Rabu, 27 April 2016

Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II

Batang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hadir membuka kegiatan Kemah Bakti II tahun 2017 pada rangkaian peringatan Hari Lahir ke 83 Gerakan Pemuda (GP) Ansor pada Sabtu (22/4) malam, di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Ia hadir didampingi Penjabat (PJ) Bupati Batang Siswo Laksono. Saat menyampaikan sambutannya, Ganjar mengapresiasi kegiatan yang digelar selama tiga hari mulai Sabtu sampai Senin (22-24/4).

"Kemah ini menurut saya jadi bagian membentuk karakter anak bangsa. Mereka secara agama sudah tentu sangat paham, ideologi bernegara juga paham, tapi sikapnya seperti kereta atau tidak maju mundur," katanya.

Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II

Kondisi bangsa yang ada saat ini, menurutnya membutuhkan sikap bersama-sama menyuarakan kebenaran. Maka Ansor Banser melalui Kemah Bakti ini harus berani menyuarakan kebenaran.

"Saya mengapresiasi kemah bakti ini dari teman-teman GP Ansor," katanya.

Ia menambahkan, melalui Kemah Bakti ini, para kader Ansor Banser akan menginternalisasi diri membangun karakter anak bangsa yang baik. Mereka nantinya akan tersebar di mana-mana untuk menularkannya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Adapun pembukaan, dilakukan secara simbolis dengan pemukulan rebana oleh Gubernur Jateng. Selain itu juga dilakukan pemakaian jaket Banser pada Gubernur Ganjar Pranowo, Ketua PWNU Jateng DR KH Abu Hapsin, dan Anggota DPD RI Achmad Muqowam oleh Kasatkorwil Banser Jateng Hasyim Asyari.

Ketua PW Ansor Jateng Ikhwanudin mengatakan, Kemah Bakti II ini arahnya adalah untuk melestarikan nilai-nilai Nahdlatul Ulama melalui penggalian potensi kader dari berbagai bidang. Utamanya diarahkan untuk memupuk rasa kesetiaan dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Harapannya, Ansor Banser tetap jadi garda terdepan dalam berpartisipasi di kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Terdapat sejumlah kegiatan di Kemah Bakti yang diikuti 690 peserta dari 32 Cabang se Jateng ini, di antaranya sarasehan kebangsaan bersama Anggota DPD RI Achmad Muqowam, lomba prestasi yang terdapat 11 kejuaraan salah satunya perlobaan bidang IT atau pembuatan iklan layanan masyarakat.

"Itu juga untuk menanggulangi berita-berita hoax, membuat meme yang mengandung pesan rahmatan lil alamin," katanya.

Selain itu, juga ada bakti sosial, pameran produk-produk UMKM dari kader Ansor, mujahadah dan Ansor Bershalawat, dan pada Senin (24/4/2017) akan digelar apel kesetiaan NKRI sekaligus penutup.

Yang menarik dalam kegiatan Kemah Bakti kali ini, imbuh Ikhwan, adalah kegiatan ini didukung penuh oleh warga Desa Tombo, Kecamatan Bandar.

"Maka kami apresiasi besar pada Kepala Desa, Ketua Ranting NU dan Ansor yang telah memberi dukungan luar biasa terutama konsumsi," ujarnya.

PJ Bupati Batang, Siswo Laksono mengatakan, pihaknya berharap Batang kembali menjadi juara umum dalam kemah bakti tahun ini. Sehingga jika tahun ini digelar di kawasan pegunungan, maka tahun depan bisa digelar di kawasan pantai.? (Sholahuddin Al-Ahmed/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan AlaSantri, Habib Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 14 April 2016

PCNU Pamekasan Dorong Santri Aktif di Dunia Maya

Pamekasan, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan



Perang pemikiran di Indonesia tampaknya lebih masif di dunia maya. Media-media massa dalam wujud online bertebaran, ditopang dengan penggunaan media sosial (medsos) semacam Twitter, Facebook, Instagram, dan sejenisnya yang dilakukan secara agresif dan terencana.

PCNU Pamekasan Dorong Santri Aktif di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pamekasan Dorong Santri Aktif di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pamekasan Dorong Santri Aktif di Dunia Maya

"Untuk itu, para pemuda santri mesti kreatif dan aktif. Tidak hanya di dunia nyata, tapi juga terlibat dalam perang pemikiran di dunia maya," tegas Ketua PCNU Pamekasan KHR Taufiq Hasyim saat memberi sambutan dalam pembukaan Kopdar Netizen di Pesantren Sabilul Ihsan, Teja Barat, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Ahad (5/3).

Kegiatan yang diikuti puluhan pemuda dan santri di Kabupaten Pamekasan tersebut dipelopori oleh LTNNU dan Lakpesdam PCNU Kabupaten Pamekasan. Dalam pembukaannya, dilangsungkan seminar bertemakan "Sosiologi dan Peta Media Sosial dalam Ghazwatul Fikr di Indonesia".

Dalam kesempatan itu, Kiai Taufiq menambahkan, keaktifan di dunia maya tidak cukup tanpa ditopang dengan kreativitas yang tinggi. Termasuk, penguasaan terhadap keterampilan jurnalistik.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

"Kami sangat bangga dengan kegiatan ini. Harapannya, melalui Kopdar Netizen, nanti lahir kader-kader NU andal yang dapat mewarnai pemikiran positif di dunia maya dan nyata lewat karya-karyanya yang mencerahkan," tukas Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan tersebut.

Kopdar Netizen PCNU Pamekasan berlangsung sehari. Panitia membagi peserta ke dalam kelas jurnalistik santri An-Nahdliyyah dan kelas medsos Netizen NU. Hasilnya, mereka siap membuat buletin An Nahdiyah dan mencetak buku biografi tokoh ulama pesantren. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Doa, Pertandingan Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rabu, 13 April 2016

Libatkan MWCNU dan Banom, PCNU Bandung Barat Siap Luncurkan e-Kartanu

Bandung, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Barat berencana menggelar sosialisasi aplikasi dan pelatihan muharrik NU pada Sabtu 13 Agustus 2016. Mereka tengah menyiapkan segala kelengkapan teknis untuk kelancaran dua agenda tersebut.

Rapat koordinasi ini bertempat di MTs Azzahra, Selacau, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (6/8).

Libatkan MWCNU dan Banom, PCNU Bandung Barat Siap Luncurkan e-Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Libatkan MWCNU dan Banom, PCNU Bandung Barat Siap Luncurkan e-Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Libatkan MWCNU dan Banom, PCNU Bandung Barat Siap Luncurkan e-Kartanu

Menurut Ketua PCNU Bandung Barat H Agus Mulyadi, sebenarnya warga Bandung Barat dari jumlah 1,4 juta adalah kebanyakan jamaah nahdliyin. Namun pihak PCNU tidak bisa menyebut angka persisnya.

“Karena itu PCNU Bandung Barat bersikeras membuktikan dengan menggerakan warga NU untuk memunyai Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu),” kata H Agus.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Rapat koordinasi pengurus harian PCNU Bandung Barat bersama MWCNU dan banomnya juga membahas rencana pelatihan muharrik NU. Pelatihan ini rencananya akan dilaksanakan di Pesantren Riyadlul Huda, Ngamprah, Bandung Barat, Sabtu, 13 Agustus 2016.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Menurut H Agus, pengurus dan warga NU sebelumnya memang telah memunyai Kartanu, namun datanya tidak bisa inklud ke database PBNU, tidak bisa dilihata atau dibaca oleh daerah lain.

“Jadi manfaatnya tidak bisa dipergunakan untuk hal lain, sehingga perlu kesamaan pangkalan data daerah dan pusat, daerah mengikuti program PBNU,” kata H Agus.

Ia menganggap pentingnya kebersamaan antara pengurus cabang NU, wakil cabang NU, dan badan otonom NU untuk bergerak bersama. Intinya Kartanu adalah bentuk lain dari silaturahmi, silaturahmi bentuk teknologi.

Dengan pangkalan data PBNU, angka warga NU dapat diketahui secara pasti, bahkan anggota badan otonomnya. “Jumlah Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU,” demikian jelasnya. (Udin’S/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, Kajian, Nasional Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Senin, 28 Maret 2016

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia

Lampung Timur, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan - Dalam era globalisasi ini, tantangan mahasiswa sangatlah berat dan kompleks, apalagi selaku mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung. Ke depan mereka dituntut siap menjadi kader-kader (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Nahdlatul Ulama (NU) yang militan.

Jadilah kader PMII yang kaffah, yang dapat menyebarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyyah ke pelosok Nusantara dan dunia.

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mabincab PMII Lampung Timur Imbau Kader Sebar Paham Aswaja NU ke Pelosok Nusantara dan Dunia

Demikian disampaikan Mabincab PMII Kabupaten Lampung Timur Ahmad Fauzi di hadapan 64 peserta dalam pembukaan Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru) Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung, di gedung PCNU Kabupaten Lampung Timur, Jalan Ky Khanafiah Nomor 9 Lintas Timur Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur, Senin (20/11).

“Sahabat-sahabat semua yang butuh PMII dan NU, bukan PMII yang butuh sahabat-sahabat. Menjadi mahasiswa tidak hanya mengejar IPK dan lulus cepat saja, salah satu yang terpenting adalah ikut aktif dalam organisasi yang sesuai dengan nafas dan akidah Aswaja an-Nahdliyyah, yakni PMII sebagaimana yang telah diputuskan dalam Muktamar NU di Jombang Jawa Timur dua tahun lalu, bahwa PMII adalah salah satu badan otonom NU,” imbuh alumnus IAIN Metro Lampung ini.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Mapaba PMII Komisariat UNU Lampung dilaksanakan selama empat hari ke depan, Senin-Kamis, (20-23/11) dengan tema besar Meneguhkan Nilai-Nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai Dasar Pergerakan.Mapaba juga diikuti peserta dari Komisariat STIE Lampung Timur, Komisariat STIS Braja Harjosari, Komisariat Universitas Terbuka.

Hadir dalam agenda pembukaan Mapaba tersebut Rektor UNU Lampung Nasir, anggota DPRD Lampung Timur Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa M Akmal Fathoni, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Bahtsul Masail, Lomba, RMI NU Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Media sebagai Kekuatan Strategis dalam Masyarakat

Tegal, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan 

Seiring perkembangan zaman, media merupakan salah satu bagian penting yang tak dapat dipisahkan lagi dengan kondisi sosial masyarakat. Pasalnya, media adalah sebuah acuan atau tolak ukur berkembangnya suatu negara. Lalu sejauh mana peran media massa? Ada banyak jawaban yang diajukan oleh para pakar sosial mengenai peran media massa terhadap isu yang berkembang di masyarakat. 

Demikian pembicaraan yang menguak dalam pemaparan singkat diskusi media massa dan NU, yang disampaikan oleh kontributor Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan wilayah Tegal Abdul Muiz dalam Latihan Kader Muda (Lakmud) yang dikemas oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdltul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Tarub, baru-baru ini di SDN Gedongan Sayang Kecamatan Tarub. 

Media sebagai Kekuatan Strategis dalam Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Media sebagai Kekuatan Strategis dalam Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Media sebagai Kekuatan Strategis dalam Masyarakat

Muiz menjelaskan media massa juga bisa berperan sebagai sumber rujukan di bidang pendidikan dan penyebaran informasi yang cepat. Dalam hal ini, media dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Media memiliki andil yang penting dalam mengajak masyarakat untuk memerangi kekerasan dan tindak kriminalitas.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Media sebagai kekuatan strategis dalam menyebarkan informasi merupakan salah satu otoritas sosial yang berpengaruh dalam membentuk sikap dan norma sosial suatu masyarakat. Media massa bisa menyuguhkan teladan budaya yang bijak untuk mengubah prilaku masyarakat,” katanya.

Dalam diskusi yang diikuti oleh 90 peserta itu, ia juga menceritakan tahun 20 sampai 30-an, media-media NU bergerak dalam penguatan akidah ahlusunah wal jama’ah. Pada tahun 50-an warga NU memiliki media Duta Masyarakat yang memiliki pengaruh yang sangat kuat apalagi NU menjadi partai terbesar ketiga dalam pentas nasional sehingga Duta Masyarakat selalu dinanti oleh masyarakat.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

“Kendati demikian, tantangan kita saat ini ialah maraknya kelompok fundamintalis Islam dan liberal yang merongsong akidah Islam. Mereka sangat gencar, hingga mereka menerbitkan tafsir Alquran sendiri. Itu semua harus dihadapi oleh NU. Melihat karakter media NU tahun 20-60-an dan sekarang ini, warga NU diharuskan meluruskan tema dan isu sekaligus membangun strategi redaksional yang memadai,” tukasnya.

Diakhir sesi banyak pertanyaan yang terlontar dari peserta, sehingga jalannya diskusi semakin hangat. Rekomendasi dari kegiatan diskusi itu adalah adanya tindak lanjut dengan menggelar kegiatan yang lebih intensif semacam diklat jurnalistik. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Berita, PonPes, Anti Hoax Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Kamis, 24 Maret 2016

Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos

Batang, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Penyebaran paham radikalisme yang semakin luas akhir-akhir ini tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi khususnya penggunaan media sosial seperti twitter, facebook, dan youtube. Hampir semua informasi dapat masuk kepada seseorang nyaris tanpa sensor melalui perangkat gawai seperti komputer tablet dan ponsel pintar yang semakin murah.

Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Batang Adakan Diskusi Peran Strategis Medsos

Oleh karena itu, PC Lakpesdam NU Batang pada 6 Juni 2015 lalu mengadakan Diskusi bertajuk ‘Ideologisasi dan Peningkatan Kapasitas Aktivis Media Sosial NU untuk Mempromosikan Islam Rahmatan Lil Alamin’ di Gedung PCNU Batang, Jawa Tengah dengan Narasumber Savic Ali, Pimred Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan dan Tata dari Sekretariat Jaringan Gusdurian.

Nur Faizin, Sekretaris PC Lakpesdam NU Batang menjelaskan, bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para aktivis media sosial NU tentang strategi pemanfaatan media sosial sebagai sarana kampanye dan promosi Islam rahmatan lil aalamiin.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dalam materinya, Savic Ali memaparkan, bahwa media sosial adalah produk zaman modern yang tidak bisa lagi dinafikan peran strategisnya dalam menyampaikan informasi. "Barangsiapa yang menguasai informasi, dialah yang akan menguasai dunia," tegas Savic.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Sedangkan, Tata dari Seknas Gusdurian menjelaskan bahwa gerakan di media sosial saja belumlah memadai untuk melakukan sebuah gerakan perubahan. "Harus disertai dengan gerakan di dunia nyata dengan mengonsolidasikan semua stakeholder," jelas Tata.

Wakil Ketua PCNU, Drs M Kamal Yusuf, menyambut baik dengan adanya kegiatan tersebut karena media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah. PCNU berharap kepada Lakpesdam NU untuk mengonsep strategi dakwah dengan pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan ajaran Islam yang ramah ke seluruh penjuru dunia. (Arif Hakim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Nahdlatul, Habib, Bahtsul Masail Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Jumat, 18 Maret 2016

IPNU dan IPPNU Sumpiuh Gelar Festival Rebana

Banyumas, Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan. Memperingati harlah ke-59 IPNU dan harlah ke-58 IPPNU, sebanyak 11 grup mengikuti festival rebana pelajar NU Sumpiuh di mushola Sabilittaqwa desa Lebeng kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Sabtu (15/2). Festival rebana terselenggara atas kerja sama IPNU, IPPNU, Muslimat NU, dan MWCNU Sumpiuh.

Perlombaan dibagi menjadi kategori umum dan Muslimat NU sekewedanaan Sumpiuh. Peserta lomba terdiri dari Muslimat NU dan perwakilan ranting atau komisariat IPNU-IPPNU.

IPNU dan IPPNU Sumpiuh Gelar Festival Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Sumpiuh Gelar Festival Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Sumpiuh Gelar Festival Rebana

Terdaftar sebagai peserta grup rebana MAN Sumpiuh, Muslimat NU Az-Zahro Tambak, MTs Ma’arif NU 1 Sumpiuh, Maulana Samawi Tambak, MTs Ma’arif NU 2 Sumpiuh, SMP Islam Al-Falah Qatrun Nada, Elhana SMAN Ma’arif Kemranjen, An-Nur Banjarpenepen, Al-Hadroh Ketanda Sibangkong, dan PAC Muslimat Tambak.

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Juara pertama diraih grup rebana SMP Islam Al-Falah Qatrun Nada. Sedangkan juara kedua direbut grup rebana dari MAN Sumpiuh. Festival ini bertujuan mengajak warga terutama kalangan pelajar untuk bersolawat bersama dan menjalin ukhuwah Islamiyah dalam seni.

“Tujuan pokoknya menggali kembali budaya Islam, mendekatkan seni musik Islam sebagai alternatif,” kata Ketua PAC IPNU Sumpiuh Agus Khozin. (Thofiqur Rohman Achra/Alhafiz K)

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan

Dari Nu Online: nu.or.id

Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan Kiai, Sejarah, AlaSantri Misbahul Huda Al-Amiriyah Kambangan