Kamis, 02 Februari 2012

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik

Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah Thariqah

Mbah Salman, begitu dia biasa dipanggil oleh para santrinya, merupakan mursyid Thariqah Naqsabandiyyah-Khalidiyyah. Saat ini, dia juga tercatat menjadi anggota Majelis Ifta’ (Majelis Fatwa) di Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN). Selama hidup beliau juga pernah menjabat sebagai Mustasyar di Nahdlatul Ulama (NU).?

Yang membuat banyak kalangan nahdliyin semakin hormat kepada sosok ini adalah kesediaannya untuk tetap mengaji kepada kiai, dengan cara antri sebagaimana santri kebanyakan, meskipun beliau sendiri sudah memimpin pesantren dan diangkat sebagai Mursyid Tarekat. ? Keaktifannya di NU tidak menghalangi sosok ini untuk akrab kepada semua pihak dari beragam latar belakang.

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik

Figur yang amat bersahaja, ramah serta tawadlu’ adalah kesan yang akan didapati oleh siapapun yang bertamu ke rumah kiai. Ketika berbicara dengan para tamunya Kiai Salman lebih sering menundukkan kepala sebagai wujud sikap rendah hatinya. Bahkan tidak jarang, beliau sendiri yang membawa baki berisi air minum dari dalam rumahnya untuk disuguhkan kepada para tamu.

Menjadi Mursyid Usia 19 tahun

Mbah Salman adalah anak laki-laki tertua dari KH M Mukri bin KH Kafrawi. Dan dia merupakan cucu laki-laki tertua dari KH M Manshur, pendiri pesantren Al Manshur. Kiai Manshur sendiri adalah putra dari Syaikh Muhammad Hadi Girikusumo, salah seorang khalifah Syaikh Sulaiman Zuhdi, guru besar Naqsyabandiyah Khalidiyyah di Jabal Abi Qubais Makkah.

Sebagai cucu laki-laki tertua, Salman muda memang dipersiapkan oleh sang kakek, KH M Manshur yang di kalangan pesantren Jawa Tengah termasyhur sebagai wali, untuk melanjutkan tugas sebagai pengasuh pesantren sekaligus mursyid Thariqah Naqsyabandiyah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Tahun 1953, ketika Salman berusia 19 tahun, sang kakek, yang wafat dua tahun kemudian, membai’atnya sebagai mursyid, guru pembimbing tarekat. Maka, ketika pemuda-pemuda lain seusianya tengah menikmati puncak masa remajanya, Gus Salman harus memangku jabatan pengasuh pesantren sekaligus mursyid.

Untuk menambah bekal pengetahuannya sebagai pengasuh, Gus Salman nyantri lagi ke pesantrennya K.H. Khozin di Bendo, Pare, Kediri selama kurang lebih empat tahun (1956 – 1960). Sebulan sekali, ia nyambangi pesantren yang diasuhnya di Popongan, yang selama Salman mondok di Kediri, diasuh oleh ayahnya sendiri, KH M Mukri.

Sebelum diangkat menjadi mursyid, Salman mengenyam pendidikan di Madrasah Mamba’ul Ulum, Solo dan beberapa kali nyantri pasan (pengajian bulan Ramadhan) kepada K.H.Ahmad Dalhar, Watu Congol, Magelang,Seiring dengan perkembangan jaman, pesantren yang diasuh oleh Kiai Salman juga mengalami perkembangan. Jika semula santri hanya ngaji dengan sistem sorogan dan bandongan, mulai tahun 1963 didirikan lembaga pendidikan formal mulai Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Diniyah (1964), Madrasah Aliyah (1966) dan yang terakhir TK Al-Manshur (1980).

Popongan Setelah Kepergiannya

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Belakangan, seiring dengan kian lanjutnya usia beliau, Kiai Salman tampaknya juga menyiapkan kader pribadinya, baik sebagai pengasuh pesantren maupun mursyid thariqah, yaitu Gus Multazam (35 th). Kondisi fisik Kiai yang sangat tawadhu ini, belakangan, memang agak melemah dan intonasi suaranya tidak lagi sekeras dulu. Maka putra ketujuhnya yang lahir di Makkah inilah yang menjadi badalnya (pengganti) untuk memberikan pengajian-pengajian.

Saat ini pesantren Al-Manshur Popongan terdiri tiga bagian : pesantren putra, pesantren putri dan pesantren sepuh yang diikuti oleh orang-orang tua yang menjalani suluk, lelaku tarekat. Berbagai bentuk kegiatan pesantren juga ditata ulang, sekaligus dengan penunjukkan penanggung jawabnya. Kiai Salman sendiri, selain sebagai sesepuh pesantren, juga mengasuh santri putra dan santri sepuh (santri thariqah) yang datang untuk suluk dan tawajuhhan pada bulan-bulan tertentu.

Sampai hari-hari terakhir menjelang masuk ke rumah sakit beliau tetap mengajar, meskipun santri yang ada di hadapan beliau hanya satu orang. Demikianlah sosok yang di dalam buku Tarekat Naqsyabandiyah karya Martin van Bruinessen, termasuk tokoh tarekat yang disebut dalam mata rantai KH M Manshur dari KH Muhammad Hadi Girikusumo, Mranggen, Demak ini, dia tidak membedakan sedikit banyaknya santri yang belajar.

Santri mukim yang belajar kepada kiai sepuh ini jumlahnya ratusan orang setiap angkatan. Dan jika dihitung sudah mencapai lebih dari 100 ribu orang yang pernah nyantri kepada Almarhum.

Almarhum meninggalkan seorang isteri, Hj Siti Aliyah dan delapan anak, yaitu Musta’anatussaniyah, Umi Muktamirah, Munifatul Barroh, Murtafiah Mubarokah, Muhammad Maftuhun Ni’am, Muhammad Miftahul Hasan, Multazam Al-Makki, dan Marzuqoh Maliya Silmi. Yang tidak menyertai suami di luar Klaten juga membantu mengasuh di pesantren yang Almarhum pimpin. Para menantunya juga mengasuh pesantren di Krapyak Yogyakarta (KHM Najib Abdul Qodir); Al-Ishlah Kediri (KH Zubaduz Zaman), Al-Muayad Windan (KHM Dian Nafi’).

?

(Ajie Najmuddin/ dari berbagai sumber)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail, Warta Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 27 Januari 2012

PCNU Lasem Dukung Verifikasi Data Penerima Bantuan KPS

Rembang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lasem mendukung upaya pemerintah dalam penanganan penerima dana kompensasi kenaikan BBM. Pendataan ulang merupakan sebuah alternatif untuk menekan kemungkinan terjadinya sengketa di tengah masyarakat.

PCNU Lasem Dukung Verifikasi Data Penerima Bantuan KPS (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Lasem Dukung Verifikasi Data Penerima Bantuan KPS (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Lasem Dukung Verifikasi Data Penerima Bantuan KPS

Ketua PCNU Lasem Sholahuddin Fattawi menilai langkah itu cukup efektif menutup ketidakpuasan warga yang tidak menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS).

"Pendataan ulang memang saya nilai sedikit menangani permasalahan para penerima dana kompensasi. Karena banyak masyarakat tetap ada yang iri para warga yang menerima uang dampak kenaikan BBM,” kata Sholahuddin yang biasa disapa Gus Din.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pihak PCNU Lasem sendiri, kata Gus Din, juga sudah melakukan pendataan ulang sebagai upaya membantu pemerintah dalam mengatasi kusutnya permasalahan dana kompensasi kenaikan BBM.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pelaksana tugas Bupati Rembang H Abdul Hafidz kepada media menjelaskan, pendataan ulang warga kurang mampu akan dijadikan acuan oleh pemkab dalam penyaluran bantuan kompensasi pengganti subsidi BBM atau program pengentasan kemiskinan lainnya.

Pasalnya, data yang digunakan saat ini adalah hasil pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011 yang tidak lagi relevan dengan kondisi riil masyarakat saat ini.

Menurut Hafidz, salah satu tahapan yang perlu dicermati warga ialah adanya uji publik atas data awal keluarga kurang mampu.

Untuk itu perlu diperhatikan agar nama-nama yang tercantum benar-benar keluarga kategori kurang mampu dan layak menerima bantuan. Hafidz menyebut pendataan ulang akan mulai dilakukan pada 2015 mendatang.

Dukungan pro aktif dan kejujuran aparat desa serta pihak terkait, kata Hafidz, dapat menyelsaikan kusutnya permasalahan BLSM. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan IMNU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 17 Januari 2012

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang

Bogor, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Pada Hari Sabtu 8 Oktober 2016, PCNU Kota Bogor melantik Pengurus Ranting, MWC dan Lembaga NU se-Kota Bogor di Pesantren Al-Alawiyah, Tanah Sareal, Bogor. Turut hadir di dalam pembengkalan pelantikan, sesepuh NU Kota Bogor H Aji Hermawan.

Di hadapan Pengurus ranting, MWC dan Lembaga NU, Ketua PCNU Kota Bogor, Ifan Haryanto, berpesan agar pengurus PCNU tetap istiqomah pada kredo perjuangan, Membumikan Ajaran Aswaja, Menjaga Tradisi serta Menjaga Keutuhan NKRI.?

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang

Terkait kredo perjuangan menjaga keutuhan NKRI, Ifan Haryanto menyampaikan bahwa dalam menghadapi isu maraknya gerakan organisasi anti-NKRI di Kota Bogor, warga NU di Kota Bogor diharapkan tetap tenang dan tidak bertindak di luar koridor hukum. Jika gerakan anti-NKRI tersebut sudah pada tahap mengancam keutuhan NKRI, baru NU siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI.?

“Menjaga keutuhan NKRI merupakan kewajiban setiap warga Nahdliyin, karena NU bukan hanya sekedar benteng NKRI, namun juga salah satu pendiri republik ini,” katanya.?

Ifan menambahkan berbagai bukti komitmen keindonesiaan telah ditunjukkan oleh para pendiri dan pejuang NU, dan sebagai warga NU wajar meneladani komitmen keindonesiaan para sesepuhnya.?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yaitu KH Wahab Chasbullah bahkan telah menciptakan lagu Yalal Wathan yang mengungkapkan rasa kecintaan terhadap tanah air Indonesia, pada tahun 1934, jauh sebelum Indonesia merdeka,” paparnya. (M Zimamul Adli/Mukafi Niam)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Doa, AlaSantri, Warta Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Selasa, 27 Desember 2011

GP Ansor Kadur Gerilya Shalawatan di 10 Desa

Pamekasan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan tampak konsisten menjalankan program kerjanya. Salah satunya, bergerilya ke 10 desa sembari shalawatan.

Program tersebut digerakkan oleh pengurus Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kadur yang melibatkan sebagian pengurus ranting, Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar), Barisan Ansor Serba Guna (Baanar), serta pengurus Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) GP Ansor Kadur.?

GP Ansor Kadur Gerilya Shalawatan di 10 Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kadur Gerilya Shalawatan di 10 Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kadur Gerilya Shalawatan di 10 Desa

Kegiatan yang dimulai usah Magrib hingga larut malam tersebut, masih terlihat Ahad (12/2) malam di kediaman salah seorang pengurus Ansor Kadur Ubaidillah, Desa Bangkes, Kadur, Pamekasan.

Dalam kesempatan itu, Ketua MWCNU Kadur Kiai Baidlowi Absom hadir memimpin zikir dan tahlil. Setelah itu, berlanjut shalawatan yang diiringi dengan tabuhan rebana dan gambus modern.

Gerilya shalawatan tersebut sudah berlangsung tiga bulanan, bergantian di rumah pengurus Ansor yang tersebar di 10 desa. Kini, yang terlaksana sudah di Desa Kadur, Kertagena Tengah, dan Bangkes.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Bulan depan di kediaman Kepala Baanar sahabat Lif Khodir di Desa Gagah. Kita targetkan nanti pelaksanaannya tersebar di seluruh kediaman pengurus," ujar Ketua MDS Rijalul Ansor Kadur, Muhammad Salam Bakir.

Sementara itu, Sekretaris GP Ansor Kadur Fathorrahman menegaskan, kegiatan tersebut besar manfaatnya: Di samping menuai pahala, juga dapat memperkuat solidaritas antar-pengurus.

"Melalui shalwat, kita berharap kelak dapat syafaat dari Nabi Muhammad Saw. Selain itu, pengurus Ansor Kadur tambah kompak dan bersemangat dalam mengabdi pada agama dan negara lewat GP Ansor NU," tukas Fathorrahman.?

Kegiatan shalawatan ini terbilang tidak terlalu memberatkan bagi tuan rumah: tidak perlu disuguhi nasi, tapi cukup kopi dan camelan sekadarnya. Guna meringankan tuan rumah, pengurus juga sumbangan Rp10 ribuan tiap acara. (Hairul Anam/Fathoni)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Hadits, Ulama Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 02 Desember 2011

Daerah Minta SARBUMUSI NU Perkuat Advokasi Buruh

Jakarta, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama Wari Maulana meminta pengurus Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama yang dilantik di PBNU Jumat (23/9) untuk memperkuat pembelaan kepada buruh-buruh yang bersengketa dengan perusahaan. ?

Daerah Minta SARBUMUSI NU Perkuat Advokasi Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Daerah Minta SARBUMUSI NU Perkuat Advokasi Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Daerah Minta SARBUMUSI NU Perkuat Advokasi Buruh

Tahun ini di Jawa Barat, katanya, yang ditangani Sarbumusi ada lima kasus. Namun, hanya satu yang bisa diselesaikan, sementara yang lainnya belum. ?

“Sarbumusi agar lebih memperkuat tim pembelaan buruh supaya perusahan tidak seenaknya melakukan pemutusan kerja sepihak. Perlu memperkuat pembelaan,” katanya yang turut hadir dalam pengukuhan tersebut. ?

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sementara DPC Sarbumusi Kabupaten Bekas Abdul Jalil meminta DPP Konfederasai Sarbumusi untuk berusaha keras mensosialisikan tingkat basis. “Nama Sarbumusi udah diakui ILO, itu susah. Serikat-serikat pekerja yang ada sekarang saja belum masuk. Ini kesempatan yang besar sekali untuk Sarbumusi mensosialisaskannya,” jelasnya yang juga turut hadir di pengukuhan.

Ia setuju dengan apa yang dikatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bahwa Sarbumusi ke depan harus berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat buruh sebagai manusia dengan jalan marhamah.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Presiden Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama Syaiful Bahri Anshori mengakui bahwa saat ini persoalan buruh sangat banyak. Pengalaman di lapangan, Sarbumusi telah melakukan advokasi buruh di Jember, Sidoarjo, Jakarta, dan Riau. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Anti Hoax, Warta Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Minggu, 09 Oktober 2011

Menpora: Jangan Sampai Oknum yang Tidak Punya Sejarah Meminta Indonesia Diubah

Jember, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Bukan karena latah jika NU saat ini ikut berteriak soal pentingnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Sebab, pergerakan NU memang mempunyai benang  sejarah  yang cukup kuat dengan beridrinya NKRI. Demikian dikemukakan oleh Menpora RI, Imam Nahrawi saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional "Pancasila Final, NKRI Harga Mati, Khilafah No" di auditorium Universitas Islam Jember (UIJ), Sabtu (14/5). 

Menurut Menpora, NU sebagai salah satu ormas yang memiliki sejarah dan turut andil dalam pendirian NKRI, maka seharusnya mempertahankan NKRI. "Oleh karena itu, mari kita pertahankan sejarah itu dengan baik. Jangan sampai ada oknum yang tidak memiliki sejarah, lalu mengatakan Indonesia harus diubah," ujarnya.

Imam Nahrawi meminta agar NU tetap kuat dan solid  mengawal NKRI dan Pnacasila. NKRI, katanya, adalah harga mati, dan siapapun tidak boleh menentangnya. Ini bukan karena adanya gejala atau gerakan yang mengancam Pancasila dan NKRI belakangan ini, namun karena hal tersebut sudah menjadi sikap bangsa yang tidak bisa ditawar lagi. "Yang terpenting saat ini adalah eksekusinya seperti apa karena NKRI adalah memang sudah harga mati tidak boleh siapapun menantang. Apabila ada yang menantang maka harus keluar dari NKRI," ujar Menpora.

Menpora: Jangan Sampai Oknum yang Tidak Punya Sejarah Meminta Indonesia Diubah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora: Jangan Sampai Oknum yang Tidak Punya Sejarah Meminta Indonesia Diubah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora: Jangan Sampai Oknum yang Tidak Punya Sejarah Meminta Indonesia Diubah

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan UIJ, Abdullah Syamsul Arifin (Gus A`ab) mengatakan bahwa NU sejak lama berkomitmen mengawal dan menjaga Republik Indonesia dan siap menghadapi siapapun yang akan mengotak-atik NKRI. Terkait dengan ormas yang menentang NKRI, PCNU Jember sudah mengambil langkah, diantaranya mendorong pemerintah pusat, Kemenkumham dan Kemendagri untuk membubarkan ormas-ormas penentang NKRI dan Pancasila.

"Pemkab Jember kami harap membuka forum untuk menutup kegiatan ormas penentang Pancasila dan merongrong NKRI," jelas Gus Aab yang juga Ketua PCNU Jember itu. (Aryudi A Razaq/Zunus)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, Makam, Sejarah Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 07 Oktober 2011

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman

Pringsewu, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi dewasa ini, Pengurus dan Anggota Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) harus mampu memanfaatkannya untuk kemaslahatan umat seiring perkembangan zaman.

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman

Hal ini ditegaskan oleh Ketua PW IPPNU Provinsi Lampung Amalia Fadhila saat hadir di arena Konferensi Cabang ke 2 PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu, Sabtu (22/4).

Amalia Fadhila yang menahkodai PW IPPNU Lampung periode 2017-2020 ini juga mengajak agar pelajar NU saat ini ikut mewarnai dunia maya dengan rajin menulis.?

"Mari tuangkan pikiran kita melalui media-media sosial khususnya yang bernafas NU," ajaknya dihadapan para peserta Konferensi yang terdiri dari Pengurus PAC, Ranting dan Komisariat yang telah terbentuk di Pringsewu.

"Kita sekarang hidup di dua dunia, Dunia Nyata dan Dunia maya. Jangan hanya jadi user saja yang gampang termakan hoax. Mari cerdas hidup didunia maya dan mengisinya dengan konten yang benar dan menyejukkan," ajaknya dihadapan peserta Konferensi yang juga dihadiri oleh Pengurus PW IPNU Lampung, Pengurus NU, Banom di Pringsewu dan beberapa undangan dari ormas kepemudaan diluar NU.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Konferensi yang mengangkat tema "Satukan Tekad untuk Memantapkan Roda Organisasi" ini dibuka oleh Wakil Sekretaris PCNU Pringsewu Muhammad Faizin. Dalam sambutannya, ia juga mengajak pengurus IPNU dan IPPNU Pringsewu untuk mampu menjawab tantangan zaman dengan terus berbenah menyiapkan diri melanjutkan Jamiyyah NU.

"IPNU dan IPPNU merupakan Kawah candra dimuka pembentukan kader kader penerus NU. Jadi mari tingkatkan keilmuan baik dibidang agama maupun dibidang ? organisasi sebagai modal membesarkan Jamiyyah," terangnya seraya berharap seluruh PAC dan Ranting di Kabupaten Pringsewu dapat dibentuk kepengurusannya.

Bagi para senior IPNU dan IPPNU ia mengajak untuk segera menyiapkan diri untuk aktif berkiprah di Organisasi atau Badan Otonom lainnya yang ada di NU sesuai dengan jenjang umurnya seperti Ansor dan Fatayat. "Ayo move on. Cinta IPNU dan IPPNU boleh. Tapi Banom lainnya sudah menunggu kalian," pungkasnya disambut senyum para pengurus yang sebentar lagi paripurna.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Pada acara Konferensi tersebut juga dibagikan sejumlah piala dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Konferensi tersebut. Lomba yang dipertandingkan antara lain Bulu Tangkis, Kaligrafi dan berbagai lomba lainnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan