Jumat, 13 Mei 2011

Profil Ahwa: KH Makhtum Hannan, Cirebon

KH Makhtum Hannan dilahirkan di Cirebon, 13 Juni 1938 dari pasangan KH Abdul Hannan dan Nyai Solihah. KH. Abdul Hannan adalah putra Kiai Toyyib bin Kiai Masina bin Kiai Juman bin Kiai Mansur bin Kiai Abbas bin Kiai Subki bin bin Kiai Kamali bin Kiai Abdurrahim bin Syeikh Abdul Latif bin Mas Buyut bin Sunan Ratna Geulis/Kikis bin Sunan Raja Desa bin Sunan Bahuki bin Khatib Arya Agung bin Dalem Suka Hurang bin Sayid Maulana Faqih Ibrahim bin Syaikh Abdul Muhyi --- Sunan Giri bin Maulana Ishaq.

KH Makhtum belajar ilmu agama pada ayahnya, KH. Abdul Hannan, pamannya, KH. Masduki Ali dan juga kakanya KH. Amrin Hannan. Selain itu, ia pernah belajar di Pondok Pesantren Kaliwungu pada Kiai Abu Khaer Pasarean, Kiai Subki, dan Ust. Fadhil. Juga mesantrrn di Pondok Pesantren Lasem di bawah asuhan Syeikh Masduki dan Syeikh Mansur bin Khalil.

Profil Ahwa: KH Makhtum Hannan, Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Ahwa: KH Makhtum Hannan, Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Profil Ahwa: KH Makhtum Hannan, Cirebon

Sepulang mesantren KH. Makhtum Hannan meneruskan pondok pesantren ayahnya di Babakan Ciwaringin – Cirebon. Tahun 1960 bersama kiai-kiai lain mendirikan Madrasah al-Hikamus Salafiyyah (MHS) tingkat, Ibtidaiyyah, Tsanawiyyah, Aliyyah, dan Mahad Ali.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tahun 1963 KH Makhtum Hannan bersama pengasuh Pesantren Babakan Ciwaringin lainnya mendirikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model. KH Makhtum mendirikan Jamiyyah Hadiyu dan Istighatsah. Cabang-cabangnya tersebar di seluruh wilayah tiga: Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu. ? Bahkan jaringannya sudah tersebar di Jawa maupun Luar Jawa.

Sejak tahun 1996 setiap malam Jumat KH Makhtum Hannan memimpin istighatsah bertempat di Maqbarah KH. Abdul Hannan. Setiap bulannya diadakan Istighatsah Kubro yang diikuti ribuan orang dari pelosok-pelosok Desa dan luar daerah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di samping mengajar santri putra-putri, setiap hari selama 12 jam KH Makhtum Hannan sibuk melayani tamu dari semua lapisan masyarakat yang datang dengan pelbagai macam keperluan dan kepentingan: pejabat, pengusaha, pedagang, petani, pengurus organisasi, mahasiswa, bahkan tamu-tamu dari luar negeri. Mereka umumnya meminta nasihat, masukan, dan doa agar segala tujuan dan kepentingannya tercapai.

Melalui pendekatan hikmah, KH Makhtum banyak memberikan pendampingan kepada pengusaha, pedagang, petani dan nelayan. Banyak dari mereka yang sukses dan berhasil. (Jamaluddin Mohammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan IMNU, Daerah, Humor Islam Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 11 Mei 2011

Pelopor Keselamatan Berlalulitas, Ansor Kota Ternate Bermitra dengan Kepolisian

Ternate, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sebagai mitra kerja dalam masyarakat Polres Kota Ternate Bersama GP Ansor Kota Ternate melakukan Pelatihan dan sosialisasi dalam Berlalulintas dan Pengamanan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, tanggal 23-24 Januari 2018.

Pelopor Keselamatan Berlalulitas, Ansor Kota Ternate Bermitra dengan Kepolisian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelopor Keselamatan Berlalulitas, Ansor Kota Ternate Bermitra dengan Kepolisian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelopor Keselamatan Berlalulitas, Ansor Kota Ternate Bermitra dengan Kepolisian





Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Polres Kota Ternatediikuti oleh Banser GP Ansor Kota Ternate dimulai dengan penyampaian materi oleh Kasat Binmas Polres Kota Ternate AKP Aris AB.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia memberikan arahan bahwa pelatihan ini sebagai upaya membangun mitra antara kepolisian dan GP Ansor Kota Ternate untuk bisa bersama melakukan pengamanan di masyarakat pada hari-hari besar keagamaan, dan juga pembinaan yang berkaitan dengan karakter kebangsaan dan juga revolusi mental di kalangan organisasi kepemudaan.

Rahdi Anwar, Ketua GP Ansor Kota Ternate mengatakan selain pemberian materi, kegiatan diisi juga dengan simulasi penanganan kemacetan lalulintas dan pengamanan demonstrasi, kisruh pilkada dan event keagamaan.

"Harapan besar GP Ansor Kota Ternate selesai kegiatan ini Banser GP Ansor Kota Ternate mampu menerapkan secara langsung di masyarakat menjadi pelopor dalam berlalulitas dan membudayakan keselamatan berlalulitas dalam aktivitas,  dan turut berperan aktif dalam pengamanan event keagamaan yang dilaksanakan masyarakat," kata Rahdi.

Kegiatan tersebut adalah bagian dari program kerja PC GP Ansor Kota ternate tahun 2018 pada program membangun mitra-mitra kerja sebagai upaya memperkenalkan peran GP Ansor dalam setiap sektor pemerintah, kepolisian, militer dan masyarakat dengan program program yang keagamaan sosial budaya dan keamanan guna mewujudkan situasi kondusif. (Abdulharis Doa/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 05 Mei 2011

Jalan Keluar Atasi Ketimpangan Ekonomi melalui Distribusi Tanah

Lombok Barat, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Kebutuhan atas tanah adalah mutlak. Dalam Islam hal ini terkait dengan hifdhun nafs (hak hidup) dan hifdhul mal (hak atas properti). Salah satu bagian dari hifdhun nafs adalah hidup yang layak, dan salah satu bagian dari hifdhul mal adalah keseimbangan ekonomi (at-tawazun al-iqtishadi).

Jalan Keluar Atasi Ketimpangan Ekonomi melalui Distribusi Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Keluar Atasi Ketimpangan Ekonomi melalui Distribusi Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Keluar Atasi Ketimpangan Ekonomi melalui Distribusi Tanah

Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU Abdul Moqsith Ghazali saat menyampaikan laporan hasil sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyah pada sidang pleno yang digelar di Pondok Pesantren Darul Quran, Bengkel, Lombok Barat, Sabtu (25/11).

"Hal ini menunjukkan bahwa Islam itu adalah anti ketimpangan termasuk di dalamnya ketimpangan ekonomi," ucapnya.

Menurut Komisi Bahtsul Masail Maudluiyah yang fokus pada isu-isu konseptual dan tematik, ada beberapa hal yang ditawarkan oleh Islam untuk menangani ketimpangan, di antaranya zakat, infak dan sedekah. 

Negara memiliki tanggung jawab yang besar untuk menciptakan keseimbangan ekonomi melalui pendekatan preventif dan kuratif. Namun sekarang ketimpangan itu sudah nyata dan terjadi. Maka setidaknya ada empat jalan keluar yang bisa ditempuh: 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pertama, menarik kembali tanah yang didistribusikan oleh pemerintah secara berlebihan. Kedua, menarik kembali tanah Hak Guna Usaha yang tidak manfaat atau bermanfaat, tetapi tidak sebagaimana semestinya. 

Ketiga, membatasi Hak Guna Usaha untuk pengusaha baik jumlah lahan maupun waktu pengelolaan dengan prinsip keadilan.

Keempat, mendistribusikan tanah yang dikuasai negara untuk fuqara dan masakin (kalangan fakir miskin), baik dalam bentuk tamlik (hak milik) atau ghairu tamlik (bukan hak milik) dengan prinsip keadilan. 

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam laporannya, Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah juga menyinggung soal hak atas tanah. Komisi ini menyerukan agar tanah tidak dimonopoli oleh sebagian sehingga menciptakan ketimpangan. Komisi yang fokus pada materi perundang-undangan ini juga mendorong adanya payung hukum untuk kepentingan ini.

Sidang pleno dipimpin oleh Ketua PBNU Robikin Emhas. Turut duduk di atas panggung Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud. Sidang pleno diikuti oleh seluruh peserta Munas-Konbes NU 2017 yang terdiri dari delegasi PWNU seluruh Indonesia, utusan pondok pesantren, dan lain sebagainya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Khutbah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 25 April 2011

Rasulullah, Raja, hingga Ulama Ternyata Juga Memakai Akik

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Kesukaan manusia terhadap batu mulia atau akik ternyata sudah berlangsung sejak zaman dahulu kala, bahkan sebelum berkembangnya agama Islam. Hanya saja, fenomenanya mungkin tidak seperti demam akik yang sekarang melanda Indonesia.

Rasulullah, Raja, hingga Ulama Ternyata Juga Memakai Akik (Sumber Gambar : Nu Online)
Rasulullah, Raja, hingga Ulama Ternyata Juga Memakai Akik (Sumber Gambar : Nu Online)

Rasulullah, Raja, hingga Ulama Ternyata Juga Memakai Akik

KH Said Aqil Siroj menjelaskan, Rasulullah memakai akik Yaman. Karena itulah ada yang menganggap memakai akik sebagai hal yang mustahab, atau sunnah dalam tingkatan yang rendah. Kiai Said menjelaskan, sunnah bertingkat-tingkat, mulai dari sunnah muakkad, ghoiru muakkad sampai dengan mustahab.

“Rasulullah memang memakai cincin, bahkan beliau menyerukan mas kawin pakai cincin,” katanya.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selain Rasulullah para raja dalam sejarah Islam seperti Harun Al Rasyid, salah satu raja gemilang dalam Islam juga selalu memakai cincin.?

“Imam Syahrowardi, salah satu ulama berpengaruh dalam Islam juga memakai batu cincin,” paparnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ia menambahkan, ada kitab yang secara khusus ? membahas tentang cincin, yaitu Al Jawahir atau Book of Precious Stones karangan Imam al Biruni. ? Al Biruni mengklasifikasikan setiap mineral berdasarkan warna, bau, kekerasan, kepadatan, serta beratnya.

“Saya belum membaca detail. Katanya kalau merah katanya berani. Kalau kuning pengasihan, kalau biru dan hijau itu dingin dan sejuk,” katanya.

Kiai Said mengungkapkan, mempercayai sebuah batu memiliki kekuatan lebih dibandingkan dengan batu biasa juga boleh karena proses pembentukan batu tersebut memang berbeda dengan batu biasa sehingga secara rasional pun, nilainya berbeda. Karena itulah, batu jenis tertentu dianggap sebagai batu mulia.

“Memandang batu sebagai bagian dari seni boleh, lebih dari itu juga boleh-boleh saja,” imbuhnya.?

Ia sendiri memiliki beberapa koleksi batu mulia, tetapi tidak banyak. “Saya memakai blue safir,” katanya sambil menunjukkan lingkaran batu indah yang ada di jarinya. Jenis lain yang dimiliki adalah zamrud. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pesantren Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 31 Maret 2011

6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur

Bandung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Sejumlah 6 tokoh agama kota Bandung menyampaikan orasi kebangsaan lintas agama pada acara dalam rangka Haul Gus Dur ke-7 yang digelar oleh Pengurus Cabang PMII kota Bandung, Rabu (28/12) kemarin, di halaman gedung PCNU setempat.

Jopie Rattuseorang Pendeta Kristen mengungkapkan Gus Dur orangnya sederhana. Kata “sederhana” kelihatannya cuma singkat, tapi kata sederhana punya makna yang dalam. “Apa yang beliau sampaikan mengena pada hati saya,” ungkapnya dihadapan puluhan mahasiswa yang hadir dalam Haul itu.

6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur

Menurut pendeta Jopie, Gus Dur adalah pembela minoritas, apalagi minoritas yang tertindas. Pemikiran Gus Dur yang visioner dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini.Jadi ada pemikiran Gus Dur itu seharusnya menjadi format bagi orang-orang yang memimpin di negeri ini.

“Dia orang yang berani mempertaruhkan dirinya untuk bangsa. Hari ini kita memperingatinya untuk merenung, bisakah menjalankan prinsip apa yang disampaikan beliau?Negeri ini membutuhkan generasi-generasi yang sama seperti apa yang Gus Dur sampaikan,” ujarnya.

Sementara Eko Supeno pemuka Buddha mengajak untuk membudayakan dan melestasrikan pemikiran Gus Dur, sebagaimana dalam kitab Suci agama Buddha di bab 1 dan ayat 1 yakni tentang pentinya pikiran itu sebagai pelopor, pemimpin, dan pembentuk dalam kehidupan.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Harus kita lestarikan adalah pemikiran Gus Dur yang hebat dan cemerlang untuk kebersamaan dan keutuhan NKRI.Jadi, mahasiswa harus mempunyai pemikiran besar seperti Gus Dur. Pemikiran besar itu positif, inovatif, kreatif, dan produktif,” sambung Pemuka Buddha itu.

Lain lagi penuturan Fam Kiun Fat. Ia menceritakan masa mudanya saat pembuatan KTP tidak boleh mencantumkan Kong Hu Chu sebagai agamanya. Namun semenjak Gus Dur mengeluarkan Keppres Nomor 6 tahun 2000 yang mencabut Intruksi Presiden Nomor 14 tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina. Umat Kong Hu Chu dan Tionghoa kembali mendapatkan hak sipil mereka.Makan di mata umat agamanya, Gus Dur adalah pahlawan.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Marilah kita pemuda bersatu untuk membuat satu kekuatan. Dalam ajaran Kong Hu Chu, semua umat bersaudara. Karena kita sama-sama berdarah merah bertulang putih, itulah merah putih,” ajak kepada para mahasiswa lintas agama yang hadir pada acara itu.

Agus Sugiarto pemuka Katolikmempunyai pandangan lain. Baginya, Gus Dur itu orang kudus, artinya orang suci. Dalam tradisi gereja Katolik, setiap orang kudus itu selalu diperingati saat orang itu wafat. “Gus Dur mempunyai empati yang luar biasa. Ketika ada kaum minoritas yang tertindas, jiwa Gus Dur itu tergerak batinnya untuk membela,” lanjut Agus.

Yang terpenting bagi Gus Dur adalah bagaiamana negara indonesia bisa berkembang dan sejahtera, keadilan dirasakan di seluruh tanah air. “Kita sebagai generasi muda, mudah-mudah jiwa dan spirit Gus Dur itu mari kita lanjutkan dan kembangkan dan sebarkab kepada setiap orang yang kita jumpai, karena yang diperjuangkan adalah kebenaran dan keadilan,” pintanya.?

Oleh karena sering berjumpa dengan kiai NU, ia menjadi sangat hafal bahwa kalangan kiai NU jelas-jelas mempertahankan empat pilar yang disingkat menjadi PBNU, jelas Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945. “Luar biasa,” sanjungnya disambut tepuk tangan meriah oleh hadirin.

Adapun pemuka Hindu yang kali ini diwakili oleh I Nengah Kondra menerangkan Gus Dur menurut pandangan Hindu adalah sosok yang memilik sosok jiwa semesta. Dalam konsep hindu itu adalah pengakuan secara universal bahwa setiap manusia adalah sama, bersaudara. Saudara itu satu ruh, kalau kita Indonesia berarti satu negara Indonesia.?

Sosok Gus Dur dalam Hindu adalah sosok yang mengamalkan 3 hal yang menyebabkan manusia berbahagia. Pertama, manusia itu selaras dengan Tuhan, beribadah dengan kepercayaan masing-masing. Itu dipelihara oleh Gus Dur.?

Kedua, keharmonisan sesama manusia. Itu juga merupakan sesuatu yang sangat ditekankan pada saat pemerintahan Gus Dur, sehingga kesempatan saling bertolentasi bertumbuh sampai sekarang. Ketiga, keselarasan manusia dengan alam. Tiga konsep ini yang sangat ditekankan pada masa pemerintah Gus Dur.?

“Saya sangat mengagumi dan meneladani Gus Dur, tetapi sayang sekali disetiap kegiatan keagamaan, saya belum belum sampai bersalaman dengan beliau. Tetapi saya menanamkan dalam hati bagaimana konsep pemikiran kebhinekaan Gus Dur dapat saya teladankan kepada yang lainnya,” kagumnya.

Sedangkan menurut Wahyul Afif Al-Ghafiqi seorang pengasuh pesantren di Bandung menuturkan bahwa Kiai Abdurrahman Wahid adalah salah satu karunia Allah bagi Indonesia. Santri yang pernah menjadi presiden. Dan kapan lagi Indonesia mempunyai santri menjadi presiden.

“Kita sering dengar bahwa istana negara itu jadi istananya rakyat memang benar di masa Gus Dur, santri tidak pakai sepatu, memakai sendal jempit hendak ketemu Gus Dur, tanpa protokoler, termasuk saya. Jadi kalau sekarang situasi bangsa sedang seperti ini, kangennya luar biasa,” tuturnya.

Mantan aktivis PMII Bandung itu meyakini bahwa Gus Dur itu mengamalkan ajaran Rasululllah bahwa membela siapapun yang tertindas, siapapun yang teraniaya, tidak perduli dari kalangan apapun. Bahkan kita sendiri yang mengikuti bingung mencari pembenaran dari apa yang dilakukan oleh Gus Dur.

“Gus Dur itu asli kiainya, mondoknya di mana-mana, gelar pengakuannya juga banyak. Mana ada kiai jadi Dewan Kesenian Jakarta, sampai jadi pengamat sepak bola,”paparnya dari pengalamannya berjumpa Gus Dur. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Pemurnian Aqidah, Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 14 Maret 2011

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Terjadinya beberapa kasus sengketa kepemilikan masjid membuat miris banyak pihak. Sebagai tempat ibadah yang nota bene milik umat, masjid sebenarnya tidak perlu disengketakan, tapi kenyataannya tidak sedikit masjid yang menjadi rebutan warga atau antar oknum takmir.?

Itulah yang mendorong Lembaga Takmir Masjid Nadlatul Ulama (LTMNU) Jawa Timur menggelar Pelatihan Manajemen Masjid dan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Masjid.?

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa

“Sertifikasi tanah wakaf masjid itu salah satu tujuannya untuk menghindari masjid dari kemungkinan timbulnya sengketa,” tukas Ketua LTMNU Jawa Timur H Ali Mas’ud Kholqillah di kepada Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan sela-sela Pelatihan Manajemen Masjid dan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Masjid di aula STAIN Jember, Sabtu (16/2). ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Ali Mas’ud menambahkan, pihaknya mendorong adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan tertib administrasi, khususnya terkait dengan sertifikasi tanah masjid. Sebab, kejelasan status tanah masjid juga ? akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah.?

Di samping itu, juga supaya jelas siapa pemilik masjid itu. “Sebab, seperti kita ketahui, karena ketidakpahaman pengurus masjid, tidak sedikit masjid NU beralih tangan kepada pihak lain, yang tidak sepaham dengan NU,” ulasnya sambil menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mendata jumlah masjid di Jawa Timur.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Di tempat yang sama, Ketua LTMNU Cabang Jember, H Muhammad Hasin menyatakan pihaknya siap memfasilitasi masyarakat yang ingin membuat sertifikat tanah masjid.?

“Kami siap mengkomunikasikan dengan notaris atau BPN untuk pembuatan sertifikat itu,” tukasnya.?

Pensiunan guru agama tersebut menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendata jumlah masjid di Kabupaten Jember, yang diperkirakan mencapai 2500 buah. Dari pendataan itu, akan diketahui berapa jumlah masjid yang belum bersertifikat. ?

“Kalau belum disertifikat, kita dorong, tapi juga terserah mereka,” urainya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Doa, Anti Hoax, Kajian Sunnah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 19 Januari 2011

KH Hasyim Muzadi dan Filosofi Buah Nangka

Pada Ahad, 13 November 2016, KH Hasyim Muzadi berkunjung ke City Forest and Farm Arum Sabil, Jember, Jawa Timur. Kawasan seluas 35 hektar ini adalah milik tokoh NU, H. Arum Sabil, yang diproyeksikan sebagai tempat pendidikan dan pelestarian berbagai macam tanaman pohon buah Nusantara. Di tempat itu, sejumlah tokoh nasional, juga telah berkenan menamam pohon buah.

Saat itu, oleh H Arum Sabil, Kiai Hasyim diberi sejumlah pilihan pohon buah untuk ditanam. Di antaranya adalah pohon durian dari berbagai varietas unggul, manggis, duku, matoa dan pohon nangka. Dalam pikiran H. Arum, Sang Pencerah –begitu ia menyebut Kiai Hasyim—pasti memilih pohon durian, manggis, duku, atau pohon langka. Namun ternyata di luar dugaan, beliau memilih pohon nangka.

KH Hasyim Muzadi dan Filosofi Buah Nangka (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi dan Filosofi Buah Nangka (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi dan Filosofi Buah Nangka

H. Arum penasaran terkait pilihan pohon Kiai Hasyim. Sebab, pohon nangka bukan pohon langka, buahnya juga bukan favorit yang dicari banyak orang. Pohon nangka sampai saat ini masih banyak tumbuh "liar" di halaman-halaman rumah di perdesaan. Sehingga bagi H. Arum tidak ada yang istimewa dengan pohon nangka.

Dengan rasa penasaran yang masih membelit pikirannya, H. Arum begitu senang menyaksikan dan melayani Kiai Hasyim menanam pohon nangka di lembah Barokah, kawasan City Forest and Farm Arum Sabil.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Karena masih penasaran, H. Arum lantas bertanya kepada beliau. "Kenapa Kiai memilih pohon nangka?”

“Memang kenapa kalau saya memilih pohon nangka?" jawab Kiai Hasyim enteng.

"Kiai, pohon nangka itu kan sudah banyak ditanam oleh masyarakat. Kenapa tidak memilih pohon yang langka atau yang buahnya punya nilai ekonomi yang baik?" tanya H. Arum lagi.

"Pohon dan buah nangka bila dirawat dengan baik, maka rasa dan aromanya bisa dinikmati. Tetapi jika dibiarkan, tidak dijaga dan dirawat, maka yang didapat hanya aroma dan tidak akan ada rasa dan selera untuk menikmatinya karena busuk di dalam. Sama halnya dengan kehidupan. Apabila setiap pribadi atau institusi alat negara maupun swasta kemasyarakatan bila keberadaannya tidak dijaga dan dirawat dengan akhlaq dan iman, maka yang didapat hanyalah pesona tampilan permukaan, tapi busuk di dalam karena penuh dengan pertikaian dan kedustaan," urai sang pencerah.

Pohon buah nangka, bukan cuma filofosinya yang bagus, tapi secara ekonomi buah nangka juga menjanjikan asalkan dikelola dan dikemas dengan baik. Buktinya, di banyak toko modern sekarang dijual kripik nangka dengan harga mahal. Untuk menjadi buah yang baik, ia harus dijaga dan dirawat. Sebab, jika tidak dirawat, bisa-bisa isinya busuk meski harum dan kelihatan bagus dari luar.

Setelah mengungkapkan filosofi buah nangka, beliau berdiri sambil menengadahkan tangan untuk berdoa. Dalam bait-bait doanya, terdangar jelas beliau memohon kepada Allah agar bangsa dan negara ini diberikan keselamatan dunia dan akhirat.

Usai berdoa, H. Arum memohon beliau untuk memberikan nama empat bukit dan satu lembah di kawasan City Forest and Farm Arum Sabil. Beliau terdiam sejenak sambil berfikir, lalu muncullah penamaan empat bukit itu. Yaitu bukit amanah, bukit barokah, bukit cinta, bukit damai dan lembah sejahtera. Tidak dijelaskan alasan Kiai Hasyim memberikan nama-nama itu. Tapi yang pasti semuanya menggambarkan kesejukan dan tanggung jawab. Sebuah cerminan dari sikap keseharian sang pencerah. (Arydui A. Razaq)



Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan