukan setiap bulan, maka sama dengan puasa selama setahun penuh. Demikian sebagaimana yang kami pahami dalam riwayat di bawah ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Artinya, “Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kaulakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,” (HR Bukhari-Muslim).

Kenapa dinamai ayyamul bidh? Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab ‘Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan bahwa sebab dinamai ayyamul bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.

Riwayat Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam/gosong. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15). Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sebab dinamai ‘ayyamul bidh’ adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarknya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); ‘Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh)’. Lantas Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”

Pendapat lain menyatakan bahwa dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang disinari rembulan, dan rembulan selalu menyinari bumi sejak matahari terbenam sampai terbit kembali. Karenanya, pada hari-hari itu malam dan siang seluruhnya menjadi putih (terang).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang),” (Lihat Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, ‘Umdatul Qari` Syarhu Shahihil Bukhari, juz XVII, halaman 80).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren, Sholawat, Humor Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 18 Juli 2008

Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf

Brebes, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebagai rangkaian Prosesi Pelantikan Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Jatibarang Lor, Jatibarang Brebes diawali dengan pawai yaaruf. Banser dan Fatayat NU ternyata memiliki keahlian untuk memainkan drumband. Sehingga menjadi tontonan menarik bagi warga Jatibarang saat berlangsungnya pawai Jumat (23/8).

Pawai dilepas Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Jatibarang KH Mukhidin halaman Balai Desa Jatibarang Lor. Pelepasan ditandai dengan pengibasan Bendera NU tepat pukul 14.00 WIB. Sebelum melepas, dia berpesan, agar warga NU tetap kokoh mengibarkan panji-panji NU dari lubuk hati hingga menonjok angkasa. Dalam artian tidak tergoyahkan walau dalam kondisi apapun.

Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)
Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)

Drumband Banser dan Fatayat NU Ramaikan Pawai Taaruf

Semarak pawai taaruf dilepas dari halaman balai desa mengitar jalan KH Abdul Wahab Syaroni, Jl Kauman, Jl Raya Timur Jatibarang, PG Jatibarang dan kembali ke Balai Desa.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ketua Panitia Abdul Ghofir menjelaskan, pawai diikuti 980 orang dari 30 komponen, dan iring-iringan 50 mobil dan 5 odong-odong.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Meski hanya membawa bendera Merah Putih dan bendera NU beserta nevennya, ribuan masyarakat memadati jalan raya untuk menyaksikan pawai taaruf. "Pawai taaruf ini juga sekaligus ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa NU tidak akan pernah kekurangan kader-kader muda yang akan siap melanjutkan estafet perjuangan," kata Dhofir.

Terbukti, peserta pawai terdiri dari berbagai khalayak dari anak TK/RA/PAUD hingga ibu-ibu Fatayat dan Muslimat.

Usai pawai, bakal dilanjutkan dengan pengajian akbar nanti malam dengan pembicara pengasuh pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes KH Subekhan Makmun dan Pengasuh Ponpes Darussalam Jatibarang Kidul Syeh Sholeh Basalamah.?

Bakal dilantik, Rais Syuriyah PR NU Jatibarang Lor K Abdul Wachid dan Ketua PR Tanfiziyah Musfhofa MK.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pemurnian Aqidah, Lomba Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sabtu, 05 Juli 2008

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

Yogyakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Peringati khotmil quran, warga pesantren Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan ziarah di makam para wali di Yogyakarta, Selasa (27/5). Para santri Nurul Burhany dan pengasuhnya menziarahi khususnya makam KH Muhammad Mufid Mas’ud yang dikenal Mbah Mufid di Pandanaran.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany KH Helmi Wafa Mahsuni mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para kiai.

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para kiai beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghapal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” kata Kiai Helmi.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara salah seorang pengasuh pesantren Nurul Burhany Hj Mila Hasna Hanif menerangkan, Mbah Mufid Pandanaran merupakan salah satu guru pengasuh pesantren Nurul Burhany.

“Karenanya, santri pesantren ini harus dikenalkan dengan Mbah Mufid. Pasalnya, almarhum merupakan simbah guru para santri,” pungkas Hj Mila. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Aswaja, Olahraga Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 04 Juli 2008

Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas

Jombang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Peringatan haul ke-44 KH Abdul Wahab Chasbullah akan dipusatkan di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang. Rangkaian acara dimulai Selasa (25/8) malam ini, yang diisi dengan festival hadrah Ishari dan khotmil Qur’an.

Puncak acara akan diselenggarakan Rabu (26/8) malam yang diisi dengan tahlil dan taushiyah oleh tokoh yang hadir.

Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul ke-44 Kiai Wahab Digelar di Pesantren Tambakberas

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan hadir Selasa malam. Sementara taushiyah akan disampaikan oleh KH Husein Ilyas dan Habib Abu Bakar Hasan Assegaf.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Haul kali ini mengambil tema “KH Abdul Wahab Chasbullah: Perintis, Pendiri dan Penggerak NU”. Informasi yang diterima Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan, pihak keluarga akan memberikan Penghargaan KH Wahab Chasbullah kepada sejumlah tokoh NU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sebagai catatan, KH Abdul Wahab Chasbullah wafat pada akhir tahun 1971, tepatnya empat hari setelah beliau terpilih kembali sebagai Rais Aam pada Muktamar NU di Surabaya. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Humor Islam, Sejarah, Internasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan